Ada-ada saja tendangan Muslim yang kian-kemari.
Mulanya Muslim berteriak sangat bersemangat menuduh orang-orang kafir dengan memakai istilah “Islamophobia”. Kira kira mendamprat mereka dengan kata-kata, “HEI, KAU YANG KETAKUTAN DENGAN ISLAM!”
Begitu sering kata ini dilontarkan, sampai membosankan, dan apa yang kini terjadi?
Orang-orang kafir justru tidak ada yang bergeming! Anjing melolong kafilah berlalu! Bagaimana bisa bergeming? Koar2 Muslim begini tak ada yang MEYAKINKAN, kurang ELEGAN, dan tidak memberi KONTRIBUSI KONSTRUKTIF bagi sekeliling mereka.
Muslim dimana-mana paling menuntut agar orang lain menghormati mereka dan menghormati Islam. Tetapi teriakan Islamphobia justru berakibat sebaliknya! Terminologi Islamophobia, takut akan Islam, tidak menghasil-kan perasaan takut dan hormat akan Islam seperti yang dikehendaki Muslim. ‘Takut akan Islam’ hanya menunjuk kepada apa yang Muslim tuntut dengan putus-asa, tetapi tidak menunjuk kepada apa yang Non-Muslim rasakan. Siapa yang karenanya akan takut akan Islam?
Maka sejumlah pakar Islam-pun mulai mengecam istilah ini. Mereka berkata: “We should stop using Muslims’ self-chosen word – “Islamophobia”. Ini ibarat mengecat diri-Muslim sendiri sebagai penteror. Ini membuntukan setiap komunikasi keluar. Maka dicarilah mereka akan gantinya yang lebih bridge-building, yaitu: “Islamonausea.” (Mual-Islam).
Kreatif bukan?
Melontarkan ejekan baru untuk imbalan PENGHORMATAN ISLAM!

Kasihan dengan tendangan Muslim KIAN KEMARI…
“Kau yang memulai, kau pula yang terhajar”.
SIA-SIA DIATAS SIA- SIA!
Yang nulis artikel bodoh apa pintar sih? kok kaya gak ngerti dengan istilah “Islamophobia” yg sebenarnya. Jelas kan terlihat ketakutan kalian jika Islam berkembang pesat, jelas kan terlihat kalo kalian tidak suka dengan Islam, apa kalian bangga dengan semboyan “kristenisasi” kalian. perbuatan busuk yang menghasut orang untuk memeluk kristen dan berbagai cara pun di lakukkan. Kalian itu bususk, selalu berani berkata di belakang mendingan langsung debat terbuka sana ama orang yangn benar-benar berilmu atau kita perang terbuka sekalian. Kalian gak akan pernah bisa menghargai perasaan umat Islam padahal sudah jelas kalian tinggal di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Dasar kalian gak tau etika, domba-domba yang tersesat katanya yesus….
ulama mana yang menyebut islamphobia salah? penulis blog ini orang aneh atau nglantur?
mau muntah ya bro admin…muntahin aja…jgn di telan… JIJIK
.
akhirnya kalian sendiri yg BINGUNG kan…nich
.
injil berkata “haram itu bukan yg masuk kedalam mulut…tapi yg keluar dari mulut”
kalo diantara kalian sdh ada yg muntah karna KEMUAKAN kalian terhadap islam…maka jika masih ngomongin islam brarti kalian sdh melanggar injil…(barang yg sdh keluar dari mulut tdk boleh dimakan lagi)
tapi jika kalian menelan kembali sesuatu yg ada dlm perut mau keluar lewat mulut…IIIHHHH JIJIK sekali…
.
tapi kalian kan mmg dak tau JIJIK…
Muslim lupa dgn ayat QS. Al-An’am: 108
hahahaha….
buat brama. kau hebatttttttt.maju terus.islam is the best
@cobex, sebenarnya apa sih ‘kristenisasi’? orang Kristen memberitakan Injil adalah suatu tugas yang didasarkan pada kasih sayang bagi mereka yang belum mengenal keselamatan. setahu saya apa yang saudara tuduhkan ‘menghasut orang untuk memeluk kristen dan berbagai cara pun di lakukkan’ itu tdk berdasar. tidak ada paksaan bagi siapapun untuk percaya kepada YESUS sebagai Tuhan. kalopun ada yg percaya itu adalah hak setiap orang. sebenarnya bukan ‘fobia’ ato apapun istilahnya. yang ada adalah kerinduan dan kasih sayang kepada mereka yg tersesat.
@Murtadiningrat
terimakasih pada anda untuk mengingatkan
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
sudahlah semua muslim…semua ini tidak artinya…bahkan dimata Allah…
Rasul kita Muhammad tidak mengajarkan konfrontasi macam ini…ingat ketika beliau menderita karena hinaan dan cercaan kaum Quraisy…beliau pasti lebih menderita dan perang2 yang terjadi waktu itu bukan demi urusan2 seperti ini…
@Nusa
jika ingin debat, maka debatlah yang sehat !! tidak perlu caci maki. betul tidak ?
Belum tentu orang yg berdebat dgn anda itu ber-Tuhan.
Belum tentu orang yg ber-Tuhan mengetahui ke-MAHA KUASA-an Tuhannya.
Ada juga orang yang ber-Tuhan kepada Allah SWT tidak tahu kalau Allah SWT tidak bisa menjadi seperti makhluk-Nya. Apalagi menjadi Manusia. Tuhan yang MAHA KUASA koq memiliki keterbatasan. Lebih baik di cabut saja gelar ke-MAHA-an DIA sebagai Allah yg MAHA KUASA.
di salah satu sisi ada Ayat yg berbunyi “tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT” tapi di sisi lain “Allah SWT itu mustahil menjadi MANUSIA”
Sungguh ironi bukan ????????
mengapa menjadi orang muslim selalu mempunyai Standard Ganda ??? bukankah lebih baik menjadi murtadin ???
Salam,
Murtadin