Mengucapkan Selamat Natal, Boleh atau Tidak?

DANGKAL, MUSLIM YANG MEMPERSOALKAN: Mengucapkan Selamat Natal, boleh atau tidak yaa..? December 13, 2012 | Diposkan oleh Arda Chandra dalam satu situs Islam.

Saudara Arda Chandra (AC) ingin mewanti-wanti agar orang Muslim jangan menjadi orang munafik dengan ikut-ikut latah mengucapkan Selamat Natal kepada orang Kristen yang kafir. Berikut ini adalah sebagian perwanti-wantiannya, yang diresponse-balik oleh saudara EX-MUSLIM (EM): AC: “Tulisan ini saya sampaikan tahun lalu di forum diskusi Muslim-Menjawab, dan cukup relevan dihadirkan kembali. Natal sudah mendekat beberapa hari lagi. Kalau dilihat bagaimana kemeriahan natal di negeri ini yang hampir sama meriahnya dengan perayaan Idul Fitri, padahal penduduk Katolik/Kristen yang merayakannya berjumlah hanya 10% dari total penduduk yang mayoritas Muslim. Melihat kenyataan ini seharusnya bagi umat Kristen yang tahu dan memahami, akan berterima kasih kepada saudara-saudara mereka yang Muslim, bahwa secara umum umat Kristen dijaga dan dilindungi untuk bisa menjalankan ajaran agama mereka dengan tenang dan tenteram. …” EM: “Lihatlah betapa Muslim itu pada watak-dasarnya adalah berkarakter imperialistis. Sama-sama Muslim dan Kristen sebagai anak bangsa, namun mereka merasa bahwa Kristen diharuskan untuk  berterima kasih kepada Muslim tatkala aktifitas Kristen berjalan dengan baik dan aman-aman saja! Dengan perkataan lain, mereka merasa berjasa besar karena merasa telah “menganugerahkan” sebuah hadiah (yang sesungguhnya bukan haknya orang Kristen) dengan melindungi dan tidak mengganggu acara kekristenan, khususnya merayakan hari-hari Natal kelahiran Yesus Kristus. Tanpa disadari, Muslim menyodor kan sebuah potret diri yang mengimplikasikan bahwa mereka sebenarnya layak dan berhak untuk melakukan pergangguan kepada kaum Kristiani, bahasa hukumnya: perbuatan yang tidak menyenangkan pihak lain!” AC: “Terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang boleh atau tidaknya seorang Muslim itu menyampaikan ucapan selamat natal kepada umat Kristen yang merayakannya…. Pendapat ulama yang membolehkan penyampaian ucapan selamat natal menyatakan bahwa ucapan tersebut sebagai bentuk tahni’ah/ucapan selamat dan penghormatan, bahkan menurut Yusuf Qadrawi mengkategorikan hal ini sebagai al-birr – perbuatan yang baik – sesuai Al-Qur’an surat al- Mumtahanah 60: 8 dan an-Nisaa 4:86.Di Indonesia sendiri kita tidak menemukan adanya fatwa MUI yang menetapkan apakah mengucapkan selamat natal diharamkan atau tidak, yang ada hanyalah fatwa MUI thn 1981 yang menyatakan tentang tidak boleh mengikuti perayaan natal bersama, bukan soal meng-ucapkan selamat natal. Disini bisa dilihat bahwa MUI membedakan antara natal sebagai suatu ritual ibadah dengan natal sebagai suatu perayaan hari kelahiran….” EM: Paradigma penulis AC mempermasalahkan makna perayaan Natal dalam dua issue yang harus disikapi secara hitam putih, yaitu bermakna ritual ataukah non-ritual sebagai perayaan hari ulang tahun Isa Al-Masih saja. Mana yang haram dan mana yang halal. Namun kita akan menunjukkan nanti bahwa paradigma demikian adalah dangkal, bahkan naïf, sambil meninggalkan teologi pokok dan universal yang mendasarinya. AC: Seharusnya pemaknaan natal harus kita tanyakan langsung kepada pihak Kristen, apa makna natal sesuai ajaran mereka, bukan menentukan sendiri berdasarkan sudut-pandang kita. Lalu sikap memboleh-kan atau tidaknya ucapan selamat seharusnya diambil (sesuai dengan) pemaknaan yang ada dalam ajaran Kristen tersebut… Jadi kalau seorang Muslim mengucapkan natal, padahal Kristen sendiri memahami natal sebagai suatu hasil dari keimanan yang meyakini Yesus sebagai juru selamat, dan pada saat yang sama si Muslim sebenarnya tidak mengakui/menolak hal tsb, maka ini menghasilkan suatu sikap munafik”…. (Akhirnya dengan analisisnya, AC sampai kepada kesimpulan bahwa Natal dari perspektif Kristen bukanlah soal perayaan hari kelahiran, namun ‘produk iman’ bagi yang meyakini adanya seorang juru selamat, inkarnasi Tuhan dalam rupa manusia yang bertugas untuk menanggung dosa melalui penyaliban”).   EM: Sah-sah saja, jikalau Muslim mau menanyakan apa makna Natal yang ada dibenak dan dihati orang-orang Kristiani. Namun dalam kedangkalan pikiran yang tanpa disadari Muslim, seharusnya pertanyaan pokoknya bukan pada sebatas soal Natal dan ucapan selamat Natal. Bukan soal ritual atau non-ritualnya, tetapi justru siapa Sosok Natalnya: YESUS atau ISA MUSLIM? Samakah kedua sosok ini? Jangan-jangan salah satunya adalah produk dari khayalan dan bukan sosok historis. Ini yang harus dijawab duluan sebelum menyoal perayaan Natal yang pada dasarnya bersifat fenomenon belaka. Kita melihat bahwa ayat-ayat (baik di Quran maupun di Alkitab) sama sekali tidak mengusung hari raya Natal per se, melainkan sosok dan jatidiri yang dilahirkan kedunia dengan tanda yang paling ajaib! Apakah keduanya betul sama sosoknya, sehingga kita berbicara apple to apple, dan bukan apple to tomato?! KELAHIRAN ISA MUSLIM VS. YESUS KRISTUS Muslim umumnya kurang paham bahwa paradigma Kristiani justru berbeda samasekali dan praktis menyeluruh ketika dihadapkan dengan paradigma Muslim berkenaan dengan Yesus Kristus. Perbedaan wahyu tentang sosok Yesus (didalam Quran dan Injil) telah dimulai dari sebelum lahir dirinya hingga kepada kesudahan alam (dan selamanya). Dampaknya secara kategorial dan universal merambak kepada setiap related matters yang berkenaan dengan sosoknya. Ya, dalam iman, ya, rukun dan ritual, ya budaya, tradisi, serta sikap dan perilaku. Jadi bukan sekedar terkait dengan Natal atau perayaannya. Berikut adalah secuil contoh saja:   SOSOK ISA MUSLIM VS. JATI-DIRI YESUS KRISTUS: BENARKAH KEDUANYA BISA DISAMAKAN?  

ISA MUSLIM

YESUS KRISTUS

Kelahiran Isa yang misterius

 

Dilahirkan oleh perawan Maryam, anak Imran, dibawah satu pohon kurma entah dimana (19:22-23). Maryam melahirkan dengan berjuang sendiri, tak ada (Yusuf) yang mendampinginya dan tak ada siapapun yang menjadi saksinya. Kelahiran ini tidak ada yang menubuatkannya. Benarkah ia exist? Sejak awal Isa Muslim ini sudah beda jatidirinya dengan Yesus!  

Kelahiran Yesus yang pasti

 

Yesus dilahirkan oleh perawan Maria, anak Eli, di Betlehem dikandang binatang, didampingi oleh suaminya Yusuf. Kelahiran ini disaksikan oleh para malaikat dan juga para gembala (disamping Yusuf sendiri). Kelahiran ini menggenapi pelbagai nubuat di- Alkitab (al. Yesaya 7:14, 9:6, Mikha 5:2).  

ISA MUSLIM

YESUS KRISTUS

Teka-teki zat/ DNA Isa

 

Isa diciptakan oleh Kalimat (yang disampaikan Allah) dan dari tiupan Ruh  Allah kepada Maryam (4:171). Dilain pihak, dikatakan bhw penciptaan Isa adalah seperti Adam dari tanah (Qs.3:59).Padahal, dimanapun Isa tidak terlacak datang dari tanah, melainkan hanya & hanya dari atas:Kalimat Allah & RuhNya.

Zat/ DNA Yesus

Yesus bukan ciptaan. Ia dilahirkan/ dihadirkan kebumi dari Firman (Yohanes 1:1,14) oleh Roh Kudus yang turun atas Maria. Yang dikandung dalam diri Maria adalah dari Roh Elohim sendiri (Matius 1:23, Lukas 1:35) yang selalu bersama-sama dengan Firman (Yoh 1:1).

ISA MUSLIM

YESUS KRISTUS

Isa hanya Putra Maryam, bukan ilahi

  Isa hanya manusia yang diutus Allah. Ia adalah Putra Maryam dan samasekali bukan Anak Allah Tetapi konsepsi dirahim Maryam terjadi karena dzat Kalimat dan Ruh Allah. Dan “Kami (Allah) tiupkan ke dalamnya (Maryam) ruh Kami…” (21:91). Allah taruh Kalimat dan Roh-Nya (Dzat Allah, 4:171) ke dalam rahim perawan Maryam. Maka “putra Maryam” itu adalah aslinya Putra oleh Ruh Allah yg hidup. Maka Ia “Putra Elohim bukan sekedar Putera Maryam. Penulis Quran menolak sedikit-nya 17 kali bahwa Isa bukan Anak Allah! “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan” . Alasannya? Sungguh naif dan misleading, yi. (1) karena Allah tak beristeri (anak hasil kawin-mawin), dan (2) karena Isa dan Maryam sehari-harinya makan! (6:101, 5:75). Tak ada Kristen yang percaya Allah beristri, dan Maryam itu Allah dalam kekekalan. Ini salah-wahyu  

Yesus itu Putra Elohim, ilahiah

 

"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Elohim Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau-lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Elohim (Lukas 1:3). Ini jelas merujuk kepada aslinya DNA/Zat/Essensi Yesus! Bukan hasil kawin-mawin. Tuhan Elohim berseru, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17). Inilah kesaksian tertinggi! Mutawatir secara publik, dari mulut Elohim sendiri! Diseluruh Kitab Suci, Yesus diakui sebagai Anak Elohim, baik oleh Bapa  Elohim, Malaikat Gabriel, Para Nabi, para murid, musuh Yesus ( Matius 27:54) bahkan para Setan sekalipun! (Markus 3:11, Lukas 4:41)  

ISA MUSLIM

YESUS KRISTUS

Namanya menjadi ISA, kosong makna

 

Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembi-rakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (3:45) Apa makna “Isa” tidak ada seorangpun yang tahu. Allah via Muhammad telah menggantikan nama Yesus menjadi Isa, tanpa menjelaskan alasan & tujuan. Dari makna ilahi yang kaya, mendalam, dan penuh otoritas, kini terubah menjadi Isa yang kosong makna.  Mungkinkah Allah memberi sebuah  nama surgawi kepada NabiNya tanpa makna? Mungkinkah Allah yang perintahkan Muhammad untuk menggantikan nama tsb?  

NamaNya YESUS, Sang Juru Selamat

 

Malaikat berkata kepada Yusuf: “…engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1:21). Nama Yesus berasal dari kata Ibrani: Yehosua = Yesua, yang berarti “Yahweh Menyelamat-kan”. Ini adalah sebuah nama dengan makna ilahiah yang melekat. Tidak bisa dikosongkan oleh siapapun, sekalipun oleh malaikat dan setan! Setan kenal nama Yesus dan memanggilnya dengan penuh gemetaran (Markus 5:7). Yesus sendiri menyebutkan namanya sebagai YESUS (Yohanes 17:3). Jadi kenapa Muhammad merasa harus merubahnya, dan tidak tetap menyebutnya  YESUS? Ini perkara teologis dan ruh penggelapan!  

  Diseluruh Kitab Perjanjian Baru, nama Yesus muncul 975 kali. Orang Arab Nasrani sejak awal-awal Masehi selalu menyebut nama ini sebagai “Yasu’u”, (Yesus, dari Yehoshua, Yesu’a) artinya “Yahweh menyelamatkan”.  Bahkan Yesus telah menyebut dirinya dengan nama Yesus (Yohanes 17:3). Ini adalah suatu nama surgawi yang Ilahiah! Tetapi Muhammad menolak untuk memakai nama Yasu’u yang pasti telah dia dengar dari sumber-sumber Nasrani, seperti Waraqah bin Naufal dll. Rupa-rupanya ruh Muhammad tidak bisa menerima nama demikian, sehingga digantikannya secara nekad.  Muslim dan non-Muslim semua layak bertanya, “Atas otoritas siapa maka nama Yesus yang disampaikan dua kali oleh Gabriel, dan yang dipakai oleh Yesus untuk dirinya sendiri itu bisa digantikan secara lancang oleh Muhammad dengan sebuah nama yang kosong 6 abad kemudian? ATAU dapatkah Muslim menerima bilamana Paus atau Penginjil Billy Graham misalnya mengubah nama Muhammad menjadi Madmad”?   Ada beratus-ratus perbedaan pokok antara Yesus dengan Isa Muslim, yang belum terjawab oleh Muslim dengan bukti-bukti, sejak ribuan tahun. Ini perlu dituntaskan duluan oleh mereka sebelum beranjak kepada kajian fiqih soal haram-halalnya ucapan selamat Natal yang tetek-bengek itu. Sebab jikalau nyata bahwa sosok Yesus itu bukan Isa Muslim, maka seluruh kristologi-Islam akan terjungkir balik dengan akibat-akibat yang tidak terbayangkan! Karena jika demikian, Islam lalu harus menjawab: “Siapa itu Isa yang historis?” Kapan Natalnya? Kok misinya kedunia terputus dan gagal (hilang injilnya dan murid2-muslimnya), padahal dia diberi kuasa mukjizat tertinggi dan tanda terajaib? Dst… Sayangnya Muslim yang ragu atas wahyu Allah tentang Sosok Isa bukannya datang berkonsultasi kepada Ahli Kitab (menurut perintah 10:94), melainkan  langsung melontarkannya secara potong kompas dan tak bertanggung jawab dengan menuduh “Alkitab kalian itu Palsu”. Tetapi adakah seseorang yang mampu memalsukan Alkitab hingga mencakup ribuan pernik-pernik rumit yang berbeda dengan Quran yang teologinya jauh lebih dangkal? Bukankah sebaliknyalah yang lebih masuk akal? Sebab pemalsu selalu cenderung menyederhanakan dan mengaburkan, bukan malah mendetailkan fakta-fakta seperti Alkitab. Sikap penyederhanaan yang tak bertanggung jawab juga banyak dilontarkan oleh Muhammad dengan mengatas-namakan Allah. Contoh kasat mata sbb: “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta peng-ajaran untuk orang2 yang bertakwa”.  (QS.5:46).   Tetapi sungguh tidak benar bahwa Isa pernah menerima sebuah KITAB dari Allah. Apa detailnya dan tandanya? Menurut Qur’an, ‘kitab atau buku’ yang diturunkan kepada Isa adalah Injil. Istilah asing ini tidak berasal dari Alkitab, juga bukan dari dari mulut Allah SWT, melainkan dikorupsi oleh tuturan Muhammad dari istilah asli Gerika: euanggelion yang berarti ‘Kabar Baik’. Kabar Baik adalah rujukan Yesus sendiri untuk message-Nya (Lukas 4:16-21). Jadi expresi euanggelion tidak dirujukkan kepada sebuah “teks-jadi” yang diwahyukan, dan sama sekali tak ada bukti apapun bahwa Yesus pernah menerima (dan menulis) dan meneruskan sebuah buku/ kitab langit kepada siapapun. Kitab yang muncul adalah hasil pengilhaman dan penulisan kesaksian biografis tentang Yesus, yang dilakukan oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Disinilah Muhammad telah mendapat gagasan yang keliru tentang “Sebuah Kitab Injil” yang Allah telah turunkan sampai kepada Isa, tetapi Muhammad tidak berusaha mencari atau menjaga keberadaannya. Padahal ia sebagai Nabi Allah (yang membenarkan Alkitab) dan sekaligus adalah penguasa Arabia (termasuk menguasai kaum Yahudi disana) tidak akan sulit untuk meminjam Kitabullah tsb dari tangan Yahudi/ Nasrani, atau kalau perlu malah “menjarahnya” sekalian, ketimbang hanya menjarah harta-benda orang Yahudi saja. Tetapi oleh Muslim sekarang, “Injil Isa Muslim” (yang tidak tercari itu) dikatakan telah hilang tak tahu rimbanya, bersama dengan lenyapnya para murid Isa (hawariyyun) yang tak tersisa ditelan oleh seorang rasul palsu Paulus! Kalimat Allah sampai lenyap? Siapa yang harus ikut bertanggung jawab? Mungkinkah? Wah, komplex dan ruwet sekali semua yang berkaitan dengan Isa Muslim itu yang lebih sulit dipahami akal ketimbang Yesus. Mungkinkah ia pernah memang exist? Adakah Kitab Injil Islami yang dibawa oleh Isa? Kalau “hanya Allah yang tahu” itu artinya sama dengan TIADA! Akhirnya, semoga para ulama Muslim bisa menuntaskan isu yang lebih mendasar ini ketimbang meributkan “pesta Natal”. Dan fatwa ulama tidak diharap menjalar hingga keluar batasnya sehingga melarang umat manusia untuk bergembira bersama dengan gembiranya segala unsur bumi dan surga yang terbaik, yaitu bersama: Allah Kalimat Allah Al Masih Isa Malaikat Maryam, Segenap Dunia-Akhirat! Yaitu ketika Malaikat berkata: "Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat”. SELAMAT NATAL!


38 comments Add a Comment
isa bukan yesus
Reply| 31 Dec 2013 16:00:40
@Rendra
Mnding kawin scara sah.. dri pada agama ente nyuruh manusia brkembang biak tapi ga ada batas sampe brapa org istriny, pantes org eropa yg dblng manusia maju, gemar zodom, gemar zinah, bini org ya bini gw... wong dlm aljitab dsurih brkembang biak ko...
Ke bnatang aj brkembang biak tanpa nikah...
isa bukan yesus
Reply| 31 Dec 2013 15:55:41
Tukang tipu braksi...
Pura" jd mualaf....
Trick lama dari misiobaris...
Ud kbaca bro trick ente
isa bukan yesus
Reply| 31 Dec 2013 15:46:00
Wow...
Nuscaya lo jg g bklan mw nyembah tuhan yg satu...
Pasti minta nyembah tuhan yg 3 spt org arab jahiliyah yg nyembah 3 tuhan...
Sama persiskan arab jahiliyah punya 3 tuhan : nasrani punya 3 tuhan... lah akar agamany org jahiliyah dr nasrani yg nyembah 3 tuhan.
Makany datanglah muhammad dgn mnyuruh kjln tauhid mngajak smua org mnyembah 1 tuhan, sama spt isa/ yesus nyuruh nyembah tuhan yg esa/ satu.
Bukan nyuruh nyembah tuhan yg 3.... hihihiii alkitab loh yg nulis spt itu, smbahlah tuhanmu yg esa/satu, bukan nyembah tuhan yg 3...
isa bukan yesus
Reply| 31 Dec 2013 15:30:42
@setiawan
Hahahaaaaa, yesus itu bahasa romawi artiny juru slamet, jd itu hnya gelar n bukan nama, ente trlalu mmaksakan bro
Dlm injil versi jadul dlm ayat alkitab lo ada 2 org yg brnama yesus, ada yesus ba raba n yesus sang juru slamat.
Yesus ba raba ini bahsa israel tempo dulu yg artiny yesus anak bapa sdangkan yesus juru slamet ini pmberobtak dri bangsa yahudi trdhp romawi.
Nah sang hkim yg mngadili 2 org yesus ini, mlepaskan yesus ba raba ( anak bapa) yg dhukum salib adlh yesus juru slamet alias pmberontak. Nah yesus ini yg dsalib n d jadiin tuhan oleh org nasrani.
Swaktu yesus ini dsalib ga ada satupun murid yg dtg k tiang salib.
Cuma bbrapa org yg mmastikan bnarkah yg dsalib ini yesus.
Lah alkitab ente aj nerangin k bgitu. Stelah yesus si pemberontak ini barulah muridny dtg. Baca injil versi lama lo, jgn bca versi baru, krna ud drubah critany sesuai keinginan pendeta" klian.
Haaduuuh payah alkitab drevisi mngikuti perkembangan jaman...
Makany dlm alquran ada ayat yg mbyatakan bahwa ORG" NASRANI DLM KERAGUAN TTG SIAPA YG DSALIB...
Toling dbaca ya alkitab versi lama jgn versi baru.. dua alkitab itu ud brbda isi ayat"ny....
cicy
Reply| 19 Dec 2013 16:10:17
Intinya nabi Isa menurut muslim dan Yesus menurut nasrani berbeda, dari awalnya aja uda beda jadi tidak perlu saling menjudge siapa yang benar dan salah... intinya lakum diinukum waliadiiin...untukmu agamamu dan untukku agamaku....Lailaahaillalllah
Laskar
Reply| 18 Feb 2013 23:57:06
huam.... biasanya komen" muslim keblinger ini otaknya pada dongo.. mau berargumen, tapi argumen dengan fakta kosong.... gini nih kalo tamatan madrasah
Setyawan
Reply| 12 Jan 2013 14:04:40
Nama Yesus (Yesua) artirnya Yahweh menyelamatkan kenapa Muhammad merubah dengan nama Isa. mau tidak nama Muhammad di ganti dengan Madmat.......hehehehe
Akibodo
Reply| 11 Jan 2013 11:24:14
Grand Mufti Syria, Sheikh Ahmed Hassoun, pada tanggal
19 January 2010 berbicara pada delegasi Akademisi Amerika dalam Center for World Religions, Diplomacy and Conflict Resolution dan berkata demikian (seperti yang dicatat oleh Army Radio ),

"If the Prophet Muhammad had asked me to deem Christians or
Jews heretics, I would have deemed Muhammad himself a heretic...
If Muhammad had commanded us to kill people,
I would have told him he was not a prophet...”

“JIKALAU NABI MUHAMMAD MEMINTA KEPADA SAYA UNTUK MENGANGGAP ORANG2 KRISTEN DAN YAHUDI SEBAGAI ORANG2 SESAT, MAKA SAYA AKAN MENGANGGAP MUHAMMAD SENDIRI SEBAGAI ORANG SESAT…

JIKALAU MUHAMMAD MEMERINTAHKAN KAMI MEMBUNUH ORANG2,
MAKA SAYA AKAN BERKATA KEPADANYA BAHWA DIA BUKANLAH SEORANG NABI…”
Akibodo
Reply| 10 Jan 2013 00:41:33
@PEDULI =>SIBUTA MENUNTUN PARA BUTA.

TAK NGERTI2 Qurannya sendiri yang penuh berlumur dg acakan, sisipan (tauqifi), penggantian (nasikh), penghapusan (masukh) AND SO ON, YOU NAME IT! SHAME ON YOU! MAU BUKTI?

Kami tidak heran, karena ALLAHNYA SENDIRI NGAKU DIRINYA ADALAH KHAIRUL MAKIRIN! (Penipu Terlicik. Qs,3:54). Kasian!
Akibodo
Reply| 10 Jan 2013 00:34:48
@ DANI, PEDULI,
JANGANKAN DIBANDING DG YESUS, dibanding dg Paulus aja, Muhammad itu sdh kelihatan spt gangster. Ya membunuh, ya menteror, ya menipu, merampok, memperkosa, memperbudak, apalagi ya? Mau sy buktikan lg? Toh Ali Sina sdh berulang kali (1000x) sebutkan dg bukti2 dan kalian tak mampu sanggah! Kasian...
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 15:50:23
@Tibo..
walah.. proclaim lagi..
salam
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 15:48:46
@dani..
"Adam diciptakan tanpa ayah tanpa Ibu, Isa diciptakan tanpa Ayah"
unik kan?
"sedangkan Muhammad punya ayah punya ibu"
biasa aja tuh, kok dibandingin sama Adam ato Yesus, jauh bro, dah gitu ayah/ibu nya gak jelas sejarahnya..
salam..
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 15:44:16
@peduli..
salah forum bro, lihat alamat situsnya, kalo gak salah "baca2 quran", kok ngebahas Yesus dan Kristen..
wah.. bener2 ente ******
salam..
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 15:40:20
@peduli..
"Mau Bukti?"
bolehlah, kalo bisa yang sahih dari ahli yang netral, agar fair.
jgn yg ahli ngarang nyari duit/nama/nambah istri, nanti berakibat proclaim lagi..
salam..
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 15:35:20
@Tibo..
"Mualab (masuk Islam) itu pasti pinter2, kutu buku, sopan, baik hati, tidak kasar, punya tujuan hiudp dunia akhirat dan yang pasti selalu dapat hidayah dari Allah swt.."
hehehe.. bukanya pengen kawin lagi bro?
salam..
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 12:46:37
@peduli..
"Penciptaan Adam lebih hebat daripada Isa"
walah.. kok malah dibanding2kan bro..

"Adam, Yesus dan Muhammad adalah sama saja"
nah kalo ini beda banget, terutama muhammad, kok raja rampok, hipersex + pedofil kok dibanding2kan sama Adam dan Yesus..
walah..
salam..
rendra_jkt
Reply| 09 Jan 2013 12:40:41
@peduli..
walah.. argumentif banget..
hehehe..
salam..
Tibo
Reply| 04 Jan 2013 15:45:24
Sejak Nabi Muhammad saw diutus Allah swt ke Bumi untuk seluruh umat manusia agar diikuti karena membawa kebenaran... Kitab Injil selesai sampai disitu.. begitu juga umat Kristen/Nasrani harusnya selesai sampai disitu... begitu juga peringatan hari2 besar umat beragama sebelum Nabi Mumhamad saw selain Idul Adha dan Idul Fitri seharusnya tidak ada lagi.. termasuk Natal dll.
Tibo
Reply| 04 Jan 2013 15:18:54
Maaf anda jng terlalu lebih berbohongnya cuma utk memperkuat argumen2 anda... tidak ada orang murtad (ex muslim) pinter mengarang cerita, berargumen, debat kusir tanpa dalil, mencari kesalahan orang sampai pinter menutupi keadaan sebenarnya didalam hati kecilnya... biasanya orang murtad itu kebanyakan "bodoh-bodoh" orangnya... tapi sebaliknya orang2 yg Mualab (masuk Islam) itu pasti pinter2, kutu buku, sopan, baik hati, tidak kasar, punya tujuan hiudp dunia akhirat dan yang pasti selalu dapat hidayah dari Allah swt..
@Peduli : Teruskan dakwah kebenaranmu, lenyapkan kejahilan dengan Alqur'an dan sunnah.... apalagi kekufuran kita lawan... Barakallahu fik
dani
Reply| 31 Dec 2012 21:23:09
Pertanyaan si akibodo ini ngawur banget ya ? Mana yang lebih hebat menurut Al-Quran ; Muhammad, Yesus/Isa atau Adam ?
Kalau boleh saya balik bertanya, Adakah ciptaan Allah yang tidak sempurna ? Jawabannya tidak ada ! Jangankan manusia, mahluk di luar manusiapun semua diciptakan Allah dengan keadaan sempurna.
Dalam AlQuran sebagai kitab suci yang paling sempurna dan terlengkap, ketiganya diabadikan oleh Allah.
Dalam penciptaan (sesuai Quran) ketiganya diciptakan dalam tiga versi yang berbeda. Adam diciptakan tanpa ayah tanpa Ibu, Isa diciptakan tanpa Ayah, sedangkan Muhammad punya ayah punya ibu seperti si akibodo Ketiganya sama-sama ciptaan Allah yang maha Hebat. Ingat ! Isa muslim, karena di Quran tidak dikenal nama Yesus.
Itulah jawaban saya atas pertanyaan orang bodoh, eh... bukan dari Akibodo.
Salam
Fetching more Comments...
↑ Back to Top