Selamat Natal Menurut Al-Qur’an

Selamat Natal Menurut Al-Qur’an Oleh: Dr. M. Quraish Shihab

Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur:

“Ada anak sungai di bawahmu, goyangkan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: “Aku bernazar tidak bicara.”

“Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan pezina”,  demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya.

Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali.”

Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.

Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan berpuasa ‘Asyura, seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s.”

Bukankah, Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda? Seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih kurang pandangan satu pendapat.

Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.

Isa a.s. datang membawa kasih, “Kasihilah seterumu dan doakan yang menganiayamu.”  Muhammad saw. datang membawa rahmat, “Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit merahmatimu.” Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.

Isa menunjuk dirinya sebagai anak manusia, sedangkan Muhammad saw. diperintahkan oleh Allah untuk berkata: “Aku manusia seperti kamu. Keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan kekeliruan mereka dengan berkata, “Dia tidak mati, tetapi tidur.”  Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata: Matahari mengalami gerhana karena kematiannya.  Muhammad saw. lalu menegur, “Matahari tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seorang.” Keduanya datang membebaskan manusia baik yang kecil, lemah dan tertindas dhuâfaâ dan al-mustadhâ’affin dalam istilah Al-Quran.

Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawaâ (Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan selamat natal itu?

Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.

Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan.

Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Quran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak disalahpahami. Kata “Allah”,  misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam.

Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. Sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun bertanya, “Di mana Tuhan?”  Tertolak riwayat yang menggunakan redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil pula diucapkan oleh Nabi.

Dengan alasan serupa, para ulama bangsa kita enggan menggunakan kata “adaâ” bagi Tuhan, tetapi “wujud” Tuhan.

Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan “Selamat Natal”  atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu, sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluan Natal.

Adakah kacamata lain? Mungkin!

Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya atau mengucapkannya sesuai dengan kandungan “Selamat Natal” Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan situasi dimana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan dan menghayati satu ayat Al-Quran?

Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun non Muslim memahami ucapan “Selamat Natal” sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial.

Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.

Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang, seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan. Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari Natalnya, hari wafat dan hari kebangkitannya nanti.

MEMBUMIKAN AL-QURAN Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat Dr. M. Quraish Shihab Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996 Jln. Yodkali 16, Bandung 40124 Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038


224 comments Add a Comment
cah_bagus
Reply| 17 Jan 2014 09:07:36
ya ampun ternyata masih banyak orang bodoh di negeri ini, kerjaan bertambah neh.
islamquranhadist
Reply| 09 Jan 2014 22:45:02
ferimelinting
on December 25, 2013 at 5:04 am said:

Jika ber komentar tak sesuai apa yang mau disanggah itu tanda kurang pengetahuan
-------------------------------

Orang TOLOL yang jadi SUPER JENIUS ALA ISLAM ya seperti kamu!!!!
Yang jelas pun harus di tafsir, kalau ngga bisa nafsir, ya asal nuduh... yang penting komentar.

Dah bisa baca tulis dan main internetan, SETOLOL apapun, otomatis SUPER JENIUS ALA ISLAM.... suri teladnnya saja si cabul BUTA HURUF SAW

Coba perhatikan lagi kronologis apa yang kamu komentari:
Abdul Aries on December 24, 2013 at 3:31 pm said:
Allah, sementara Natal/ kelahiran Isa (Yesus Kristus) bagi ummat Nasrani
———————-

Isa (Yesus Kristus) ??????

Sejak kapan Isa bin Maryam jadi orang Yahudi?
Orang Yahudi itu patrinialhat, bukan seperti orang Padang!!!!!

Sejak kapan saudara Harun saudara Musa anak Imran melahirkan anak yangbernama Isa?
Kalau saudara Harun saudara Musa anak Imran namanya Miryam, hidup 1500 tahun sebelum Maryam!!!!!

Sejak kapan Yesus yang lahir di palungan kandang domba pada tengah malam di Betlehem Efrata, di negeri Yudea disamakan dengan Isa bin Maryam yang brojol di bawah pohon kurma pada tengah hari bolong entah dimana dan entah kapan tanpa seorangpun menyaksikannya???!!!

Oh..... AL QURAN yang jelas, rinci dan tidak ada keraguan didalamnya menerangkan hal demikian?????!!!!!!

Siapa yang berwahyu di AL QURAN?
Hmmm....... semua melalui JIBRIL BUKAN?????!!!!!

Lalu kenapa JIBRIL menghilang ketika Khadijah memperlihatkan vaginanya?
Mengapa pula si cabul buta huruf saw bilang wahyu turun ketika dia di ranjang Aisah yang vaginanya masih ranum merah merona????!!!!!

Jika ber komentar tak sesuai apa yang mau disanggah itu tanda kurang pengetahuan, istilahnya sih TOLOL, tapi kalau dalam terminologi islam, SUPER JENIUS... ya seperti kamu itu.

Pergi noh belajar sama PETERNAK LEBAH, biar tahu makanan lebah madu itu apa, daripada kamu percaya wahyu ALLOW SWT mu yang disampaikan JIBRIL kepada si cabul buta huruf saw.... yang menghilang ketika Khadijah memeperlihatkan vaginanya yang sudah kriput dan tua, tetapi selalu hadir dan rajin menurunkan wahyu ketika si cabul buta huruf saw berada di ranjang Aisah yang vaginanya masih muda, segar dan merona!!!!!!!

Masih ngga ngerti juga

Isa (Yesus Kristus) ??????

BACA QURAN MU YANG JELAS ITU!!!!!
Surah Maryam ayat 34 di atas adalah ucapan selamat atas kelahiran Isa A.S sebagai Rasul Allah

Isa (Yesus Kristus) ??????

Sejak kapan? Sejak Jibril ogah lihat VAGINA Khadijah atau sejak JIBRIL menurunkan wahyu di ranjang Aisah karena melihat VAGINA Aisah????!!!!

MIKIR!!!!!!!
Kamu kamu SLIMERS, yang turunan Adam dan TURUNAN IBLIS selalu paradox untuk hal apa saja..... contohnya seperti kamu, ngga tahu apa yang dikomentari, asal jeblak dan selalu gatal garuk di pantat!!!!!

Emang otakmu dimana letaknya????!!!!
MIKIR!!!!!!!!!!!
islamquranhadist
Reply| 09 Jan 2014 22:29:03
hamba Allah
on January 9, 2014 at 3:12 am said:

bertobatlah dengan TAUBATAN NASUHA … mudah-mudahan ALLAH membukakan pintu ma’afnya…
wassalam….

--------------------------

ALLOW SWT ITU SANG PENYESAT, RAJA SETAN, PENIPU ULUNG, KHAIRUL MAKARIN!!!!!!

Tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah, cuma seonggok batu hitam berbentuk vagina yang jadi smebahan ABDULLAH, bapaknya si cabul buta huruf SAW!!!!!!
Allow swt Penyesat
Sendiri
QS 04 : 143
QS 04 : 88
QS 06 : 39
QS 07 : 178
QS 13 : 27
QS 14 : 4
QS 18 : 17
QS 30 : 29
QS 35 : 8
QS 39 : 23
QS 39 : 36
QS 40: 74
QS 40 : 34
QS 42 : 44
QS 42 :46
QS 45 : 23
QS 47 : 1
QS 74 : 31
Berbagi tugas dengan setan-setan
QS 04 : 118
QS 15 : 39.
QS 38 : 82
Mengutus setan-setan
QS 19 : 83.
QS 43 : 36
Pemimpin setan-setan
QS 21 : 82

Allow swt PENIPU ULUNG Huwallahu khoirul maaqirin
QS 3 : 54
QS 8 : 30
QS 4 : 142
QS 10 : 21
QS 27 : 50

Allow pembohong
QS 42 : 51
QS 2 : 259

Allow sejajar dengan manusia
QS 2 : 279

Allow Pembuat kacau
QS 6 : 123

Alow sadis
QS 9 : 5
QS 8 : 12
QS 4 : 89
Si momad69Aisha
Reply| 09 Jan 2014 21:48:08
@ hamba Allah

Ucapan bibirmu luar biasa fasih dan lancar mengatai orang lain bodoh, dengan berbagai versi kosakata. Tanpa bercermin terlebih dahulu! Tanpa cermin bagaimana anda bisa melihat rupa diri anda sendiri?

Pertanyaan:
1. Apakah dengann ucapanmu itu, lalu anda pikir otomatis membuat anda pada posisi (baca: berkeadaan/bereksistensi) pandai/ulung/jago gitu?
2. Sebaliknya menjadikan bro JANGAN GITU AH yang pada FAKTANYA MEMANG SEUTUHNYA ORANG PANDAI (BIJAKSANA) menjadi seperti yang anda katakan?

Yang Pandai tetap Pandai, yang Bijaksana tetap Bijaksana, yang bodoh tetaplah bodoh. Dan sama sekali tidak bergantung pada apa yang anda katakan, ribuan kali sekalipun, dan sefasih apapun.
Rupanya anda sungguh naïf ya!

Dapatkah anda mencerna/menyerap apa yang saya katakan? Kalau tidak, ya anda masuk sekolah dasar lagi!

Salam dan terima kasih
Caleg Malaikat
Reply| 09 Jan 2014 17:28:33
@ Hamba Allah:
apa memang benar ajaran agamamu yang katanya mengagungkan KASIH..menyuruh kamu untuk menghina bahkan menghujat agama lain ????

Tanggapan: kamu merasa agama kamu dihina? coba bandingkan dengan tulisan-tulisan slimers tentang Yesus? Kamu pikir Kristen tidak terhina dan terluka perasaannya?

kedua. "bertobatlah dengan TAUBATAN NASUHA … mudah-mudahan ALLAH membukakan pintu ma’afnya…"

tanggapan: buat apa memilih sesuatu yang masih mudah-mudahan, sementara Kristus telah memberikan yang pasti dengan darahNya. Kami memilih yang pasti-pasti saja yah.
Caleg Malaikat
Reply| 09 Jan 2014 17:23:04
@ Bro Jangan Gitu Ah

Sepertinya ada seseorang yang sudah mulai tergoda dan goyah imannya. Duh, puji Tuhan. Ternyata diskusi ini gak sia-sia yah.

Dia sampe minta perlindungan auloh yang maha pengasih dan maha penyayang a la islami dan qurani.
hamba Allah
Reply| 09 Jan 2014 11:12:09
@JANGAN GITU AH

Aku berlindung dari godaan syaitan yang terkutuk,
dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang......
inilah contoh orang yang BODOH, TOLOL, OON, DUNGU.....,yang tahunya sedikit tapi sudah merasa tahu segalanya tentang Islam..., Al Quran mengakui kitab-kitab sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang berlaku pada saat zaman nabi dan rasul tersebut, bukannya kitab injil yang kamu pake sekarang... itu OON....,
Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan ALLAH.... apa kesaksian kami jadi masalah buat loe ?......
kami meyakini bahwa Al Quran adalah benar.........., apa ini masalah buat Loe ?....,
apa memang benar ajaran agamamu yang katanya mengagungkan KASIH..menyuruh kamu untuk menghina bahkan menghujat agama lain ????.....
apa pengetahuan kamu tentang Islam dan Al Quran sudah meyamai Imam Hambali, Maliki, Hanafi, Syafi'i atau setaraf Buya Hamka. ????.
sudaraku...lebih baik anda pelajari, fahami dengan sebaik2nya ajaran agama kamu saja deh........, blog kamu ini tutup saja, bertobatlah dengan TAUBATAN NASUHA ... mudah-mudahan ALLAH membukakan pintu ma'afnya...
wassalam....
nae
Reply| 08 Jan 2014 12:05:27
Sudahlah jangan membuat artikel yang menyulut pertikaian..
yakinilah apa yang kamu yakini, tanpa mengusik apa yang mereka yakini.
mansyur madauni
Reply| 05 Jan 2014 23:26:05
kepada kita semua yang telah diciptakan oleh Yang Maha Agung,sesuai dengan kebijaksanaan-NYA pasti nanti nya memberikan kita tempat di surga,tetapi asal kita mau berbuat sesuatu yang rahmat seru sekalian alam,jadi mengapa kita saling menghujat menghina,karena yang kita hujat/hina adalah ciptaan NYA,keyakinansaya Tuhan tidak bermaksud memberi ajaran yang berbeda tetapi persepsi masing manusia serta ego yang membuatnya menjadi berbeda,seandainya hati nurani, perasaan dan kesempurnaan alam menjadi panduan dalam mempelajari agama saya yakin tidak ada saling hujat,kalau sudah demikian alangkah damainya dan itulah yang dikehendaki Tuhan
mansyur madauni
Reply| 05 Jan 2014 14:28:47
Menurut saya maksud kitab tidak menyalahkan satu dengan yang lain,marilah kita cari persamaan dan masing masing penganut agama dengan menafsirkan berdasarkan hati nurani bahwa kita sama persis diciptakan ,,berkata agar mawas diri jangan sampai menyinggung perasaan agama lain dalam mengajarkan agama nya ,jangan mencela ,karena menurut saya; ,saya hanya berpatokan pada melihat alam ini dan hati nurani dalam membaca kitab,pendapat orang hanya merupakan referensi dalam saya meyakini ajarannya
Caleg Malaikat
Reply| 02 Jan 2014 00:32:41
Hahahahahaha, ngawur...
Kalo itu belum pasti. Elohim menjanjikan Surga bagi orang yang melakukan hukum Taurat dengan setia untuk orang Yahudi. YESUS KRISTUS menjanjikan rumah yang besar bagi pengikutnya di surga.

Sebaliknya quran yang super sempurna menginformasikan bahwa semua slimers akan masuk neraka. SEMUA. SAW aja sudah di sana, lg menunggu slimers yang lain untuk gabung.

Lagian juga buat apa masuk surga slimers yang kaya tempat pelacuran gitu, dipenuhi bidadari-bidadari, aku mau tanya sama kamu dombaadu, kalo muslimah masuk surga hadiahnya apa? Bidadari juga yah? Wah bisa lesbian dong di surga? Ato yang berhak ke surga tuh cuma laki-laki, kalo gitu awloh kalian gak adil dong sama yang perempuan? Kok bisa gitu?
Caleg Malaikat
Reply| 02 Jan 2014 00:15:10
Oh ia, emang bener... pembelamu itu awloh swt. Ada dalil di quran yang menyatakan awloh swt pembelamu? Show me.
Kalo Kristen jelas ada tertulis di kitab suci, nih biar jelas dalilnya: Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Caleg Malaikat
Reply| 02 Jan 2014 00:08:51
Mau tau aja atau mau tahu banget???
Mau tahu kebenaran atau hanya mau cari2 kesalahan????
JANGAN GITU AH
Reply| 01 Jan 2014 23:27:40
@embun,
emangnya apa sih kehebatan Owo mu itu?
bisa buktikan letak kehebatannya?
Si momad69Aisha
Reply| 01 Jan 2014 22:37:21
@ kosaki

Maaf bro kosasi, mungkin yang dimaksudkan bro embuh bahwa sesungguhnya perbuatan Rasullullah Syahwatullah disepanjang hidupnya pada 1.400 th yang lalu sebagai seorang Sakit Jiwa, Pemerkosa, Pedofil, Pembunuh, Pembunuh Massal, Penyiksa Keji, Penipu, Pembenci Wanita, Narcissist, Maling dan Perampok adalah beraklak mulia di dalam Islam. Karena perbuatan-perbuatan Rasullullah tersebut adalah contoh dari kelakuan agung dan berbudi mulia di dalam ISLAM.

Sementara orang-orang yang tidak menyukai perbuatan-perbuatan beraklak mulia di dalam Islam seperti itu, dianggapnya menghina, mencela, menyumpah-serapahi ALLAH dan Muhammad sang rasulullah Islam itu.

Salam
Dombaadu
Reply| 31 Dec 2013 19:23:20
JIKA DITILIK LEBIH KRITIS SIAPA YANG MENGKLAIM SIAPA? APAKAH SEJARAH DUNIA INI MILIK MEREKA (YAHUDI=NASRANI=CRISTIANI=KAPIR=SYAITAN)? NONONO MEREKA AKHIRNYA AKAN MASUK NERAKA
Dombaadu
Reply| 31 Dec 2013 19:17:27
SIAPA PEMBELAMU?
UMAT ISLAM : ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA ESA
YAHUDI = NASRANI = CRISTIANI = KAFIR : SYITAN
Dombaadu
Reply| 31 Dec 2013 19:13:08
YESUS KERITUS LAHIR DI KANDANG DOMBA, DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT, GEMBALA DAN PARA MAJUS???

PERINGATAN YESUS SUDAH DIPERINGATI PADA JAMAN ROSUL TAPI PENEKANANNYA PADA KEMATIAANNYA???
kosaki
Reply| 31 Dec 2013 19:02:16
@embuh:
Saya kan hanya mempertanyakan, mengapa kelakukan seseorang yang menjadi pembunuh, pezinah, perampok, pedofil, gila hormat dan wanita kok dianggap beraklak mulia? Kok dikaitkan dengan kemahamuliaan dan celaan? Atau menurut anda dengan melakukan perbuatan tersebut mencerminkan kemahamuliaannya Allah swt dan nabinya?
Tolong dijelaskan ya! Saya yang masih bisa berpikir sehat dan jalan hati nurani saya kok gak bisa paham ya....kalau menurut saya sih sudah masuk kategori orang bejad.....tapi kalau anda berpendapat lain ya tolong diberi penjelasannya...
kosaki
Reply| 31 Dec 2013 18:58:21
@embuh:
Itu namanya hipotesa...Nah untuk pembelaan pernyataan anda harusnya anda memberikan jawaban. jadi mana jawaban atas pertanyaan “seorang pembunuh, pezinah, perampok, pedofil, gila hormat dan wanita kok dianggap beraklak mulia?”
Dijelaskan panjang lebar juga tidak apa-apa kok, tetap saya baca paparan argumen anda!
jadi silahkan dijawab ya!!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top