Menjawab Fitnah

Capek juga ya ngeladeni orang Kristen yang mata hatinya tertutupi oleh Setan, Menjawab Fitnah " MARYAM Saudara HARUN" (Qs 19:27,28). oleh Febri Ardian Pangestu

Gambar Ilustrasi: Maria tatkala dikunjungi oleh Malaikat Gabriel (bukan Jibril!) yang memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus dan akan menamai anak itu YESUS

15 Dec 2012 17:04:37

Seorang pendeta senior yang mengklaim dirinya peneliti alkitab berusaha memaksakan hipotesisnya tentang anakronisme dalam Quran pada surat Maryam ayat 28.

Saya sebenarnya tidak begitu berminat mengomentari karena saya juga telah menulis belasan kali pada bahasan yang sama di forum baik forum Muslim maupun forum Kristen. Hanya saja, dia, Pdt. Teguh Hindarto (facebook alias: Shem Tov) mengatakan tidak berminat berdiskusi dengan kualitas ABG kepada saya (Wajah saya sih cocok kalo masih ABG J) dengan sombongnya memberi link ke blognya yang katanya berbobot.

Tanpa bermaksud merendahkan bapak pendeta, tapi saya ingin mengajak pembaca bersama-sama menelanjangi kesombongan kekurang wawasannya (saya enggan menyebut kebodohan) tentang pemahamannya tentang ayat Quran meskipun katanya bisa berbahasa Arab juga.

Untuk referensi pembaca ini tulisan Pdt. Teguh hindarto (selanjutnya saya sebut Pdt. TH): http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/12/diskusi-shem-tov-dan-jp-jones-perihal.html

Saya akan langsung ke poin permasalahan. Saya anggap pembaca sudah membaca analisis Pdt. TH yang katanya “akurat”.

Ini ayat yang dipermasalahkan,

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (QS 19:27-28)

Pdt TH menuduh dengan instan bahwa telah terjadi anakronisme karena pada ayat tersebut karena Maryam bunda Isa as. disebut ukhta Harun, saudara perempuan Harun. Padahal, Maryam hidup jauh setelah harun, dan keliru dengan Miryam saudara perempuan Harun pada Keluaran 15:20. Pdt TH juga membawakan surat At Tahrim ayat 12 yang menyebut Maryam binti Imran dimana dalam Bilangan 26:59 ayah Miryam adalah Amram. Kemiripan nama ini dianggap secara instan oleh Pdt. TH sebagai anakronisme. Kenapa instan? Karena hanya didasarkan pada asumsi dan persepsi pribadi dan mengabaikan bukti lainnya dari sisi historis Quran, tafsirnya hingga tradisibahasa semitik.

Asumsi yang digunakan Pdt TH adalah sangat sederhana “kemiripan nama”. Asumsi sederhana ini membawa pada kesimpulan “(Allah/Muhammad) keliru menyitir Tanakh kitab keluaran dan bilangan” sebagai bukti anakronisme quran yang tak terbantahkan. Bantahannya adalah sebagai berikut:

1. Muhammad SAW SUDAH TAHU bahwa Maryam dan Harun tidak sezaman. Muhammad shallallahu alahi wassalam sudah tahu sejak awal bahwa Maryam ibunda Isa as. hidup pada zaman setelah zaman Harun. Maka tidak mungkin beliau menyitir/merujuk pada Tanakh kitab Keluaran dan Bilangan secara langsung maupun tidak langsung. Tidak ada pemahaman rasulullah bhawa “ukhta Harun” itu bermakna saudara secara kandung.

Berikut (terjemahan) hadits riwayat bukhari dengan derajat shahih, Ketika aku datang ke Najran, mereka (orang Kristen Najran) bertanya padaku: Kamu membaca “Yaa ukhta Haarun” (Hai,saudara perempuan Harun -Maryam-) dalam Qur’an, sedangkan Musa dilahirkan jauh sebelum Yesus. Ketika aku kembali kepada Rasulullah, aku bertanya tentang hal itu, kemudian Nabi menjawab: Mereka (masyarakat zaman lampau) dulu biasa memberi nama menurut nama-nama Nabi dan orang-orang saleh yang telah wafat sebelum mereka.

Fakta yang bisa diambil dari kisah ini adalah: - Kristen pada zaman itu sudah mempertanyakan hal tersebut, dan telah dijawab pada masa yang sama - Frase “sebelum mereka” menunjukkan bahwa Muhammad memahami ayat tersebut dengan pemahaman bahwa Maryam hidup setelah Harun dan tentu saja bukan bermakna saudara kandung - Muhammad SAW mengetahui tradisi semitik mengenai penyebutan nama Dari sini saja tuduhan anakronisme dalam Quran sudah gugur bahkan sebelum pertanyaan Pdt. TH muncul.

2. Frase “saudara” tidak selalu bermakna harfiah hubungan saudara secara kandung. Di sini Pdt. TH bersikeras (baca: ngotot) bahwa “ukhta harun” pada ayat tersebut bermakna saudara secara kandung bukan idiom.

Hal ini menggelikan karena Pdt. Th mengaku banyak mengkaji secara Hebraic-Aramaic dan juga Arabic tapi seolah olah dia mengabaikan fakta bahwa kata akhun-ukhtun dalam bahasa arab dan ach-achowt dalam bahasa ibrani memiliki pemaknaan selain hubungan saudara kandung.

Ini contohnya: Dalam surat Al-a’raaf ayat 65, 73, 85 Nabi Hud, Saleh dan Syu’aib dikenal sebagai “saudara” masyarakat mereka masing-masing.

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.”

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

Apakah saudara disitu bermakna saudara kandung? TIDAK. Dan satu lagi, dalam Al Qaaf ayat 13, dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan ikhwanu (kaum) Lut.

Apakah saudara disitu adalah saudara kandung? Tentu TIDAK.

Begitu juga dengan Alkitab, saudara tidak selalu bermakna saudara kandung, ada frase “saudara perempuan israel”, “saudara yesus” yang semuanya tidak dimaknai saudara kandung.

??????-(al) akh – dan ???????? -(al) ukht – dalam perbendaharaan bahasa Arab sama dengan ?? – ach – dan ???? – ‘achowth – dalam perbendaharaan bahasa Ibrani untuk saudara laki-laki dan perempuan. Dan terbukti penggunaannya (dalam bibel) tidak hanya berarti saudara dalam pengertian saudara kandung. Silahkan periksa dalam kamus strong bernomor 251 dan 269. Justru pemaknaan selain saudara kandung lebih banyak daripada pemaknaan saudara kandung.

Ini sangat jelas. Mungkin Pdt. TH pun juga sudah tahu hanya saja ngotot bahwa maknanya adalah saudara kandung sementara sejak Quran diturunkan hingga hari ini sejak nabi Muhammad, sahabatnya dan Muslim hingga hari ini tidak ada yang memaknai sebagai saudara kandung. Bukankah ini lucu. Memaksakan suatu persepsi keliru yang tidak ada dalam pemahaman Quran yang benar kemudian ditimpakan sebagai kesalahan Quran. Padahal, sesuai pernyataannya sendiri, “saudara” dapat bermakna selain literal jika konteksnya menunjukkan demikian. Maka, apakah pak pendeta lupa bahwa Muhammad Rasululah telah menjelaskan makna tersebut 14 abad yg lalu dan juga bukti dari tradisi semitik tentang penyebutan seseorang? Justru pak pendeta yang tetap keukeuh hanya dengan teks “kesamaan nama” belaka tanpa memahami konteks. Ini sesat pikir. Strawman Fallacy!!

3. Maryam tidak sama dengan Miryam, dan Imran (ayah Maryam) berbeda dengan Amram (ayah Miryam, Musa, dan Harun)

Setelah membuktikan bahwa Muhammad sudah tahu bahwa Maryam tidak sezaman dengan Harun maka, bukti selanjutnya adalah bahwa Imran ayah Maryam ibu Isa as. tidak sezaman dengan Amram ayah Musa, Harun dan Miryam,

Surah Ali Imran ayat 35-37,

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

Ayat ini membuktikan bahwa Imran, istrinya, Maryam dan Zakaria hidup sezaman. Dan tentu saja bukan pada zaman Musa dan Harun. Dan tentu saja tidak ada kisah ini (istri Imran menazarkan Maryam) pada kisah Miryam maupun Amran dalam Alkitab. Sedangkan Zakaria disitu adalah ayah Yahya (Yohanes Pembaptis). Sudahkah bapak pendeta membaca ayat ini?

Lengkap sudah bukti-bukti yang meruntuhkan tuduhan anakronisme dalam Quran yang rapuh. Untuk menutupi kegagalannya membuktikan anakronisme, Pdt. TH mengajukan pertanyaan lanjutan akibat kegagalannya dengan alasan apa Maryam disebut “ukhta Harun” dan mengapa harus “Harun’.

Mengapa harus Harun? Pertama, “ukhta Harun” sebenarnya adalah hinaan bangsa Israel pada zamannya untuk menyindir Maryam. Maryam disitu telah dinazarkan oleh Ibunya untuk berkhidmat pada bait Allah. Ayah Ibu Maryam dikenal sebagai orang yang saleh oleh masyarakat. Karena itu ketika mendapati Maryam yang telah dinazarkan untuk berkhidmat di bait Allah ternyata mempunyai anak maka mereka melontarkan pertanyaan ironi kepada Maryam,

“Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.

Dalam bahasa lain, kaumnya ingin menyatakan bahwa ayah ibunya bukan pezina tapi mengapa dirinya berzina. Kaumnya saat itu menuduhnya berzina karena mendapati seorang anak di luar pernikahan. “Saudara perempuan Harun” adalah sindiran baginya karena seharusnya ia adalah perempuan yang saleh, bukan pezina.

Kedua, kenapa harus Harun? Saya mengingatkan bahwa “Saudara perempuan” tidak bermakna saudara kandung, bisa jadi punya relasi dari keturunan seseorang. Misalnya keturunan Yehuda, dianggap saudara perempuan Israel. Maka maksudnya adalah keturunan Yehuda bersaudara dengan keturunan Israel lainnya, yang tentu saja mereka bukan saudara kandung karena selisih jamannya begitu panjang. Begitu juga dengan Maryam dikatakan saudara perempuan Harun maksudnya adalah saudara perempuan dari keturunan Harun, yang tentu saja bukan saudara kandung karena jika kandung maka jelas termasuk keturunan Harun dan lebih pas “putri Harun”. Ini juga dapat dijelaskan dari perspektif Alkitab. Dikisahkan ibu Maryam mempunyai saudara perempuan yang menikahi laki-laki keturunan Lewi dan mempunyai anak bernama Elizabeth. Lukas 1:5 menyebut Elisabeth sebagai “putri Harun” tentu saja bukan putri kandung melainkan keturunan Harun. Ia mendapatkan darah Lewi dari ayahnya. Dan Maryam disebut sanak saudara Elisabeth, karena ibu mereka bersaudara.

Maka, memahami frase “saudara perempuan Harun” dalam Quran sama mudahnya dengan memahami “saudara perempuan Israel” dalam Alkitab. Hanya orang yang menutup hati dan akal budinya yang sulit menerima penjelasan yang sederhana ini.

 

JAWABAN DARI SDR. PAKAI AKALMU @ UCOK, dan teman Muslim, Hai pengikut “ ukhta Harun”, saudara perempuan Harun (Qs 19:27,28).

Kita tahu betapa bodohnya orang-orang yang berkutat memlintirkan istilah-istilah Arab demi membenarkan Nabinya, sementara sang Nabi melemparkan segudang “wahyu-wahyu keliru” dan anakronim lainnya.

 

 Tentu para ahli Islam merasa sangat terganggu dengan “kasus Harun” dan berusaha menggeserkan panggilan  “sister Harun” dari makna asli “biological sister” (sekandung) menjadi semacam “social sister” seperti halnya panggilan  “bro atau sis”.  Mereka membela: “Dalam Arabic kata “ukht” pada suatu kalimat tidak selalu berarti saudara perempuan dalam arti biologis, bisa berarti lain “tergantung pada kalimatnya”.

Malah dinyatakan Muhammad SAW sudah tahu semua bhw Maryam dan Harun tidak sezaman, sambil mengutip Hadis Bukhari “bla...bla...bla...” yang tidak berani disebut nomor hadis nya! Dan andaikata pun ada bukankah “Hadis pembenaran” tersebut (seperti sejumlah hadis yang sudah-sudah) hanyalah “fakta buatan” yang muncul 200 tahun kemudian SETELAH kematian Muhammad?  Mereka menambahkan bukti-buktinya dengan rujukan-rujukan paling konyol sbb:

1. QS.7: 65, 73, 85, mencatat berturut2 “Aad/ Tsamud/ Madyan saudara mereka…”

Bodohnya, mereka lupa bahwa istilah  “saudara mereka” merujuk kepada “kaum mereka”, dan ini tidak bisa diperbandingkan dengan “saudara Harun” yang hanya bisa merujuk kepada “adik/ kakak kandung Harun”. He, he, he.

2. Mereka juga menunjuk kesamaannya dengan frase “ saudara perempuan Israel” yang bukan berarti saudara kandung. Bodohnya, mereka lupa lagi bahwa “Israel adalah KAUM, bukan oknum, bung!

3. Mereka merujuk lebih bodoh lagi dengan “ saudara Yesus”, padahal memang itu adalah anak-anaknya Maryam dan Yusuf secara biologis (hubungan suami-istri), setelah Yesus dilahirkan dari Ruh dan Kalimat Allah (4:171) via perawan Maria. Muslim tidak kritis bertanya kenapa Muhammad KOQ tak tahu tentang keberadaan Yusuf si tukang kayu (sehingga Yesus dikenal oleh ahli taurat sebagai “anak tukang kayu”) dan  tak tahu apa-apa tentang saudara-saudara Yesus, padahal Muhammad membual bahwa “Ia lebih dekat dengan Isa ketimbang siapapun yang lain, di dunia dan di akhirat?” (Shahih Bukhari 55. No.655).

Bah, bohongnya ketahuan banget!  

MASIHKAH UKHTA HARUN, “SISTER HARUN” BISA DIPLINTIRKAN? Ayat tersebut telah menunjukkan sangat jelas bahwa “sister” di situ bermakna lingkaran sedarah, bukan se-sosial masyarakat!  Harun suku Lewi, tidak sedarah dengan Maryam suku Yehuda!  Dan lihat, di ayat tersebut telah mencantumkan seluruh sosok keluarga besar biologisnya Maryam, yaitu: Maryam, anaknya, ayahnya, dan ibunya, dan SAUDARANYA yang bernama Harun! Itulah Maryam sebagai “sister biologis, sekandung Harun dan Musa”, yang mana Muhammad terkeseleo-wahyunya! 

 

Akhirnya jangan lupa bahwa tradisi Yahudi tidak pernah memanggil “saudara” untuk seorang moyangnya, kecuali memanggilnya “bapak” (misalnya: bapak kami Abraham) atau sebaliknya “anak” (misalnya: anak Daud). Jelas Muhammad membuat silsilah baru DAN tradisi baru bagi Maryam, Isa, dan Israel, secara membual dan spekulatif!


157 comments Add a Comment
kosaki
Reply| 10 Jan 2014 22:07:46
Mana ada nabiah perempuan saudaranya Harun, zaman itu yang menjadi nabi hanya Musa, jabatan rohani Harun hanya sebagai imam besar saja, bukan nabi, demikian pula dengan saudara perempuan mereka, Miryam, diapun bukan nabi!!! Coba sebutan penjelasan dari Kristen mana itu!
kosaki
Reply| 10 Jan 2014 22:04:35
yang secara amburadul dan sesuai selera sendiri dalam membuat penafsiran itu bukannya ulama-ulama Islam sendiri dengan fatwa-fatwanya yang terkadang aneh dan lucu?
kosaki
Reply| 10 Jan 2014 22:03:05
Yang mengubur hukum taurat itu Muhammad saw bro...liat aja tuh semua ketentuannya dilanggar...
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 19:55:23
wis terserahlah mau menafsirkan alkitabmu seperti apa, toh semua alegoris, kiasan, gak ada yg baku ... multimakna sesuai selera. tinggal bikin versi dan remake saja. agama paling uptodate mengikuti selera pasar (alkohol, red).
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 19:45:42
setelah mengubur taurat, dengan mengolok-oloknya sebagai hukum kuno tak bermoral padahal; mau bebas dari keadilan di dunia, sehingga bebas aman berbuat apa saja, lalu bikin skenario salvation dengan mengorbankan seseorang sebagai tebusan atas sgala perbuatan dosa berjamaah, menyalahkan Adam segala, lalu sang korban diberi hadiah tituler sebagai. tuhan biar gak merasa dikerjain. Uenaaak tenan. Ini agama yang paling immoral. Padahal kalau lihat di sekeliling, yang paling ngotot minta hak keadilan ya orang-orang yang punya agama semacam ini. Pipi kanan-kiri sulit diramalkan seperti apa prakteknya.
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 19:31:31
tambah dikit: bisa begini kira-kira maksudnya ketika Yahudi mengejek Maryam, "Hai yang bernama sama dengan saudari Harun ....and so on". Jadi penisbahan terhadap orang-orang saleh terdahulu sebagaimana penjelasan Nabi masih berlaku.
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 19:15:07
Ya sudah apapun mau anak biologis atau anak filosofis toh tetap musyrik. Anda kenapa gak mau langsung kontak sama Sang Maha Kuasa? Harus pakai perantara? Lha terus gimana sampean mau menceramahi yang punya tiga tuhan juga (atau lebih)? Jeruk makan jeruk dong.
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 18:59:31
astaghfirullah ... benar muslim punya batasan, kristen tidak ada batasan. Hukum Kasih tidak ada tolok ukurnya nampaknya, terlihat dari ucapan-ucapan di atas. :) bebas apa saja toh the law (taurat) sudah dikubur.
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 18:41:35
bener mas agamanya KKK, biang Holocaust, pengisap minyak orang dgn dalih 9/11, pecinta Aztec sampai punah, begitulah muslim
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 18:37:42
kok suka nuduh kami pelaku holocaust sih, emang kami KKK? ampun deh
wong ageng
Reply| 10 Jan 2014 18:35:49
Kalau menurut saya prinsipnya begini:
1. Muslimin tahu Maryam ibunda Isa berjarak jauh dari Musa-Harun.
2. Ayat Maryam Ukhta Harun dibiarkan apa adanya meskipun ini jelas berpotensi menimbulkan fitnah meskipun ayat ini berlanjut dengan penisbahan kuialitas Maryam.
3. Orang-orang Kristen tidak puas karena ngotot pada frasa tersebut kalau sekadar menganalogikan dengan kata saudara sebangsa.
4. Nah baiklah mari kita pinjam penjelasan dari kristen sendiri, katanya ada seorang nabiah bernama Miryam saudari Harun? Kalau kita nisbahkan kualitas Maryam dengan Miryam ada masalah gak? Jadi penjelasannya: Hai Maryam yang sesalihah Miryam, kok kenapa kamu begitu padahal bapak ibumu orang-orang baik?

Intinya: tidak akan terjadi musibah lagi pemutarbalikan ayat sedikitpun sebagaimana kaum terdahulu demi memuaskan syahwat karena kebodohan takut dicela atau karena ada agenda tersembunyi.
dssc7
Reply| 22 Dec 2013 02:30:28
Jaga mulut dan tanganmu dengan memperhatikan ayat-ayat dalam Surat Al- Hujurat berikut ini
49:6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
49:10 Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
49:11 Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
49:12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Klik situs ini untuk membaca teks lengkapnya. Jangan lupa baca ta`awudz dulu sebelum membaca Al Quran.
http://quran.com/49
sandria88
Reply| 30 Nov 2013 01:37:24
cerita yang memilukan dan termasuk mukzijat,,
pertanyaannya kenapa pada jaman itu tidaklah heboh karena terjadi hal-hal hebat??

menurut saya sebenarnya andalah yang hebat sekali membuat cerita yang sungguh luar biasa.. JENIUS
Sulaiman Daud
Reply| 27 Sep 2013 17:07:44
@islamquranhadist

TIPU TIPU maksud anda? Berarti yang sebenarnya Maryam tinggal di lokalisasi WTS, kan? He, he...
Sedangkan Tuhan yang ngehamili Maryam adalah Tuhan yang lagi mabuk dan singgah di lokalisasi WTS tempat tinggal Maryam, kan?

Makanya lahir anak juga pemabuk, seperti ditulis (Lukas 7:34): “Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan PEMINUM sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.”

Benar-benar aku tidak bisa tahan ketawa. Tuhan, kok mabuk?
islamquranhadist
Reply| 27 Sep 2013 12:13:06
TIPU TIPU kok ada manfaatnya????!!!!!
suaramalam
Reply| 27 Sep 2013 01:59:29
Patung / gbr yang ada di gereja atau dimana saja silahkan di rusak atau di buang, itu tidak menjadi masalah krn bukan patung itu yang di sembah. Kami bisa saja berdoa dihadapan salib kayu jelek yang di buat dari penggabungan dua ranting yang dipungut dipinggir jalan. krn salib itu hanya sarana membantu kita untuk berdoa dg khusuk.
Coba buat kabah yang persis sama. saya yakin itu akan di hancurkan karena berhala kabah hanya satu di dunia tidak boleh digandakan., Hajar aswat apalagi.. cobalah naik haji dengan mengabaikan batu itu. pasti dia bukan haji. Mana yang berhala ?
Zahratul Aini
Reply| 26 Sep 2013 17:59:13
@islamquranhadist

Kamu bilang, gak ada WANITA TINGGAL DI BAIT SUCI? Ya, udah. Berarti Maryam (a.k.a Maria) itu tinggal di bawah kolong jembatan bersama gelandangan dan berandalan. Hamilnya pun karena ulah berandalan di bawah kolong jembatan, kali. Emangnya... gue pikirin.

Emangnya Maryam itu ibunda Nabi Muhammad? Kok mesti gue bela mati-matian?
Al-Quran menjelaskan, bahwa Maryam itu sebagai perawan suci dan kehamilannya bukanlah dari hasil perzinaan, karena tinggal di BAIT SUCI (artinya dalam perlindungan Allah, jauh dari pergaulan bebas). Bila anda tak setuju dengan penjelasan Al-Quran itu, berarti, anda lebih nyaman bila disebut bahwa Maryam hamil dari hasil perbuatan zina, dan Yesus itu merupkan anak dari hasil perbuatan zina. Begitu?

Perlu saya tegaskan disini, bahwa Al-Quran diturunkan dalam lingkungan masyarakat Arab, jadi peradaban pun disesuaikan dengan paradaban masyarakat Arab. Jadi penyebutan ISA PUTRA MARYAM sama-sekali tidak salah, karena Maryam hamil sepesial yang tanpa pembuahan benih laki-laki.
Selanjutnya, Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran ISLAM tidak penah mengaku sebagai PENERUS nabi BANGSA YAHUDI, tapi penurus agama Monoteisme yang diturunkan Tuhan melalui Nabi Ibrahim dan Ismail.

Kemudian tentang (QS 19:28): "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” Saya jelaskan, yang di maksud adalah dalam silsilah keturunan Harun belum ada wanita yang hamil di luar nikah (perzinaan).

Semoga bermanfaat
islamquranhadist
Reply| 23 Sep 2013 10:12:37
Ngga nyambung DODOL..... yang dibicarakan apa, yang ditanggapi apa..!!!!

Jaka sembung buang ingus, ngga nyambung SUPER JENIUS..!!!!!
Muharizal Hasan
Reply| 22 Sep 2013 11:55:31
@Muharizal Hasan

PENGANUT KRISTIANI memang UMAT YANG PALING BINGUNG sedunia.
Mereka bingung dengan konsep Trinitas yang yang menyatukan 3 Tuhan dalam satu kesatuan. Juga sebagai umat yang bingung karena tidak bisa membedakan TUHAN dengan IBLIS.

Contoh umat kristiasi yang tidak bisa membedakan mana TUHAN dan mana IBLIS, yaitu pada konsep PENYALIBAN YESUS.
Semua umat kristiani percaya bahwa YESUS DISALIB untuk MENEBUS DOSA. Tuhan telah merencanakan itu semua untuk Misi Keselamatan dari-Nya ini sejak dahulu kala. Sementara dalam ayat INJIL disebutkan:
• Mereka sedang makan bersama, dan IBLIS telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yohanes 13:2)
• Maka masuklah IBLIS ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.(Lukas 22:3)
Jadi, jika memang Tuhan yang merencanakan PENYALIBAN YESUS untuk Misi Keselamatan dari-Nya, seharusnya kata IBLIS (Yohanes 13:2) dan (Lukas 22:3) di atas diganti dengan kata TUHAN.
Begitu juga dengan kata “mengkhianati” diganti dengan kata “menjadi pahlawan” pada ayat (Yohanes 13:2), (Yohanes 6:71), (Matius 10:4), (Markus 3:19), dan (Lukas 6:16).

Dengan demikian, saya jamin umat Kristiani tidak bingung lagi dengan Konsep Penyaliban Yesus untuk Penebusan Dosa. Bila tidak, maka tidak salah jika orang Kristen di dunia ini adalah pengikut pengikut IBLIS. Sebab, Yudas menjalankan rencana IBLIS, bukan rencana Tuhan. Jadi jelas, bahwa UMAT KRISTIANI tidak bisa membedakan TUHAN dengan IBLIS

Semoga bermanfaat.
Zahratul Aini
Reply| 21 Sep 2013 15:57:23
@ rendra_jkt

"Jawaban mengapa Paulau selalu dihubung-hubungkan dengan kristen".
Dengan meminjam Kitab Perjanjian Baru cetakan 1955 yang diterbitkan Gedung Alkitab di Jakarta, perhatikanlah perbandingan luas isi dari bagian Kitab Perjanjian baru, tercatat sebagai berikut :
Injil Matius : 93 halaman
Injil Markus : 60 halaman
Injil Lukas : 97 halaman
Injil Yahya : 74 halaman
Kisah Rasul-Rasul : 90 halaman
Surat Paulus : 216 halaman
Surat-surat lain : 43 halaman
Kitab Wahyu : 45 halaman
jumlah : 718 halaman

Jadi, dapat disimpulkan suatu fakta bahwa himpunan Surat-Surat Paulus itu merupakan bagian yang sangat dominan di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya Paulus merupakan sosok misteri yang penuh dengan tanda tanya. Mengapa surat-surat Paulus yang sangat dominan? Siapa Paulus itu? Kemana surat-surat murid Yesus yang ketika susah selalu bersama Yesus?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top