Ulama Saudi Menyerukan Agar Bayi-Bayi Mengenakan Burka

Sebuah hadis mencatat bagaimana reaksi Muhammad tatkala melihat seorang gadis batita berusia 2-3 tahun yang tengah berada di lengan ibunya. Muhammad sedemikian terpesona dengan gadis kecil itu sehingga ia berkata,”Demi Allah, jika gadis ini mencapai usia dimana ia bisa menikah, dan aku masih hidup, aku pasti akan menikahinya.” Hadis yang lain selanjutnya melaporkan keadaan Muhammad yang tengah sekarat sebelum gadis kecil ini mencapai usia pernikahan.  (Hadis Musnad oleh Ahmad bin Hanbal)

Kita bertemu lagi dengan Syekh Abdullah Daoud. Ia kembali menjadi berita oleh karena adanya laporan atas penganiayaan, pemerkosaan dan pembunuhan gadis kecil usia 5 tahun bernama Lama, yang dilakukan oleh ayahnya sendiri Fayhan al-Ghamdi.

Ulama jenius ini punya sebuah solusi untuk para ayah yang menghadapi masalah, yaitu tergoda untuk memperkosa, menganiaya dan membunuh anak-anak perempuan mereka sendiri. Solusinya adalah, kenakan burka pada anak-anak perempuan mereka.

Seruan seorang ulama Saudi burka dikenakan pada bayi-bayi yang ada di Saudi, demi keselamatan mereka sendiri, telah menimbulkan kritik pedas di media sosial. Solusi yang ia tawarkan mendapatkan kecaman luas karena dianggap merendahkan Islam, dan melanggar wilayah privat.

Sheikh Abdullah Daoud  menyampaikan usulannya dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Majd Islam tahun lalu, tetapi video wawancara telah menyebar di media sosial dan menjadi sebuah topik perdebatan yang sengit dan luas.

Daoud mengklaim bahwa bayi-bayi perempuan akan terhindar dari pelecehan jika mereka mengenakan burka secara menyeluruh menutupi tubuh mereka.

Untung saja, saran yang ia ajukan tidak jatuh di tanah yang subur, atau diterima secara luas oleh orang-orang Saudi.

Sheikh Mohammad al-Jjzlana, seorang mantan hakim di Dewan Saudi, mengatakan bahwa fatwa Daoud membuat Islam dan Syariah menjadi tampak buruk.

Mendesak masyarakat untuk mengabaikan pernyataan Daoud dan setiap fatwa yang belum menjadi regulasi. Ia mengatakan bahwa ia menjadi sedih tatkala melihat sebuah keluarga mengerudungi bayi mereka, dan menggambarkannya sebagai sebuah ketidakadilan.

Dipetik dari www.buktidansaksi.com


7 comments Add a Comment
maropan
Reply| 02 Oct 2013 20:03:04
Dan anda tidak bisa menyangkal bahwa Muhammad penzina, penjarah, pembunuh, pembohong.
maropan
Reply| 02 Oct 2013 19:53:05
@ Sulaiman Daud

Anda tetap tak bisa buktikan Yesus bersalah karena kelakuan leluhurNya bukan?

Yesus pemabuk? Jangan suka menambah-nambah kata dalam ayat ya. Makan lahap dan minum dengan pemungut cukai anda bilang berdosa? Kelakuan anda persis seperti kaum Farisi, munafik.
Sulaiman Daud
Reply| 01 Oct 2013 23:28:43
@TrustMan

Muhammad itu bukan Tuhan, Ia melakukan hubungan sex melalui jalur nikah. Al-Quran sangat tegas mengajarjan umatnya untuk menjauhi zina, juga untuk menjauhi menuman keras. Sebaliknya, Yesus justru dia sendiri mabuk-mabukan.
(Lukas 7:34): “Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan PEMINUM sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.”

Selanjutnya, bandingkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad dengan silsilah Yesus. Sejak dari Yehuda, silsilah tersebut dipenuhi dengan reputasi seksual (perzinaan) yang menimbulkan skandal sebagaimana termuat dalam Perjanjian Lama.
Yehuda yang gemar menggauli pelacur, sehingga menginfirasi Tamar untuk untuk menyamar menjadi seorang pelacur pinggir jalan dan memikat Yehuda (bapak mertuanya sendiri). Lalu ia berhubungan seks dengannya, dan maka perempuan itu mengandung” (Kejadian 38: 15-18).
Dari hubungan zinah antara ayah dan menantunya itulah, lahirlah anak kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Lihat Matius 1: 3, “Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar .. “

Kemudian Rahab yang menjadi ibu bagi Boaz, menurut (Yusak 2: 1; 22 – 23) dan (Ibrani 11 – 31) adalah seorang pelacur. Jadi Boaz dan turunannya – termasuk Yesus sendiri – adalah menjadi turunan pelacur.
Selanjutnya (2 Samuel 11:2-27) Daud melihat seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria. Sesudah itu Daud mengambil perempuan, lalu Daud tidur dengan dia. Setelah Batsyeba mengandung, suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana. Dari hasil perzinaan itulah lahir Solomo, silsilah leluhur Yesus.

Dari keterangan Injil di atas, diketahui bahwa Yahuda sudah berzina, Tamar sudah berzina, Paris anak zina, Rahab adalah pelacur, Boaz anak Rahab anak pelacur, bekas istri Uria sudah berzina dan raja Daud disebut Injil telah berzina juga hingga lahir Salomo. Maka menurut Injil, silsilah turunan Yesus adalah dari pada orang–orang yang tersebut.

Dengan demikian diketahui bahwa menurut keterangan Injil yang dipercayai orang Kristen sebagai kitab suci, Yesus menurut silsilahnya adalah turunan anak zina, turunan pelacur, dan turunan orang–orang yang berzina. Inilah sebagai akibat perbuatan–perbuatan kotor yang diceritakan Injil itu sendiri mengenai riwayat hidup Yesus.

Semoga bermanfaat
TrustMan
Reply| 01 Oct 2013 19:11:12
Waduuh, katanya nabi,
kok liat anak kecil sudah membayangkan untuk dijadikan istri.

Kok di otaknya mengutamakan sex wae.
Nggilani .

Pantesan umatnya nggak mau kalah.
Anak sendiri di embat.

Dasar bejad.
komengomeng
Reply| 20 Feb 2013 14:34:53
yg namanya nafsu harus dikendalikan, Itulah beda ajarannya. Musuh utama org kristen adalah nafsu yang lahir akibat dosa. kalau dalam artikel ini, nafsunya dipelihara, bayinya yang dikorbankan. Biar sekalipun bayi atau anak perempuan sdh dibungkus rapih, tinggal matanya saja yg kelihatan, tapi kalau otak bapanya dan nafsu sex bapanya tdk terkontrol, dan pikiran bapanya selalu membayangkan mulusnya paha si anak perempuan, tetap terjadilah perkosaan. hahaha, aneh juga ide si ulama yang satu ini.
Belajar Islam
Reply| 12 Feb 2013 11:21:40
betul...moral bejat itu yang di berantas. Pikiran/Otak si pelaku yang seharusnya di ajarkan untuk di kendalikan....tapi bagaimana bisa?! Jika si pengajar punya bini 9, salah satunya di bawah umur dan punya budak seks yang banyak....???!!!
burung kacer
Reply| 10 Feb 2013 18:59:59
yang perlu diperbaiki adalah moral bejat dari para ayah sang bayi. Kalau ayah yang waras tidak akan pernah sepintaspun nafsu terhadap seorang anak kecil apa lagi anak sendiri.
Jika solusinya adalah memakai burka tapi bukankah ayah bisa membuka kapanpun dia mau?????
Orang arab selalu membuat aturan yang gila!!!!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top