Apakah Allah SWT Pernah Eksis?

Banyak teman teman Muslim kita terlena atas hal-hal yang mendasar. Mereka menerima saja bahwa Allah itu ada. Allah itu berfirman kepada nabiNya. Dan Allah adalah Tuhan yang Mahakuasa. Memang Tuhan itu berbicara. Ia berfirman. Bila Ia BISU, maka konyollah umat yang mentuhankanNya!

TETAPI, Allah SWT sesungguhnya tidak pernah berbicara dengan Muhamad atau dengan umatNya di Arabia. Yang aktual berkata SEPIHAK hanyalah Muhammad sendiri, dan kata-kata ini disandarkan kepada sesosok Ruh yang tanpa jati-diri, yang mengatas-namakan lagi kata-kata tersebut sebagai wahyu, dari Allah SWT yang (sesungguhnya) bisu seribu bahasa. Muhammad dan Allah tidak saling berjumpa, tidak saling bersapa. Dan apa yang dialami oleh Muhammad disini adalah sejalan pula dengan pengalaman moyangnya Ismail, dimana Allah juga tidak pernah berbicara dengannya! Ismail tidak membawa Firman Allah. Ia tidak termasuk garis kenabian dan kitab. Ia juga bukan anak perjanjian yang telah Tuhan tetapkan bagi umat manusia lewat garis keturunan Ishak. Dan ini dikisahkan dalam Alkitab maupun Quran! (QS.29:27).

Selanjutnya, Allah SWT juga tidak Mahakuasa.

Semua Tuhan memang adalah pemilik kuasa adikodrati tertinggi. Per-definisi, Ia disebut Tuhan karena Ia adalah tuannya yang menguasai semesta alam. Tuhan tidak hanya berkata tentang diriNya: “I am the Almighty God”, tetapi justru harus membuktikannya. Bila tidak demikian, Ia bukan Tuhan sejati dan tidak layak disembah sebagai Tuhan.

Namun kembali Allah SWT hanya tuhan yang dislogankan Mahakuasa, dan disembah menurut slogannya, dan dipercaya bermukjizat dahsyat dengan firmanNya “KUN/JADI” dan dipercaya terjadilah itu. Tetapi lagi lagi sayang, faktanya sungguh tidak tersaji.  

Muhammad dan umat Allah di Arabia tidak pernah mendengar dan melihat bagaimana ALLAH SPEAK, (berfirman KUN), jadi bagaimana mereka  bisa melihat ALLAH DO (berbuat mukjizat)? Tak ada saksi mata yang melihat bagaimana Allah berkata sepatah kata KUN kepada Muhammad atau umat Arab, lalu itulah yang langsung terjadi didepan hidungnya. Semuanya kosong dari mukjizat.

Cukup  selintas saja untuk perbandingan dengan KUN-nya Yesus yang dicatat Injil:

“Dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang yang menderita sakit” (Matius 8:16). Atau dengan satu kata “Talita kum!” dan Ia membangkitkan orang mati! (Markus 5:41). Dan ini terjadi secara publik!

 

JADI, ALLAH EKSIS-KAH?

Sebetulnya, tatkala Allah SWT itu bisu dan tak berkuasa adikodrati, maka sudahlah cukup bukti bahwa itulah allah yang bukan Tuhan, by definition!

Tapi Quran, Muhammad dan Muslim tetap saja mengklaim bahwa ALLAH itu EKSIS, hadir dimana-mana, bahkan Allah dipercaya telah berkata: “Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16).

Sayangnya itu hanya klaim kosong. Jangankan Allah ada sedekat urat leher setiap mahlukNya, bercakap-cakap satu kalipun tidak pernah Dia lakukan langsung kepada Nabi Terdekat-Nya! Walau nama nabiNya sempat disebutkan 4 kali dalam seluruh Quran, namun tidak seayat pun  Allah ada memanggil dia secara pribadi, berduaan, dan dekat, “Hai, (engkau) Muhammad…” . Maka Islam tak dapat merujukkan manifestasi kehadiran Allah yang bisa dilihat atau dirasakan oleh Muhammad maupun umatNya. Allah bukan God that speak AND manifest Himself.

Allah-Islam tidak muncul dari eksistensi diriNya seperti yang disifatkan dengan istilah kekekalan “pada mulanya” (Kejadian 1:1, dan Yohanes 1:1), melainkan muncul dari Allah-pagan sesembahan orang tuanya, paman dan kakeknya dll yang tidak pernah masuk Islam, namun yang salah satu Tuhannya termasuk ALLAH (al-Ilah). Muhammad tidak pernah membatalkan sosok Allah pagan yang disembah orang-orang Arab. Ia malahan mengadopsikannya ke dalam Islam bersama dengan segala ritual-pagan seperti yang tampak jelas pada ibadah Haji, yang tidak dikenal oleh para nabi nabi sebelumnya.

Allah Islam dan Allah-pagan ini, Sama NAMANYA, sama KARAKTER-INTINYA. Keduanya tinggal di BAIT yang sama.

Yang sama-sama bisu tidak berfirman.

Yang sama sama ditakuti dan dislogan sebagai “Yang Mahakuasa”, tapi yang sama-sama pula tidak menampilkan ujud kuasanya yang bagaimana.

Beda Allah-Islam dengan Allah-Pagan sesungguhnya hanyalah satu bentuk reformasi Godship, ke-allahan yang tadinya politeistis kini secara misterius menjadi monoteis.

Allah Islam yang Esa disimbolkan oleh sisa tunggal hasil penghancuran 359 patung ilah-ilah lainnya oleh Muhammad di seputar dan di dalam Ka’bah. Muhammad menyisakan satu Batu Hitam disudut selatan Ka’bah yang sebelumnya juga merupakan sesembahan para pagan! Tidak ada orang yang tahu kenapa Muhammad menyisakan satu batu-wasiat, Batu Hitam eks-berhala yang pernah memberi dia kehormatan ketika dipindahkan ke sudut Ka’bah. Terlebih lagi kenapa batu itu harus diciumnya sambil memanggil nama Allah kepadanya:

“Labbaik allahuma labbaik” (Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu, Hadis Muslim 1150)?

 

Muslim merefleksikan ini sebagai representasi dan lambang keberadaan ALLAH yang Tawhid. But how the existence of Allah could be represented by an idolized stone? Bagaimana Allah-pagan tiba-tiba bisa “direformasikan” hanya oleh ulah fisik Muhammad yang menghancurkan semua patung berhala kecuali SATU? Lalu yang satu itu boleh merepresentasikan ke-Esa-an Allah yang satu-satunya, yang berazazkan Tawhid? Semua ini hanya memperlihatkan betapa tangan Si dalang telah mewayangkan seorang tuhan yang berasal dari Allah pagan. Dan apabila sosok allah itu “seperti ada”, maka ia hanyalah hasil diada-adakan oleh manusia belaka!

Bandingkan dengan keberadaan Tuhan Alkitab yang menjumpai nabiNya,

yang juga ditegaskan di Quran, apalagi di Alkitab. Lihat betapa Allah hadir, eksis dihadapan para nabiNya:

  • ADAM, ketika Allah berkata: “Hai Adam… (2:33, 35; 7:19; 20:117, 120 dll)
  • NUH, dan Allah berkata: “Hai Nuh… (11:46, 48).
  • IBRAHIM, banyak dialog terjadi langsung… (2:124, 125, 126, 127-131, dll)
  • MUSA, banyak sekali dialognya menuntun Musa melawan Firaun dll. Cukup dikutib disini, “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (4:164)
  • ZAKARIYA, doa dan dialog langsung dengan Allah… (19:1-10)
  • YAHYA, dan Allah berfirman: “Hai Yahya…. (19:12).
  • ISA/ YESUS, bukan main banyaknya! Namun yang akan dikutib disini terambil dari Injil didua kejadian dahsyat yang berbeda, dimana Bapa Sorgawi muncul menampakkan keberadaanNya dihadapan saksi-saksi mata:

 “…terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "INILAH ANAK-KU YANG KUKASIHI, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17).

“Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." (Lukas 9:35).

Akhirnya, sesungguhnyalah keberadaan Allah adalah kosong, dan ini diakui diam-diam dalam Buku yang tidak diedarkan lagi, yang berjudul “The Message of the Quran” yang setelah disertifikasi oleh Al-Azhar Al-Sharif Islamic Research Academy di Kairo (pada tanggal 27 Desember 1998), diakuilah oleh otoritas dengan rasa berat bahwa tidak ada bukti apapun untuk keberadaan Allah, dan memang tidak mungkin membuktikan-Nya.

 

 


49 comments Add a Comment
setan
Reply| 05 Aug 2015 12:21:41
Tuhan yg bernama ALLAH itu TIDAK ADA... tidak exist atas dasar sejarah.

Jika Ia adalah Tuhan yg menciptakan alam semesta dan isinya, termasuk manusia, MAKA seharusnya ia memperkenalkan nama dirinya kepada manusia. Kepada Adam, siti Hawa, Ibrahim, Musa bahkan Muhammad (jika memang ALLAH pencipta bumi dan muhammad adalah nabinya) dan manusia2 ini akan mencatat nama tsb. Bahkan manusia2 yg kafir manapun yg pernah berurusan dengan ALLAH akan mencatat nama itu, paling tdk menyebutnya (sekalipun tdk menyembahnya)

Tetapi FAKTANYA, manusia pra muhamad, apalagi jaman Daud, Sulaiman dan Musa TIDAK MENGENAL ada tuhan yg bernama ALLAH, mengetahui nama itu saja TIDAK, APALAGI menyembahnya. Bagaimana mau menyembah ALLAH jika nama Tuhan ALLAH saja tdk pernah di dengarnya ?

Apakah ada catatan sejarah pra muhammad yg menyebut2 ada Tuhan Arab yg bernama ALLAH (SWT) ?????????

Batu Moab, peninggalan sejarah abad 10 SM (Sebelum yesus ada), malah menyebut nama Tuhan yang lain yang manusia2 kafir mengenalnya sebagai Tuhannya Musa, Ibrahim dan nabi2 terdahulu.
Taurah, zabur dan Kitab sejarah Yahudi malah tdk menyebut ALLAH sebagai nama pribadi Tuhan.

Jadi di mana ALLAH saat itu ?
mengapa perlu hampir kira-kira 4000-5000 tahun setelah Adam tercipta hanya untuk menunjukkan nama aslinya kepada manusia ?
menyembunyikan nama aslinya pada nabi2 terdahulu dan hanya menunjukannya pada muhammad ?

Kentut saya jelas lebih exist drpada keberada-an Tuhan ALLAH..
Bau soalnya, terasa dan terdeteksi
JANGAN GITU AH
Reply| 03 Dec 2013 20:51:28
@buren...
kenapa kamu suruh bertanya pada Yesus, mengapa bukan pada Allah swt?
kan yang mengirim batu surga Allah swt?
Kosaki
Reply| 03 Dec 2013 14:10:38
@apriadi:
Jika ukurannya adalah kapan tepatnya hari kiamat, maka di kitab manapun tidak tertera, di Quran sekalipun tidak ada. Karena hari kiamat adalah rahasia Ilahi. Kalau kamu menggunakan ukuran itu, silahkan paparkan ayat Quran yang menyatakan secara tegas dan tepat kapan hari kiamat tiba! Berarti dengan keterangan hari apa, tanggal, bulan dan tahun berapa kan?! Jika tidak ada, maka disesuaikan dengan logikamu maka Quran itu tidak benar!
apriadi
Reply| 03 Dec 2013 13:33:49
Lho nya yang sok tau, klau emang Alkitab benar! gw mau tau, di Alkitab tahukah kapan hari kiamat?
TrustMan
Reply| 06 Nov 2013 22:08:52
Ternyata SATU-SATU-NYA PERINTAH LANGSUNG ALLAH SWT kepada nabi Muhammad yaitu Sholat 5 waktu TIDAK TERTULIS DALAM QURAN.

JADI QURAN adalah SABDA JIBRIL atau SABDA MUHAMMAD.
Buktinya, nabi BERHENTI HIDUP ALLAH SWT ikut BERHENTI BICARA
TrustMan
Reply| 02 Nov 2013 01:03:48
@anwarmusa
Maaf, apa yang kauragukan tentang TUHAN YESUS , gak ada gunanya.
Terlalu banyak kesaksian yang menyatakan YESUS itu TUHAN.

Om gue, seorang pendiri klenteng di Jawa Timur pernah dibezoek oleh TUHAN YESUS di RKZ Malang saat sakit di usia uzurnya.
Gue, yan udah Kristen puluhan tahun , belon pernah ngalami.
Gue pernah jumpa dengan seorang abang becak yang pernah lumpuh, dan bisa berjalan kembali hanya denna doa.
Itu membuat gue tambah yakin bahwa YESUS itu TUHAN.

Semoga pertukaran data tentang Allah kita dan utusanNYA bisa menginspirasi anda dan teman-teman yang meyakini Quran.
Walau banyak keuntungan bagi pria bila masuk Islam,
gue tetap ngikut TUHAN YESUS wae.
THE ONLY ONE THAT CAN BE TRUST.IS YESUS SON OF GOD
kosaki
Reply| 01 Nov 2013 09:29:01
@Alvie:
Atas pernyataan anda "Islam adalah agama (ajaran) itu betul" saya tidak sepakat, lebih tepat jika dinyatakan Islam sebagai idiologi. Agama memiliki peranan membawa kedamaian dan tatanan yang lebih baik kepada masyarakat, sedangkan Islam malah mendatangkan perpecahan, permusuhan dan kehancuran.
kosaki
Reply| 01 Nov 2013 09:25:58
Kalau zaman sekarang Allah swt lebih percaya sama FPI ketimbang sama kuasanya sendiri....
kosaki
Reply| 01 Nov 2013 09:24:38
Emangnya ada di Quran dinyatakan Allah swt berbicara kepada Muhammad? Isra Miraj kan cuma ada di hadist. Jadi berdasarkan argumen kamu di thread yang lain kalau bertentangan dengan Quran maka hadistnya salah..di Quran Allah swt tidak berbicara kepada Muhammad, cuma lewat perantara saja, sedang di hadist ada cerita bincang-bincang mereka berdua, maka dalam hal ini hadist itu salah dan hanya cocok dijadikan bacaan iseng saja gak perlu diimani atau dipercayai (refleksi ulang atas segala pernyataanmu di thread yang lain). Akibatnya cerita isra miraj hanya cerita iseng gak perlu diimani
anwarmusa
Reply| 01 Nov 2013 00:59:20
Hei, kan waktu Muhammad isra dan miraj juga bercakap-cakap dengan Allah.bahkan mendapat perintah salat 5 waktu. Jangan bertanya saksinya ya? Bosen dengernya! Gak semua pengalaman spiritual manusia dengan Tuhan atau dengan malaikat harus ada saksi.
Misal kamu mati suri dan melihat alam kematian, haruskah kamu dipaksa menghadirkan saksi?
Justru yang aneh tentang suara dari langit: .....INILAH ANAKKU YANG KUKASIHI, KEPADANYA AKU BERKENAN. Coba fikir, siapa orang ke 3 yang menyaksikan itu.betapa hebatnya dia dapat mendengar suara Tuhan.mengapa orang sehebat itu tidak disebut namanya?
TrustMan
Reply| 31 Oct 2013 22:24:03
@ guntur
Anda benar, beda banget dengan kisah Gideon.
Dengan didampingi 300 pasukan mampu menghancurkan 120.000 musuh orang Median.
Itu karena Gideon disertai TUHAN YAHWE.
Muhammad mengandalkan bodyguard.
TrustMan
Reply| 31 Oct 2013 21:21:17
Quran ternyata membuat kesalahan fatal..
Semua sabda Allah SWT yang disampaikan via Jibril tercatat dalam Quran.
Tapi masalah 5 x sholat sehari hasil nego nabi atas anjuran nabi Musa tak ada dalam Quran.

Allah SWT menjaga kemurnian Quran.
Tapi menjaga nyawa nabi satu-satu-nya gagal.
Menjaga perwakilannya yi Hajar Aswad yang bisa menghisap dosa gagal.
Mengembalikan wujud asli Hajar Aswad yang pecah juga gagal.
Menjaga harmonis keturunan nabi yaitu kelompok Syiah dengan kelompok Sunni gagal.

Allah SWT sulit mendengar doa umat yang jauh dari Mekah.
Allah SWT diimani umat sebagai cepat menjawab doa bila dipanjatkan di Kaabah.
Allah SWT mengistimewakan orang Arab.
Doa di masjidil Haram bernilai 100.000 x dibanding sholat di mesjid di kampung.
Sholat 40 x di masjidil Nabawi , Medinah berpahala bebas siksa api neraka.
Mengusap Hajar Aswad berakibat dosa lenyap.
Jadi yang tinggal di tanah Arab berpeluang nol dosa dan langsung syuuurga.

Itu berarti Allah SWT adalah Allah bangsa Arab.
TUHAN YAHWE tidak sama dengan Allah SWT.
Kafir
Reply| 23 Jul 2013 21:58:08
Itu ayat ta putar-putar ..tidak jelas maknanya,,,,,
Akram
Reply| 23 Jul 2013 16:32:29
Sayang sekali Anda sepenuhnya salah ketika Anda menilai bahwa Islam itu agama konyol karena Islam membawa pengikutnya ke Neraka (Qs 19 :71). Anda mendasarkan penilaian Anda dengan merujuk secara SALAH (Qs 19:71). Untuk mengetahui apa maksud ayat tersebut, baca QS 19 ayat 66-70 dan (cermati) ayat 72 untuk mengetahui makna yang benar:

66. Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
68. Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
69. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
Mudah-mudahan bisa membantu.
Guntur
Reply| 18 Jul 2013 20:06:43
AWLOH adalah FIKTIF (sosok kayal ciptaan Muhammad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:

1) Tidak sudi mempercayakan keselamatan dirinya kepada Awloh
2) Lebih percaya kekuatan manusia (orang-orang Anshar/Jihadis) ketimbang mempercayakan dirinya kepada awloh


Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur'an, mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu, beliau bersabda, 'Aku membait kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi anak-istri kalian.'

Al-Barra' bin Ma'rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian ia berkata, 'Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-istri kami. Baiatlah kami wahai Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.'

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 43-44

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW dikepung orang-orang Quraisy, beliau berkata, 'Siapa orang yang siap mengorbankan nyawa untukku?'

Kita bisa tahu alasannya, kenapa Muhammad tidak percaya pada awlohnya, dan lebih percaya pada manusia.

Itu ibaratnya seorang pengarang tokoh fiksi Superman tak mungkin sewaktu mengalami bahaya dia teriak-teriak, "Superman, tolong aku!"
Walaupun dia bisa mengarang tokoh Superman, tapi sewaktu dia mengalami bahaya dia akan teriak-teriak pada manusia, bukan pada tokoh fiksi ciptaannya itu.

Muhammad, walaupun di saat-saat tenang dia bisa berkata dengan lantang: "Awloh maha perkasa, awloh maha kuat, awloh maha melindungi."
Tapi di saat-saat genting dan terancam bahaya, Muhammad tidak berteriak kepada awlohnya, tapi berteriak kepada manusia.


Kalau kita berteriak kepada manusia, itu bisa dimaklumi karena kita bukan nabi yang tidak ada kedekatan dengan Sang Tuhan.
Muhammad khan ngakunya "nabi", dia sudah mengalami hubungan luar biasa dengan tuhannya, suatu pergumulan yang nyata penuh kuasa ilahi, yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa seperti kita. Namun di saat-saat dia mengalami kegentingan, sikapnya kepada awlohnya itu menunjukkan kalau dia tak ubahnya seperti kita (manusia biasa, bukan nabi), dan sosok yang diklaimnya tuhan itu hanyalah sosok rekaan ciptaannya sendiri sehingga tak mungkin dia mengandalkannya.
Sadarlah
Reply| 18 Jul 2013 03:27:07
@ all:
Mau tahu, mengapa batu hitam (hajar sawad) dimuliakan oleh Muhammad sebagai simbol Allah swt...??? Jawabnya adalah, batu hitam tersebut adalah meteor yang jatuh ke bumi. Karena keterbatasan pengetahuan orang-orang Arab pada masa itu, batu meteor tersebut dianggap sebagai wujud dewa yang turun ke bumi. Nah, dengan keyakinan orang-orang Arab kepada para para dewa pada masa itu, batu meteor itupun ditempatkan di Ka'bah sebagai sembahannya. Nampaknya Muhammad terkesan dengan riwayat batu hitam ini serta meyakininya datang dari Allah swt. Hal ini tidak terlepas dari masa kecil Muhammad ketika diasuh oleh kakeknya Abu Muthalib yang ketika itu sebagai penjaga Ka'bah. Bukankah, Abu Muthalib sendiri pada masa itu merupakan pemuja berhala sebagaimana orang-orang Arab di Mekah.
Sadarlah
Reply| 10 Jun 2013 23:50:15
Iblis telah gagal menggoda Yesus di Padang Gurun agar menyembah kepadanya (Matius 4). Sebaliknya yang terjadi dengan Muhammad, di gua Hira dia didatangi dan kerasukan JIN tetapi diyakininya sebagai kunjungan JIBRIL?

JIN/IBLIS telah berhasil menipu Muhammad dan menjadikannya sebagai Nabinya karena memang Muhammad terobsesi untuk menjadi nabi. Maka jangan heran jika perbuatan-perbuatan tak bermoral seperti membunuh, meneror, genosida, pedofil , berdusta dst. dianggap perbuatan mulia versi iblis tentunya. Segala keinginan2-keinginan daging/duniawi Muhammad mendapat legalitas dari Jibril dengan menurunkan wahyu-wahyu pembenaran atas prilakunya.

Bandingkan dengan Injil Matius 4 (8-11): Dan iblis membawaNya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepadaNya: " Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau SUJUD MENYEMBAH AKU ". Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah Iblis sebab ada tertulis, engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti". Lalu iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah malaikat2 datang melayani Yesus.

Sekali lagi, kerajaan dunia dengan kemegahannya akan diberikan oleh iblis kepada siapa yang SUJUD dan MENYEMBAHNYA. Misteri JIBRIL di gua Hira sangat kontras dengan IBLIS MENCOBAI YESUS DI PADANG GURUN seperti yang tertulis dalam Injil Matius.
Mhd61l4
Reply| 11 May 2013 22:17:57
@alvie
Cukup menarik untuk menjelaskan cara berpikir anda seperti yang anda katakan:
"....muslim bukan korban dari Islam tetapi adalah orang-orang yang menganut agama Islam!"

Mari kita lihat apa yang dimaksudkan korban dalam kalimat pembanding sebagai berikut:
"Tidak seorangpun warga Israel dari 6.638 orang yang hilang atau tewas pada peristiwa Tragedi di WTC dan Pentagon, Selasa (11/9)"

Pasti anda setuju bahwa 6.638 orang yang hilang dan tewas tersebut adalah "KORBAN" Tragedi di WTC dan Pentagon.

Dan seperti anda, 6.638 orang yang hilang dan tewas tersebut tidak merasa sebagai korban, karena mereka bukan manusia lagi, alias sudah mati.!!!

Apakah analogi di atas terlalu berlebihan?

Silahkan kalau anda merasa masih manusia dan masih hidup, artinya anda bisa menggunakan otak anda untuk berpikir:

Gelar manusia macam apakah yang pantas disematkan bagi orang tersebut dibawah ini:
1. Mengawini anak kecil yang belum mens, padahal anjing pun tidak mengawini anak anjing.
2. Menipu istrinya dan mencabuli perempuan lain di ranjang istrinya sendiri.
3. Memenggal leher laki laki dan mengawini istri laki laki tersebut pada hari yang sama.
4. Menipu, merampok, sadis, biadab, membunuh dan lain lainnya.

Jawaban anda hanya terbatas pada 2 opsi, anda sebagai manusia dan anda hanyalah mayat hidup yang tidak berotak.

1. Pedofil, penipu, pencabul, biadab, sadis, biadab dan pembunuh.
2. Berbudi agung dan berahklak sempurna.
---------------------------
Korban dalam kontekstual yang dikatakan @Guntur:
Anda harus membedakan Islam dan Muslim.
Islam itu agama (ajaran) , Muslim adalah korban dari ajaran Islam.
Apakah saya membenci Islam ? Ya
Apakah saya membenci muslim ? Tidak
Saya hanya mau mengatakan Islam itu agama konyol karena Islam membawa pengikutnya ke Neraka (Qs 19 :71)

Karena muslim (yang manusia) sudah tidak bisa berpikir lagi alias tidak berotak bila bersinggungan dengan ajaran islam.

Adakah Tuhan pencipta alam semesta ini menginginkan "JATAH" hasil jarahan?
Adakah Tuhan sebagai pencipta manusia justru "MENYESATKAN" ciptaannya?

Anda bisa menelisik hati sanubari anda sendiri kalau anda sudah mengetahuinya, dan selama anda tidak mau tahu dan tidak pernah tahu, anda sebagai muslim (manusia) adalah korban ISLAM yang sesungguhnya.

Mengapa saya harus mencantumkan muslim (Manusia), karena IBLIS juga muslim, dan ISLAM adalah ajaran IBLIS.

Apakah anda sepakat bahwa IBLIS pekerjaannya adalah menyesatkan?
Apakah anda sepakat bahwa IBLIS pekerjaannya adalah menipu?

Iblis golongan jin sebagaimana adam golongan manusia
Keturunan IBLIS beragama ISLAM, JIN MUSLIM
Keturunan ADAM beragama ISLAM, MANUSIA MUSLIM

adalah bukti nyata kalau anda tidak tahu, bisa jadi tidak mau tahu kalau anda tidak pernah merasa bersaudara dengan IBLIS, karena sesungguhnya anda adalah SEUHKUWAH dengan IBLIS.

Apakah anda korban atau tidak, tergantung pemahaman dan pengetahuan yang anda miliki tentang ISLAM.

Apakah anda tahu QURAN adalah WAHYU dari sang PENCIPTA, TUHAN YANG SEJATI?

Kalau anda berpikir demikian, maka benarlah bahwa anda KORBAN ISLAM, karena TUHAN YANG SEJATI tidak mengangkat NABI KAFIR PEMUJA IBLIS.
Tuhan yang sejati juga tidak akan mewahyukan dongeng sebagai contoh keagungannya.

Silahkan anda baca QS 18 (Al Kahf) tentang Legenda Tujuh Penidur http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/04/08/al-quran-surah-al-kahf-dongen-suci-al-quran/

dan kemudian tentang Dzulkarnaen yang dikenal sebagai Alexander yang agung dapat anda baca di:
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 292
186. Namanya adalah Alexander. Dia membangun Alexandria yang dinamakan sesuai dengan namanya.

Encyclopedia Britannica edisi 2003
Alexander The Great
In November 332 he reached Egypt. The people welcomed him as their deliverer, and the Persian satrap Mazaces wisely surrendered. At Memphis Alexander sacrificed to Apis, the Greek term for Hapi, the sacred Egyptian bull, and was crowned with the traditional double crown of the pharaohs;
----------------------------------------
Jawaban jawaban anda selanjutnya kepada @Guntur adalah jawaban has Islam dengan FALLACY dan klaim disertai apologis, tetapi tidak merubah apapun, bahwa anda tidak tahu apa apa tentang islam, dan anda adalah korban..

Selamat berpikir.
Sadarlah
Reply| 10 May 2013 22:55:14
hanya orang gila yg mau menghabiskan waktunya selama 23 thn utk membuat kitab spt Al'quran, Apanya yg dibanggakan dg Al'quran, isinya tdk sistematis, tdk konsisten n isinya diulang-ulang, benarkah wahyu ilahi spt itu...???
Sadarlah
Reply| 10 May 2013 22:37:01
Alvie@
jelaslah ga ada org yg mau menghabiskan waktunya selama 23 thn hanya utk menantang membuat kitab spt Al'quran. Lagipula, apakah masuk diakal Tuhan Allah menantang manusia utk membuat semisal Al'quran. Jika Al'quran itu datangnya dari Tuhan pastilah isinya sistematis, konsisten n tdk diulang-ulang.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top