Memperdayai Seorang Pria Dengan Kata-Kata Cinta Demi Pernikahan Sehari

QS.2:230. ” Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui”.

Inilah “pelecehan surgawi” yang harus ditempuh oleh seorang isteri,  dimana ia hanya boleh menikah kembali kepada mantan suaminya jikalau dan hanya jikalau ia sudah menikahi seorang laki-laki lain, lalu berhubungan seks dengannya, dan kemudian minta laki-laki ini menceraikannya! Si istri tak diperbolehkan Allah SWT untuk menjalin hubungan kembali kepada suami awalnya, bilamana BELUM menjadi janda dari suami kedua!

Tetapi inilah kasus yang sungguh terjadi pada diri pria, Mohammed Ibrahim, yang sempat “diakali” oleh sang perempuan yang lihay, yang baru sehari dinikahinya!

 

Published Saturday, February 09, 2013

 Mohammed Ibrahim

Seorang wanita Saudi yang telah bercerai, tengah berusaha untuk kembali pada suaminya. Ia lalu mengambil handphonenya dan menghubungi sebuah nomor telepon. Ketika seorang pria menjawab telepon itu, wanita ini memutuskan bahwa pria ini adalah orang yang tepat.

Para sarjana Islam telah memberitahukan pada wanita ini dan mantan suaminya bahwa wanita ini harus menikahi pria lain sebelum ia diijinkan untuk kembali ke mantan suaminya.

Namun jebakan sang wanita tidak berhasil. Empat bulan setelah si pria mengenalnya, sang pria akhirnya bersedia menikahi wanita ini setelah ia dibanjiri dengan kata-kata cinta.

Di hari berikut setelah pernikahan mereka, Mohammed Ibrahim bangun pagi dengan harapan bahwa ia akan kembali mendengar kata-kata cinta dari isterinya. Tetapi harapannya kosong melompong.

 Sebaliknya yang ia peroleh adalah, isterinya yang baru dinikahinya selama sehari memintanya untuk menceraikannya setelah ia memberikan uang mahar sebesar 75.000 Real Saudi untuk dapat menikahinya, demikian yang disampaikan pria ini pada televise Saudi MBC.

 “Kemudian saya mengerti bahwa ia telah memanfaatkan saya sebagai pengantin pria agar ia dapat kembali pada suaminya yang pertama … ia kemudian pergi ke pengadilan dan menceraikan saya. Ketika saya memintanya untuk mengembalikan uang yang saya berikan, ia bersumpah di hadapan seorang syeikh (sarjana Islam) bahwa saya tidak pernah memberikan uang mahar apapun kepadanya.”

 

ALHASIL, uang mas-kawin hilang, istri hilang, dan reputasi hilang, karena sang istri munuduh (dibawah sumpah) bahwa dia laki-laki yang tidak membayar mas-kawin.

 

Sumber: Emirates247.com

 

 


6 comments Add a Comment
islamquranhadist
Reply| 04 Jan 2014 23:38:43
MUSLIM tidak memiliki KEMAMPUAN KONSEPTUAL apapun untuk memahami Islam dan ajarannya, karena pondasi Islam adalah kebenaran, apapun yang dikatakan dan dilakukan bahkan dimimpikan Muhammad adalah kebenaran versi Islam walaupun tidak masuk akal sehat dan kacau balau serta bertentangan dengan prinsip-prinsip moral.

Kemampuan konseptual dalam memahami ajaran adalah kemampuan untuk mengidentifikasikan pola hubungan dari suatu sebab yang kurang jelas dengan mengumpulkan informasi yang beragam untuk mengidentifikasikan akar permasalahan dalam situasi yang komplex dan menyimpulkannya.

Adakah MUSLIM yang memiliki kemampuan konseptual untuk menyimpulkan:

MENGAPA BEKAS ORANG HALAL BAGI MUHAMMAD tetapi BEKAS MUHAMMAD HARAM BAGI ORANG LAIN?

Untuk lebih jelasnya, Muhammad mengawini janda janda bekas orang lain adalah halal tetapi janda bekas Muhammad adalah haram dikawini orang lain.
dssc7
Reply| 04 Jan 2014 06:10:20
Ini maksudnya, supaya wanita itu harus berpikir seribu kali jika sudah dicerai tiga kali koq mau kembali. Dia diberi kesempatan untuk menikah dg pria lain, kalau sudah cocok, lanjut saja, ngapain mikirin mantan suami, tetapi jika suami barunya tidak lebih baik dari mantan suaminya minta cerai saja, dan setelah itu silakan jika mau kembali pada mantan suaminya yang dulu, paling tidak jika kembali lagi ke mantan suaminya yang dulu lebih bisa menghargainya karena tidak ada suami yang sempurna. Begitulah hikmahnya.
Rani Dona
Reply| 09 Jun 2013 17:53:31
Aq suka baca-baca artikel ini sangat memberi pencerahan buat q, ijin kopi paste ya..?? :)
Pakai Akalmu
Reply| 15 Feb 2013 18:01:31
TOLONG MUSLIM BERI PENCERAHAN:
Lebih beradab dan bersih dan kudus mana:
1. Si istri yang kembali kepangkuan suaminya... TANPA usah menempuh keharusan utk jadi janda kedua kali, ATAU
2. Si istri harus cari2 suami ke-2, bersetubuh dg nya, lalu cari2 jalan utk bercerai. Iupun kalau si suami awal bisa terima kenyataan bhw ia sdh dipakai!
Mimie
Reply| 15 Feb 2013 00:38:35
@WENAS,kok bodoh,muslim itu pintar kalo soal kawin mawin.Aku punya teman muslimah yg hajatan 4 kali,terakhir tahun kemarin,dipihak wanita pendampingnya 2 bocah perempuan dari suami kedua,dipihak lalaki 1 bocah laki dari istri pertama.Sungguh pemandangan yg menakjubkan,ikut tauladan nabi.
Wenas
Reply| 15 Feb 2013 00:07:08
Heran saya.....koq ada ya ajaran seperti ini? Tapi tentu saja yang paling mengherankan saya adalah, koq Muslim mau yach mempercayai ajaran spt ini? Jadi siapa sesungguhnya yang bodoh ....... Allah??? Muhammad??? atau Muslim???
Fetching more Comments...
↑ Back to Top