Mualaf Akiat: Menemukan Tuhan Yang Sejati Lewat Enam Ciri-Ciri Pokoknya (bagian1)

Oleh A. Khadijah

“Ibu Khadijah, Izinkan saya sharing tentang perasaan saya saat ini yang sedikit galau. Saya mualaf baru karena sesuatu hal. Sudah belajar rukun-rukun ibadah dan baca Quran. Tapi hati masih belum mantap, karena Ustadz kok kurang tuntas menjelaskan sejumlah pertanyaan yang saya ajukan dari sudut pandang lain (agamaku dulu). Beliau banyak salah-salahkan agama selain Islam, dan kurang menjelaskan bukti kebenaran dan kemuliaan Islam yang saya sedang dalami. Saya lihat Ibu bicara to the point di website.

Dengan fakta-fakta yang rasional dan referensi. Nah, pertanyaan saya adalah sangat sederhana:

“Bisakah saya dikasi tahu, bagaimana cara Ibu melihat suatu AGAMA ITU BENAR ATAU SALAH? KHUSUSNYA ISLAM?” Sebelumnya, banyak terima kasih saya kepada Ibu.

Jakarta, 20 Jan 2013 14:54:43

 

Hormat dan salam.

Akiat.

 

………

Saudara  AKIAT,

Saya Khadijah, senang dapat info terus terang tentang kegalauan batinmu. Artinya hati nuranimu masih murni. Roh Tuhan menaruh kegelisahan dibatinmu untuk haus mencari diriNya Yang Benar.

Baiklah kita padatkan disini, tapi meng-cover inti pencaharianmu. Memang banyak orang salah cara mencarinya, lalu tersesat kepada setan, bukan Tuhan. Karena apa?

Ya, ketika menapak mencari Tuhan, anda ibarat mau mencari tahu mengenai sebuah Hutan yang masih ASING bagi anda.

Anda lalu masuk kedalam hutan tersebut untuk memeriksa apa isinya. Lalu Anda kaget dengan pelbagai ragamnya dari lumut, semak hingga pohon raksasa, komponen dan keunikan tampang, warna, tekstur dll, dll. tak habis-habisnya. Anda akan kelelahan dan kusut, bisa tersandung keakar-akar,  terpeleset kelumut, terperosok kejurang, bahkan dipagut ular dan seterusnya. 

ITU SEMUA ADALAH LANGKAH AWAL YANG SALAH! Anda akan mudah tersesat dan disesatkan didalam bahaya. Ingat setan dan jin ada dibalik setiap pohon dan semak belukar dan siap untuk mencelakakan Anda.

Mengenal hutan yang sejati dan benar harus dimulai dari MELIHAT POSTUR BUKIT HUTAN ITU SENDIRI. Mulai dari memeriksa keberadaan bukitnya, apakah itu hutan betulan atau fatamorgana? Semuanya hijau pepohonan yang hidup dan segar melambai?

Analogi dengan memeriksa postur “hutan ketuhanan” ini, yaitu agar anda mencari tahu dulu siapa diri Tuhan yang sejati dan benar, lengkap dengan ciri dan fakta  jatidiriNya, bukan sloganNya! Syukurlah bahwa Tuhan Pencipta telah menciptakan kita dengan maksud agar kita dapat mengenal Dia. Ia telah menebarkan kemana-mana bukti tentang keberadaan dan identitas diriNya. Beberapa kriteria yang pokok dan mudah dichek akan kita sebutkan dibawah ini.

 

CIRI SOSOK TUHAN SEJATI - 1: APAKAH TUHANKU THE SPEAKING GOD?

Tuhan itu berbicara. Ia berfirman. Bila Ia BISU, maka awas-awaslah! Tapi Anda – dan juga Muslim lainnya-- semua tahu bukan (?), bahwa Allah SWT tidak pernah berbicara dengan Muhamad atau dengan umatNya di Arabia? Ia melainkan dipercaya telah “meminjam” mulut ruh Jibril untuk berwahyu  kepada NabiNya, wahyu mana tidak pula ada saksi matanya secara terbuka.

Allah ini tidak terbukti  berfirman. Yang actual berkata sesungguhnya hanyalah Muhammad, dan kata-kata ini disandarkan kepada sesosok Ruh yang tanpa jati-diri, yang mengatas-namakan lagi kata-kata tersebut sebagai wahyu dari Allah SWT yang BISU, namun yang menghasilkan Quran! Apa yang dialami oleh Muhammad disini adalah sejalan pula dengan pengalaman moyangnya Ismail, dimana Allah juga tidak pernah berbicara dengannya! Ismail tidak membawa Firman Allah. Ia tidak termasuk garis kenabian dan kitab. Ia juga bukan Anak Perjanjian yang telah Tuhan tetapkan untuk menurunkan anak-cucu kenabian lewat garis keturunannya. Ishak-lah yang ditetapkan untuk itu, dan hal ini juga dikisahkan sama oleh Quran! (QS.29:27).

Dengan perkataan lain, secara de-fakto dan de-yure, tidak ada orang yang dapat memastikan apakah Quran itu adalah (1) Allah yang berkata, atau (2) Ruh (yang dianggap Jibril) yang berkata, atau (3) Muhammad yang berkata-kata. Agar tidak rancu, maka Montgomery Watt (Professor Arabic and Islamic Studies, dan penafsir Islam yang terkemuka) tidak berani menyimpulkan siapa yang sesungguhnya berkata, melainkan beliau terpaksa menyederhanakannya sesuai dengan realita: “Quran yang berkata”! Tetapi jikalau Allah selalu harus “berbicara-maya” dibelakang layar dari kedua utusanNya (malaikatNya PLUS nabiNya), sampai “akhir- hayat” kedua utusan ini, maka umat Allah tentu tidak akan punya cara untuk menyaksikan TuhanNya pernah berfirman!

Sebaliknya Alkitab menyaksikan bahwa Tuhan is the speaking God. Ia langsung SPEAK to semua nabiNya tanpa usah perantara. Ishak, Yakub, Musa dan seterus-nya hingga pada akhirnya Tuhan mengirim FirmanNya sendiri untuk di-inkarnasikan sebagai Yesus, AnakNya, untuk berbicara langsung dengan setiap manusia! Disini kita menyaksikan sebuah TANDA ILAHI yang paling unik (Qs. 9:21) dimana Firman (KalimatNya) nuzul menjadi sang Anak (Yohanes 1:14). Dan dimana AnakNya (= Ahli WarisNya, yang tentu Ilahi pula) itulah yang berfirman langsung kepada manusia (Ibrani 1:1-3).

Diatas “tanda” tersebut, Tuhan masih memperkokohnya dengan suaraNya sendiri (SPEAKING) yang diperdengarkan terbuka kepada publik,

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia (Yahya) melihat Roh Elohim seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "INILAH ANAK-KU YANG KUKASIHI, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat 3:16-17).

Tuhan yang hidup dan benar haruslah Tuhan yang betul berbicara, berfirman. BahkanDia mencipta segala sesuatu dengan berkata “KUN” (terjadilah!), dan terjadilah itu! Tuhan membawa Firman untuk menyatakan segala hukum, kaidah, dan ketetapannya, serta berfirman pula KUN dalam membuktikan keotentikan firmanNya.  

 

CIRI SOSOK TUHAN SEJATI – 2: APAKAH TUHANKU MAHAKUASA, BERMUKJIZAT ADIKODRATI, BERKUASA MENYELAMATKAN?

Semua Tuhan adalah pemilik kuasa adikodrati tertinggi. Per definisi, Ia disebut Tuhan karena Ia adalah tuannya yang menguasai semesta alam. Tuhan berulang kali berkata tentang diriNya: “I am the Almighty God”, dan membuktikannya. Bila tidak demikian, Ia bukan Tuhan sejati dan tidak layak disembah sebagai Tuhan. Namun Allah SWT hanya tuhan yang dislogankan Mahakuasa, dan disembah menurut slogannya, dan dipercaya bermukjizat dahsyat dengan firmanNya “KUN/JADI” dan terjadilah! Tetapi sayang, faktanya sungguh tidak tersaji.  

Muhammad dan umat Allah di Arabia tidak pernah mendengar dan melihat bagaimana ALLAH SPEAK, (berfirman KUN), jadi bagaimana mereka  bisa melihat ALLAH DO (berbuat mukjizat)? Tak ada saksi mata yang melihat bagaimana Allah berkata sepatah kata KUN kepada Muhammad, lalu itulah yang langsung terjadi didepan hidungnya. Semuanya kosong dari mukjizat. Cukup  selintas saja untuk perbandingan dengan KUN-nya Yesus yang dicatat Injil:

“Dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang yang menderita sakit” (Mat 8:16). Atau dengan satu kataTalita kum!” dan Ia membangkitkan orang mati! (Mark 5:41). Dan ini terjadi secara publik!

Bukan hanya Allah Islam. Kekosongan kuasa mukjizat terjadi pula persis sama pada Jibril Islam, yang juga tidak berbuat mukjizat kepada Muhammad dan public Arab. Jibril hanya mempesonakan Muhammad dengan “retelling story” (kisah-kisah ulang) tentang para nabi lain yang bermukjizat: Musa, Elia, Elisa, hingga kepada Yesus, yang semuanya mampu bermukjizat didepan publik. Bandingkan lagi sekilas dengan Gabriel Alkitab yang bermukjizat menghukum Zakharia dengan bisu, dan bahkan bernubuat tentang kelahiran Yohanes dan Yesus yang paling mustahil, namun itulah yang terjadi.

Sebaliknya, Jibril Islam hanya mengucapkan retorika kosong dengan mengklaim dirinya sangat perkasa:

 

“He (Muhammad) has been taught (this Qur'an) by one mighty in power (Jibril)” (terjm. Mohsin Khan untuk QS.53:5).

“He is taught by one who is  powerful and mighty (terjm. Dawood).

“…yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat” (Depag).

Kosongnya, atau dustanya adalah: Kapan dan apa yang telah Jibril lakukan terbuka secara sangat kuat itu, semisal melakukan mukjizat atau mengusir setan dengan sepatah kata?

MUKJIZAT-MUKJIZATAN Muhammad sangat terpukul menyadari bahwa dialah satu-satunya Utusan besar Allah yang tidak diperlengkapi dengan mukjizatNya. Kepadanya ditanya dan dicecar bertubi-tubi tentang aspek yang satu ini, dan Muhammad tampak tak berdaya membantahinya.  

Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”. (QS.13:7) juga (QS.29:50).

(QS.10:20). Nabi  terpaksa menyuruh orang-orang kafir untuk tunggu-tunggu akan mukjizatnya (tapi ternyata tak kunjung tiba)

(17:90-92). Nabi malahan mengancam akan datangkan mukjizat yang akan menghancurkan orang-orang kafir Mekah dengan menimpakan keping-keping  langit, tetapi kembali tak ada mukjizat-laknat apapun yg terjadi.

(17:59). Untuk meredam tuntutan yang sah dari orang-orang kafir itu, Muhammad membuat Allah berkata bahwa tak lagi ada mukjizat untuk diberikan kepada  nabi, karena mukjizat yang sudah-sudah dari para nabi ternyata telah didustakan orang!

Untuk membela Muhammad yang tidak jelas mukjizatnya maka para ulama ramai mendalilkan bahwa mukjizat fisikal yang dulu-dulu itu hanyalah situasional dan lokal dan tidak penting lagi di era baru, ketimbang “mukjizat message” berupa kalimat-kalimat Allah yang bersifat universal dan tidak mudah didustakan…

Tetapi mereka semua lupa bahwa mukjizat dan nubuat itu sesungguhnya adalah juga komunikasi oral Allah yang sama, namun diikuti dengan ujud visual ajaib yang menyertainya. Mukjizat ilahi  justru harus hadir sebagai saksi dan bukti bahwa message oral (kalimat) yang diklaim dari Allah itu memang otentik berasal dari Allah, dan bukan dari sumber gelap lainnya. Keduanya tak terpisahkan, sama sekali tidak ada pendustaan sepihak (seperti yang didalilkan ayat diatas) sehingga manusia bisa terima messageNya tetapi tidak mukjizatNya. Mukjizat selalu penting diturunkan kepada nabiNya yang sejati pada waktu dan tantangan tertentu. Mukjizat Ilahi tidak pernah menjadi tidak penting dimata Tuhan dan manusia sebagai kemurahanNya, sebagai peyakinan akan kuasaNya, dan sebagai saksi keotentikan Ilahi. Itu merupakan bagian dari kemahakuasaan Tuhan yang tidak bisa dilecehkan oleh siapapun. Tuhan tidak akan pernah mempensiunkan “asset adikodrati” penting ini dari sejarah manusia. Sampai ini haripun kita tetap menyaksikan hadirnya kuasa mukjizat yang unik ini lewat doa hamba-hamba Tuhan yang diurapiNya.

Marilah kita bicara terus terang, bahwa masalah intinya adalah kenyataan bahwa Muhammad memang tidak mempunyai kuasa bermukjizat lalu hendak dicarikan lubang-lolos, sehingga Quran (kalimat) harus dimasukkan sebagai “mukjizat” bagi dirinya. Namun beliau toh tidak bisa lolos karena Musa dan Isa juga punya Kalimat Elohim (Taurat dan Injil), tetapi ini tidak pernah dinyatakan Quran sebagai mukjizatnya Musa dan Isa! 

Para Nabi mempunyai Kalimat PLUS Mukjizat dahsyat ditangan, sementara Muhammad hanya punya 6420 kalimat saja!? Jadi kenapa justru kalimat yang dipunyai Muhammad itu TIDAK mendapat peneguhan ‘KUN’ yang ilahiah? Kenapa hanya Quran yang menyaksikan Quran, sementara Taurat dan Injil – disamping disaksikan oleh dirinya sendiri sendiri – juga disaksikan dan diteguhkan dengan mukjizat ilahi? Otentikkah Quran Allah bila tidak ada kuasa Allah lainnya hadir sebagai saksi? Ini amat serius!

Selanjutnya, Quran yang tidak diperteguh dengan kuasa Allah itu mendalilkan (17:59) sebagai alasan untuk tidak menghadirkan kuasa-mukjizatNya lagi: “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu”. Mukjizat telah dan akan didustakan? Bagaimana dengan Kalimat Quran? Bukankah itu juga sama didustakan oleh orang kafir?

“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia” (85:21).

Apakah dengan pendustaan orang-orang kafir kerdil ini lalu Allah serta-merta akan terpancing membatalkan MukjizatNya DAN QuranNya sekalian? Kerdillah Allah yang demikian!

AKAN TETAPI 200 TAHUN KEMUDIAN setelah Muhammad wafat, dicatatlah dalam Hadis-hadis  pelbagai mukjizat Nabi yang dahsyat. Pembaca manapun akan merasa semuanya itu engineering fiktif yang tak masuk keakal, namun harus didongengkan demi mengangkat harkat Muhammad sebagai nabi Allah yang layak.

(Bukhari 1.4.170) Air dibuat memancar dari bawah jari-jari Muhammad untuk mendatangkan air wudhu. Tidak perlu repot bertayammum. (Bukhari 7.65.293). Muhammad memberi makan seluruh tentaranya. Tidak perlu lagi susah-susah menjarah.

Dan untuk kacaunya, mukjizat-mukjizat ini dinafikan lagi oleh Muhammad sendiri, ”Tiada nabi yang tidak diberi mukjizat sehingga orang-orang jadi yakin dan percaya, melainkan aku diberikan Wahyu Illahi yang Allah nyatakan padaku.” (Bukhari 9.92.379). Artinya semua nabi lain diberi Kitab dan mukjizat KUN, kecuali Muhammad – Nabi terbesar dan terakhir -- yang hanya diberi sebuah kitab Quran. Alangkah tragisnya…

Lebih tragis lagi, ujud kalimat “KUN” yang bermukjizat sebegitu dahsyat dan menggetarkan  itu tidak satupun terekam dalam sesama wahyu Quran, melainkan hanya ada dalam Hadis non-wahyu belaka (setelah seratusan tahun Muhammad meninggal).  Padahal Allah dalam QuranNya menjanjikan kebalikannya,

“Tiada Kami alpakan sesuatupun didalam Al Kitab” (6:38). Apakah mungkin Allah melalaikan penempatan wahyuNya sendiri?

 

KUASA MUKJIZAT UNTUK MENYELAMATKAN Tidaklah  akurat ketika Muhammad secara sempit mengatakan seperti diatas, ”Tiada nabi yang tidak diberi mukjizat sehingga orang-orang jadi yakin dan percaya…”. Peran mukjizat Ilahi jelas bukan  hanya untuk meyakinkan orang untuk menjadi percaya.  Lebih dari itu, Tuhan juga menampilkan mukjizatNya demi welas asih dan kemurahanNya serta mau menyelamatkan umatNya! Dan justru dalam hal hal inilah Allah SWT kembali diam seribu bahasa!

Seluruh kisah kenabian sejak kejatuhan Adam dalam dosa, adalah terkait pada usaha-usaha Tuhan untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal menuju kepada hidup. Adam dan Hawa diusir keluar dari Taman Eden dalam kutukan dosa kematian. Tetapi dalam kasihNya, Elohim berjanji untuk menyelamatkan manusia yang diciptakanNya.

Yusuf sadar betapa Elohim mendesign sebuah penyelamatan bagi bangsa Israel. Ia berkata kepada saudara-saudaranya yang pernah menjualnya ke Mesir:

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Elohim telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup (menyelamatkan) suatu bangsa yang besar(Kejadian 50:20).

Yitro dan Musa juga sadar akan kuasa  penyelamatan Tuhannya, "Terpujilah YAHWEH, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. Sekarang aku tahu, bahwa YAHWEH lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir… “ (Keluaran 18:10, 11).

 

Kita tahu bahwa ini hanyalah secuil contoh kuasa penyelamatan yang dahsyat dari Tuhan terhadap sebuah umatNya, bangsa Israel. Muslim dari sumber Islam juga mengenal aksi penyelamatan Allah yang hebat ini terhadap umat Israel, namun mereka telah mengabaikan makna sesungguhnya dari Sang Penyelamat. Ya, karena Allah Islam mengosongkan sifat “Juruselamat” dalam 99 nama Asmaul Husna Allah yang terkenal itu. Tak ada juga istilah yang mendekati dengan itu, seumpama Sang Penebus atau Sang Pembebas. Padahal Tuhan Elohim terus menyerukan betapa MahakuasaNya bukan hanya terbatas untuk mukjizat lokal, melainkan sampai kepada penyelamatan universal keujung-ujung bumi.

“Bukankah Aku, YAHWEH? Tidak ada yang lain, tidak ada Elohim selain dari pada-Ku! Elohim yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi  (Yesaya 45: 21, 22).

Pada klimaksnya, tanda kuasa Tuhan akhirnya diwujudkan dalam mukjizat kelahiran Yesus yang ajaib, dimana malaikat Gabriel sendiri yang memaklumatkan peranNya sebanyak dua kali sebagai Juru Selamat, untuk seluruh bangsa:

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21).

“…hendaklah engkau menamai Dia Yesus(Lukas 1:31).

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:10, 11).

 

Kembali Muslim tidak begitu melihat signifikansi dari maklumat Gabriel ini. Yaitu pertama-tama tentang makna nama YESUS, yang diberikan oleh Gabriel dan bukan pemberian orang-tua atau manusia. Artinya, sekali Tuhan yang memberi nama seseorang, maka nama tersebut HARUS mempunyai makna ilahiah khusus yang melekat pada diri orang tersebut. Manusia memberi nama dengan harapan- reflektif agar dan moga-moga hal itu terjadi. Namun Tuhan memberi nama dengan tujuan ilahiah yang merupakan essensi, personality, representasi, atau peran dan pencapaian diriNya kelak. Dan kata “Yesus” ini berasal dari kata asli Ibrani Yehosua, Yeshua, yang berarti YAHWEH MENYELAMATKAN!! “Dialah (ilahi) yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka”. Siapa yang kurang dari TUHAN yang dapat menyelamatkan umat dari dosa?

Akhirnya, bukan saja Islam tidak mengenal nama Juruselamat bagi Allahnya, namun  nama YESUS inipun telah ditukarkan (dihilangkan) secara sistematis oleh Penulis Quran menjadi ISA. Sebuah nama siluman yang kosong dari arti apapun! Dengan kata lain, nama dahsyat ilahiah yang bermakna “Tuhan Juruselamat” telah digantikan dengan nama duniawi yang kosong-arti. Systematic by design!

Allah yang tidak berkuasa mukjizat, tentu tidak bisa meneruskan kuasa penyelamatan kepada utusanNya -- baik Jibril maupun Muhammad-- dan kenyataan itulah yang kita saksikan bahwa ketiga pihak ini kosong mukjizat. Maka tatkala Dia tidak berkuasa Mahakuasa sebagaimana yang diklaim, tentulah Dia bukan Tuhan, bukan apa-apa, by definition!

 


11 comments Add a Comment
islamquranhadist
Reply| 04 Jan 2014 23:36:54
SETAN ADALAH UTUSAN ALLAH ISLAM
Muslimers selalu marah dan maki maki kalau dibilang allownya MAHA PENYESAT dan MAHA TIPU DAYA, tapi mereka mengaminkan setan adalah penyesat dan penipu.

Di atas postingan, semua muslimers muter muter ribut di surah setengah sembilan, ngga ngaku kalau allahnya memang MAHA TIPU DAYA.

Quran menyatakan:
Maryam 19: 83 Tidakkah kamu lihat, bahwasanya KAMI TELAH MENGIRIM setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh.

Jelaskan kalau setan setan utusan allow..... kalau setan setan adalah penyesat dan penipu, si pengirimnya pasti MAHA PENYESAT dan MAHA PENIPU/MAHA TIPU DAYA.

Silahkan, monggo kalau ada Muslimers yang bingung surah setengah sembilan "Sebaik baiknya pembalas tipu daya"
------------------------
1. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya KAMI TELAH MENGIRIM setan-setan..........
2. Setan adalah penyesat dan penipu.....
3. Pengirimnya adalah MAHA PENYESAT dan MAHA PENIPU.

Perhatikan bagi muslimers sekalian, bahwa ngga mungkin TUHAN YANG SEJATI mengirimkan utusan penyesat dan penipu untuk menyesatkan dan menipu ciptaannya sendiri !!!

-----------------------------MAHA PENYESAT dan MAHA PENIPU (ALLOW) mengirimkan penyesat dan penipu (SETAN SETAN) untuk menyesatkan dan menipu.manusia.-------
dssc7
Reply| 04 Jan 2014 05:58:43
Aneh, mu`allaf kok kunsultasinya sama murtadin. Kalau masih ragu dengan Islam baca saja ini
http://injilkristen.tripod.com/
islamquranhadist
Reply| 02 Jan 2014 14:23:41
Barni on December 31, 2013 at 8:39 pm said:
ngebahas islamnya setengah setengah,
-----------------------------------------

yang full dong..... masa ngga dijelasin kalau ALLOW SWT itu, tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah, sembahan si ABDULLAH bapaknya si CABUL BUTA HURUF SAW ternyata berkarakter sama dengan IBLIS, si penyesat, penipu ulung, khairul makarin.

Allow swt Penyesat
Sendiri
QS 04 : 143
QS 04 : 88
QS 06 : 39
QS 07 : 178
QS 13 : 27
QS 14 : 4
QS 18 : 17
QS 30 : 29
QS 35 : 8
QS 39 : 23
QS 39 : 36
QS 40: 74
QS 40 : 34
QS 42 : 44
QS 42 :46
QS 45 : 23
QS 47 : 1
QS 74 : 31
Berbagi tugas dengan setan setan
QS 04 : 118
QS 15 : 39.
QS 38 : 82
Mengutus setan setan
QS 19 : 83.
QS 43 : 36
Pemimpin setan setan
QS 21 : 82

Allow swt PENIPU ULUNG Huwallahu khoirul maaqirin
QS 3 : 54
QS 8 : 30
QS 4 : 142
QS 10 : 21
QS 27 : 50

Allow pembohong
QS 42 : 51
QS 2 : 259

Allow sejajar dengan manusia
QS 2 : 279

Allow Pembuat kacau
QS 6 : 123

Alow sadis
QS 9 : 5
QS 8 : 12
QS 4 : 89
Caleg Malaikat
Reply| 02 Jan 2014 01:34:13
Wah justru sekarang dah banyak syeikh dan ustadz di negara-negara eropa mengenali kebenaran injil dan jadi percaya,,, di arab saja sekarang udah banyak yang melakukan murtad.
jimat muslim
Reply| 02 Jan 2014 00:57:20
wkwkwkwk,supeeee...
Dani
Reply| 01 Jan 2014 04:45:49
Yesus di foto sama siapa? | yakin wajah Yesus seperti itu? suratnya dong...
Kristen sekarang bukan ajaran Yesus | Kristen sekarang ajaran Lukas, Matius dkk...
Ucapan Yesus secara langsung, adalah kata-kata yang hampir sama dengan taurat dan quran | tapi ucapan ROH KUDUS nya LUKAS MATIUS dkk, cuma dia yang tau, (sama aja kayak anggapan jibril ke Muhammad) dan 80% 4 injil lukas matius dkk semuanya dobuat pas yesus dah mati, 4 injil itu cuma cerita dari lukas matius dkk... cuma dia yang tau... ga da fisikly yang nampak bicara di depan mereka, ckup "katanya"... "imani saja.."
Barni
Reply| 01 Jan 2014 04:39:25
ngebahas Islamnya setengah setengah, comot-comot yang bisa di negatifin.. dasar kafir-kafir..
kerjaannya... heh kristen tuh dijamin bakal musnah. makin berkembang makin kecil lihat Inggris dan negara eropa lainnya, Islam udah menjamur!
TrustMan
Reply| 15 Nov 2013 19:05:03
Kalo mau belajar cepat tentang agama, gampang aja. 1. Buka situs pembela agama A ,B , C .
2. Cari postingan yang ekstrim yang menyerang agama lain . Apa yang terbaik dari agama itu, catat dan camkan, catat juga apa yang terjelek dari agama lain. 3. Ulangi pada situs pembela agama lain, lakukan pencatatan kebaikan dan kejelekannya. 4. Buat perbandingannya .
5. Takar dengan prinsip dasar a. Keadilan , b. Kebenaran , c. Kekudusan , d. Kemampuan Allah dan otoritas utusan / nabi NYA , e. Kesaksian nyata yang ada saksi mata, f. Pertimbangkan dengan menggunakan logika sederhana. g. Ambil putusan pilih yang tidak ribet dan menjanjikan banyak kemudahan.
pendekar nganang ngeneng...
Reply| 10 Jul 2013 17:47:05
sungguh aneh liat agama dari arab (khususnya Yahudi, Kristen,Islam)... apa emang agama arab demen pada saling olok-memperolok..

kulit, darah, tulang indonesia aja... lagunya dah kayak dari arab ato eropa/barat...

dah kayak nggak punya jati diri bangsa aja...
KlaimMuslim
Reply| 16 Feb 2013 17:03:21
Saya salut atas tulisan kwalita riset dari Ibu Khadijah kepada sdr Akiat.
Saya percaya ada Banyak akiat-akiat yang akan mendapat pencerahan.
Mimie
Reply| 16 Feb 2013 13:36:52
Terima kasih Ibu Khadijah ,sungguh mencerahkan.Aku juga ingin share pengalaman aku akhirnya bertemu sama Tuhan Sejati.
Aku suku sunda ,sejak kanak2 sudah mengecap pendidikan mulai dari madrasyah sampai aliyah.Sholat,ngaji itu udah kewajiban se-hari2nya. Tiap tahun cuma puasa dan lebaran aja yg merasa ada semangat,maunya cepat2 puasa dan lebaran,pulang kampung silahturami sama keluarga, dapat thr ,shoping terutama fashion muslimah,biar kelihatan toplah.Solehaa gitu.....siapa tau dapat jodoh anak pejabat.
Suatu waktu puasa hampir berdekatan bulan 12, aku kemall ingin belanja ,pasti bajulah.
Dipintu masuk ada pohon yg dihias dgn lampu berkedip2 ,kartu ,boneka dsbnya yg cukup menarik perhatianku.Tapi tiba2 teringat,oh itu pertanda perayaan kafir,haram aku ingat.Selesai belanja aku pulang,aduh kenapa dalam perjalanan ingat terus keindahan pohon itu.Ya aoloh,ya rabi taubat.Malamnya aku baru membuka belanjaan ,astaf.......lah,ada sepotong kartu bergambar berhala kafir,dibawahnya tertulis,Datanglah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberikan kelegaan padamu. Buru2 aku sobek ,buang dan utk membuang kenajisan aku rela tanganku digosok dgn lumpur got kotor bin bau.Malamnya aku mau baca quran,tapi tak berani menyentuhnya,dongkol plus seballah hingga suatu waktu aku mulai berfikir,jikalau allah sungguh maha pengasih dan maha pengampun kenapa harus perlu takut?Saat aku masuk akademi,dimana aku mulai bergaul sama siswa dari golongan lain,awalnya merasa iri,melihat keakraban mereka.Yg Kristen,Budha ,Konghucu bisa berbaur,kenapa islam begitu egois,seperti diriku?Najis ,kafir.......itulah yg saya dapatkan selama pendidikan diislam.Beban2 inilah mengingatkan ku akan kata2 dikartu yg kusobek dulu,sungguhkan demikian yg menjadikan teman2 yg beragama Kristen itu kelihatan ceria?Singkat cerita akhirnya aku benar2 merasa hidup ini sungguhlah menyenangkan,dapat menerima,memaafkan ,terutama membagi kasih kepada siapapun tanpa memandang suku dan golongan.Pengalamanku tak beda dgn pengalaman murtadin lain,yaitu gunakan akal dan logika yg Tuhan berikan.
Bagaiman kontradiksi islam, ada diquran,bila aku ingin menulisnya,tak akan berakhir,terutama sebagai wanita,yg direndahkan.Tulisan Ibu Khadija kiranya cukup mewakili pandanganku terhadap kebenaran islam.
sungguh Tuhan itu baik,menyediakan segalanya buatku,untung tak jadi sama anak pejabat yg berakhir 4 hari,jujur teman2ku yg masih muslimah iri melihat suamiku yg sederhana.Suamiku berkata,Aku mengasihimu karena kasih Tuhan Yesus Kristus.
Sungguh indah.....kasih yg kekal.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top