Mualaf Akiat: Menemukan Tuhan Yang Sejati Lewat Enam Ciri-Ciri Pokoknya (Bagian 2)

Oleh: A. Khadijah

“Ibu Khadijah, Izinkan saya sharing tentang perasaan saya saat ini yang sedikit galau. Saya mualaf baru karena sesuatu hal. Sudah belajar rukun-rukun ibadah dan baca Quran. Tapi hati masih belum mantap, karena Ustadz kok kurang tuntas menjelaskan sejumlah pertanyaan yang saya ajukan dari sudut pandang lain (agamaku dulu). Beliau banyak salah-salahkan agama selain Islam, dan kurang menjelaskan bukti kebenaran dan kemuliaan Islam yang saya sedang dalami. Saya lihat Ibu bicara to the point di website.

Dengan fakta-fakta yang rasional dan referensi.

Nah, pertanyaan saya adalah sangat sederhana:

“Bisakah saya dikasi tahu, bagaimana cara Ibu melihat suatu AGAMA ITU BENAR ATAU SALAH? KHUSUSNYA ISLAM?” Sebelumnya, banyak terima kasih saya kepada Ibu.

Jakarta, 20 Jan 2013 14:54:43

 

Hormat dan salam.

Akiat.

 

………

Saudara  AKIAT,

Saya Khadijah, senang dapat info terus terang tentang kegalauan batinmu. Artinya hati nuranimu masih murni. Roh Tuhan menaruh kegelisahan dibatinmu untuk haus mencari diriNya Yang Benar.

Baiklah kita padatkan disini, tapi meng-cover inti pencaharianmu. Memang banyak orang salah cara mencarinya, lalu tersesat kepada setan, bukan Tuhan. Karena apa?

Ya, ketika menapak mencari Tuhan, anda ibarat mau mencari tahu mengenai sebuah Hutan yang masih ASING bagi anda.

Anda lalu masuk ke dalam hutan tersebut untuk memeriksa apa isinya. Lalu Anda kaget dengan pelbagai ragamnya dari lumut, semak hingga pohon raksasa, komponen dan keunikan tampang, warna, tekstur dll, dll. tak habis-habisnya. Anda akan kelelahan dan kusut, bisa tersandung keakar-akar,  terpeleset kelumut, terperosok kejurang, bahkan dipagut ular dan seterusnya. 

ITU SEMUA ADALAH LANGKAH AWAL YANG SALAH! Anda akan mudah tersesat dan disesatkan didalam bahaya. Ingat setan dan jin ada dibalik setiap pohon dan semak belukar dan siap untuk mencelakakan Anda.

Mengenal hutan yang sejati dan benar harus dimulai dari MELIHAT POSTUR BUKIT HUTAN ITU SENDIRI. Mulai dari memeriksa keberadaan bukitnya, apakah itu hutan betulan atau fatamorgana? Semuanya hijau pepohonan yang hidup dan segar melambai?

Analogi dengan memeriksa postur “hutan ketuhanan” ini, yaitu agar anda mencari tahu dulu siapa diri Tuhan yang sejati dan benar, lengkap dengan ciri dan fakta  jatidiriNya, bukan sloganNya! Beberapa kriteria yang pokok dan mudah dichek akan kita sebutkan dibawah ini:

 

CIRI TUHAN SEJATI-3: APAKAH TUHANKU PUNYA NAMA PRIBADI, YANG DIA PERKENALKAN SENDIRI KEPADA UMATNYA?

Tak ada manusia yang bisa tahu siapa dan apa nama Tuhan, bilamana bukan Dia sendiri yang memperkenalkannya lewat WAHYU. Jikalau Ia bisu, maka nama yang muncul untuk diriNya hanyalah nama palsu yang diperkenalkan oleh “pihak lain” dengan mengatas-namakan diri Tuhan.

Kata “Allah” memang disebutkan 2697 kali dalam Quran, tetapi tak satupun dari ayatnya yang berkata: “Aku adalah Allah” yang ditujukan kepada Muhammad dan kaum Arabnya. Awas, yang ada hanyalah sontekan dari kitab Taurat Musa dimana Tuhan Elohim memaklumatkan nama-diriNya: Aku adalah YAHWEH, tetapi lalu diselewengkan dalam Quran menjadi: “Aku adalah ALLAH” (Qs.28:30 dll). Padahal Alkitab dalam bahasa aslinya (dari mulut Tuhan maupun para nabi) tak pernah mengenal dan mengucapkan nama ALLAH, melainkan hanya YAHWEH.

“YAHWEH telah memperkenalkan diriNya” (Mazmur 9:17). “Aku adalah Aku…YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub… itulah nama-Ku untuk selama-lamanya…” (Kel.3:14-15).

“Supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama YAHWEH, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi” (Mazmur 83:19).

Nama pribadi YAHWEH yang sakral ini muncul sampai 6823 kali diseluruh Alkitab. Tak ada satupun  nama ALLAH didalamnya (dalam bahasa asli Ibrani).

Sebaliknya, Allah hanyalah nama allah-pagan yang terpaksa diadopsi oleh Muhammad setelah pada awal kenabiannya dia ragu memanggil Tuhannya dengan nama tersebut. Muhammad sangat tahu bahwa ‘Allah’ itu adalah sebutan allah-pagan yang disembah oleh orang tuanya, serta kakek dan pamannya semua.

Hadis Muslim menyatakan bahwa beliau sampai menangisi arwah ibunya yang Allah nyatakan masuk neraka karena paganis (Shahih Muslim 4: 2130). Demikian pula ayahnya (Shahih Muslim 1:398) yang walau telah menyembah sosok yang bernama ALLAH, dan mengabadikan dirinya dengan nama Abdullah (Abdi Allah), namun tidak sampai juga ke surga!

DR. Quraish Shihab menjelaskan, “Al-Quran tidak menggunakan satu kata (pun) yang mungkin dapat menimbulkan kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak disalahpahami. Kata “Allah”, misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam”. Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas”.

(Dr. M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bab tentang Selamat Natal Menurut Al-Qur’an).

Dan benarlah, Quran dan Muhammad  hanya memilih nama RABB atau AR-RAHMAN pada Surat-surat awalnya. Baru kemudian – entah kapan – nama ALLAH itu diam-diam dimasukkan ke dalam Quran tanpa diperkenalkan oleh Allah!

Rabb diucapkan sampai 978 x, dan Ar-Rahmân 376 x. Nama “Allah” semulatidak muncul di Quran pada 30 surat/ unit wahyu yang paling awal (mis. a.l. Surat 54, 55, 56, 68, 74 (5 ayat/ unit wahyu pertama) 75, 78, 83, 89, 90, 92, 93, 94, 95, 96 (5 ayat pertama yang diturunkan, lalu terhenti), 97, 99, 100, 101, 102, 103, 105, 106, 107, 108, 109, 111, 113, 114), karena Muhammad dalam keraguan besar bagaimana harus mengenakan nama “ilah pagan” ini kepada Tuhan Semesta Alam!

Ini berlainan dengan Tuhan Elohim yang berdialog langsung dengan para NabiNya, hadir dan eksis dalam sepanjang sejarah kenabian Israel. Memperkenalkan nama dan jatidiriNya secara berotoritas. Memperagakan kuasa mujizat-Nya dan membuktikan nubuat-Nya yang disaksikan oleh para saksi mata. Elohim bermanifest dalam bentuk api, (Qs. 20:10-12, Keluaran 3:2-6) atau tiang awan dan tiang api yang menuntun umatNya dipadang gurun selama 40 tahun bersama Musa. Muslim bahkan tidak sadar, bahwa Hagar, ibunya Ismael, telah menyaksikan Tuhan-nya yang disebut dengan nama “Yahweh” oleh malaikat Yahweh sendiri:

“Selanjutnya kata Malaikat YAHWEH itu kepadanya (Hagar): "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab YAHWEH telah mendengar tentang penindasan atasmu itu…”.  Kemudian Hagar menamakan YAHWEH yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" (Kejadian 16:11,13)

Tuhan malahan mencatatkan namaNya dalam hukum pertamaNya kedalam luh-luh batu "10-HUKUM TUHAN": "I AM YAHWEH, YOUR GOD, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Keluaran 20:1). Alangkah absahnya nama Yahweh!

Nama YAHWEH ini adalah satu-satunya nama pribadi Tuhan yang Dia sendiri perkenalkan kepada umatNya. Ini telah disebutNya hampir 7000 x di Alkitab, dan tidak sekalipun menyebutkan namaNya sebagai ALLAH! Tapi dalam keterbatasan dan kebingungannya, Muhammad akhirnya terpaksa berkompromi dengan kondisi keagamaan masyarakat Mekah dan memilih nama ‘Allah’ sebagai Rabb-nya. Pemilihan ini tak ada hubungannya dengan wahyu, sebab wahyu-perkenalan nama Allah memang tak kunjung diterima Muhammad dari Tuhannya! Bahkan bukankah Muhammad sempat pula berkompromi dengan “ayat-ayat setan” yang terjadi karena sifat kompromi dan opportunistik dirinya, sehingga mengakui ketiga dewi pagan, Allat, Uzza dan Manat? (Ibn Ishaq, Sirat, pp.165-166) . Demikianlah juga bahwa pengadopsian nama Allah terpaksa diberlakukan oleh Muhammad bukan karena pendalilan  kebenaran dan wahyu, melainkan alasan pragmatisme yang opportunistik agar bisa diterima kaum pagan Arab yang sedari dulu telah menyebut nama ilahnya begitu!

Muhammad sangat tahu Allahnya unik dan tidak ada yang serupa denganNya (Qs.112). Semua sifat-sifat Allahnya pasti juga unik, tak ada yang menyamainya termasuk nama diriNya. Keunikan ini diketahui baik oleh setiap orang, Muslim dan non-Muslim. Tak ada hal yang baru disini. Namun … ternyata… nama “ Allah” itu samasekali tidak unik, tidak mulia, dan bahkan pasaran!! Pasaran karena itu adalah nama al-Ilah (Ilah Itu, The God), panggilan Allah orang-orang pagan sejak dulu di Arabia. Maka jelaslah dan tidak heran bahwa Muhammad meng-injeksikan nama itu diam-diam masuk kedalam Quran tanpa diperkenalkan (sambil mencatut nama Musa pula!). Akibatnya, hingga kinipun tidak ada seorang Muslim yang tahu ayat mana persisnya nama “Allah” itu muncul pertama kalinya dari mulut Allah dalam Quran! Ya, itulah man-made name in man-made word

 

CIRI TUHAN SEJATI-4: APAKAH TUHANKU MAHAKASIH? YANG BERKORBAN BAGI YANG DIKASIHINYA?

 

Semua orang percaya bahwa semua agama dunia memang mengajarkan kasih sayang, dan Tuhannya mengasihi dan menyayangi umat manusia yang diciptakan-Nya. Bila tidak demikian, maka apa gunanya segala kehebatan Tuhan bagi Anda dan saya sebagai umatNya? Percumalah Ia yang hebat dan mahakuasa sendirian yang tidak berkaitan dengan kepentingan Anda dan saya. Apa urusan saya dengan Dia yang hebat padahal Ia tidak menghunjuk dan merelasikan diriNya kepada saya dalam tali kasihNya. Persetan Tuhan yang demikian!

Namun Quran menyebut sampai 114 kali bahwa Allahnya maha pengasih lagi maha penyayang. Dan Alkitab mengatakan Elohim itu KASIH adanya, dan ada ribuan ayat tentang kasihNya. Tetapi tidak banyak orang yang tahu akan perbedaan besar diantara keduanya, lalu cenderung menyama-ratakannya secara keliru.

Kasih Tuhan Elohim versus Kasih Allah SWT KasihNya Elohim adalah hakekat diriNya sendiri, seluruh domain diriNya adalah kasih. Sementara kasih Allah Islam yang tidak diketahui DzatNya  adalah apa yang dilakukan Allahnya! Yang satu merupakan essensi-intrinsik diriNya yang kasih dalam “obsesi” merelasikan diriNya terhadap yang dikasihi, sementara kasih  Allah SWT merujuk kepada aktifitasNya yang mengasihi obyek-obyekNya!

Itu sebabnya Kasih Tuhan Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat (unconditional love), sementara kasih Allah lain adalah mengasihi (loving) --atau lebih tepat, mengasihani--manusia dalam syarat-syaratNya.

Itu sebabnya kasih Tuhan Elohim diistilahkan sebagai “kasih walaupun”. Ia tetap mengasihi Anda walaupun Anda jahat dan berdosa. Sedangkan kasih Allah yang lain diistilahkan sebagai “kasih jikalau”: Allah hanya mengasihi mereka jikalau mereka baik-baik, soleh, Muslim, sholat 5 waktu dst.

Tetapi Alkitab berkata: Tidak ada seorangpun yang baik, semuanya telah berdosa dihadapan Tuhan, dan menjadi hamba dosa (Lukas 18:19; Roma 5:12; 6:16,17 Mazmur 58:4; Ayub 15:14, Yesaya 48:8, dsb). Maka Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Matius 9:13).

Yesus tidak melaknati musuh-musuh-Nya, tetapi mengajarkan hukum yang paling utama yaitu hukum kasih dalam relasi paling luhur tiada tanding: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu”.

 

Dan sungguh tidak bisa dicernakan bahwa hukum kasih yang terbesar dan termulia dalam Taurat dan Injil ini (Ulangan 6:5 dan Matius 22:37-40) terkosong dari Quran!

Sebaliknya, sekalipun Allah SWT dislogankan sebagai Mahakasih, namun nyata bahwa Ia tidak mempunyai kapasitas ilahi yang satu ini. Ia hanya mengasihi orang-orang yang takut akan Dia. Tertulis 24 kali dalam Quran bahwa Allah tidak mengasihi orang-orang berdosa (padahal semua orang adalah berdosa).  Allah tidak mengasihi para kafir, musyirik, Yahudi dan Nasrani. Mereka-mereka ini justru diharuskan Allah untuk disingkiri/dimusuhi/dikerasi/diteror/ dilaknati /diperangi/ ditawan/ dipancung/ dibunuh [QS.4:76, 89, 91, 144; 2:190-3; 5:51; 8:12,39,60, 67, 73; 9:5, 14, 29, 30; 22:19-22; 33:61; 47:4; 66:9; 98:6 dll].

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu… Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan (terror) ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya...” (QS.8:12, 13).

Allah tidak pernah berkata kepada Muhammad: “Aku mengasihi engkau dan mengampuni engkau”. Sebaliknya Ia menegaskan berulang-ulang bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki” (QS.14:4; 16:93; 13:27) yang tentu termasuk Muhammad juga. Dan benar, Allah bukan hanya memberi petunjuk dan menyesatkan orang, tetapi bahkan telah pernah menyesatkan (membiarkan sesat) Muhammad dengan “ayat-ayat-setan” (lihat Ibn Ishaq, Sirat, pp.165-166. Juga QS.22:52).

Lebih jauh, simak pula Al-Araf (7:16,17) dimana Setan bertekad menyesatkan manusia, sementara Allah (yang juga menyesatkan siapa yang Dia kehendaki) akan memenuhi neraka dengan mereka yang telah disesatkan oleh Setan! Dan ini dinyatakan Allah dalam ayat berikutnya (QS.7:18)! Di sini kita melihat ada kerjasama yang kuat antara Setan dan Allah, dimana Iblis akan menyesatkan dan Allah akan memenuhi neraka dengan mereka yang telah disesatkan. Ini tentu sangat menggelisahkan setiap Muslim, sebab baik setan maupun Allah telah sama-sama menyesatkan mereka! Suatu pernyataan yang sungguh membuyarkan pengharapan akan jaminan kasih Allah. Semuanya menjadi tidak menentu, karena tak ada Muslim yang tahu bagaimana relasi diri mereka terhadap Allahnya.

 

RITUAL AGAMA VS. RELASI DALAM IMAN Disinilah, tidak banyak Muslim yang paham bahwa kristianitas menempatkan “relasi” dan bukan “aturan-aturan agama” sebagai bagian dari ibadah yang paling utama. Kristianitas meyakini bahwa hubungan pribadinya dengan Elohim didalam roh adalah segalanya, melebihi filosofi, ritual dan aktifitas keagamaan apapun. Maka penyembahan orang-orang Kristen kepada Elohimnya bukan didasarkan pada persiapan dan pergerakan fisik (seperti tata cara shalat dll), melainkan persiapan batin dan roh untuk masuk dalam hadirat Tuhan dan berelasi intim denganNya.  Yesus berkata: Elohim itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:24). Bukankah aspek kehidupan kita yang paling pokok adalah juga relasi kita dengan orang-tua kita, teman-teman calon pasangan kita, suami, isteri, anak-anak dst? Tanpa relasi, kita hanya menemukan kehidupan dan dunia yang hampa dan sia-sia, sekalipun luarnya tampak gemerlap.

Roh jahat tidak ingin adanya hubungan-kasih dan relasi rohaniah ini. Namun sejak kejatuhan Adam, Elohim telah merancang pemulihan relasi istimewa ini dengan meng-inkarnasikan FirmanNya (Kalimat Allah) kedalam dunia menjadi manusia Yesus,  agar Ia bisa be-relasi dan berfirman-final dengan manusia tanpa usah nabi-nabi perantara (Ibrani 1:1-3). Ia berulang-ulang menyerukan relasi langsung: “Ikutlah Aku!”  Ia tidak berkata: “Ikutlah agama Musa”, atau “Ikutlah agama Abraham”, atau bahkan “Ikutlah agama-Ku”. Yesus tidak memanggil orang-orang untuk mengikuti sebuah agama, atau sekumpulan kaidah, ibadat atau upacarawi keagamaan yang jelas bukan merupakan sumber dan pusat penyelamatan. Ia mengundang Anda dan saya untuk datang langsung kepada DiriNya, berelasi dengan PribadiNya yang mengasihi dan yang merupakan sumber hidup dan keselamatan yang pasti!

  • Kepada masing-masing Matius dan Filipus, Yesus berkata: “Ikutlah Aku!” (Mat.9:9, Yoh.1:43).
  • Kepada Petrus dan Andreas, Ia berkata: “Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”. (Mat 4:19).
  • Kepada salah satu pengikutNya, Ia berkata; “Ikutlah Aku dan biarlah orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” (Mat.8:22).

Itu adalah “agama” nya para-pengikut Yesus, yang masuk dalam relasi tali kasih dengan Tuhannya. Kepada Anda dan saya Yesus telah membuka undanganNya: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:28).

 

KASIH TUHAN HARUS DIBUKTIKAN, BUKAN DISLOGANKAN

Banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha-penyayang, tetapi tidak memberi bukti apa-apa. Orang hanya sering menunjuk kehadiran embun-hujan-udara-sinar matahari dll sebagai bukti kasih Tuhan kepada mahlukNya. BUKAN! Itu samasekali bukan ujudnya MAHAKASIH, melainkan ujud tanggung jawab seorang Khalik yang baik terhadap mahluk yang diciptakanNya demi mendukung kelangsungan hidup mereka. Bukti kasih, apalagi Maha Kasih, hanyalah satu, yaitu berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya. Nah! Klaim Mahakasih terus dislogankan, tetapi bentuk dan jenis korban macam apakah yang telah diperlihatkan oleh Allah SWT kepada Muhammad dan kawan-kawannya? 

Tidak ada agama dunia yang dapat memperlihatkan Tuhannya berkorban bagi umatnya, kecuali Yesus seorang. Yesus bukan hanya mengajar dan menslogankan kasih, tetapi Dia sendiri melakukannya sambil memberi contoh dan pembuktian sepanjang hidupNya. Setiap hari – selama 1000-an hariNya didunia pelayanan-- Yesus “blusukan” berjalan kaki kemana-mana di seluruh Israel untuk melayani dan memulihkan orang-orang yang tertimpa malang, sakit penyakit, sakit hati, kecewa, ketakutan, kelaparan, kematian, kerasukan setan dst. Itu adalah sudah korban yang nyata dan besar sekali bagi orang-orang yang dikasihiNya, yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun.

 

Namun bagi Yeus itu belum cukup dan bukan yang terbesar. Korban terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah nyawa si pengorban itu sendiri, seperti yang dikatakanNya: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13 ).

Dan Yesus memang benar-benar mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi “menebus kematian kekal” kita, akibat dari dosa-dosa kita; karena upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Dan itu dilakukanNya ketika kita masih hidup dalam gelimang keberdosaan, bukan sedang suci-sucinya (Roma 5:8).

 

Pengorbanan Yesus diatas kayu salib telah menjadi IKON yang paling mulia dan faktuil atas kasih Elohim. Yesus telah bernubuat atasnya dengan pelbagai istilah:

“Anak Manusia (Yesus) datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” …

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”.

Nabi Yohanes (Yahya) juga telah bersaksi senada: “Lihatlah Anak Domba Elohim, yang menghapus dosa dunia… Ia inilah Anak Elohim” (Yohanes 1:29, 34).

“Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Menjelang kepergianNya, Yesus mengucapkan kata-kata perpisahan kepada murid-muridNya, mendamaikan hati mereka yang galau, sekaligus memeteraikan  jaminan kasihNya: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Elohim, percayalah juga kepadaKu. Dirumah BapaKu (disorga) banyak rumah tinggal ...

Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi kesitu dan telah  menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ketempatKu, supaya ditempat dimana Aku berada, kamupun berada.” (Yoh. 14: 1-3).

KASIH SIAPA SEBESAR KASIHNYA?

 


10 comments Add a Comment
gunung
Reply| 25 Dec 2014 13:29:41
masah tuhan dikandung 9 bulan , disunat umur 8 hari , netek makan dan minum dicebokin. dari kecil sampai umru 30 th kerjaannya apa latanya tuhan pencipta alam semesta. malah waktu dislib masih bilang eli2 lama sabahtani. tuhan mana yg dipanggil katanya dia tuhan tuhan kok kalah sama kaisar romawi.
aweng
Reply| 05 Feb 2014 11:47:03
aswrwb. saudara ku dari nasrani, hanya satu pesan ku pada kalian, hujatlah Islam itu sepuas hati saudara, karena banyak penghujat justeru berbalik masuk agama Islam agama yang diridhoi di sisi nya, ya allah perbaikilah keadaan ummat nabi Muhammad saw.
Si momad69Aisha
Reply| 15 Jan 2014 14:07:53
Silahkan baca Kesaksian Hamran Ambrie, seorang mantan muslim, yang terinspirasi dari ayat-ayat al-quran, salah satu diantaranya:
ayat Qs. Al Maidah 68, yang berbunyi: “Qul ya ahlal kitabi lastum’ala sya-in hatta tuqiemut taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.” artinya: “Katakanlah! hai Ahli Kitab. Kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada Tuhanmu”.
http://www.yesusjiwaku.com/kesaksian-hamran-amrie

Silahkan juga tonton:
Dini,Muslim Girl convert to Christianity,Indonesia
http://www.youtube.com/watch?v=Dn0HJre0A2Q
islamquranhadist
Reply| 14 Jan 2014 20:59:35
ationg on January 14, 2014 at 7:00 am said:

Allah tidak pernah menyesatkan manusia tapi tu semua adalah bisikan setan
-------------------------------------------

Maksudmu ALLOW SWT itu SETAN?
Ngawur kamu!!!!!
ALLOW SWT itu RAJA SETAN, dia menundukkan setan setan dan menjadi pimpinan setan.
Dia mengirimkan setan setan untuk menyesatkan, karena dia RAJA SETAN
Dia bekerja sama dengan IBLIS dan berbagi tugas untuk menyesatkan, karena dia itu RAJA IBLIS
Jangan disamain dong kelas ALLOW SWT dengan setan.... ALLOW SWT ITU SANG PENYESAT, PENIPU ULUNG, RAJA SETAN, KHAIRUL MAKARIN.

Setan setan itu cuma suruhan allow swt, setan cuma penipu, cuma penyesat, ngga pake kata sang, ulung atau maha... karena itu semua gelar ALLOW SWT si raja setan!!!!!!

Belajar lagi dan baca al quran yang jelas, rinci dan tidak ada keraguan di dalamnya bahwa ALLOW SWT adalah RAJA SETAN

Allow swt Penyesat
Sendiri
QS 04 : 143
QS 04 : 88
QS 05 : 41
QS 06 : 39
QS 07 : 178
QS 13 : 27
QS 14 : 4
QS 16 : 93
QS 18 : 17
QS 30 : 29
QS 35 : 8
QS 39 : 23
QS 39 : 36
QS 40: 74
QS 40 : 34
QS 42 : 44
QS 42 :46
QS 45 : 23
QS 47 : 1
QS 74 : 31
Berbagi tugas dengan setan setan
QS 04 : 118
QS 15 : 39.
QS 38 : 82
Mengutus setan setan
QS 19 : 83.
QS 43 : 36
Pemimpin setan setan
QS 21 : 82

Allow swt PENIPU ULUNG Huwallahu khoirul maaqirin
QS 3 : 54
QS 8 : 30
QS 4 : 142
QS 10 : 21
QS 27 : 50
QS 43 : 79
QS 86 : 16

Allow pembohong
QS 42 : 51
QS 2 : 259

Allow sejajar dengan manusia
QS 2 : 279

Allow Pembuat kacau
QS 6 : 123

Alow sadis
QS 9 : 5
QS 8 : 12
QS 4 : 89
ationg
Reply| 14 Jan 2014 15:00:29
Allah tidak pernah menyesatkan manusia tapi tu semua adalah bisikan setan,dan Allah tidak perlu mengorbankn apapun tuk umatnya,karena hanya Allah la tuhan satu-satu nya dan semua yang terjadi atas kehendaknya,
Jika ada tuhan yang mengatakan mengorbankan hidupnya untuk menebus dosa-dosa umatnya,maka pendosa akan semakin melimpah di dunia!!!
David
Reply| 13 Dec 2013 18:50:58
hhhh .. tak henti-hentinya menyesatkan orang lain. Padahal dengan menyesatkan orang lain, dosa orang yang disesatkan menjadi dosanya orang-orang yang menyesatkan.
Silahkan sesatkan orang-orang Islam dan Kristen yang bodoh, karena orang Kristen yang pandai pasti beralih ke Islam. Gak percaya googling aja youtobe nama-nama tersebut.,: Pendeta Yusuf Estes; Pendeta Idris Tawfiq; Dr. Laurence Brown; Prof. Ingrid Mattson; Prof. Dr. Jeffrey Lang; Suhaib Webb; Arnoud Van Doorn; Prof. Sue Watson, Yusha Evans; Brother Eddie (The Deen Show); Lauren Booth; Pendeta Dr. Jerald Dirks; Abdul Rahem Green; dan masih banyak lagi. Dan dengarkan apa kata mereka tentang alkitab buatan Paulus. Untuk lebih mudahnya silahkan copas situs di bawah ini.
http://www.youtube.com/watch?v=sxmU2FyusTM (Yusuf Estes Convert Islam)
http://www.youtube.com/watch?v=9s2jdoIxqnI (Dr. Laurence Brown Convert Islam)
http://www.youtube.com/watch?v=W46OyuL6pN4 (Abdul Rahem Green Convert Islam)
http://www.youtube.com/watch?v=LXzPV2G5PFg (Dr. Laurence Brown Convert Islam)
nendi
Reply| 05 Apr 2013 02:43:00
Karena kasih karunia kita diselamatkan itu bukan karena usaha atau upah..jadi janganlah ada yang menyombongkan diri...kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri...
Tugas kita yang sudah lebih dahulu ditangkap Yesus..untuk melayani mereka yang belum percaya...mereka adalah bagian dari orang-orang yang dicari juga yang ditebus Tuhan Yesus..seperti kita semua yang sekarang sudah dalam Yesus....
komengomeng
Reply| 20 Feb 2013 10:40:27
yang namanya kebenaran yang hakiki dan kebenaran yang beraala dari sumber kebenaran yang Benar dan Agung akan bertahan selamanya dan akan muncul dan tidak dapat dibinasakan dan mengalahkansegala kebohong dan kepalsuan. Tuhan Allah, Yesus Kristus adalah sumber dari segala kebenaran.

PUJILAH TUHAN ALLAH. Yesus Kristus Yang Maha Tinggi
sandy
Reply| 17 Feb 2013 22:36:04
sangat sulit bagi para muslim untuk mempercyai artikel semacam ini !
pertama" pasti mereka akan mengajukan pertanyaan kepada para ulama atau ustad mereka.

Ulama or Ustadz itu penyesat dan pembohong, coba carilah kebenaran itu sendiri !
RE-TUKANG
Reply| 17 Feb 2013 17:25:38
Wah, habislah khasanah Muslim utk menyanggah artikel ilmiah ini!
Tapi bukan itu tujuan dari artikel ini, melainkan untuk direnungkan secara mendalam dan mencari hidayah KEPADA TUHAN YANG HIDUP DAN YANG MENGASIHI!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top