Mualaf Akiat: Menemukan Tuhan Sejati Lewat Enam Ciri Ciri Pokoknya (Bagian 3)

“Ciri Tuhan sejati kelima adalah: Apakah Tuhanku Berdusta?, dan ciri ke enam adalah, Apakah Tuhanku pernah eksis?, “jawab Khadijah kepada Akiat

CIRI TUHAN SEJATI-5: APAKAH TUHANKU BERDUSTA?

Ini kriteria yang sangat penting! Kenapa? Karena diwilayah “dusta” inilah terjadi segala manipulasi dan penyesatan kebenaran sebagaimana yang telah terjadi terus hingga sekarang ini. Dosa pertama didunia dilahirkan oleh dusta, dan demikian seterusnya: dusta, dusta, dusta! Panglima wilayah ini adalah Setan. Oleh Yesus, dia disebut sebagai “bapa segala dusta” (Yohanes 8:44). Dan dusta yang dapat menjadi terbesar ujudnya ialah jikalau si pendusta itu mengklaim dirinya sebagai TUHAN. Nah, kini kepada kita telah diberikan clue untuk wanti-wanti melihat siapa yang merepresentasikan “bapa segala dusta”. Ata kunci untuk itu adalah: UJILAH DIA! Untunglah tuhan-palsu tidak pernah tahan uji, karena begitu banyak aspek yang telah diputar-balikkannya sehingga meninggalkan banyak jejak kepalsuannya yang bisa dilacak.

PENGAKUAN YANG PALING MENGAGETKAN Muslim tahu bahwa Allah itu Maha Suci dan Maha Benar, jadi mustahil Ia berdusta.TetapiMuslim sungguh kaget dan gelisah membaca ayat Surat 3:54 (dan terulang di Surat 8:30) dimana Allah-nya sendiri yang berkata dalam keasliannya sbb,

(Allah berkata) "Mereka menipu, dan Allah menipu (mereka itu). Dan Allah penipu licik yang paling supreme (terbesar)". Bahasa aslinya ‘Kairul Makiriin’.

Maka Depag serta merta mempermanis terjemahan ayat ini jauh dari arti literalnya menjadi: “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.

Ini dilakukan agar Allah tidak tampak berdusta melainkan membalas si jahat yang berdusta dengan dusta. Ini saja sudah memperlihatkan sebuah dusta telanjang karena kepada ayatnya telah dikenakan penambahan kata dan penggeseran makna aslinya.  Tak ada kata "pembalas" dalam ayat aslinya. Dan tak ada pula kata asli "sebaik-baiknya" disana. Sekalipun sudah dipermanis, mereka malah menyesatkan diri bahwa Tuhan tidak bisa memberlakukan hukum qisas (balasan yang setimpal) yang negatif bagi diriNya yang Maha Mulia. Tipu tidak akan dibalas Tuhan dengan penipuanNya, sama seperti zinah tidak akan dibalas dengan penzinahan diriNya. Tuhan mempunyai kuasa dan sejuta cara yang agung untuk menghukum sipendusta ketimbang ikut-ikut terperosok menjadi pendusta.

Dusta ternyata terus berlanjut ketika para Ulama menyusun 99 Nama-nama Allah (Asmaul Husna) dan sengaja mengosongkan dengan diam-diam nama “Khairul Makiriin” yang jelas-jelas Allah mensifati diriNya seperti itu! Bahkan bukankah nama tersebut justru sudah dituding secara terbuka oleh Yesus sendiri dengan istilah/makna yang sama: “BAPA SEGALA DUSTA”? (Yoh.8:44).

Tetapi usaha menutup-nutup dusta ini menjadi tak terbela, ketika Alllah sendiri yang menegaskan bahwa DIALAH yang sungguh menipu MUHAMMAD lewat mimpinya menjelang perang Badar! (3:13, 123 dll). Disitu Allah memberinya sebuah mimpi-dusta dimana jumlah tentara musuh (yang 3X lebih besar dari pejuang Muslim) diperlihatkan seolah hanya berjumlah kecil saja, agar Muhammad tidak  jatuh moral dan ketakutan menghadapi musuhnya dimedan perang! Padahal Allah yang Maha Kuasa dan Benar tidak perlu melakukan tipu-menipu sekerdil ini. Bila Dia mau memenangkan bagi nabiNya peperangan Badar itu (atau apapun lainnya), Dia cukup berkata “KUN”, dan terjadilah!

TETAPI KINI, tipu telah terlanjur bergulir dalam sistim Islam sehingga Muhammad pun turut menabuh genderangnya dengan berseru: “Perang adalah tipu-daya” (Shahih Bukhari 4, no.267-269). Jadi, bilamana Muhammad sampai menipu dan ditipu oleh karena Allah, maka Muslim mana lagi yang tidak akan tertipu? Atau Muslim mana lagi yang bisa menafikan Allah sebagai KHAIRUL MAKIRIIN, BAPA SEGALA DUSTA?

Awas! Dmanapun, Allah SWT tidak pernah berkata: “Aku tak pernah berdusta”, Mustahil Aku berdusta”, atau “Aku benci dusta”. Tetapi Alkitab telah senantiasa berkata tanpa dusta: “Elohim yang tidak berdusta” (Titus 1:2) “Elohim tidak mungkin berdusta” (Ibrani 6:18). “TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu” (Mazmur 5:7).

Orang menipu karena tidak ada sumber daya lain lagi. Ia terbatas kuasanya dan mengesampingkan moral. Tuhan yang menipu hanyalah tuhan-tuhanan yang terbatas dan tidak bermoral. Ia adalah Iblis, bapa segala dusta!

 

CIRI TUHAN SEJATI-6: APAKAH TUHANKU PERNAH EKSIS?

Sebetulnya, kalau sudah terbukti sebegitu jauh bahwa Allah SWT itu bisu dan tak berkuasa adikodrati, maka sudah-lah cukup bukti bahwa itulah allah yang bukan Tuhan, by definition! Apalagi kini diperlihatkan bahwa Ia tak punya nama orisinil/ nama pribadi sehingga tidak pernah memperkenalkan namaNya sendiri. Ditambah lagi kosong dari sifat Mahakasih yang dislogankanNya... dan Pendusta lagi!

Tapi Quran, Muhammad dan Muslim tetap saja mengklaim bahwa ALLAH itu EKSIS, hadir dimana-mana, bahkan Allah dipercaya telah berkata: “Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16). Sayangnya itu hanya klaim kosong. Tidak ada Muslim yang tahu dimana Allah berada sebenarnya, dan apa fenomena kedekatan dan kesetiaan Allah terhadap diri Muslim. Jangankan Allah ada sedekat urat leher setiap mahlukNya, bercakap-cakap satu kalipun tidak pernah Dia lakukan langsung kepada Nabi Terdekat-Nya! Walau nama nabiNya sempat disebutkan 4 kali (lewat Jibril, pihak ketiga) dalam seluruh Quran, namun tidak seayatpun  Allah ada memanggil dirinya secara pribadi, berduaan, dan dekat, “Hai, (engkau) Muhammad…”.

Maka Islam tak dapat merujukkan manifestasi apapun dari kehadiran Allah yang bisa disaksikan atau dirasakan oleh Muhammad maupun umatNya. Allah bukan God that speak AND manifest Himself.

Allah-Islam tidak muncul dari eksistensi diriNya seperti yang disifatkan dengan istilah kekekalan “pada mulanya” (“In the beginning…”, lihat Kejadian 1:1, dan Yohanes 1:1), melainkan muncul dari Allah-pagan sesembahan orang tuanya, paman dan kakeknya dll. yang tidak pernah masuk Islam, dimana salah satu ilahnya adalah ALLAH (al-Ilah, Allah Itu, The God). Muhammad tidak pernah benar-benar menghardik dan mengusir Ruh “Allah” (pagan) yang disembah orang-orang Arab, kecuali meniadakan sosok fisik dari ilah-ilah selainnya.  Ia mungkin jijik dengan ketiga dewi Allah –al-Allat, al-Uzza, dan Manat-- yang didampingkan kepada Allah, tetapi kita tidak melihat bagaimana Allah yang sama bisa tercopot dari “dewi-dewinya” yang dipersekutukan kepadanya. Tampak Muhammad tidak paham bahwa patung dan batu dll bisa dihancurkan, namun ruh jahat tetap nongkrong disana (atau keluar sesaat), untuk malah kembali lagi untuk mengkonsolidasikan kekuatan baru yang berlipat ganda (lihat Matius 12:45).

Muhammad telah mencampur baurkan jati-diri Allahnya dengan Allah bapaknya—pamannya- -dan kakeknya, malahan mengadopsikan Allah Arabik kedalam Islam bersama dengan segala ritual-pagan seperti yang tampak jelas pada ibadah Haji, yang mana tidak dikenal oleh para nabi nabi sebelumnya. Yahweh Elohim telah berfirman secara tandas: “Segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH lah yang menjadikan langit” (1Tawarikh 16:26). Kedua pihak berbeda dan terpisah tanpa kesamaan, sejauh langit dengan bumi.  Dan memang itulah yang harus terjadi diantara dua entitas yang berseberangan dalam natur essensi yang paling mendasar.

Tetapi kini yang kita lihat adalah betapa kesamaan Allah Islam dan Allah-pagan ini. Kedua-dua sama namanya, yaitu ALLAH. Sama tinggal dalam Bait yang sama, sejak ratusan tahun hidup “rukun” bersama. Sama ritual Hajinya: thawaf, cium batu, lempar batu dll. Semuanya tidak dianggap berdosa, walau sahabat-sahabat Nabi sempat menajisinya sebagai aktifitas berhala. Ini tampak pada Hadis Bukhari,

Diriwayatkan oleh Asim, “Saya bertanya kepada  Anas bin Malik: "Apakah engkau tidak senang melakukan Tawaf diantara Safa and Marwa?" Ia menjawab, "Ya, sebab itu adalah upacara-upacara pagan dari Jahiliyah sampai Allah menyatakan: 'Sesungguhnyalah! Safa dan Marwa adalah juga simbol-simbol Allah. Maka tidaklah berdosa bagi orang yang melaksanakan Haji ke Ka’bah, atau Umra, melaksanakan Tawaf diantara keduanya " (Bukhari 2.26, no.710).

Allah keduanya juga memiliki karakter-inti yang sama, seperti, Dia, Yang sama-sama bisu tidak berfirman. Yang sama sama ditakuti dan dislogan sebagai “Yang Mahakuasa”, tapi yang sama-sama pula tidak menampilkan ujud kuasanya seperti apa kepada umat Arabnya…

Metamorfosa Allah secara senyap

Sesungguhnyalah beda Allah-Islam dengan Allah-Pagan hanyalah satu bentuk metamorfosa Godship, keallahan yang tadinya politeistis kini secara misterius (tanpa intervensi God itu sendiri) menjadi monoteis! Allah Islam yang Esa disimbolkan oleh sisa tunggal hasil penghancuran fisik 359 patung ilah-ilah lainnya oleh Muhammad di seputar dan didalam Ka’bah. Muhammad menyisakan satu Batu Hitam disudut selatan Ka’bah yang  sebelumnya juga merupakan sesembahan para pagan! Tidak ada orang yang tahu kenapa Muhammad menyisakan satu batu-wasiat, Batu Hitam ex-berhala yang tentunya tetap berisi ruh-kegelapan. Sama halnya tidak ada orang yang tahu kenapa ritual pagan tetap dianut oleh Muhammad (dan dinyatakan tidak berdosa) namun kaum pagannya dilarang ikut upacara Haji yang aslinya bersumber dari mereka?

Diriwayatkan Abu Huraira: “Pada tahun sebelum ibadah Haji terakhir yang ditunaikan oleh Nabi ketika Rasulullah mengangkat Abu Bakr sebagai pemimpim rombongan haji, dia (Abu Bakr) mengutus saya kepada sekelompok orang untuk sebuah pengumuman: “Tak ada orang pagan yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah Haji sesudah tahun ini, dan tak ada orang yang telanjang yang diizinkan melaksanakan Tawaf Ka’bah” (Bukhari 2.26. no.689).

Tidakkah ini sebentuk pencaplokan budaya dan keagamaan yang sangat buruk dari Islam, dimana nama Allah dan ritual kaum pagan diadopsi Islam, namun yang orang orang aslinya sendiri ditendang sebagai musyirik? Dan kembali lagi, kenapa terjadi “tebang-pilih” diantara ratusan patung dan batu berhala yang dihancurkan, namun menyisakan satu batu Hajar Aswad milik pagan yang malah mendadak dianggap suci dan dimuliakan? Terlebih lagi kenapa batu itu harus diciumnya sambil memanggil nama ‘Allah’ kepadanya:

“Labbaik allahuma labbaik” (Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu, Hadis Muslim 1150)? Ini masalah serius yang tak berjawab.

Seperti Anas bin Malik diatas, Umar bin Al Khattab pun sampai kebingungan, namun kembali harus ikut-ikut arus mencium Hajar Aswad tanpa tahu apa DALIL ALLAH, dalil manfaat, dan dalil tujuannya. Umar berkata dalam kondisi limbo: Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (Shahih Bukhari 1597 dan Muslim 1270).

Kini Muslim menafikan unsur keberhalaannya. Mereka mendalilkan kehadiran batu tersebut sebagai refleksi lambang keberadaan ALLAH Yang Tawhid. Tetapi bagaimana keberadaan Allah mungkin dilambangkan oleh satu batu-ex berhala ini?  Ex-berhala tetap berhala hingga roh-roh (bukan fisik) kandungannya terusir semua atau dihancurkan. Jadi bagaimana Allah-pagan tiba tiba bisa “direformasikan” hanya oleh ulah fisik Muhammad yang menghancurkan semua patung berhala kecuali SATU? Lalu yang satu itu boleh merepresentasikan ke-Esa-an Allah yang satu-satunya, yang berazazkan Tawhid? Setan, ruh, jin dan antek-anteknya masih bergentayangan, namun tak satupun dari yang “terusik rumahnya” itu akan tinggal diam. Mereka mudah sekali bikin konsolidasi di satu-satunya batu yang tidak diusik! Sebab kapankah Muhammad pernah mendapat kuasa Allah (yang notabene tak membuktikan kuasaNya) untuk mengusir setan? Ia tak berkuasa menengking roh jahat, kecuali hanya bisa minta perlindungan Allah untuk pengusiran setan, jin, dan tukang sihir (QS.113, 114). Semua ini hanya memperlihatkan betapa tangan Sidalang telah mewayangkan satu sosok Tuhan yang ber-metamorfosa dari Allah pagan yang tak berkuasa adikodrati. Dan apabila sosok allah itu “seperti ada”, maka ia hanyalah hasil keberhalaan baru yang sempat dicurigai sesaat oleh Anas dan Umar belaka, namun yang akhirnya tenggelam kembali dalam penyihiran Muhammad yang masih bernostalgia ke tradisi moyang pagan Jahiliyah yang dulu!

Sebenarnya hampir semua orang bisa percaya bahwa setan dan roh gelap itu eksis. Tak ada yang mempersoalkannya. Mereka melihat atau merasakan sendiri manifestasinya dalam banyak bentuk yang riil, seperti gejala-gejala medium, sihir, tenung, penampakan arwah, kerasukan setan, exorcist dll., dengan gejala yang destruktif, total perubahan pribadi, ucapan/ jeritan dan perilaku mengerikan, dll. Ketika Yesus bertanya kepada seorang yang kerasukan roh jahat di Gerasa: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak” (Markus 5:9). Dikala itu satu legion Romawi terdiri dari sekitar 6000 orang, dan dalam hal ini yang berbicara bukan lagi si korban yang kerasukan, melainkan bala legion setan yang menguasai diri korban, menghilangkan pribadi aslinya, dan menggantikannya!  Dalam kasus lain, Yesus dihadapkan dengan seorang anak laki-laki yang kerasukan, dimana serangan setan sering membanting sang anak ketanah, lalu mulut berbusa, gigi bekertakan, dan tubuh kejang-kejang. Seringkali roh mendadak menyeretnya kedalam api atau air demi untuk membinasakannya (Mark 9: 14:27). Semua roh jahat yang dihadirkan itu ditengking oleh kuasa Firman Yesus, dan mereka keluar dengan bergemetaran!

Nah, jikalau setan mampu bermanifest dan memperlihatkan kerajaannya, maka sewajarnya Tuhan lebih mampu dan PERLU menunjukkan keberadaan-Nya yang eksis, berdaulat, menyapa dan mengayomi umatNya dalam kasihNya. Dan itulah yang memang Elohim perlihatkan disepanjang sejarah kenabian hingga Yesus, yang tidak sekalipun dipertunjukkan Allah kepada Muhammad dan kaum Arabnya. Simak secara hening keberadaan Tuhan Alkitab yang eksis, datang berinteraksi dengan para nabiNya, yang juga ditegaskan di Quran, apalagi di Alkitab.

*ADAM, ketika Tuhan berkata: “Hai Adam…(QS.2:33, 35; 7:19; 20:117, 120 dll) *IBRAHIM, banyak monolog dan dialog terjadi langsung… a.l “Hai Ibrahim, sungguh engkau telah benarkan mimpi itu” (QS.37: 104 ff). *MUSA, bahkan telah berbicara face to face dengan Tuhan: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (QS. 4:164). Apalagi di Akitab.  Banyak sekali dialog Tuhan bersama Musa, seperti memperkenalkan namaNya dan menuntunnya  melawan Firaun (walau versi Quran berbeda dengan Alkitab), misalnya:  “…ia (Musa) dipanggil: "Hai Musa.  Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu… Aku ini adalah Allah” (QS.20:11 ff). “Firman Elohim kepada Musa: "AKU ADALAH AKU… Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu… Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YAHWEH…itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun” (Keluaran 3:14, 15).

*ISA/ YESUS, disini bukan main banyaknya Yesus berkomunikasi dengan Elohim! Cukup dikutip dari Injil untuk dua kejadian dahsyat yang berbeda, dimana Bapa Sorgawi muncul menampakkan keberadaanNya dihadapan saksi-saksi mata:

 “…terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "INILAH ANAK-KU yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17).

“Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "INILAH ANAK-KU yang Kupilih, dengarkanlah Dia." (Lukas 9:35). Adakah yang mendengar Dia?...

Dan Yesus telah menegaskan dengan pelbagai cara betapa eksistensi dan substansi ILAHI/ketuhanan ada dalam diriNya, dengan berkata: “Aku dan Bapa adalah satu ”. “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 10:30, 14:9)

 

Akhir kata, sesungguhnyalah keberadaan Allah adalah kosong, dan ini diakui diam-diam dalam Buku yang tidak diedarkan lagi, yang berjudul “The Message of the Quran” yang setelah disertifikasi oleh Al-Azhar Al-Sharif Islamic Research Academy di Cairo (pada tanggal 27 Desember 1998), diakuilah oleh otoritas dengan rasa berat bahwa tidak ada bukti apapun untuk keberadaan Allah , dan memang tidak mungkin membuktikan-Nya.

Untuk cyclus berulang, Muslim mungkin tetap saja mengklaim bahwa ALLAH itu EKSIS, hadir dimana-mana, bahkan Allah dipercaya telah berjanji: “Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16). Kalau begitu, tibalah saatnya Muslim melihat sendiri betapa keunggulan kedekatan Allah telah dikalahkan oleh setan, karena Muhammad juga berkata seenaknya: “Setan mengalir ditubuh anak-anak Adam seperti darah manusia beredar ditubuhnya” (Shahih Bukhari 3.33.255).

Maka Ali Sina pun berkata: “Islam itu seperti bawang. Anda mau tahu isinya lalu  Anda buka dia lapis demi lapis hingga yang terakhir, dan paling akhir Anda tidak menemukan apa-apa”!

Demikianlah saudara Akiat dan kawan kawan. Selamat untuk Anda-Anda yang tidak memilih Tuhan yang kosong. Tuhan Elohim menyertai dan mencerahi Anda semua yang mencari kebenaran substansiNya! Amin.

 

 


11 comments Add a Comment
hasan saleh
Reply| 19 Sep 2013 06:06:36
saya siapkan forum debat dikota malang..hubungi AREMATEA kota malang.
Sibolisnaburju
Reply| 12 Sep 2013 00:36:16
@Yunita

Allah anda yang menciptakan Iblis khusus untuk menipu manusia???

Allah yang bagaimana itu yaaaa???? yang Khairul Makirin???
Sibolisnaburju
Reply| 12 Sep 2013 00:32:24
@sulo

anda mengatakan:
YESUS MENYERTAIMU DAN MENDAMPINGIMU SELALU DI NERAKA…..AMIN…!

Tanggapan:
Anda cari tau bukti dan keterangan mengenai Yesus berada dimana!!!! Anda pasyi akan menemukan bahwa Yesus berada di Sorga.

Saran:
anda cari tau dimana muhammad sekarang!!! anda pasti akan menemukan bahwa muhammad sedang membusuk dan tidak yakin bisa masuk sorga, sehingga muhammad memaksakan (mewajibkan) semua pengikutnya untuk mendoakannya supaya bisa masuk sorga.
Sulo Orghof
Reply| 02 Sep 2013 22:23:13
"hanya IBLIS DAN DAJALLAH,seperti andalah yamg mengaku punya ilmu dan pikiran,tapi tidak menggunakannya dengan sebaik-baiknya,yang pekerjaanya hanya menghasut dan memutarbalikan fakta,kalau belum memahami perbedaan antara hadist dan Al'quran Nur karim jangan sok tau kaya ahlinya,sebetulnya anda ini pasti seorang ATEHIS pantas aja ngomongnya ngelantur kayak orang GILA YANG NGGAK PUNYA AKAL makanya waktu lahir anda mungkin lahirnya di tempat sampah busuk campur kotoran anjing...! makanya nggak mengenal tuhan saya maklumi karena ORANG GILA YA PASTI GAK PUNYA AKAL YANG SEHAT salam penulis blog ini semoga YESUS MENYERTAIMU DAN MENDAMPINGIMU SELALU DI NERAKA.....AMIN...!
Yunita cendrawasih
Reply| 21 Apr 2013 14:28:44
Janganlah kalian seorang muslim meragukan kebenaran Al'quran yang datangnya langsung dari Allah..kalau kalian ingin melihat Allah matilah dalam keadaan beriman,coba kalian pikir melihat ciptaannya seperti petir,matahari secara langsung apa sanggup? Apalgi penciptaNya..iblis memang diciptakan untuk menipu manusia supaya keluar dari imannya, padahal jelas iblis adalah musuh yang nyata buat manusia, anak Adam dan Hawa..Allahu akbar 100x,ingat atas sgala kritiknya karena Allah maha tahu..bertobatlah sebelum terlambat..inilah tanda-tanda dekatnya hari kiamat yang dikabarkan rasullullah SAW
Suryi Saputri
Reply| 22 Mar 2013 15:20:32
@surya Syahputra.... Mau debat d mana ?????? Anda sdh menjadi ulama????? , kl Anda belum ulama, cari ulama untuk menjawab apa yg mengganjal d hati Anda ttg blog ini.... Ini sdh fair tmpt ya..... Km bodoh sekali buat trik, mati untuk kebodohan....... Atau km sdh merasa hebat dan kuat...... Bgmn kalau debutnya d 1 ruangan, sama2 bw samurai.... Km da siap mati untuk kebodohanmu blum ?
surya syahputra
Reply| 26 Feb 2013 13:21:10
Anda punya keluarga (orang tua, istri, anak, abang, kakak, adik, dan lain-lain), apakah anda cinta & sayang pada mereka ?
Apa bukti cinta & sayang anda pada mereka ?
Apakah anda berani mengorbankannyawa anda untuk membuktikan cinta & sayang anda pada mereka ?
Kalau anda tidak berani mengorbankan nyawa anda untuk mereka jangan anda katakan anda cinta & sayang pada mereka.
Sekarang mereka (keluarga anda) tau bahwa bukti cinta & sayang tidak hanya mengorbankan harta tapi harus berani juga mengorbankan nyawa sekalipun.
Tapi apa sebenarnya yang anda harapkan dari mereka (keluarga anda) sehingga anda sampai mengorbankan nyawa anda untuk mereka (keluarga anda) ?
Anda punya agama, anda punya tuhan, anda punya nabi, anda punya kitab, anda punya tempat ibadah, anda punya keyakinan terhadap semua itu, apa artinya bagi anda semua itu (agama, tuhan, nabi, kitab & tempat ibadah) ?
Anda cinta & sayang pada semua itu ?
Apa bukti anda cinta & sayang pada semua itu ?
Apa yang anda harapkan dari kecintaan & sayang anda pada semua itu ?
Beranikah anda mengorbankan nyawa anda untuk membuktikan cinta & sayang anda pada semua itu ?
Kalau anda tidak berani mengorbankan nyawa anda untuk semua itu jangan anda katakan anda cinta & sayang pada semua itu.
Sudah siapkah anda mengorbankan nyawa anda untuk semua yang anda yakini itu ?
Saya yakin anda belum siap mengorbankan nyawa anda untuk semua yang anda yakini itu, karena anda sendiri belum yakin dengan apa yang anda yakini sekarang ini, sebenarnya anda seorang yang "pengecut".
Bagaimana anda bisa katakan bahwa anda cinta & sayang pada keluarga anda, sedangkan untuk semua yang anda yakini itu saja anda tidak berani berkorban? Bukankah anda sudah berbohong pada diri anda, berbohong pada keluarga anda, dan berbohong pada semua yang anda yakini itu.
Predikat anda sekarang bertambah menjadi seorang yang "pembohong" dan "pengecut".
Jika anda berani & benar, anda tidak perlu sembunyi, anda bisa lakukan debat terbuka dengan ulama-ulama islam.
NABIL
Reply| 26 Feb 2013 00:33:19
WAH, TELAK BANGET kupasannya.
Ini pasti bukan saja memberkati Akiat, tapi juga teman2 Muslim yg mau pasang hati nuraninya. Kami doakan semoga semua kita jangan tegar tengkuk, tapi ujilah setiap ruh, kalau2 ia setan/Hantu atau Tuhan
MUSLIMLIBERAL
Reply| 21 Feb 2013 11:15:33
@ ALL Muslim,

Saya senang ada Muslim diforum ini yang kritis membantah atau menyidik otentiknya suatu kebenaran. Ini sesuai dg mazhab SHAHIH kita yang menuntut kekritisan ketimbang hanya terima apa kata atau fatwa ulama.

TAPI Seharusnya kita Muslim perlu amat-amat-amat kritisi soal hidup mati kita dlm issue pokok Islam:

1. Sudahkah dikritisi otentiknya siapa itu JIBRIL?
Kok selama dia “berwahyu” selama 23 th kepada Nabi, namun 15 tahun tak pernah perkenalkan namanya (Quran hanya ada 2 ayat Madaniyyah yg sebutkan nama JIBRIL!!!). Belasan th ia --UTUSAN ALLAH -- berwahyu ria dg Nabi tanpa identitas dan mujizat. Dan Muslim tidak satupun yg heran?

2. Sudahkah dikritisi otentiknya KENABIAN Muhammad?
Kita muslim mengusung Nabi sejak beliau terima wahyu pertama. Tapi tak ada pentahbisan KENABIAN apapun dikala itu. Nabi malah mengira dia dikunjungi SETAN dan lari pulang ketakuatan. Hanya istrinya yg bilang dia nabi demi menentramkan hatinya.

3. Sudahkah dikritisi siapa ALLAH kita? Sampai2 Mualaf Akiat mempersoalkannya?Kenapa Ia tak mau bicara langsung dg Nabi terbesarNya? Tak ada pergelaran kuasaNya kepada umat arab, bahkan namaNya kok terkesan pasaran karena juga dipakai oleh pemberhala Arab termasuk Abdullah ayah Nabi???
4. dll. dll
NN
Reply| 19 Feb 2013 09:46:38
SIAPA YANG LEBIH DEKAT DAN PEDULI: SETAN ATAU ALLAH?
TAMPAKNYA SETAN ITU ADALAH JELMAAN ALLAH:

“Kami (ALLAH YANG SATANIC) lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16).

“Setan (SETAN) mengalir ditubuh anak-anak Adam seperti darah manusia beredar ditubuhnya” (Shahih Bukhari 3.33.255).
sandy
Reply| 18 Feb 2013 19:02:30
Allah yang sejati tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya.
Terpujilah DIA yang bersemayam diatas para kerub.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top