Benarkah Muhammad Membelah Bulan?

“Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (QS. Al Qomar 54:1-2)

 

Seorang pengunjung situs ini dengan nama Ayu Fanda, memberi komentar yang berisi kekagumannya atas mujizat membelah bulan yang dilakukan oleh Muhammad.

Demikianlah isi komentarnya:

KISAH NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN

Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh-tokoh kafir Quraisy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulan pun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang-orang kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.

Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar.

Atas peristiwa ini Allah SWT menurunkan ayat Al Qur’an: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (QS. Al Qomar 54:1-2)

 

Ali Sina, seorang mantan Muslim berkebangsaan Iran menolak klaim Quran tersebut. Ia menulis sebuah artikel berjudul: “APAKAH MUHAMMAD MELAKUKAN MUJIZAT?”

Demikianlah isi artikelnya:

Bukan sebuah rahasia bahwa iman itu buta dan orang-orang beriman tidak dapat melihat jika ada yang salah dengan obyek kepercayaan mereka itu. Inilah alasan mengapa ketika orang-orang Muslim mengklaim bahwa mereka telah menemukan kesalahan-kesalahan dalam Alkitab, teks-teks Hindu dan kitab suci agama-agama lainnya, mereka sendiri tidak dapat melihat kemustahilan yang sangat kentara dari iman mereka sendiri…

Orang Muslim sedemikian besarnya mencintai Muhammad sehingga mereka ingin berpakaian seperti dia, berbicara dengan bahasa yang sama dengannya, berperilaku seperti dia dan bahkan memakan makanan yang sama seperti yang ia makan. Ini tidak mengindikasikan kebesaran Muhammad, tetapi iman yang tanpa syarat, fanatik dan buta dari para pengikutnya.

Para pengikut semua ajaran bidat, sangat berlebih-lebihan dalam memuliakan pemimpin mereka. Semua bidat adalah bidat dalam hal personalitas. Bidat-bidat ini adalah mengenai satu pribadi yang menjadi pusat dari semua perhatian, pemujaan, imitasi dan kata-kata pujian. Hal ini tidak mengindikasikan bahwa para pemimpin mereka benar-benar mahluk super. Manusia membutuhkan para pahlawan dan mereka sendiri yang membuatnya. Seringkali ketika para pemimpin mereka mati, mereka menjadikannya mitos yang lebih besar dari apa yang pernah dilakukan oleh si pemimpin ketika ia masih hidup.

Orang Muslim belum pernah melihat Muhammad. Mereka bergantung pada kisah-kisah yang diceritakan oleh pihak kedua, mengenai nabi mereka. Kisah-kisah itu mengidolakannya jauh melampaui akal sehat manusia. Banyak dari dongeng-dongeng itu (hadis) merupakan hasil rekaan, dibesar-besarkan dan tak punya dasar. Salah satu adalah yang berikut ini.

Sahih Bukhari Volume 5, Buku 58, Nomor 208 

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: 

Penduduk Mekah meminta rasul Allah untuk memperlihatkan pada mereka sebuah mujizat. Kemudian ia memperlihatkan pada mereka (bagaimana ia) membelah bulan menjadi dua bagian, dan diantara bulan itu mereka bisa melihat gunung Hira.

Juga baca Sahih Bukhari Volume 4, Book 56, Number 830, 831, 832 

Pemotongan bulan menjadi dua bagian juga disebutkan dalam Quran, tetapi fenomena aneh ini tidak diklaim sebagai sebuah mujizat dari Muhammad. Sebaliknya yang terjadi adalah bahwa Muhammad dan sekelompok orang Mekah mengamati apa yang mereka pikirkan sebagai dua buah bulan, dan Muhammad mengomentari hal itu sebagai sebuah mujizat dari Allah. Informasi lebih jauh mengenai pemotongan bulan menjadi dua bagian bisa anda lihat dalam artikel ini.

Atau mujizat yang satu ini, yang mengklaim bahwa Muhammad menjadikan air dari ketiadaan.

Sahih Bukhari Volume 1, Buku 4, Nomor 170 

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:  

Aku melihat Rasul Allah saat sholat Ashar sudah tiba dan orang-orang mencari air untuk melaksanakan wudhu, tetapi mereka tidak menemukan air. Kemudian sebuah tempayan untuk wudhu dibawa kepada Rasul Allah. Ia menaruh tangannya ke dalam tempayan itu dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakan wudhu dari air yang ada di dalamnya. Aku melihat air keluar dari bawah jari-jarinya hingga mereka semua selesai melaksanakan wudhu (ini adalah salah satu mujizat yang dilakukan Nabi).

Atau, bagaimana ia memperbanyak roti. Sahih Bukhari Volume 5, Buku 59, Nomor 428

Namun demikian, mujizat-mujizat di atas berkontradiksi dengan Quran. Saat ditantang, Muhammad berulangkali menyangkal bahwa ia sanggup melakukan satupun mujizat. Ia katakan bahwa meskipun nabi-nabi lain sebelum dia diberi kuasa untuk melakukan mujizat, namun mujizat Muhammad satu-satunya adalah Quran.

Sahih Bukhari Volume 9, Buku 92, Nomor 379 

Diriwayatkan oleh Abu Huraira: 

Nabi berkata,”Tak ada nabi di antara para nabi yang tidak diberikan mujizat, sebab melalui itu orang-orang akan merasa aman atau bisa percaya, tetapi yang diberikan padaku adalah Inspirasi Ilahi yang diwahyukan oleh Allah. Karena itu aku berharap para pengikutku akan menjadi lebih besar dari pada nabi-nabi lainnya pada Hari Kebangkitan.”

Ada banyak ayat dalam Quran yang menegaskan ulang Hadis terakhir ini, yang membuktikan bahwa Muhammad tidak pernah melakukan satupun mujizat dan menganggap hal itu sebagai tidak bermanfaat.

Dalam ayat berikut, Muhammad mengakui bahwa nabi-nabi lain sebelum dirinya, datang dengan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang jelas. Tetapi meskipun demikian, orang-orang masih tetap menolak mereka. Karena itu Muhammad menambahkan bahwa ketiadaan mujizat yang ia lakukan adalah bukti dari pewahyuan yang ia terima.

“(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” Q. 3: 138

Orang-orang kafir berulangkali meminta Muhammad untuk memperlihatkan sebuah mujizat, supaya mereka bisa percaya.

“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami, Q. 17: 90  

Responnya (Muhammad) adalah:

Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” Q. 17: 93  

 

Orang banyak meragukan Muhammad karena mereka sama sekali tidak melihat satupun hal yang luar biasa atau mujizat yang bisa ia lakukan.

“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka: “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?” Q. 17: 94 

“Dan mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?” Q. 25: 7 

“atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.” Q. 25: 8 

Tetapi Muhammad tetap mengatakan pada mereka bahwa ia hanyalah seorang manusia biasa dan bukan seorang malaikat, dan karena itu orang tidak seharusnya mengharapkan mujizat darinya!

“Katakanlah: “Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul.” Q. 17: 95 

Akal sehat akan mengatakan bahwa, tak ada seorangpun yang akan menyangkali atau menyebut orang yang melakukan mujizat-mujizat yang besar seperti memotong bulan menjadi dua (sebagaimana yang diyakini oleh semua orang Muslim), sebagai seorang gila atau kerasukan. Tetapi mereka yang mengenalnya dengan baik, sesungguhnya menyebut dia (Muhammad) sebagai seorang gila atau kerasukan.

“Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila (atau kerasukan)!” Q. 15: 06

Tak ada seorangpun yang menuntutnya untuk memperlihatkan mujizat, jika ia sudah pernah memperlihatkan satu saja mujizat.

“Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?” Q. 15: 07

Respon Muhammad adalah:

“Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.” Q. 15: 08 

Orang Quraisy terus-menerus meminta sebuah tanda atau mujizat agar bisa percaya, dan Muhammad tetap mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukannya. Ia hanyalah seorang yang memberikan peringatan.

“Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.” Q. 13: 07  

 

Ada banyak ayat-ayat lain yang mengisahkan cerita yang sama – dimana orang banyak meminta Muhammad memperlihatkan mujizat, dan Muhammad berkata bahwa ia hanyalah seorang manusia biasa, sama seperti mereka, ia hanyalah seorang yang memberikan peringatan. Satu bukti yang jelas yang menerangkan bahwa Muhammad sama sekali tidak pernah melakukan mujizat apapun, ada dalam ayat ini, dimana dikatakan bahwa orang menolak bahkan utusan-utusan lainnya yang datang dengan mujizat dan tanda-tanda yang nyata. Dengan kata lain, Muhammad tidak melakukan mujizat karena menurutnya, bahkan jika ia memperlihatkan mujizat pada mereka, tetap orang tidak akan percaya. Tentu saja ini adalah sebuah kebohongan. Saya adalah seorang rasionalis dan seorang pengkritik Islam. Namun, jika saya bisa melihat satu saja mujizat yang dilakukan oleh seorang Muslim, maka saya akan percaya.

“Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna” Q. 3: 184 

Dalam ayat-ayat di atas, Muhammad sedang menyangkali kuasa supranatural apapun. Jika ia bisa melakukan mujizat, mengapa ia harus menolak untuk memperlihatkan satu saja pada mereka? Dalam ayat berikut, secara jelas ia menolak mujizat sebagai bukti kenabian, dan menganggapnya sama saja seperti sihir.

“(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?” Q. 21: 3

 

Jika Muhammad memperlihatkan mujizat, memang hal itu tidak menjadi bukti bagi mereka yang belum pernah melihatnya melakukan hal itu, tetapi paling tidak hal itu akan meyakinkan mereka yang ada di sekelilingnya.

Ada banyak dukun, sama seperti seorang bajingan India yang bernama Sai Baba, yang memperlihatkan tipuan-tipuan untuk mengelabuhi audiennya. Tetapi Muhammad bahkan tidak sanggup melakukan apa yang diperbuat oleh Sai Baba.

Muhammad benar saat ia menekankan bahwa mujizat yang riil adalah pesan yang ia sampaikan atau Quran. Meskipun ini adalah sebuah argumen valid, tetapi Al Quran sendiri sama sekali bukan sebuah mujizat. Ini adalah sebuah buku yang penuh dengan kesalahan-kesalahan dan hal-hal yang menggelikan.

Saya tidak bisa melihat Muhammad sebagai seorang manusia superior berdasarkan dua alasan:

a) Banyak hadis dan ayat-ayat dalam Quran, memperlihatkan dirinya sebagai seorang yang bengis, penuh dengan dendam, penipu, dan najis. Ia berperilaku sebagai seorang penyerang, perampok, membunuh mereka yang tidak percaya padanya, mengutuki musuh-musuhnya, memperlakukan wanita sebagai warga negara kelas dua dan menyebut mereka kurang dalam hal kecerdasan; secara pengecut membunuh wanita-wanita dan orang tua yang mengkritiknya. Semuanya itu membuatnya lebih terlihat sebagai seorang penjahat yang kejam daripada sebagai seorang nabi. Perilaku Muhammad yang seperti itu bukanlah karakteristik spiritual yang saya cari dari seseorang yang ingin saya ikuti dan muliakan. Perbuatan Muhammad sangat jauh dari perbuatan seorang “Utusan Yang Terhormat” sebagaimana yang ia klaim dalam Quran. 69:40

“Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”

b) Orang-orang Muslim modern hari ini, khususnya mereka yang standar etikanya diwarnai oleh ajaran barat/humanistik, yang berbeda dengan kebanyakan orang Muslim lainnya, sanggup membedakan antara yang benar dan yang salah. Karena itu mereka mencoba membuat jarak antara diri mereka dengan hadis-hadis yang memperlihatkan Muhammad sebagai seorang gangster kejam dan tak bermoral. Mereka menyangkal validitas hadis-hadis tersebut dan semua hal yang memperlihatkan Muhammad sebagai sebuah terang yang negatif. Namun demikian, jika hadis-hadis dan ayat-ayat itu adalah palsu, maka seluruh validitas Islam akan hancur berkeping-keping dan karena itu, tak ada lagi alasan untuk mempercayai sebuah figur mitologis; yang hidup serta kata-katanya sama sekali tidak diketahui.

 


185 comments Add a Comment
Mr. Pus V. Risolullah, Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 12 Feb 2014 17:04:14
Ini adalah sebuah KESAKSIAN tanpa harapan!
Tanpa dasar, tanpa makna, tanpa kuasa ilahi, tanpa hasil --------> KESIA-SIAAN TOH

HATI-HATI! JANGAN BODOH! HIDUP ADALAH PILIHAN!
TENTUKAN SIKAP! JADILAH BIJAKSANA BAGI DIRIMU SENDIRI!

Sekarang BERDAYAKAN karunia yang ada padamu:
1. Pikiran
2. Perasaan
3. Hati Nurani
islamquranhadist
Reply| 07 Feb 2014 12:40:18
Aya aya wae.....
Momet Pembelah Vagina Aisha Bukan Bulan
Reply| 07 Feb 2014 12:06:54
@ Mr Nunusaku

Ide anda ini sungguh menginspirasi saya, jadi sejak saat ini saya akan menggunakan ID baru sebagai ganti Si mamad69Aisha.
Mr.Nunusaku
Reply| 07 Feb 2014 07:24:27
Muhammad tak dapat membelah bulan, tetapi Muhammad membelah vagina Aisyah, karena melalui vagina Aisyah wahyu akan turun agar Quran diakui wahyu ilahi...?
rita
Reply| 05 Feb 2014 03:04:31
Dan tentang pengakuan yahya wahloni

-Yahya wahloni Mengaku pendiri Rektor UKIP 2004
(padahal UKIP didirikan tahun 2005 Rektor

Yahya wahloni mengaku pendiri mengaku Rektor STT calvinis Eben haezer sorong
(dmn letak nih kampus?? Hehe.. Tidak pernah ada nama STT Eben haezer di sorong, mungkin dilangit :p )

-Yahya berkoar2 bilang pendeta tak bisa jwb pernyataan nya ttg kristen
(Btw waktu di tantangin Pdt esra knp kabur dan ketakutan? :p )

So,, apa jaminan seorang ustad panutan anda (yahya wahloni) benar?? Tak ada satupun kebenaran dari seorang pembohong seperti yahya wahloni :)

Anyway.. Kalo kasi referensi perbandingan orang-orang yang bermutu donk yah.. Bukan seorang pembohong seperti yahya wahloni. :)
zodiark
Reply| 01 Feb 2014 22:30:39
curhat neh ceritanya bu dosen...

benar Quran adalah mujizat Muhammad yang penuh pesona bagi yang menerimanya mentah dan langsung menelannya tanpa melalui proses pengolahan.
jemblong cjdw
Reply| 01 Feb 2014 12:29:43
Kalau untuk saya pribadi , saya berpendapat bahwa mukjizat Al-Qur'an adalah mukjizat yang begitu luar biasa . Karna mukjizat nabi Muhammad tersebut banyak yang terbukti . salah satu contohnya adalah pembuktian seperti yang disebutkan pada artikel di atas bahwa nabi Muhammad benar-benar pernah membelah bulan . Kisah tersebut telah tertulis dalam Al-Qur'an beberapa ribu tahun yang lalu dan sekarang telah terbukti . Semoga ini dapat menjadikan kita yang umat muslim agar mampu lebih mempertebal iman kita dan untuk yang non muslim yang masih belum percaya itu pribadi anda tapi coba anda baca : http://www.bin99.wordpress.com/about/9-pertanyaan-kristen-tak-bisa-menjawab . jangan hanya anda berpegang pada agama yang diwariskan turun temurun dari orang tua. Untuk anda orang yang masih belum mengakui kebenaran Al-Qur'an jangan anda bertanya apa manfaat dari mukjizat tersebut , tapi coba anda fikirkan jika menurut anda Al-Qur'an salah kenapa banyak dari isi Al-Qur'an yang mulai terbukti hari ini...??? Saya hanya mau mengigatkan , semoga Allah membuka kan pintu hati untuk anda yang mau belajar dengan sungguh-sungguh tanpa di dasari emosi .
m.rakha.pinggala
Reply| 30 Jan 2014 13:45:22
he gak usah pamer dong cuman nyembuhin aja kok
ngapain di baca kalo untuk dihina
karina
Reply| 19 Jan 2014 01:57:35
gw juga bisa ngebelah (kue) bulan :oops: :lol:

mo nanya, mukjizat Muhammad berupa pembelahan bulan apa gunanya? :?

mukjizat Yesus mah masih jauh lebih berguna, nyembuhin orang sakit,orang buta, lumpuh, etc
fajar
Reply| 17 Dec 2013 17:01:14
Astaghfirullahaladzim..
Jgn menghina Nabi Muhammad dan Allah SWT.. Y Allah tunjukkan kebesaran-Mu pada orang2 yg menghina Nabi-Mu.. sadarkanlah mreka ya Rabb..
FN FALL
Reply| 08 Dec 2013 21:12:09
salah, justru semoga blok ini akan menyelamatkan anda dari yang anda klaim hidayah iblis
FN FALL
Reply| 08 Dec 2013 21:10:32
hahaha....pendeta itu berbohong karena kesulitan ekonomi, dan hujatannya itu akan menghasilkan uang tapi tidak bisa memutar balikkan fakta kebenaran bahwa Islam itu tipu-tipu Muhamad, maaf sobat
fajar
Reply| 05 Dec 2013 03:01:05
Saran : searching aja tentang dr. M. Yahya Waloni.. (pendeta masuk Islam) lihat/dengarkan/download semua video/rekamannya..
unung
Reply| 08 Nov 2013 08:55:02
semoga yang menulis blok mendapatkan hidayah dari Allah SWT....
hakkullah
Reply| 17 Oct 2013 21:20:53
kalau memang alkitab anda benar, tunjukkin saja buktinya. jika anda salah memilih keyakinan, maka pada nantinya anda sendiri yang rugi, karena memang di dalam alkitab anda tidak ada larangan untuk mencaci maki orang lain..jika seandainya Allah tidak melarang mencaci maki agama lain, tentu saja kami bisa menghina anda tanpa batas..kami tidak menambah-nambahkan ajaran Rasulullah saw, sedangkan orang-orang kristen seringkali menambah-nambahkan kata yang tidak ada tambahan sedikitpun..contoh: kata "membunuh" lalu orang-orang kristen menambahkan kata "membunuh" dengan kata sadis, kejam, bengis atau apalah..membunuh bahasa arabnya "qatala". artinya: membunuh, iya udah, gak usah ditambah-tambahkan artinya lagi..banyak sekali contohnya.
kalau seandainya alkitab anda benar, tentu dong, tuhan kamu pasti melarangnya dan tentu saja bagi pengikutnya menerima apa yang ada isi di dalam alkitab, karena tidak mungkin tidak sempurna isi kitab sucinya..
Tunjukkin saja buktinya, jika alkitab anda benar..waallahu a'lam.terima kasih
mr.nunusaku
Reply| 01 Oct 2013 03:03:11
Mujizat Muhammad membelah bulan sama dengan Muhammad nabi cabul membelah vagina Aisyah anak umur 9 tahun. (Kakek cabul muhammad 55 tahun dengan Aisyah umur 9 tahun) membelah duren Aisyah
dssc7
Reply| 30 Sep 2013 22:34:20
Sewaktu aku masih kanak-kanak pernah protes sama ibuku, mengapa mukjizat Nabi Muhammad saw terbesar adalah Al Quran, tidak seperti mukjizat Nabi Musa `alaihi salam yang dapat mengubah tongkatnya menjadi ular besar dan dapat menelan ular-ular kecil buatan ahli sihir, atau mukjizat Nabi `Isa `alaihi salam yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan menghidupkan orang mati.
Ibuku menjelaskan bahwa pada zaman Nabi Musa banyak sekali ahli sihir, sehingga mukjizat Nabi Musa dapat melawan para tukang sihir, sedangkan pada zaman Nabi `Isa banyak sekali penyakit-penyakit yang mematikan, sehingga kemampuan Nabi `Isa dalam menyembuhkan orang sakit, apalagi pernah menghidupkan anak-anak yang meninggal karena sakit, menjadi mukjizat yang tepat sekali untuk meyakinkan risalahnyaya itu Kitab Suci Injil. Adapun Nabi Muhammad shallallaahu `alaihi wa sallam (saw) hidup di lingkungan bangsa Arab yang mahir berpuisi, sementara itu beliau tidak sempat mengenyam pendidikan, karena masa kanak-kanaknya dihabiskan untuk menggembalakan kambing pamannya, dan masa mudanya dilaluinya sebagai pedagang yang jujur, sehingga sungguh mengejutkan pemuda yang dikenal jujur itu dapat menyampaikan wahyu dari Allah dengan bahasa yang indah bak puisi, tetapi sarat makna yang menantang. Kalau kamu bisa memahami bahasa Arab, kamu bisa merasakan keindahan Al Quran itu ndhuk.
Ibuku juga menambahkan bahwa Nabi Muhammad saw juga dapat membelah bulan untuk menerima tantangan orang-orang kafir. Namun demikian itu tidak sehebat Al Quran, karena mukjizat itu hanya dapat dilihat pada masa itu, seperti mukjizat Nabi Musa dan Nabi `Isa `alaihi salam. Namun Al Quran dapat menjadi saksi sampai sekarang sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw.
Waktu itu aku tidak begitu memahami kata ibuku, namun aku puas dan tidak membantah keterangan ibuku. Ibuku membimbingku agar aku mencintai Al Quran sejak kanak-kanak, ibuku mengundang qari`ah terbaik di kotaku untuk mengajariku beserta teman-temanku qira`ah (membaca Al Quran dengan lagu yang baku), mengirimkanku untuk mengikuti musabaqah tilawatil quran tingkat desa dan kecamatan, walaupun tidak pernah jadi juara. Namun demikian proses belajar itu mengasyikkan, apalagi kadangkala kami diajari pula qasidah.
Ibuku bisa bahasa Arab, sehingga beliau bisa mengajariku tafsir Al Quran, kata demi kata, namun sayang sekali hanya sampai juz satu. Ibuku adalah seorang aktivis organisasi wanita, sehingga pernah menjadi ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di kotaku, dicintai dan disegani pula wanita-wanita non muslim di kotaku. Oleh karena itu ibuku tidak melarangku bergaul dengan teman-temanku non muslim.
Alhamdulillah sampai sekarang aku masih bergaul dengan baik dengan teman-temanku non muslim, dan tetap menjadi seorang muslimah, semoga sampai akhir hayatku.
Oh Ibuku dan ayahku, maafkan aku jika aku kadangkala terlupakan untuk mendoakanmu. Allaahummaghfirlii, wa liwaalidayya, warhamhumaa kamaa rabbyaani shaghiiraa. Ya Allah ampunilah diriku, dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi dan mendidikku, semasa aku masih kecil. Amin yaa rabbal `aalamiin.
Bagi saudara-saudara non muslim yang ingin mempelajari Islam, silakan membuka website berikut ini. Billahit taufiq wal hidaayah, wa asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah.
http://www.convertstoislam.org/
***
Reply| 30 Sep 2013 13:11:17
Agamamu agamamu, agamaku agamaku.
harun
Reply| 26 Sep 2013 15:11:01
Kami bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Alloh dan Nabi Muhammad utusan Alloh
JANGAN GITU AH
Reply| 14 Sep 2013 19:16:01
@Ronal
kamu ini ada-ada saja...coba baca ayat ini:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya….” (Qs.22:52-53).

Ketika melancarkan dakwah terang-terangan kepada kaum Quraisy, Muhammad saw nabimu selalu terjadi perdebatan panas. Dan sebagaimana perilakunya yang kasar, dia selalu menghina dan mencaci maki sembahan kaum Quraisy! Ternyata oleh ayat Quran tersebut, betapa jelasnya menginformasikan bagaimana junjunganmu ternyata rentan disusupi setan.

Baca juga kalimat terakhir...Muhammad saw tergoda oleh setan karena mengakui Al lata, Al Uzza dan Manat sebagai pemberi safaat yang perlu dipertimbangkan. Muhammad punya keinginan untuk menarik kaum Quraisy mengikutinya dengan menelurkan ayat yang dikenal sebagai ayat ayat setan.

Ini juga membuktikan perilaku Muhammad saw yang di dalamnya diliputi penyakit dan lagi kasar hatinya.

Kamu pikir kamu bisa mengelak dari kekasaran dan penyakit di dalam hati Muhammad? Tidak bisa begitu, sebab ayat tersebut memang ditujukan bagi Muhammad seorang. Siapa lagi yang disebut kasar dan hatinya berpenyakit jika bukan Muhammad?

Pikir pakai otak...jangan pakai dengkul!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top