Bolehkah Seorang Suami Mencium Farji (Vagina) Istrinya?

Oleh: Syaikh Abdul Hayyi Yusuf Soal: Saya memiliki satu pertanyaan yang saya malu menyampaikan-nya secara langsung. Saya harap Anda lapang dada menjawab dan memberikan keterangan tentangnya. Pertanyaan adalah: Apakah boleh seorang suami mencium farji istrinya atau istrinya mencium dan menjilati zakar suaminya? Jawab: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Mahaesa. Shalawat dan salam atas Rasulullah yang tiada nabi sesudahnya, keluarga dan para sahabatnya. Selanjutnya, diharamkan atas seorang laki-laki mendatangi istrinya pada duburnya atau menggaulinya pada duburnya saat ia haid. Selain itu tidak dilarang berdasarkan keumumuman firman Allah Ta'ala:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُم مُّلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

"Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. " (QS. Al-Baqarah: 223) Dan sabda Rasulullah saw, "Dan Dia mendiamkan beberapa perkara sebagai rahmat untuk kalian, bukan karena lupa, karena-nya janganlah bertanya-tanya tentangnya." (HR. Daruquthni dan selainnya, dinyatakan hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab dalam Jami' al-Ulum). Wallahu Ta'ala a'lam.[PurWD/voa-islam.ciom].   KOMENTAR AWAM: Lho, kok tafsirannya ngelencer? Kenapa dan bagaimana QS. Al-Baqarah 223 dapat dipakai untuk dikenakan larangan kepada suami untuk mendatangi istrinya pada duburnya? Kita bukan sedang bicara soal moral yang seharusnya, kita bicara “hukum Allah swt” sebagaimana yang di-ayatkanNya dalam QS.2:223! Ayatnya jelas tidak melarang dan membatasi apa-apapun kecuali justru memberi hak dan keleluasan khusus kepada sang suami terhadap “ladang tanaman miliknya”. Suka atau tidak suka, jijik atau tidak jijik, seluruh teks ayat tsb memungkinkan si suami untuk berexperimen-sex dan “bergaya” apa saja terhadap istrinya: dari depan, dari belakang, baring, duduk, felatio, membentuk posisi sungsang 69 dsb. Ini justru bersesuaian dengan makna yang tercantum dalam HS.Muslim 8:3363, demi menyawab apa yang di was-was kan oleh orang-orang Yahudi. Dan apabila siistri menolaknya, maka ancaman dari ayat An-Nisaa 4:34 akan effektif menghukum si istri dengan pukulan dll.! Dan ini kembali bersesuaian dengan kotbah Muhammad yang terakhir dipadang Arafat: “Jika mereka (para istri) melakukan hal tsb (yi. melakukan hal-hal yang tidak pantas), maka Allah mengizinkan kamu untuk mengurung mereka dalam kamar terpisah dan memukul mereka, tapi jangan terlalu kejam… Perlakukan wanita baik-baik, sebab mereka seperti binatang peliharaan dirumah yang tidak mempunyai apa2 untuk dirinya…” (Al-Tabari, vol.9, pp.112-113). Wanita kembali hanyalah disamakan dengan barang milik dan semacam “binatang-rumahan”. Betapa sedihnya fitrah-islami yang satu ini!    


200 comments Add a Comment
FN FALL
Reply| 09 Dec 2013 15:22:02
Coba anda tafsirkan jika anda Islam, kebaikan apa yang bisa diartikan? Maka akan ketauan siapa yang bodoh
tolak angin
Reply| 09 Dec 2013 02:35:46
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA... inilah hasil tafsiran Qur'an versi nasrani yang diada-adakan tanpa ilmu gkgkgkgkgk

mesantren dulu baru terjamahin Qur'an, santri bukan kristen iya, udah SO TAU tafsir kandungan Qur'an HAHAHAHAHA.

Tafsirnya kok salahnya TOTAL hahahahahahahahahahaha.
mas joko
Reply| 04 Dec 2013 03:53:42
@zahratul

Mas tau dari mana di surga manusia punya kelamin? Kelamin cuma ada di daging aja kan?
Dan kalo emang di surga kita berhubungan seks dengan bidadari, kasian banget dong ibu kita nonton bapak kita berkelamin dengan hantu seumur hidup. Seumur hidup lho mas?
mas joko
Reply| 04 Dec 2013 03:46:56
@zahratul

Mas liat teks dan konteksnya mas.
mas joko
Reply| 04 Dec 2013 03:35:26
@ zahratul

Mas klo ga ngerti alkitab ga usah comot-comot soalnya mas kan ga ngerti konsepnya. Orang linglung tuh kaya si mas itu. Ga ngerti apa-apa tapi sok tau.
mas joko
Reply| 04 Dec 2013 03:28:42
Mana ada orang menikah tanpa melakukan hubungan badan. Klo ada berarti pernikahannya ada kelainan.
ahmad
Reply| 02 Dec 2013 22:58:37
Yang jelas Tuhan itu satu tidak beranak dan tidak diperanakkan yaitu Alloh s.w.t secara fikir lok orang waras nggak mungkin ada Tuhan yang dilahirkan lewat rahim ciptaannya sendiri... Fikir scara dangkal aja nggk sah tinggi-tinggi nggak masuk akal juga kale ada Tuhan dilahirkan
darahkafir
Reply| 02 Dec 2013 10:36:29
Nah itu tau semua nabi pernah berdosa.. tapi alquran maupun alkitab mengatakan Isa atau Yesus itu suci.. padahal suci hanyalah untuk ?? jawab kamu aja deh.. takut salah. ntar darah gw hukumnya halal lha repot
imenk
Reply| 26 Nov 2013 00:53:38
ini masalah keyakinan bung,w bicara scara GLOBAL aje deh..klo ada orang yang terpropaganda oleh comment luh tentang Islam...biar dia ikut agama bodoh luh aja...karena muslim percaya betul NERAKA JAHANAM itu ada...dan pembuktiannya klo luh dah pada mati,ok.
zodiark
Reply| 31 Oct 2013 19:04:59
Bintang di langit dalam wahyu kepada Yohanes merupakan gambaran dari malaikat. Naga merupakan gambaran dari malaikat Allah yang memberontak. (karena mempunyai karunia free will). Ayat dalam wahyu kepada Yohanes mengambarkan betapa besar karunia yang diterima sang naga hingga mampu merayu sepertiga malaikat/makhluk surgawi untuk bersekutu dengan dia. Ayat tersebut jika ditafsirkan dalam bentuk fisik, silahkan saja dan bayangkan betapa remuknya bumi ini kalau sepertiga dari benda langit jatuh di bumi. Tapi coba bayangkan dalam bentuk ilahi, betapa rusaknya moral manusia di bumi jika sepertiga makhluk surgawi dibuang di bumi.
deit
Reply| 29 Oct 2013 07:47:07
Sebenarnya hanya orang yang sok tau dan dan terlalu tau dalam agama yang merusak agama itu sendiri...semua agama memiliki keyakinan masing-masing, tapi pada akhirnya mereka semua mengalami hal yang sama yaitu MATI.
Logic man
Reply| 09 Oct 2013 10:22:56
bro, yang pernah saya baca dari hadis dan seingat saya pada saat perang pasukan Muhamad mengalahkan dan membunuh semua keluarga SITI JUARIAH, hanya SITI JUARIAH yang hidup, karena cantik dia dijadikan tawanan perang/budak dan diberikan kepana Muhamad yang kemudian dikawin.
SECARA LOGIKA ITU NAMANYA PAKSAAN, GA ADA PILIHAN LAIN, JADI ISTRINYA MUHAMAD ATAU JADI BUDAK SEX PASUKANNYA MUHAMAD.

MANA ADA PEREMPUAN YANG MAU MENIKAH DENGAN KEPALA PASUKAN YANG MEMBUNUH KELUARGANYA.
Iwan (@ans_iwan0_0)
Reply| 06 Oct 2013 12:09:59
Intinya Kebenaran smuanya, siapa yang SALAH dan siapa yg BENAR akan terungkap pada hari kiamat kelak... dan klo mau cepat membuktikannya mati aja, terus kalian pasti akan mendapat siksa di alam kubur dan akan ditanyai oleh malaikat, :SIAPA TUHANMU, SIAPA NABIMU, APA KITABMU? buktiin aja sendiri klo kagak percaya
Iwan (@ans_iwan0_0)
Reply| 06 Oct 2013 12:04:25
Jangan Sembarang... Dalam Islam tidak seperti itu kok, yang wajib dibunuh itu adalah orang kafir yang memerangi Islam.
berpikirlah objektif.. jangan subjektif.. ikuti kata hati kecilmu.
Reply| 03 Oct 2013 10:47:27
RAHASIA AGUNG DI BALIK POLIGAMI NABI MUHAMMAD SAW
Posted on 31/01/2013 by firmansyahbetawi

Berdasarkan catatan sejarah, Nabi Muhammad SAW selama hidupnya memang memiliki istri 12 orang. Berdasarkan itu, maka sebagian kaum orientalis yang anti Islam “menuding” Nabi Muhammad SAW itu hiperseks dan budak nafsu syahwat. Padahal, kalau mau jujur, di balik poligami tersebut ada rahasia yang agung. Sayang, mereka kaum orientalis yang anti islam enggan menyingkap rahasia agung itu. Oleh karena itu, tulisan ini sengaja saya buat untuk mengcounter sekaligus menjawab tuduhan keji para kaum orientaslis kepada Rasulullah SAW. Mudah-mudahan tulisan ini menambah pengetahuan dan wawacasan kita tentang Indahnya Akhak Rasulullah sehingga meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sebenarnya, Nabi Muhammad SAW itu “penganut monogami”. Buktinya, ketika poligami (beristri lebih dari satu) begitu mentradisi dan menjadi kebanggaan di kalangan masyarakat arab pada waktu itu, Nabi Muhammad SAW hanya punya istri satu saja. Dialah “Siti Khadijah”, wanita yang telah memberikan enam anak (dua laki dan empat wanita) selama 25 tahun membina rumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW.

Selama hidup bersama Siti Khadijah, Nabi Muhammad SAW tak pernah sekalipun main perempuan. Malahan, setelah istri tercintanya itu wafat tiga tahun menjelang “hijrah” (perpindahan) umat muslim dari Mekah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW sempat menduda selama empat tahun.

Menuding bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai budak seks dan syahwat, merupakan fitnah yang sangat keji dari kaum orientalis anti Islam lantaran cemburu atas kesuksesan Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat dalam berbagai sektor. Maka, untuk melampiaskan kecemburuan itu, sebagian orientalis dan tokoh agama tertentu, sengaja menodai kesucian Nabi Muhammad SAW dengan melontarkan tuduhan-tuduhan keji tersebut.

Untuk diketahui, kondisi masyarakat Arab Jahiliyah waktu itu – sebelum kedatangan Islam – sangat memberikan peluang untuk mengumbar nafsu. Ketika itu, hubungan seks di luar nikah sudah memasyarakat dan menjadi sebuah tradisi yang wajar. Bahkan, seorang pria yang menikahi puluhan wanita pun, justru jadi simbol ketinggian status sosial. Sungguh, wanita Arab masa itu tak punya nilai sama sekali. Seakan kaum hawa diciptakan hanya untuk pemuas syahwat kaum pria semata.

Nabi Muhammad SAW yang ketika itu masih muda belia – sekitar 20 tahun – merasa khawatir dan prihatin melihat perilaku kaum pria di tengah masyarakatnya. Beliau mencoba menjauhkan diri dari perilaku yang tidak manusiawi itu. Akhirnya, Beliau mengasingkan diri ke Gua Hira di Jabal Nur (Gunung Nur). Beliau merenungi kebejatan moral masyarakatnya. Kemudian Beliau mencoba mencari kebenaran dan petunjuk dalam kesepian itu.

Padahal, kalau Nabi Muhammad SAW itu seorang budak nafsu, tentu Beliau akan menghabiskan masa mudanya dengan menggauli puluhan, bahkan ratusan wanita cantik. Toh, ketika usianya 20 tahun saja, nama Beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat Arab sehingga diberi gelar Al-Amin (Terpercaya). Kebaikan akhlaknya sudah jadi buah bibir ditengah masyarakat dan kegantengan rupanya pun tak kalah dengan pemuda-pemuda sebayanya. Lagi pula, Nabi Muhammad SAW adalah seorang keturunan “Darah Biru” yang kakek-buyutnya adalah orang terpandang dan disegani di kalangan masyakarat Arab waktu itu, kakek-buyutnya adalah pemimpin Bani Hasyim dan salah satu tokoh terpandang yang disegani dan dihormati suku Quraisy. Selain itu, kakek adalah orang yang dipercaya menjaga Ka’bah.

Tapi, ditengah gejolak darah mudanya itu, Nabi Muhammad SAW justru jadi penggugat tradisi poligami pelampias nafsu dan tradisi pelacuran atau seks diluar nikah. Ini menunjukan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang bersih dari perbudakan hawa nafsu. Tak pernah ada catatan secuil pun yang mengatakan, Nabi Muhammad SAW pernah melampiaskan nafsu biologisnya di luar nikah.

Nabi Muhammad SAW baru menyentuh kulit lembut wanita ketika Beliau menikahi Siti Khadijah. Pernikahan ini pun bukan atas dorongan nafsu seksual..!!! Bukti sejarah menunjukan, bahwa Nabi Muhammad SAW menikah pada usia 25 tahun, sementara Siti Khadijah yang berstatus janda ketika itu berusia 40 tahun. Kalau saja, Nabi Muhammad SAW adalah budak nafsu, jelas ditengah usianya yang masih muda itu, justru akan menikahi seorang, bahkan beberapa gadis cantik yang masih perawan dan energik. Tapi ternyata tidak..!!!

RASULULLAH SAW SEBENARNYA PENGANUT MONOGAMI..!!!

Patut dicatat, sejak menikah pada usia 25 tahun sampai ditinggal wafat istrinya pada usia 50 tahun, Nabi Muhammad SAW cuma punya satu istri saja. Itulah Siti Khadijah. Padahal, kalau Beliau seorang budak nafsu, jelas ditengah kerentaan istrinya Siti Khadijah yang telah berumur 65 tahun itu, Beliau akan menikahi wanita lain agar nafsu biologisnya bisa tersalurkan sepuas-puasnya. Tapi ternyata tidak…!!!!

Bahkan, empat tahun sepeninggal Siti Khadijah pun, Nabi Muhammad SAW masih bertahan sebagai duda. Beliau lebih memusatkan perhatiannya pada pengembangan dakwah Islam. Tak terlintas sedikitpun untuk cepat-cepat punya istri baru lagi..!!!

Baru ketika usia Beliau 55 tahun, keinginan atau hasrat untuk menikah lagi muncul. Hasrat ini dilatarbelakangi karena keadaan umat Islam yang amat sangat menyedihkan dan memprihatinkan terutama bagi kaum wanita dan anak-anak kecil. Masa itu, kaum kafir Quraisy dan Yahudi tengah meningkatkan permusuhan dan kebenciannya terhadap umat Islam, sehingga penindasan-penindasan biadab yang dilancarkan musuh-musuh Islam tak bisa lagi dibiarkan, kecuali dilawan dengan kekuatan fisik. Singkat cerita, setelah turunnya wahyu dari Allah SWT, akhirnya terbukalah perang.

Di tengah peperangan ini, tak sedikit tentara Islam yang gugur sebagai syahid di medan pertempuran. Dampaknya jelas, banyak istri sahabat Nabi yang menjanda dengan memikul beban berat karena harus menghidupi anak-anak mereka yang tiada berayah lagi.

Dalam keadaan perang, tak mungkin sempat membangun panti asuhan anak-anak yatim. Apalagi masa itu, lingkungan persaudaraan umat Islam masih kecil sekali. Dan kondisi ekonomi umat Islam saat itu juga benar-benar sangat memprihatinkan. Sementara tentara musuh terus memburu tawanan wanita Islam untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.

Kenyataan pahit itu, mendorong Nabi Muhammad SAW untuk membuka pintu poligami. Para sahabat Nabi yang dinilai “mampu” dimintanya untuk menikahi janda-janda korban perang sampai empat. Syaratnya, para sahabat itu harus mampu berbuat adil, baik terhadap istri-istrinya, maupun anak-anak yatim yang dalam perawatannya. Kalau tidak bisa berbuat adil, cukup beristri satu saja. Syarat yang dikemukakan Nabi ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat : (3).
Nabi sebagai penganjur poligami dalam keadaan darurat waktu itu, juga menikahi para janda sahabatnya, sehingga para janda itu selamat dari perlakuan semena-mena tentara musuh Islam. Anak-anak para janda yang berstatus yatim itu pun, terpelihara dan terjaga dengan baik.

Dari catatan sejarah, setelah Siti Khadijah Wafat, Nabi Muhammad SAW menikahi 11 wanita, tiga diantaranya adalah wanita budak atau tawanan perang (Siti Juwariyah, Siti Shafiyah, dan Maria Al-Qibtiyah), delapan lainnya adalah wanita merdeka yaitu (Siti Saudah, Siti Aisyah, Siti Hafsah, Siti Zainab Ummul Masakin, Ummi Salamah, Siti Zainab Putri Umaimah, Ummi Habibah dan Siti Maimunah). Dari delapan wanita merdeka itu, hanya seorang wanita yang berstatus gadis. Itulah Siti Aisyah, sedangkan yang lainnya berstatus janda.

MEMULIAKAN DERAJAT WANITA

Masyarakat Arab waktu itu memandang wanita-wanita tawanan perang atau wanita-wanita yang dihadiahkan majikannya kepada pihak lain, adalah budak. Wanita hanya dianggap sebagai alat pemuas nafsu birahi. Ditengah masyarakat pun, wanita tak punya kedudukan apa-apa.

Pandangan dan perlakuan negatif seperti ini kemudian dihapus oleh Nabi Muhammad SAW. Dua wanita tawanan perang Islam, (Siti Juwairiyah, dan Siti Shafiyah) Beliau merdekakan, kemudian Beliau nikahi. Maria Al-Qibtiyah yang dihadiahkan Muqauqis Raja Romawi di Mesir kepada Nabi Muhammad SAW juga dimerdekakan dan dinikahi. Dengan begitu, ketiga wanita ini menempati derajat tertinggi di tengah masyarakat Islam karena telah menjadi istri Nabi.

Menyimak pernikahan Nabi dengan tiga wanita tersebut, jelas bukan lantaran dorongan nafsu syahwat, melainkan untuk menghargai dan mengangkat derajat kaum hawa, sehingga terbebas dari perbudakan nafsu pria. Nilai tambah dari pernikahan Nabi Muhammad dengan para janda ini ditandai dengan makin berkembangnya ajaran Islam dan makin terkuburnya permusuhan antar suku.

Dengan menikahi Siti Juwairiyah, putri pemimpin Kabilah Yahudi Bani Mustaliq, Nabi Muhammad SAW berhasil mengislamkan ratusan orang dari Bani Mustaliq itu. Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Shafiyah, putri kepala kabilah yahudi Bani Nadlir, juga menuntaskan permusuhan antara kaum muslimin dengan Yahudi Madinah. Dan, pernikahan Nabi dengan Siti Saudah pun, berhasil mendamaikan permusuhan antara Bani Abdi Syam dengan Bani Hasyim.

Hebatnya lagi, pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Maimunah, menarik dua tokoh Quraisy ternama untuk memeluk Islam secara sukarela yaitu Ibnu Abas dan Khalid bin Walid. Sementara, pernikahan Nabi dengan Siti Aisyah dan Siti Hafsah membawa pengaruh besar terhadap keutuhan ajaran Islam. Siti Aisyah yang berotak cerdas, berwawasan luas serta memiliki daya ingat yang luar biasa, tercatat sebagai narasumber lahirnya Hadist-hadist setelah Nabi wafat. Dan Siti Hafsah yang rajin mengumpulkan teks Al-Qur’an yang ditulis para sahabat ternama di pelepah kertas, daun kurma, batu dll. Teks-teks Al-Qur’an tersebut kemudian dihimpun menjadi satu. Akhirnya, lahirlah Kitab Suci Al-Qur’an seperti yang kita kenal sekarang..

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Yang benar datangnya dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Tunggal, Yang Tiada Beranak dan Tiada Diperanakan. Sedangkan yang salah datangnya dari saya pribadi. Salawat dan Salam semoga selalu Allah SWT curahkan kepada Junjungan Kita, Suritauladan kita, penutup para Nabi, Nabi Besar Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua kelak dipertemukan Baginda Nabi di surga-Nya..Aamiin Allahumma Amiin.

Wasalamua’alikum warahmatullahi wabakarakatuh…
berpikirlah objektif.. jangan subjektif.. ikuti kata hati kecilmu.
Reply| 03 Oct 2013 10:38:11
Kalau tidak tahu atau tidak paham tentang Islam.. maka bertanyalah atau berdiskusi dengan baik.. jangan saling menghina… berdiskusi bukan untuk menang atau kalah.. tapi untuk mencari tahu.. jangan ada kebencian ketika berdiskusi..
karena saya yakin di semua agama apapun dilarang untuk menghina..
maropan
Reply| 02 Oct 2013 00:38:32
@ moslem boy

Bukannya hanya kitab agamamu yang mencemooh agama lain?
Muharizal Hasan
Reply| 01 Oct 2013 19:27:00
@onoae

Ha, ha. Yang benar aja. Emangnya, roh Tuhan perlu waktu 30 tahun baru bisa kuat? Apa bedanya dengan manusia?
Jadi, sebelum usia 30 tahun hanya bekerja membantu Yusuf tukang kayu? Jadi belum cukup umur untuk melakukan kegiatan kemanusiaan?
Emangnya, Yohanes Pembaptis pada usia berapa tahun mulai menjalankan tugasnya, ya?
Zahratul Aini
Reply| 01 Oct 2013 19:00:03
@mbahe

Jika Yesus itu Tuhan, untuk apa pula Tuhan berada dalam rahim seorang manusia hingga 9 bulan? Siapa pula yang mengatur jagat raya (alam) selama Tuhan berada dalam rahim Maria? Tidakkah Tuhan menyadari bahwa dengan demikian sama artinya dengan menjadikan diri-Nya beribukan seorang manusia?

Mengapa Tuhan baru memulai pekerjaannya ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun, seperti yang ditulis dalam ayat (Lukas 3:23): “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.”

Emangnya, pada umur 13 – 29 Tuhan Yesus mengerjakan apa? Tuhan kok menganggur? Menagapa tidak ada riwayat apapun tentangnya dalam rentang waktu 17 tahun itu? Apa Tuhan keasyikan berada dalam dekapan Maria, sehingga lupa akan misinya di dunia?
Muharizal Hasan
Reply| 01 Oct 2013 18:40:03
@onoae

Nabi Muhammad melakukan sex dengan perempuan yang dinikahinya. Sementara leluhur nabi kalian melakukan sex dengan perempuan tanpa ikatan nikah:
(2 Samuel 11:2-27) Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”
Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Setelah Batsyeba mengandung, suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana.
Dari hasil perzinaan itulah lahir Solomo, silsilah leluhur Yesus.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top