Mengapa Nabi Boleh Menikah Lebih Dari Empat?

Posted on Februari 5, 2010 by MUSLIM

aslmk ustad, alqur’an memperbolehkan menikah sampai 4 istri… saya bingung ketika salah seorang teman saya mengatakan mengapa rasulullah menikah lebih dari 4 istri?? berarti dia melanggar alqur’an?? terimakasih untuk pencerahannya (zueldi)

  

Jawaban Ustadz Sigit Pranowo, Lc.

Waalaikumussalam Wr Wb Al Qur’an membicarakan tentang disyariatkannya poligami hanya didalam dua ayat yang keduanya berada di surat an Nisa :

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

 

Artinya : “dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau (kawinilah) budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa : 3)

وَلَن تَسْتَطِيعُوا أَن تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِن تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya : “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisaa : 129) Poligami atau beristri banyak adalah tradisi yang sudah terjadi di beberapa negeri termasuk di kalangan orang-orang Arab jahiliyah sebelum kedatangan islam. Jadi islam bukanlah yang mula-mula membawa sistem poligami. Islam datang membawa aturan berpoligami dengan memberikan batasan serta menjadikan keadilan sebagai persyaratan bagi seseorang yang ingin melangsungkan poligami, seperti yang diterangkan ayat-ayat diatas….. Poligami bukanlah sebuah kewajiban dan bukan pula sunnah akan tetapi ia diperbolehkan oleh agama islam karena adanya tuntutan pembangunan dan kemasyarakatan yang mendesak untuk berpoligami, sebagaimana dikatakan Sayyid Sabiq didalam kitabnya “Fiqhu as Sunnah” Demikian pula terhadap Rasulullah saw maka pernikahannya dengan lebih dari satu orang istri (poligami) bukanlah sebuah kewajiban dari Allah swt akan tetapi ia adalah sesuatu yang dibolehkan baginya, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُّؤْمِنَةً إِن وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang Termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 50)…. Kemudian bukti lainnya adalah bahwa apa yang dilakukan beliau sawberistri lebih dari empat orang—tidaklah bertentangan dengan apa yang disebutkan didalam Al Qur’an—surat an Nisa : 3—adalah bahwa ayat tersebut yang membatasi empat orang istri diturunkan pada tahun VIII H dan pada saat itu Rasulullah saw telah memiliki istri lebih dari empat orang. Wallahu A’lam (sumber :eramuslim.com)   KOMENTAR KRITIS: POLIGAMI MUHAMMAD YANG CACAT DAN GAGAL. Sesungguhnyalah, tak ada nabi manapun yang dikecualikan dari hukum-Tuhan bagi umatNya. Semakin dia nabi yang makin tinggi derajatnya, semakin harus dia menggenapi dan mencontohkan praktek hukum yang dikenakan bagi umatnya. Anomali hukum yang diizinkan justru memacu Muhammad ber-skandal liar dalam kehidupan sex-nya yang tidak satupun bisa menjadi mercu-suar keteladanan bagi kekudusan keluarga. Dan balik membantah kenabian Muhammad dan azaz kesempurnaan Allah yang tanpa cacat! Sejarah hidup Muhammad segera  tampak menjadi sebuah CONTOH ketidak-adilan yang sempurna dalam memperlakukan para istrinya, menurut kwantitas dan kwalitas perhatian, cinta kasih, nafkah dan giliran sex yang harus diberikan sama kepada setiap mereka. Dan lebih dari itu beliau justru telah mendemonstrasi-kan suatu perkosaan terhadap keadilan poligamis itu tanpa rasa bersalah, melainkan membiarkan itu terus begitu dalam keluarga haremnya! Kita menunjuk kepada kasus Sauda bint Zama’h misalnya,yang dikawini Muhammad 1 bulan (!) setelah kematian Khadijah. Ia dikatakan sebagai istri yang bertampang biasa, gemuk dan berumur(walau tidak pernah diketahui berapa umurnya). Ia tidak pernah mendapat gairah dan perhatian Muhammad. Nabi malahan sudah siap mau menceraikannya.  Dan kalau akhirnya tidak jadi dicerai, itu hanya karena Sauda mati-matian memohon kepada Nabi agar ia jangan sampai dicerai dengan imbalan bahwa hak “giliran sex” baginya akan  dialihkan kepada Aisha yang lebih dicintainya! (Qurtubi, Al-Tabari,Abu Dawud vol.2 no.2130 hal.572). Status Sauda serentak menjadi “stateless marriage” yang paling memprihatinkan! Ini kontras dengan Aisyah yang mendapat kedudukan PALING FAVORIT diantara semua istri-itri Nabi (Sahih Bukhari 3:47:755). Simaklah Sirat dan hadis-hadis yang telah menceritakan secara otentik bagaimana kehebohan telah terjadi didalam keluarga Harem-nya Muhammad! Misalnya,   * Kasus pedofil dengan Aisha. Mengapa Nabi perlu memaksakan penghilangan masa kanak-kanak Aisha, dan tidak mampu menjadi suri teladan universal dengan menampik jenis perkawinan yang bercirikan pedofilia, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(QS.33:21). “Rasul Allah berkata, ‘Saya telah diutus sebagai generasi keturunan Adam yang terbaik keseluruhannya sejak penciptaan(HSB 4.56.757) * Perkawinan dirinya dengan Zainab, yang tercabut dari istri anak angkatnya Zayd bin Muhammad. Padahal Nabi sendiri pula yang tadinya menikahkan keduanya. Perkawinan yang membuat Allah harus menurunkan banyak ayat-ayatNya yang aneh dan kerdil demi untuk pembenaran perkawinan yang tidak mulia ini, yang bahkan dilakukan tanpa wali dan saksi, karena sudah dipersaksikan oleh Allah sendiri ketika dikawinkan disurga, Kami telah kawinkan dia (Zainab) dengan kamu (Muhammad)” (QS.33:37)?? * Skandal sex Muhammad dengan budak Mariya Coptik, yang dilakukan sembunyi-sembunyi di hari, di rumah, dan di ranjangnya Hafsah. Yang akhirnya menjadi ledakan heboh di seluruh harem Muhammad dan pemboikotan istri-istri terhadap Nabi, sehingga Allah dibuat harus menurunkan jenis wahyu yang mengancam istri-istri yang membangkang (QS.66:1-5). *Kasus hubungan sex dengan Safiyyah di hari yang sama dengan pembantaian Nabi terhadap  suami dan keluarga Safiyyah di muka hidungnya, yang memperlihatkan ciri seorang psikopat tanpa hati nurani dan empati… dll. AKHIRNYA, kita kutib alasan dari Ustadz Sigit Pranowo kenapa Nabi boleh kawin lebih dari empat sbb: “Kemudian bukti lainnya adalah bahwa apa yang dilakukan beliau sawberistri lebih dari empat orang—tidaklah bertentangan dengan apa yang disebutkan didalam Al Qur’an—surat an Nisa : 3—adalah bahwa ayat tersebut yang membatasi empat orang istri diturunkan pada tahun VIII H dan pada saat itu Rasulullah saw telah memiliki istri lebih dari empat orang. INI BUKAN ALASAN DAN BUKAN BUKTI, MELAINKAN SEBUAH KEKONYOLAN ARGUMENTASI. Jelas ini adalah sebuah FAIT-ACOMPLI (pengemplangan) terhadap wahyu/hukum Allah,  karena fakta-negatif yang sudah terlanjur  terjadi di muka, kini mendikte Allah! Bisakah begitu? Kerdillah Allah SWT dibuatnya!  


11 comments Add a Comment
frensita
Reply| 23 Feb 2015 14:03:37
Semoga Allah SWT mengampuni dan memberikan hidayah untuk kalian sehingga mau belajar tanpa prejudice sebelum komentar, aamiin..
TrustMan
Reply| 07 Oct 2013 14:15:08
@mendung
He he he, sebenarnya ada perbuatan baek Muhammad.
Utamanya waktu istri pertama janda kaya yang saleh yang Nazarani masih hidup mendampingi.

Tapi ketika Siti Khadijah RA wafat, maka Muhamad yang angkat diri sendiri sebagai nabi mulai menjalankan praktek tak terpuji seperti ingkar kesepakatan, dan maen kroyok dan mencurangi kelompok laen. Dan ketika usahanya berhasil maka mereka menjadi kelompok yang tangguh disegani musuh, berubahlah karakter Muhammad
Selain memburu harta, juga memburu wanita yang cantik termasuk istri Zayd bin Muhammad putra angkatnya sendiri (Al Ahzab 37).

Bani Israel disegani bani lain karena ALLAH YAHWE BESERTA.
Islam disegani karena PEDANG DAN TAKTIK HALALKAN SEGALA CARA.

Manusia kritis akan menangkap bahwa Islam bukan murni agama.
Tapi pembinaan kelompok untuk menguasai yang lain.
Bila mau gabung, digunakan jurus Islam cinta damai.
Tapi kalo nolak , dipaksa tunduk , dipaksa bayar jatsiyah.
dan dipake jurus ayat halal bunuh kafir dan yang murtad.
TrustMan
Reply| 28 Sep 2013 09:50:50
Teoritis, nabi M mau niru raja Daud dan Salomo yg istrinya banyak.

Tapi kalo An Nisa 3 dilanggar, kemudian Al Ahzab 52 larangan kawin lagi sesudah " take over Zainab " istri anak angkatnya Zaid. Itu termasuk pelanggaran ber-kali-2.

Harusnya Allah SWT menegur atau menghukum nabi M.
Dlm Perj Lama ada kisah raja Daud ngesek sama istri Uria, langsung nabi Nathan menegur.
Itu menunjukkan Allah SWT tak maha tahu
Bahkan malekat Jibril yg menberi ujian hafal Quran selalu meluluskan nabi.
Itu membuktikan bahwa Jibril n Allah SWT dg mudah di BOHONG I nabi.

Jadi Allah SWT kalah pintar dibanding nabi nya.

Kalo Allah SWT dg mudah di bohong i nabi M, apalagi umatnya.
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 08 Apr 2013 12:16:32
@ PETUNJUK & ALL MUSLIM,

Saya melihat tak ada lagi mutu debat Muslim disini.
Keroco2 semuanya!
Jadi, lb baik merenungi begini:
Dalam hal apa sih Muhammad betul2 mengungguli Yesus
sebagai utusan Tuhan?
AJARAN?
MORAL?
KUASA?
KASIH?
CONTOH PERILAKU?
JANJI NAIK SORGA?
DLL?
LALU BERTOBATLAH
Bredahana
Reply| 06 Apr 2013 15:52:59
Pertama, Islam ada sebelum masa Muhammad? Ini jelas klaim sepihak dan tanpa bukti empiris. Apakah nabi-nabi sebelum Muhammad sudah melaksanakan rukun Islam, yang salah satunya mengucapkan dua kalimat syahadat? Saya jamin tidak.
Kedua, bagaimana Muhammad tidak mengakui Allah, kalau Muhammad lah yang menyampaikan firman Allah dan melaksanakan firman Allah? Apakah pernyataan Anda tersebut membuktikan bahwa Muhammad memang tidak perlu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat? Padahal pengucapan dua kalimat syahadat adalah hal yang dinomorsatukan dalam rukum Islam.
Saya hanya ingin bukti baik dari Quran, Hadist Shahih maupun Sirat Muhammad bahwa Muhammad pernah mengucapkan dua kalimat syahadat. Itu saja.
petunjuk
Reply| 29 Mar 2013 15:12:12
kata anda"Kalau Muhammad disebut sebagai kreator Islam".islam itu sudah ada sebelum masa nabi muhammad akan tetapi disempurnakan oleh kedatangan nabi muhammad. kata anda"Muhammad tidak mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak mengakui bahwa dirinya sendiri sebagai utusan Allah" bagaimana muhammad tidak mengakui allah ,kalau muhammad lah yang menyampaikan firman allah dan melaksanakan firman allah. syahadat itu tidak sekedar ucapan tetapi perlakuanya juga mencerminkan kalau ia mengesakan allah. semoga jelas
Bredahana
Reply| 28 Mar 2013 01:33:15
Saya punya satu pertanyaan yang mungkin dapat kita diskusikan bersama. Sebenarnya Muhammad itu memeluk agama apa? Kalau Muhammad beragama Islam, pernahkah ada ayat dalam Quran, keterangan dari hadist shahih atau pun cerita dalam Sirat Muhammad yang menyebutkan Muhammad pernah mengucapkan dua kalimat Syahadat? Padahal syarat utama orang masuk Islam adalah mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan dua kalimat Syahadat. Kalau Muhammad tidak pernah mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan dua kalimat Syahadat berarti Muhammad bukan orang Islam.

Kalau Muhammad disebut sebagai kreator Islam sehingga dia tidak perlu mengucapkan dua kalimat Syahadat, tetap saja hal ini tidak membuktikan bahwa Muhammad adalah orang yang telah masuk Islam. Karena dengan tidak mengucapakan dan mengikrarkan dengan lisan dua kalimat Syahadat, Muhammad tidak mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak mengakui bahwa dirinya sendiri sebagai utusan Allah.

Mohon pencerahan.
Masyaallah
Reply| 26 Mar 2013 07:27:17
@NANDA, kok kamu ini melarang orang berkomentar tentang Muhammad, padahal dia melaknat dan memerintahkan membunuh kami-kami yang dianggap kafir?

Menurut Sistim Hukum dimanapun, Ancaman begitu harus dilaporkan kepada Pengadilan Tertinggi dan Muhammad harus ditangkap.

Nabi yang satu ini menebarkan segala kekerasan keluar, dan pembodohan ke dalam Muslim. Untuk kwalitas sampah seperti itu ia masih berani berkata:

“Rasul Allah berkata, ‘Saya telah diutus sebagai generasi keturunan Adam yang terbaik keseluruhannya sejak penciptaan” (HSB 4.56.757).
Apa kamu bisa percaya? Saya yes, dulu, tapi NO sekarang!
Mendung
Reply| 26 Mar 2013 00:43:39
Kalau nabi menikah lebih dari empat hanya karena kasihan, mengapa Sauda bint Zama’h ingin dicerai hanya karena berbadan gemuk dan sudah berumur? mengapa tidak ada belas kasihan terhadap Aisha yang direnggut masa kanak-kanaknya?

Muslim mati-matian membela Muhammad sebagai manusia berakhlak sempurna, padahal tidak ada satupun perbuatan baik Muhammad yang pernah tercatat dalam sumber-sumber Islam tertua. Mungkin saking sempurnya akhlak Muhammad maka tidak heran dia sekarang ada disini: http://www.youtube.com/watch?v=kiL4ClvshN0
nanda
Reply| 25 Mar 2013 22:20:57
Nabi Muhammad SAW menikahi lebih dari 4 org istri itu karena beliau merasa kasihan kepada mereka, Itu siapa sih yang suka nulis Komentar yang kaga jelas? Kalo ga suka diem aja + ga usah banyak omong, ( for the people that had this Blog ) kalo mau ngadu domba jangan di Media Online dong Sis/Agan..
Gabriella K. Rantau
Reply| 25 Mar 2013 22:05:12
Apapun yg akan dikatakan Muslim tentang poligami (1) Melanggar ajaran Al Qur'an khususnya An Nisa' 4:129 yg dengan jelas menyatakan bhw 'Bagaimanapun seorang suami akan mencoba berbuat adil terhadap bini-bininya itu tidak mungkin!"; (2) Nabi Muhammad sendiri membuktikan bhw beliau juga tidak adil thdp bini2nya. Buktinya: 'Aisha dianggap sebagai favorit beliau!' - artinya dia tidak adil. (3) Pada umumnya perempuan yg mau dimadu terpaksa menerima nasib sedemikian karena takut dicerai, ingat nasib anak2nya, takut kehilangan kehidupan yg mapan, dsb. Lebih parah lagi setiap perempuan tentunya cemburu kalau suaminya menyunting bini yg lebih muda & lebih bahenol; (4) Suami yg kawin lagi sesudah sukses benar2 tidak menunjukkan apresiasi kepada bini pertama yg setia selama si suami masih kere belum mapan..
Fetching more Comments...
↑ Back to Top