Video Pembongkaran Gereja HKBP


38 comments Add a Comment
unity
Reply| 04 Sep 2013 22:03:11
wah, anda TAQQIYAH yah... seolah-olah anda adalah korban...luar biasa ajaran MUHAMMAD SAW mu tak lain adalah seorang pedofil,pembunuh,perampok yang suri tauladan dan berakhlak sempurna...
Gede Prama
Reply| 13 Aug 2013 13:42:02
Agama Saya Cinta

Paradoks, itulah judul yang diberikan terhadap kecenderungan kekinian dalam kehidupan. John Naisbitt adalah salah satu tokoh yang berkontribusi besar terhadap populernya terminologi paradoks.
Fundamental dalam pikiran orang- orang seperti Naisbitt, bila ada kecenderungan yang keluar dari rel akal sehat, dengan mudah masuk ke kotak paradoks. Sebagian dari manusia yang memberi judul paradoks kemudian kecewa, sebagian lagi malah bertumbuh justru karena paradoks. Tulisan ini berharap, mudah-mudahan lebih banyak sahabat yang dibuat bertumbuh oleh paradoks-paradoks berikut. Tidak menjadi niat tulisan ini agar paradoks- paradoks berikut menjadi awal permusuhan dan kecurigaan baru.
Sebagian paradoks yang layak dicermati adalah apa yang terjadi di Bali, India, Tibet, sampai Timur Tengah. Bali, sebagaimana dikomunikasikan dalam waktu lama oleh industri pariwisata, adalah pulau kedamaian. Namun, di sini juga ribuan manusia dibantai karena judul komunis di tahun 1965. Di sini juga dua bom teroris meraung-raung memakan banyak jiwa manusia. Di sini juga sebuah kota terbakar karena calon presiden yang didukung tidak terpilih di tahun 1999. Di Bali juga terjadi orang yang sudah meninggal pun masih dihalangi agar pulang secara damai.
India juga serupa. Di sini lahir dua agama dunia (Hindu dan Buddha), di sini juga terlahir tokoh-tokoh spiritual yang besar dan mengagumkan, dari Mahatma Gandhi, Ramakrishna, Svami Vivekananda, 0sho, Ramana Maharsi, sampai Buddha Gautama, Atisha, dan Acharya Shantidewa. Namun, di sini juga kebencian memacu permusuhan terus-menerus sehingga sahabat Hindu dengan sahabat Islam belum mengakhiri secara tuntas permusuhannya. Persoalan perbatasan masih memanas. Sejumlah tempat ibadah masih dijaga aparat.
Tibet adalah atap dunia. Seperti kepalanya Bumi. Dengan demikian, mudah dimengerti di sini lahir banyak sastra kehidupan yang mengagumkan (salah satu contohnya The Tibetian Book of the Dead). Namun, di sini juga kesedihan berumur teramat panjang. Dari pemimpinnya Dalai Lama sudah di pengasingan selama puluhan tahun, nasib rakyat Tibet yang penuh dengan tangisan. Dan belum ada tanda-tanda kuat kalau negeri suci ini akan mengalami perubahan.
Timur Tengah juga serupa. Di sini dua agama dunia (Islam dan Nasrani) pernah lahir. Namun, di sini juga mesin-mesin senjata meraung-raung terus memakan korban-korban manusia tidak berdaya. Israel dan Palestina belum menunjukkan tanda-tanda berdamai dalam jangka panjang. Belakangan malah semakin menyedihkan.
Dengan demikian, dalam totalitas, mudah dimengerti kalau Naisbitt pernah membaca sebuah kecenderungan mendunia: ’religion no, spirituality yes’. Agama tidak, spiritualitas ya. Ini mirip dengan pengalaman seorang remaja Indonesia yang pernah kuliah di Melbourne, Australia. Suatu kali dalam kelas yang besar jumlah mahasiswanya, dosennya bertanya: any one of you who have religion? Siapakah yang memiliki agama di kelas ini? Dan yang menaikkan tangan hanya segelintir orang. Namun, mahasiswa yang tidak menaikkan tangannya kalau meminjam pensil tidak lupa mengembalikan. Bila bertemu ibu-ibu dosen membawa beban buku agak berat, mereka cepat memberikan pertolongan. Bila antre di mana pun sangat disiplin. Tatkala bertemu sahabat lain tersenyum sambil mengucapkan selamat pagi. Bila ada teman dalam kesulitan, refleknya bekerja amat cepat untuk membantu. Bila masuk pintu lift atau pintu kereta api mendahulukan orang tua.
Karena itu, menimbulkan pertanyaan, apa agama orang-orang ini? Mirip dengan sejumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Ketika ditanya apakah Anda Nasrani, ia hanya menjawab dengan senyuman tidak bersuara. Namun, sopannya, ya ampun. Masuk rumah mengetuk pintu, lupa dipersilakan duduk, kemudian bertanya: boleh saya duduk? Bila tidak sependapat, memulai dengan kata ’maafkan kalau saya tidak sependapat’. Dan sejumlah sopan santun yang menyentuh hati.
Ini juga yang membuat sejumlah sahabat di dunia spiritual mulai bergeser: dari pengetahuan spiritual menuju pencapaian spiritual. Belajar dari Buddha lengkap dengan welas asihnya tentu baik. Membaca puisi-puisi sufi yang bertema cinta dan hanya cinta tentu berguna. Kagum dengan doa Santo Fransiscus dari Asisi tentu bermakna. Jatuh cinta sama Bhagawad Gita tentu sebuah pertumbuhan jiwa. Mendalami kebijaksanaan-kebijaksanaan Confucius tentu saja bermanfaat. Namun, mengaktualisasikannya ke dalam pencapaian spiritual keseharian tentu memerlukan upaya yang jauh lebih keras lagi.
Banyak guru yang sepakat, jembatan terpenting yang menghubungkan antara pengetahuan spiritual dan pencapaian spiritual adalah latihan. Seperti menemukan keseimbangan bersepeda, hanya latihan yang paling banyak membantu. Dan waktu serta tempatnya tersedia di mana-mana secara berlimpah. Di rumah, tempat kerja, sekolah, jalan raya, tempat ibadah, sampai lapangan sepak bola, semuanya bisa menjadi tempat-tempat menemukan pencapaian spiritual. Seperti kalimat indah Kahlil Gibran: ’keseharian kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya’.
Menyayangi istri/suami, mendidik putra/putri, mencintai orangtua, menghormati tetangga, menghargai pendapat atau sikap yang berbeda, menghormati atasan, menghargai jasa pemerintah, berterima kasih kepada tukang sapu atau pembantu, dan bila mampu mencintai musuh ada- lah rangkaian pencapaian spiritual keseharian yang mengagumkan. Pengetahuan spiritual memang kaya kata-kata. Namun, pencapaian spiritual kaya akan pelaksanaan.
Kagum dengan pencapaian spiritual Dalai Lama, Richard Gere pernah bertanya kepada pemimpin spiritual Tibet ini tentang agama yang sebenarnya dianut Dalai Lama dalam keseharian. Dengan senyuman penuh di muka, Dalai Lama menjawab: agama saya yang sebenarnya adalah kebaikan.
Ini mirip dengan cerita tentang mahasiswa Melbourne di depan yang tidak menaikkan tangan ketika ditanya punya agama atau tidak. Namun, dalam kesehariannya mereka rajin membantu, sekaligus jarang menyakiti. Sebagian dari orang-orang ini sambil bergumam mengatakan: ’agama saya Cinta’.
Boy Alberto
Reply| 13 Aug 2013 12:16:14
Susahnya Beribadah di Negara Beragama

Proses panjang dan berliku perizinan pendirian rumah ibadah juga dialami jemaat gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pangkalan Jati Gandul Cinere Depok.
Mereka mesti berurusan dengan proses hukum demi mengesahkan tempat untuk beribadah. Sampai hari ini, mereka masih berjuang memperoleh hak mereka. Sementara negara menjamin kemerdekaan setiap orang untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.
Berikut kisah perjuangan mereka:
Menurut Alexander Paulus dan Bona Sigalingging dari GKI Taman Yasmin, prosedur administrasi pembangunan rumah ibadah telah dijalani sejak 2001. Syarat administrasi telah
dimiliki sejak tahun 2006. Pada tahun 2008, Gereja diresmikan oleh Pemkot Bogor.
Dalam pesan tertulis, Wali Kota Bogor menyatakan, GKI Taman Yasmin merupakan contoh pendirian tempat ibadah yang baik. Namun, beberapa bulan kemudian ada pihak-pihak tertentu entah dari mana yang menyatakan tidak setuju dengan berdirinya gereja. Lantas, Wali Kota Bogor mengirimkan surat yang isinya agar memindahkan lokasi.
Pada Oktober 2008, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang telah dimiliki gereja dicabut, GKI lantas menempuh proses hukum. Kemudian, pada tahun 2009 IMB GKI Taman Yasmin Bogor dikukuhkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bogor. Pihak tergugat Pemkot Bogor mengajukan banding ke PTUN Jakarta, tetapi hasilnya menguatkan keputusan sebelumnya.
Pada 10 April 2010, rumah ibadah GKI Taman Yasmin digembok oleh Satpol PP dan polisi. Pada 27 Agustus 2010, Satpol PP secara resmi telah membuka gembok gereja, tetapi hanya berlangsung 1 x 24 jam atas tekanan pihak tertentu, terutama kepolisian. Sampai saat ini mereka tetap beribadah di trotoar.
Menurut Risely Augustina, kuasa hukum HKBP Pangkalan Jati Gandul Cinere, Gereja HKBP ini sudah berdiri dari tahun 1988. Karena jemaatnya bertambah, pada tahun 1997 lantas mengajukan IMB ke Bupati Bogor. Pada 13 Juni 1998, IMB keluar atas nama HKBP Pangkalan Jati Gandul Cinere Depok.
Pembangunan gereja sempat berhenti karena krisis moneter, tetapi dilanjutkan kembali. Secara tiba-tiba, pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok mencabut IMB HKBP. Tanggal 6 Mei 2009, HKBP Pangkalan Jati Gandul melakukan gugatan ke PTUN Bandung tentang keputusan Wali Kota Depok.
HKBP menang, tetapi pihak tergugat mengajukan banding ke PTUN Jakarta. HKBP pun kembali menang. Pihak tergugat tak terima dan mengajukan kasasi, tetapi ditolak karena tidak memenuhi syarat formal obyek gugatan di luar jangkauan keputusan. Sampai saat ini pembangunan gereja tetap dilanjutkan dengan pengawasan polisi.
jimat muslim
Reply| 13 Aug 2013 01:08:29
kalo nggak yaudah kafir aja
sana.terserah lu koq ALLAH tidak
pernah memaksa manusia untuk
mengikuti ajaranya koq. TANGGAPAN :
Masa tidak pernah memaksa buktinya
buanyaaaaaaaak. . .
Mau aku paparkan ayat al qibul mu yang
memaksakan muslim menegakan agama
uolloh sehingga tidak ada yang tersisa agama lain selain agama oulloh…
( ANEH KAN AULOH PUNYA AGAMA..JADI
AULOH NYEMBAH DAN BERIBADAH
KEPADA SIAPA??? )
jimat muslim
Reply| 13 Aug 2013 01:06:13
kalo nggak yaudah kafir aja
sana.terserah lu koq ALLAH tidak
pernah memaksa manusia untuk
mengikuti ajaranya koq.

TANGGAPAN :
Masa tidak pernah memaksa buktinya buanyaaaaaaaak. . .
Mau aku paparkan ayat al qibul mu yang memaksakan muslim menegakan agama uolloh sehingga tidak ada yang tersisa agama lain selain agama oulloh...
( ANEH KAN AULOH PUNYA AGAMA..JADI AULOH NYEMBAH DAN BERIBADAH KEPADA SIAPA??? )
mhd61l4
Reply| 12 Aug 2013 23:36:42
MUTILASI ITU AJARAN ALLOW SWT, SANG PENYESAT , SI KHAIRUL MAKARIN yang di karang si CABUL MUHAMMAD:

“KELAK AKAN AKU JATUHKAN RASA KETAKUTAN KE DALAM HATI ORANG-ORANG KAFIR, MAKA PENGGALLAH KEPALA MEREKA DAN PANCUNGLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA” (QS 8:12).

Sudah kepalanya dipenggal, jari jarinya juga.
Hal tersebut juga dipraktekkan ketika Muhammad memerintahkan membunuh Fatimah si janda tua renta.... setelah tubuhnya terkoyak koyak, kepalanya pun dipotong untuk diarak.

Mau llihat ASLINYA ISLAM?
Baca nih quote @petunjuk "Saya juga mengecam umat Islam yang merusak tempat ibadah agama lain. karena nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan yang seperti itu.Beliau saja berdakwah dengan lemah lembut tidak dengan kekerasan dan pemaksaan Karena Islam hanya memusuhi makhluk yang memusuhi Islam.

lalu bandingkan dengan apa yang diwahyukan sang PENYESAT dan apa yang dilakukan si CABUL...!!!!!

ISALAM BENAR BENAR SEMPRUL na....!!!!
mhd61l4
Reply| 12 Aug 2013 23:30:02
SUDAH TERTULIS DI LAUH MAHFUDZH, hanya ISLAM AGAMA IBLIS...eh... maksudku agama allow sang penyesat... si KHAIRUL MAKARIN.
jeff
Reply| 12 Aug 2013 17:13:16
Mengapa yah tindakan si amrozi tak satupun ormas-ormas islam yang mengutuk perbuatannya?
MENGAPA ISLAM MENGHALALKAN PEMBUNUHAN TERHADAP NON MUSLIM?
KELIATANNYA MUSLIM GAK AKAN PUAS KLO SMUA MANUSIA BUKAN MUSLIM
Guntur
Reply| 12 Aug 2013 02:04:39
@anarki

"....coba cek tafsirannya menurut ulama. jangan bikin kesimpulan sendiri..."

Ilmu silat ala Muhammad, ngeles sana ngeles sini, tipu sana tipu sini.
Warung Copy
Reply| 11 Aug 2013 23:48:58
Agama yang Tidak Menghakimi Oleh Muhadjir Darwin
Ibu Pertiwi menangis karena kebhinnekaan dicederai di negeri yang sebelumnya dikenal dunia sebagai model kerukunan hidup beragama, di negara yang para ulamanya sering berteriak keras, meyakinkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama perdamaian.

Kebhinnekaan tersungkur ketika massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang sedang menuju silang Tugu Monas, Jakarta Pusat, hari Minggu (1/6/2008) untuk memperingati hari kelahiran Pancasila dan menyuarakan kebebasan beragama/berkeyakinan diserbu oleh massa beratribut Komando Laskar Islam (KLI)/Front Pembela Islam (FPI). Massa tersebut menyerang dan melakukan penganiayaan serta perusakan terhadap massa AKKBB. Sebagian korban adalah perempuan dan anak-anak.

Dalam kejadian ini, FPI sekali lagi telah mempertontonkan wajah Islam yang ”garang”. Sikap polisi patut disayangkan karena tidak mencegah dan mengatasi aksi kekerasan tersebut, bahkan menyalahkan AKKBB karena tidak melakukan koordinasi dengan Polri.

Ketua MUI Amidhan seperti ingin bersikap netral dalam peristiwa ini dengan menyayangkan (bukan memprotes atau mengutuk) aksi KLI/FPI, tetapi pada sisi lain menyalahkan pihak AKKBB yang dikatakan melakukan provokasi terhadap KLI/FPI karena di dalam massa tersebut terdapat pengikut Ahmadiyah yang telah dinyatakan sesat oleh MUI. Pernyataan yang sepintas netral tersebut, jika dicermati, cenderung lebih membela KLI/FPI. Dengan tuduhan provokasi, secara implisit Amidhan mau menegaskan bahwa KLI/FPI adalah institusi suci yang tidak boleh diprovokasi, dan karena itu kekerasan yang mereka lakukan (meskipun disayangkan) dapat dimaklumi, lepas dari persoalan apakah klaim provokasi tersebut masuk akal.

Bangsa majemuk

Sesuatu hal yang perlu menjadi keprihatinan kita bersama sebagai sebuah bangsa majemuk adalah kecenderungan maraknya cara-cara kekerasan atas nama Islam dalam menyikapi perbedaan. Sebagai seorang Muslim, saya mencoba bertanya kepada hati nurani saya sendiri, inikah sejatinya Islam? Jika hati saya membisikkan jawaban ”ya”, saya harus merasa malu untuk mengatakan bahwa agama saya adalah agama perdamaian dan malu pula untuk memprotes Amerika dan Israel ketika mereka melakukan teror di tanah Palestina atau Irak. Jika hati kecil saya menjawab ”bukan”, saya harus malu terhadap ulah saudara saya seagama dan merasa citra agama saya tercoreng oleh aksi brutal mereka.

Umat Islam mempunyai kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan. Tokoh-tokoh Islam pencetus Piagam Jakarta dengan lapang dada mau menanggalkan 7 kata ”dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam menyusun Pembukaan UUD 1945 dan menerima Pancasila sebagai dasar negara sebagai bentuk pengakuan mereka terhadap prinsip-prinsip pluralisme yang terkandung dalam ideologi tersebut. Ini berarti, umat Islam-lah yang paling berkepentingan terhadap terpeliharanya negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Umat Islam pula yang seharusnya paling marah ketika KLI/FPI atas nama Islam memorakporandakan komitmen nasional bangsa Indonesia dengan anarkisme yang mereka pertontonkan kepada publik pada hari sakralnya bangsa dan negara ini. Keberadaan FPI tidak mengharumkan, tetapi justru merusak citra Islam.

Ketika AS dan Israel melakukan teror di kawasan Timur Tengah, umat Islam dunia menghujat kedua negara tersebut dengan menggunakan dalil kemerdekaan, kebebasan, kemanusiaan, dan persamaan hak. Ketika Osama bin Laden menjawab hegemoni Amerika dengan menghancurkan menara WTC di New York, tokoh-tokoh Islam moderat sibuk meyakinkan dunia bahwa aksi Osama tidak mencerminkan Islam karena Islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam adalah agama perdamaian. Hal yang sama juga dilakukan ketika kelompok Azahari melakukan teror di beberapa kota di Indonesia.
Lalu, bagaimana saat ini umat Islam Indonesia dapat meyakinkan dunia ketika KLI/FPI yang atas nama Islam melakukan perusakan dan penganiayaan terhadap massa AKKBB yang tengah melakukan aksi damai tersebut? Jika pun mereka tidak setuju, apakah mereka punya otoritas untuk mewakili Tuhan atau negara menghakimi sesama warga negara? Apakah dengan peristiwa seperti ini kita masih punya alasan untuk meyakinkan dunia bahwa Islam adalah agama perdamaian?

Agama egaliter

Saya jadi ingat ketika tokoh feminis Muslim Kanada, Irsyad Manji, ceramah dalam satu seminar di Kampus UGM. Manji menegaskan pentingnya kemerdekaan berijtihad untuk memajukan Islam. Terhadap pernyataan tersebut, seorang ibu yang mengaku anggota Hizbut Tahrir merespons dengan mengatakan bahwa Irsyad Manji tidak punya otoritas untuk berijtihad karena dia bukan ulama. Hanya ulama yang benar-benar menguasai ilmu agama yang mempunyai otoritas tersebut. Ia lalu membuat analogi dokter gigi. Orang sakit gigi hanya akan mendapatkan pertolongan yang benar jika datang ke dokter gigi. Orang awam tidak bisa mencabut gigi yang sakit karena akibatnya bisa fatal.

Terhadap perumpamaan tersebut, saya yang ketika itu menjadi pembahas presentasi Manji menjawab. Analogi tersebut secara implisit mengatakan bahwa Islam adalah agama yang elitis, di mana fatwa ulama harus diikuti secara taqlid (patuh) oleh pengikutnya, padahal Islam adalah agama yang egaliter. Kedua, dokter belum tentu membuat diagnosis yang tepat atau penanganan medis yang benar.

Nah, ulama dapat juga membuat fatwa keliru dengan menyesatkan aliran tertentu yang berbeda dengan keyakinannya atau memerintahkan umatnya melakukan perusakan, penganiayaan, atau pembunuhan terhadap orang atau kelompok lain yang mempunyai keyakinan yang berbeda.
jimat muslim
Reply| 11 Aug 2013 02:22:35
ini lah ajaran islam
Apa yang baik bisa tidak baik
Dan apa yang tidak baik bisa menjadi baik.
Umat
Reply| 10 Aug 2013 20:00:14
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima anugerah negawaran dunia (world statesman award) di markas Yayasan Appeal of Conscience kota New York, Amerika Serikat, Kamis malam 30 Mei 2013
Sungguh Penghargaan yang menyesatkan !
JOSS
Reply| 10 Aug 2013 18:19:27
WOW HUEBATTTT ! PENGIKUT MAMAD TERIAK ALLOOOOOHHHHHH KOBARRRRRR
Sibolisnaburju
Reply| 10 Aug 2013 09:05:57
sangat menyedihkan.
emosi yang luar biasa datang dalam hati saya, bayangkan jika saya bersama semua jemaat HKBP mendengarkan bisikan setan itu, pulang ke kampung halaman di SUMUT dan melakukan sweeping terhadap bangunan2 yang berbau islam dan menghancurkannya?? jadi apa negara ini?? umat kristen lain yang bukan jemaat HKBP juga akan ikut. karena saya tau bukan hanya gereja HKBP yang ditindas di negara ini.

Tetapi kembali lagi pada ajaran yang Maha Pengasih yang kita terima dari Yesus Kristus, bahwa:
Lukas 6:27-29
“‘Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barang siapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.”

Matius 10:14 dan 15
“Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kibaskanlah debunya dari kakimu, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah sodom dan gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”

Matius 10:16-33
ayat 18
“dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.”
ayat 22
“dan kamu akan dibenci semua orang karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat.”
ayat 28
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”

“HALELUYA, YESUS KRISTUS SEBAGAI BAIT ALLAH YANG TELAH DIHANCURKAN DAN DIBANGUN KEMBALI DALAM TIGA HARI AKAN TETAP KOKOH BERDIRI SAMPAI SELAMA-LAMANYA.”
injil versi filipus
Reply| 10 Aug 2013 08:47:47
kejamnya kapirit kristen,membangun gereja liar di bekasi,sangat melukai saudara2 moeslim kami. Hell lw lu yah..
jimat muslim
Reply| 10 Aug 2013 00:15:19
Amin. . .
Jujur mliat videonya aku tak dapat berkata apa apa lagi.
jimat muslim
Reply| 10 Aug 2013 00:11:46
bukan hanya kristiani tetapi seluruh manusia diluar islam.

Jujur sbenarnya aku ga peduli agama apapun,ada yang mau nyembah batu,nungging2,nyembah matahari,bulan,bintang,sapi,dan apapun yang disembah,,asalkan ajaranya tak membuat umat lain resah,apa lagi nyontek agama lain dan seolah olah agama yang dicontek salah karna tak mau nyembah kabah.
jimat muslim
Reply| 09 Aug 2013 20:39:38
eh manusia turunan setan,ga liat lo apa yang sudah diajarkan nabi lo ntu udah mrusak moral yang sudah diajarkan Nabi sebelumnya. . . .
Dasar Nabi iblis dan kaum iblis yang perusak.
MEKSI LIEM LUWUK LOMBOGIA
Reply| 09 Aug 2013 11:57:53
MUHAMAD KAN TIDAK SEKOLAH LALU DI PILIH MENJADI NABI,MAKANYA SETIAP AJARANNYA TIDAK ADA YANG MENCERMINKAN SEORANG YANG PINTER,JADI DIDALAM HADISNYA DIA MENYURUH UMAT MUSLIM UNTUK BERJIHAD DAN MEMUSUHI UMAT KRISTIANI,,,,,
johny
Reply| 09 Aug 2013 10:12:00
untuk sudara2 seiman di dlm Yesus kristus. jadilah pengikut yesus yg taat akan perintahNYA. biarlah mereka membongkar bangunan gereja. tapi jangan samapi iman kitapun terbongkar. iblis akan menertawakan kita. aku yakin Tuhan yesus akan memberikan berlipat ganda dari apa yg hilang dari kita. yakiiiin dan sanangat yakin. saya bukan sorang pendeta atau mempunya jabatan di dlm pengurusan gereja. tapi saya hanya anak perantau yg tinggal sangat jauh dari tanah air. dan saya tergolong anak yg cukup nakal dlm kehidupan masa muda. tapi setelah aku mengerti akan firman Tuhan. DIA menguatkan aku dan selalu tdk perna terlambat pertolongannya. baca kitab daud dan kitab ayub. semoga Tuhan yesus berikan kekuatan pd saudara2 sekalian dan mengamouni setiap orang2 yg terlibat dlm pembokaran gereja. amin
Fetching more Comments...
↑ Back to Top