Kejanggalan-Kejanggalan Hadith dan Penyangkalan Muslim

Ada dua kategori orang Muslim. Yang pertama adalah orang-orang yang membela Muhammad dan apapun yang dilakukannya, tanpa memedulikan pertimbangan kepatutan, kebenaran atau keadilan. Mereka tidak menyangkali pernikahannya dengan anak berusia 9 tahun, pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya, pembantaian-pembantaian tawanan perang, genosida-genosida, perkosaan, kebejatan seksualnya, dan semua perbuatannya yang tidak terhormat. Bagi mereka ia adalah manusia sempurna, dan tidak seorang pun boleh mempertanyakan tindakan-tindakannya.

Kelompok yang kedua, adalah orang-orang yang menyangkali sebagian atau semua fakta historis mengenai Muhammad dan membengkokkan bukti agar membuatnya dapat diterima oleh moralitas modern. Mereka disebut orang Muslim moderat. Di dalam cangkang, orang moderat adalah orang-orang yang menyangkali kebenaran menjijikkan mengenai nabi mereka, lebih menyukai dusta daripada kebenaran dan hidup dengan kepala mereka disembunyikan dalam tanah.

Oleh: ALI SINA

 

Catatan Editor: Ini adalah penelitian yang baik, yang diterbitkan pada awal tahun 2001, yang menunjukkan dilema-dilema yang mencakup penyangkalan otentisitas Hadith bagi orang Muslim. Hadith adalah suatu bagian integral dalam agama Islam, dan menyangkalinya berarti menyangkali pilar-pilar Islam yang penting, dan menimbulkan keraguan terhadap Quran itu sendiri dan terhadap hidup Muhammad.  

Ada dua kategori orang Muslim: orang-orang yang menerima otentisitas Quran dan Hadith dengan penuh keyakinan, dan orang-orang Muslim yang menyangkali Hadith, sebagian atau seluruhnya. Mereka berusaha untuk menafsirkan Quran kembali dengan cara yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya sehingga Quran dapat diterima oleh akal sehat.  

Hampir selama 1200 tahun kumpulan hadith Bukhari dipandang (dan masih dipandang) oleh mayoritas Muslim sebagai setingkat di bawah Quran. Orang-orang Muslim, terutama dari kelompok Sunni, memandang Hadith terpisah dari Quran dan merupakan sumber tuntunan. Hadith adalah kisah-kisah kehidupan Muhammad, yang dikumpulkan oleh para cendekiawan pada abad kedua dan ketiga setelah Hijrah. Hadith-hadith yang paling terkenal dan dihormati adalah Hadith Bukhari dan murid Muslimnya ibn al-Hajjaj. Hadith-hadith itu disebut Sahih (benar, lurus, otentik), karena telah melalui proses otentifikasi yang ketat yang disebut Ilmul Hadith.

Bagaimanapun, ada tren baru di kalangan sekelompok orang Muslim, terutama “orang-orang yang tunduk” (= Submitter), yang menyangkali otentisitas Hadith secara keseluruhan. Mereka bahkan berani  menyebut para pengumpul Hadith yang terkenal itu sebagai para penipu dan pembohong. Ini berarti membunuh orang yang membawa berita. Para pengumpul Hadith tidak menciptakan kisah-kisah yang membuat mereka menerima penghinaan besar itu. Yang mereka lakukan hanyalah mengumpulkannya, mengkompilasi dan memberikan rangkaian narator yang kesemuanya itu kembali kepada Muhammad dan para sahabatnya.  

Para cendekiawan Muslim mula-mula, menerima Hadith sebagai Sahih hanya jika otentisitasnya telah ditetapkan atas dasar Fann-i-Riwaayat (seni keteraturan narasi) dan Fann-i-Daraayat (seni konkordansi logis). Lebih jauh lagi, sebuah hadith tidak boleh berkontradiksi dengan Sunnah dan Quran.

Tidak seorang pun di antara kita yang mempunyai kualifikasi untuk menentukan akurasi metodologi yang digunakan dalam menerima atau menolak sebuah hadith yang berdasarkan Fann-i-Riwaayat. Semua itu adalah kisah-kisah lama. Semua orang yang melaporkannya sudah wafat lebih dari 1000 tahun yang lalu dan kita tidak mempunyai sarana untuk memverifikasi kebenaran kisah-kisah mereka itu. Saat ini satu-satunya metode yang ada untuk menentukan sihhat (kebenaran) sebuah Hadith adalah Fann-i-Daraayat dan kesesuaiannya dengan Quran. 

Cendekiawan Islam, Asif Iftikhar menulis,

“Oleh karena itu, sebuah Hadith dapat dipandang sebagai sebuah sumber tuntunan religius hanya jika dasar Hadith itu eksis dalam Quran atau Sunnah atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh natur dan kecerdasan manusia. Tambahan lagi, ia tidak boleh bertentangan dengan satupun dari dasar-dasar tersebut” (dari “Otentisitas Hadith”) 

Beliau juga menulis,

“Imam Ibni Ali Jauzee dikisahkan pernah berkata: ‘Jika kamu menemukan sebuah hadith bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh akal sehat atau bertentangan dengan aturan universal, anggaplah itu sebagai rekayasa/fabrikasi; diskusi-diskusi mengenai apakah para naratornya dapat dipercayai atau tidak, sama sekali tidak diperlukan. Demikian pula, Ahadith (hadith-hadith) seperti itu harus dipandang sebagai hadith-hadith yang melampaui pemahaman hingga ke tingkat bahwa hadith-hadith tersebut tidak memberikan ruang bagi penjelasan apapun. Juga, sebuah hadith yang menjanjikan upah besar-besaran untuk sebuah perbuatan yang kecil dan sebuah Hadith yang mempunyai makna yang janggal, haruslah dicurigai”. 

Dengan menguji beberapa Ahadith dalam terang “akal sehat”, dan sesuai dengan rekomendasi Ibni Ali Jauzee,  kita menemukan bahwa banyak dari hadith-hadith tersebut yang tidak Sahih walaupun dipandang Sahih. Sebagai contoh adalah hadith berikut ini:

Sahih Bukhari Volume 3, Buku 43, Nomor 652

Dikisahkan Abu Huraira:

Rasul Allah berkata, “Suatu ketika seseorang sedang dalam perjalanan, ia menemukan ranting berduri dari sebuah pohon di jalan, lalu ia memindahkannya. Allah berterimakasih kepadanya atas perbuatannya itu dan mengampuninya”.

Disini, kompensasi/pahala yang diberikan jauh lebih besar daripada perbuatan baik yang dilakukan dan jika kita mengikuti nasehat Ibni Ali Jauzee, kita harus memandang hadith ini sebagai hadith yang palsu. 

Ini nampaknya sepele, tetapi implikasinya besar. Dengan membuktikan bahwa sebuah hadith yang telah dikategorikan Sahih ternyata tidak Sahih, kita menetapkan bahwa kita harus curiga terhadap otentisitas semua Ahadith yang diklasifikasikan sebagai Sahih. Faktanya, ini membuktikan bahwa walaupun kenyataannya 90% orang Muslim percaya pada kumpulan Bukhari dan Muslim, dan walaupun fakta bahwa semua Ahadith ini dipandang sebagai tuntunan yang paling benar setelah Quran, hadith-hadith itu sama sekali tidak dapat dipercayai.

Sekarang, marilah kita melihat hadith lainnya dan mengujinya dengan akal sehat. Sebelumnya kita harus mendefinisikan apa yang kita maksudkan dengan akal sehat. Saya tiba pada kesimpulan bahwa akal sehat sama sekali tidak umum, dan dapat mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang religius yang pikirannya telah diwarnai oleh keyakinannya.

Sebagai contoh, akal sehat yang timpang mengatakan bahwa pria dan wanita, mempunyai tingkatan yang sama dengan kecerdasan. Sudah tentu ada orang-orang yang bodoh dan orang-orang yang cerdas dalam kedua jender itu, tetapi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan jender mereka. Tidak ada studi ilmiah serius, yang tidak diwarnai praduga religius, pernah mendemonstrasikan bahwa ada perbedaan kecerdasan antara pria dan wanita. Yang telah ditemukan adalah beberapa bagian otak wanita lebih berkembang daripada bagian-bagian yang sama dari otak pria, sementara bagian-bagian otak pria lainnya lebih berkembang. Orang yang logis akan menyimpulkan bahwa pria dan wanita berhak menikmati hak-hak yang sama.

Perbedaan ini juga terlihat dalam perbandingan antara anggota-anggota dari jender yang sama. Tidak semua pria sama cerdasnya. Ada yang lebih cerdas dari yang lainnya. Namun semua orang setara di hadapan hukum. Kesaksian Eistein dan Joe Blow mempunyai bobot yang sama. 

Tidak ada indikasi bahwa wanita kurang cerdas dibandingkan pria, bahkan jika kita memproses data itu secara berbeda, tidak ada pembenaran atas anggapan bahwa wanita tidak boleh menikmati hak-hak yang sama dengan pria. Sains, keadilan dan akal sehat mengakui bahwa pria dan wanita itu setara dan harus memperoleh hak-hak yang sama.  

Ketika dipengaruhi oleh doktrin-doktrin yang palsu, akal sehat akan terabaikan. Islam mempunyai kriteria yang berbeda yang menolak akal sehat. Walau sedemikian terhalang [dengan ajaran agama mereka], masih ada kaum wanita Muslim yang dengan senang hati memperjuangkan ketidaksetaraan dan penindasan atas hak-hak mereka dan menyebutnya “pembebasan”. Mereka beranggapan hijab meningkatkan status mereka. Dihardik, dihukum bahkan dipukuli oleh suami mereka adalah hal yang baik bagi mereka [menurut mereka]. Mereka percaya bahwa mereka kurang cerdas dan bahwa mayoritas dari mereka akan masuk neraka karena Muhammad mengatakannya demikian.

Jadi ketika saya berbicara tentang akal sehat, saya tidak berbicara tentang akal sehat yang dimiliki orang yang religius, tetapi akal sehat yang didukung oleh sains yang “riil” dan dibuktikan oleh para ilmuwan yang “riil” pula. Saya menaruh tanda kutip pada kata riil karena semua agama telah membuat versinya masing-masing dari pseudo-sains dan mempunyai cap dari para pseudo-ilmuwan dan pseudo-filsuf mereka sendiri. Para penipu seperti Maurice Bucaille dan Keith Moore mengatakan bahwa Quran itu ilmiah; pandangan ini sama sekali bukanlah sains. Itu hanyalah omong kosong belaka yang dibuat-buat untuk memenuhi rekening bank mereka.    

Mari kita periksa apakah hadith berikut ini imiah dan dapat diterima oleh akal sehat.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomer 414 

Ia (Muhammad) berkata, “Pertama-tama, tidak ada apapun selain Allah, dan (kemudian Ia menciptakan Tahta-Nya). Tahta-Nya berada di atas air, dan Ia menulis semuanya dalam Kitab (di Surga) dan menciptakan langit dan bumi”. 

Bagaimana kisah ini dapat diterima oleh akal? Jika pada mulanya “tidak ada apa-apa”, bagaimana Allah dapat meletakkan tahta-Nya di atas air? Air yang mana? Apa yang menampung air itu? Bagaimana langit dan bumi dapat diciptakan sesudah air? Bukankah air membutuhkan bumi untuk menampungnya, dan bukankah bumi membutuhkan langit untuk menahannya? Di balik fakta bahwa seluruh pemikiran ini diekspresikan dalam hadith adalah omong kosong ilmiah, ada kekeliruan dalam urutan penciptaan. 

Bukankah bumi adalah planet yang menjadi bagian dari tata surya, dan bagian yang tidak signifikan dari sebuah galaksi yang hanyalah merupakan satu dari jutaan galaksi dalam alam semesta? Dapatkah siapapun, termasuk Maurice Bucaille yang menemukan banyak sekali “sains” dalam Quran untuk mengisi rekening banknya (namun menolak memeluk Islam), mengatakan pada kita bagian mana yang ilmiah dari semua itu? 

Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa hadith di atas adalah fabrikasi (palsu) karena bertentangan dengan apa yag dikatakan akal sehat dan juga aturan universal. Atau bagaimana?

Masalahnya adalah hadith ini sesuai dengan Quran dan seperti yang dikatakan Asif Iftikhar, “Sebuah hadith dapat dipandang sebagai suatu sumber tuntunan religius hanya ‘jika dasar hadith itu eksis dalam Quran atau Sunnah”. Bagaimana jika kita menemukan dalam Quran hal yang mendukung kejanggalan di atas? Ada lebih dari satu ayat yang demikian. Perhatikan yang berikut ini:

Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.  Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).  Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu.  (Q. 18:86, 89, 90) 

Matahari terbit dan terbenam di SEMUA tempat, atau lebih tepatnya, tidak dimanapun. Orang tidak perlu pergi “ke tempat lain” untuk mendapatkan matahari terbit. Ini memberikan petunjuk pada kita bahwa Muhammad benar-benar percaya bahwa bumi ini datar dan matahari terbit di langit dari satu tempat dan terbenam di tempat lain.  

Bagaimana kita dapat yakin bahwa ini adalah pemikiran Muhammad? Jawabannya dapat ditemukan dalam hadith lainnya.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomer 421

Dikisahkan Abu Dhar:

Nabi bertanya kepadaku saat matahari terbenam, “Tahukah engkau kemana matahari pergi (pada waktu terbenam)?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui hal itu”. Ia berkata, “Matahari pergi (melakukan perjalanan) sampai ia sujud di bawah Tahta dan meminta ijin untuk terbit kembali, dan setelah diijinkan kemudian (tibalah saatnya) ia akan bersujud lagi tetapi sujudnya tidak akan diterima, dan ia akan meminta ijin untuk pergi sesuai tujuannya tetapi juga tidak diijinkan, tetapi ia kemudian akan diperintahkan untuk kembali ketika ia datang maka ia akan terbit di barat.

Dan itulah penafsiran dari pernyataan Allah:

“Dan matahari menjalani jalurnya yang sudah ditetapkan selama suatu waktu (ketetapan). Itulah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui” (Q.6:38) 

Disini kita berhadapan dengan kasus dimana hadith dikonfirmasi oleh Quran, yang diratifikasi oleh hadith lainnya dan kembali dituliskan dalam Quran.

Apakah hadith ini bertentangan dengan sains dan akal sehat? Sudah tentu. Namun, ia tidak bertentangan dengan Quran. Berita yang tercantum dalam hadith adalah salah, walaupun faktanya itu adalah hadith yang otentik. 

Jika kita mempunyai keraguan tentang apa yang sesungguhnya dipikirkan Muhammad mengenai bentuk bumi, kita dapat menemukan jawabannya ketika kita membaca ayat-ayat berikut ini:

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? Qs. 78: 6-7

“Hamparan” memberikan gagasan akan sesuatu yang datar. Kata Arab yang digunakan dalam Quran adalah mehad, (= tempat tidur). Tempat tidur dibuat mendatar. Tidak berongga. Lebih jauh lagi, gunung-gunung bukanlah seperti pasak yang menjaga agar bumi ini tidak bergoyang.   

Bukankah hadith-hadith ini, yang didukung oleh Quran, dengan jelas menggambarkan bumi yang datar, dengan matahari yang terbit dari satu sisi dan terbenam dalam air berlumpur di sisi yang berbeda? Adakah Tahta entah di langit sebelah mana, yang menjadi tujuan matahari untuk meminta ijin? Kapan dan bagaimana matahari bersujud? Konsep ini kedengaran sangat gila. Pada jaman kuno, rakyat awam percaya bahwa bumi yang mengambang di atas air, dikelilingi oleh gunung-gunung tinggi dan di baliknya ada jurang yang sangat dalam. Penggambaran Muhammad mengenai kosmos masuk akal bagi para pengikutnya yang bodoh. Tapi tidak masuk akal di jaman sekarang. 

Visi keliru mengenai alam semesta bukanlah ciptaan Muhammad. Pandangan itu adalah bagian dari cerita rakyat kaumnya. Dalam sebuah buku yang berjudul “The Oldest Stories in the World”, Theodor H. Gaster telah mengumpulkan kiah-kisah rakyat Babilonia, orang Hitit dan Kanaan sejak 3.500 tahun yang lalu. Kisah-kisah ini telah hilang selama berabad-abad. Pada pertengahan abad ke-20 kisah-kisah itu ditemukan dan digali. Kemudian diubah ke dalam bahasa yang dapat kita mengerti dan dicetak pada tahun 1952. Persamaan-persamaan kisah-kisah kuno tersebut dan kisah-kisah dalam Quran, termasuk hadith di atas, sangatlah menakjubkan. Membuat kita memahami asal mula Quran, dan juga Alkitab. Quran tidak mempunyai asal mula ilahi. Apa yang dikatakan Muhammad adalah kisah-kisah yang ia dengar dari penutur kisah, kisah-kisah kuno yang merupakan bagian dari tradisi kaumnya pada waktu itu.

Mujizat-mujizat dalam Islam

Ada juga banyak Ahadith yang menghubungkan mujizat dengan Muhammad. Apa yang harus kita lakukan terhadap semua itu? Sekali lagi seperti yang disampaikan Asif Iftikhar, sebuah hadith yang bertentangan dengan Quran tidak dapat dipercayai. Saya beranggapan ini dapat diterima oleh semua orang Muslim. Jika ada kontroversi antara sebuah hadith dan Quran, maka otoritas Quran mengatasi hadith.

Apa yang dikatakan Quran mengenai mujizat? Quran menyangkalinya dengan keras (lihat: It categorically denies them)

Menurut Quran, Muhammad sama sekali tidak melakukan mujizat dan semua ahadith yang menceritakan kisah-kisah mujizat adalah palsu. Kepalsuannya juga dapat dibuktikan secara logis.

Cendekiawan ternama, Ali Dashti bertanya: Jika Muhammad benar-benar dapat melakukan mujizat, buatlah batu-batu berbicara, membelah bulan, memperbanyak makanan,  mengunjungi neraka dan surga dalam semalam, dan lain-lain sebagaimana yang diceritakan beberapa ahadith, mengapa ia tidak melakukan mujizat yang logis dan berguna dan tidak belajar membaca dan menulis? Apakah masuk akal jika ada orang yang dapat melihat akhirat, ketika diberikan selembar kertas yang bertuliskan bahasa ibunya, malah kesulitan untuk membaca? Orang Muslim percaya bahwa ia dapat melihat ke dalam mata orang dan membaca pikiran mereka. Ia sendiri mengklaim bahwa ketika memimpin sembahyang berjamaah, ia dapat melihat para pengikutnya yang berada di belakangnya, tanpa ia perlu menoleh. Namun, ia tidak dapat membaca sebuah surat sederhana yang ditulis dalam bahasanya sendiri? Di antara semua mujizat yang dibuatnya, bukankah membaca adalah yang paling berguna? 

Selain Quran, ada banyak hadith yang juga menyangkali kekuatan supranatural apapun atau pengetahuan tersembunyi yang dimiliki Muhammad.

Sahih Bukhari Volume 3, Buku 43, Nomer 638

(Istri Nabi) Rasul Allah mendengar beberapa orang bertengkar di depan pintu kediamannya. Ia keluar dan berkata, “SAYA HANYA MANUSIA, dan para penentang datang menemui saya (untuk menyelesaikan masalah mereka); mungkin ada orang di antara kalian yang dapat mengurus masalah ini dengan lebih baik daripada yang lainnya, maka saya akan memandangnya benar dan memberikan keputusan sesuai perkataannya. Jadi, jika saya dengan tidak sengaja memberikan hak seorang Muslim kepada yang lainnya, maka itu benar-benar bagian dari Api (neraka), ia mempunyai pilihan untuk mengambil atau menyerahkannya (sebelum Hari Kebangkitan)”.   

Bagaimanakah seorang yang mengetahui perihal dunia ini dan akhirat, seperti yang dikatakan orang Muslim, memprediksi semua penemuan/penciptaan yang telah terjadi, mampu  membelah bulan dan melakukan mujizat apapun tidak dapat mempercayai penilaiannya sendiri, dan takut akan kepandaian orang lain akan menipunya dan membuatnya melakukan kesalahan? 

Mari kita menguji lebih banyak hadith dengan Fann-i-Daraayat kita sendiri, terpisah dari pra-konsepsi dan prasangka.

Sahih Bukhari Volume 1, Buku 6, Nomer 315

Dikisahkan Anas bin Malik:

Nabi berkata, “Di setiap rahim Allah menunjuk seorang malaikat yang berkata, ‘Ya Tuhan! Setetes mani, Ya Tuhan! Sebercak darah. Ya Tuhan! Sepotong daging”. Lalu jika Allah berkehendak (untuk menyelesaikan penciptaannya, malaikat itu bertanya, (Ya Tuhan!) apakah laki-laki atau perempuan, celaka atau diberkati, dan berapa banyak yang akan dibutuhkannya? Dan sampai umur berapa ia kelak?’ Jadi semua telah ditulis sementara anak itu masih berada dalam rahim ibunya”.  

Hadith ini adalah sebuah lelucon. Membayangkan malaikat kecil itu masuk ke dalam rahim dan berdiri di pintu rahim setiap kali seorang pria “memasuki” istrinya, dan melihat semua itu dari dalam vaginanya, memohon kepada Allah untuk setetes mani di wajahnya, adalah hal yang sangat menggelikan. Apakah kita akan memandang hadith ini sebagai hasil fabrikasi? Sudah tentu hadith ini bertentangan dengan akal sehal kita. Tetapi tidak bertentangan dengan akal sehat orang-orang yang saling mengisahkannya 1.200 tahun yang lalu. Bagi kita tidak masuk akal, tetapi bagi mereka sangat masuk akal. Beberapa ratus tahun yang lalu, akal sehat mengatakan bumi ini datar. Semua filsuf dan para nabi menyetujuinya. Sekarang tidak. Dapatkah kita mengatakan bahwa hadith-hadith yang bertentangan dengan akal sehat modern kita sekarang salah, tetapi di kemudian hari benar karena sesuai dengan akal sehat manusia kuno?

Intinya adalah, kita tidak dapat mengabaikan sebuah hadith dan menilainya tidak otentik, berdasarkan akal sehat kita. Orang Muslim telah menerima begitu saja bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan oleh karena itu ia tidak dapat salah. Jadi mereka mengevaluasi kembali hadith-hadith seiring dengan berjalannya waktu, dan mengabaikan hadith-hadith yang menurut pemahaman sains mereka terbukti keliru.

Metode ini sangatlah bias. Kita tidak dapat mengabaikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah seorang pembohong hanya karena kita telah menerimanya dengan mengakui bahwa ia benar. Juri yang tidak bias akan menimbang semua bukti; yang baik maupun yang buruk.  

Untuk menguji kebenaran klaim Muhammad kita harus memutuskan kita berada di pihak mana. Apakah kita bagian dari tim pembela atau kita bagian dari juri? Mayoritas orang Muslim, akan memilih untuk menjadi bagian dari tim pembelanya. Mereka tidak berminat untuk mengetahui apakah Muhammad itu benar atau apakah ia adalah seorang penipu. Pertanyaan itu tidak timbul dalam benak mereka. Mereka telah menerimanya sebagai utusan Tuhan. Mereka mendekati subyek dengan praduga. Tujuan mereka bukanlah untuk mencari kebenaran mengenai dirinya tetapi untuk menyatakan bahwa ia tidak bersalah.

Dewasa ini, lebih banyak orang Muslim yang terpelajar menemukan banyak kejanggalan dalam hadith dan menyangkali otentisitasnya. Namun, oleh karena kebanyakan hadith tidak masuk akal, konsensus yang terjadi adalah menyangkali semua hadith itu untuk menjelek-jelekkan Bukhari dan Muslim yang malang, yang telah dihormati selama lebih dari satu milennium. Ini tidak adil. Bukhari dan Muslim, juga para Muhadith (pengumpul hadith) lainnya tidak menciptakan hadith-hadith tersebut. Mereka hanya mencatatnya. Juga sangatlah tidak etis bila mencemooh para cendekiawan ini dan menyangkali apa yang telah mereka kumpulkan dengan bersusah payah, karena apa yang mereka laporkan menodai Muhammad.

Beberapa hadith difabrikasi, tetapi banyak hadith yang benar. Anda tidak membuang semua uang anda hanya karena ada beberapa uang palsu dan anda tidak dapat membedakannya. Demikian pula, kita tidak boleh membuang semua hadith hanya karena beberapa di antaranya adalah palsu. 

Walaupun adalah bijak bagi orang Muslim untuk tidak bersandar pada hadith sebagai sumber tuntunan yang tidak mempunyai kesalahan, semua hadith itu adalah satu-satunya sejarah Islam. Melalui hadith-hadith itulah kita mengetahui mengenai Muhammad dan kehidupannya.

Jika kita membuang hadith bagaimana kita dapat membuktikan historisitas nabi? Jika semua kisah itu palsu dan seseorang dengan niat jahat telah memalsukan semuanya, lalu mungkin seseorang yang sama ganasnya telah memalsukan Quran dan Islam sepenuhnya hanyalah dongeng belaka. Tanpa hadith, kita tidak tahu apapun mengenai Muhammad, hidupnya dan sejarahnya. Tanpa hadith-hadith, orang Muslim tidak tahu bagaimana cara bersembahyang atau berpuasa. Hadith adalah pilar-pilar Islam. 

 

Kejanggalan-kejanggalan Quran

Menyangkali otentisitas hadith berdasarkan kejanggalan logisnya akan mendatangkan masalah yang lebih besar lagi. Apa yang harus dilakukan dengan ayat-ayat dalam Quran yang sama janggalnya? Dapatkah kita membuang Quran karena sama tidak logisnya dengan hadith? 

Ini adalah garis yang tidak akan pernah dilanggar oleh orang Muslim. Jadi apa yang mereka lakukan ketika dikonfrontir dengan ayat-ayat Quran yang tidak logis? Mereka menafsirkannya kembali secara esoteris. Mereka ingin menafsirkan kitab suci dan memberikan makna esoteris kepada ayat-ayat itu oleh karena adanya fakta bahwa ayat-ayat itu mentah dan kurang bermakna.  

Para Mu’tazelit (kaum rasionalis Islam mula-mula) adalah yang pertama mendapati adanya ketidaksesuaian Quran dengan Sufisme oleh karena tindakan memberikan makna-makna esoteris kepada Quran. Sufisme adalah upaya “meng-interior-kan” Quran, memisahkan diri dari agama yang murni legalistik dan mengalami signifikansi mistis perjumpaan Muhammad dengan Allah pada malam Mi’raj, yang bagi kaum Sufi juga bersifat spiritual. 

Ada dua kategori orang Muslim. Yang pertama adalah orang-orang yang membela Muhammad dan apapun yang dilakukannya, tanpa memedulikan pertimbangan kepatutan, kebenaran atau keadilan. Mereka tidak menyangkali pernikahannya dengan anak berusia 9 tahun, pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya, pembantaian-pembantaian tawanan perang, genosida-genosida, perkosaan, kebejatan seksualnya, dan semua perbuatannya yang tidak terhormat. Bagi mereka ia adalah manusia sempurna, dan tidak seorang pun boleh mempertanyakan tindakan-tindakannya.  

Kelompok yang kedua, adalah orang-orang yang menyangkali sebagian atau semua fakta historis mengenai Muhammad dan membengkokkan bukti agar membuatnya dapat diterima oleh moralitas modern. Mereka disebut orang Muslim moderat. Di dalam cangkang, orang moderat adalah orang-orang yang menyangkali kebenaran menjijikkan mengenai nabi mereka, lebih menyukai dusta daripada kebenaran dan hidup dengan kepala mereka disembunyikan dalam tanah.  

Sudah tentu saya menghormati kejujuran kelompok yang pertama. Banyak orang Muslim yang disebut moderat berusaha keras untuk menyembunyikan kebrutalan Quran dan menghadirkannya secara berbeda. Mereka akan mengutip ayat-ayat Quran mula-mula, yaitu ketika Muhammad masih lemah dan pengajarannya manis. Tetapi mereka akan menggunakan ayat-ayat yang lebih keras yang dilahirkan di Medinah.

 

Orang-orang yang Tunduk (The Submitters)

Selama tahun 1970-an seorang cendekiawan Muslim Mesir memberikan solusi briliannya yang menyihir banyak orang Muslim dan memperbaharui keyakinan mereka kepada Islam. Namanya adalah Rahed Khalifa. Mulanya ia mengklaim telah menemukan mujizat matematis dalam Quran. Klaim ini disanggah oleh beberapa pemikir sebagai sebuah “penipuan bebas dusta”. Oleh karena klaim ini ia mendapatkan respek dan menjadi terkenal di kalangan orang Muslim, hingga ia memutuskan untuk meluncurkan karir kenabiannya sendiri, sebuah keputusan yang membuat orang Muslim menjadi marah dan yang memakan nyawanya.

Bagaimanapun, sumbangsih Khalifa sangat penting. Dengan penyangkalannya yang penuh terhadap hadith dan upayanya yang serius untuk menafsirkan Quran kembali sedemikian sehingga membuang pesan-pesan yang keras dan tidak toleran, ia memulai sebuah gerakan baru di kalangan pseudo-cendekiawan yang kini berlagak mempromosikan Islam yang lebih lembut dan yang tidak menganjurkan pembunuhan orang yang murtad dan tidak mengobarkan perang suci.

Penyangkalan mereka terhadap hadith bahkan hingga menyangkali segala sesuatu berkenaan dengan sejarah Muhammad. Tujuan mereka untuk menghadirkan Quran sebagai buku yang logis yang memuat mujizat-mujizat telah membuat mereka membengkokkan setiap aturan nalar. Mereka menggunakan ayat-ayat berikut untuk membenarkan klaim mereka. 

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (Q. 12: 111)

Dan

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.( Q. 31: 6)

Namun, ayat-ayat ini tidak memuat penyangkalan terhadap hadith. Muhammad diejek oleh kaumnya dan Qurannya disebut sebagai kisah-kisah tidak masuk akal dan aneh. Kata “kisah” atau “cerita” dalam bahasa Arab adalah “hadith”. Dalam ayat-ayat ini Muhammad sedang membela klaimnya dengan mengatakan bahwa apa yang ia katakan adalah wahyu, bukan cerita dongeng (hadith) yang diciptakan atau omongan tidak bernilai. Ia mengatakan bahwa dongeng telah menyesatkan mereka sedangkan Quran menuntun mereka. Orang-orang yang tunduk adalah orang-orang yang menipu, sama seperti semua orang Muslim. Hadith-hadith yang ditolak Muhammad adalah kisah-kisah yang diceritakan para lawannya, bukan yang disampaikannya.  Dipetik dari: www.alisina.org

 

Artikel ini disadur dari: http://www.answering-islam.org/indonesian/al-quran/kejanggalan-kejanggalan-hadith.html

 


33 comments Add a Comment
f4ktr4itor
Reply| 11 Jan 2014 09:26:35
SWT tipu SAW = SAW tipu STW.
SWT + SAW tipu MUSLIMIN & MUSLIMAH.
MUSLIMIN & MUSLIMAH tertipu SWT + SAW.
KARYA NYATA ISLAM.
mr.nunusku
Reply| 12 Nov 2013 14:51:34
Pengakuan iman yang sejati untuk tetap bertahan dalam Islam.
Islam agama palsuku dan Muhammad adalah nabi palsu apa yang terjadi dalam hidupku tetap kumuliakan Muhamamad sebagai nabi terakhirku dan Quran ciptaan nabi palsuku tetap kuberiman sampai ajalku bertemu nabi palsuku di liang kuburan Medinah.

Pengakuan dari seorang muslim dengan penuh ancaman jika aku murtad dari Islam pasti leherku dipancung oleh mereka yang menyintai Muhammad. Pilihanku tetap bertahan dalam kepalsuan Islam dan Muhammad, karena aku takut mati.

Dengan kata lain Islam tetap dipertahankan dengan ancaman pembunuhan, ini Islam yang sebenarnya.
Tetapi ada juga siap berhadapan dengan ancaman Islam, lebih baik aku murtad dari Islam mencari kebenaran sejati.

Jika ku bertahan dalam Islam dengan kepastian aku bertemu Muhammad di neraka jahanam,karena imanku sudah melihat yang mana Muhammad sekarang berada dalam siksaan neraka, apakah aku sebodoh itu mau bertemu nabi palsuku di neraka?

Otakku masih cerdas dan sudah dapat menilai ajaran kebohongan Islam Muhammad. Karena Ali Sina dapat kumelihat ajaran kebohongan Islam dan siapa sebenarnya nabi setan bangsa Arab yang menghancurkan kehidupan manusia.
THOR
Reply| 24 Apr 2013 15:29:33
Gak akan ada yang bisa jawab broooo ^^
Dora X. Guerra
Reply| 24 Apr 2013 11:19:20
Apa orang Islam yang menghujat Isa dan pengikutnya keliru karena tidak tahu, tidak sadar dan tidak baca Alquran dan Hadith? Tidak masuk akal sehat saya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa karena buku firmannya dalam bahasa Arab jadi banyak orang Islam tidak membacanya dan mengerti? Apa ustadznya yang salah ajar? Ada memang ini penyimpanan dari ajaran Islam sejati dari Setan untuk membenci Isa dan pengikutnya? Mohon pendapat dan information sebenarnya dan sejujurnya. Mohon kepada kaum Islam yg suka caci maki dan menghina mundur. Om tua lagi mau belajar agama Islam nih. Jangan kurang ajar yah, mohon dgn hormat kalau bicara yang menjawab pertanyaan Om bukan caci maki gak karuan buat dosa anda lebih banyak. Jadilah orang Islam yg Om dapat hormati.
Juned Syafruddin
Reply| 19 Apr 2013 09:44:29
Bismillahirrahmanirrahim..

Guntur.. bukankah dalam Alkitab kalian juga dilarang makan babi

Kitab Ulangan 14 : 8 yang berbunyi :

Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biah, haram itu bagimu…

Dan juga pada kitab Imamat 11 : 7 yang berbunyi :
Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.

(Tambahan dari Redaksi Hudzaifah.org :
Dalam Alkitab terbitan tahun 1968 bunyi kitab Imamat 11:7 sbb : “Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang tetapi tidak memamah biak; haram bagimu.

Sedangkan dalam terbitan 1979 ayat haramnya babi tersebut disulap, diganti, ditambah, menjadi… babi hutan., sbb : “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11: 7).

Nah.. apakah Anda telah mematuhi ajaran dan mengamalkan Alkiab dengan baik ???
Renungkanlah...
Juned Syafruddin
Reply| 17 Apr 2013 15:48:03
Bismillahirahmanirrahim

Hadist : Artinya Kisah...Sejarah... Menceritakan kembali apa yang orang-orang lihat, orang-orang dengarkan tentang apa yang dilakukan Nabi

Dalam Hukum Islam hadist adalah menempati tempat kedua setalah Alquran.. Karena yang tertinggi Tentu Kalam Allah yaitu Alquran

Sedangkan Hadist adalah sebagai buku catatan atau pegangan yang bisa merupakan penjelasan atas sesuatu...

Tapi Ingat.. Hadist tidak Sah Apabila bertentangan dengan Alquran...

Banyak memang hadist yang palsu karena riwayat nya tidak jelas atau bertentangan dengan Alquran... Jadi Hadist tidak bisa menjadi pegangan yang lebih kuat dari ALquran...

Menganai Mukjizat hanyalah Allah yang berak memberikan kepada Nabi-nabinya... Itu juga sebagai Ujian bagi sebuah umat/kaum apakah dengan Mukjiat mereka menjadi menyembah Allah atau tanpa mukzizat mereka menjadi Ingkar..

Apakah dengan tidak adanya Mukjizat Anda tidak mempercayai Nabi ???
Nabi ADAM... DAUD... HARUN...YUSUF.. ZAKARIA.. dan lainnya.. tidak mempunyai Mukjizat.. menjadikan Anda tidak mempercayainya ???
Atau Nabi NUH juga tidak mempunyai mukjizat tapi hanya membuat sebuah perahu besar.. apakah Anda tidak mempercayai Nabi NUH ???
Atau seperti Kaum Yahudi/Israil yang telah diturunkan kepda mereka Nabi MUSA dengan segala Mukjizat yang diberikan ALLAH padanya , apakah mereka Israel makin taat pada ALLAH.. Bahkan mereka terus meminta ALLAH menunjukan KUASANYA sampai-sampai mereka ingin melihat TUHAN ???

Mukjizat hanya lah pemberian kuasa Tuhan kepada Nabinya... Tapi bukan menyebabkan seorng NABI MENJADI TUHAN...

Nabi MUhammad tidak mempunyai mukjizat dari apa yang dilakukannya seperti membelah lautan dan menghidupkan orang mati... Tapi ALQURAN lah MUKJIZAT TERBESARNYA... Muhammad adalah BUta huruf dan tidak bisa membaca dan menulis, tidak pandai dari segi ilmu... ITU mengapa ALQURAN adalah MEMANG KALAM ALLAH YANG DIWAHYUKAN PADANYA... karena tidak mungkin Muhammad membuat ALQURAN sebuah Buku yang sangat kompleks bahsanya.. berisi berbagai Ilmu... SAINT... PENCIPTAAN ALAM SEMESTA... BAGAIMANA JANIN BAYI MULAI BERKEMBANG DALAM RAHIM... Menyatakan bahwa semua Benda Diangkasa berada pada Jalur/Orbit masing-masing dan lainnya. Tidak mungkin Muhammad yag membuatnya

Apalagi ada perhitungan kompleks dari ALQURAN :
Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata2 dalam al-quran (versi bhs arab) berikut ini:1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.
9. Orang2 yg tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.
16. Harapan 8 kali, ketakutan/kecemasan 8 kali.
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pempublikasian 18 kali.
18. Penderitaan 114 kali, kesabaran 114 kali.
19. Muhammad 4 kali, syari’ah (ajaran rasululloh saw) 4 kali.
20. Laki2 24 kali, wanita 24 kali.
Dan yg cukup mengagumkan lagi, perhatikan berapa kali kata2 berikut terlihat:1. SHALAT 5, BULAN 12, HARI 365
2. LAUT 32, TANAH 13 3.Jadi laut+darat = 32+13= 45
Laut = 32/45×100 = 71,1111111% Tanah = 13/45×100% = 28,888889% .
Laut+tanah = 100%

Ilmu pengetahuan modern kini membuktikan bhw air meliputi 71,111% wilayah bumi, dan daratan menutupi 28,8889%.

Tidak munkin Seorang manusia 1400 tahun yang lalu bisa membuat hal seperti ini
GUNTUR
Reply| 13 Apr 2013 19:10:26
Muslim dilarang makan babi karena babinya belum disunat
Mhd61l4
Reply| 11 Apr 2013 16:12:56
@ Guntur

Tapi mereka malu-malu kalau bilang JIN MUSLIM adalah IBLIS BERAGAMA ISLAM, padahal Quran sendiri MENJELASKAN, IBLIS GOLONGAN JIN.

Mau bolak-balik, mau diplintir, mau diapain, IBLIS, JIN dan SETAN adalah satu kesatuan makna.... kalau ada JIN MUSLIM, yakinlah ada SETAN MUSLIM, tentunya IBLIS juga MUSLIM....

Siapa tahu ada muslim yang koment saya bodoh.... itu wajar aja, karena versi setan penipu dan pencabul = berbudi agung dan berahklak mulia, maka bodoh versi setan adalah pinter buat manusia dan pinter versi setan adalah bodoh bagi manusia.

Contoh pinter versi setan = Muslim.
Mhd61l4
Reply| 11 Apr 2013 16:05:50
@Ilmiah

Kamu itu suuzon banget euy.....
Kalau forum ini dikelola non muslim, yakinlah... pasti komentarmu sepedas dan sepahit apapun, apabila disertai referensi dan berkaitan dengan apa yang dibahas, dipastikan diterbitkan.

Saya pribadi kalau masuk formum yang dikelola Islam nggak pernah mau pusing, postingan saya (pasti nggak diterbitin).

COba deh kalau nggak percaya, kamu masuk forum yang dikelola muslim, terus tanya apa pengertian penipu dan pencabul, terus kutip hadist dan ayat Quran yang menyangkut cerita tentang Muhammad menipu Hafsah dan mencabuli Maryah di ranjang Hafsah sendiri..... walau membahas tentang kemuliaan nabi, pasti nggak dimuat.

Contoh nih:
Muhammad menipu istrinya sendiri (Hafsah) dan mencabuli perempuan lain (Maryah) di ranjang Hafsah.

Apakah perbuatan tersebut contoh ahklak yang sempurna dan berbudi agung?
ilmiah
Reply| 08 Apr 2013 18:09:21
Baca disini http://
islamquranhadist.

situs sesat kepunyaan lu lagi ne??!
artikel disadur dari faithfreedomindonesia ! lagi..dan lagi....!!

ali sina, islam exposed, answering islam, IFF dll.
lu ngomong aja ternyata cm pembuktian orang lain tapi lu sebenarnya gk pelajari Al-quran (oia...boro-boro al quran kitab lu aja mgkn lu g prnah baca!)
Mhd61l4
Reply| 08 Apr 2013 16:22:27
@Ilmiah

ID aja pake ilmiah, tapi otak dudung, sama seperti gelar nabi tapi kelakuan cabul.

Ini era informasi, semua hal bisa diakses, tinggal mau gunakan OTAK atau malah jedotin biar geger otak.

Baca secara lengkap biar kamu ngerti maksudnya sulpa berkaitan dengan quran!!!

Ngga ada rahasia-rahasiaan, ngga ada klaim-klaiman, yang diperlukan BUKTI, FAKTA, SEJARAH dan ILMU PENGETAHUAN.

QURAN itu isinya DONGENG pun, kamu pikir WAHYU DARI LANGIT, jadi wajar kalau ID Ilmiah = ???!!!!

Baca disini http://islamquranhadist.wordpress.com/
Jangan mempermalukan ISLAM kalau ngga bisa TAQIYAH, dan jangan mempermalukan manusia kalau ngga bisa pake otak untuk berpikir.
masz
Reply| 08 Apr 2013 14:07:26
This is out of topic..but i gladly to post it... admin jangan delete ya..
Situasi ini berada di pekan ku (rahasia).. pergaulan antara non muslim n muslim okey.. restaurant non muslim n muslim saling

Restaurant non muslim penuh dengan orang-orang kristen..sementara restauran muslim penuh dengan orang-orang muslim... hidup bertoleransi..tp 1 hal yang menyedarkan saya.. wajah-wajah orang-orang nonmuslim dan muslim sangat jahu beza serinya..kebanyakan kristian punya wajah yang sangat berseri..penuh dengan senyuman.. smentara restauran sebelah kebanyakan wajah penuh dengan prejudis dan sikap dlaman yang tidak mampu untuk ditafsiri..

Tapi yang pasti.. orang-orang kristian punya sukacita dan keselamatan yang hakiki..
Staff Admin
Reply| 08 Apr 2013 12:30:43
Apa tidak terbalik? Begitu tersudutkan malah ke luar dari topik utama? Silahkan anda kembali mengulas tentang isi postingan di atas. Perhatikan para komentator lain ada yg dengan lengkap memberikan referensi, kalau anda? Tidak ada referensinya, hanya mengandalkan circular logic saja
ilmiah
Reply| 08 Apr 2013 12:09:51
tuihhh.....alasan (modus)
klo dah tersudut katanya keluar topik! padahal sanggahan ane gk prnah kluar topik!
tapi di hapus2!! diambil stengah dibuang stengahny mana yg bisa disangah aja yg ditampilkan!!

gk heran..!! situs2 mengatas namakan islam atau pun situs2 sesat ya kek gt!!
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 08 Apr 2013 12:09:30
@ ilmiah & ALL MUSLIM,

Saya melihat tak ada lagi mutu debat Muslim disini.
Keroco2 semuanya!
Jadi, lb baik merenungi begini:
Dalam hal apa sih Muhammad betul2 mengungguli Yesus
sebagai utusan Tuhan?
AJARAN?
MORAL?
KUASA?
KASIH?
CONTOH PERILAKU?
JANJI NAIK SORGA?
DLL?
Staff Admin
Reply| 08 Apr 2013 11:49:04
Untuk semua pihak yang memberikan komentar. Diharapkan komentar yang diberikan sesuai dengan isi postingan, baik yang berupa tanggapan ataupun sanggahan. Untuk komentar-komentar yang tidak sesuai dengan isi postingan bahkan yang pengalihan isu dari topik utama tidak akan ditampilkan. Silahkan memberi komentar berdasarkan isi postingan yang tepat.
Terima kasih
ilmiah
Reply| 08 Apr 2013 09:08:20
teori sulap?? lu kyk ali sina aje seperti di artikelnya menjawab zakir naik tentang sains. artikel tak bersadar bacot besar! atau jangan2 lu ali sina ya?? hahahaha
org tak jelas, ntah muka anjing atau muka babi! gk ada yg tahu!!
ilmiah
Reply| 08 Apr 2013 09:03:57
gak sportif..! mhd6il4 blng ne forum terbuka????
tapi koq gk sportif???? banyak kommet ane dihapus ma admin, trmasuk di artikel2 lain!!
tanya kenapa???

eli...eli...tolong jgn hapus comment ku ini!!!

<em>(Komentar seperti ini tentu saja akan dihapus, berkomentarlah yang sopan dan sesuai dengan topik - Admin)</em>
GUNTUR
Reply| 07 Apr 2013 23:39:47
Untuk membantu sidang pembaca memahami siapa itu Setan/Jin/Iblis saya berikan ayat2 qurannya.
Memang, agama Islam tuh agama Setan.

Banyak Jin, dedemit dll yang adalah pemeluk agama Islam. Bahkan diAlquran ada surat Jin.

Jin pernah mendengar Alquran lalu beriman kepadanya. Ada jin muslim.

Al Jin 72 :
[1] Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan,
[2] (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami,
[3] dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.

Ada jin yang saleh dan taat :

Al Jin 72:
[11] Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
[12] Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada) Nya dengan lari.
[13] Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur'an), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
[14] Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
[15] Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahanam".
[16] Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).

Bahkan ada rasul2 dari golongan Jin yang menyampaikan ayat2 dari Allah swt :

Al An’aam 55 :
130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

Ternyata Jin itu adalah penyesat manusia :

Al Jin 72 :
[6] Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Jin penghuni neraka

Al A’raaf 7 :
[179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Huud 11 :
[119] Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

As Sajdah 32 :
[13] Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari padaku; "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.

Ash Shaaffaat 37 :
[158] Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),


Bahkan nabi Sulaiman pun mempunyai hubungan erat dengan jin. Jin2 membantu Sulaiman dalam membangun gedung2 dan patung2, bahkan menjadi tentaranya Sulaiman :

Saba’ 34:
[12] Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
[13] Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.
[14] Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

An Naml 27 :
[17] Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

Setan = Jin dan Setan = Manusia

Al An’aam 6 :
[112] Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu [b]setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
[128] [/b]Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Akal-akalan
Reply| 07 Apr 2013 23:20:50
REPOTNYA MUSLIM adalah bahwa mereka harus membela apa yang paling tidak masuk akal pada Muhammad, itu semata-mata karena Muhammad dianggap insan kamil. TOLONG BANTU SAYA UNTUK TUNJUKKAN YANG MUHAMMAD INI MANUSIA SEMPURNA, dan saya mau menyembahnya!!!!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top