Salah Siapa: Dialog Antar Agama Sampai Macet 14 Abad

Pihak Islam misalnya harus diizinkan mendirikan rumah-rumah ibadahnya atau berdakwah atau menyebarkan traktatnya di London, di Paris dan dimana-mana di dunia, namun jelas kegiatan serupa tidak diizinkan bagi gereja-gereja untuk berdiri apalagi untuk  beroperasi penginjilan di Saudi Arabia, dan dikawasan Dar al-Islam manapun (Negara-negara Syariah Islam). Status quo sepihak  inilah (dan bukan reciprocity timbal balik) yang diterima sebagai “reciprocity ala Islam”.

Setelah berdebat dan bertukar polemik selama 1400 tahun diantara Muslim dan Kristen,  ternyata masih saja terjadi jurang salah-paham yang amat besar yang memisahkan kedua komunitas kepercayaan ini. Kalau ini diteruskan tanpa terobosan besar, maka sampai kiamat tak akan ada satu jembatan sempit pun yang bisa terhubungkan. Dialog selalu diserukan oleh kedua belah pihak, namun berapa orangkah yang betul-betul tahu apa dan bagaimana yang perlu didialogkan?

Ada prakondisi ketat untuk itu.

Satu, bahwa para pihak yang berdialog harus memahami betul-betul agama dari kedua belah pihak secara timbal baik, bukan hanya paham agamanya sendiri.  Kedua, dialog harus diikat pada keadilan universal yang dalam setiap aspek atau isu memperlakukan dan mengikat setiap pihak secara timbal balik. Apa yang salah satu pihak kenakan kepada pihak lainnya adalah pula yang harus dikenakan balik kepada diri sendiri!

Kenyataannya adalah tidak banyak orang yang betul-betul memahami agamanya sendiri, apalagi agama pihak luar yang mau diajak berdialog. Berapa persen dari pemeluk Islam yang membaca dan memahami Al-Quran DAN Kitab-kitab suci orang Kristen, dan sebaliknya orang-orang Kristen memahami baik Alkitab-nya DAN Al-Quran? Semua pihak tampaknya hanya mendapatkan pengetahuan agamanya dari satu sumber saja: Muslim dari sumber Islamnya, dan Kristen dari sumber Kristianitasnya. Akibatnya, mereka hanya mendalilkan sesuatu menurut sudut pandang dan keperpihakannya sendiri, dan sangat tak tahu dan tak siap untuk memberlakukan “the golden rule”, azaz timbal balik, yang harus menerima apa yang dikenakan pihak lain kepada dirinya.

Sebagai contoh konkret saja kita petikkan disini satu pernyataan dari satu tokoh penulis Muslim yang tersohor, Shabbir Akhtar, yang masih lumayan ketika ia berkata demikian:

“Kebanyakan Muslim termasuk yang terpelajar sekalipun, praktis tidak tahu apa-apa tentang Kristologi. Sedikit Muslim yang tahu membedakan secara jelas dua pandangan maha-berbeda berikut ini:

Shabbir Akhtar

“Satu, pandangan bahwa seseorang mengklaim keilahian seorang manusia, dan ini lalu yang disebut “menghujat Tuhan”. Dan dua, pandangan bahwa Tuhan secara sukarela menjelma menjadi manusia (untuk kemanusiaan), sebagaimana yang diimani oleh Kristen orthodox. Dan kedua pandangan ini secara umum lalu dirancukan dengan doktrin bidah bahwa Tuhan mengadopsi seorang Putra…”

Shabbir Akhtar melanjutkan: “Seorang Muslim tidaklah betul-betul dapat mengklaim dirinya berdialog dengan pihak Kristen kecuali ia memiliki pemahaman pengetahuan yang memadai tentang iman Kristiani. Tentu saja kita dapat mengatakan hal yang sama kepada pihak Kristen tentang kemasa-bodoannya terhadap keimanan Islamik, dan terhadap banyak gambaran-gambaran stereotype negatif yang telah dikaitkan pihak Kristen terhadap Muslim. Jadi sekali lagi, permintaan saya adalah agar sejak malam ini kita semua mau melakukan usaha ekstra untuk sungguh-sungguh mendengar dan mengambil satu langkah lebih dekat ke depan menuju saling pengertian terhadap posisi masing-masing”…

Tampaknya Shabbir Akhtar menekankan pemahaman agama secara reciprocity (timbal balik) yang harus dikenakan kepada pemimpin agama yang satu terhadap yang lain. Ini dianggap kunci dalam setiap bincang-bincang diantara mereka dimuka umum sambil menjaga “kesopanan dan kepantasan”. Tetapi dalam praktek yang tampak sehari-hari, Muslim umumnya tidak terlalu setuju gagasan reciprocity ini karena menyadari bahwa Islam secara intrinsik memang tidak menempatkan kepentingan pihak kafir setinggi seperti pihak Muslim.

             

Zakir Naik

Zakir Naik, pendebat Islam yang kesohor dari India pernah diinterview  dengan mempertanyakan dimana letak keadilan timbal balik (bukan hukum sepihak, tetapi keadilan reciprocal) Islamik seperti kasus diatas. Apa kata Zakir Naik? Ia mengutib Surat Ali Imran ayat 85 yang menyebutkan “hanya agama Islam yang dapat diterima”.

Ia memberi contoh ilustrasi:

“Andaikata Anda mempunyai 3 orang guru, dan yang satu mengajarkan 2+2= 3. Yang kedua mengajarkan 2+2=4. Dan yang ketiga mengajarkan 2+2=6. Maka pastilah Anda tidak mempekerjakan guru yang pertama dan ketiga untuk mengajarkan matematika kepada anak-anakmu, bukan? Nah, agama Yahudi adalah ibarat orang yang mengajarkan formula 2+2=3, sedangkan agama Kristen percaya formula 2+2=6. Kedua ilmu hitung itu adalah konyol. Keduanya adalah salah… Islam muncul dengan bukti yang yakin menjadi agama yang berkata 2+2=4. Demikianlah maka orang yang ngajarnya ngaco tidak boleh diizinkan mempropagandakan ajarannya di tanah dimana Islam menguasainya!”

 

Jadi itulah keadilan reciprocal Islamik yang kita saksikan sehari-hari, yang boleh menuntut apa saja di dapur orang lain atas nama Islam, namun tetap tidak merasa risih melarang hal yang sama terjadi di dapurnya sendiri atas intrusi pihak luar yang dianggap kafir. Memang itulah yang terjadi selama ini, yaitu kemacetan dan kesia-siaan dialog yang bertolak dari chauvinisme ISLAM, selama 14 abad!

Dipihak Kristiani, Tuhan telah menegaskan dengan pelbagai frasa bahwa berdialog itu bukanlah untuk ngotot mencari kemenangan dengan mengalahkan pihak lainnya. Bahkan bukan untuk “kristenisasi” seperti yang sering dituduhkan, melainkan

“Untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, … dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang Murni” (1Pet.3:15-16).

“Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.” (Mat.10:14).

Pihak yang merasa keteteran dalam sharing dan dialog pun tidak perlu merasa dirinya harus kehilangan muka apalagi beralih iman. Semua akan memperkaya wawasan dan pilihan sehingga semua pihak harus penuh kerelaan dan rendah hati dalam interaksi dialogis.

Format dialog ala Shabbir Akhtar diatas sekilas lintas tampak seperti gagasan yang maju dan masuk akal. Itu baik-baik saja. Namun itu tak bakalan efektif pula. Ia hanyalah sebuah reciprocity umum demi menjaga bentuk lahiriah “kesopanan dan kepantasan” dan “politically-correctness”, yang banyak dipoles oleh bedak dan lipstick diwajah. Ia belum menjaga hakekat kebenaran dan kepantasan sebagaimana yang Tuhan turunkan kepada umatNya untuk berdialog. Yaitu menegakkan hubungan interaktif dan positif di antara Muslim dan Ahli Kitab sebagaimana yang telah ditegaskan diatas, dan tuntutan rendah hati yang sama oleh Al-Quran dalam ayat-ayatNya yang muhkamat:

“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu” (QS.10:94).

Ayat dahsyat ini sungguh adalah ayat terobosan yang Allah berikan kepada umat Muslim. Ia tidak pernah dinasakhkan. Malah diulang/ dipertegas dengan ayat susulan

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS.16:43).

Kunci dialog islami adalah bertanya dan bertanya dengan rendah hati kepada para Ahli Kitab! Artinya, buanglah jauh-jauh sifat chauvinisme yang menyesatkan dalam dialog. Melainkan selalu perlu merujukan kebenaran quranik kepada Alkitab apabila ada keraguan wahyu yang harus dipersoalkan. Kenapa harus begitu?

Ya, Allah SWT tahu (walau Muhammad sendiri tidak tahu karena ke-ummiannya) bahwa Alkitab itu tebalnya 6 kali Al-Quran, lengkap menjadi Kitab yang self-sufficient untuk manusia mengenal Tuhan dan segala sesuatu untuk mendapatkan keselamatan yang kekal daripadaNya. Tidak demikian dengan Al-Quran, yang hanya “lengkap-utuh” bila didampingi oleh Hadis Nabi, dan juga Alkitab.

Dengan Quran sendirian, Muslim tidak akan tahu siapa itu Muhammad, bagaimana wahyu Quran diturunkan, bagaimana bersholat dll. Begitu pula tanpa Alkitab, Muslim sulit memahami dan menghubungkan cerita tentang kejadian alam, mukjizat para nabi-nabi serta ajarannya, khususnya apa itu Taurat, Zabur, Injil. Itu sebabnya maka Allah menyerukan kepada Muhammad untuk tidak ragu berkonsultasi kepada para Ahli Kitab atas wahyu-wahyuNya yang masih diragukan (Qs.10:94).

Ini adalah sebuah perintah yang sangat serius dan tidak pernah dinasakh-kan! Orang-orang Yahudi dan Kristiani dianggap cukup memahami apa yang telah diturunkan Tuhan ke dalam Alkitab mereka. Itu sebabnya mereka diistilahkan sebagai para Ahli Kitab! Kaum Nasrani bahkan telah diberikan Injil yang berisi cukup petunjuk dan cahaya yang menerangi. Dengan Injil, mereka tidak akan berjalan dalam kegelapan, dan ini dijadikan dasar ilahiah untuk pengajaran dan memutuskan perkara mereka sendiri,

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan  cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang (telah) diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”.

 

“Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu” (Qs.5:46-47 dan 68).

[Perhatikan kata ‘Quran’ sengaja tidak termasuk ke dalam ayat-ayat aslinya, melainkan ‘apa yang telah diturunkan’, yang berbicara tentang Kitab-Nabi-nabi Israel dari kisah di Alkitab].

 

Jadi ketika Tuhan diakui sebagai pihak yang menurunkan Kitab-kitab Taurat dan InjilNya, maka Ahli Kitab atau siapa saja yang mengabaikannya atau yang tidak menegakkannya akan dipandang sebagai orang orang fasik dan tidak beragama.

Ini suatu perintah wajib Quran yang telak bagi semua pihak tanpa kecuali, termasuk Muhammad, demi untuk memahami dan menegakkan kebenaran Tuhan seutuhnya!

Pertanyaan kita sekarang, apakah Muslim sudah menegakkan Taurat dan Injil seperti yang Allah perintahkan? Dan apakah Muslim sudah berdialog dengan Ahli Kitab dengan cara yang betul, yaitu dengan banyak bertanya dalam kerendahan hati? Selama kedua perintah ini tidak ditegakkan oleh Muslim dengan rendah hati, maka format dialog yang tercanggih manapun akan jadi sampah belaka!

 

Kesimpulan:

Perintah-perintah semacam ini sangat jelas. Rumusan untuk keberhasilan dialog juga sudah diberikan dengan jelas.  Namun yang lebih jelas lagi adalah pelanggarannya oleh Muslim sendiri, karena ketika berhadapan dengan pihak Ahli Kitab, Muslim hanya mau memilih ayat atau keharusan yang memuliakan dirinya atau lebih tepatnya: harga dirinya! Ayat minta konsultasi (QS.10:94) sangat menghina, dan itu diharamkan mereka!  Namun justru di area semacam inilah setan leluasa bekerja. Setan Cuma perlu memakai siasat lama yang pernah menimpa dirinya. Yaitu ketika Allah memerintahkan mereka untuk bersujud kepada Adam, dan mereka menolak karena merasa harga dirinya terhina. Kini sejarah berulang, sebab dimanapun sejak Muhammad, kita tidak pernah menyaksikan bahwa Muslim dengan rendah hati mau meminta konsultasi kepada Ahli Kitab atas apa-apa yang Allah telah turunkan bagi mereka. Mereka sepertinya berkata: “Tidak! Kami terbuat dari Cahaya, tak akan pernah bertanya kepada Tanah!”

Itu sebabnya Muslim malahan mendengungkan slogan-slogan sebaliknya yang mendiskreditkan Ahli Kitab sekalian dengan KitabNya. Mereka justru berslogan ria terhadap Kristen yang dianggap kafir dan sesat:

“We Muslims have nothing to learn from you infidels”.

Tapi mau dibuang kemanakan  ayat-ayat  Quran 10:94 dan 5:68?  Ayat tetap tergores kekal dan benar di Lauh Mahfudz disisi Allah, sementara kesombongan akan punah!?

 

Dipetik dari: Answering-islam.org


21 comments Add a Comment
peace woman
Reply| 20 Sep 2013 14:36:33
karena nabinya saja bersekutu dengan jin. hanya sesama mereka yang bisa berteman
jimat muslim
Reply| 12 Aug 2013 23:57:25
sebagian hukum kristen melegalkan pernikahan

TANGGAPAN :
TOLONG KASIH AYAT DAN REFRENSI Yang SAHIH DONG. . .
JANGAN ASAL COMOT AJA.
poligami aja dilarang,apa lagi melegalkan pernikahan.
apa pake jurus mabok lo MAKE TONG YANG KOSONG BUNYINYA.
Injil versi filipus
Reply| 12 Aug 2013 11:37:47
o bener juga ya kalo 2+ 2= 4( zakir naik said). Baru tahu kalo ternyata ajaran kebenaran dalam ajaran kristen bersifat relatives. Makanya ,dr zakir naek tidak pernah ragu dalam menyatakan prinsip kebenaran dalam islam. Prinsip kebenaran dalam islam memang mutlak,absolute,final & no relatives. Bisa dibanyangkan kalo kebenaran ' direlatives' kan,$ebagai cth kayak di ajaran kristen,bakalan bikin ragu penganutnya donk !!! ??Intinya ajaran dalam kristen itu memiliki hukum dan aturan yang nggak jelas dan jauh dari kesan tegas,sehingga sesuatu yang menyeleweng dari ajaran kristen pun dianggap gk bermasalah,itulah yang namanya relative,for example : sebagian hukum kristen melegalkan pernikahan gay and lesbian dan mereka mendapatkan pemberkatan $erta restu dari para [email protected]/ pendetanya.
KlaimMuslim
Reply| 21 Apr 2013 16:48:41
CARA Zakir Naik mendalilkan keadilan Islam dengan cara matematika begitu sungguh merendahkan keadilan Islam Mana ada agama yang ajarkan 2+2 =6?
Itukan fitnah nabi ummi rendahan?
GUNTUR
Reply| 18 Apr 2013 22:45:09
Bro Juned, saya rasa anda sudah lebih mengerti sekarang bahwa Isa yang disebutkan di Quran bukan Yesus yang di sebut di dalam Alkitab.
Satu hal lagi yang harus anda mengerti bahwa Allah Islam atau Awloh (begitulah muslim mengucapkannya) tidak sama dengan Allah sebagaimana disebutkan di dalam Alkitab.
Allah di Alkitab adalah YAHWE, Tuhan yang sejati sedangkan Allah di Quran (Awloh) adalah Syaiton.
masz
Reply| 18 Apr 2013 15:58:29
To, Juned Syafruddin,

1. Anda seolah-olah menganggap Isa Putra Mayam itu sebagai Yesus? anda ternyata salah.. 2 individu itu nampak serupa tapi sebenarnya tidak..Isa pada anda adalah ponakan Musa,Harun..sedangkan dalam sejarah Alkitab dari jaman mUsa ke Yesus punya jarak yang jauh..Muhammad hanya mendengar dari jiran-jiran nasrani tentang Yesus tanya membuat kajian (Muhamad buta huruf..that y sukar untuk membedakan ajaran sebenar)

2. Islam sangat-sangat mengagung-agungkan Mohammad sebagai Nabi.. persoalan saya..kapan Nabi anda ditahbiskan sebagai Nabi?
Mhd61l4
Reply| 18 Apr 2013 11:29:31
SALAH SATU KEAJAIBAN QURAN

Menurut kang Juned, salah satu keajaiban Quran karena banyak orang yang menghafalnya....
Yang ajaib qurannya, atau orang yang menghafalnya?

Itu SALAH SATU keajaiban quran, kenyataannya
ini SALAH BANYAK keajaiban quran (Banyak dianggab aja lebih dari 1):
1. (QS:Al-Ma’idah: 116) “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”

Ajaib kan quran, ada allow maha tahu yang tolol bersabda demikian.
Tanyain kang Juned, maksudnya Isa putra Maryam yang mana? Ponakan musa, ponakan Harun cucunya Imran?
Cuma RAJA IBLIS dan SEKUTU IBLIS yang mengelari isa putra maryam, kalau itu kamu maksudkan sebagai Yesus.

Kamu sebutin isa nabi, tapi allowmu bilang putra maryam. Coba kamu bolak balik literarut nabi nabi, tidak ada seorang nabipun yang bergelar putra ibunya, itu cuma gelar olok olok dari IBLIS, dan allowmu RAJA IBLIS, ajaibnya kamu yang dudung bisa saja menelan mentah mentah, sama seperti kamu mengatakan penipu, perampok, pencabul, pembunuh adalah contoh berbudi agung dan berahklak sempurna.

2. (QS.16:43). “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”

Baca lliteratur tentang sejarah nabi nabi Israel, nanti kamu paham keajabian quranmu betapa allowmu yang maha tahu adalah RAJA IBLIS KOPLO yang ngga tahu apa apa.

Kalau mau tahu keajaiban keajaiban quran lainnya (BUKAN CUMA SALAH SATU, TAPI SALAH BANYAK), baca dan jelaskan hal di bawah ini, dan pikir pake otakmu (JANGAN DIJEDOTIN UNTUK MENCARI KEBENARAN):

Muhammad menipu (PENIPU) istrinya sendiri (Hafsah) dan mencabuli (PENCABUL) perempuan lain (Maryah) di ranjang Hafsah sendiri…..

Emang kamu berani bilang Muhammad tidak bermoral?
Emang kamu berani bilang Muhammad penipu?
Emang kamu berani bilang Muhammad pencabul?

Kalau kamu ngga berani bilang seperti di atas, saya akui QURAN AJAIB..!!!!
KITAB IBLIS YANG DIPERCAYA PENGIKUT IBLIS, TERMASUK MANUSIA IBLIS
KlaimMuslim
Reply| 18 Apr 2013 09:16:48
@ Juned Syafruddin , Juned Syafruddin ,

Anda baca quranmu aja tak becus, gimana baca yang lain?

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”(QS:Al-Ma’idah: 116).Bila ayat ini dibaca sepintas lalu akan terpaham seakan-akan Allah swt. ragu-ragu tentang keimanan Isa a.s., ".

ALLAH DISITU BUKAN HANYA RAGU-RAGU, TAPI MENFITNAH ISA DENGAN MEMINJAM MULUT ISA!
Itu kejahatan Allah yang sebesar-besarnya!
Bila Ia Allah, Ia punya sejuta-juta cara untuk BERFIRMAN SEMPURNA & BEROTORITS! Bukan fitnah lempar batu pinjam mulut Isa dan bawa-bawa Maryam!
utere
Reply| 17 Apr 2013 23:36:45
@jaenudin,
Coba kasih bukti golongan Nasrani dan Yahudi mendustakan ajaran alloh.
kalau kamu tidak kasih bukti berarti kamu, Muhammad serta Alloh swt adalah pendusta. ayo kamu bisa
Ronz
Reply| 17 Apr 2013 23:35:48
Yang bilang Tuhan ada 3 tuw kan Alquran..dan si Muhamad..otomatis muslimpun brpikir demikian, padahal umat Kristen tidak pernah menyebutkan seperti itu..apa lagi ada tuhan bapak, tuhan anak, tuhan ibu??..Muhamad tidak benar-benar paham tentang Alkitab, dia cuma sekedar dengar-dengaran dari orang-orang Kristen pada saat itu..pernahkah kalian umat muslim bertanya pada ahli kitab seperti yang diperintahkan Alquran??..Muhamad pun diperintahkan supaya bertanya pada ahli kitab ketika dalam keraguan..tapi Muhamad gak pernah melakukan itu..begitu juga dengan muslim..
Umat kristen juga menyembah Tuhan yang Esa..tapi sepertinya Islam tidak paham dengan kata-kata Esa..mereka menganggap Esa=satu, tunggal..hmmm..
Juned Syafruddin
Reply| 17 Apr 2013 12:07:40
Asslamualaikum Wr. Wb
Bismillahirahmanirrahim

Ayat ini merupakan sindiran kepada pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani dan mengungkapkan perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan.

Ungkapan yang seperti ini terdapat pula pada firman Allah yang lain sebagaimana ayat berikut:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”(QS:Al-Ma’idah: 116)

Bila ayat ini dibaca sepintas lalu akan terpaham seakan-akan Allah swt. ragu-ragu tentang keimanan Isa a.s., seakan-akan Isalah yang memerintahkan kaumnya agar mengakui adanya tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan ibu. Tetapi maksud ayat ini ialah untuk menerangkan bahwa Isa a.s. tidak pernah ragu-ragu tentang keesaan Tuhan. Yang mendakwahkan bahwa Tuhan itu tiga hanyalah orang-orang Nasrani saja yang telah merubah-rubah dan menukar isi Injil seperti menukar prinsip keesaan Allah yang ada di dalamnya dengan prinsip syirik.

Pada akhir ayat ini Allah swt. menerangkan sikap Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Rasulullah saw. beriman kepada Allah dan kepada Alquran yang diturunkan kepadanya serta meyakini akan keesaan-Nya, sedang orang Yahudi dan Nasrani telah merubah dan menukar isi Taurat dan Injil serta memperserikatkan-Nya. Kemudian Allah swt. memperingatkan kaum Muslimin jangan sekali-kali melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi itu.

Perhatikan juga kelanjutan penjelasan di QS:Yunus:95

Allah swt. menegaskan lagi agar Muhammad dan kaum Muslimin jangan termasuk golongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, karena perbuatan itu akan menimbulkan kerugian besar orang yang melakukannya di dunia dan di akhirat.
Juned Syafruddin
Reply| 17 Apr 2013 12:03:35
Kosaki..

Saya tanya kepada Anda ... Berapa ayat alkitab yang Anda Hapal ? tanpa harus liat bukunya atau internet... bandngkan dengan seorang anak kecil.. setidaknya mereka menghapal lebih dari 5 surat... (lebih dari 20 ayat) . Bagimana Anda hapal 1 halaman aja dari surat-surat anda ??? .Adakah didunia ini seorang saja yang menghapal 1 Alkitab ?

Muslim yang baik adalah yang membaca Alquran, mengerti isinya dan Mengamalkannya... tapi apabila orang tidak mengerti arti.. apakah yag salah adalah Islam atau Alquran ? bukan ! itu individu...

Tapi sejelek-jeleknya seorang Islam mereka tidak akan menyekutukan Tuhannya dengan makluk lain.
Juned Syafruddin
Reply| 17 Apr 2013 11:58:03
Asslamualaikum Wr. Wb
Bismillahirahmanirrahim...

Pertama Alquran itu Adalah Bahasa Arab... bahasa Asing bagi orang yang bukan Arab.. Namun lebih dari 50% yang menghapal Alquran adalah bukan orang Arab sendiri... itu salah satu keajaiban Alquran

Kedua.. tentang orang muslim... muslim seperti apa yang ada di sekitar anda ? di sekitar saya juga banyak orang kristen .. tapi ketika saya tanya ayat mana yang mengatakan Yesus adalah Tuhan mereka tidak tau juga... bahkan mereka juga tidak tau siapa yang menulis Alkitab... Ingat cuma 18% dari alkitab itu yang merupakan perkataan Yesus... (biasanya dituliskan dengan tulisan berwarna merah)
Sitikhadijah
Reply| 17 Apr 2013 10:06:01
@ Juned Syafruddin,

Justru pak Youssef (SON OF HAMAS) yang sudah murtad dari Islam berkata bahwa rakyat Palestina Islam tidak ngerti Islam sama sekali, kecuali sebagai jati diri "ISLAM" saja. Bagaimana tu?! Dan bagaimana dengan Indonesia? Bahkan bagaimana dengan anda sendiri?

Bila anda bilang anda sudah tahu Islam, ada padaku testing untuk tahu ilmumu.
Siapkah anda?
kosaki
Reply| 17 Apr 2013 10:04:42
Bukan asal tunjuk saja...dalam realita masyarakat..jika dibuat poling, mayoritas hanya hafal sedikit, hanya hafap tanpa tahu maknanya/terjemahannya, hafal tapi tidak memahami apa maksud ayat tersebut. Bukan hanya 70%, tetapi di atas 90% orang-orang muslim di sekitar saya tidak tahu arti ayat-ayat Quran. Bahkan 99% mereka tidak tahu doktrin ajaran agama mereka sendiri! Jangan asal klaim! Lihat realita yang ada!
Sitikhadijah
Reply| 16 Apr 2013 23:41:20
HEI MUSLIM, APA KALIAN BETUL MUSLIM TAAT?
Tapi kok tak pernah mentaati Quran, kecuali ya sekedar tebang-tebang pilih?

Muhammad diwajibkan bertanya kepada Ahli Kitab ( QS. 10:94, dan 16:43).
Tapi sudahkah kalian bertanya & berkonsultasi dengan Ahli Kitab?
BELUM? Jadi Harus dibuang kemanakah ayat-ayat muhkamat Quran 10:94 dan 5:68?
Ayat-ayat itu tetap AKTIF mendakwa kalian selamanya, karena ia tergores kekal dan benar di Lauh Mahfudz di sisi Allah.
Mhd61l4
Reply| 16 Apr 2013 17:54:06
Menurut saya, kalau mau dialog antar agama, harus ada platform yang jelas dan thema/topik apa yang didebatkan.

Bagaimana mungkin mau berdebat atau berdialog dengan Islam kalau platformnya "Apapun yang dilakukan Muhammad pasti benar", sementara topiknya adalah moralitas.

Di kasih setumpuk bukti, bukan menyanggah atau mendebatkan permasalahan, ujung-ujungnya cuma klaim dan pembenaran, benar salah, Islam tetap benar, kalau salah, itulah kebenaran Islam.

Muhammad menipu (PENIPU) istrinya sendiri (Hafsah) dan mencabuli (PENCABUL) perempuan lain (Maryah) di ranjang Hafsah sendiri.....

Emang ada muslim yang berani bilang Muhammad tidak bermoral?
Emang ada muslim yang berani bilang Muhammad penipu?
Emang ada muslim yang berani bilang Muhammad pencabul?

Walaupun yang dibahas masalah norma manusia, muslim pasti pake platform Islam, benar salah, Islam pasti benar, kalau salah, itulah kebenaran Islam.

Muhammad penipu dan pencabul berdasarkan contoh di atas, maka platform Islam selalu mengatakan

Muhammad berbudi agung dan berahklak sempurna
Apakah penipu dan pencabul perbuatan salah? Mereka tahu dan menjawab "salah"
Lalu, Muhammad sebagai penipu dan pencabul salah nggak?

Muhammad (1) penipu dan pencabul adalah (2) Benar perbuatan salah) TETAP (3) Pake platform Islam bahwa Muhammad pasti benar) berbudi agung dan berakhlak sempurna.

Benar salah (Muhammad penipu dan pencabul), Islam pasti benar.
Kalau salah (Muhammad penipu dan pencabul), itulah kebenaran Islam, Muhammad tetap berbudi agung dan berahklak sempurna.
Sitikhadijah
Reply| 16 Apr 2013 15:44:36
KALAU HANYA BACA QURAN, MAKA ANDA PASTI HANYA AKAN SAMPAI KE NERAKA. JADI, KALAU TIDAK MAU MASUK NERAKA (QS.19:71), SEPERTI SUAMIKU DULU,MAKA PERLU BACA INJIL DAN a.l. buku inspiratif ini:

http://buktidansaksi.com/files/Resources/articles/Buku/Jika%20Manusia%20Mati%20Dapatkah%20Ia%20Hidup%20Kembali.pdf
masz
Reply| 16 Apr 2013 14:46:21
Dear Juned Syafruddin,

Salam kasih dalam Nama Yesus..

tumpang tanya.. anda mengatakan bahawa ada jutaan ornng yang hafal akan kitab (quran)..mengerti artinya dan tafsirnya..

Menjadi persoalan saya adalah.. di sekitar saya 70% muslim.. bila saya pertanyakan soalan yang terdapat dalam Quran.. tidak ada 1 orang pun yang berani menjelaskan kepada saya akan maksud.. maka kebanyakan mereka berkata "beri padaku ayat itu kemudian akanku info kan anda pada hari esok selepas bertemu imam / guru"..

Situasi yang anda nyatakan dengan pengalaman pribadi adalah sebaliknya..
Juned Syafruddin
Reply| 16 Apr 2013 14:00:40
Bismillahirahmanirrahim

KOSAKI.. saya tanya berapa banyak ayat Alkitab yang Anda hapal dan Anda Mengerti.. Atau Anda hanya tau dan tidak mengerti ?... ada puluhan juta yang hafal dengan satu kitab Alquran.. dan Mengerti Artinya bahkan.. mengerti tafsir dan riwayat apa yang menyertai rurunnya ayat...

Jadi Anda jangan menunjuk hidung orang lain sebelum Anda menunjuk Hidung Anda sendiri apakah Anda sudah mengerti ayat2 di Alkitab ???
Fetching more Comments...
↑ Back to Top