Kesaksian Seorang Wanita Nilainya Setengah Dari Kesaksian Seorang Pria

Bukankah kita seringkali menemukan seorang wanita yang cakap sanggup memberikan kesaksian yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa pria yang bodoh?

Dalam Quran Sura al-Baqara 2:282 dikatakan:

“…Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya…”

 

Al-Baidawi berkata:

“Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi” maksudnya, mintalah kesaksian 2 orang saksi untuk agama – “2 orang pria” yaitu “pria-pria Muslim, karena syarat untuk menjadi saksi yang dapat diterima dalam kondisi ini adalah apabila yang memberikan kesaksian adalah pria Muslim.  Ini juga persyaratan yang dipegang oleh kebanyakan sarjana Islam.

Abu Hanifa mengatakan bahwa kesaksian orang tidak beriman terhadap satu sama lain sebagai hal yang dapat diterima. “Atau jika keduanya bukanlah pria” – maksudnya adalah, jika kedua saksi itu bukan pria, maka yang harus memberikan kesaksian adalah “seorang pria dan dua orang wanita.” Mengapa ketentuannya demikian? Supaya apabila seorang wanita memberikan kesaksian yang salah, maka yang lain akan mengingatkannya. Pendapat ini berimplikasi bahwa kaum wanita dianggap sebagai makluk yang tidak rasional dan kurang pengendalian diri.

Kita bertanya: Betapa kaum wanita akan merasa terhina dan direndahkan oleh karena prinsip yang jauh daripada keadilan seperti ini? Bukankah kita seringkali menemukan seorang wanita yang cakap sanggup memberikan kesaksian yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa pria yang bodoh?

 


1 comment Add a Comment
dssc7
Reply| 04 Jan 2014 06:01:30
Nggak menarik ya, koq nggak ada yang komentar. Baca saja ini
http://injilkristen.tripod.com/
Fetching more Comments...
↑ Back to Top