Terperangkap

Terperangkap

Diposkan oleh Ali Sina pada 23 Augustus 2011

 

Yang terhormat Bapak Ali Sina

Saya membutuhkan nasehat anda untuk suatu hal yang sangat penting. Saya telah membaca artikel-artikel anda dan menurut saya artikel-artikel Bapak sangat meyakinkan. Saya lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga yang religius di Pakistan. Saya selalu meragukan Islam tetapi orang-orang di sekitar saya sangat religius dan saya tidak dapat menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya mengenai Islam. Saya diingatkan agar saya tidak bertanya-tanya dan hanya percaya saja, tetapi saya tidak dapat melakukan hal itu. Sekarang saya berusia 30 tahun dan telah menikahi seorang wanita yang religius. Pernikahan kami telah berusia 5 tahun dan kami mempunyai seorang anak perempuan. Pernikahan kami adalah pernikahan karena perjodohan, bukan karena dipaksakan. Setelah banyak belajar, termasuk mempelajari artikel-artikel anda, kini saya yakin bahwa saya tidak lagi percaya kepada Islam. Hal itu membuat saya harus menghadapi realita yang keras dari lingkungan saya. Saya tidak dapat menceritakan hal ini kepada komunitas dan keluarga saya karena tentunya anda tahu apa akibatnya. Sudah beredar kabar bahwa saya bukanlah orang Muslim yang bertaqwa. Saya takut ada orang yang akan melaporkan saya kepada kelompok ekstrimis yang banyak terdapat di sekitar saya. Saya tidak tahu bagaimana caranya tetap berdiam diri karena saya tidak dapat melakukannya. Menurut saya, saya berhak memiliki pandangan-pandangan saya sendiri tetapi saya tidak dapat melakukannya karena saya takut kehilangan nyawa saya. Saya bahkan tidak dapat menceritakan hal ini kepada istri saya karena ketika saya mulai membicarakan topik ini, ia mengatakan agar saya berhenti membicarakannya. Ia benar-benar bodoh dalam segala hal.

Saya mulai menyukai seorang gadis Pakistan. Dan kami berdua ingin menikah. Gadis ini juga religius. Ia mengatakan bahwa berdasarkan ajaran Islam, tidaklah salah jika menikah untuk kedua kalinya. Tetapi saya bukanlah seorang Muslim lagi dan ia juga mengetahui hal itu. Ia mengatakan bahwa ia tetap akan menerima saya dalam keadaan saya seperti ini. Ia benar-benar pandai dan ia mau menikmati hidupnya bersama saya tanpa mengenakan burqa. Ia mengenakan rok mini tetapi ia juga tidak pernah melupakan sholat. Hubungan kami baru berjalan beberapa bulan dan kami telah bertemu beberapa kali, dan kebanyakan melalui telepon. Saya juga merasa bersalah karena telah berkhianat terhadap istri saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya tidak ingin meninggalkan istri saya karena saya tahu kalau saya melakukannya maka saya tidak akan bertemu putri saya lagi, juga akan terjadi pertikaian keluarga. Ia adalah seorang kerabat. Dan jika saya meninggalkannya demi wanita yang saya cintai, saya takut bagaimana jadinya hubungan kami jika kami mempunyai keyakinan iman yang berbeda. Saya yakin saya tidak dapat mengubah istri saya dan saya tidak puas dengannya. Tetapi saya juga tidak yakin pada gadis yang saya cintai. Saya tidak tahu bagaimana ia akan bereaksi di tempat tidur karena ia tidak mengijinkan saya melakukannya oleh karena alasan-alasan religius. Jika tidak demikian ia mengatakan ia menginginkannya. Saya meminta nasehat anda; bagaimana saya harus bersikap/menghadapi lingkungan dan keluarga saya (termasuk orang-tua, saudara, dan kerabat) karena saya bukan orang Muslim lagi.

Juga mengenai putri saya. Umurnya 4 tahun dan mulai mengikuti ibunya sembahyang. Pada akhirnya ia akan menjadi seperti ibunya. Saya juga tidak ingin hal itu terjadi karena saya tidak ingin ia hidup dalam ketakutan seumur hidupnya, dan membuang waktu dan energinya untuk sholat. Juga mengenai hubungan saya dengan gadis ini. Jika saya menikahinya, keluarga saya maupun keluarganya pasti tidak terima. Pernikahan akan dilaksanakan di pengadilan dan secara rahasia, dengan banyak masalah dari pihak keluarga. Ia melakukannya karena Islam mengijinkan pernikahan kedua. Saya menginginkannya karena saya menyukainya tetapi saya tidak suka ia religius dan saya juga tidak suka beristri dua. Saya yakin salah satu di antara mereka akan menderita, dan keadaan keuangan saya saat ini juga tidak memungkinkan saya untuk beristri dua. Saya benar-benar membutuhkan nasehat anda.

Terimakasih

Orang yang terperangkap

 

Yang terhormat, Orang yang terperangkap

Surel anda memuat dua pertanyaan. Yang pertama mengenai kemurtadan anda dan yang kedua mengenai hubungan anda dengan wanita lain.  

Mengenai kemurtadan anda, anda harus merahasiakannya. Anda tinggal di Pakistan. Ini adalah tempat yang berbahaya. Tugas pertama anda adalah mengusahakan keamanan diri anda dan melindungi nyawa anda. Saya menyarankan anda untuk tutup mulut dan jika perlu tetaplah pergi ke mesjid dan berpura-pura menjadi orang Muslim. Kalahkan orang Muslim dengan tipuan karena mereka pun gemar menipu. Keadaan tidak akan selalu sama. Jika waktunya sudah tepat, anda dapat mengumumkan kemurtadan anda. Sekarang belum waktunya. 

Iman buta istri adalah sebuah masalah. Tetapi anda mempunyai seorang anak dengannya. Anak yang tidak berdosa ini berhak memiliki kedua orangtuanya, dikasihi dan dicukupi kebutuhannya. Anda harus berbuat apa saja dengan sekuat tenaga untuk menjamin ia mendapatkan hak-haknya. 

Jika istri anda tidak mau mendengarkan, anda tidak dapat berbuat apa-apa. Tidaklah aman membicarakan hal ini dengannya. Ia akan membahayakan hidup anda, terutama jika ia merasa anda tidak setia kepadanya. Wanita dapat menjadi pendendam yang buta. Mereka “berkelahi dengan kotor”, jauh lebih kotor dari pria. Ini sesuatu yang bersifat biologis. Secara fisik mereka lebih lemah sehingga mereka melakukan kompensasi dengan kelicikan. Jangan menyudutkan wanita, karena ia dapat menghancurkan anda.

Jika anda ingin agar ia meninggalkan Islam, pertama-tama anda harus mengasihinya. Kasih tidak dapat anda rekayasa. Anda harus benar-benar mengasihinya dan membuatnya mengetahui bahwa anda mengasihinya. Jika ada kasih dan hubungan telah menjadi kuat anda akan mendapatkan cara untuk meyakinkannya untuk membaca buku saya. Understanding Muhammad telah diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Anda dapat merencanakan sedemikian rupa agar ia membacanya. Sebagai contoh, mintalah ia menolong anda untuk memperdalam keislaman anda dengan membaca buku itu dan meyakinkannya bahwa Islam itu benar. Tetapi ia tidak boleh menceritakan hal ini kepada orang lain. Jika tidak hidup anda ada dalam bahaya. Jika ia membaca buku saya, ia akan meninggalkan Islam. Belum pernah saya mendengar ada orang yang tetap ingin menjadi Muslim setelah membaca buku saya. Buku itu menabur benih keraguan dalam diri mereka dan pada akhirnya mematahkan rantai yang membelenggu mereka dan memerdekakan mereka. 

Mengenai wanita lain, sebaiknya anda berhenti menemuinya. Ini bukanlah hubungan yang sehat. Ia adalah perusak rumah-tangga. Sekalipun Islam mengijinkan poligami, poligami adalah praktik yang salah. Poligami bertentangan dengan natur manusia. Seorang wanita yang setuju berbagi suami adalah wanita yang rendah diri. Ia tidak akan dapat menjadi isri dan ibu yang baik. Para ibu adalah pemelihara utama. Pendidikan seperti apa yang dapat diberikannya bagi anak-anaknya? Fakta bahwa ia mengenakan rok mini tetapi tetap membela Islam membuatnya menjadi orang yang munafik. Orang-orang Muslim seperti ini jauh lebih buruk. Tidak ada jaminan bahwa mereka akan tetap moderat. Dalam semalam mereka dapat berubah menjadi ekstrimis yang fanatik. Sekali anda hidup dengannya untuk sejangka waktu, daya tarik fisik akan menghilang lalu anda akan mendapatkan dua masalah sekaligus – dua wanita yang tidak cocok dengan anda – dua musuh yang akan melakukan apapun semampu mereka untuk menghancurkan anda. 

Saya percaya anda harus memutuskan hubungan anda dengan wanita ini dan mulai berusaha membangun rumah tangga anda. Bicaralah dengan istri anda dan katakan padanya bahwa yang dapat memperkuat pernikahan adalah saling memahami dan berkomunikasi. Ia adalah seorang Muslim dan anda meragukan Islam. Jadi kalian harus bekerja bersama dan menemukan jalan yang benar, sehingga kalian berdua berjalan di jalan yang sama. Yakinkan dia bahwa anda tidak menyarankan ia meninggalkan Islam, melainkan memintanya menolong anda untuk lebih memahami Islam dan untuk itu ia harus membaca buku saya dan mengatakan pada anda mengapa Islam itu benar.

Untuk menjawab hampir semua pertanyaan kita, yang kita lakukan hanyalah bersandar pada Aturan Emas yang tidak bercacat. Letakkan posisi anda pada posisi istri dan putri anda. Jika anda berada di posisi mereka, apa yang anda inginkan untuk dilakukan oleh suami/ayah mereka? Bagaimana perasaan anda jika istri anda berselingkuh dan mengkhianati anda? Lupakanlah apa yang dikatakan hukum Pakistan. Negara-negara Islam adalah negara yang kacau. Orang-orangnya dan hukum-hukumnya tidak waras. Hukum Islam bahkan mengijinkan orang Muslim menjarah non Muslim, membunuh dan memperkosa para wanita mereka. Hukum Islam mengijinkan pria memukuli istrinya. Mengijinkan pedofilia. Apakah kejahatan-kejahatan ini dapat menjadi sesuatu yang benar hanya karena diijinkan? Banyak orang Muslim yang tidak melakukan hal ini karena mereka lebih sopan daripada nabi mereka. Perbuatlah kepada orang lain apa yang anda ingin orang lain perbuat kepada anda. Perlakukan setiap orang sebagaimana anda ingin diperlakukan. 

Jika anda ingin mendapatkan terjemahan buku Understanding Muhammad dalam bahasa Urdu, silahkan beritahu saya. Saya dapat mengirimkannya melalui surel dalam bentuk PDF.

Semoga anda mendapatkan yang terbaik

Ali Sina

 

Sumber artikel: http://indonesian.alisina.org/?p=1471


3 comments Add a Comment
TrustMan
Reply| 28 Sep 2013 08:49:15
Kalo mau sempurna pilihannya adalah :
1. Tetap jadi Kristen dan jangan menikah lagi.
Mintalah kekuatan agar bisa menahan dan meredam gejolak sex anda.
2. Doakan agar istri anda mau ngikut jadi Kristen dan pindah lah ketempat yg
mayoritasnya Kristen biar gak di kenakan sanksi " halal bunuh murtadin "
sederhana
Reply| 25 Jun 2013 11:00:30
Islam bagian ritual satanic yang rada halus....nah pada saatnya dia meminta tumbalnya
Akibodo
Reply| 26 May 2013 19:34:47
KASIAN, ISLAM SELALU TERPERANGKAP. MAJU KENA---MUNDUR KENA
Fetching more Comments...
↑ Back to Top