Al-Qur’an, Antara Ali, Abu Bakar, Umar dan Ustman

Terlepas dari kontroversi bahwa Ali tidak senang melihat Abu Bakar menjadi Khalifah pertama, tetapi sumber sumber islam mencatat sumpah Ali yang menjadi alasannya tidak menghadiri pelantikan Abu Bakar:

“Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.”

23 Juni , 2013

Bagi para ahli sejarah Islam, tentulah tahu bahwa Ali, salah satu sahabat Muhammad yang sekaligus adalah menantunya tidak menghadiri pelantikan Abu Bakar sebagai Khalifah pertama.

Terlepas dari kontroversi bahwa Ali tidak senang melihat Abu Bakar menjadi Khalifah pertama, tetapi sumber sumber islam mencatat sumpah Ali yang menjadi alasannya tidak menghadiri pelantikan Abu Bakar:

“Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.”

Setelah berhasil menyusun mushafnya, Ali menunjukkannya kepada sahabat-sahabat nabi, namun mereka menolaknya sehingga Ali harus membawanya pulang kembali.

Itulah pertama kali Al quran disusun yang dikenal dengan Mushaf Ali atau Mushaf Fatimah (istrinya). Sumber :

  • Ibn Sa’d, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 2 p 338
  • Ibn Abi Shayba, vol 6 p 148
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
  • Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 10
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
  • Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219-20
  • Abu Buaym, vol 1 p 67
  • Ibn Abd al Barr, al Istiab, p 333-34
  • Ibn Juzay, vol 1 p 4
  • Ibn Abi al Hadid, vol 1 p 27
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204, 248
  • Kulayni, al Kafi, vol 8 p 18
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 72, 108
  • Basair al Darajat, p 193
  • Kulayni, al Kafi, vol 2 p 633
  • Abu Mansur al Tabrisi, vol 1 p 107, 255-28
  • Ibn Shahrashub, Manaqib Al Abi Talib, vol 2 p 42
  • Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135-6

Al Quran sekarang ini adalah Al Quran yang dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan STANDAR EDISI MESIR PADA TAHUN 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang BERVARIASI.

Sejarah penulisan Quran yang sesuai dengan edisi Mesir dikenal dengan Al quran versi Ustmant.

Sejarah pengumpulan Al quran versi Ustmant dimulai oleh Umar yang mengusulkan kepada Abu Bakar, yang menolak Mushaf Al quran yang telah disusun Ali dengan alasan banyaknya penghafal quran yang mati ketika perang Yamamah.

Bukhari, Volume 006, Buku 061, Hadis nomor 509 Kemudian Abu Bakar sebagai Khalifah memerintahkan sahabat sahabat dan penghafal quran untuk melakukan pengumpulan Quran.

  • Bukhari, Sahih, vol 3 p 392-93
  • Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 346-47
  • Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abi Bakr al Siddiq, p 97-99, 102-4
  • Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 6-7, 9, 20
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 27
  • al Khatib al Baghdadi, Mudih awham al jam wa l tafrig, vol 1 p 276
  • Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 149-50

Mushaf tersebut dikenal dengan Mushaf Abu Bakar atau Mushaf Hafsah (anaknya) Terpisah dari dua Mushaf di Atas, Al quran dikumpulkan oleh Ustman, Khalifah ke tiga

  • Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 170
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 241
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol1 p 211
  • Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 243-46

Penulisan Mushaf Ustman didasarkan pada mushab Abu Bakar yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit.

Sayangnya, Mushaf tersebut sebagai sumber penulisan Mushaf Ustman dimusnahkan setelah Hafsah meninggal dunia oleh Marwan ibn Al-Hakam dengan mengatakan

“Saya lakukan hal ini karena khawatir, ketika zaman berlalu atau dikemudian hari, manusia akan meragukan keadaan ini.” Hal tersebut dikarenakan 1. Mushaf Abu Bakar/Hafsah tidak lengkap. 2. Perubahan susunan penulisan dilakukan Zaid antara Mushab Abu Bakar dengan Mushab Ustman. Muslim senantiasa menyatakan bahwa :

  • Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang diterima oleh nabi SAW.
  • Telah dihafalkan dengan sempurna oleh sangat banyak sahabat-sahabat nabi SAW.
  • Tidak pernah ada kesalahan dalam penulisannya
  • sangat cermat dalam penyusunannya

Pada kenyataannya berdasarkan sumber sumber Islam sendiri bahwa:

  • Al Quran memiliki 3 versi, Mushaf Ali, Mushaf Abu Bakar, Mushaf Ustman.
  • Antara ketiga versi tersebut, dipastikan terdapat perbedaan pengurangan Mushaf Ali oleh Mushaf Abu bakar dan penambahan Mushaf Abu Bakar oleh Mushaf Ustman sehingga dapat dipastikan antara Mushaf Ali dengan Mushaf Ustman sangat jauh perbedaannya.

Apa yang hendak disampaikan adalah, bobroknya moralitas pemimpin pemimpin Islam sehingga untuk kitab sucinya pun, harus saling meniadakan. Moralitas bobrok tersebut terus dijaga demi klaim sesat kesempurnaan Al Quran yang jelas jelas banyak salahnya.

Syiah, yang menyakini Mushaf Ali mengatakan:

Setidaknya tercatat ada 219 ayat-ayat spesifik Quran yang dinyatakan palsu oleh Syi’ah. Bahkan kaum Syi’ah percaya bahwa “Al-Quran yang dibawa oleh Jibril as. kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat”.

Ini hampir 3 x lebih tebal ketimbang Quran sekarang.

(re: Tinjauan Ahlus Sunnah Terhadap Faham Syi’ah Tentang Al-Quran dan Hadits, Nabhan Husein; dan hadis Hisyam bin Salim, diriwayatkan dari Abi Abdillah as.)

Sementara Mushaf Ustman sendiri seperti tulisan Taufik A.Amal dalam bukunya Rekonstruksi Sejarah al-Quran, p.204, mengatakan: “Salinan-salinan mushaf utsmani yang diedarkan di sejumlah kota, dalam kenyataannya, tidak sempurna secara absolut. Bahwa QS 15:9 ?????? ?????? ?????????? ????????? ???????? ????? ???????????? Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Telah terbantahkan, ditambah lagi kesaksian kesaksian Umar, Khalifah kedua yang mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, karena ayat-ayat Quran yang tidak diingatnya lagi dan penghafal Quran sudah mati.

  • Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204
  • Mabani, p 99
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Ibn Abi Shayba, vol 14 p 564, ekspresi yang digunakan adalah Faqadnah, artinya “kita kehilangan ayat tersebut”
  • Abd al Razzaq, vol 9 p 50
  • Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
  • Ibn Abi Shayba, vol 7 p 431
  • Bukhari, vol 4 p 306
  • Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 39 (mengacu pada Abu Bakar)
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 403
  • Mabani, p 99
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Malik b. Anas, Muwatta, vol 2 p 824
  • Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 398, 455
  • Bukhari, vol 4 p 305
  • Muslim, Sahih, vol 2 p 1317
  • Ibn Maja, Sunan, vol 2 p 853
  • Tirmidhi, Sunan, vol 2 p 442-3
  • Abu Dawud, Sunan, vol 4 p 145
  • Ibn Qutayba, Tawil mukhtalif al hadith, p 313
  • Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
  • Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211, 213

Juga kesaksian Aisah istri kesayangan Muhammad tentang ayat ayat rajam

  • Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 183 (mengutip Zayd b. Thabit dan Said al-As Abd al Razzaq
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82, 86
  • Suyuthi, al Durr al Manthur, vol 5 p 180 (mengutip Ubayy b. Ka’b dan Ikrima)
  • Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
  • Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
  • Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
  • Abd al Jalil al Qazwini, p 133
  • Ahmad b. Hanbal, vol 4 p 269
  • Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 626
  • Ibn Qutayba, Tawil, p 310
  • Shafi’i, Kitab al Umm, vol 5 p 23, vol 7 p 208
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
  • Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226

dan sejumlah laporan laporan tentang ketidak lengkapan quran: Laporan Anas bin Malik

  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 399
  • Tabari, Jami al Bayan, vol 2 p 479

Laporan Abdullah Bin Umar

  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 81-82

Laporan Ubay bin Ka’ab

  • Ahmad b. HAnbal, vol 5 p 132
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
  • Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 415
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82 (klaim yang sama tentang jumlah ayat sura 33 dan keberadaan ayat-ayat rajam diutarakan oleh Umar dan Ikrima dalam Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180)
  • Zarkasi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35, dimana ayat dikatakan seharusnya berada di Sura 25 (al Nur)
  • Mabani, p 83 dan 86, menyatakan ayat seharusnya berada di Sura al Ahzab
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-1
  • Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
  • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 37
  • Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 157
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226, 227

Laporan Hudhayfa b. al-Yaman

  • Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180, mengutip dari Bukhari, Kitab at Tarikh
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 331
  • Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 28-29
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 263
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226
  • Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
  • Abu Mansur al Tabrisi, al Intijaj, vol 1 p 222, 286
  • Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35

Laporan Abu Musa al-Ash’ari

  • Muslim, vol 2 p 726
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
  • Abu Nuaym, Hilyat al Awliya, vol 1 p 257
  • Bayhaqi, Dalai, vol 7 p 156
  • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83
  • Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 131-32
  • Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-01
  • Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370
  • Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224

Laporan Ibn ‘Abbas, Maslama b. Mukhallad al-Ansari, Ibn Mas’ud, Ali bin Abi Thalib, Ibn Al Nadim dan lainnya. Namun yang paling ironis adalah kesalahan mushaf ternyata diketahui juga oleh Ustman, laporannya adalah sbb:

Biographical Dictionary Ibn Khallikan, p. 401 : Abu Amr menyatakan bahwa dia mendengar kisah ini dari Katada as Sadusi : “Ketika mushaf Usman ditulis dan diserahkan kepada Usman bin Affan, dia berkata, ‘Ada kesalahan-kesalahan bahasa didalam mushaf, tetapi biarkan orang-orang Arab di padang pasir memperbaikinya dengan pengucapan mereka.

QS 15:9 : Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Sampai sekarang tidak diketahui siapa sebenarnya oknum  ”KAMI”  yang telah lalai melakukan tugasnya…!!!!  

Sumber: Islamquranhadist.wordpress.com

 


103 comments Add a Comment
Andhy Anshar
Reply| 11 Mar 2014 18:02:30
QS.Asy Syuraa : 52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Ruh (Al-qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al kitab (Al Qur'an) itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu Nur, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

QS. Al-Israa' : 85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Penjelasan : Hai Muhammad katakanlah kepada orang kafir itu bahwa Ruh itu adalah urusan Tuhan-ku dan kalian tidak di beri pengetahuan melainkan sedikit tentang Ruh.

Artinya orang yang bisa mengerti Zabur, Taurat, Injil dan Al-qur'an adalah orang-orang yang senantiasa mengikuti sunnah Para rasul termasuk sunah nabi Muhammad dan Isa, dan yang paling mengerti tenteng Apakah Al kitab dan apakah Al Qur'an itu... '

Jadi kalian debat tidak ada guna selain yang paling mengikuti sunah Al-qur'an atau Al kitab dan sunnah para Rasul.
kosaki
Reply| 20 Dec 2013 00:50:41
@wellness:
"SAYA SUDAH BERKALI-KALI BERDEBAT DENGAN ADMIN SITUS INI"
Tanggapan: Di postingan mana debatnya? Itu peringatan karena kalah debat ya?

Lebih bahaya mana jika dilihat dari kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat?
1. Pemberitaan Injil dan karya penebusan yang tidak mengubah dasar negara Indonesia
2. Tindakan para misonaris yang rela sampai ke pelosok memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang mana para PNS pun enggan melakukannya karena tempatnya terpencil
2.Sikap humanisme yang tidak mengkafirkan dan menghalalkan darah manusia lain
3.Sikap mempertahankan budaya lokal tanpa terpengaruh budaya asing
4.Sikap sukuisme demi mempertahankan nilai adat, budaya dan norma lokal kesukuan
5. Penyebaran idiologi arabisasi dan islamisasi yang mengubah dasar negara dan tatanan masyarakat serta merombak semua budaya lokal menjadi budaya arab dan jika perlu melakukan tindakan anarki demi mewujudkan tujuannya
wellness
Reply| 19 Dec 2013 23:27:41
HATI-HATI WAHAI MUSLIMIN. SITUS INI MILIK ORANG NASHRANI. SAYA SUDAH BERKALI-KALI BERDEBAT DENGAN ADMIN SITUS INI. WASPADALAH !!! INI MISI KRISTENISASI.
hakkullah
Reply| 03 Dec 2013 10:08:39
Catatan:
Artikel tersebut hanya membuktikan bahwa Al Quran adalah PALSU, sedangkan isinya sendiri ternyata banyak yang PALSU sudah banyak bertaburan di postingan-postingan lain pada artikel di situs ini, semisal legenda tujuh penidur bukanlah wahyu, semata-mata hanya DONGENG saja.

-------------
Jawaban:
1. “Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, mereka itu tidak akan mampu melarikan diri dari adzab Kami. Apakah orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu lebih baik? Ataukah orang beriman yang dimasukkan ke dalam surga pada hari kiamat kelak? Wahai manusia, karena itu silahkan kalian berbuat sesuka kalian. Sungguh Allah taala senantiasa mengetahui apa yangkalian lakukan. Orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka PASTI CELAKA. Sungguh Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang amat mulia. Al-Qur’an tidak tersentuh oleh upaya pemalsuan pada masa turunnya mau¬pun pada masa-masa selanjutnya. Al-Qur’an turun dari Tuhan Yang Maha¬bijaksana lagi Maha Terpuji. Wahai Muhammad, apa yang dikatakan oleh kaum kafir kepadamu juga telah dikatakan oleh kaum kafir dahulu kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sungguh Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Memberi siksa yang amat pedih.” (QS. Fusshilat, 41: 40-43)

2."Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah perkataan dusta yang dibuat oleh Muhammad. Dia membuat Al-Qur’an ini dibantu oleh sekelompok kaum Yahudi dan Nasrani.” Sungguh orang-orang kafir itu telah berbuat zhalim dan melakukan kebohongan yang sangat keji. Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah dongeng-dongeng umat-umat masa lalu yang dituliskan dan didiktekan kepada Muhammad pagi dan sore hari.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan yang mengetahui segala rahasia yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”" (QS. Al Furqan, 25: 4-6)
waallahu a'lam..terima kasih
hakkullah
Reply| 19 Aug 2013 11:32:59
@sibolisnaburju
sabarlah! anda sudah dikuasai hawa nafsu anda sendiri, dan anda sendiri sudah penuh dengan rasa kebencian terhadap ummat islam....seandainya Allah swt tidak melarang menghina anda, mungkin saja anda tidak akan pernah sanggup cacian makian dari ummat islam.. itulah bedanya dengan agama anda..karena alkitab anda tak satupun memberikan arahan dalam menghadapi agama lain...bagi kami, semua ucapan akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di yaumul qiyamat. makanya, kami tidak perlu marah dan emosi atas ucapan mereka. toh pada akhirnya, mereka juga bakalan mati dan dikubur..kalau bagi orang-orang kafir, mendapat azab kubur sampai yaumul qiyamat. rasa sakitnya lebih perih daripada rasa sakit di dunia. 10 kali lipat siksa di dunia, justru di alam kubur berlipat-lipat ganda. bahkan jin dan manusia tidak akan mendengar teriakan azab kubur, seandainya mereka mendengar, maka mereka akan mengalami kematian..nah betapa dahsyatnya di alam kubur. itu baru alam kubur, tapi yang lebih dahsyat lagi, di akhirat nanti. wah pokoknya lebih ngeri lagi dan lebih dahsyat. bagi orang-orang kafir, hukumannya "neraka selama-lamanya", setiap kali kulitnya hangus, lalu Allah gantikan kulit yang baru dan terus menerus tanpa istirahat sedikitpun, supaya mereka merasakan azab yang sangat pedih, diakibatkan dusta terhadap Allah dan Rasul-Nya. dan setiap kali mereka ingin keluar, mereka dikembalikan ke neraka lain, karena mereka tidak ada tempat lain selain nerakanya Allah swt..di dalam neraka ada ular, kalejengking, palu, gada besi, rantai, nanah, minuman yang sangat panas, pohon zaqqum, pokoknya banyak jenisnya dech...

bagi orang-orang mukmin yang fasik, dimasukkan nerakanya Allah untuk membersihkan dosa-dosa mereka yang selama hidupnya penuh maksiat kepada Allah swt dan berbuat kezhaliman. keluarnya dari neraka, tergantung banyaknya dosa mereka, karena hati mereka masih ada iman kepada Allah dan Rasul-Nya..tapi bagi orang-orang mukmin sudah diampuni oleh Allah ketika saat meninggal atau mendapat maghfirah dari Allah swt, maka beda-beda masuk surga, ada masuk surga langsung tanpa ditimbang atau dihisab dan ada juga masuk surga harus ditimbang dulu atau dihisap, dan pada akhirnya masuk surga juga..

sekarang anda menghina Allah dan Rasul-Nya, silahkan saja sepuas hati anda, jika anda benar-benar tidak takut dengan azab Allah swt. kalau seandainya alkitab anda benar, gak mungkin dong anda menghina agama lain..Allahlah yang lebih berhak menghina mereka, tapi bagi kita sebagai hamba-hamba-Nya tidak berhak menghina orang lain, apalagi agama lain..

mau menghina?, silahkan saja..dengan begitu, islam akan semakin bertambah dan bertambah, bukan semakin berkurang...

Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci" [Ash-Shaaf : 8-9]..

waallahu a'lam..terima kasih
Sibolisnaburju
Reply| 17 Aug 2013 11:58:28
@hakullah

Manusia hanya memiliki 2 pilihan: surga atau neraka.
(kalau muslim pasti masuk neraka, pasti masuk sorga juga endingnyee setelah dosanya dibersihkan di neraka. versi quran.red)

Malaikat tidak ada pilihan, harus taat.
(Allow swt itu diktator yeee)

kalau Iblis tidak ada pilihan, cuma pilihannya neraka. binatang juga gak ada pilihan.
(Allow swt Kejam amat ya', diciptain buat jadi penjahat, buat dibantai di neraka)

cuma manusia dan jin saja yang diberikan pilihan oleh Allah swt: surga atau neraka.
(Jin bukannya Iblis?? Iblis katenye gada pilihan??)

karena Allah swt sendiri menyatakan: “Kami muliakan bani Adam”.
(Allow swt sendiri tapi "Kami", yang benernya ini kate siape sih??)

makanye, Islam melarang kita percaya kepada paranormal untuk menanyakan nasib kita.
(Kalau Jin muslim yang bilangin gapapa gitu??)

Benar-benar quran yang sampoerna.
Jadi pengen ketawa. (belum ketawa lho.red)
Sibolisnaburju
Reply| 17 Aug 2013 11:31:39
Cuma allow swt yang tahu legenda tujuh penidur adalah karya Aristoteles!!!!
Cuma allow swt yang tahu ada wahyunya dimakan kambing!!!!
Cuma allow swt yang tahu ibu Yusuf kuntilanak.!!!!!
Cuma allow swt yang tahu bagaimana cara Muhammad menipu Hafsah untuk mencabuli Maryah.!!!!
Cuma allow swt yang tahu cara Kinana dipancung lehernya biar si cabul bisa langsung mengawini safiyah pada hari yang sama.!!!!

gue tambahin lagi nih

Cuma allow swt yang tahu knape si muhammad akan memenggal leher rekannya/pengikutnya jika meninggalkannye.
Cuma allow swt yang tahu knape si muhammad nabinye yang terakhir yang bisa dan sering kerasukan setan
Cuma allow swt yang tahu knape harus nyembah batu hitam dan ciuminnye dengan mesra.

Sebenernye hati siape sih yang udeh mati?? ampe nyang kyagne juga kaga paham ape hikmahnye??

hikmanye ya buat ngetahuin kalo hati si muhammed ude mati. banyak yang pade mau ngikutin "mati hati"
mhd61l4
Reply| 16 Aug 2013 20:53:23
Aku akui bahwa Hakkullah JELAS, DAPAT DIPERCAYA dan TIDAK ADA KERAGUAN SEDIKITPUN lebih pintar dari Allow swt aka Muhammad saw, karena hal apa saja bisa dijawab Hakkullah.....

Btw, titip pesan ya buat allow swt, khabar Aristoteles sama Alexander yang agung gimana?
hakkullah
Reply| 16 Aug 2013 18:11:57
@mhd6114
iya, jelas.kalau banyak bertanya, justru menyulitkannya, bahkan sampai-sampai tidak bisa mengerjakannya..tuh, seperti bani Israel. sudah gampang dikerjakan, karena lantaran banyak bertanya, akhirnya tidak dikerjakan juga atau dikerjakan tapi menyulitkan dirinya..

itulah sebabnya: para shahabat dimuliakan oleh Allah swt dibandingkan dengan ummat lainnya..coba kalau ummatnya banyak bertanya, apa yang terjadi. yang terjadi adalah membantah..atau coba orang banyak bertanya dengan anda, tentu saja anda pasti akan ngomel..loe banyak bertanya sich. kerjakan apa yang gue suruh. benarkah itu?...atau anda seorang pendeta ditanyai oleh seorang murid. pasti ujung-ujungnya. udah lah percaye saje jangan banyak bertanye. kalau loe gak percaya, nanti loe dosa..

anda ini seorang guru, kan tinggal nyuruh murid anda mengerjakan PR Matematika. dan murid anda nanya terus dari A-Z. kapan dikumpulin, kerjain di mana, siapa yang ngoreksi, soalnya gampang gak?. dinilai gak?. kerjain kertas mana?, dan seterusnya. padahal, disuruhnya juga gampang. akhirnya, yang sulit siapa?. murid anda. tadinya diperintahkan: kerjain saja PRnya, lantas banyak bertanya: disuruh pake tinta emas..ha ha ha ha..begitu aje gak paham..

banyak bertanya boleh, lihat dulu yang gak paham, sebelum bertanya, pahami dulu..di dalam Alquran ada ayat muhkamat dan ayat mutasyabih (ada ayat yang gampang dipahami dan ada ayat sulit dipahami, kecuali memperdalam ilmunya)..terima kasih
mhd61l4
Reply| 11 Aug 2013 14:38:34
QURAN ASLI DAN TIDAK PERNAH BERUBAH?

Hanya orang IDIOT yang bisa ngomong gitu.

Pada tahun 1924 edisi Al-Qur’an yang baru menjadi standar edisi diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.

Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur’an sebelum 1924 adalah SALAH.

Orang orang IDIOT yang mengaku MUSLIM, memang dirancang menjadi IDIOT karena tidak boleh bertanya dan menggunakan akalnya:

QS 5:101
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur'an itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah mema'afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."

Ada 1000 satu macam jawaban orang orang IDIOT untuk membenarkan Quran mengklaim sebagai “buku yang terang dan jelas” (5:15), “mudah untuk dipahami” (44:58, 54:22, 54:32, 54:40), “dijelaskan secara detail” (6:114), “disampaikan secara jelas” (5:16, 10:15) dan “tanpa ada keraguan” di dalamnya (2:1).

HARUS DITAFSIRKAN karena ternyata "NISCAYA AKAN DITERANGKAN KEPADAMU" hanyalah BUALAN KOSONG husus untuk ORANG ORANG IDIOT!!!!!

Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu. Haruskan DITAFSIRKAN? atau menunggu "niscaya akan diterangkan kepadamu" karena Quran mengklaim sebagai “buku yang terang dan jelas” (5:15), “mudah untuk dipahami” (44:58, 54:22, 54:32, 54:40), “dijelaskan secara detail” (6:114), “disampaikan secara jelas” (5:16, 10:15) dan “tanpa ada keraguan” di dalamnya (2:1).

DASAR IDIOT!!!!!
Sibolisnaburju
Reply| 04 Aug 2013 22:22:51
HALELUYA...

Allah Maha Kuasa, Allah Maha Pengasih, Allah Tidak akan pernah Kompromi dengan Setan, Allah Tidak akan pernah menyesatkan umat manusia, siapapun itu, hanya manusia itu sendiri yang mau tersesat oleh hasutan setan itu sendiri. karena itu lah misi setan yaitu penyesatan, agar manusia ciptaan Allah yang paling dikasihi-Nya mengikuti setan untuk bersama-sama dihukum di neraka nanti.

Dan hanya orang bodoh dan konyol yang tidak mau berpikir dengan akal dan hati nurani yang telah dikaruniakan-Nya pada setiap manusia untuk dapat mengetahui, membedakan apa, siapa dan bagaimana ajaran-Nya atau ajaran setan.
mhd61l4
Reply| 04 Aug 2013 14:34:31
Al-Qur’an, Antara Ali, Abu Bakar, Umar dan Ustman

Sejarah penulisan al quran bisa saja dimanipulasi ataupun dibuatkan argumen untuk pembenaran, tetapi kenyataan yang tidak bisa dihindarkan bahwa al quran yang jelas, diterangkan secara rinci dan tidak ada keraguan di dalamnya mengatakan bahwa ALLOW SWT adalah PENYESAT dan ISLAM AGAMA IBLIS!!!!

1. ALLOW SWT ADALAH PENYESAT SAMA SEPERTI SIFAT SETAN
QS 14:4
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka ALLOW MENYESATKAN siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana
QS 7 : 178
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang DISESATKAN ALLOW, maka merekalah orang-orang yang merugi.
QS 6: 39
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya DISESATKAN-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.
QS 18: 17
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang DISESATKAN-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
QS 40: 74
(yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah ALLOW MENYESATKAN orang-orang kafir.

QS 42 :46
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang DISESATKAN ALLOW maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).

2. BERBAGI TUGAS DENGAN SETAN SETAN DALAM PENYESATAN
Allow swt sudah menetapkan pekerjaan penyesatan dengan mennetukan mana bagiannya dan mana bagian setan.

QS 4: 118
yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),

3. MENGIRIMKAN SETAN SETAN UNTUK MENYESATKAN
QS 43:36
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
QS 19. 83.
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,

4. PEMIMPIN SETAN SETAN KARENA SETAN SETAN SUDAH DITUNDUKKAN ALLOW SWT
Sebagaimana suatu kerajaan, maka allow swt sudah menundukkan setan setan dan setan setan harus patuh pada allow swt.
QS 21 : 82
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,

Ada seribu satu macam alasan untuk pembenaran, tapi BUKTI, FAKTA dan KENYATAAN bahwa allow swt adalah PENYESAT yang sudah tertulis di LAUH MAHFUZH dan sudah diturunkan pada malam LAILATUL QADAR yang dapat di baca di ALQURAN YANG JELAS, DITERANGKAN SECARA RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DIDALAMNYA bahwa:

1. ALLOW swt adalah PENYESAT
2. ALLOW swt berbagi tugas penyesatan dengan SETAN SETAN
3. ALLOW swt mengirimkan SETAN SETAN UNTUK PENYESATAN
4. ALLOW swt adalah RAJA/PIMPINAN SETAN SETAN

Al quran sendiri mengatakan, IBLIS golongan JIN sebagaimana ADAM golongan MANUSIA
IBLIS = JIN sebagaimana ADAM = MANUSIA

ISLAM adalah agama ALLOW SWT,
IBLIS beragama islam dikenal dengan jin Muslim

Jadi memang lengkaplah apa sesungguuhnya yang terkandung dalam ISLAM

AGAMA PENYESAT, AGAMA IBLIS = ISLAM

Cek kembali risalah dan dalil berdasarkan Quran yang jelas, diterangkan secara rinci dan tidak ada keraguan di dalammnya bahwa:

ISLAM AGAMA PENYESAT berdasarkan pekerjaannya dan ISLAM AGAMA IBLIS berdasarkan pengikutnya.
mhd61l4
Reply| 31 Jul 2013 01:56:35
@ADMIN
Tanggapan ini saya postingkan di setiap artikel untuk menjawab pertanyaan yang saya rasa sesuai dengan visi blog ini.
Tolong postingan ini untuk dimuat di setiap artikel, kecuali kalau memang melanggar visi Admin dalam membuat situs ini.
GBU all

QUOTE
the poloz
on July 23, 2013 at 4:08 am said:
Terus bagaimana caranya biar aq bisa berpikir seperti anda berpikir…? kan kata anda aq ini besodara ma iblis…, nah biar putus persodaraannya bagaimana…, klo udah putus persodaraannya ntar jadi apanya iblis…? teman, musuh, ato sama sekali gak kenal…? beri jawaban yang jelas yaa…, mau kan…?
——————————————

Terus bagaimana caranya biar aq bisa berpikir seperti anda berpikir…?
Jawab:
Lho…. Tuhan kan memberikan kamu otak dan kehendak bebas, dikasih akal budi pekerti dan hati nurani….
Yang paling sederhana misalnya, kalau ada seorang PNS yang kamu kenal baik, sopan, santun, suka menolong dan apapun yang kamu presepsikan baik menurut standar manusia, kemudian ada orang lain yang mengatakan ternyata orang yang kamu maksud adalah koruptor….. ya kamu jangan langsung percaya, tetapi paling tidak kamu kan bisa berhitung kalau dia PNS, kok ya bisa kaya raya, punya rumah dimana mana, mobilnya mobil mewah dan lain sebagianya.
Masa sudah ditangkap KPK, sudah divonis bersalah, karena kamu tahu dia orang baik, kamu tetep bilang NGGA MUNGKIN karena orangnya sopan, santun dan suka menolong.
lalu kamu cari PEMBENARAN karena dia turunan orang kaya, padahal orang tuanya miskin papa.
———————————————
kan kata anda aq ini besodara ma iblis…,
Tanggapan:
Bukan saya yang mengatakan anda bersaudara dengan IBLIS.
Kalau anda ISLAM, yang mengatakannya adalah AL QURAN dan MUHAMMAD.
Saya cuma membaca dan menyampaikan kembali apa yang diajarkan dalam Al Quran dan MUHAMMAD, bahwa Iblis golongan jin sebagaimana Adam golongan manusia. IBLIS = JIN sebagaimana ADAM = MANUSIA.
Islam mengajarkan, diluar islam adalah kafir dan patut diperangi, dimusuhi, dibunuh sampai bumi ini hanya berisi agama islam saja.
Nah, sesama yang beragama islam adalah bersaudara, melebihi hubungan anak dan orang tua, bila perlu untuk membela siapapun yang islam, kamu boleh bunuh orang tuamu, kalau orang tuamu bukan islam.
Kamu turunan Adam dan Jin TURUNAN IBLIS yang sama sama beragama ISLAM adalah seuhkuwah islamiah dan islam mengajarkan kamu harus memusuhiku karena kamu lebih bersaudara dengan IBLIS daripada aku yang manusia tetapi tidak beragama islam, karena ISLAM AGAMA IBLIS.
————————————————
klo udah putus persodaraannya ntar jadi apanya iblis…? teman, musuh, ato sama sekali gak kenal…?
Jawaban:
Kalau sudah putus persaudaraan dengan iblis, tentunya kamu akan muak dengan karakter IBLIS yang kerjanya cuma tipu tipu, bohong, menyesatkan dan semua hal yang menjerumuskan manusia ke arah yang lebih buruk.
————————————————
beri jawaban yang jelas yaa…, mau kan…?
Jawaban:
Sepertinya anda cuma ngaku ngaku islam ya? masa ngga tahu apa ajaran islam itu sendiri!!!
Kamu baca pelan pelan penjelasan saya di atas:
Kalau kamu berpikir Muhammad adalah seorang yang berbudi agung, berahklak sempurna dan teladan manusia dan jin muslim, kamu jangan langsung percaya kalau ada yang ngomong ternyata MUHAMMAD itu PEDOFIL, PENIPU, PENCABUL, PERAMPOK, PEMBUNUH.

Cari tahu kebenarannya.

Kalau sudah tahu kebenarannya, ya jangan bilang bahwa Muhammad adalah seorang yang berbudi agung, berahklak sempurna dan teladan manusia dan jin muslim karena allow swt sudah mengatakannya di al quran…!!!!

Lah…. DONGENG AJA di klaim wahyu dari langit.
Kamu kan manusia, coba kamu mikir, siapa yang bikin al quran?
Yang MAHA TAHU? MAHA PENCIPTA? atau cuma karangan MUHAMMAD si buta huruf yang cuma modal dengar dengaran, sampe legenda tujuh penidur, alexander yang agung pun dijadikan wahyu !!!!

Coba kamu pikir baik baik, ADAM saja diklaim sebagai nabi.
Kamu kan manusia, cari tahu apa tugas tugas nabi!
Trus, golongan apa yang mungkar, mangkir dan lari dari jalan yang lurus sehingga ADAM diutus jadi nabi?
Kamu kan manusia, pakai logika sederhana saja.

Semua nama orang yang sering disebut di Alkitab dan disebut oleh bangsa Yahudi dilaim sebagai NABI, misalnya Saul, Daud, Salomo…. padahal mereka itu raja raja dan pastilah orang YAHUDI lebih tahu siapa nabi dan siapa raja mereka.

Sampe sampe karena ngga habis pikir, orang yahudi bilang “Sulaiman nabi? Yah….. Sulaiman itu penyihir!!!!”
Kamu kan manusia, bisa mempergunakan logika mengapa orang Yahudi mengatakan Sulaiman seorang penyihir dan itupun jadi WAHYU DI AL QURAN!!!!!

Kamu baca aja ini dan pikirkan baik baik sebagaimana kamu manusia normal yang diberikan TUHAN YANG SEJATI otak untuk berpikir dan hati nurani.

http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/05/02/properti-yang-dicuri/
http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/05/15/muhammad-versi-barat-vs-versi-islam/

Kalau anda sudah bisa berpikir netral, baca juga
http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/06/19/kesempurnaan-al-quran-kaaf-haa-yaa-ain-shaad/
http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/07/01/al-quran-kisah-memalukan-yang-tak-mungkin-dihapus-lagi/

Kalau kamu pengen tahu,
BACA TUH BLOG YANG AKU TULIS, bikin tanda tanya dan kamu googling informasinya.
Kalau ada sesuatu yang aku tulis salah/keliru, nanti kamu aku kasih Rp. 5.000.000.000.-

Kamu kan manusia, pasti kamu mengerti mengapa aku berani memberimu Rp. 5.000.000.000.- kalau ada yang salah, karena apa yang aku tulis berdasarkan referensi yang dapat dipertanggung jawabkan dan aku bukanlah seorang penipu dan bukan bersaudara dengan IBLIS!

Tuhan memberkatimu, kalau kamu mau.
Aku SENANTIASA diberkati Tuhan
hakkullah
Reply| 26 Jul 2013 18:26:27
@islamquranhadits
saya ingin memberikan tanggapan kepada anda..sekarang anda menjelaskan dalil tersebut, memang ada di dalam hadits..tapi kenyataannya, sudah terjadi pembukuan alquran pada saat ini..saya nukilkan kembali tulisan anda di bawah ini:
"Kesaksian Umar, Khalifah kedua yang mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, karena ayat-ayat Quran yang tidak diingatnya lagi dan penghafal Quran sudah mati".
-----------------------
pengakuan itu pada saat belum dibukukan alquran, sedangkan penghapal alquran belum mati semuanya..bagaimana anda bisa paham, kalau anda hanya bisa memahami penggalan hadits?..sekali lagi, itu pada saat belum dibukukan..pembukuan pada masa Abu Bakar, dilanjutkan ke Umar, lalu dilanjutkan lagi pada masa Utsman bin Affan dan seterusnya..dan sampai sekarang tetap keaslian terjamin..mungkin saya sudah jelas pada sisi forum lain, silahkan anda baca komentar saya tentang itu..waallahu a'lam..terima kasih
islamquranhadist
Reply| 25 Jul 2013 22:15:53
Sahih Al Bukhari adalah kitab hadis yang menghimpun hadis hadis secara sistematis dan terperinci. Di Kalangan Sunni, dianggap sebagai kitab yang paling benar setelah Al quran dan menjadi sumber hukum kedua setelah Al quran.
Tidak ada alasan apapun dari kalangan Islam sendiri untuk membantah kitab ini, apalagi kalangan Islam yang masih dogol-dogol bin bahlul yang sebenarnya hanya tahu Islam seupril, bahkan belum pernah membaca Sahih al – Bukhari tetapi memberi komentar yang justru memperlihatkan ketololannya sendiri.

Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510:
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Hudhaifa bin Al-Yaman menghadap Usman. Ia tengah memimpin penduduk Siria dan Irak dalam suatu ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. Hudhaifa merasa cemas oleh pertengkaran mereka (penduduk Siria dan Irak) tentang bacaan Al-qur’an. Maka berkatalah Hudhaifa kepada Usman : “Wahai Amir Al-Mu’minin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertikai tentang Kitab (Allah), sebagaimana yang telah terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani pada masa lalu.” Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada di tanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman. Usman kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, ‘Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan ‘AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang manuskrip dengan sempurna. Usman berkata kepada ketiga orang Quraish, “Jika kamu berbeda pendapat dengan Zaid bin Thabit, maka tulislah dalam dialek Quraish karena Qur’an diturunkan dalam dialek tersebut. Mereka melakukannya dan kemudian membuat beberapa copy. Usman mengembalikan mushaf asli kepada Hafsah. Mushaf-mushaf salinan yang ada kemudian dikirim Usman ke setiap provinsi dengan perintah AGAR SELURUH REKAMAN TERTULIS AL QUR”AN YANG ADA, baik dalam bentuk fragmen atau kodeks – DIBAKAR HABIS.

Bukhari, vol 4 p 305, 306
Kesaksian Umar, Khalifah kedua yang mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, karena ayat-ayat Quran yang tidak diingatnya lagi dan penghafal Quran sudah mati.
hakkullah
Reply| 17 Jul 2013 21:36:50
Mutiara Hadits 2002 jilid III no.152
Muhammad Berkata; Nafsihi bi yadihi Isabnu Maryama
artinya NAFASKU ADA DI TANGAN ISA PUTERA MARYAM

yang di atas itu Hadits Palsu. Ini Hadits yang benar :

Dari Annas ra bahwasanya ada seorang yang datang kepada Rasulullah saw dan berkata :

Wahai Rasulullah, apakah aku tidak bisa masuk surga karena mukaku yang jelek dan hitam ini? “tanya seseorang.

Laa walladzi nafsi bi yadhi, maa aiganta bi rabbika wa aamanta bimaa jaa’a bihi rasuluhu.

Tidak!! Demi ALLAH yang jiwaku dalam kekuasaan Nya, selama kau yakin pada Tuhanmu dan percaya pada ajaran Rasul Nya.” jawab Rasulullah saw.

inilah kesalahan misionaris yang suka bohong.....

kenapa anda tidak mau menerima kenyataan kalau orang-orang misionaris tukang bohong?
hakkullah
Reply| 17 Jul 2013 20:02:08
Sekarang loe baca baik-baik. ini gue keluarkan hadits. kalau loe keluarin hadits bukhari, gue pun juga bisa keluarin hadits bukhari juga..hebat,kan?...tolong otak loe jangan taro di dungkul..
1.4/4. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abu Aisyah berkata, Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah Ta'ala: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat ingin (menguasainya). Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yang diturunkan (Al Qur'an) dan menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau. Berkata Ibnu 'Abbas: aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya kepadaku. Berkata Sa'id: Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu 'Abbas melakukannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) dan kemudian kamu membacanya: Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Maksudnya: Dengarkanlah dan diamlah. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak saat itu bila Jibril 'Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril 'Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril 'Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam (H.R.Bukhari)

dan loe baca surat Muhammad ayat 1-2..itu jawaban buat loe..kalau hadits yang satu isinya mengangkat derajat beliau saw, tapi di sisi lain bertentangan.maka yang salah tanggap adalah loe..karena loe gak paham..satu hadits yang lain ada hubungannya, cuma loe aje yang bodoh..saya mengharapkan anda spy otaknya jangan ditaro dengkul.waallahu a'lam..terima kasih..

silahkan baca isi kitab bukhari secara lengkap dan teliti. jangan sampai dipermalukan..gue juga punya buku hadits-hadits lengkap dan sirah nabawiyah karangan ibnu Hisyam..

belajar lagi dech..
Mhd61l4
Reply| 17 Jul 2013 14:04:31
Saudara IBLIS mengatakan:
Yang penulis jabarkan adalah paham syiah. syiah keluar dari Islam..silahkan penulis baca lagi tentang syiah…dan referensi buku yang penulis jabarkan, tidak dibaca hanya dibaca pada buku syiah saja. ..terima kasih


Jawaban Mhd61l4:
Sahih Al Bukhari adalah kitab hadis yang menghimpun hadis hadis secara sistematis dan terperinci. Di Kalangan Sunni, dianggap sebagai kitab yang paling benar setelah Al quran dan menjadi sumber hukum kedua setelah Al quran.
Tidak ada alasan apapun dari kalangan Islam sendiri untuk membantah kitab ini, apalagi kalangan Islam yang masih dogol-dogol bin bahlul yang sebenarnya hanya tahu Islam seupril, bahkan belum pernah membaca Sahih al – Bukhari tetapi memberi komentar yang justru memperlihatkan ketololannya sendiri.

Saudara IBLIS menanggapi:
sama aja anda masih awam yang perlu anda tanya lagi kepada ulama yang tahu masalah hadits.
Ditutup dengan
belajarlah yang rajin.


Mhd61l4 cuma bilang:
Bisa dimaklumi kalau turunan adam yang bersaudara dengan turunan IBLIS adalah jenius jenius ala IBLIS, sama seperti PEDOFIL, PENIPU, PENCABUL, PERAMPOK, PEMBUNUH adalah contoh ahklak yang sempurna ala IBLIS.
hakkullah
Reply| 17 Jul 2013 11:17:24
sama aja anda masih awam yang perlu anda tanya lagi kepada ulama yang tahu masalah hadits.
contoh: Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang beriman, Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian karena agama kalian. Mereka juga tidak me¬ngusir kalian dari kampung halaman kalian. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8)..di sini anda tanya lagi (anggap aje anda seorang awam). batasan untuk berbuat baik kepada mereka bagaimana?..persoalan semua akan dialami manusia. jadi gak satu ayat, lalu yang lain dilupakan (tinggal menempatkan posisi yang benar)..artinya begini bahwa membutuhkan solusi menanggani berbagai macam sifat manusia. ada yang melanggar, ada yang taat, ada yang pura-pura, ada yang niat yang tidak baik. tapi ada gak di alkitab menggambarkan sifat manusia?..sejujurnya. alquran sudah memberikan gambaran secara lengkap pribadi manusia. baik watak atau prilakunya. kalau anda tidak emosi dan tenang, insya Allah anda akan menemukan itu. waallahu a'lam

belajarlah yang rajin.
hakkullah
Reply| 17 Jul 2013 10:54:55
Bukhari, vol 4 p 305, 306
Kesaksian Umar, Khalifah kedua yang mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, karena ayat-ayat Quran yang tidak diingatnya lagi dan penghafal Quran sudah mati.

----------------------------
itu masalah lalu. sekarang loe fikir aje dech. alquran sudah dibuat dan toh, penghafal-penghafal alquran tidak mati semua. ini sudah terbukti bahwa alquran sudah terjaga. kalau saat belum terjadi, bagaimana kita tahu masa yang akan terjadi?..kita tahu setelah terjadi..coba otak loe dipakai. kasus pertama adalah sudah terjadi (yaitu tewasnya penghapal2 alquran), kasus ke dua adalah tersisanya penghapal-penghapal alquran yang belum tewas sampai selesainya pekerjaan pengumpulan alquran dan sampai pada masa utsman bin Affan dan sampai sekarang ini. apa yang harus diperdebat, toh sudah terjadi pembukuan alquran sampai sekarang ini..jadi yang anda cerita belum selesai perjalanan mereka. sama seperti anda. perjalanan anda sampai mati belum selesai cerita tentang anda (karena anda belum mati)...coba lihat berita tentang biografi seseorang yang tekenal samapai wafatnya (kalau seseorang itu sudah wafat), pasti diceritakan sampai wafatnya dia. nah, sekarang anda menceritakan belum selesai perjalanan mereka.

Sebagai bahan bantahan terhadap anda mengenai alquran/Pewahyuan:
1.4/4. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abu Aisyah berkata, Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah Ta'ala: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat ingin (menguasainya). Berkata Ibnu 'Abbas: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yang diturunkan (Al Qur'an) dan menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau. Berkata Ibnu 'Abbas: aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya kepadaku. Berkata Sa'id: Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu 'Abbas melakukannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) dan kemudian kamu membacanya: Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Maksudnya: Dengarkanlah dan diamlah. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak saat itu bila Jibril 'Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril 'Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril 'Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam (H.R.Bukhari). silahkan anda baca bukhari lebih lengkap lagi..waallahu a'lam..terima kasih

belajar lagi,pak.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top