Regulasi-Regulasi Bagi Bukan Orang Beriman

Dalam Sura 5:97 kita membaca:

“Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid”.

 

Melakukan ziarah ke Ka’ba, dengan ritus-ritus yang menyertainya adalah kebiasaan dari jaman pra Islam. Salah satu dari ritual-ritual tersebut adalah mencium batu hitam.

‘Umar Ibn al-Khattab pernah dikutip berkata kepada batu hitam demikian, “Demi Tuhan, aku sangat yakin engkau adalah batu yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kecelakaan. Kecuali aku melihat Utusan Allah mencium engkau, aku sendiri tidak akan melakukannya”.

Nabi Habakuk mengatakan, “Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!" Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya” (Habakuk 2:18-19).

Nabi Hosea juga mengatakan, “Sekarangpun mereka terus berdosa, dan membuat baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu! Sebab itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap” (Hosea 13:2,3).

Pertanyaan kami: Adakah roh di dalam batu hitam itu sehingga ia dapat merasakan kehangatan ciuman orang-orang Muslim, atau apakah batu hitam itu mempunyai akal untuk memahami apresiasi dan penghormatan orang Muslim kepadanya? Mengapa orang Muslim harus memberikan penghormatan kepada batu yang oleh orang Arab jaman pra Islam disembah sebagai dewa/berhala? Mengapa Muhammad melestarikan penghormatan religius kepada batu tersebut? Mengapa ia meninggalkan batu tersebut di Ka’ba dan tidak menyingkirkannya seperti yang dilakukannya kepada berhala-berhala lainnya?

 

 


2 comments Add a Comment
TrustMan
Reply| 03 Oct 2013 18:29:36
Menurutku, jawabannya adalah profil batu itu idola nya.
Akibodo
Reply| 15 Jul 2013 00:27:36
Mengapa orang Muslim harus memberikan penghormatan kepada batu yang oleh orang Arab jaman pra Islam disembah sebagai dewa/berhala?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top