Menikahi Seorang Muslim

Muslim dilahirkan sama seperti semua orang lain. Mereka punya perasaan manusiawi yang sama seperti yang dimiliki orang lain. Tetapi dibawah Islam, mereka ditransformasikan menjadi sesuatu yang sangat buruk. Dibawah pengaruh iman yang satu ini, mereka dimampukan untuk membunuh anak-anak kandung mereka sendiri atau meledakkan orang asing. Jika anda menganggap remeh kekuatan menghancurkan dari iman demonik yang ada dalam diri Muslim, maka anda membawa diri anda ke dalam bencana.

 

Diposkan Oleh Ali Sina, pada tanggal 18 Januari 2011

 

Hai Ali Sina,

Saya seorang wanita muda yang menikah dengan seorang pria Muslim. Saya seorang Kristen dan percaya pada Tuhan. Saya telah membaca sejumlah buku tentang (about) Islam dan karena itu pengetahuan saya tentang agama suami saya cukup memadai. Kebanyakan dari ajaran Islam tidak bisa saya terima…Hak-hak wanita, perbudakan, jihad…Saya pikir kebanyakan ajaran dari agama ini berasal dari Si Jahat (Iblis). Suami saya tidak tahu banyak tentang agamanya, tetapi ia merencanakan bahwa kelak ia akan mengajarkan tentang Islam kepada anak-anak kami. Bagaimana saya bisa meyakinkannya bahwa Islam itu agama yang salah? Tolong bantulah saya untuk merubahnya. Ia seorang pria yang baik; dan ia berpikir bahwa Islam pun agama yang baik. Ia tak pernah membaca Quran. Pendidikannya kurang, tetapi apapun yang terjadi ia selalu mengatakan bahwa Islam itu benar.

Metode terbaik apa yang bisa saya pakai untuk merubah pemikirannya? Saya sungguh-sungguh mencintainya dan ingin mempunyai anak darinya, tetapi saya tidak ingin anak-anak saya bertumbuh di dalam Islam. Saya memohon pertolongan anda.

Salam,

Angela

 

Hi Angela,

Cinta saja tidaklah cukup! Agar sebuah pernikahan bisa berjalan baik, harus ada kecocokan antara suami dan isteri. Tanpa itu, cinta akan mati. Semua pernikahan dimulai dengan cinta, tetapi separuh dari pernikahan berakhir dengan perceraian, dan dari yang masih bertahan, tidak semua bahagia.

Anda dan suami anda tidak memiliki kecocokan. Pernikahan anda berdua rapuh. Saya sangat menganjurkan supaya anda tidak membawa anak ke dalam dunia ini dengannya. Semoga anda memiliki anugerah pada anak-anak anda di masa yang akan datang, dan jangan biarkan ada dari mereka yang memiliki hidup yang tidak bahagia dan mengalami pelecehan. Apakah anda benar-benar menginginkan anak perempuan anda kelak mengenakan jilbab dan hidup di bawah ancaman bahwa kemungkinan mereka akan dibunuh oleh ayah kandung mereka karena mereka jatuh cinta dengan seorang non-Muslim? Jangan mengatakan bahwa suami anda tidak seperti itu. Ia kurang berpendidikan dan tidak tahu apapun tentang Islam, namun – ia sendiri adalah seorang Muslim yang sungguh-sungguh – yang berpikir bahwa Islam itulah yang terbaik. Itulah profilnya.

Muslim dilahirkan sama seperti semua orang lain. Mereka punya perasaan manusiawi yang sama seperti yang dimiliki orang lain. Tetapi dibawah Islam, mereka ditransformasikan menjadi sesuatu yang sangat buruk. Dibawah pengaruh iman yang satu ini, mereka dimampukan untuk membunuh anak-anak kandung mereka sendiri atau meledakkan orang asing. Jika anda menganggap remeh kekuatan menghancurkan dari iman demonik yang ada dalam diri Muslim, maka anda membawa diri anda ke dalam bencana.

Ya, Islam berasal dari Iblis dan suami anda adalah seorang penyembah Iblis. Selama loyalitasnya adalah kepada Iblis, anda tidak boleh punya anak darinya dan bersiaplah untuk meninggalkannya. Jika tidak, maka anda akan menyesal.

Suami anda memang belum bersikap kasar (abusif) pada anda. Hal itu sangat mungkin berubah segera setelah kalian memiliki anak. Saat ini ia masih belum merasa aman dan sadar bahwa ikatan anda dengannya belum kuat. Setelah kalian punya anak, maka ia akan menunjukkan pribadinya yang sesungguhnya. Karena itu, jangan berasumsi pria ini akan selamanya seperti sekarang. Ia kelak akan menjadi sangat menuntut dan merendahkan anda dan iman anda. Ia akan menyebut anda seorang bodoh dan akan melemparkan semua kelemahan dan kekurangannya pada diri anda.

Pria-pria Muslim menginginkan isteri yang taat. Inilah ide mereka mengenai sebuah pernikahan yang baik, dimana mereka menjadi tuan dan isterinya adalah budak mereka. Jika ini bukan hal yang anda yakini dari sebuah pernikahan, jangan pernah menikahi seorang pria Muslim.

Barangkali anda bertanya, bagaimana saya bisa mengatakan hal-hal seperti ini mengenai seseorang yang tidak saya kenal. Saya tidak sedang menggambarkannya sebagai seorang pribadi. Saya menggambarkannya sebagai seorang Muslim. Saya tahu tentang Islam dan saya juga tahu pemikiran Islamik.

Saya telah menulis sebuah buku yang akan membantu setiap Muslim melihat terang. Jika anda bisa meyakinkan suami anda untuk membacanya, maka ia pasti akan meninggalkan Islam. Dan anda akan berurusan dengan seorang manusia yang riil yang tidak sedang ‘dirasuk’. Jika ia adalah seorang pria yang baik, sebagaimana yang anda katakan, maka anda akan mempunyai pernikahan yang baik bersamanya. Jika ia menolak untuk membaca buku saya, segeralah meninggalkannya. Pria ini adalah seorang yang buta, dan hanya akan membawa kesedihan dalam hidup anda.

Orang-orang Muslim tidak suka membaca apapun yang ditulis mengenai Islam. Pada kenyataannya, kebanyakan dari mereka sama sekali tidak membaca buku apapun. 90 persen orang Muslim membaca kurang dari lima buku di sepanjang hidup mereka. Salah satu dari buku itu adalah Quran, yang dibaca bukan untuk dipahami tetapi dinyanyikan (chanting) untuk thawab. Tantangannya adalah membujuk mereka supaya membaca. Saya tidak peduli apakah mereka membaca buku saya dengan pra-konsepsi, dengan pikiran tertutup, atau dengan penuh keinginan untuk menemukan kesalahan dari dalamnya. Saya sendiri menyarankan mereka untuk membacanya secara kritis dan tidak menerima apapun yang saya katakan jika saya tidak memberikan bukti-bukti yang patut untuk dipercayai. Selama mereka membacanya dan memberikan perhatian pada apa yang mereka baca, mereka pasti akan meninggalkan Islam.

Understanding Muhammad, bisa diperoleh dari Amazon.com, tetapi saya akan mengirimkan pada anda edisi sebelumnya dalam bentuk pdf kepada siapapun yang memintanya. Usahakan suami anda bisa memilikinya dan bacalah bersama dia. Buatlah seolah-olah anda berjanji bahwa anda akan berpaling pada Islam jika ia membaca buku ini dengan anda, dan meyakinkan anda bahwa apa yang saya tulis adalah salah. Biarkan dia berkonsultasi dengan sarjana Muslim manapun untuk mendapatkan jawaban. Saya jamin, ia tak akan mendapatkan jawaban apapun. Sebaliknya, ia akan dinasehatkan untuk tidak membaca buku ini. Ia akan diancam dengan api neraka karena meragu-ragukan dan mempertanyakan Islam. Pada akhirnya, terserah padanya. Jika ia ingin menyelamatkan pernikahannya bersama anda, ia harus membaca buku ini, jika tidak berkemaslah dan pergi.

Semoga anda berhasil

Ali Sina

http://indonesian.alisina.org/?page_id=329

 


3 comments Add a Comment
Sonny
Reply| 17 Jan 2014 15:11:01
tidak segitunya kali........ apa yang saya lihat dari rekan rekan muslim tidak seperti yang anda gambarkan... lebih baik kita mempelajari agama kita sendiri dan tidak usah menjelek-jelekkan agama orang lain atau bahkan menghina....
TrustMan
Reply| 12 Nov 2013 22:49:08
Mending mencoba masuk Kristen daripada mencoba masuk Islam.
Sebab di Quran ada ayatnya HALAL BUNUH MURTADIN.
TrustMan
Reply| 28 Sep 2013 00:45:42
Menikah dengan pria muslim berkonsekwensi
1. Jadi bini tua, yang harus taat 100%.
2. siap bersaing kasih sayang suami dengan gadis belia sebanyak 3 orang.
3. Siap menerima nasib diperlakukan tidak adil oleh suami.
4. Siap menerima pukulan dari suami bila dianggap melawan.
5. Siap menggunakan pakaian penutup seluruh tubuh kecuali tangan dan wajah.
6. Siap menjadi janda bila suami masuk kelompok jihad.
7. Siap mengiklaskan anak kandung yang masih baru menstruasi diperistri pria seusia ayahnya
8. Siap menjadi nenek dari anak perempuannya yang ber jihad sex dengan para jihadis Syria.
9. Di akherat, siap mental menjadi panitia pesta sex suami di bumi yang dapat ganjaran 72 bidadari.

Semoga para gadis non muslim mempertimbangkannya, bila nikah dengan pria muslim.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top