Karma dan Akhirat

Ini hanyalah sebuah perumpamaan. Hidup ini bukan piknik atau berkemah. Ada misi bagi hidup kita. Mungkin wajib militer adalah contoh yang lebih baik. Para prajurit mendaftar untuk melayani dalam bidang militer padahal mereka tahu bahwa itu sangat berat. Tetapi pelayanan mereka itu mempunyai tujuan. Hidup kita juga mempunyai tujuan. Pada akhirnya kita akan menemukannya. Saya menemukan tujuan hidup saya 15 tahun yang lalu. Saya tahu tujuan saya datang ke dalam dunia ini dan saya hampir mati karena jatuh pada usia 9 tahun ketika para dokter megatakan pada orang tua saya bahwa saya tidak dapat ditolong lagi; semua itu terjadi agar saya menolong saudara-saudari saya sesama manusia untuk mengetahui kebenaran mengenai Islam. Tetapi saya tidak menyadari hal ini hingga 15 tahun yang lalu. Bahkan kemudian saya tidak menyadari bahwa menghapuskan Islam adalah tujuan saya datang ke dalam dunia ini. Kini setelah saya menemukan Tuhan, saya melihat bagaimana segala sesuatu dalam hidup saya, kegagalan dan keberhasilan saya, dan penderitaan saya telah menyiapkan saya untuk menjalankan misi saya. Saya kira saya telah memilih tujuan ini 15 tahun yang lalu. Tidak demikian! Saya telah memilihnya sebelum saya dilahirkan.

karma

Oleh Ali Sina, 11 September 2013

Sejak saya mempublikasikan pandangan-pandangan saya mengenai akhirat saya telah menerima beberapa pertanyaan yang akan saya jawab dalam artikel ini. Saya berharap ini akan menjadi artikel yang terakhir mengenai topik ini karena saya ingin kembali membahas topik mengenai Islam.

Orang Muslim juga mengatakan bahwa akhirat itu ada. Bukankah kita tidak setuju dengan pernyataan mereka? Bagi kita pernyataan itu tidak berdasar.

Ada cukup banyak bukti untuk mendukung adanya akhirat. Saya telah menunjukkan beberapa kasus pengalaman menjelang ajal dalam Why I believe in God and the afterlife now. Saya akan terus menambahkan daftarnya saat saya menemukannya lagi. Sains berdasarkan pada bukti.  Jika kita menyangkali bukti maka kita menyangkali sains.

Fakta bahwa Muhammad juga mengatakan bahwa ada kehidupan sesudah kematian tidak menjadikannya orang benar. Saat ini semua orang percaya pada hidup sesudah kematian. Ia menggunakan keyakinan ini sebagai sarana untuk menipu dan memanipulasi banyak orang. 

Mengapa tidak semua orang yang mempunyai pengalaman menjelang ajal melaporkan telah melihat “dunia lain”? 

Menurut sebuah studi terhadap ratusan kasus pengalaman menjelang ajal, satu dari 5 orang telah mengalaminya. Mengapa yang lainnya tidak mengalaminya masih menjadi teka-teki bagi para peneliti. Namun demikian, kita tidak berasumsi bahwa ada orang-orang yang mempunyai roh/jiwa dan yang lainnya tidak.

Anda tidak menyebut soal karma. Tanpa karma tidak ada keadilan. 

Rasionalitas di balik karma adalah bahwa jika anda melakukan kejahatan dalam hidup ini, dalam reinkarnasi anda berikutnya anda akan berkasta lebih rendah atau bahkan menjadi binatang dan akan dihukum menjalani hidup yang menyedihkan hingga anda membayar kewajiban-kewajiban anda kepada alam semesta. Masalahnya, keyakinan ini bertentangan dengan kasih Tuhan yang tidak bersyarat, dan oleh karena itu juga bertentangan dengan kesempurnaan-Nya. Kasih Tuhan tidak bersyarat, seperti halnya sinar matahari yang menyinari baik orang yang jahat maupun orang yang baik dengan tidak membeda-bedakan.

Apakah anda mengatakan bahwa pembunuh massal seperti Hitler dan Stalin sama dikasihi Tuhan seperti Ibu Teresa? 

Ya. Tuhan tidak membeda-bedakan. Ia mengasihi semua orang dengan cara yang sama. Ia bahkan mengasihi binatang-binatang dan pohon-pohon seperti halnya Ia mengasihi manusia. Kasih adalah natur-Nya. Ia tidak dapat melakukan hal yang lain selain mengasihi. 

TETAPI, disini ada “tetapi” yang besar. Walaupun tidak ada penghakiman oleh Tuhan dan oleh karena itu tidak ada penghukuman, namun setiap pikiran, perkataan dan perbuatan mempunyai konsekuensinya. Jika anda memasukkan tangan anda ke dalam api, pasti akan terbakar. Tidak seorangpun yang menghukum anda. Anda sendirilah yang menanggung akibatnya karena telah melanggar hukum alam. Demikian pula, jika kita melanggar hukum rohani maka kita akan menanggung konsekuensi dari tindakan kita dan itu terjadi segera setelah pelanggaran itu terjadi, sama halnya jika kita melanggar hukum fisik. Satu-satunya perbedaan adalah kita tidak menyadarinya hingga kita meninggalkan dunia ini. 

Orang dalam video ini menjelaskan bagaimana kita membayar tindakan-tindakan kita. Bagaimana orang memposisikan diri?

Individualitas kita adalah sebuah ilusi. Kita semua adalah satu esensi. Lihatlah jari-jari anda. Jika anda menutupi telapak tangan anda, maka jari-jari anda seakan-akan terpisah dan saling berjauhan satu sama lain. Tetapi jari-jari anda berasal dari satu telapak tangan. Jika satu bagian dari tubuh kita disakiti, seluruh bagian tubuh kita akan merasa sakit. Kita terdiri dari tubuh dan jiwa. Jiwa kita adalah kepingan-kepingan Tuhan. Ada juga teori yang mengatakan bahwa seluruh alam semesta terbuat dari satu elektron. Partikel-partikel dapat berada dalam dua atau di banyak tempat berbeda pada saat yang bersamaan. Jika demikian kasusnya, maka anda dan saya serta segala sesuatu dalam alam semesta ini terbuat dari partikel yang sama. Oleh karena itu, kita berasal dari satu sumber yang sama, baik secara spiritual maupun secara fisik. Kita tidak dapat melihat kemanunggalan tersebut dalam eksistensi kita sekarang ini. Jika kita telah melewati “pintu gerbang” dan memasuki “dunia yang berikutnya” maka kita akan dapat melihat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan kepada orang lain sesungguhnya kita lakukan untuk diri kita sendiri. Setiap kepedihan dan setiap sukacita yang anda berikan kepada orang lain akan kembali kepada anda 100%, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, dunia yang berikutnya/akhirat tidak mengenal waktu. Kekekalan dan satu kejadian adalah sama. Oleh karena itu, walaupun kepedihan yang anda timbulkan terhadap orang lain dalam dunia ini hanya akan berlangsung dalam waktu yang singkat, anda akan merasakan kepedihan itu sepanjang masa.

Karma juga berdasarkan pada prinsip sebab dan akibat. 

Karma adalah suatu bentuk penghakiman dan penghukuman. Jika kita dikirim kembali ke dunia ini untuk menderita karena dosa-dosa  yang telah kita perbuat di masa lalu, maka ini adalah penghukuman. Dampak dari tindakan kita akan langsung dirasakan, tetapi kita baru menyadarinya saat berada di dunia yang berikutnya ketika tabir telah disingkapkan. 

Masalah lainnya mengenai karma adalah ketidakadilannya dalam menghukum seseorang; karma tidak mengatakan kepada orang itu ia dihukum oleh karena kejahatannya yang mana. Jika dunia ini diibaratkan sebuah sekolah, seperti yang diyakini oleh beberapa agama, kita harus diberitahu pelajaran apa saja yang harus kita pelajari. Bagaimanakah Tuhan yang penuh kasih dapat menghukum orang tanpa terlebih dahulu memberitahukan pada mereka alasannya dan bagaimana kita dapat mempelajari sesuatu jika kita tidak diberitahu pelajaran-pelajaran apa yang harus kita pelajari?

Karma adalah doktrin yang salah, dan sama seperti semua doktrin yang salah lainnya, doktrin ini berbahaya. Doktrin ini membuat orang tidak peduli terhadap keluhan orang yang menderita. Doktrin ini mengajarkan bahwa mereka yang kurang beruntung di antara kita pantas menerima kemalangan mereka itu.

Keyakinan-keyakinan yang salah selalu berbahaya. Mungkin inilah parameter yang terbaik untuk mengetahui apakah sebuah doktrin benar atau salah. Jika sebuah doktrin bermanfaat bagi masyarakat, kemungkinan besar doktrin itu benar. Jika berbahaya bagi masyarakat, maka kemungkinan besar salah. Sebagai contoh, sebuah doktrin yang menganjurkan kebencian dan perang, seperti Islam, pastilah doktrin yang salah. Karma menganjurkan pengelompokkan/apartheid dan sistem kasta.

Jika anda percaya bahwa penderitaan anda adalah penetapan ilahi, perjuangan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik akan menjadi sesuatu yang keliru. Tulah terbesar yang telah menghalangi kemajuan India adalah sistem kasta, yang merupakan akibat dari keyakinan akan karma. 

Kita tidak datang ke dalam dunia ini untuk dihukum atau untuk belajar sesuatu, seperti yang dikatakan orang Muslim: untuk diuji. Hati nurani kita bukanlah ciptaan Tuhan; melainkan itu adalah kepingan Tuhan. Nurani kita tidak diciptakan dan tidak bercacat. Ia dapat dikotori, sama seperti air yang dapat dikotori. Namun air yang paling kotor sekalipun dapat dipulihkan hingga menjadi murni kembali. Demikian pula dengan jiwa kita.

Segala sesuatu yang ada pada Tuhan juga ada pada kita. Pikirkanlah mengenai tubuh anda. Anda terbuat dari 100 trilyun sel. Setiap sel mengandung cetak biru diri anda seluruhnya. Keseluruhan diri anda ada dalam tiap sel. Demikian pula, keseluruhan diri Tuhan hadir dalam diri tiap orang. Setiap jiwa adalah gambaran Tuhan.

Kita mengetahui segala sesuatu yang diketahui Tuhan. Pengetahuan itu tersembunyi bagi kita sementara kita masih berada dalam bentuk fisik ini. Dalam dunia ini kita hidup dalam keterasingan. Kita seperti molekul air di tanah kering. Kita tidak mempunyai ingatan akan lautan yang merupakan asal kita. Tetapi ketika kita kembali kepada sumber kita, kita menjadi satu dengan sumber kita dan kita mengingat kembali semua pengetahuan yang dimilikinya. Mengingat Tuhan berarti mengingat kembali dengan semua jiwa dan menemukan kembali kemanunggalan kita dengan alam semesta.

Jadi jika kita tidak datang ke dalam dunia untuk belajar, lalu apa tujuan kita ada dalam dunia ini? 

Kita datang ke dunia ini untuk mengalami keberadaan kita. Segala sesuatu dapat dikenal melalui apa yang menjadi lawannya. Untuk mengalami basah, harus ada kering. Untuk mengalami ketinggian, harus ada kerendahan. Untuk mengalami terang, harus ada gelap. Oleh karena itu, Tuhan menciptakan dunia yang majemuk ini agar kita mengalami diri kita. Seratus tahun dalam dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kekekalan, yang merupakan usia kita yang sebenarnya.

Jika kita datang ke dalam dunia ini untuk mengalami hal itu, lalu mengapa ada banyak penderitaan?

Kita sendirilah yang memilih tantangan-tantangan kita, tetapi perinciannya tidak. Alam semesta ini tidak dapat ditebak. Dunia materi adalah subyek dari prinsip ketidakpastian Heisenberg. Kita datang ke dunia ini untuk menghadapi apa yang dilemparkan kesempatan ke hadapan kita dan untuk mengatasi tantangan hidup. Tujuan hidup kita adalah untuk berjuang, mengalahkan kesulitan dan agar mengalami keberhasilan. 

Kita tidak datang kemari untuk mengalami kemudahan. Rumah kita ada di surga. Disana kita dapat mencipta dengan pikiran kita dan segala sesuatunya mudah. Kita memutuskan untuk datang kemari karena kita ingin menantang diri kita sendiri.

Ketika kita berbicara mengenai dunia yang berikutnya, maka perumpamaan sangatlah bermanfaat. Yesus banyak menggunakan perumpamaan. Saya akan memberikan sebuah perumpamaan kepada anda. Bayangkanlah anda tinggal di rumah anda yang nyaman. Anda tidur di tempat tidur yang hangat. Ketika anda bangun, anda dapat mandi dengan air hangat. Anda memilih apa yang anda ingin makan dari dalam lemari pendingin anda dan memasaknya di kompor, sementara mesin pembuat kopi anda membuatkan secangkir kopi yang nikmat. Meja makan tempat anda sarapan dipenuhi buah-buahan segar dan semua yang anda butuhkan. Hidup terasa indah dan mudah, tetapi anda menginginkan sesuatu yang lebih menyenangkan. Lalu anda memutuskan untuk pergi berkemah. Anda mendirikan tenda di alam bebas; tidur di tanah; mandi air sungai yang dingin sementara nyamuk menggigiti anda; anda mencari makanan dan berburu, memancing ikan dan memanggangnya di api. 

Mengapa membuat hidup anda sesulit itu? Ada orang-orang yang bahkan memutuskan untuk mendaki gunung. Mereka membahayakan hidup mereka dan menyiksa diri dengan suhu dan dataran yang tidak bersahabat. Mengapa ada orang yang mau melakukan hal-hal itu sedangkan tinggal di rumah jauh lebih menyenangkan dan mudah? Apakah mereka gila? Itu karena kita menyukai tantangan. Itulah sebabnya mengapa kita datang ke dalam dunia ini. Sama seperti orang yang memilih untuk pergi memancing, dan yang lainnya lebih menyukai mendaki gunung Everest, kita memilih tingkatan tantangan yang ingin kita hadapi dalam dunia ini. Kehidupan adalah bagaimana mengatasi tantangan hidup.

Ini hanyalah sebuah perumpamaan. Hidup ini bukan piknik atau berkemah. Ada misi bagi hidup kita. Mungkin wajib militer adalah contoh yang lebih baik. Para prajurit mendaftar untuk melayani dalam bidang militer padahal mereka tahu bahwa itu sangat berat. Tetapi pelayanan mereka itu mempunyai tujuan. Hidup kita juga mempunyai tujuan. Pada akhirnya kita akan menemukannya. Saya menemukan tujuan hidup saya 15 tahun yang lalu. Saya tahu tujuan saya datang ke dalam dunia ini dan saya hampir mati karena jatuh pada usia 9 tahun ketika para dokter megatakan pada orang tua saya bahwa saya tidak dapat ditolong lagi; semua itu terjadi agar saya menolong saudara-saudari saya sesama manusia untuk mengetahui kebenaran mengenai Islam. Tetapi saya tidak menyadari hal ini hingga 15 tahun yang lalu. Bahkan kemudian saya tidak menyadari bahwa menghapuskan Islam adalah tujuan saya datang ke dalam dunia ini. Kini setelah saya menemukan Tuhan, saya melihat bagaimana segala sesuatu dalam hidup saya, kegagalan dan keberhasilan saya, dan penderitaan saya telah menyiapkan saya untuk menjalankan misi saya. Saya kira saya telah memilih tujuan ini 15 tahun yang lalu. Tidak demikian! Saya telah memilihnya sebelum saya dilahirkan.

Ada orang-orang yang mengetahui mengapa mereka ada disini. Mereka menikmati hiudp mereka dan ingin membuatnya juga dapat dinikmati orang lain. Sedangkan yang lainnya tidak memahami hal ini. Mereka menipu, menyakiti dan berkelakuan buruk. Orang-orang ini akan mengalami penyadaran yang keras ketika petualangan itu telah berakhir dan mereka dipanggil pulang. Tidak ada penghukuman tentunya, tetapi akan ada penyesalan. Mereka menyesal karena mereka telah kehilangan kesempatan untuk menggenapi misi mereka.

Ijinkan saya memberi contoh lain. Andaikan anda bertemu dengan seseorang dalam kegelapan dan memukulinya sampai mati. Mungkin karena ia telah menginjak kaki anda dan anda sangat marah atau karena anda ingin merampoknya. Kemudian anda berlari pulang dengan gembira karena tidak seorangpun yang melihat perbuatan anda. Beberapa jam kemudian, anda mendapat telepon dari kantor polisi dan mengetahui bahwa orang yang anda pukuli tadi ternyata adalah ayah anda. Apakah anda akan merasa gembira? Tidakkah anda kemudian akan menghukum diri anda sendiri?

Apapun yang kita lakukan terhadap orang lain sesungguhnya kita lakukan terhadap diri kita sendiri. Kita baru akan menyadarinya jika kita telah meninggalkan dunia ini. Disini orang dapat hidup tanpa nurani. Tetapi tidak di akhirat!

Dalam satu pengalaman menjelang ajal yang saya dengar, seorang wanita mengatakan bahwa ia melalui dua gerbang neraka yang berbeda sebelum ia masuk ke surga. Pertama, ia melihat tempat yang penuh nyala api, dimana setiap jiwa [menurut saya tempat dimana Muhammad dan Hitler] dibakar. Kemudian ia melewati gerbang yang lain. Ini adalah tempat yang terasing, dengan langit yang merah dan bayang-bayang yang panjang. Tempat ini dipenuhi orang-orang yang tenggelam dalam pikiran mereka, tidak peduli pada orang lain di sekitarnya. Wajah mereka penuh penyesalan dan kesengsaraan. Ia mengatakan bahwa yang mengejutkannya adalah gerbang-gerbang kedua neraka itu terbuka lebar dan dapat terlihat dari segala sudut di dalamnya. Tetapi jiwa-jiwa di dalamnya tidak melakukan usaha apapun untuk keluar dari sana. Kisah lainnya adalah seperti yang diceritakan oleh seseorang yang kepadanya diperlihatkan seluruh hidupnya dan dapat memilih untuk masuk surga atau neraka. Ia berkata, saya dapat memilih untuk masuk ke surga tapi saya tahu itu bukan tempat saya.

Berdasarkan apa yang telah saya pelajari dan pahami mengenai dunia yang berikutnya/akhirat, kita sendiri memilih penghukuman kita. Disana, jiwa-jiwa tidak berbicara seperti yang kita lakukan disini. Kita saling membaca pikiran. Ya, disana tidak ada privasi. Semua pikian kita dan seluruh hidup kita diekspos kepada semua orang. Disini kita dapat menyembunyikan pikiran-pikiran kita dan walaupun kita kotor, kita dapat berlagak suci. Disana hal itu tidak mungkin terjadi.

Setelah mempelajari hal ini, saya menyadari jika setiap orang dapat membaca pikiran orang lain, maka dunia ini akan menjadi surga. Disini, ketika kita bertemu dengan seseorang, kita memperlihatkan senyuman palsu di wajah kita seakan-akan kita senang bertemu dengannya sedangkan jauh di lubuk hati kita membencinya dan berencana menipunya. Jika setiap orang dapat mengetahui pikiran semua orang, tidak seorangpun berani mempunyai pikiran yang buruk. Tidak heran, mereka yang mempunyai pengalaman menjelang ajal yang melihat para penghuni surga mengatakan setiap orang mengasihi sesamanya disana. Sudah tentu! Bagaimana orang dapat mempunyai perasaan yang berbeda jika seluruh dunia dapat melihat pikiran-pikirannya?

 

http://indonesian.alisina.org/?p=1521

 


46 comments Add a Comment
Jackson
Reply| 03 Jan 2014 13:10:40
Secara perlahan namun pasti kebusukan ajaran jin/setan/iblis/jampi2/mantra2 mengatasnamakan Islam akan terkuak/dilihat dgn mata kepala sendiri.
Babi muhammad junjungan Islam adalh keturunan jin dan syetan telah memberikan contoh yg telah terbukti dipraktekkan mulai dulu sampai memasuki tahun baru 2014.
Hamba Allah
Reply| 11 Nov 2013 02:00:14
Setiap Manusia diturunkan ke dunia untuk menjalani sebuah proses yang kita sebut "kehidupan". Dan setiap Manusia menjalani kehidupannya itu dengan pilihannya masing-masing. Setiap jalan kehidupan yang manusia pilih dan yang di lalui pasti akan ada yang namanya hasil atau buah kehidupan yang nantinya akan mengantarkan kita setiap manusia di ujung jalan kehidupan yaitu kematian. Jadi Takdir hidup setiap manusia di tentukan oleh manusia itu sendiri, Bukan dari Tuhan,karena dikaitkan dengan hukum alam ataupun hukum sebab dan akibat,mungkin ini ringkasan dari artikel yang admin paparkan diatas.
Di ujung jalan itulah yang dinamakan Akhirat Atau kematian dikarenakan kita akan kekal disana. Apakah ada manusia yang telah mati dapat hidup kembali di dunia ini?? Tidak ada satu manusia pun yang akan hidup dan kembali ke dunia jika sudah mati. Tidak juga saya,tidak pula Admin,Tidak Pula Nabi Muhammad SAW,Tidak pula Nabi Isa AS,dan seluruh mahluk hidup yang ada dimuka bumi ini.
Dan di kehidupan akhirat nanti setiap manusia akan merasakan hasil ataupun buah kehidupan yang dia kerjakan ataupun jalani waktu di dunia. Jika selama di dunia dia di jalan yang baik maka akan baik pula kehidupan akhiratnya,jika selama didunia dia di jalan yang jelek maka akan jelek pula kehidupan akhiratnya. Itulah tanda kekuasaan Allah SWT bagi semua ciptaaanya.
Karma bukanlah suatu bentuk penghakiman dan penghukuman melainkan prinsip sebab dan akibat. Itulah hukum alam yang akan dirasakan oleh manusia yang di ciptakan oleh Allah SWT. Apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu petik. Allah SWT Yang Maha Adil menciptakan setiap manusia di bumi terlahir dalam keadaan suci dan di karuniai akal pikiran untuk berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga Manusia itu sendirilah yang tetap menjaga kesucian dirinya sehingga mendapatkan pahala atau kebaikan atau mengotori dirinya dengan dosa sehingga mendapatkan hukuman.
Allah SWT telah menentukan dengan hukum alamnya mana yang baik dan mana yang buruk, tetapi Allah SWT memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan kehidupannya masing-masing. Jika manusia menganggap dunia adalah surga maka surga pula yang akan dia dapatkan di akhirat, begitupun sebaliknya. Apakah pembunuh massal seperti Hitler dan Stalin akan mendapatkan surga??tentu tidak bukan.. karena para penghuni surga mengatakan setiap orang mengasihi sesamanya disana. Itulah mengapa Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasul untuk memberikan ajaran kepada setiap umatnya agar selalu berada di jalan kebaikan supaya kelak di akhirat nanti mendapatkan surga..
Saya dan kaum muslim diseluruh dunia hidup dijalan yang berlandaskan dasar Islam yang dapat ditemukan pada dua kalimah shah?dat?in (“dua kalimat persaksian”), yaitu “asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” – yang berarti “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah”. Esensinya adalah prinsip keesaan Tuhan dan pengakuan terhadap kenabian Muhammad.
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mengutus Muhammad sebagai Nabi terakhir setelah diutusnya Nabi Isa 6 abad sebelumnya. Agama Islam mempercayai bahwa al-Qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber hukum dan peraturan hidup yang fundamental. Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai penerus dan pembaharu sekaligus penyempurnaan dari kepercayaan yang sebelumnya diturunkan kepada Ibrahim, Musa, Isa,oleh Tuhan yang sama Yaitu Allah SWT.
islamquranhadist
Reply| 16 Oct 2013 14:55:14
@ponakan

Padahal si SUPER JENIUS ALA ISLAM sudah ngomong sendiri di atas tuh:

"FIRMAN ALLOW SWT SUDAH SANGAT JELAS"

Sejelas legenda tujuh penidur karangan Aristoteles dan
Sejelas perkataan si KAFIR NABI ISLAM yang melihat matahari tenggelam di laut berlumpur hitam.

Kayanya SUPER JENIUS ALA ISLAM agak kabur kalau di QURAN YANG JELAS bahwa SANG PENYESAT, KHAIRUL MAKARIN adalah tuhan negeri Mekah yang berumah di Kahbah yang dirujuk Suhail dan Muhammad, ternyata adalah SEONGGOK BATU HITAM berbentuk VAGINA.

Pasti SUPER JENIUS ALA ISLAM lebih KABUR LAGI kalau membahas ANJING JANTAN TUA tidak mengawini anak anjing yang belum mens, sementara ada BANDOT TUA yang mengawini anak anak yang belum mens.

Tapi mengenai JELAS atau TIDAK JELAS, tergantung jenis huruf yang dibaca ponakan..... yang penting dah bisa BACA TULIS dan INTERNETAN, otomatis SUPER JENIUS ALA ISLAM.... kan suri teladannya BUTA HURUF.
lucu
Reply| 16 Oct 2013 09:06:45
hahaahaha........, Isar sudah dipenuhi hidayah islam makanya sikapnya tidak jauh beda dengan sesembahannya (tuhan negeri mekah).
yoqqost
Reply| 16 Oct 2013 03:56:06
hahahaha Gnakak gua baca blog loe ,,,,dari tulisan loe aja gwe udah tahu loe ini Atheis alias pengagum otak/science tpy logika yang loe pake logika anak SD......kalau saran goe jadilah sperty Salman Al-Farissi atau tunggulah karena kita sama-sama menuggu.....
jimat muslim
Reply| 15 Oct 2013 22:06:16
@ izar
Kamu udah ga punya urat malu yah,kamu bertanya dan kamu yang jawab. . . .
Kamu finalist dan kamu jurinya. . . .baca baik-baik apa yang kamu postingkan
lucu
Reply| 15 Oct 2013 10:29:37
@om
betul Om.....!
@isar malu ngakui kalau sesembahannya hanyalah tuhan negeri mekah (alloh swt = big boss-nya para jin).
islamquranhadist
Reply| 14 Oct 2013 14:12:12
@ponakan

Dah kalang kabut dia.... ngaku-ngaku ISLAM tapi ngga tahu bahwa QURANNYA BILANG IBLIS BERAGAMA ISLAM!!!!!

Nuduh-nuduh orang lain IBLIS.... tapi ngga tahu bahwa MUSLIM bersaudara dengan IBLIS!!!!!

Lha.... IBLIS itu PENYESAT, PENIPU ULUNG dan RAJA IBLIS adalah SANG PENYESAT, SANG PENIPU yang bergelar KHAIRUL MAKARIN..!!!!!

Masa nuduh-nuduh orang lain IBLIS.... tapi ngga tahu dia sembahannya RAJA IBLIS, KHAIRUL MAKARIN!!!!!!
lucu
Reply| 14 Oct 2013 09:00:48
@isar
Semalam saya menunggu, seperti apa diri saya jika mendapat hidayah islam tapi ternyata do'amu itu ga' sampai2 ke alloh wts mu, malahan skrg saya katakan quran yg kau banggakan wajib dikencingi....

COBA KAU BUKTIKAN SAMA SAYA KALAU ALLOHMU ADALAH SOSOK YANG ADIL.... Berkaitan dgn tantangan allohmu coba kau simak di :

http://swaranonmuslim.blogspot.com/2008/08/tantangan-buat-ayat-seindah-quran_4667.html

semoga kau bisa gunakan otakmu dan berpikir kalau quran itu hanyalah kitab sampah.

Ingat!!! BUKTIKAN KALAU ALLOHMU ADALAH MAHA ADIL!!!!
islamquranhadist
Reply| 14 Oct 2013 00:49:43
TITIPAN IL-KEBO (QT 02)

1. A u wo, mbok.

2. Kitab (Al Qoreng) ini bersifat pasti; petunjuk bagi mereka yang masuk hutan,(yaitu) mereka yang mencari kayu, yang mengumpulkan ranting ranting kering, dan menjualnya ke pasar untuk mata pencahariannya. Sableng anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang yakin kepada Kitab (Al Qoreng) yang telah diturunkan kepadamu bukan Kitab-kitab palsu hasil contekan yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) di hutan belantara. kamulah yang mendapat petunjuk dari Sableng, dan kamulah orang-orang yang beruntung juga buntung.

3. Sesungguhnya orang-orang muslimun, tiada berbeda, kamu beri tahu atau tidak, mereka bangga bersaudara dengan jin keturunan iblis karena mereka seagama dengan iblis, otak mereka sudah tidak bisa berpikir karena tersesat. Mereka sadar atau tidak sadar telah menjadi sekutu iblis.

4. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami bersaudara dengan jin keturunan iblis karena beragama sama” pada hal mereka itu sesungguhnya adalah manusia yang dikaruniakan otak untuk berpikir. Mereka hendak membela iblis dan mencontoh prilaku iblis, padahal mereka adalah manusia sedang mereka tidak berpikir. Di kepala mereka ada penyakit, lalu ditambah iblis penyakitnya; dan bagi mereka mati batang otaknya, disebabkan mereka tidak berpikir.

TITIPAN IL-AYAM (QT 06)

1. Segala puji bagi Sableng yang telah menciptakan hutan belantara dan yang membuat rumput serta pohon pohon tinggi dan besar, yang membuat batu batu dan pasir yang berserakan, sungai sungai yang di dalamnya ada ikan dan buaya.

2. Dialah Yang menciptakan semua itu dan jangalah kamu ragu akan kemahadasyatan sableng sebagai pencipta.

3. Dialah Sableng yang patut di sembah, bukan batu yang jatuh dari langit atau pohon pohon besar di tengah hutan, Dia tahu apa yang kamu rahasiakan, apa yang kamu lakukan dan apapun yang kamu rencanakan.

4. Janganlah kamu meyakiti hati Sableng dengan bersaksi dusta, mengatakan tiada Tuhan sementara kamu nungging nungging mengahdap batu yang jatuh dari langit, dan janganlah kamu seperti muslimun yang berpaling dari ayat ayat Sableng.

5. Sesungguhnya muslimun mendustakan hal yang benar dengan bersaksi dusta, maka nanti akan ada balasan kepada mereka, olok olok yang nyata karena kebodohan mereka sendiri.

6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Sableng babat habis, padahal sudah disediakan hutan belantara dan tanah tanah gemuk yang baik untuk kehidupan mereka, sudah diberikan cahaya matahari dan hujan untuk menyuburkan tanah dan sungai sungai yang ada ikan dan buayanya.

7. Tetapi mereka suka mengklaim apa saja yang tidak diperintahkan oleh Sableng, bahwa orang orang muslimun itu mengatakan “mengapa tidak diturunkan kepadanya (Wiro) gondoruwo?” Padahal kalau gondoruwo itu ditnjukkan kepada mereka, tentulah selesai urusan mereka di hutan belantara ini.

8. Dan kalau dijadikan utusan itu gondoruwo, tentulah dijadikan seorang laki laki atau apa saja sesuka hati Sableng dan sableng akan membuat mereka ragu ragu atas diri mereka sendiri.

http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/07/12/telah-ditemukan-agama-terbaru-agama-musnyet/
izar
Reply| 13 Oct 2013 19:00:37
@lucu
Makanya simak dan pahami baik-baik ayat AL-QURAN itu!!!!saya rasa kamu belum tau!!!!!kamu sudah menghina AL-QURAN dengan kata kata kotormu!!!SAYA SEBAGAI MUSLIM,INGIN MEYAKINKAN KAMU,yang suka menghina AL-QURAN,bahwa AL-QURAN itu Qalam ILAHI..dan BUKAN BUATAN BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW..Yang selama ini kamu tuduhkan!!!!saya persilahkan kamu minta bantuan siapapun,,Sesuai FIRMAN ALLAH SWT yang sudah saya sampaikan ke kamu!!!!!masalah jurinya!!silahkan kamu pilih sendiri jurinya!!!saya serahkan sama kamu!!TAPI INGAT!!!!JURI YANG PALING ADIL ADALAH ALLAH YANG MAHA ADIL!! dan kamu tidak usah memaksakan klu sudah tidak bisa,,,FIRMAN ALLAH sudah sangat jelas!!!klu masalah butungin tangan,,saya rasa,,mendingan dibatalkan saja..,KASIHAN DIRI KAMU SENDIRI,,saya mendoakan kamu,semoga kamu mendapat Hidayah ISLAM!AMIN..
lucu
Reply| 13 Oct 2013 11:00:43
@isar
Aku (@lucu) = iblis?????
Ah, ga' mungkin..... seagama dengan iblis pun aku tak sudi.
lucu
Reply| 13 Oct 2013 10:48:54
@isar

Kau begitu bangganya dengan tantangan Quranmu sedangkan tak ada satupun artikel di situs ini yang kau bisa sanggah, atau apa kau pikir kalau aku ga' sanggup jawab maka otomatis Quran itu benar walaupun ada ayat-ayat setan di dalamnya, adapun didalamnya seorang perampok dan pezinah diberi hadiah 72 bidadari di sorga, yang lebih tidak masuk akal... seorang penipu, perampok, pedofil, dikatakan berakhlak mulia.

Lalu bagaimana kalau saya sanggup menjawab, siapa yang akan menjadi juri? siapa yang akan menilai jawabanku? siapa yang akan mengetuk palu atas kemenanganku? atau sebaliknya siapa yang akan membuntungi kedua tanganku jika aku kalah?

silahkan dijawab dulu....
izar
Reply| 12 Oct 2013 23:58:59
@lucu
HAI KAMU!!!TIDAK UASH NGOMONG KEMANA MANA,TINGGAL JAWAB SAJA!!!KLU TIDAK BISA,SAYA SIAP BERTEMU!!!!UNTUK MEMOTONG TANGAN KAMU!!!!!BERANI TIDAK,,,????????
islamquranhadist
Reply| 12 Oct 2013 21:27:34
TITIPAN IL-KEBO (QT 02)

1. A u wo, mbok.

2. Kitab (Al Qoreng) ini bersifat pasti; petunjuk bagi mereka yang masuk hutan,(yaitu) mereka yang mencari kayu, yang mengumpulkan ranting ranting kering, dan menjualnya ke pasar untuk mata pencahariannya. Sableng anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang yakin kepada Kitab (Al Qoreng) yang telah diturunkan kepadamu bukan Kitab-kitab palsu hasil contekan yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) di hutan belantara. kamulah yang mendapat petunjuk dari Sableng, dan kamulah orang-orang yang beruntung juga buntung.

3. Sesungguhnya orang-orang muslimun, tiada berbeda, kamu beri tahu atau tidak, mereka bangga bersaudara dengan jin keturunan iblis karena mereka seagama dengan iblis, otak mereka sudah tidak bisa berpikir karena tersesat. Mereka sadar atau tidak sadar telah menjadi sekutu iblis.

4. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami bersaudara dengan jin keturunan iblis karena beragama sama" pada hal mereka itu sesungguhnya adalah manusia yang dikaruniakan otak untuk berpikir. Mereka hendak membela iblis dan mencontoh prilaku iblis, padahal mereka adalah manusia sedang mereka tidak berpikir. Di kepala mereka ada penyakit, lalu ditambah iblis penyakitnya; dan bagi mereka mati batang otaknya, disebabkan mereka tidak berpikir.

TITIPAN IL-AYAM (QT 06)

1. Segala puji bagi Sableng yang telah menciptakan hutan belantara dan yang membuat rumput serta pohon pohon tinggi dan besar, yang membuat batu batu dan pasir yang berserakan, sungai sungai yang di dalamnya ada ikan dan buaya.

2. Dialah Yang menciptakan semua itu dan jangalah kamu ragu akan kemahadasyatan sableng sebagai pencipta.

3. Dialah Sableng yang patut di sembah, bukan batu yang jatuh dari langit atau pohon pohon besar di tengah hutan, Dia tahu apa yang kamu rahasiakan, apa yang kamu lakukan dan apapun yang kamu rencanakan.

4. Janganlah kamu meyakiti hati Sableng dengan bersaksi dusta, mengatakan tiada Tuhan sementara kamu nungging nungging mengahdap batu yang jatuh dari langit, dan janganlah kamu seperti muslimun yang berpaling dari ayat ayat Sableng.

5. Sesungguhnya muslimun mendustakan hal yang benar dengan bersaksi dusta, maka nanti akan ada balasan kepada mereka, olok olok yang nyata karena kebodohan mereka sendiri.

6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Sableng babat habis, padahal sudah disediakan hutan belantara dan tanah tanah gemuk yang baik untuk kehidupan mereka, sudah diberikan cahaya matahari dan hujan untuk menyuburkan tanah dan sungai sungai yang ada ikan dan buayanya.

7. Tetapi mereka suka mengklaim apa saja yang tidak diperintahkan oleh Sableng, bahwa orang orang muslimun itu mengatakan "mengapa tidak diturunkan kepadanya (Wiro) gondoruwo?" Padahal kalau gondoruwo itu ditnjukkan kepada mereka, tentulah selesai urusan mereka di hutan belantara ini.

8. Dan kalau dijadikan utusan itu gondoruwo, tentulah dijadikan seorang laki laki atau apa saja sesuka hati Sableng dan sableng akan membuat mereka ragu ragu atas diri mereka sendiri.

http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/07/12/telah-ditemukan-agama-terbaru-agama-musnyet/
lucu
Reply| 12 Oct 2013 16:18:58
dan siapa yang akan menjadi juri / penilai?
lucu
Reply| 12 Oct 2013 16:13:40
@izar

sampaikan kepada Alloh wts - mu kalau tantangannya hanya menjadi bahan tertawaan buatku... masa' Alloh yang katanya maha pencipta malah menantang ciptaannya.
(tapi di artikel lain @ Jimat sudah memenuhi tantangan Alloh wts - mu, disitus lain juga banyak yang membuat Alloh wts ga' bisa apa-apa).
Saya pun tidak pernah menghina Islam seperti yang kau tuduhkan tapi kalau kau adalah orang yang berpikir kau akan tahu kalau memang sudah dari sononya kalau Islam itu hina.
Perampok, penipu, pemerkosa, mengawini anak umur 6 tahun, bukankah itu semua menjijikkan? tidak hinakah semua itu? INGAT....! bukan saya yg mengatakan tapi Quran dan Hadist.
izar
Reply| 12 Oct 2013 14:37:58
@lucu
Loh..bukannya yang iblis ANDA,,!!!omongannya omongan iblis!!!KAMU JAWAB SAJA TANTANGAN ITU,!!!!!!!bagaimana,pilihannya diganti saja??klu kamu tidak sanggup jawab,,,dibuntungin tangan kamu?setuju tidak??
izar
Reply| 12 Oct 2013 13:48:28
@lucu
1. Allah Subhanahu wata’ala menantang jin dan manusia untuk membuat yang seperti al-Qur’an.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
?? ?????? ????? ?? ?? ?????? () ??????
????? ???? ?? ????? ??????
Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) membuat-buatnya.”Sebenarnya mereka tidak beriman. Hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur’an itu jika mereka orang-
orang yang benar. (ath-Thur: 33—34)
2. Allah Subhanahu wata’ala meringankan tantangan-Nya, jika tidak mampu mendatangkan semisal al-Qur’an, datangkanlah yang menandinginya beberapa surat saja.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
?? ?????? ?????? ?? ????? ???? ??? ???
??????? ?????? ?? ??????? ?? ??? ????
?? ???? ??????
Bahkan, mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (Hud: 13)
3. Allah Subhanahu wata’ala menantang yang ketiga kalinya, yang lebih ringan dari sebelumnya. Dengan hanya membuat satu surat saja. Hal ini tertera dalam firman-Nya,
?? ?????? ?????? ?? ????? ????? ???
?????? ?? ??????? ?? ??? ???? ?? ????
??????
Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapasiapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Yunus: 38)
Tantangan Allah Subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia dan jin telah berlalu 14 abad. Adakah yang mampu mendatangkan yang semisal dengan al-Qur’an?
izar
Reply| 12 Oct 2013 13:15:05
@lucu,,,
Yang setan itu kamu!!!!tidak usah banyak ngomong,,!!AL-QURAN menantang kamu untuk membuat ayat yang belum ada di dalamnya,,,kamu sanggup tidak????klu anda bisa,,mau minta hadiah apa saja saya kasih!!TAPI KALAU TIDAK BISA,,,kamu berhenti menghina Islam.sederhanakan????????
Fetching more Comments...
↑ Back to Top