Sejarah Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

Clip_2

Asal muasal Maulid Nabi, yaitu berasal dari kaum bathiniyyah (kebatinan) yang memiliki dasar-dasar akidah Majusi dan Yahudi yang menghidupkan syiar-syiar kaum salib; maka… “Apakah benar jika kita menjadikan orang-orang seperti itu sebagai sumber ibadah kita dan syiar agama kita?”

Sementara itu kitapun mengatakan:
Sesungguhnya abad-abad awal yang diutamakan oleh Allah, tempat para panutan kita - salafuna shalih - hidup tidak ada secuilpun bagi adanya ibadah semacam ini, entah dari ulamanya atau dari masyarakat awamnya. Tidakkah cukup bagi kita apa yang dahulu cukup bagi mereka, salafus shalih itu?”

Orang yang memperhatikan sejarah Nabi saw, serta sejarah para sahabat dan para tabi’in serta atba’ tabi’in bahkan hingga generasi sesudah tahun 350 H, tidak akan mendapatkan seorangpun dari umat Islam yang mengadakan mauludan atau Perayaan Maulid Nabi, atau memerintahkan-nya, atau bahkan membicarakannya.

Imam al-Hafizh as-Sakhawi al-Syafi’i dalam fatawanya berkata:
Perayaan maulid tidak dinukil dari seorangpun dari salaf shalih di tiga zaman 9generasi) yang utama. Akan tetapi hal itu terjadi setelah itu.” (Mengutip dari Subulul Huda war-Rasyad (1/439), karya al-Shalihi, cetakan Kementrian Waqaf Mesir.)

Jadi pertanyaannya yang sangat mengusik adalah:
Sejak kapan Perayaan Maulid ini ada?
Apakah diadakan oleh para ulama, atau para raja, atau oleh para khulafa` ahlus sunnah yang dipercaya agamanya? Ataukah dari orang-orang yang menyimpang dan memusuhi sunnah? (www.saaid.net/mktarat/Maoled/1.htm)

Pertanyaan ini dijawab oleh para ulama Islam, diantaranya oleh Syaikhul Azhar Syaikh Athiyah Shaqr:

“Para sejarawan tidak mengetahui seorangpun yang merayakan Maulid Nabi sebelum Dinasti Fathimiyyah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustadz Hasan as-Sandubi. Mereka merayakan Maulid Nabi di Mesir dengan pesta besar. Mereka membuat kue dalam jumlah besar dan membagi-bagikannya, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Qalqasandi dalam kitabnya Shubhul A’sya.” Lalu Syaikh Athiyah mejelaskan urutan sejarah maulid sebagai berikut:

Pertama di Mesir. Orang-orang Fathimiyyah merayakan berbagai macam maulid untuk ahlul bait. Yang pertama kali melakukan adalah al-Muiz lidinillah (341-365H) pada tahun 362 H. Mereka juga merayakan Maulid Isa (natalan). Kemudian Maulid Nabi- begitu pula maulid-maulid yang lain- pada tahun 488 H. …

Sejarahwan sunni Syaikh al-Maqrizi al-Syafi’i (854 H) dalam kitab al-Khuthath (1/490 dan sesudahnya) berkata:

Menyebut hari-hari di mana para khalifah Fathimiyyah menjadikannya sebagai hari raya dan musim perayaan, pesta besar bagi rakyat dan banyak kenikmatan di dalamnya untuk mereka.”

Lalu dia mengatakan:

“Adalah para khalifah Fathimiyyah di sepanjang tahun memiliki hari-hari raya dan hari-hari besar, yaitu:
Hari Raya Tahun Baru,
Hari Raya Asyura`,
Hari Raya Maulid Nabi saw,
Hari Raya Maulid Ali ibn Abi Thalib ra,
Maulid Hasan dan Husain as,
Maulid Fathimah as,
Maulid Khalih al-Hadir (yang sedang berkuasa),
Malam Awal Rajab,
Malam Nishfu Sya’ban,
Malam Ramadhan,
Ghurrah (awal) Ramadhan,
Simath (tengah) Ramadhan,
Malam Khataman,

Hari Raya Idul Fitri,
Hari Raya Kurban,
Hari Raya Ghadir (Khum),
Kiswah as-Syita` (pakaian musim hujan),
Kiswah as-Shaif (pakaian musim panas),
Hari Besar Pembukaan Teluk,
Hari Raya Nairuz (tahun Baru Persia),
Hari Raya al-Ghuthas,
Hari Raya Kelahiran,
Hari Raya Khamis al-Adas (khamis al-ahd, 3 hari sebelum Paskah),
dan hari-hari Rukubat.”

Al-Maqrizi berkata (pada tahun 394 H, “Pada bulan Rabiul Awal manusia dipaksa untuk menyalakan kendil-kendil (lampu) di malam hari di rumah-rumah, jalan-jalan dan gang-gang di Mesir.”

Dan berlakulah aturan untuk merayakan Maulid Nabi yang mulia pada bulan Rabiul Awal seperti biasa.” …

[Untuk keterangan lebih lanjut mengenai apa yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi dipelbagai tempat/waktu serta besarnya walimah maka silakan merujuk pada al-khuthath; 1/432-433; Syubul A’sya, karya al-Qalqasandi: 3/498-499)…. Dst].

Pembaca yang mulia,
setelah kita mengetahui asal muasal Maulid Nabi, yaitu berasal dari kaum bathiniyyah (kebatinan) yang memiliki dasar-dasar akidah Majusi dan Yahudi yang menghidupkan syiar-syiar kaum salib; maka di sini kita perlu mengatakan kepada orang-orang yang menilai masalah secara proporsional, logis dan obyektif:
Apakah benar jika kita menjadikan orang-orang seperti itu sebagai sumber ibadah kita dan syiar agama kita?”…

[Petikan sebagian dari sumber : www.qiblati.com By nahimunkar.com ]

 

KOMENTAR KRITIS KITA

Muslim terpecah dalam dua “mazhab” besar dalam isyu perayaan Maulid Muhammad. Yang satu memujikan “Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw”, dan yang lain mencerca Perayaan Peringatan tsb yang dianggap “Upacara Bid’ah Yang Sesat” yang tidak pernah ada periwayatannya dalam Quran dan tradisi 4 generasi Islam awal, kecuali plagiat dari ritual Yahudi dan Nasrani. Imam al-Suyuthi telah memberi jawaban secara tertulis: Adapun perbuatan menyambut maulid merupakan bid’ah yang tidak pernah diriwayatkan oleh para salafush-shaleh pada 300 tahun pertama selepas hijrah…

Para pendukung Maulid Nabi menyanjung dan
bersenandungkan Muhammad dalam syairnya:

"Do not ask me, friend; where is Muhammad?
Hidden in my­ heart, there is Muhammad!
Is there need to wander to Medina?
Here and there -- apparent is Muhammad.
In my heart and eyes resides forever
From the day of covenant, Muhammad ..."

(lihat Annemarie Schimmel dalam bukunya:
"And Muhammad is His Messenger").

“Sekitar 1500 tahun lalu, sebuah kemuliaan terbesar diterima oleh alam semesta. Sosok yang dzat-nya telah diciptakan terlebih dahulu atas segala sesuatu sekaligus dzat yang karenanya segala sesuatu diciptakan, terlahir ke dunia. Namanya Muhammad yang bergelar Rasul dan Nabi Saw. Ia lahir dari rahim suci Aminah yang tak lain adalah istri lelaki mulai bernama Abdullah (Abdi Allah)”.

Para Ulama traditional telah menempatkan Muhammad tidak lain kecuali ciptaan yang paling utama, paling indah, dan paling sempurna dari semua ciptaan yang ada. Beliau diciptakan dari Cahaya Allah sendiri jauh sebelum Adam. Dan sesungguhnyalah keseluruhan alam semesta diciptakan demi untuk Muhammad sebelum dia hadir kedunia. Dengan perkataan lain, esensi dari existensi universe adalah perayaan dari kelahiran Muhammad!.

Oleh karena itu—mereka berdalil—bahwa perayaan natal Muhammad adalah sebuah penghormatan yang paling layak, karena merupakan festival TAWHID, kelahiran Islam, kelahiran cahayaNya, dengan turunnya wahyu yang jatuh pada hari Senin,  dengan kelahiran seseorang yang paling dikasihi Allah Ta’ala (juga pada hari Senin), dan inilah antara lain pokok sumbernya,

1. (Sahih Muslim, Book  6, Hadith 2603 dan 2606),
Abu Qatadah al-Anshari meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w.
ketika ditanya mengapa beliau berpuasa pada hari Senin, menjawab,
“Itulah hari aku dilahirkan dan itulah hari yang aku diangkat jadi nabi,
dan itu juga hari yang kepadaku diturunkan wahyu”.
[Note, itulah Maulid Nabi]

2. (Qu'ran 5:15), “Sesungguhnya telah datang kepadamu (Muhammad)
cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan’ [408].

[Note: 408]. Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w.
dan Kitab maksudnya: Al Quran. Sempurna tak bercela!

3. “Ujud pertama-tama  yang Allah ciptakan adalah cahaya saya, dan ujud
pertama yang Allah ciptakan adalah roh saya, dan saya adalah Nabi
ketika Adam masih antara air dan debu tanah”
(Ahadith-i-Mathnawi).

4. (Quran 21:107), “Dan tiadalah Kami mengutus kamu Muhammad,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” dan…
[Muhammad adalah rahmat segenap alam dan Islam rahmatan lilalamin].
4a.(Shahih Bukhari 4.56.757), Rasul Allah berkata, “ Saya telah diutus sebagai generasi keturunan Adam yang terbaik keseluruhannya sejak penciptaan

 

5. (Quran 48:10), “ Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka… “ [Note, Muslim sudah melakukan bai’at (sumpah setia sampai mati) kepada nabinya, mengikatkan hidup-matinya bagi Nabi].

6. (Shahih Bukhari 2, no.14), Nabi berkata, “Tidak seorangpun dari kalian itu beriman sebelum ia mencintai aku melebihi ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia”.
6a. (Quran 9:24), Nabi mengancam dan menuntut dirinya untuk dicintai melebihi ciptaan apapun dan siapapun –-harta,  property, perniagaan, bapak, anak-istri, saudara dan keluarga besar.

Itu sebabnya para pengusung perayaan Maulid Muhammad berseru:
“Kami berkata, kami tidak malu untuk mengatakan ini:  Nabi Muhammad adalah Cahaya kami; Nabi Muhammad adalah Hati kami; Nabi Muhammad adalah Hidup kami. Sebab tanpa beliau Nabi tercinta kami tak akan pernah diberi petunjuk untuk mengenal Allah, Yang Mahakuasa dan Mahamulia; tidak mengenal malaikat-malaikat, para nabi, kitab-kitab pewahyuan, dan juga tidak Alam akhirat. Ketika tuan kami Ali ditanyai tentang kekuatan baktinya kepada Rasul Allah (saw), iapun menjawab: "Demi Allah, kami menjunjung beliau melebihi anak-anak kami, orang tua kami, dan semua harta kami. Beliau lebih berharga bagi kami ketimbang air bersih bagi jiwa yang haus”. 

 

MAU PERCAYA BEGITU SAJA?

Dalil-dalil yang dipakai untuk merayakan natal Muhammad kelihatannya sangat heroic dan meyakinkan. Tetapi sungguh tidak satupun yang relevan dan bermakna ilahi! Tak ada landasan dari seruan nabi atau maklumat malaikat atau Allah, kecuali hanya berawal dari kebangkitan naluri nafsu manusia untuk mengagung-agungkan sosok Junjungannya dengan ritual yang nyata, walau sampai harus menyontek perayaan pihak lain, ingat kasus puasa Asyura yang diadopsi oleh Islam (baca: plagiat Muhammad!) dari perayaan umat Nabi Musa. Tidak satupun dalil Maulid Nabi yang bersubstansi, melainkan hanya klaim-kosong semata, bahkan berkontradiksi sesamanya, menggunakan logika yang membodohi, slogan yang membius, tanpa bukti dan saksi !

Inilah antara lain sanggahan terhadap dalil-dalil mereka yang membodohi:

  1. Hari Senin adalah hari kelahiran nabi dan hari pewahyuan kenabian?
    Justru tak ada Muslim yang bisa menyodorkan hari persisnya kelahiran Muhammad. Senin yang bagaimana, dan turun-wahyu yang dimana? Bukankah Muslim Sunni menganut hari lahirnya pada tanggal 12 Rabiul Awal, sementara Muslim Shi'a menetapkannya pada 17 Rabiul Awal? Dan Senin yang bermakna khusus apa bagi Islam? Bukankah Maulid Muhammad tahun ini di Indonesia jatuh pada hari Selasa besok? Dan tahun kemarin (2013) jatuh pada hari Kamis? Jadi apa bobotnya Senin bagi Maulid, bagi Islam, seperti yang Allah inginkan? Bahkan Senin yang satu mana untuk hari turunnya wahyu yang pertama itu? Apakah dimalam Lailatul Qadar (Quran Sura Al-Qadar, entah kapan dan dimana), ataukah disiang hari digua Hira (Quran Sura Al-Alaq ditahun 510 M)? Keduanya jelas berpenanggalan beda, dan tak ada sangkut-pautnya SAMASEKALI dengan pengangkatan kenabian!

Disinilah Muslim banyak yang disesatkan seolah-olah kenabian Muhammad ditahbiskan oleh Allah mulai saat itu. Namun faktanya tak ada ayat pengutusan atau pentahbisan kenabian apapun yang terjadi disitu.

2-3. Muhammad adalah Cahaya Allah dan adalah ciptaan pertama?


(a). O, awal penciptaan Muhammad?! Itu adalah peristiwa terbesar! Tapi bagaimana kejadiannya, dan apa kata-kata Allah secara VERBATIM pada saat-saat itu? Bandingkan dengan Firman Elohim sesaat sebelum penciptaan: Berfirmanlah Tuhan Elohim, "Jadilah (Cahaya) terang." Lalu terang itu jadi (Kejadian 1:3). Apakah itu event terjadinya sosok Muhammad?!

(b). Dalam Islam, Muhammad tercipta dari Cahaya Allah? Malaikat dari Api? Dan manusia dari Debu Tanah? Lalu kenapa Muhammad mati dan menjadi debu-tanah dikuburnya di Medina? Bahkan dimana beliau saat ini berada (?) ketika semua nabi-nabi Allah lainnya justru TELAH BERADA DISURGA di tingkat  langit yang berbeda-beda? (sesuai dengan kisah Israa’-Mi’raj dimana Muhammad sendiri telah bertemu dengan para nabi disurga). Kenapa para Ulama Islam tahu persis dimana keberadaannya para nabi-nabi dulu, tetapi tidak tahu persis dimana Muhammad kini berada kecuali berkata bahwa Nabi ada dialam kubur, atau alam barzakh (QS.23:100), menunggu hingga hari Kebangkitan dengan kedatangan Isa al-Masih.

(c). Kenapa pernyataan ini (klaim Muhammad dari Cahaya Allah) ini disembunyikan Allah kepada nabi-nabi terdahulu, dan bukan disampaikan sebagai NUBUAT ILAHI? Melainkan baru disampaikan kepada nabi terakhir sebagai KLAIM dirinya, setelah ada “FAKTA”, yang mana  bisa direkayasakan oleh setiap orang yang mengklaim dirinya?

 

4. Muhammad diutus Allah sebagai rahmat bagi semesta alam?
Dan generasi keturunan Adam yang terbaik keseluruhannya?

Bangsa yang tidak berurusan dengan Nabi SAW dan  Allah SWT (seperti Jepang, Korea, Taiwan, Swiss, Denmark, negara-negara di Scandinavia) nyatanya justru menikmati “rahmatan” tingkat atas, dibandingkan dengan “rahmatan utopia” dari negara-negara Islam yang selalu mempertontonkan diri dengan saling menuntut, mengintrik, mengkafiri, melaknati, dan membantai sesamanya dikalangan internnya.

Dan dalam moralitas yang bagaimanakah Muhammad dapat menonjolkan dirinya sebagai sosok terbaik serta pembawa rahmat? Anti pedofil? Anti dusta? Anti benci, dendam dan kekerasan? Anti membunuh? Anti merampok? Contoh kekudusan? Contoh sexualitas  yang mulia? Contoh welas-asih kepada sesama/ musuh? Contoh mengurbankan nyawa bagi domba2nya? Singkatnya, siapakah sosok yang paling SUCI, BENAR, dan paling terkemuka diseluruh dunia dan dialam akhirat menurut Allah: Muhammad atau Isa Al-Masih? (QS.19:19, 34; 3:45).

Muslim cenderung terjebak dengan anggapannya sendiri bahwa “ayat” itu sama dengan “bukti”.  Padahal ayat atau firman –walau dari atau atas nama Allah--  bukanlah bukti otomatis, melainkan hanyalah sebuah klaim sepihak belakadari orang yang mengatakannya. Ayat firman harus dibuktikan dengan firman KUN (kun fayakun! Manifestasi kuasa ayat dengan tanda sorgawi) barulah ia terbukti sebagai firman. Ia pasti tidak menjadi kebenaran ilahiah bilamana ia jelas-jelas bermasalah, atau bertentangan dengan fakta dan kebenaran yang muhkamat, atau yang tidak didukung dengan TANDA KUN, saksi dan kuasa-ilahi yang memang tersedia bagi setiap nabi Tuhan demi meneguhkan/ membuktikannya. Yesus berkata dengan sangat jelas tentang keabsahan sebuah kebenaran:

“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang dibe rikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Yoh.5:31).

Dan Yesus menunjukkan banyak pihak-pihak lain yang menyaksikan klaim diriNya sebagai tanda kebenaran. Yaitu kesaksian dari Nabi Yahya dan lain-lain nabi, kesaksian Alkitab, Kesaksian Bapa Elohim, para Malaikat dengan saksi mata, mukjizat dan nubuatNya (lihat ayat lanjutannya dll).

 

5-6. Nabi menuntut pengorbanan total dari diri para umatnya kepada diri NABI? Pengorbanan yang melebihi cinta kepada diri mereka sendiri?  Terus terang, Mungkinkah hal ini sesungguh-sungguhnya bisa dan boleh dilakukan oleh manusia Muslim terhadap manusia Muhammad? Muslim bisa tertipu disini.

Pertama, apakah Muhammad mengenal betapa Tuhan dan nabi-nabiNya terdahulu pernah menuntut cinta maximal dari umatnya? Perintah Taurat dan Injil berkata: KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI. Itulah kasih tertinggi dan yang bisa diukur diantara manusia terhadap manusia. Tak bisa dan tak boleh lebih! Bila lebih, maka itu namanya mendewakan Nabinya yang manusia bersama dengan Allahnya yang Mahatinggi, dan ini adalah sebentuk “pemberhalaan” kepada DUA ILAH. Karena tuntutan manusia Muhammad ini terhadap manusia umatnya, maka kini kita tidak begitu heran kenapa banyak Muslim justru lebih mendidih amarahnya (dan siap mati) ketika merasa Nabinya dihujad ketimbang Allah SWT sendiri yang dihujat!

Kedua, apakah Muhammad juga tahu bahwa justru Nabi-lah yang harus  mengorbankan segalanya bagi umatnya, dan bukan sebaliknya? Justru nabi yang harus mencontohkan taat hukum, dan bukan menikmati pengecualian hukum [seperti poligami sesuka jumlah istri, mengawini anak mantunya, pilih kasih antar istri (Aisyah), kawin tanpa wali dan saksi (Zainab), rampas 1/5 harta jarahan, tidak bersunat, dst], harus mendoakan umatnya dan bukan perintahkan mereka untuk bershalawat kepada nabinya di waktu pagi 10x dan petang 10x demi “barter jual-beli” untuk mendapat syafaat nabi di hari kiamat.”

Abraham mengorbankan kampong halamannya dan segala yang dipunyainya, bahkan anaknya siap dikurbankan. Musa meninggalkan kemewahannya 40 tahun diistana Firraun dan hidup mendusun 40 tahun, lalu mengembara 40 tahun digurun bersama umatnya. Nabi Yahya yang hidup dan berseru digurun menerompetkan Yesus sebagai Kalimat Allah (QS.3:39), sampai mengurbankan kepalanya (dipancung) demi kebenaran. Dan Yesus? O, Dia justru ternukti mengorbankan semua semuanya! Dan Dia berkata sesuatu yang ditujukan kepada umatNya, tapi juga dikhususkan kepada umat lainnya yang terbius bualan nabinya yang palsu:

"Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia (Yesus) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." …“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Matius 8:20, Yohanes 10:11)

 

AKHIR KATA &RENUNGAN

Hari-hari ini dunia menyaksikan satu fenomena negative bahwa Hari Natal Yesus yang paling kokoh dasarnya itu justru banyak dihujad oleh pihak Muslim sementara Natal Muhammad yang SAMASEKALI tak berdalil surgawi itu justru tidak dikritisi kedalam. Bagaimanapun dunia mempunyai segala alasan SHAHIH kenapa Natal Yesus layak dirayakan dengan penuh sukacita besar. Ya, itulah Natalnya seorang Juruselamat, Mesias (Al-Masih), dan Tuhan! Dan Malaikat Tuhan sendiri yang memaklumatkan kepada Maria dan para gembala sebagai saksi-mata. Resapilah SELAMAT NATAL sorgawinya yang berwibawa:

 

KATA MALAIKAT KEPADA PARA GEMBALA:

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan
 kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
… “
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat
itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Elohim, katanya: 

"Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:10-14).


11 comments Add a Comment
Caleg Malaikat
Reply| 14 Jan 2014 22:48:24
Wah, aku suka sekali dengan gaya bahasamu.
Jelas, sederhana, gamblang, blak-blakan, sempurna dan tanpa keraguan di dalamnya. Kamu menggambarkan relasi Musa dan Muhammad dengan sangat detail as simple as membalikkan telapak tangan.
islamquranhadist
Reply| 14 Jan 2014 20:33:38
Caleg Malaikat on January 14, 2014 at 7:44 am said:
Semoga ini ada hubungan dengan perayaan maulid nabi.
Klaim para ahli tafsir, syeikh, ulama-ulama kondang bahwa Kelahiran dan Kenabian Muhammad sudah diramalkan atau dinubuatkan oleh Musa berdasarkan kesaksian alkitab. Untuk argumen tentang itu boleh kalian search di google. Ayat dasarnya ada di kitab ulangan.
-------------------------------------------------

Kalau-klaim WIRO XZD http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/07/12/telah-ditemukan-agama-terbaru-agama-musnyet/

si cabul buta huruf SAW itu ngga bisa dibandingkan dengan musa:

Emang Musa ngawini anak-anak yang belum mens?
Emang Musa nipuin istrinya dan mencabuli perempuan lain di ranjang istrinya?
Emang Musa memenggal seorang suami dan menyodok istrinya pada hari yang sama?
Emang Musa membunuh seorang janda tua renta secara sadis dan biada?
Emang Musa perampok?
Emang Musa penipu?
Emang Musa menjanjikan surga cabul?
Emang Musa saudaraan dengan iblis?

Terlalu jauh bandinginnya dengan Musa, sedang anjing jantan tua saja ngga mengawini anak anjing yang belum mens!!!!!

Babi pun tidak, padahal babi haram hukumnya!!!!!!

Ngga pantes deh bandingin sama MUSA, wong sama anjing dan babi aja masih kalah kelas!!!!

http://islamquranhadist.wordpress.com/2013/04/11/quran-membandingkan-muhammad-vs-anjing/
Si momad69Aisha
Reply| 14 Jan 2014 19:54:26
@ Caleg Malaikat

Wuahahahahahahahaha…
So Pasti bro, ultramen ma gak ada apa-apanye …
Si momad69Aisha
Reply| 14 Jan 2014 19:52:23
YHWH atau ALLAH Kristen atau Tuhannya Pengikut Kristus Tidak Pernah Mengutus Nabi Untuk Membawa Agama.

Mungkin setelah membaca judul dari tulisan ini anda mengatakan bahwa saya sebagai orang yang sok tau, tapi tunggu dulu menurut saya pasti bukan pengikut Kristus yang mengatakan saya sok tau karena semua pengikut Kristus (Kristen) tau bahwa memang benar semua nabi datang bukan membawa salah satu agama. Jadi bisa saja yang mengatakan saya sok tau berasal dari orang di luar pengikut Kristus. Nabi-nabi orang Kristen yang diutus YHWH tidak pernah membawa agama tapi yang mereka bawa (nubuatkan) adalah kabar sukacita akan datangnya seorang Penyelamat Dunia yaitu Sang Imanuel yang tidak lain dan tidak bukan adalah SANG MESIAS, YESUS KRISTUS YANG TETAP HIDUP UNTUK SELAMA-LAMANYA.

Jadi sangatlah tidak tepat jika ada seorang nabi yang ngaku-ngaku kalau dia diutus tuhannya untuk membawa suatu agama yang menurutnya dari allah (allahnya ditulis dengan huruf kecil jadi bukan YHWH atau ALLAH nya orang Kristen).

Banyak juga pendapat yang mengatakan bahwa Kristen itu bukan agama dari ALLAH, ya mungkin ada benarnya, mengapa? Karena Kristen adalah sebutan kepada Pengikut Kristus (Yesus) setelah Yesus naik ke Surga yang bertujuan untuk membedakan yang bukan pengikut Kristus dengan Pengikut Kristus.

Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia lah murid-murid itu untuk pertama kali disebut Kristen.

Sejarah singkat agama Kristen,,,kurang lebih tiga abad setelah kematian Kaisar Augustus (wafat pada tahun 14 Masehi), Roma yang berbentuk kekaisaran telah berkembang dengan pesatnya. Pada saat inilah, agama Kristen mulai tumbuh dan berkembang di Roma. Tidak seperti agama-agama sebelumnya, yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai ciri-ciri budaya suatu bangsa, agama Kristen secara aktif mempertobatkan mereka yang belum percaya. Agama Kristen bermula dari Timur Tengah dan menyebar hingga ke Yunani dan Mesir. Pada awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan umpan singa di arena sirkus. Meskipun demikian, gerakan-gerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka.

Hingga suatu ketika, keadaan ini berubah ketika Constantinus (280-337 Masehi), yang memeluk agama Kristen, berkuasa. Di bawah kepemimpinannya, agama yang awalnya ditentang ini, mulai diterima dan bahkan dikembangkan. Bahkan, ia sempat menjadi penengah dalam sebuah perselisihan serius mengenai doktrin antara golongan barat dan timur dalam Gereja. Ia mengundang para uskup yang mewakili kedua golongan itu untuk menghadiri sebuah Konsili Nicea tahun 325 Masehi. Di sana perbedaan-perbedaan di antara mereka diselesaikan. Pengakuan Iman Nicea, yang naskahnya dibuat pada konferensi tersebut, menetapkan keyakinan-keyakinan Kristen yang mendasar yang dapat disepakati kedua golongan.

Selanjutnya, Constantinus mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan orang Kristen dari kehancuran, baik sebagai akibat penganiayaan eksternal ataupun perselisihan internal. Ia juga menetapkan agama Kristen sebagai agama negara di seluruh pemerintahan Kekaisaran Romawi.

Karena jasa-jasanya itulah, agama Kristen mulai tersebar bahkan menjadi dominan di seluruh Eropa (karena ketika itu, Romawi menguasai hampir seluruh daratan Eropa).

Nah dari sejarah singkat di atas jelas bahwa agama Kristen berawal dari sebutan Pengikut Kristus di Timur Tengah, Yunani, Mesir, dan ke Romawi setelah itu berkembang di Eropa dan sampai ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Jadi tidak pantas untuk kita membanggakan agama kitalah yang benar karena berasal dari ALLAH/YHWH , karena YHWH tidak pernah mengutus salah satu agama ke dunia ini.

Selain itu nabi-nabi yang datang sebelum Yesus Kristus juga tidak pernah menjalankan aturan agama tertentu, dan juga mereka tidak pernah mengaku beragama ini atau itu.

Jadi intinya bahwa agama apapun tidak dapat menyelamatkan saudara dan saya baik itu agama Kristen sekalipun,,, Mengapa? Karena Hanya Yesus Kristus saja yang bisa menyelamatkan kita dari belenggu dosa dan menghantarkan kita kepada jalan keselamatan kekal menuju Surga.

Semoga dengan uraian singkat ini dapat membawa pencerahan buat saudara.

Salam Kasih.

Sumber: http://www.yesusjiwaku.com/kasih/yhwh-atau-allah-kristen-atau-tuhannya-pengikut-kristus-tidak-pernah-mengutus-nabi-untuk-membawa-agama-apapun-termasuk-kristen
Caleg Malaikat
Reply| 14 Jan 2014 15:44:52
Semoga ini ada hubungan dengan perayaan maulid nabi.
Klaim para ahli tafsir, syeikh, ulama-ulama kondang bahwa Kelahiran dan Kenabian Muhammad sudah diramalkan atau dinubuatkan oleh Musa berdasarkan kesaksian alkitab. Untuk argumen tentang itu boleh kalian search di google. Ayat dasarnya ada di kitab Ulangan.

Nah yang bikin aku kepo adalah bagian dari kitab itu yang menyebutkan bahwa nabi yang akan dibangkitkan Tuhan bagi orang Israel adalah SAMA SEPERTI MUSA. Apakah ada hal yang sama dengan Musa yang kita temui dalam diri Muhammad?

1. Musa lahir di tengah situasi orang Israel dijajah, diperbudak.
2. Pada waktu Musa balita, firaun memerintahkan untuk membunuh bayi-bayi di bawah 3 tahun.
3. Musa semasa kanak-kanak ada di Mesir.
4. Misi musa menyelamatkan umat Israel.
5. Misi musa mengantar umat Israel ke tanah perjanjian
6. Musa diberi berbagai macam mujizat dan disaksikan oleh semua orang bahkan firaun dan orang kafir.

Bandingkan dengan Muhammad.
1. Apakah Muhammad lahir waktu Israel diperbudak dan dijajah?
2. Apakah pada saat Muhammad balita ada peristiwa pembunuhan bayi-bayi secara masal, lebih khusus lagi yang dibunuh bayi-bayi Israel?
3. Apakah Muhammad berada di Mesir sewaktu kanak-kanak?
4. Apakah Muhammad diutus secara spesifik untuk Israel? Dia bahkan memerangi orang Israel. Jadi jangankan untuk menyelamatkan, yang ada menjarah mereka dan memenggal kepala mereka.
5. Apakah Muhammad punya misi mengantar umat Israel atau setidak-tidaknya manusia ke tanah perjanjian? Kala ada dimana tanah perjanjian itu?
6. Mujizat Muhammad selain quran apa? Sudah dibahas di postingan sebelah.

Jawabannya jelas yaitu tidak, tidak, tidak, tidak, tidak dan dengan terpaksa suara terakhir mengikuti suara terbanyak TIDAK.
Poin sebenarnya adalah melalui maulid nabi ini, jelas banget bahwa Muhammad jauh dari nabi yang dinubuatkan Musa. Ekornya aja nggak dapet.
Belum lagi kalau kita bicara cara Elohim berjumpa Musa dan auloh berjumpa Muhammad.

Yang herannya mayoritas muslim menyatakan bahwa alkitab yang berisi perjanjian lama dan baru dipalsukan, pada mereka ada injil asli tanpa bisa dibuktikan. Sementara para ahli tafsir, ulamah, syeikh dan pengajar-pengajar muhammadan yang lain bersandar pada ayat alkitab itu. Bagaimana bisa mereka seperti itu? Kalau bilang palsu, harus konsisten jangan setengah-setengah.
Caleg Malaikat
Reply| 14 Jan 2014 15:19:21
Wuahahahahahahahaha...
Ultramen saja cahayanya di dada, ini kok di bokong?
Si momad69Aisha
Reply| 14 Jan 2014 11:15:52
@ Caleg Malaikat

Ternyata anda sampai tergeli-geli sama yang namanya mamad suami Aisha, 9 th, dan para followernya.

Anda jangan salah bro, mujizat cahaya mamad itu, bukan dikuburannya yang jadi tanah yang bau itu, tapi ada di otak-otak para slimer yang mengambil lokasi dibokongnya.

Bagaimana menurut anda bro? Bukankah itu sebuah cahaya mamad? Di dunia ini belum ada orang kedua lho yang mampu punya mujizat seperti ini.
Caleg Malaikat
Reply| 14 Jan 2014 00:04:56
100% terbukti: Islam hanya benar karena muslim percaya benar.
100% iman buta (blind faith)

Yang paling bikin geli adalah Muhammad adalah cahaya auloh, harusnya waktu mati dia kembali menjadi cahaya, tapi kok ini jadi tanah. Masa ada cahaya jadi tanah? Auloh macam apa yang tidak konsisten dengan makhluk ciptaannya. Atau doski lupa pernah menciptakan Muhammad dari cahaya.

Klaimnya yang lain adalah Muhammad ada sebelum Adam. Mungkin yang dimaksudkan waktu itu adalah Adam orang arab kali bukan Adam manusia pertama.
islamquranhadist
Reply| 13 Jan 2014 21:30:36
Caleg Malaikat on January 13, 2014 at 3:26 am said:
Bentar lagiakan ada fatwa tentang larangan perayaan Maulid Nabi nih.
Bisa gak yah, berani gak para slimers ini?

M TipuM
on January 13, 2014 at 10:53 am said:
SEJARAH MAULID NABI & PUASA ISLAM, SEMUANYA ASPAL!

-----------------------------------------------

Kalau dibicarakan tentang UMUR AISAH KETIKA DISODOK oleh si cabul buta huruf SAW... wah, dalilnya macem macem.

Penjelasannya PUANJAG LEBAR.... sama panjang dan lebarnya dengan penjelasan bagaimana MARYAM SAUDARA HARUN!!!!!!

BUALAN BUALAN ALA ISLAM, karena memang islam didirikan di atas bualan!!!!

Kisah hidup si cabul, kisah kelaminnya yang kesana emari, kisah ujung tombaknya, kisah surga pelacura, kisa jalan jalan ke surga dan semua cerita BUALAN yang ditelan mentah mentah oleh SLIMERS.

Karena itulah SLIMERS TIDAK PERLU DISESATKAN OLEH SANG PENYESAT, PENIPU ULUNG, KHAIRUL MAKARIN si RAJA SETAN.

AL QURAN sudah di turunkan pada malam lailatul qadar, malam 1000 bulan!!!!
Si cabul sendiri ngga tahu entah kapan dan entah dimana peristiwa tersebut!!!!
Si Malaikat IBLIS pun tidak pernah memberitahunya!!!!

Kok bisa di GENJOT si ZAINAB katanya disaksikan oleh si RAJA SETAN dan MALAIKAT IBLIS!!!!!!
M TipuM
Reply| 13 Jan 2014 18:53:06
SEJARAH MAULID NABI & PUASA ISLAM, SEMUANYA ASPAL!

Maulid Nabi lahir dari iri-hati Islam terhadap Yahudi dan Nasrani.
Karena dasar pendalilan praktis tak didukung dalam Quran dan Hadist, maka Muslim pada bingung dan saling menuding.

Lebih jauh lagi, sama kisahnya dengan SEJARAH PUASA ISLAM, yang dimulai dengan Muhammad yang memplagiat Puasa Asyura Yahudi ( lihat HR. Bukhari, & Muslim tentang puasa). Muhammad sejak 50 tahun (ya, sedikitnya 50 tahun) di Mekah, tidak tahu bagaimana caranya yang tepat untuk berpuasa.

Maka ketika ia hijrah ke Medinah, lalu melihat orang-orang Yahudi disana berpuasa, yang disebut sebagai Puasa Asyura (YOM KIPUR) DARI MUSA, maka ia pun berkata:
"AKU LEBIH BERHAK KEPADA MUSA KETIMBANG MEREKA-MEREKA (ORANG YAHUDI)". Maka sejak hari itu diberlakukanlah puasa Asyura!!
Sedangkan puasa Ramadhan dihasilkan dari PROTES sahabat-sahabat Nabi yang merasa tidak nyaman menirukan puasa Yahudi.

Muhammad cerdik (licik) sehingga tahun berikutnya ia bisa mengalihkan puasa ini menjadi Wajib Puasa Ramadhan, atas nama Allah dengan ayatNya!

JADI HATI-HATILAH TEMAN-TEMAN MUSLIM. RISET-LAH YANG KRITIS SEPAK TERJANG NABI YANG TIDAK PERNAH DIANGKAT OLEH ALLAH INI!.
Caleg Malaikat
Reply| 13 Jan 2014 11:26:52
Bentar lagiakan ada fatwa tentang larangan perayaan Maulid Nabi nih.
Bisa gak yah, berani gak para slimers ini?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top