Apa Kata Al-Qur'an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya? Dan Apa Faktanya?

Taurat

Kata Taurat berasal dari bahasa Arab untuk Torah (bahasa Ibrani), biasanya dimengerti sebagai hukum Musa (Hazrat Musa). Al-Qur'an memberikan pernyataan yang cukup banyak mengenai Taurat dibandingkan dengan Alkitab (Bible):

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Dan kami telah menetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. (Surah-Al Maa-idah 5:44, 45a)

Dari kutipan ini dapat dilihat bahwa Al-Qur'an sangatlah menghargai Taurat (sebagai petunjuk dan terang), dan yang telah diwahyukan dari Allah. Lihat betapa kutipan tersebut telah diambil dari Taurat yang berasal dari Keluaran 21:23-25.

"...mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak." (Keluaran 21:23-25)

Akan tetapi didalam Al-Qur'an terkadang terdapat kata Taurat yang tak hanya merujuk pada Hazrat Musa, tapi keseluruhan Alkitab Ibrani, terutama untuk ayat-ayat yang menyebutkan Taurat dan Injil secara bersamaan.

Dia menurunkan Al-Kitab kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Surah-Ali 'Imran 3:3)

Hai Ahli Kitab mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (Surah-Ali 'Imran 3:65)

Perhatikan bahwa kata "Al-Kitab" dalam ayat (3:3) diatas merujuk pada ketiga Umat, yaitu Yahudi, Kristen dan Muslim. Dengan kitab mereka berturut-turut adalah Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tetapi ayat kedua (3:65) hanya menyebutkan dua umat tetapi tersangkut pula kepada Muslim. Pemahaman istilah “Taurat” yang secara kacau mencampur adukkan ke-3 umat ini berasal dari Hadits Nabi:

Abu Harairah berkata : Sewaktu Rasullullah hendak tidur, biasanya ia berdoa: Ya, Allah yang mempunyai Surga, Bumi dan segenap isinya, Allah yang menumbuhkan benih dari biji-bijian, Allah yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur'an, aku berlindung kepada Mu dari semua yang jahat yang Engkau kuasai (Sunan Abu Dawud, vol 3 page 1403)

Dimanakah Zabur sehingga tidak tersebut lagi? Tentu saja, Rasullullah mengetahui bahwa kitab Zabur juga telah diturunkan, tapi kemungkinan besar beliau berpikir bahwa Zabur termasuk dalam Taurat yang nama-nama adalah Kitab Suci orang Yahudi. Tradisi lainnya yang jelas mengutib dari Taurat tentang nubuatan terhadap sosok Nabi:

Ka'b, berkata dengan mengutib Taurat, kami menemukan tulisan: Muhammad Utusan Allah, hambaku yang terpilih, ia tidak keras ataupun kasar, atau berteriak secara keras di jalan-jalan, dan tak juga membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi penuh maaf dan pengampunan. Tempat kelahirannya adalah Mekah, rumahnya adalah di Taiba, kerajaannya di Siria, dan rakyatnya akan taat memuji dan menyembah Allah dalam kemakmurannya, yang memuji Allah di tempat yang terang, yang mengabarkan kebesaran-Nya di setiap tempat yang berkembang, yang melihat matahari, dan berdoa setiap waktunya tiba, yang akan mengalungkan kain sembahyang, yang melakukan wudhu terhadap kesalahannya, yang memanggil nama Allah dengan tidak malu, yang bertarung seperti halnya tak ada yang bersembahyang, yang merendahkan suara mereka di waktu malam seperti suara ebah." (Miskhat Al-Masabih, Vol 2 hal. 1237)

Kata-kata yang diberi huruf tebal merupakan bagian yang menarik karena bersesuaian dengan Yesaya 42 :1-4 :

Lihat inilah hamba-Ku yang Ku-pegang, orang pilihan-Ku yang kepadanya aku berkenan. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar, dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi segala pulau mengharapkan pengajarannya.

Sisa dari kutipan Hadis diklaim berasal dari Taurat pula. Tradisi ini mengacu pada kitab Yesaya yang dianggapnya merupakan bagian dari kitab Taurat, hal mana membuktikan bahwa kitab Taurat oleh Muhammad sesekali dipahami sebagai keseluruhan kitab umat Yahudi yang tak lain merupakan Injil Perjanjian Lama. [Ini tentu kesalahan fatal!].

Zabur

Kata Zabur berasal dari bahasa Arab yang dapat disamakan dengan Zimra dalam bahasa Ibrani, dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai psalm dalam Mazmur 81:2 dan 98:5. Kata ini diartikan sebagai lagu ataupun musik, sama seperti dalam Keluaran 15:2,"Tuhan adalah kekuatanku dan pujianku." Kata ini juga dapat disetarakan kata Zamir (lagu) dan mizmor (mazmur/psalm) yang merupakan turunan dari kata "Zamar" yang berarti "menyanyi, menyanyikan lagu pujian dan membuat lagu." (Thelogical Wordbook of the Old Testament).

Dalam Al-Qur'an, kitab Zabur disebut hanya sebanyak tiga kali:

"...Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (Surah-An Nisaa' 4:163)

"Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud." (Surah-Al Israa' 17:55)

"Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh." (Surah-Al Anbiyaa' 21:105)

Dari ayat terakhir sangatlah menarik karena merupakan kutipan daripada Mazmur 37:29,"Orang-orang benar akan mewarisi bumi selama-lamanya." Banyak ahli-ahli Islam berpikir bahwa ayat ini juga merujuk pada Injil Keluaran 32:13,"... Itu merupakan bagian mereka selama-lamanya."

Pendeta, CG Pfander berkata secara lebih jauh lagi bahwa referensi Al-Qur'an yang merujuk pada kitab Mazmur, pada dasarnya lebih merujuk pada bagian ketiga dari Kitab-kitab Ibrani yang dikenal juga sebagai bagian Ketubim: "Hal ini dimulai pada Mazmur, juga menjadi gaya penulisan dalam Injil (Lukas 24:44) dan Al-Qur'an." (The Balance of Truth hal. 51).

[NOTE. Perhatikan bahwa ada semacam urutan kronologi yang Allah TULIS SENDIRI dalam Kitab-kitabNya: “telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh”. Padahal Lauh Mahfuzh adalah tempat dimana Allah menempatkan semua Firmannya (yang qadim dari kekal kekekal)  tanpa ada batasan waktu apapun! Ini kembali  menambah kekacauan Islamik tentang KITABNYA].

Injil

Injil merupakan kata dari bahasa Arab yang setara dengan kata Yunani "euaggelion,"evangel atau "gospel" dalam bahasa Inggris. Kata ini muncul 12 kali dalam Al-Qur'an

"Kemudian Kami iringkan dibelakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kami berikan kepada orang-orang yang beriman diantara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang yang fasik." (Surah-Al Hadiid 57:27)

Referensi diatas sangatlah menarik untuk beberapa alasan berikut ini.

Pertama, menyatakan bahwa Hazata Isa adalah Injil yang diberikan Allah, yang diyakini saudara-saudara Muslim benar-benar dikatakan dan ditulis oleh Nabi Isa sendiri. [Tapi kapan, dimana, dan bagaimana ditulisnya? Muhammad tak berani menyentuhnya].

Kedua, Allah telah menjadikan dan memerintahkan umat Kristen untuk penuh belas kasihan dan pengampunan. Hal ini menjadi topik utama dari semua Surah dalam Al-Qur'an dan menjadi rumusan untuk ucapan berkat dan semua pekerjaan yang baik "Bismiilah hir Rahman nir Rohim" Atas nama Allah yang penyayang, yang penuh anugrah dan pengampunan." Kelihatannya dikatakan bahwa untuk menjadi seorang Kristen dituntut untuk mempunyai karakter Allah! Hal ini merupakan kesaksian yang diberikan Al-Qur'an kepada para pengikut Hazrat Isa!

Ketiga, ayat ini merupakan salah satu ayat dari 12 ayat lainnya yang secara spesifik menyebutkan tentang Injil dalam Al-Qur'an, dan tidak menyebutkan tentang Taurat (hukum). Injil selalu disebutkan secara berpasangan dengan Taurat (lihat ayat 3:3, 48, 65; 9:111; 5:49, 50, 69, 71, 113):

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya..." (Surah-Al-Fat-h 48:29)

Ayat di atas menunjukkan bahwa para Sahabat Nabi akan mendapat kekuatan dan belas kasihan. Kuat dan keras melawan para musuh Allah. Dikatakan bahwa cara doa mereka yang penuh kerendahan hati sesuai dengan Taurat (bandingkan dengan Bilangan 16:22 "Musa dan Harun sujud menyembah). Dan dikatakan bahwa kekuatan dan kemenangan umat Muslim seperti yang dinubuatkan dalam Injil yang berasal dari perumpamaan Nabi Isa:

Seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh dengan isinya ke dalam bulir itu.-memang biji ini yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya. (Markus 4:26-28, 31b-32)

Kelompok Muslim mulai tumbuh kecil tetapi kemudian berkembang dengan pesat menjadi suatu kekuatan dunia. Tapi bagaimanapun juga, hal utama yang harus dilihat adalah hal ini merupakan salah satu referensi dari 10 yang ada dalam Al-Qur'an yang memuat Taurat dan Injil bersama, dengan menyatukan keseluruhan kitab Yahudi dan Kristen maka diringkas menjadi "Hukum dan Injil." Satu contoh lagi:

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada disisi mereka..." (Surah-Al A'raaf 7:157)

Merupakan suatu ayat yang menarik, yang menyatakan bahwa kedatangan Rasullullah yang ummi seolah telah dinubuatkan oleh Kitab umat Yahudi (Taurat) dan umat Kristen (Injil). [ Faktanya tak ada dijumpai di Kitab-kitab sebelumnya. Apalagi dikaitkan dengan “tanda” UMMI (buta huruf) yang memang bukan tanda ilahiah samasekali sebab tanda tsb praktis dipunyai oleh setiap keluarga Yahudi dan Nasrani manapun dimasa itu]. Dari Taurat umat Muslim merujuk pada Ulangan 18:15, yang mengindikasikan sebagai Hazrat Muhammad:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengar (Ulangan 18:15)

Hal ini menjelaskan bahwa hanya Hazrat Muhammad-lah yang dapat memenuhi nubuatan tersebut sesuai dengan kata, "diantara saudaramu" yang dapat diplintir dan diartikan, "dari antara saudara-saudaramu juga hai orang Yahudi, misalnya Kaum Ismail." Mereka melihat bahwa Nabi bukanlah orang Yahudi. Sebegitu jauh dianggap bahwa Hazrat Muhammad seolah telah dinubuatkan atau diramalkan dari Injil, ini sangatlah menolong jika kita melihat dari apa yang dikatakan Al-Qur'an:

"Dan ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" (Surah-Ash Shaff 61:6)

Lihat, ayat ini sama sekali tidak menyebutkan kata Injil, tapi seolah telah memberikan ide bahwa kabar akan datangnya Hazrat Muhammad berasal dari Injil. Ayat ini juga mendukung akan "Hukum (Taurat) dan Injil" yang biasanya selalu dijejer berpasangan di dalam Al-Qur'an.

Para ahli Muslim melihat versi ayat-ayat dalam Kitab Injil Yohanes untuk mendukung pernyataan Al-Qur'an"

"Ahmad" atau "Muhammad" yang berarti dimuliakan, diterjemahkan dalam bahasa Yunani dengan kata Periclytos. Kata ini digunakan dalam Injil Yohanes (Yahya) 14:16,15:26, kata "Penghibur"(bahasa Inggris=Comforter) merupakan kata yang setara dengan kata Yunani untuk Paracletos yang berarti penasehat.

Akan tetapi para ahli kami dan para Doktor dalam keilmuannya menganggap bahwa telah terjadi penyimpangan Islamik dalam penerjemahan Periclytos yang menjadi Paracletos, bahkan dalam terjemahan yang asli sampai dikatakan bahwa Nabi Isa (Yesus) telah menubuatkan akan Nabi Muhammad dengan menyebutkan namanya. Bahkan jika kita membaca, kata ini akan mengacu pada Nabi kita yang berarti " Penghibur untuk semua makhluk" (21:107) dan :"kemurahan bagi yang percaya"(9:28) (Ali Ibid., halaman 1540, catatan kaki)

Nabi Muhammad sering membicarakan tentang orang Kristen dalam Al-Qur'an, seperti:

"Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (Surah-Al Maa idah 5:47)

Pemimpin Kristen Michael Ali Nazir dlm salah satu penelitiannya mengomentari hal ini:

"Fokus utama bukanlah pemikiran Muhammad tentang Injil, tetapi apa yang menjadi fakta yang ada pada jamannya. Dalam ayat di atas dikatakan bahwa umat Kristen pada jamannya melihat Injil sebagai panduan. Sekarang jika orang Kristen pada masa itu hanya menanggapi Injil sebagai slogan dan mereka harus tetap melihat Injil mereka, apa yang mereka cari? Jawabannya adalah sangat jelas: Mereka melihat ke dalam Perjanjian Baru (yang juga kita kenal)..." (Nazer-Ali, Islam: A Christian Perspective, hal. 14)

Taurat, Zabur dan Injil

Aneh, bahwa tidak ditemukan sama sekali di dalam Al-Qur'an ketiga kitab ini disebutkan secara bersamaan. Ketiga kitab ini tak disebutkan dalam surat yang sama. Untuk menemukan ketiganya bersama anda harus mencarinya di Hadits:

Abu Huraira menceritakan bahwa ketika Rasulullah ditanya oleh Ubay bin Ka'b bagaimana Rasullullah dapat melaksanakan doa dan Umm Al-Quran (Surat pertama Al-Quran), Rasulullah menjawab," Kepada Ialah yang memegang jiwaku, yang telah menurunkan Taurat, Injil, Zabur atau Al-Quran, dan ada tujuh ayat yang telah diulang dari Al-Quran yang telah diturunkan melaluiku." (Mishkat Al-Masabih, halaman 454)

Dari Hadis Nabi kita dapat melihat bahwa secara tradisi Umat Muslim mengenal akan empat kitab suci. Al-Qur'an hanya menyebutkan keempat kitab ini saja yang diturunkan dan tak ada kitab lainnya yang spesifik [tapi Al-Qur'an menyebutkan beberapa Kitab umum lainnya seperti “Kitab Ibrahim” (QS.87:19) dan “Kitab Maryam” (Book Maryam, lihat kata2 asli Arab QS.19:16) yang mana kedua Kitab ini tidak pernah exist bagi dunia!]. Demikian juga beberapa nama nabi yang tidak pernah ditulis dalam Kitab Musa (Pentateukh), Mazmur/Zabur dan Injil.

Nabi-Nabi lainnya

Nabi-nabi dalam Alkitab yang tidak disebutkan dalam ketiga kitab tersebut dan disebutkan dalam Al-Qur'an adalah Ayub (4:163), Elia (6:86), Elisa (6:87), Sulaiman (Solomo) (2:102), Yunus (4:163), Yehezkiel (tapi kemungkinan besar adalah Yesaya) (21:85) dan Ezra (9:30). Sebagai tambahan ada juga karakter dalam Alkitab yang bukan Nabi yang juga disebutkan yaitu Goliat (2:51), Korah (26:76), Raja Saul (Jaloud) (2:247) dan Ratu Sheba (27:22). Semua ayat lainnya hanya merujuk pada Taurat, Zabur dan Injil, dan semua ayat lainnya yang dipercaya diturunkan melalui Hazrat Musa, Daud dan Isa. Pada kenyataannya, ada pendapat bahwa semua isi Alkitab hanya mengacu ke ketiga kitab ini. Pendapat ini semakin kuat jika kita membaca ayat seperti ini:

"Katakan (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya" (Surah-Al Baqarah 2:136)

Ayat di atas membuka kemungkinan ke kitab-kitab dalam Alkitab yang tak termasuk dalam Taurat dan Injil. Lebih jauh lagi bagaimana hubungan Zabur dengan Al-Qur'an? Ada ayat-ayat yang mendukungnya juga yaitu:

"Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati." (Surah-Al Maa idah 5:69)

Katakanlah: "Hai, Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". (Surah-Al Maa idah 5:68)

Beberapa ahli Muslim mengacukan ayat ini kepada Al-Qur'an, sekalipun tak ada kata “Al-Quran” disitu. Ini ditentang oleh pendapat lain yang melihat hal ini kurang relevan dan dogmatis. Kemungkinan besar Zabur dan kitab-kitab nabi lainlah yang termasuk dalam ayat ini. Ayat-ayat yang lain yang membicarakan hal ini secara luas adalah 5 :113 dan 3:48. Pada dasarnya kedua ayat ini membicarakan topik yang sama yaitu, bagaimana Allah mengajarkan tentang Hazrat Isa. Surah 3:48:

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (Surah-Ali 'Imran 3:48)

Taurat dan Injil yang dimaksud adalah jelas, tapi apa yang dimaksud dengan "Al kitab" disini ? Maulana Abdul Madjid Daryabadi melihatnya secara umum dengan mengatakan bahwa hal ini merujuk pada" semua kitab yang diwahyukan." (Tafsir Al-Quran, vol 1, hal. 227). Kata "Kitab" dalam bahasa Arab adalah Alkitab, kata yang umum digunakan untuk kitab suci termasuk Al-Quran. Namun karena kata ini terlalu umum, barangkali kita dapat mengatakan Al kitab termasuk tulisan seperti Elia (Hazrat Ilyas), Elisa (Al-Yassa), Yehezkiel (Zulkifli atau Hizkil), Yunus dan sebagainya, Bagaimanapun juga hal ini akan merujuk bahwa pengertian Taurat sebenarnya adalah mengacu pada Kitab Yahudi, termasuk Taurat, Mazmur dan kitab para Nabi.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab, kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa. (Surah-Al Jaatsiyah 45:16)

Abdullah Yusuf Ali mengomentari ayat ini sebagai berikut:

Israel mempeoleh pewahyuan dari Musa, dan kekuatan yang adil melalui kerajaan Daud dan Sulaiman, dan beberapa peringatan nabi, seperti Yesaya dan Yeremia (Ali, Ibid, hal. 1358)

Ia melihat bahwa perkataan Nabi Yesaya dan Yeremia merupakan nubuatan dari Tuhan. Hal ini merupakan hal yang luar biasa karena kedua nabi ini tak pernah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis.

Hadis menunjukkan bahwa Hazrat Muhammad merupakan pewahyuan dari Tuhan, yang mirip seperti yang dapat dipetik dari penulisan Rasul Paulus:

Abu Huraira mengatakan bahwa setelah Rasulullah menyatakan bahwa Ia mendapat wahyu dari Allah Yang Maha Tinggi " Aku telah mempersiapkan pelayanku, yang belum pernah dilihat, belum pernah didengar, dan yang belum pernah dipikirkan oleh manusia," Ia menambahkan '" Tak ada yang mengetahui bahwa sang Penghibur telah datang kepada mereka." (Bukhari dan Muslim)

Kutipan diatas mendekati apa yang telah ditulis oleh Paulus dalam 1 Korintus 2:9:

Tetapi seperti ada tertulis : "Apa yang tak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Kor. 2:9)

Kutipan dari Hadis tadi mendekati pada perkataan Paulus. Ada perkataan bahwa Allah yang Maha Tinggi lah yang mengatakannya! Maka tentulah Nabi Muhammad mempunyai pemikiran bahwa surat Korintus merupakan bagian dari firman Tuhan dan merupakan bagian dari Injil. Sekalipun banyak bagian dari Hadis Nabi tidak dipercaya, tapi bagian ini sangatlah dipercaya. Ayat ini mendapat perhatian besar dan dapat ditemukan juga di Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim. [ Jadi masihkah Muslim dapat berkata sesuatu yang tidak dikatakan oleh Al-Quran, bahwa Paulus adalah Penginjil sesat?]

Kesimpulan

Dalam Al-Qur'an, kitab Taurat dapat mengacu kepada Hukum Musa, namun bisa pula dimaksudkan seluruh Kitab dari Perjanjian Lama. Zabur merupakan Mazmur Daud, tapi kemungkinan sama dengan Kethubim, bagian ketiga dari kitab Ibrani. Al-Quran tidak menentang sama sekali interpretasi ini. Injil merupakan pewahyuan yang diberikan lepada umat Kristen. Al-Qur'an memberikan kesaksian tentang ketiga kitab terdahulu, dan juga dari para nabi yang memperoleh pewahyuan dari Allah. Hadis menolong untuk mendefinisikan kitab terdahulu hanya ada tiga kitab spesifik dan juga menunjukkan, adanya para nabi yang tak dikenal yang telah berperan dalam kitab tersebut (seperti Paulus).

 

Diterjemahkan oleh RT. Di edit oleh Darwin M. Copyright © 2001 Al-Kitab Scripture Research Institute.

FAKTA & CARA MENGUJI FAKTA KITAB-KITAB TUHAN

Al-Quran mengklaim bahwa dirinya adalah wahyu dari Allah yang sama dan merupakan keterusan dari pewahyuan kepada segala nabi-nabi terdahulu sejak Adam, Nuh, dan Ibrahim. NAH, Pemberitaan tertulis dari pelbagai nabi-nabi Tuhan disepanjang zaman memungkinkan kita men-diteksi apakah Alkitab dan Al-Quran termasuk kitab yang dikorup atau tidak.

Karena datangnya dari satu Tuhan yang sama, maka kitab-kitab tsb haruslah memperlihatkan satu kesinambungan konsepsi dalam satuan kebenaran Tuhan, khususnya tentang sosok ilahi dan utusanNya. Adakah itu? Mari kita perlihatkan dalam dua table dibawah ini.

wahyuilahiah1

wahyuilahiah2


36 comments Add a Comment
Caleg Malaikat
Reply| 03 Mar 2014 19:39:15
Hakullah, kamu orang kota atau orang kampung sih? Perhatikan yah baik-baik, mengkritik dan mengkritisi itu adalah dua hal berbeda. Aku banyak kali mengkritisi ayat-ayat alkitab dengan cara begitu aku bisa memahami, mendalami dan mengerti lebih banyak lagi apa yang aku percayai. Ada banyak isu yang bisa dikritisi dari alkitab. Alkitab memiliki PL dan PB, sebenarnya kalau dipikir-pikir Kabar Baik saja, sudah cukup buat orang Kristen mengapa harus ada Taurat, Mazmur dan kitab para nabi lagi? Perlu analisa yang kritis supaya tidak salah mengerti. Kedua, pengertian tritunggal, adakah pribadi tritunggal eksis dalam PL dan PB, itu pun harus ada analisa kritis. Dan banyak lagi, mengkritisi itu adalah menganalisa dengan kritis. Kalau dengan alkitab boleh, kenapa quran gak boleh. Lagipula dengan mempertanyakan isi kitab suci, kita benar-benar belajar.

Contoh yang paling sederhana adalah, kenapa dalam kitab-kitab sebelumnya Tuhan memperkenalkan diri sebagai YHWH, dan kepada Muhammad namanya jadi Allah swt? Bukankah ini hal yang mencurigakan? Kamu jawab ini hakullah kenapa. Kami punya injil, taurat dan zabur sebagai bukti nama Tuhan adalah YHWH. Kenapa namanya dalam Islam Allah swt?
hakkullah
Reply| 03 Mar 2014 18:05:59
@Caleg
teman saya itu benar..tidak salah...kalau anda mengkritis alquran, mana buktinya?..gak ada,kan?...kai gak percaya ame tuhannya sendiri...
mas, nanti di akhirat, akan dipanggil tuhan kamu yang dulu kamu sembah (kalau di dunia ini anda belum bertobat)..lalu diperintahkan memanggil tuhan kamu untuk menyelamatkan azab Allah swt..


sejak diturunkan alquran, dari dulu sudah dikritik..apakah anda gak membaca alquran tentang mengenai kritikan mereka?..kritikan alquran, di dalam bahasa alquran "mendustakan ayat-ayat Allah swt"...
kalau saya ikut-ikutan mengkritik alquran, sama saya saya mendustakan ayat-ayat Allah swt...

kalau anda berani mengkritik alkitab, itu sama saja anda mendustakan alkitab..

saya termasuk mendustakan alkitab yang sekarang ini, makanya: saya mengkritik alkitab sesuai dengan berita dari alquran dan hadits..


maka di akhirat nanti, Allah swt mengazabnya karena kedustaan mereka ketika hidup di dunia artinya: hati yang sudah mati, akan hidup kembali ketika melihat azab Allah swt...

wajar, kalau teman saya mendakwahi seperti itu...

kalau anda mau mengkritik alquran, silahkan...itu sudah sunnatullah dari sejak dulu (sejak diutusnya rasulullah saw)..

waallahu a'lam..terima kasih
Kaoru
Reply| 11 Feb 2014 00:53:51
@ islamalquranhadis and Caleg:
Puji Tuhan kalau itu bukan dari hati melainkan hanya suatu mata pedang untuk menyadarkan. pemaparan yang disajikan islamalquranhadis sangat bagus, terimakasih membuat pengetahuan saya juga bertambah. saya pribadi takjub dengan Anda.

Semoga komen-komen saya dapat membantu menjelaskan dan tidak malah mengganggu, saya bukan orang yang hapal Alkitab, letak-letak ayat dan sebagainya saya tidak hapal, saya hanya melakukan hal sederhana, yakni berdoa sebelum ikut memasuki diskusi ini maupun diskusi lain, dan saya sendiri takjub akan ayat-ayat yang saya temukan dikala muncul sanggahan/tuduhan.

Tuhan memberkati~
Caleg Malaikat
Reply| 10 Feb 2014 23:45:09
Hanya, kamu galau yah kalau Islam dikritisi? Jangan dong, santai aja. Sebaliknya bacalah baik-baik setiap artikel, kemudian telaah kebenarannya. Sama seperti kita, jangan sekilas baca terus langsung klaim ah ini sesat, tanpa pembuktian. Mengambil ayat sepotong-potong dalam quran bukannya hal biasa, quran kan memang terdiri dari riwayat yang ceritanya melompat sana sini tanpa pola yang jelas. Jadi bisa dong diambil seperti itu.

Tentang surat An Nisa, kristen juga mengkafirkan orang yang memiliki Tuhan tiga. Kristen percaya Tuhan itu satu, tunggal. Kristen tuh monotheis bukan tritheis seperti tuduhan Islam. Tritunggal dan tritheis itu dua hal yang berbeda. Ketunggalan Allah dalam kristen berdasarkan pada hakikatnya. Kata-kata Ibrani yang digunakan juga mengandung arti plural tapi selalu dipasangkan dengan kata kerja tunggal. Itu artinya sesari dulu Allah dalam kristen dan Yahudi dipercaya tunggal dalam hakikatnya. Mau contoh yang ilmiah tentang tritunggal? tahu atom kan? Atom adalah bagian terkecil dari satu benda yang tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. Tapi dalam satu atom terdiri atas 1 neuton, 1 elektron dan 1 proton. Apakah karena ada 3 nama berbeda itu, atomnya jadi 3, tidak kan? Elektron bukan proton dan tidak sama dengan netron dan sebalik-baliknya. Demikianlah kristen dapat dengan bertanggungjawab menjelaskan keesaan dalam trinitas. Sederhana.

Berulang kali dalam komentar ini dijelaskan tentang arti Anak Allah, tapi tiap ada orang baru selalu hal yang itu yang diulang. Kamu baru lulus dari pesantren mana?


Hanya, artikel ini sedang membahas tentang Apa Kata Al-Qur’an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya? Dan Apa Faktanya?
Kamu berkomentar dengan surat an nisa. Gak nyambung kali.
hanya
Reply| 10 Feb 2014 20:38:39
Hai Admin. Saya meminta kamu untuk menutup blog ini karena isi dari blog ini menurut saya adalah semua fitnah. mengapa? Jangan membuat orang kristiani menjadi salah paham terhadap Islam. Yang engkau tulis dari ayat Al-Quran hanya ayat sepotong-potong. Itu berdosa!! bacalah Firman Allah berikut ini.
surah An-nisa 171. " Hai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan jangan lah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak; segala yang dilangit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara."
Caleg Malaikat
Reply| 09 Feb 2014 13:44:55
@admin: OOT yah, min... discussion among brothers, loh min. Hihihihi
@ Kaoru:
kamu gak perlu kuatir dengan paman islamquranhadist. Itu hanya gaya tulisnya saja kok. Hatinya kalem sekalem air dalam sungai. Bahasannya dalem, sedalem laut. Penuh bukti, terperinci dan bosa dipertanggungjawabkan. Aku yakin, banyak slimers disini sudah kelabakan dengan pemaparan beliau. Mereka hanya gengsi saja mengakui bahwa "he has the points". Gaya tulisannya sesungguhnya bagian dari gaya bahasa berikut ini.

1.Antonomasia
Antonomasia adalah penyebutan terhadap seseorang berdasarkan ciri khusus yang dimilikinya.
Contoh:
Sssssttt, lihat! Si cerewet datang. Kalian tidak perlu bertanya.
Macam-macam! Biar si gendut saja nanti yang menghadapinya.
Kemarin saya lihat si Kacamata hitam keluar bersama-sama dengan si Kribo. Benar tidak?

Contoh dari para netters:
- wah, komentar Si Sotoy benar2 tidak masuk akal (sotoy tuh anwar musa)
- sanggahan Si Tukang Ngelantur selalu OOT (tukang ngelantur itu hakkulah)
- de el el, kalian bisa nambah sendiri.

2. Oksimoron
Oksimoron adalah pengungkapan yang mengandung pendirian/pendapat terhadap sesuatu yang mengandung hal-hal yang bertentangan.
3. Paradoks
Paradoks adalah pengungkapan terhadap suatu kenyataan yang seolah-olah bertentangan, tetapi mengandung kebenaran.
4. Kontradiksio
Kontradiksio adalah pengungkapan yang memperlihatkan pertentangan dengan yang sudah dikatakan lebih dulu sebagai pengecualian.

Jika suatu pendapat memiliki dasar, bukti dan bisa dipertanggungjawabkan, maka penggunaan gaya bahasa bukanlah dosa. nabi2 dalam alkitab banyak menggunakan gaya bahasa macam begini. masakan kita gak bisa?
So you need to worry nothing from him.

thank you min...
islamquranhadist
Reply| 09 Feb 2014 13:29:55
Kaoru
on February 8, 2014 at 5:38 pm said:
@ islamquranhadist : sabar bro….
---------------------------------------------

Saya orangnya penyabar kok... hahahhahahah.... maklumlah dah tua.

You : ingat iblis itu bisa membuat manusia tersesat dan jatuh dalam dosa dengan cara apapun, termasuk dengan cara berbicara melalui orang-orang untuk menghujat Yesus sehingga mendorong kita untuk berpanas hati.

Justru jangan kasih kesempatan iblis untuk bermain wacana karena dia lihai, bahkan bisa menyamar seperti malaikat terang.

You : termasuk dengan cara berbicara melalui orang-orang untuk menghujat Yesus sehingga mendorong kita untuk berpanas hati.

Saya tidak pernah berpanas hati sekeras apapun orang menghujat Yesus, karena Yesus tidak membutuhkan pertolonganku. Wong aku percaya 100% kalau Yesus berkuasa.

Nanti kamu malah justru terjebak dengan model slimers disini, ngga bisa membedakan hubungan sebab akibat.

Silahkan anda baca Mat 10 : 34 -36

GBU
Caleg Malaikat
Reply| 09 Feb 2014 13:23:25
Bro, FYI kita sedang mengkritisi Islam, quran dan haditz. Jika ayat alkitab tidak begitu penting dan kelihatan agak oot, mendingan tidak dimasukkan. Sekali lagi fokus kita ke alquran, haditz dan Islam bersama ajaran nabi mereka.

Gunakan kacamata Islam untuk melihat Islam dengan jelas, jangan dulu gunakan kacamata kristen. As for me, ada waktu-waktu dimana kita harus menggunakan ayat-ayae alkitab dan kacamata kristen dalam bersoaljawab dengan slimers. Waktu-waktu itu biasanya saat mereka OOT, memelintir ayat kitab suci seenak congor mereka, menggunakan ayat-ayat kitab suci untuk klaim-klaim sepihak mereka. Selain daripada itu ada baiknya tidak lari dari topik yang sedang dibahas.
Thank you, brother. Salam dari Tuhan untuk kamu. Wa aleikhem syaloom
Kaoru
Reply| 09 Feb 2014 01:38:28
@ islamquranhadist : sabar bro....
ingat iblis itu bisa membuat manusia tersesat dan jatuh dalam dosa dengan cara apapun, termasuk dengan cara berbicara melalui orang-orang untuk menghujat Yesus sehingga mendorong kita untuk berpanas hati.

Saya berdoa semoga hati saudara selalu terjaga dari dosa, Tuhan Yesus berpesan pada kita agar kita tidak hanya mengakui Dia melainkan juga menuruti perintah-perintah Nya.

Mat 5 : 21 - 22

Tuhan memberkati~
Kaoru
Reply| 09 Feb 2014 01:24:40
@ mualaf :

kalau kata-kata Anda seluruhnya di atas kata Al Qur an dibalik menjadi kata Alkitab gimana hayooo???? ;)

Alkitab itu pernah direvisi, direvisi oleh Muhammad, dihilangkan bagian-bagian yang tidak mendukung kenabiannya. sekian dan terimakasih.

Tuhan memberkati~
Kaoru
Reply| 09 Feb 2014 01:20:14
2 Ptr 2 : 1 - 3

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka ( menyangkal Yesus) dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka sendiri. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu (beristri lebih dari 1, menguasai negara, dsb) , dan karena mereka jalan kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu ( Muhammad mau bebas dari kemiskinannya ) dengan cerita-cerita isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Saya berdoa, semoga yang baca ayat ini dijamah oleh Roh Kudus sehingga menjadi paham.

Tuhan memberkati~
Kaoru
Reply| 09 Feb 2014 01:07:38
@ hakullah : komen Anda panjang sekali, saya akan reply sebagian saja.

8. TERBUKTI, BAHWA ORANG-ORANG KAFIR AKAN BERBONDONG-BONDONG MASUK ISLAM.
TERBUKTI jika jalan kehidupan itu sedikit orang yang melaluinya, banyak orang memilih jalan yang lebar yang menuju pada kebinasaan.

10. KA’BAH TETAP AKAN DIJAGA OLEH PARA MALAIKAT DAN TIDAK AKAN BISA DIMUSNAHKAN OLEH SIAPAPUN KECUALI SEORANG MUSLIM LAKI-LAKI YANG BAKAL MENGHANCURKAN KA’BAH, KARENA PADA SAAT ITU TIDAK ADA SATUPUN YANG BERIBADAH KEPADA-NYA (INI SETELAH TERJADI
Tentu saja Kabah akan hancur ketika Yesus datang untuk ke-2 kalinya, karena itu sudah tertulis di kitab Wahyu tentang kiamat. Dan saat itulah semua orang yang tidak mengakui Dia akan dicampakkan ke dalam lautan api bersama-sama dengan Iblis.

4. PERANG BADAR DAPAT DIMENANGKAN OLEH RASULULLAH SAW DALAM JUMLAH YANG SANGAT SEDIKIT. DAN TERBUKTI DI DALAM KITAB HINDU. BAHWA CIRI-CIRI KEDATANGAN SEORANG NABI TERAKHIR, DIANTARANYA ADALAH DIJAGA OLEH PARA MALAIKAT >>> malaikat apa bantuan jin?

Tuhan memberkati~
islamquranhadist
Reply| 08 Feb 2014 01:49:24
NASKAH QURAN KUNO SANA’A DAN RUNTUHNYA KLAIM KEILAHIAN QURAN
http://abdulmuiz2009.blogspot.com/2011_07_01_archive.html

" Penghormatan yang tulus terhadap iman para pengikut agama tidak berarti kita mengijinkan segala penyelidikan dari sejarahwan harus diblokir, dihentikan atau dibelokkan ... Kita harus membela hak-hak dasar metodologi sejarah". Maxime Rodhinson, 1981; hal 57



Sumber Foto: Wikipedia, 2009. Foto dari Gerd R Puin, salah satu perkamen Sana’a yang menunjukkan revisi, penghapusan dan penimpahan berlapis untuk Al-Qur'an yang mengakibatkan perbedaan pembacaan yang signifikan dalam arti dan makna.

Muslim sering mengatakan bahwa baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru telah mengalami perubahan yang serius. Mereka mengatakan bahwa agar Kitab Suci tetap otoritatif, kitab itu harus dipertahankan tanpa perubahan sama sekali, dan menunjukan bahwa Al Qur'an, dengan klaim bahwa Allah telah mengungkapkan kata demi kata dan huruf demi huruf kepada Muhammad. Quran mengklaim, “Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”(QS 10:64) dan, “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah” ( QS 6:34).

Tapi kemudian sejarah Quran memperlihatkan sisi konyolnya dengan doktrin abrogasi atau pembatalan, dimana Allah membatalkan wahyu yang sebelumnya, seperti dalam QS (2:106) yang menegaskan, 'wahyu ... Kami batalkan atau menyebabkan untuk dilupakan'. Juga, sebuah hadis dari Sahih Bukhari (6:558) membenarkan bahwa Muhammad lupa banyak ayat. Sekali lagi Sunaan ibn Majah, (3: 1944) mencatat bahwa setelah kematian Muhammad beberapa wahyu dimakan oleh seekor kambing. Bagaimana kata-kata ilahi dapat dimakan, diubah, dibatalkan atau dihapuskan, meskipun konon ada klaim khusus Allah di QS 10:64 & 6:34? Kalau begitu Allah telah kalah dengan kambing dan sifat lupa manusia !

Tidakkah semua klaim Allah ini mengandung kontradiksi dalam dirinya sendiri? Tapi luar biasa; fakta yang meluluh-lantakkan ini sama sekali tidak mengganggu Muslim sama sekali. Mungkin, jika kita dapat menghadirkan Quran lain yang "otentik" yang berbeda dari bentuk standar yang ada, Muslim akan mulai berpikir logis.

Fakta kebenaran yang meluluhlantakkan itu adalah ditemukannya sejumlah besar naskah Quran kuno dari abad pertama Hijrah, yang ditemukan di Masjid Agung Sana'a (Yaman) yang secara signifikan berbeda dari Quran Standar saat ini. Sistem Penanggalan Karbon menegaskan bahwa naskah Qur'an ini bukan hasil pemaksaan otoritas-otoritas agama yang saling bersaing saat itu, yaitu Kilafah Usman dkk. Apalagi naskah Qur'an ini ditemukan oleh para pekerja bangunan yang beragama Islam. Jadi tidak perlu ada kecurigaan bahwa ini adalah suatu konspirasi dll.

Mungkin ini adalah peristiwa paling memalukan dalam sejarah Islam dalam 14 abad ini.

Masjid Agung Sana'a adalah salah satu Mesjid tertua dalam sejarah Islam. Tanggal pembangunannya bisa dilacak sampai ke tahun 6 Hijrah ketika, menurut Tradisi Muslim, salah seorang Sahabat Muhammad dipercayakan untuk membangun Masjid di Yaman, yang kemudian diperpanjang dan diperbesar oleh penguasa Islam dari waktu ke waktu.

Pada tahun 1972, selama restorasi ini Masjid Agung (hujan deras menyebabkan dinding barat Masjid runtuh), buruh yang bekerja di ruang mahkota antara struktur atap dalam dan luar, terantuk ke sebuah gundukan seperti kuburan. Karena ketidaktahuan, selama ini mereka tidak menyadari. Masjid biasanya tidak mengakomodasi kuburan, dan situs ini tidak mengandung batu nisan, tidak ada sisa-sisa manusia dan tidak ada peninggalan pemakaman. Ternyata isinya tidak lebih dari segunung perkamen dan kertas-kertas tua tidak menarik, buku-buku rusak dan halaman-halaman lepas teks-teks bahasa Arab, menyatu bersama-sama oleh hujan dan kelembaban selama lebih dari seribu tahun.



Sumber Foto: Dreibholz, 1999, hal 23. Beberapa fragmen perkamen Al-Qur'an dalam kondisi di mana mereka ditemukan.

Para buruh yang tidak mengerti kemudian mengumpulkan naskah-naskah itu dan mem-press-kannya dengan ceroboh ke dalam 20 karung kentang, dan meletakkannya ke sebelah tangga di salah satu menara Masjid. Manuskrip itu tadinya akan sama sekali terlupakan kalau bukan Qadhi Isma'il al-Akwa, yang nantinya menjadi Presiden Yaman Antiquities Authority, menyadari pentingnya naskah-naskah tersebut. Al-Akwa kemudian mencari bantuan internasional untuk memeriksa dan melestarikan fragmen-fragmen tersebut, karena tidak ada sarjana di negaranya mampu mengolah data pada temuan besar ini. Pada tahun 1977, ia berhasil menarik seorang sarjana non-Muslim mengunjungi Jerman, yang pada gilirannya membujuk pemerintah Jerman untuk mengatur dan menemukan sebuah proyek restorasi.

Segera setelah proyek dimulai, menjadi jelaslah bahwa "kuburan kertas" tersebut adalah adalah tempat peristirahatan bagi, antara lain, puluhan ribu fragmen dari hampir seribu naskah kuno yang berbeda dari Al Qur'an, kitab suci umat Islam. Otoritas Muslim selama hari-hari awal menghargai keyakinan bahwa salinan aus dan rusak Alquran harus dihapus dari peredaran hanya menyisakan edisi yang tak bercacat dari kitab suci untuk digunakan. Juga tempat yang aman seperti itu dibutuhkan untuk melindungi buku dari penjarahan atau kerusakan jika penyerbu datang. Dari sinilah ide dari kuburan di Masjid Agung di Sana'a, yang merupakan tempat belajar dan penyebaran Alquran yang berasal dari abad pertama Hijriah tersebut.

Restorasi naskah diorganisir dan disupervisi oleh Gerd R. Puin dari Saarland University, Jerman. Puin adalah spesialis kaligrafi Arab dan paleografi Alquran yang sangat terkenal (studi tentang tulisan kuno dan dokumen). Selama sepuluh tahun ia secara ekstensif memeriksa fragmen-fragmen perkamen berharga tersebut. Pada tahun 1985, rekannya HC Graf V. Bothmer bergabung dengannya.

Untuk usia bahasa perkamennya sendiri, pengujian Karbon-14 menanggalkan usia perkamen tesebut antara tahun 645 sampai 690 M. Namun usia sebenarnya mungkin agak lebih muda dari itu (di atas tahun 690), sebab C-14 memperkirakan tahun kematian dari suatu organisme (perkamen adalah kulit binatang), dan tidak diketahui berapa lama berselang antara proses dari pembuatan perkamen sampai saat penulisan akhir.

Namun dari gaya kaligrafi naskah itu menunjuk penanggalan antara tahun 710 s/d 715 M. Beberapa halaman perkamen tampaknya ditulis di abad ketujuh dan kedelapan, atau abad pertama dan kedua Islam. Mungkin ini adalah Al-Qur'an tertua yang kita miliki.

Pada tahun 1984, Dar al Makhtutat, atau Rumah Naskah, didirikan dekat dengan Masjid Agung, sebagai bagian dari proyek kerjasama antara otoritas Yaman dan Jerman. Sebuah usaha besar dimulai untuk merestorasi fragmen – fragmen Alquran. Antara 1983 dan 1996, sekitar 15.000 (dari 40.000 halaman) telah dipulihkan, khususnya 12.000 fragmen perkamen dan naskah berasal dari abad ketujuh dan kedelapan.



(Sumber foto : Dreibholz, 1999. h. 22. Dar al-Makhtutat Perpustakaan di mana manuskrip yang baru didapat kembali itu disimpan dan dikategorikan).

Sampai sekarang, hanya ada tiga salinan kuno Qur'an yang ditemukan. Yang disimpan di Perpustakaan Inggris di London, dengan penanggalan abad ke tujuh akhir dan dianggap yang tertua. Tapi manuskrip Sana'a bahkan lebih tua. Selain itu, manuskrip ini ditulis dalam naskah yang berasal dari Hijaz - wilayah Arab di mana Nabi Muhammad tinggal, yang membuat manuskrip ini tidak hanya yang paling tua yang bisa selamat, tapi salah satu salinan otentik awal Al-Qur'an yang pernah ada. Hijazi Arab adalah naskah (Mekah atau Madinah) di mana Al Qur'an yang paling awal ditulis. Meskipun potongan-potongan ini dari Al-Qur'an yang paling awal yang bisa ketahui , namun mereka juga hanyalah palimpsests (manuskrip di mana tulisan asli telah dihapus, dikupas, ditulis ulang dan ditimpa, tapi masih bisa digunakan kembali).

Gaya tulisan tangan yang halus dan langka serta artistik telah mempesona baik Puin dan temannya Bothmer, tetapi kejutan yang lebih besar menanti mereka. Ketika Qur'an kuno ini dibandingkan dengan standar yang ada pada saat ini, keduanya tertegun. Teks-teks kuno yang ditemukan ternyata bertentangan dengan bentuk Quran yang ada sekarang. Ada penyusunan ayat-ayat yang tidak sama, variasi tekstual yang kecil tapi sangat signifikan berbeda, ortografi (ejaan) yang berbeda dan hiasan artistik yang berbeda.

Tersebar dalam keyakinan Muslim ortodoks bahwa Al-Qur'an seperti yang telah sampai kepada kita hari ini benar-benar "Firman yang sempurna, abadi, dan tidak berubah Allah". Namun penemuan Quran kuno di Sana’a dan perbedaannya yang mencolok dengan Quran yang ada pada kita sekarang membuktikan bahwa Al-Qur'an telah diselewengkan, menyimpang, direvisi, dimodifikasi dan dikoreksi, dan perubahan tekstual telah terjadi selama bertahun-tahun murni oleh tangan manusia.

Aura suci di sekitar Kitab Suci Islam ini, yang katanya tetap utuh selama lebih dari 14 abad hilang dengan adanya penemuan yang menakjubkan ini. Dan keyakinan inti semiliar lebih Muslim bahwa Quran adalah firman Allah yang kekal dan tidak berubah Allah sekarang jelas terlihat sebagai besar pelebih-lebihan, tipuan dan kebohongan . Tidak hanya itu, klaim Al-Qur'an yang adalah kata-kata Allah yang tidak dapat berubah juga palsu. Al-Qur'an seharusnya, jika kita meminjam kata-kata dari Guillaume (1978, hal 74), "Ruang Maha Kudus, yaitu tempat dimana Tuhan “bertahta” tidak pernah harus berada di bawah buku-buku, tetapi selalu di atasnya nya. Orang tidak boleh minum atau merokok ketika sedang membacanya, dan firman itu sejatinya idengarkan dalam keheningan. Inilah ‘jimat’ yang melawan penyakit dan bencana".

Muslim menyebut Quran sebagai 'Induk segala Kitab' dan percaya tidak ada buku lain atau wahyu lain yang dapat menandinginya (Caner & Caner, 2002. P.84). Namun semua klaim itu berlalu sekarang. Hasil akhir dari seluruh perjuangan Islam selama empat belas abad adalah nol besar.

Seakan tidak cukup, banyak manuskrip yang menunjukkan tanda palimpsests, yaitu, versi timpahan dari versi sebelumnya. Versi yang lama, yang telah dicuci kemudian ditimpa lagi, tentu saja sulit untuk dibaca dengan mata telanjang. namun alat-alat modern seperti fotografi ultraviolet dapat menyorot mereka. Ini menunjukkan bahwa naskah-naskah Sana'a bukan varian saja, tetapi, bahkan sebelum itu, teks Al-Quran telah diubah dan ditulis ulang pada kertas yang sama. Ini berarti, klaim Allah (QS 56: 77-78; 85:21-22) bahwa teks asli yang diawetkan dalam surga di dalam tablet emas, yang tidak dapat menyentuh kecuali para malaikat – juga nyata-nyata adalah mitos belaka.

Setelah mempelajari naskah-naskah itu secara ekstensif , puin sampai pada kesimpulan bahwa teks-teks Quran sebenarnya merupakan teks yang ber-evolusi atau berkembang, bukan firman Allah sebagaimana konon dinyatakan secara lengkap, menyeluruh dan final kepada Muhammad seorang diri saja (Warraq, 2002, hal 109). Dia tertegun, "Begitu banyak Muslim yang berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang tertulis di antara cover depan dan cover belakang Al Qur'an adalah firman Allah belaka yang tidak berubah. Mereka suka sekali mengutip karya-karya teologis tekstual yang menunjukkan bahwa Alkitab memiliki sejarah dan tidak jatuh langsung dari langit, tetapi mereka sendiri menjauhkan Alquran dari penyelidikan yang serupa. Satu-satunya cara untuk menerobos dinding ini adalah untuk membuktikan bahwa Al Qur'an memiliki sejarah juga. Fragmen Sana'a akan membantu kita untuk melakukan hal ini".

Puin bahkan menyimpulkan (dikutip oleh Taher, 2000), "Quran bukanlah karya tunggal yang telah bertahan dan tak berubah selama berabad-abad. Quran mungkin terdiri dari kisah-kisah yang telah ditulis oleh orang-orang di jaman sebelum nabi Muhammad memulai pelayanannya dan yang kemudian ditulis ulang ".





Gerd R Puin ketika masih meneliti naskah-naskah Quran di Yaman.

Selama penelitian mereka, sebagaimana Puin mengingatkan (Lester, 1999), "Mereka [pihak berwenang Yaman] ingin menjaga hal ini secara rendah hati, seperti yang kita ingin lakukan juga, meskipun untuk alasan yang berbeda. Mereka tidak ingin menarik dunia bahwa pada kenyataannya ada orang-orang Jerman dan lain-lain yang bekerja dalam menganalisa naskah-naskah Qur'an ini. Mereka tidak ingin membuat pekerjaan ini tersebar kepada publik bahwa ada pekerjaan yang dilakukan sama sekali, karena posisi Islam selama ini bahwa segala sesuatu yang perlu dikatakan tentang sejarah Al-Qur'an telah dikatakan secara cukup seribu tahun lalu. "

Teori radikal lainnya dari Puin adalah bahwa sumber-sumber pra-Islam telah dimasukan ke dalam Qur'an. Dia berpendapat bahwa dua suku: As-Sahab-ar-Rass (sahabat Sumur) dan As-Sahab-al-Aiqa (sahabat Semak Berduri) yang bukan bagian dari tradisi Arab, dan orang-orang Muhammad pada waktu itu tentu tidak mengetahui apa-apa tentang kedua kaum ini. Dia juga tidak setuju jika Al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab murni. Kata ‘Al-Qur'an’ itu sendiri berasal dari asing. Berlawanan dengan kepercayaan Islam populer, arti dari "Al Qur'an" bukanlah “bacaan”. Kata ini sebenarnya berasal dari sebuah kata bahasa Aram, 'Qariyun', yang berarti leksionari, yaitu bagian-bagian kitab suci yang ditunjuk untuk dibaca pada waktu ibadah. Al Qur'an berisi sebagian dari cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan "ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam kebaktian".

Puin tertarik untuk menulis buku tentang hal ini di masa depan. Ia sendiri sudah menulis beberapa esai pendek tentang temuan mereka dalam berbagai majalah ilmu pengetahuan, di mana dia menunjukkan beberapa penyimpangan antara Qur'an kuno dan Quran standar (dikutip Warraq, 2002. hlm 739-44). Untuk menyanggah kesucian Al Qur'an, Puin menuliskan, “Menurut saya Quran adalah koktail teks , naskah campur aduk, yang tidak dipahami bahkan pada jaman Muhammad sendiri. Beberapa bagian dari quran mungkin berusia ratusan tahun telah ada sebelum jaman Islam. Bahkan dalam tradisi Islam terdapat begitu banyak informasi yang kontradiktif, termasuk cuplikan naskah Kristen yang signifikan. Seseorang bisa mendapatkan sejarah yang anti Islam secara keseluruhan darinya jika ia menginginkannya. Quran diklaim bersifat mu’bin, atau jelas dengan sendirinya, namun jika anda memeriksannya, anda akan melihat bahwa setiap kira-kira lima kalimat dibaca kita akan mendapati klaim tersebut tak masuk akal. Muslim akan bersikeras sebaliknya, tentu saja. Namun fakta bahwa seperlima bagian dari teks Quran tidak bisa dipahami. Hal ini yang telah menyebabkan tradisi kebingungan dalam penerjemahan. Jika Quran tidak bisa dipahami, jika ia bahkan tidak bisa dimengerti oleh orang Arab, maka ia tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa manapun. Inilah yang muslim takutkan. Sebab Quran terus diklaim sebagai telah jelas namun kenyataannya tidak – terdapat kontradiksi yang jelas dan serius di sini. Suatu hal lain pasti telah terjadi.”


Penemuan luar biasa dari Puin ini telah mempesona Andrew Rippin, seorang Profesor studi agama dan seorang ahli terkemuka pada studi Alquran. Rippin (dikutip Warraq, 2002. Hal.110) menyimpulkan, "Dampak dari manuskrip Yaman masih terasa sampai sekarang. Varian cara baca Quran dan penyusunan ayat-ayatnya, semuanya sangat signifikan. Semua orang setuju akan hal ini. Naskah ini menyatakan bahwa sejarah awal teks-teks Al-Quran lebih dari sebuah pertanyaan terbuka yang banyak mengundang kecurigaan. Teks-teks Quran ternyata kurang stabil dan karena itu memiliki otoritas yang sedikit daripada apa yang selalu diklaim selama ini".

Warraq (1998, h. 14) memiliki pandangan yang sama dengan Rippin, "sarjana Muslim dari tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel dalam posisi mereka, menyadari bahwa bagian dari Al-Qur'an telah hilang, diselewengkan dan bahwa ada banyak ribuan varian yang membuat mustahil untuk berbicara tentang "'Al-Qur'an".

Ada bukti lain bahwa Al Qur'an adalah pesan terdistorsi pada hari-hari awal Islam dan tidak ada yang di sebut “Alquran” lagi sekarang. Inskripsi dari ayat-ayat Al-Quran yang tertulis di Kubah Batu Yerusalem (Dome of The Rock), yang paling mungkin adalah monumen Islam pertama dimaksudkan untuk menjadi prestasi artistik utama, dibangun pada 691 M (Whelan, 1998, pp 1-14). Inskripsi di Dome of The Rock ini secara signifikan berbeda dari teks standar Quran saat ini (Warraq, 2000, hal 34).

Mingana (dikutip Warraq, 1998. P.80) menyesalkan, "Pertanyaan yang paling penting dalam studi Alquran adalah otoritas yang tak tertandingi". Inilah satu-satunya alasan; kenapa penyelidikan kritis atas teks Al-Quran masih menjadi studi immature – tidak dewasa. Sebagaimana Rippin (1991, hal ix) menyesalkan, "Saya sering bertemu orang yang datang untuk mempelajari Islam dengan latar belakang dalam studi sejarah Alkitab Ibrani atau Kekristenan awal, dan yang mengungkapkan keterkejutan atas kurangnya pemikiran kritis yang muncul dalam buku teks pengantar Islam. Gagasan bahwa "Islam lahir dalam sejarah yang terang benderang' nampaknya masih diasumsikan oleh banyak penulis besar teks-teks tersebut."

Cook dan Crone (1977, p. 18) menyimpulkan, "[Qur'an] benar-benar mencolok kekurangannya dalam struktur keseluruhan, sering tidak jelas dan ngawur baik dalam bahasa dan konten yang asal-asalan yang menyukai bahan ngawur yang berbeda dan tersebar dalam pengulangan seluruh kisah dalam versi yang berbeda-beda. Atas dasar ini, dapat dikatakan bahwa buku ini adalah produk dari editing yang terlambat dan tidak sempurna dari pluralitas tradisi"Crone (dikutip Warraq, 1998, hal 33) di tempat lain menulis," Qur'an telah menghasilkan. banyak informasi palsu ".Kritik pihak Muslim atas Al Qur'an sangat-sangat langka dan hampir tidak ada sama sekali, sebagaiman Sina (2008, hal 6) keluhkan, "Umat Muslim sangat benar-benar tidak mampu mempertanyakan Islam." Baru-baru ini website ex-Muslim tengah melakukan beberapa pekerjaan yang luar biasa ini. Pada akhirnya, orang-orang tercerahkan ini akan berhasil membebaskan saudara-saudari Muslim mereka dari penjara Islam. Jika tidak maka semua kritik kritik apapun pada Al-Qur'an selama ini hanya dilakukan oleh kalangan non-muslim saja, dalam hal ini kebanyakan adalah sarjana Kristen. Tapi Muslim tidak boleh menganggap bahwa kritik dari sarjana Kristen sebagai tanda penyerangan kepada agma mereka. Cendikiawan Kristen telah melakukan kritik lebih banyak atasa kekristenan sendiri dibandingkan atas Islam (Sproul & Saleeb, 2003 hlm 17;. Spencer, 2007, hal 1).

Tapi manuskrip Sana'a juga akan memprovokasi pertanyaan lain. Jika Qur'an adalah sebuah kebohongan, bagaimana kebohongan ini bisa bertahan selama berabad-abad? Alasannya adalah bahwa “sifat keilahian yang melekat pada Al Qur'an” bukan sebuah Kebohongan Kecil, tapi Kebohongan Besar. . Kebohongan Besar sangat kuat, dan selalu memiliki efek psikologis terhadap para pendengarnya. Semakin besar kebohongannya, semakin dipercaya itu. Adolf Hitler menulis di Mein Kamph (1925), "Massa yang luas dari suatu bangsa akan mudah menjadi korban kebohongan besar , bukan kebohongan kecil." Kebohongan Besar nampak sangat meyakinkan karena melampaui skala akal sehat pendengarnya, seperti Sina (2008 , hal. 179) menjelaskan, orang biasa tidak akan berani untuk menceritakan sebuah kebohongan besar dan berpikir bahwa hal itu tidak akan dipercayai dan ia akan ditertawakan. Karena tidak ada orang yang tidak pernah berbohong dalam hidupnya, kebohongan kecil sering terdeteksi cepat atau lambat. Tapi kebohongan besar sangat aneh sehingga dapat mempesona pendengarnya. Ketika kebohongan itu seukuran raksasa, rata-rata orang dibuat tidak berani bertanya-tanya bagaimana orang dapat memiliki keberanian, kelancangan untuk mengatakan hal seperti itu.

Kebohongan Besar selalu bekerja secara luar biasa dalam politik. Sebagaimana George Orwell (dikutip Sina, 2008, hal 179) berkata, "Politik bahasa ... dirancang untuk membuat kebohongan terdengar benar, dan pembunuhan terlihat terhormat, dan memberikan penampilan solid sebagai angin sorga". Hari ini ketika klaim keilahian Qur'an dihancurkan oleh penemuan manuskrip Sana'a, sifat spiritual Islam juga terkena. Islam hanyalah sebuah gerakan politik murni Arab. ketika Arab mulai menaklukkan bangsa-bangsa sekitarnya dan Islam yang dikenakan pada mereka dengan kekerasan dan dibuat percaya dengan klaim “Keilahian yang melekat pada Al Qur'an”.

Bangsa Arab tidak hanya memaksakan Islam pada orang lain tetapi juga menanamkan kepercayaan irasional akan keilahian Al-Quran dalam pikiran korban mereka, sehingga sekali orang-orang Arab itu pergi, mereka yang ditaklukkan tidak bisa keluar dari perbudakan mental dan kembali ke iman asli mereka. Ini adalah keterampilan politik langka. Banyak sahabat Muhammad jelas tahu bahwa Al Qur'an itu palsu, tetapi mereka tetap dengan nabi mereka untuk berbagi rampasan dan untuk menikmati wanita. Kita semua tahu, setelah kematian Muhammad, beberapa suku Arab kembali kembali ke kepercayaan asli mereka dan penyembahan berhala berkembang lagi.

Bagai terpaan badai bagi umat Islam; studi psikologi modern menyingkapkan kebenaran bahwa Muhammad (kalaupun orang ini pernah ada) adalah seorang penipu, orang yang menderita Narcissistic Personality Disorder. Narsisis adalah seorang pembohong patologis yang asik menikmati dirinya sendiri. Ini berarti, entah mereka tidak menyadari kebohongan mereka atau mereka merasa benar-benar dibenarkan dan mudah dalam berbohong kepada orang lain. Kondisi mental mereka sedemikian rupa sehingga mereka memiliki kemampuan langka untuk percaya kebohongan mereka sendiri (Vaknin, 1999, hal 24).

Dan, ya, Adolf Hitler, yang mengetahui kekuatan dari Kebohongan Besar dan jutaan rakyat Jerman yang juga disesatkan, juga diakui sebagai seorang narsisis. Hari ini Hitler adalah figur sejarah yang paling dibenci di Jerman. Seperti kepastian matematis Muhammad akan mendapatkan nasib yang sama. Tapi kita benar-benar tidak tahu, berapa juta orang akan meninggal sebelum kita dapat menempatkan Muhammad di tempat sampah dengan, Allah-nya Al Qur'an dan Islam sama sekali. Bagi Hitler itu Sosialisme Nasional (nama lain dari Nazisme) dan Muhammad itu Islam, namun jauh di lubuk hati, keduanya dua sisi dari koin yang sama - seorang manipulator yang sukses.Sina (2008, p. iv, 260) berkomentar, "Islam bagaikan rumah kartu, ditopang oleh kebohongan. Yang dibutuhkan untuk menghancurkannya adalah menantang satu saja dari kebohongan-kebohongan yang selama ini menopangnya bersama-sama. Ini adalah sebuah bangunan tinggi, yang berdiri di atas pasir; setelah Anda mengekspos fondasinya, pasir akan luruh dan struktur bangunan ini akan runtuh karena beratnya sendiri. “ Dan perkatan Sina lainnya ," Islam berdiri di tanah yang sangat rapuh. Ia tidak bersandar pada apapun kecuali kebohongan. Yang harus kita lakukan untuk menghancurkannya cuma mengekspos kebohongan-kebohongannya, dan bangunan raksasa teror dan penipuan ini akan runtuh".

Mari kita lihat, sekali aura suci Al-Qur'an hilang, apa saja hal lainnya yang akan terkena.

Pertama, jika ada dua atau lebih versi Qur'an, maka Quran yang satu berbicara begini, sedang Quran yang satu lagi berbicara begitu, dan dua-duanya mengklaim kebenaran yang mutlak, maka logikanya ada lebih dari satu Allah yang memberi firman. (Mungkin asumsi logis ini tampak goyah, namun kita lihat poin logis selanjutnya).

Kedua, jika kita masih percaya bahwa satu Qur'an adalah otentik, maka bagaimana Allah mengizinkan versi lain bisa bertahan?

Ketiga, Jika QS 10:64 mengatakan kata-kata Allah tidak berubah, ternyata berubah juga, dengan demikian klaim-klaim Quran sama sekali tidak bisa dipercaya dengan sendirinya? Jika muslim masih ngotot dengan klaim keilahian Quran yang katanya tidak bisa berubah ,lalu kenapa ada lebih dari satu veris Quran? Bagaimana wahyu palsu itu tercatat dalam Al Qur'an? Apakah Setan meletakkannya?

Terakhir; Bukhari (4.52.233) mencatat "orang-orang kafir tidak akan pernah memahami tanda-tanda dan wahyu." Tapi kita lihat, untuk memahami Al Qur'an Sana'a, pemerintah Yaman mengundang para sarjana Jerman, karena tak ada seorang pun di Yaman, bahkan di dunia Islam, yang mampu mengerjakan temuan yang melimpah ini.

Tidak heran bila Sina (2008) menyimpulkan, "Tidak peduli bagaimana Anda melihat Islam, tetap saja Islam agama konyol."

Muslim telah menjual jiwa mereka kepada Muhammad. Bisakah mereka secara logis menghapus keraguan di atas? Episode Sana'a telah menempatkan mereka dalam posisi yang sedemikian gamang, bahwa circular reasoning atau logka yang absurd-pun tidak akan membantu mereka dari kebingungan ini. Bukankah sudah waktunya bagi Muslim untuk bijaksana mempertimbangkan sehat tidaknya agama mereka sebenarnya?

Untuk melindungi Qur'an dari penghinaan lagi, otoritas Yaman telah menghalangi Puin dan Bothmer untuk meneliti lebih lanjut naskah-naskah tersebut. Bahkan, sekarang mereka tidak mengizinkan siapa pun melihat naskah-naskah itu lagi kecuali beberapa perkamen non-Qur'an yang telah sangat hati-hati dipilih, yang di dipajang di lantai dasar dari Perpustakaan Dar al-Makhtutat. Tapi ini tidak akan membantu. Burungnya sudah keluar dari kandang dan tidak ada gunanya menutup pintu sekarang. Lebih dari tiga puluh lima ribu mikrofilm yang berisikan teks-teks itu telah berada di luar Yaman sebelum pihak otoritas mengetahui, dan beberapa duplikat sudah dibuat. Penulis saat ini yakin bahwa pada saat ini, di beberapa lokasi yang tidak diketahui di Jerman, sekelompok ahli tanpa henti bekerja pada mikrofilm tersebut dan Puin sedang membakar minyak di tengah malam cukup untuk menyelesaikan bukunya, yang, setelah diterbitkan, akan memalu paku lainnya pada peti mati Islam. Islam sedang dalam bahaya nyata sekarang.

Jelas, dengan menyadari klaim-klaim keilahian Quran akan gugur tak lama lagi, banyak muslim yang terganggu dan tersinggung. Para fundamentalis tidak akan menerima karya Puin dan Bothmer sebagai hasil karya yang telah dilakukan secara obyektif akademik, tetapi melihatnya sebagai serangan yang disengaja terhadap integritas teks-teks Quran (Taher, 2000). Tentu, dua sarjana Jerman akan berada di garis depan dalam kemarahan mereka. Puin takut reaksi kekerasan dari Muslim ortodoks karena "hujatan" teorinya, dia katakana tidak bisa dipandang ringan. Mengingat kasus yang terjadi pada Salman Rushdie, Puin menulis, "Kesimpulan saya telah menyulut reaksi marah dari Muslim ortodoks. Mereka bilang saya tidak benar-benar cendekiawan untuk membuat komentar pada naskah ini ". Jika pandangan Puin adalah diambil dan diberitakan di media, dan jika tidak ada banyak umat Islam yang rasional tentang hal itu, maka hal mengerikan akan terjadi. Akan ada beberapa respon yang bersikap memusuhi dan kerusuhan yang menyebabkan banyak kematian dan kehancuran, mungkin adalah fatwa lain dari Khomeini, dan tentu beberapa ancaman Al Qaeda dan dan saudara-saudara ideologisnya. Tapi bisakah mereka menghentikan kebenaran?

UNESCO telah memperlihatkan minat yang tulus terhadap manuskrip Sana'a sejak Program Memori Dunia dimulai. Pada tahun 1995, Organisasi ini juga memproduksi CD-ROM dalam bahasa Arab, Inggris dan Perancis yang menggambarkan sejarah pengumpulan material baik yang quranik maupun non-quranik. CD-ROM menawarkan 651 gambar dari 302 fragmen Al-Quran, diindeks berdasarkan script, frame, dll, pengenalan umum untuk koleksi manuskrip Yaman dan deskripsi singkat tentang evolusi kaligrafi Arab (Abid, 1997).

Ursula Dreibholz, seorang ahli pelestarian yang bekerja pada proyek Sana'a selama delapan tahun sebagai konservator utama, banyak mengalami frustrasi dengan melihat kurangnya perhatian pemerintah Yaman untuk melindungi naskah-naskah dengan menggunakan teknologi modern (1983, hlm 30-8) . perangkat keamanan tidak benar, tidak pula ada perhatian yang memadai yang diberikan kepada naskah-naskah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut (1996, pp 131-45). Bahkan, Dreibholz (1999, pp 21-5) mengatakan kepeduliannya terbesarnya untuk menciptakan sistem penyimpanan yang aman, handal dan permanen bagi fragmen-fragmen yang telah dipulihkan ini. Juga, masalah miskinnya sistem penyimpanan. Hampir tidak ada perlindungan dari serangga dan air. Yang paling penting, masalah sebenarnya adalah kurangnya pencegahan kebakaran atau sistem deteksi, mengingat kebakaran yang benar-benar bencana yang telah menghancurkan perpustakaan penting dan karya seni di seluruh dunia sepanjang sejarah. Pihak berwenang Yaman mengatakan mereka tidak punya uang atau sarana untuk menginstal sistem proteksi kebakaran tersebut. Dia tidak mengerti alasan asli di balik sikap apatis otoritas Yaman.

Sekarang fundamentalis muslim dapat melihat masa depannya yang nyata. Tidak ada yang tahu kapan api yang menghancurkan akan dimulai 'sengaja' dan menghancurkan semua naskah Al-Quran, yang benar-benar menyebabkan ‘panas’. Akhirnya, untuk menyelamatkan Islam, Qur'an harus disimpan oleh Muslim kemanapun. Jika perlu mereka akan membakar Qur'an untuk menyelamatkannya dari analisa logis. Pengabdian mereka kepada kebodohan memang sangat tinggi. Mungkin, keengganan otoritas Yaman untuk menginstal sistem proteksi kebakaran tersebut merupakan persiapan awal untuk sebuah tindakan di masa depan. Jangan pernah meremehkan kemampuan merusak dari para fanatik tak berotak.
Pengamat
Reply| 04 Feb 2014 20:05:34
Saya pikir Artikel BBQ kali ini merupakan suatu bacaan yang perlu dikaji apalagi disajikan 9 Parameter untuk Perbandinganya.
Mengimani 100% boleh dan sah-sah saja. Tapi yang benar Kitab Suci agama apapun perlu dipelajari diteliti dengan seksama lalu ditarik kesimpulan akan kebenarannya.
Saya melihat pada Islam klaim-klaim pada peristiwa pentingnya "Tidak Ada Satu Saksipun" sehingga Fakta akan kebenarannya sangat lemah apalagi tidak ada Suatupun yang bersifat Illahi saat itu atau kemudian hari.
Nah ini yang berat bagi orang awam yang pikirannya jalan untuk percaya pada Al quran.
Fans website ini
Reply| 01 Feb 2014 01:05:45
hakkullah on January 28, 2014 at 5:07 am


Asle ngakak gw bener-bener menghibur...


Luar biasa JENIUNYA..!!!
sederhana
Reply| 29 Jan 2014 23:33:03
Islam korban muslim selalu lari dari masalah berusaha menulis yang mereka demenin 3 Tuhan lah dll yang biasa mereka bicarakan tapi begitu topik ilmiah, logis dan religius mereka tidak bisa jawab memang benar di atas bahwa Muhammad memang bukan dari nabi Tuhan, tapi dari tuhan Islam bernama evil
sederhana
Reply| 29 Jan 2014 23:31:13
MUHAMMAD dipilih oleh Tuhan jawabnya tidak, jadi Muhammad dipilih oleh satanic dari gua hira ya
islamquranhadist
Reply| 29 Jan 2014 18:11:44
Kayanya sih gitu.....
Caleg Malaikat
Reply| 29 Jan 2014 10:53:25
Hakullah,
Kamu kurang paham yah yang dijelaskan oleh artikel ini.
Tengok sekali lagi ke atas, ada bagan analisa di situ, judulnya KESINAMBUNGAN WAHYU ILAHIAH.
12 hal yang kamu tuliskan itu tidak ada hubungan sama sekali dengan bahasan. Sampai kapanpun kamu membela muhammad dan auloh, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan kesinambungan wahyu ilahiah dalam quran.
Jika memang quran adalah wahyu auloh dan benar-benar merupakan penyempurna kitab2 sebelumnya, setidak-tidaknya ketika ditarik garis, akan ada satu kesinambungan yang utuh.

Kristen mempercayai 100% torah yang juga digunakan 100% yahudi. Tanpa tuduhan torah yahudi telah dipalsukan oleh orang-orang yahudi. Sebaliknya kalian bilang percaya pada torah dan kabar baik, tapi kalian menuduh torah dan kabar baik sudah dipalsukan, dipihak lain kalian dengan bangganya mengutip2 ayat bible yg diklaim sudah palsu untuk membenarkan quran kalian.

Intinya, antara quran dan kitab-kitab sebelumnya TIDAK PUNYA kesinambungan wahyu ilahiah. Yang percaya quran, rugi dobel.
mhd6160lo
Reply| 29 Jan 2014 09:05:28
super jenius.... saya tambahkan lagi 1 bukti,
kencing onta dapat mengobati kesuperjeniusan hakkullah
Fetching more Comments...
↑ Back to Top