Kemustahilan Wahyu Qur'an

Mustahil menggunakan bahasa manusia untuk berbicara mengenai Allah. Itu berarti jika Quran itu kredibel dalam apa yang dikatakannya mengenai natur dan karakteristik Allah, maka Quran tidak dapat menjadi wahyu dari Allah. Dengan kata lain, jika Quran itu palsu/keliru, maka Quran keliru; jika Quran itu benar, Quran juga keliru; oleh karena itu Quran itu keliru. Pengajaran Quran ini membawa kepada kemustahilan menggunakan bahasa manusia untuk menggambarkan Allah. Oleh karena itu, mengingat bahwa Quran ditulis dalam bahasa manusia, maka Quran bukanlah ekspresi Allah, Quran tidak dapat menjadi wahyu dari-Nya, juga bukan perkataan-Nya. 


Bassam Khoury

Qur’an menyampaikan konsep mengenai Allah dengan cara sedemikian sehingga membuat wahyu Quran itu sendiri menjadi mustahil. Untuk memahami hal ini, marilah kita melihat sebuah ayat Quran: 

“… Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q. 42:11).

Untuk mengawalinya, jika kita berpendapat karakteristik-karakteristik Allah yang ditunjukkan Quran dan cara orang Muslim menanggapinya, maka kita akan menemukan bahwa semua itu hanyalah perkataan yang tidak bermakna. Penulis Nahj Al-Balagha, mendefinisikan karakteristik Allah dengan mengatakan:

Yang terutama dalam agama adalah pengakuan akan Dia, kesempurnaan pengakuan akan dia adalah bersaksi tentang Dia, kesempurnaan kesaksian akan Dia adalah keyakinan kepada keesaan-Nya, kesempurnaan keyakinan akan keesaan-Nya adalah dengan memandang-Nya Suci, dan kesempurnaan kesucian-Nya adalah menyangkali atribut-Nya, karena setiap atribut adalah bukti bahwa hal itu berbeda dari yang diatributkan dan segala sesuatu yang diberi atribut berbeda dari atribut itu sendiri. Jadi barangsiapa mengkaitkan atribut kepada Allah mengakui rupa-Nya, dan barangsiapa mengakui rupa-Nya memandang-Nya dua; dan barangsiapa memandang-Nya dua mengakui bagian-bagian (diri)-Nya; dan barangsiapa mengakui bagian-bagian (diri)-Nya keliru tentang Dia; dan barangsiapa keliru tentang Dia menunjuk jari pada-Nya; dan barangsiapa menunjuk jari pada-Nya mengakui keterbatasan-Nya; dan barangsiapa mengakui keterbatasan-Nya, menghitung-Nya. Barangsiapa mengatakan Ia ada di dalam apa, beranggapan Ia ada dalam sesuatu; dan barangsiapa mengatakan pada apa Ia berpegang, Ia tidak berpegang pada sesuatu yang lain. Ia adalah Sosok (sebuah keberadaan) tetapi tidak melalui fenomena menjadi sesuatu. Ia eksis tetapi tidak dari ketiadaan. Ia ada bersama segala sesuatu tetapi bukan dalam kedekatan fisik. Ia berbeda dari segala sesuatu tetapi bukan dalam keterpisahan fisik. Ia bertindak tetapi tanpa konotasi pergerakan dan instrumen. Ia melihat sekalipun tidak ada yang dilihat dari antara ciptaan-Nya. Ia hanya Satu, sehingga tidak ada satupun yang mendampingi-Nya atau dengan siapa Ia akan merasa kehilangan dalam ketiadaan-Nya. (Source)

Ibn Ishaq Al Kindy1 mengatakan:

“Allah, kiranya Ia dipuji dan ditinggikan, adalah benar-benar esa, dan tidak mengijinkan multiplikasi atau komposisi apapun. Ia melampaui deskripsi, dan tidak dapat digambarkan oleh kategori apapun.” (Majalah Universitas Umm-Al-Qura, Vol. 6, h. 123)

Ini membuat semua perbincangan mengenai Allah tidak berarti, ditambah lagi hal itu mengakibatkan timbulnya referensi paradoks seperti: Allah, yang tidak dapat digambarkan oleh kategori apapun, ada dalam kategori yang tidak komposit. Atau, Allah ada dalam kategori-Nya sendiri, yaitu kategori yang tidak dapat dikategorikan. Atau, Allah dapat digambarkan sebagai sosok yang tidak dapat digambarkan.

Orang Muslim akan mengatakan bahwa mereka yang berpandangan seperti itu bukanlah orang-orang yang Sunnah. Tetapi pandangan-pandangan orang Muslim Sunni hampir-hampir tidak merepresentasikan perbaikan terhadap pandangan-pandangan di atas. Doktrin Islam Sunni berkenaan dengan nama-nama dan karakteristik Allah menyatakan:

“Nama-nama Allah – kiranya ia ditinggikan – bergantung pada Quran dan Sunnah, tanpa penambahan atau pengurangan; dan karena nalar tidak dapat memahami nama-nama yang layak bagi Allah, maka nalar semata-mata hanya dapat bergantung kepada teks tersebut” (Al-Majla Sharh Al-Akeeda Al-Muthla – Ibn Otheimeen 1:8)

Pada poin ini orang Muslim Sunni akan mengatakan pada kita bahwa mereka mengkonfirmasi apa yang menjadi milik Allah menurut Kitab (Quran) dan Sunnah. Tetapi ini tidak menjelaskan apapun; kita telah mengakui bahwa karakteristik-karakteristik itu ada. Masalahnya adalah dengan melihatnya dalam terang doktrin Muslim, semua itu hanya kata-kata kosong. Teks Sura 42:11 mengatakan pada kita bahwa “Ia Maha Melihat lagi Maha Mendengar”. Tetapi apa arti kalimat itu menurut keyakinan orang Muslim Sunni? Alasan hanya mempertimbangkan keyakinan Sunni adalah fakta bahwa yang lainnya telah mengeluarkan kita dari diskusi ini dengan ijin mereka, sebagai contoh orang Syiah mengemukakannya demikian: “Kesempurnaan kesucian-Nya adalah menyangkali atribut-Nya”, dan faktanya, “Ia tidak dapat digambarkan oleh kategori apapun”.

Sedangkan bagi kaum Sunni, mereka mengkonfirmasi karakteristik-karakteristik, tetapi mereka mengatakan bahwa keyakinan fundamental kaum Sunni adalah bahwa Allah harus digambarkan oleh apa yang digunakan-Nya untuk menggambarkan diri-Nya sendiri atau oleh apa yang digambarkan oleh Utusan Allah (SAW) tanpa perbandingan atau keserupaan dengan apapun, atau interpretasi dan nulifikasi (pengosongan).

Konfirmasi karakteristik Allah dan karakteristik lainnya tidak serta-merta berusaha untuk menyamakannya dengan karakteristik manusia. Faktanya semua karakteristik itu tidak sama dangan karakteristik manusia, melainkan karakteristik yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia” (42:11).

Untuk memahami suatu hal kita harus mengetahui apa arti istilah-istilah yang digunakan.

Menyerupakan: meyakini bahwa karakteristik yang dimiliki Allah serupa dengan karakteristik manusia. 

Analogi: meyakini bahwa karakteristik yang dimiliki Allah analogis dengan karakteristik manusia.

Nulifikasi/pengosongan: menyangkali karakteristik Allah atau atribut-Nya sepenuhnya.  

Interpretasi: berarti berusaha memahami kata-kata dengan cara lain selain dari makna aslinya, seperti mengatakan “tangan” artinya kekuasaan, atau “mata” berarti peduli, dan sebagainya.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, mustahil memahami kata apapun. Anggaplah kita menanyakan makna “Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. Jawabannya adalah, ‘kalimat itu berarti “Maha Mendengar lagi Maha Melihat”’. Namun demikian, makna ini – menurut orang Muslim – tidak dapat diasosiasikan dengan gambaran apapun yang sesuai dengan nalar manusia. Para cendekiawan mereka menekankan hal ini hingga mereka mengatakan: “Mustahil bagi Allah – kemuliaan dan kuasa bagi-Nya – menempatkan diri-Nya dan karateristik-Nya seperti yang dibayangkan atau digambarkan oleh manusia, karena Allah berbeda dari apapun yang dapat anda pikirkan” (The Explanation of the Tahawi’s belief – Saleh Al Al-Sheikh – ceramah pada Sabtu tanggal 13 Thee Al Kaadeh, 1417 H – dikutip dari Comprehensive Encyclopaedia; source, halaman (1/168)

Tetapi jika kata-kata seperti itu tidak dapat didefinisikan, lalu apa bedanya antara mengatakan bahwa Allah itu “Maha Mendengar” dan Allah “Maha Melihat”? Dengan pendekatan demikian, semua “karakteristik” Allah kolaps menjadi satu “karakteristik” yang tidak bermakna.

Bahkan ketika semua karakteristik Allah menggunakan istilah yang sama dengan karakteristik makluk ciptaan, menurut orang Muslim maknanya berbeda. Lalu mereka mengatakan: “Manusia tidak diperbolehkan mengatakan: Allah mengetahui dan saya (juga) mengetahui, Allah ada dan saya ada, Allah hidup dan saya hidup (juga), Allah mampu dan saya (juga) mampu. Saya tidak boleh mengatakan hal ini dengan bebas tetapi mengkhususkan bahwa pengetahuan, kemampuan, eksistensi dan hidup Allah berbeda dengan pengetahuan, kemampuan, eksistensi dan hidup kita” (The Essence of Explaining the Islamic belief – the subject of Allah’s characteristics; source, 3rd point: The un-likeness to creation)

Jika kita memandang diskusi di atas secara logis, kita akan menemukan bahwa doktrin Islam membuat wahyu Quran menjadi mustahil.

Mengenai Allah, Qur’an berkata “tidak ada yang serupa dengan-Nya”

Ini berarti bahwa Allah sama sekali bukan seperti yang anda pikirkan tentang Dia.

1. Orang Muslim memercayai doktrin "Mukhalaft ??????" ‘ketidakserupaan’, yang berarti tidak ada keserupaan apapun antara Allah dan karakteristik-Nya, di satu sisi, dengan semua yang dimiliki ciptaan, di sisi lain.

2. Qur’an adalah perkataan Allah yang tidak sama dengan perkataan manusia. (Arabic source untuk poin ke-4)

Poin di atas menunjukkan bahwa mustahil menggunakan bahasa manusia untuk berbicara mengenai Allah. Itu berarti jika Quran itu kredibel dalam apa yang dikatakannya mengenai natur dan karakteristik Allah, maka Quran tidak dapat menjadi wahyu dari Allah. Dengan kata lain, jika Quran itu palsu/keliru, maka Quran keliru; jika Quran itu benar, Quran juga keliru; oleh karena itu Quran itu keliru.

Pengajaran Quran ini membawa kepada kemustahilan menggunakan bahasa manusia untuk menggambarkan Allah. 

Oleh karena itu, mengingat bahwa Quran ditulis dalam bahasa manusia, maka Quran bukanlah ekspresi Allah, Quran tidak dapat menjadi wahyu dari-Nya, juga bukan perkataan-Nya. 

Artinya, jika Quran berkata benar mengenai Allah, maka Quran tidak dapat benar mengenai dirinya sendiri, demikian sebaliknya.  

Satu-satunya cara bagi orang Muslim untuk memecahkan dilema ini adalah dengan menganggap semua perkataan Quran bukanlah fakta juga tidak ekuivalen dengan konsep manusia apapun walaupun menggunakan istilah yang sama. Walau diekspresikan secara berbeda, kata-kata itu sesungguhnya tidak berarti apa-apa, faktanya semua itu hanyalah perkataan kosong.  

Jadi, pengajaran Muslim bahwa Allah itu tidak sama dengan apa yang kita pikirkan secara logis berarti bahwa jika kita telah memahami apa yang dikatakan Quran mengenai Allah, Ia tidak sama dengan apa yang dikatakan Quran mengenai Dia.

 

Tentang Penulis:

Bassam Khoury adalah seorang Mesir, mantan anggota kelompok Islam radikal yang sangat menguasai teologi Islam. Ia juga pernah menjadi sekretaris Syekh termasyur Mesir, Omar Abdel Rahman (saat ini dipenjara di US), seorang ulama yang menjadi aktor di belakang peledakan WTC yang pertama. Ketika Bassam sedang belajar membuat bom untuk berjihad, hati nuraninya mempertanyakan mengapa ALLAH Islam memerintahkannya untuk membunuhi kafir. Kemudian seorang teman Kristennya memberinya Alkitab, dan setelah mempelajarinya selama beberapa waktu, Bassam menyadari bahwa Islam bukan jalan menuju Tuhan. Ia kemudian bertobat dan menjadi seorang pengikut Kristus. Saat keluarganya mengetahui bahwa ia sudah menjadi Kristen, ayahnya melaporkannya ke polisi Syariah Mesir. Bassam ditangkap dan mengalami penyiksaan yang sangat kejam dengan tujuan agar ia meninggalkan imannya kepada Kristus. Ia menolak untuk menyangkali Kristus yang telah memberinya jaminan keselamatan dan sukacita. Saat pemerintah Amerika Serikat mempelajari kasusnya, Bassam dibebaskan setelah pemerintah Amerika menebusnya dengan uang sebesar beberapa juta dollar. Bassam saat ini tinggal di salah satu negara Arab dan aktif mengirimkan tulisan-tulisannya ke situs Answering-Islam.org. Kisah pertobatan Bassam dapat dibaca di SINI

Catatan kaki 1 Ibn Ishaq Al Kindy bukanlah orang Syiah. Ia adalah seorang filsuf Muslim yang dipengaruhi teologi Mutazilah. Untuk informasi lebih lanjut, Wikipedia pada Al-Kindi. 2 yaitu berbagai sekte Islam lainnya, kaum Mutazilah adalah kelompok yang paling penting selain Syiah. www.answering-islam.org/authors/khoury/quran_impossible.html

 Dipetik dari: Answering-Islam.org/Indonesian


15 comments Add a Comment
Si momad69Aisha
Reply| 03 Feb 2014 15:57:51
@ Bukan Kafir

Menurut anda sesungguhnya siapa dalam artikel di atas yang MENGANGGAP QURAN SALAH?

Anda itu NGACO ah! Tidak ada yang bilang Quran itu salah!

Sudahkah anda memahami isi artikel ini? Kalau belum, silahkan anda untuk membaca & menyimaknya dengan lebih sungguh!

Perhatikan alinea pertama artikel Admin di atas: Qur’an menyampaikan konsep mengenai Allah dengan cara sedemikian sehingga membuat wahyu Quran itu sendiri menjadi mustahil. Dengan demikian sangat jelas, tidak ada yang menganggap quran salah, termasuk Admin, melainkan kemustahilan itu sesungguhnya datang dari doktrin Islam yang membuat wahyu Quran menjadi mustahil.

Dilain pihak, yang sedang dibahas dalam artikel ini adalah Al-quran dan itu sudah jelas dari judulnya: Kemustahilan Wahyu Qur’an.
Lalu apa hubungannya dengan Alkitab?
Mengapa harus anda kaitkan dengan Alkitab?

Apakah lalu anda pikir kalau Al-quran wahyunya adalah suatu Kemustahilan, lalu kitab suci umat kristen (Alkitab) juga adalah mustahil?
Tak bertalian, bro!
Anda sudah jauh menyimpang dari konteks!

Imbauan: Berkomentarlah yang kontekstual!

Ngawur saja sampeyan!
zodiark
Reply| 03 Feb 2014 15:08:14
@bukan kafir

cubit dikit matamu yah.. kamu tahu gak naskah tertua alkitab taon berapa..xixi
Mhd6il4
Reply| 03 Feb 2014 14:39:11
Bukan Kafir on February 3, 2014 at 5:32 am said:
Kalau Alqur’an yang ditulis pada saat Nabi Muhammad masih hidup dianggap salah lalu bagaimana dengan Alkitab milik kristen yang ditulis ratusan tahun bahkan ribuan tahun setelah Yesus mati???
------------------------------------------

Ada lagi SUPER JENIUS ALA ISLAM, dah tahu baca tulis dan main internetan, bisa klaim dikit-dikit, dah lebih pinter dari suri teladannya si CABUL BUTA HURUF SAW!!!!!!

ALKITAB ditulis ratusan tahun bahkan ribuan tahun setelah Yesus mati.....
SUPER JENIUS BANGET EUY!!!!!!!!!!!!!!!!
Bukan Kafir
Reply| 03 Feb 2014 13:32:14
Kalau Alqur'an yang ditulis pada saat Nabi Muhammad masih hidup dianggap salah lalu bagaimana dengan Alkitab milik kristen yang ditulis ratusan tahun bahkan ribuan tahun setelah Yesus mati???
Sitikhadijah
Reply| 31 Jan 2014 01:37:45
JEMPOL BUKTINYA!
TAK USAH EMBEL-EMBEL.
SCHAAK-STER- MAAT!
Si momad69Aisha
Reply| 30 Jan 2014 23:44:35
@ islamquranhadisti

Terima kasih atas kritik membangun anda.

Berikut ini saya mencoba untuk memenuhi tuntutan anda, sbb:

Menurut AL QURAN bahwa bumi itu datar:
QS 55.10. Dan Allah telah MERATAKAN bumi untuk makhluk(Nya).

7 langit dan 7 bumi:
QS 65 : 12 ALLOW SWT menciptakan 7 langit dan 7 bumi
Kedua perkara ini terbukti tidak benar adanya sesuai science atau ilmu pengetahuan modern.

Referensi lainnya, yaitu dari:
Sura 3:54 mengatakan bahwa Allah itu Makara, dalam bahasa Arab berarti Allah melakukan penipuan, mempunyai rencana atau mempunyai maksud.

Tuhan adalah Mahakuasa, tentu dgn hikmat dan bijaksana-NYA dapat melakukan segala perkara besar di dalam kedaulatan-NYA, dan sama sekali tanpa perlu melakukan penipuan rendahan dan hina, seperti pikiran manusia.

Bila ada yang anda rasakan kurang, mohon bantuan anda untuk memberi masukannya lebih lanjut!

Terima kasih
GBU
islamquranhadisti
Reply| 30 Jan 2014 17:46:09
Si momad69Aisha on January 30, 2014 at 5:51 am said:
Islam/Al-quran bukan firman Tuhan, jadi SANGAT PASTI pandangan-pandangan yang berasal daripadanya tentang Tuhan adalah pandangan-pandangan manusia, yang sangat menyesatkan.
-------------------------------------

Harus ada referensinya, jangan sampe terjerumus kepada klaim lho....
Ditunggu buktinya.

Saya sampaikan salah satu bukti saja bahwa Al-quran bukan firman Tuhan, tapi firman karangan si cabul buta huruf SAW yang tidak tahu apa itu petir:

http://quran.com/13/13
Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

PASTI BANYAK LAGI YANG BISA DISAJIKAN BAHWA AL QURAN BUKAN FRIMAN TUHAN!!!!!!!!!
Si momad69Aisha
Reply| 30 Jan 2014 13:51:58
Belum ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan.

Tuhan adalah PENCIPTA (CREATOR), sedangkan Manusia adalah CIPTAAN (CREATED).
Tuhan bereksistensi dalam KETIDAKBATASAN, Mahapencipta, Mahabesar, Mahamulia, Mahaagung, Mahatahu, Mahakuasa, Mahaada, tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi; sedangkan manusia diciptakan Tuhan dalam KETERBATASAN.
Ada perbedaan yang tak terbedakan, ada jurang yang tak ada batas-batas seberangnya, ada selisih yang tak dapat diukur dengan takaran keterbatasan (otak manusia), antara Tuhan Sang Pencipta dengan manusia yang diciptakanNya.
Selisih yang tak tertakar ini, ingin saya sebut sebagai PERBEDAAN KWALITAS ANTARA TUHAN (CREATOR) DAN MANUSIA (CREATED).
Karena Perbedaan Kwalitas inilah, merupakan kemustahilan besar bagi manusia untuk mencoba merumuskan eksistensi Tuhan. Adalah mustahil Yang Terbatas merumuskan Yang Tak Terbatas.

Adakah Yang Tak Terbatas Besarnya berada di dalam Yang terbatas? Mustahil, bukan?

Yang Pasti Mungkin dan Benar adalah:
1. Tuhan yang tak terbatas dapat mengerti/mengetahui/MENGUKUR manusia secara tepat & akurat,
2. Manusia hanya dapat mengenal Tuhan sebagaimana Tuhan yang memperkenalkan diriNya di dalam Alkitab.
Ingin mengenal Tuhan, belajarlah dari FIRMANNYA dalam ALKITAB. Dan jangan mencoba untuk merumuskan Tuhan, karena engkau pasti akan tersesat.

Islam/Al-quran bukan firman Tuhan, jadi SANGAT PASTI pandangan-pandangan yang berasal daripadanya tentang Tuhan adalah pandangan-pandangan manusia, yang sangat menyesatkan.
sederhana
Reply| 29 Jan 2014 23:34:51
alias kosong banget dari 1400 tahun lalu ajabnya aja kosong masak yahudi jadi monyet-monyet dalam quran dan tidak pernah ada seperti itu jelas ini tuhan Islam sendiri yang meengarangnya
Sitikhadijah
Reply| 29 Jan 2014 22:32:56
tantangan:

mana ada ocehan Quran yang tidak kosong dari KEBENARAN ILAHIAH?
M TipuM
Reply| 29 Jan 2014 11:16:33
"Kemustahilan Wahyu Qur’an

JUDULNYA AJA SDH MENJELASKAN.
ALLAH QURAN KOSONG (tak pernah berbicara dg Muhamad)
JIBRIL QURAN KOSONG (tak ada saksi mata, tak ada kuasa mukjizat)
NABI QURAN KOSONG (tak ada yang angkat kenabiannya, takada kuasa mukjizatnya)

mustahillah semua isinya!!!
islamquranhadist
Reply| 28 Jan 2014 21:50:36
kristen orisinil on January 28, 2014 at 11:05 am said:
Impersonal dan non eksistensi Allah Islamik berawal dari kenyataan bahwa Allah Islamik merupakan sosok rekayasa ciptaan Muhammad.
--------------------------

Sosoknya sih tetap dengan mengacu pada ayat ayat al quran yang mengatakan Tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah.
Keterangan tersebut juga diperkuat dari tatacara ibadah haji yang setiap orang wajib mengatakan "kami datang padamu ya allow" sambil menunjuk kalau bisa mencium DZAT TAUHID, yaitu seonggok BATU HITAM berbentuk VAGINA.

ALLOW SWT sudah exist sejak kahbah didirikan oleh leluhur Muhammad, dan terakhir kalinya sebelum muhammad berkuasa, allow swt beranding dengan 359 illah illah lain di kahbah mekah dan ALLOW SWT adalah ILAH TERKUAT yang ditempatkan pada posisi utama.

SOSOKNYA tetap, yaitu sosok yang menjadi sembahan ABDULLAH, bapaknya muhammad.. DZAT TAUHID, yaitu seonggok BATU HITAM berbentuk VAGINA, tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah yang menjadi ilah terkuat yang ditempatkan pada posisi yang utama.

kristen orisinil on January 28, 2014 at 11:05 am said:
Sosok imajiner yang dihadirkan oleh Muhammad untuk melegitimasi klaim kenabiannya dan alat represif terhadap pengikut dan penentangnya.
------------------------------------
Menurut saya adalah keterangan keterangan yang menyertakan sifat sifat Dzat tauhid, seonggok batu hitam berbentuk vaginan tersebutlah yang menjadi karya imajiner muhammad melegitimasi klaim kenabiannya dan alat represif terhadap pengikut dan penentangnya.

Ilham dari karya imajiner muammad menggambahkan allow swt sekarakter dengan IBLIS yang jelas dan nyata disajikan di dalam al quran, sebagai SANG PENYESAT, RAJA SETAN, AHLI TIPU TIPU, KHAIRUL MAKARIN, PEMBUAT KEKACAUAN dan SADIS.

Allow swt Penyesat
Sendiri
QS 04 : 143
QS 04 : 88
QS 05 : 41
QS 06 : 39
QS 07 : 178
QS 13 : 27
QS 14 : 4
QS 16 : 93
QS 18 : 17
QS 30 : 29
QS 35 : 8
QS 39 : 23
QS 39 : 36
QS 40: 74
QS 40 : 34
QS 42 : 44
QS 42 :46
QS 45 : 23
QS 47 : 1
QS 74 : 31
Berbagi tugas dengan setan setan
QS 04 : 118
QS 15 : 39.
QS 38 : 82
Mengutus setan setan
QS 19 : 83.
QS 43 : 36
Pemimpin setan setan
QS 21 : 82
Allow swt PENIPU ULUNG Huwallahu khoirul maaqirin
QS 3 : 54
QS 8 : 30
QS 4 : 142
QS 10 : 21
QS 27 : 50
QS 43 : 79
QS 86 : 16
Allow pembohong
QS 42 : 51
QS 2 : 259
Allow Pembuat kacau
QS 6 : 123
Alow sadis
QS 9 : 5
QS 8 : 12
QS 4 : 89

SIALNYA, allow swt hanyalah allow TOLOL yang didapuk sebagai yang maha tahu dengan segala ketidak tahuan pengarangnya.
SIALNYA, allow swt hanyalah allow SERAKAH yang didapuk sebagai maha memiliki dengan segala keserakahan pengarangnya.
dan banyak lagi KESIALAN ALLOW SWT yang setara dan sesial pengarangnya yang hanyalah seorang cabul buta huruf SAW.

Legenda dan dongeng, cerita yang tidak masuk akal, nir bukti dan saksi dan klaim klaim aneh yang harus dibela jungkir balik oleh SLIMERS masa kini dari pengetahuan seorang cabul buta huruf abad ke 7 agar apa yang dituliskan dengan klaim JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN di dalamnya dapat diyakinkan dengan TAFSIR ABAKADABRA!!!!!

Al Waqidi, sejarawan awal dunia arab yang menuliskan kisah Muhammad dalam bukunya Al Maghazi yang menjadi rujukan kalangan dunia islam pun sudah menjelaskan siapa Sosok (karakter imajiner) ALLOW SWT.... tetap berlandaskan AL QURAN, yaitu tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah yang setiap berhaji wajib mengatakan "kami datang padamu ya allow" sambil menunjuk.......

SEMBAHAN ABDULLAH, bapak si cabul buta huruf itu ternyata hanyalah DZAT TAUHID, yaitu seonggok BATU HITAM berbentuk VAGINA.

------------------------TIDAK LEBIH TIDAK KURANG---------------------

JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAUAN DI DALAMNYA, walaupun d=bisa ditafsirkan oleh para penafsir yang mempelajari ilmu tafsir dengan cara tafsir tafsiran yang menghasilkan berbagai tafsir tentang:

SEMBAHAN ABDULLAH, bapak si cabul buta huruf itu ternyata hanyalah DZAT TAUHID, yaitu seonggok BATU HITAM berbentuk VAGINA.

------------------------TIDAK LEBIH TIDAK KURANG---------------------
islamquranhadist
Reply| 28 Jan 2014 20:35:03
Artikelnya KETINGGIAN untuk dimengerti para SLIMER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Empati saja mereka ngga paham!!!!!!!!

Lihat saja kalau ada SATU saja slimers yang mempostingkan pendapatnya di artikel ini, saya jamin 100%, pasti mereka ngga ngerti EMPATI.

Manusia normal mana pun di dunia ini pasti paham kalau ANJING adalah salah satu binatang cerdas yang bisa, mampu memiliki EMPATI.

Manusia normal manapun di dunia ini pasti paham, kalau SEORANG membunuh: bapak, keluarga, kaum kerabat, bahkan membunuh suami seorang perempuan yang DISODOK pada hari yang sama oleh si PEMBUNUH... dengan alasan apapun.. pastilah manusia tersebut tidak memiliki EMPATI.

Baca berita ini:
http://www.merdeka.com/dunia/kim-jong-un-eksekusi-seluruh-keluarga-pamannya.html

Dunia tidak bergejolak, walaupun Kim Jong Un dianggab sadis dan kejam.
Bisa kah anda bayangkan apabila keluarga pamannya seluruhnya dibunuh, tetapi pada saat yang sama dia MENYODOK salah satu perempuan diantara keluarga pamannya itu dan dijadikan istrinya?

DUNIA PASTI AKAN TERIAK!!!!! KIM JONG UN BINATANG!!!!!!
Bahkan lebih rendah martabatnya dari binatang!!!!!

Anda setuju?
Atau anda tidak setuju?

Artikelnya KETINGGIAN untuk dimengerti para SLIMER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Karena SLIMER pasti memilih tidak setuju.

Tahu sebabnya?

SEORANG membunuh: bapak, keluarga, kaum kerabat, bahkan membunuh suami seorang perempuan yang DISODOK pada hari yang sama oleh si PEMBUNUH... adalah contoh BERBUDI AGUNG dan BERAHKLAK MULIA bagi mereka!!!!!!!! APAPUN ALASANNYA!!!!!!
kristen orisinil
Reply| 28 Jan 2014 19:05:04
Impersonal dan non eksistensi Allah Islamik berawal dari kenyataan bahwa Allah Islamik merupakan sosok rekayasa ciptaan Muhammad. Sosok imajiner yang dihadirkan oleh Muhammad untuk melegitimasi klaim kenabiannya dan alat represif terhadap pengikut dan penentangnya.
USTADZ MENJAWAB
Reply| 28 Jan 2014 15:09:06
SAYA SALUT SETINGGINYA ARTIKEL INI.
Ini bagian dari teologi existensi dan filsafat abstrak yang sangat dalam.
Saya harap, jangan ada pembaca2 dangkal yang berkomentar picis2an ttg artikel hebat ini.

Sebagai misal, Muslim selalu merasa bhw TAUHID ITU MAHA-BENAR.
padahal itu adalah MAHA SALAH DAN TOLOL! Lihat ringkasan ini:

"setiap atribut (ALLAH) adalah bukti bahwa hal itu berbeda dari yang diatributkan,
dan segala sesuatu yang diberi atribut berbeda dari atribut (ASLI) itu sendiri.

Jadi, kalau muslim berkata bhw Allahnya SATU YANG MUTLAK DAN UNIK, maka mereka kontan tak bisa menjawab: SATU YANG BAGAIMANA ADANYA ALLAH?
Satu simple-arithmatik?
Satu matematik?
Satu yang bukan satunya dunia?
Satu yang bukan ini dan bukan itu? (Ini yang digambarkan oleh Ahmed Didat)

MAKA TAMATLAH "SATU TAUHID" ISLAMIK TSB!
IA HANYALAH CEK KOSONG "ONE BLANKNESS"!, ALIAS NON-EXIST!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top