Invasi Islam

Dalam Quran Sura al-Anfal 8:60 kita membaca: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.

 

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ

 

Al-Baidawi mengatakan:

“Dan siapkanlah” ditujukan kepada orang-orang beriman. “Menghadapi mereka” mengacu kepada orang-orang yang tidak memenuhi perjanjian, atau kepada orang-orang yang tidak beriman. “Kekuatan apa saja” mengacu kepada apapun yang dapat memperkuat orang dalam peperangan.

‘Uqba Ibn ‘Amir melaporkan bahwa ia mendengar nabi berkata dari atas mimbar:

“Lihatlah, panah adalah kekuatan”. Ia mengatakan hal itu 3 kali, dan kemungkinan ia menyebutkannya terutama karena panah adalah yang terkuat. “Kuda-kuda yang ditambat” adalah mengenai kuda-kuda yang diperuntukkan bagi jalan Allah; tetapi tulisan lain semata-mata hanya mengatakan kuda-kuda biasa. “Kamu menggentarkan” berarti menakuti musuh Allah dan musuhmu, yaitu para penyembah berhala di Mekkah. “Orang-orang selain mereka” berarti orang-orang tidak beriman lainnya yaitu orang Yahudi, atau para penipu, atau orang-orang Persia.

 

Kami bertanya:

Bagaimana Quran dapat memerintahkan orang untuk mengangkat senjata dan bersiap untuk menginvasi serta menaklukkan negeri demi agama, memaksa para penduduknya untuk menerima Islam, menghancurkan kehidupan orang, dan menjarah properti mereka? Pedang adalah senjata yang digunakan oleh orang-orang yang tidak dapat bertoleransi terhadap oposisi!  

Jika Islam itu adalah agama damai dan diyakini sebagai satu-satunya agama yang benar, bukankah seharusnya orang yang menerimanya, menerimanya karena meyakini bahwa Islam itu benar; dan bukan karena terpaksa demi menyelamatkan nyawa mereka?

Disamping itu, jika Islam itu agama yang benar; mengapa Muhammad memerintahkan bahwa setiap orang yang meninggalkan agama ini harus dibunuh?

Muhammad: “Barangsiapa meninggalkan agama Islam, bunuhlah dia.” – Bukhari 9.84.57


44 comments Add a Comment
Mr. V. Risolullah, Psychopath Islami, Nakhoda Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 10 Feb 2014 17:45:28
.

Wedehhh ... ini muncul lagi nih, satu SONTOLOYO plus. Mikir kagak, kerjaannya ngungging mlulu, sampe item tuh jidat.

Dasar, otak kabeh pade kemane: sendiri yang masuk ke situs terhormat ini (http://bacabacaquran.com) tanpa ada satupun orang yang mengundang, eh malah ngawur ngomong:
... *Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? ...

Pake doa sgala lagi: ... Ya Allah, tolong hamba >_< ...

Umat SONTOLOYO, ya sperti ini, nih. Bersholawatnya juga sama ollOIIOllo, si awloh SONTOLOYO pula! Ilusi toh! Kagak ada kerjaannye! OllO OllO awloh gak ada kerjaan! Ngurusin yang boten-boten! Si OllO OllO kebosenan diam-diam di surga Islam yang kebanyakan dihuni para SETAN-SETAN sama para pelacuran Islami! Dasar edan! Ludicrous, absurd, membuat orang tertawa saja!

Umat SONTOLOYO berdoanya sama awloh yang juga SONTOLOYO, menghasilkan slimer-slimer LOYO, yang tidak punya kuasa ilahi.
LOYO, akibatnya menghasilkan generasi yang tak punya malu, pikiran & hati nurani.
Gitu aja kok repot
Reply| 10 Feb 2014 12:53:56
Hahaahaha maaf, ini hanya pendapat saya pribadi.
kristen orisinil
Reply| 10 Feb 2014 11:31:50
@Gitu aja kok repot
penjelasan anda malah membuktikan bahwa Islam adalah ajaran satanik karena mengajarkan dan mempraktekkan kekerasan, kekejaman dan intoletansi.
Gitu aja kok repot
Reply| 10 Feb 2014 08:26:08
Jika membaca Al-Quran niatkan untuk mendapat petunjukNya. Jangan mencari-cari kesalahan Al-Quran, karena kalian tidak akan menemukannya. Al-Quran diturunkan Allah SWT melalui malaikat jibril dan diajarkan kepada Muhammad untuk umat manusia dan Allah menjaga keaslianya sampai akhir zaman. Sudah sepantasnya Muhammad adalah manusia pilihan menjadi pemimpin para nabi. Allah bershalawat atasnya artinya muhammad adalah manusia biasa dan dengan bantuan Allahlah Nabi ini dapat menjadi pemimpin umat manusia. Nabi Muhammad adalah manusia biasa oleh karena atas izin Allahlah dia menjadi pemimpin umat. Jika pemahaman kita tidak selaras dengan Al-Quran, salahkan diri kita. Mintalah petunjuk dan berdoa untuk mendapatkan pemahaman yang benar. Janganlah kita menjadi penentang karena kebodohan kita. Al-Quran sudah dijamin kebenaranya dan keaslianya. Sedangkan pemahaman kita masih sedikit.
Gitu aja kok repot
Reply| 10 Feb 2014 08:21:14
Jika membaca Al-Quran niatkan untuk mendapat petunjukNya. Jangan mencari-cari kesalahan Al-Quran, karena kalian tidak akan menemukannya. Al-Quran diturunkan Allah SWT melalui malaikat jibril dan diajarkan kepada Muhammad untuk umat manusia dan Allah menjaga keaslianya sampai akhir zaman. Sudah sepantasnya Muhammad adalah manusia pilihan menjadi pemimpin para nabi. Allah bershalawat atasnya artinya muhammad adalah manusia biasa dan dengan bantuan Allahlah Nabi ini dapat menjadi pemimpin umat manusia. Nabi Muhammad adalah manusia biasa oleh karena atas izin Allahlah dia menjadi pemimpin umat. Jika pemahaman kita tidak selaras dengan Al-Quran, salahkan diri kita. Mintalah petunjuk dan berdoa untuk mendapatkan pemahaman yang benar. Janganlah kita menjadi penentang karena kebodohan kita. Al-Quran sudah dijamin kebenaranya dan keaslianya. Sedangkan pemahaman kita masih sedikit.
Gitu aja kok repot
Reply| 10 Feb 2014 07:05:34
Hei, kebenaran itu mudah untuk dilihat, begitu juga dengan kebatilan. Gunakan hati dan akal kalian. Jangan menghina mencela dsb. Itu menandakan hati kalian yang kotor. Kami umat Islam sangat memuliakan Nabi Isa as. Kami tidak menolak kebenaran ajaranya yang berasal dari Allah SWT. Tunggulah saat-saat Di akhirat kelak, dimana kebenaran akan dijelaskan. Saya sangat yakin bahwa Nabi Isa akan menjelaskan kesalahan umat kristiani zaman ini yang telah menuhankanya. Mereka semua para nabi adalah manusia biasa seperti kita semua.
Mr. V. Risolullah, Psychopath Islami, Nakhoda Embat, ???? ??? ?? ????
Reply| 10 Feb 2014 00:25:01
Ajaran yang terkandung dalam Al Quran, sekalipun teksnya sama dibaca oleh semua muslim, tetapi dipahami secara berbeda-beda, ada yang tepat, ada yang sesat.
------------------------------------------------
Coba jelaskan pemahaman anda yang tepat itu seperti apa, perihal Memukul Wanita yang ada dalam Qur'an dan Hadis, berikut ini:
Muhammad berkata dalam Qur'annya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allâh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allâh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allâh telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Jika istri menerima keadaan suami, maka suami harus berhenti memukulinya, karena jika dia terus melakukan hal itu, maka itu merupakan kekejaman. Sesungguhnya Allâh Maha Tinggi lagi Maha Besar. Qur'an, Sura An-Nisa, ayat 34.[96] Sahih Al Bukhari, perkataan sang Nabi, nomer 3328; Sahih Muslim, bagian Datang Bulan, perkataan nomer 471.

Jadi, pertama-tama sang suami harus menasehati istrinya, dan jika sang istri tidak menurut, maka suami tidak usah menyetubuhinya. Jika hal ini juga tidak berhasil, maka sang suami berhak menghukum dan memukul istrinya.

Bagaimana pemahaman yang tepat menurut anda perihal MEMUKUL ISTRI ini?

Instruksi:
Menjawab harus to the point saja! Jangan OOT! Jangan lari ke sana ke mari, sehingga kehilangan hakekat dari pertanyaan!

Jawaban yang menyimpang dari ketentuan ini bukan merupakan objek yang berdaya tarik untuk ditanggapi alias not attractive.
Mr. V. Risolullah, Psychopath Islami, Nakhoda Embat, ???? ??? ?? ????
Reply| 09 Feb 2014 23:31:13
Yang bilang tidak ada jawaban berarti, ...lol, ...lol, ...lol.
Mr. V. Risolullah, Psychopath Islami, Nakhoda Embat, ???? ??? ?? ????
Reply| 09 Feb 2014 23:22:21
*Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? Ya Allah, tolong hamba >_<

Sampean Slimer Nyasar Bleketek!
_ll_ Sontoloyo reproduksi rosul!
zodiark
Reply| 09 Feb 2014 21:55:58
aftinanurulhusna on February 9, 2014 at 7:47 am

Nah, itu dia. Air dalam gelas Anda masih keruh. Tidak akan ada “jawaban” untuk Anda.
____
Jawaban bukan pada gelasnya tapi pada sumber airnya. Anda terpaku melihat isi air di gelas tanpa melihat sumber airnya.

Quran sebagai sumber melegalkan untuk menikahi anak dibawah umur, mengajarkan untuk memutar balikan fakta, menghalalkan nyawa manusia, merendahkan derajat, menutupi kebenaran. Sekarang yang harus dibersihkan gelasnya atau sumber airnya?

yang manis belum tentu obat dan yang pahit belum tentu racun.

btw
jin = setan atau jin = malaikat?
Jin itu penghuni surga atau neraka?
Tuhan mengijinkan gak manusia komunikasi ama jin?
Mr.V.Risolullah,doyanparfum&wanita/gadisbalita,???? ??? ?? ????
Reply| 09 Feb 2014 21:04:18
*Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? Ya Allah, tolong hamba >_<


"??? OrAnG AneH ???" _!_ Sontoloyo apaan sampean ini!
Weleh, weleh, weleh ....
Mr.V.Risolullah,doyanparfum&wanita,jugagadisbalita,???? ??? ?? ????
Reply| 09 Feb 2014 21:03:01
*Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? Ya Allah, tolong hamba >_<


"??? OrAnG AneH ???" _!_ Sontoloyo apaan sampean ini!
Gitu aja kok repot
Reply| 09 Feb 2014 20:50:02
Kalau menurut saya yang tidak tahu banyak Hal dan masih awam tentang agama. Mau menjawab diskusi ini sih mudah saja. Mengapa Allah SWT memerintahkan Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan sahabatnya untuk memerangi kafirin karena mereka para kafirin membahayakan bagi tegaknya agama yang haq yaitu agama Islam. Allah maha mengetahui hati setiap insan, maka karena para kafirin ingin melakukan tipu daya untuk menghancurkan agama Allah, dan mereka tidak menerima dakwah Islam. Maka Allah ingin memperlihatkan kebenaran. Tegaknya Islam dengan pedang adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna. Artinya manusia diberi hati dan akal untuk menimbang apa yang baik dan buruk. Tetapi dengan hati dan akal juga manusia terperosok ke dalam kehinaan alias tidak mau menerima kebenaran artinya hatinya berpenyakit dan akalnya rusak akibat misal minuman keras, dll. Berbeda dengan malaikat tidak memiliki hati dan akal tetapi diciptakan selalu taat kepada Allah. Itulah ketidaksempurnaan malaikat. Oke intinya manusia itu ada yang baik dan jahat. Dengan berperang Allah memperlihatkan bahwa yang baik akan menang dengan izin Allah. Agama yang haq akan terus terjaga keasliannya dengan jalan berperang. Mengapa? Siapa berani merubah isi al-quran? Siap-siaplah kalian akan aku(yang berkomentar) perangi dengan pisau, pedang, dll. Lihatlah dari sejarah kristiani, apakah seorang nabi yang mulia Nabi Isa as dapat melakukan ini semua yaitu melindungi ayat-ayat Allah. Hanya Allah yang tahu, ketika itu penguasa kafir masih kokoh, sehingga dapat melakukan perubahan-perubahan terhadap kitab injil. YA Allah ampunilah hambamu ini
islamquranhadist
Reply| 09 Feb 2014 20:48:59
aftinanurulhusna on February 9, 2014 at 9:26 am said:
*Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? Ya Allah, tolong hamba >_<
-------------------------------------------
Masa minta tolong sama sembahan si abdulah dan nenek moyangnya.
Itu kan cuma DZAT TAUHID (berwujud), seonggok batu hitam berbentuk vagina!!!

Emang ALLOW SWT mu bisa menolongmu????!!!!
Baca dan pelajari AL QURAN KITAB IBLIS itu... apa nggak kebalik???!!!!

TOLONG DULU TUH SEMBAHAN SI ABDULLAH... ntar baru kamu ditolongnya!!!!!
http://quran.com/22/40
..............And Allah will surely support those who support Him. ........

Ngga usah dijawab, paling jg jawabnya ngawur kesana kemari!!!!
aftinanurulhusna
Reply| 09 Feb 2014 17:26:37
Reblogged this on <a href="http://aftinanurulhusna.wordpress.com/2014/02/09/invasi-islam/" rel="nofollow">I love life, life loves me.</a> and commented:
Aku mengerti, orang-orang yang seperti mereka sudah eneg dengan dalil-dalil tak argumentatif dan tak rasional bagi mereka. Entahlah, apakah sebagai perempuan aku sudah cukup rasional dalam membantu mereka untuk mengerti sesuatu? Semoga Allah menolong mereka, amin.

*Ah, mengapa bisa aku terseret masuk dalam ruang ini? Ya Allah, tolong hamba &gt;_&lt;
aftinanurulhusna
Reply| 09 Feb 2014 17:08:57
Meskipun demikian, saya ingin sekali bisa berbaik hati pada Anda. Saya tidak ingin mempengaruhi, hanya ingin berbagi hal yang saya rasakan sebagai seorang muslim. Saya tidak ingin memaksakan suatu pengertian, tetapi saya akan sangat senang jika apapun pendapat Anda nanti, Anda dapat menyampaikannya dengan bahasa yang baik, bukan seperti orang-orang yang emosional di luar sana.

Pertama, tentang hak. Bicara tentang hak, kita tidak bisa tidak juga membicarakan kewajiban. Pendapat setiap muslim bisa berbeda-beda, tetapi saya pribadi rela hak saya sebagai perempuan muslim lebih "sedikit", seperti yang orang-orang di luar Islam mengira. Secara sosial, kewajiban pria muslim sesungguhnya lebih besar, salah satunya adalah WAJIB menafkahi keluarganya -&gt; pendapatan pria untuk keluarga (istri dan anak, terutama anak perempuan sampai ia menikah. Kalau anak laki-laki sudah dewasa, ayahnya tidak wajib menafkahinya). Mengapa perolehan waris wanita hanya separuh pria, ini sebenarnya adalah wujud keadilan untuk meringankan beban pria agar ia lebih baik dalam menghidupi keluarganya.

Dalam hukum Islam, saya rasa sebenarnya justru wanita sangat diuntungkan. Pertama, setidaknya ia tetap dapat bagian dari warisan. Kedua, kalau wanita bekerja, pendapatannya (jumlahnya kecil, besar, atau besar sekali) adalah untuk dirinya sendiri (dalam Islam wanita boleh bekerja, lho). Wanita tidak punya kewajiban menafkahi keluarga seperti pria. Seandainya keluarganya kesulitan ekonomi, pemberian yang diberikan wanita dari pendapatannya bernilai sedekah yang itu pahalanya besar sekali. Lihat, pria dan wanita sama-sama berpahala, dan dalam kehidupan keluarga pun saling bantu-membantu. :D

Kedua, tentang poligami. Memang dihalalkan dengan jumlah maksimal istri empat, tetapi kau tahu, syarat terbesar dan terberatnya adalah mampu bersikap adil. Pria manusia mana yang mampu sempurna dalam adilnya, dalam harta maupun perasaannya? Bagi saya pribadi, itu justru ayat agar pria lebih menghargai monogami. Pria yang ingin berhati-hati dan tidak ingin justru berdosa, menjauhkan dirinya dari bersikap tidak adil seandainya ia berpoligami, tidak akan berpoligami. Apalagi jika istrinya adalah wanita yang baik dalam memenuhi kewajibannya sebagai istri dan ibu, serta tidak mengecewakan diri dan keluarganya, apa mungkin ia akan melihat wanita lain kecuali jika ia memang pria hidung belang, buaya darat, mata keranjang? Pria muslim yang bersyukur justru akan sangat menyayangi istrinya, bukan? :D

Poligami itu berat, baik bagi pria maupun wanita. Selama ini yang diekspos cuma yang wanita saja. Syaratnya tidak mudah, karena istri pun harus rela. Seandainya istrinya rela, karena sebab-sebab yang masuk akal, seperti istrinya tidak bisa memberikan anak karena sakit tertentu, pria pun tak lantas lega. Ingat kewajibannya untuk adil sebagai suami yang semakin bertambah, konsekuensi gagal menunaikan kewajiban adalah dosa dan siksa di akhirat. "Kasihan" sekali pria yang berpoligami, bukan? Apalagi kalau sampai keluarganya pecah dan anak-anaknya terlantar karena kurang perhatian. Ayat Quran tentang diperbolehkannya poligami, bagi pria muslim yang pakai otak, sebenarnya justru mendorongnya untuk berpikir mendalam tentang poligami dan merenungkan dua kata, yaitu: CUKUP satu.

Ketiga, tentang kepemimpinan. Pikirkan bahwa arti "pemimpin" ada banyak, mulai dari memimpin diri sendiri sampai memimpin jutaan orang dalam satu negara. Di level individual, pria wanita, masing-masing adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, mengingat di akhirat setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri atas amal perbuatannya. Di level keluarga, kepemimpinan dibagi berdua karena suami istri sesungguhnya adalah tim yang bekerja sama membangun keluarga dan membesarkan anak. Tidak bisa jika anak nakal yang disalahkan cuma istri; ayahnya juga harus bertanggung jawab. Di level masyarakat, kita perlu ingat bahwa pembagian peran sosial tidak terelakkan. Ada pekerjaan-pekerjaan yang lebih efisien dikerjakan oleh pria, ada pekerjaan-pekerjaan yang efisien dikerjakan oleh wanita. Pria yang kuat, tangkas, dan lebih rasional cenderung cocok dengan pekerjaan di luar rumah. Wanita yang fisiknya lebih lemah, lembut, dan penyayang cenderung lebih suka pekerjaan-pekerjaan domestik. Jika pria lebih banyak memimpin di level masyarakat, sebenarnya itu wajar, mengingat ada pembagian peran semacam itu; dan negara hanyalah masyarakat, tetapi dengan level yang jauh lebih besar dan tanggung jawab yang lebih besar pula.

Orang yang berkelebihan bertanggung jawab pada diri orang yang berkekurangan, dalam hak kesempatan maupun kemampuan. Kepemimpinan pria atas wanita dalam Islam sebaiknya dipahami dengan kerangka pikir seperti itu. Larangan wanita memimpin masyarakat yang besar juga sebaiknya dipahami dengan cara seperti itu. Dosa dalam hal ini tidak bisa diputuskan secara hitam putih, seperti oh, wanita itu jadi presiden, ia dosa besar! Tidak seperti itu. Prinsip dosa adalah ada kesalahan yang dilakukan, kesalahan ada karena ada kewajiban yang dilanggar, diabaikan, atau tidak mampu ditunaikan. Contohnya: wanita muda, masih punya anak kecil-kecil, dia daftar jadi caleg. Saya pikir, bukannya tidak boleh, tetapi lalu nasib suami dan anak-anaknya, bagaimana? Kalau pria yang jadi caleg, kan, di rumah masih ada istrinya. Keluarganya selamat. Contoh lain: wanita sudah janda, anaknya sudah besar-besar. Ia orang yang bertakwa, berilmu, dan cerdas. Tahu kalau di lingkungannya calegnya laki-laki orang tidak becus semua, rasanya dia justru wajib keluar rumah dan memimpin untuk menyelamatkan lingkungannya. Begitulah :D

Keempat, tentang fundamen sebuah negara. Dasar sebuah negara menentukan nasib orang-orang yang berkumpul di dalamnya. Jika dasar itu dibuat oleh orang-orang yang tidak benar, maka dasar itu tidak akan benar, sekalipun jika itu mengacu pada agama. Ajaran yang terkandung dalam Al Quran, sekalipun teksnya sama dibaca oleh semua muslim, tetapi dipahami secara berbeda-beda, ada yang tepat, ada yang sesat. Setiap orang yang berusaha, pernah gagal; yang belajar, pernah salah, bukan? Memang ini seperti permakluman, tetapi saya setuju jika ini terjadi di level negara, yang menyangkut hidup orang banyak, kekeliruan segolongan orang yang berkuasa adalah masalah yang luar biasa besar.

Saya tidak begitu mengerti apa yang Anda maksud dengan Islam-nya orang Indonesia masih baik karena fundamen negara Indonesia bukan Islam. Rasanya hubungan kausalitasnya tidak seperti itu. Saya pikir, orang beragama dengan baik itu bukan karena fundamen negara (faktor eksternal), melainkan fundamen pribadi (faktor internal), keluarga tempatnya dibesarkan, dan masyarakat tempatnya hidup. Jika ingin mengetahui mengapa seorang muslim bisa baik atau buruk, coba perhatikan tiga faktor itu sebelum meloncat pada faktor yang paling abstrak dan jauh yang bernama fundamen negara. Baik di negara Islam maupun bukan, setiap muslim berpotensi menjadi baik atau buruk yang sama besarnya. Ah, tapi, jika di mata Anda tampak muslim Indonesia baik, saya jadi sangat bersyukur. Alhamdulillah, seperti itu, dan semoga selalu seperti itu. :D

Btw, tidak ada dalam Al Quran disebutkan bahwa Al Quran itu untuk setan dan iblis atau malaikat, lho ya. Kalau untuk jin, iya. Kalau mau bahas ini, kita akan masuk persoalan metafisika, bahwa makhluk ciptaan Tuhan itu tidak hanya yang tampak saja. Yang tidak tampak juga ada dan mereka pun bermasyarakat dan butuh petunjuk. Allah Menyayangi mereka, sama seperti Ia yang Menyayangi manusia. Ia ingin makhluk-Nya yang berjenis jin itu juga hidup dengan cara yang lurus sehingga tidak mengganggu atau menyesatkan manusia.

Wah, maaf panjang sekali komentar saya. Semoga itu bermanfaat bagi Anda yang bertanya. Semoga setidaknya isi gelas yang keruh itu berkurang, meskipun cuma sedikit. Amin :D
aftinanurulhusna
Reply| 09 Feb 2014 15:47:14
Nah, itu dia. Air dalam gelas Anda masih keruh. Tidak akan ada "jawaban" untuk Anda.
islamquranhadist
Reply| 09 Feb 2014 13:17:57
ANJING JANTAN TUA tidak mengawini anak anjing yang belum mens.
Mengapa anjing diharamkan, sementara ada BANDOT TUA yang mengawini anak anak yang belum mens diklaim berbudi agung dan berahklak mulia.

Jawaban itu ibarat air bersih yang siap masuk ke dalam gelas bernama hati Anda. Sepanjang gelas itu masih berisi air yang keruh, sampai mengeruhkan pandangan mata Anda, air yang bersih itu tidak akan punya tempat dalam gelas itu.

Sekarang pertanyaan saya pada Anda, jika Anda benar-benar adalah orang yang mencari kebenaran, maukah Anda membersihkan dulu hati Anda dari air yang keruh itu? Jika Anda bersedia, saya berdoa semoga Anda termasuk orang-orang yang beruntung.

IBLIS itu pekerjaannya menyesatkan, bapa segala dusta, tukang tipu tipu yang merusak hidup dan kehidupan manusia dan menjadi musuh abadi manusia, tetapi mengapa pula SANG PENYESAT, PENIPU ULUNG, KHAIRUL MAKARIN malah dijadikan sembahan, padahal DZAT tauhid tersebut nyata nyta sembahan Abdullah dan nenek moyangnya.

Jawaban itu ibarat air bersih yang siap masuk ke dalam gelas bernama hati Anda. Sepanjang gelas itu masih berisi air yang keruh, sampai mengeruhkan pandangan mata Anda, air yang bersih itu tidak akan punya tempat dalam gelas itu.

Sekarang pertanyaan saya pada Anda, jika Anda benar-benar adalah orang yang mencari kebenaran, maukah Anda membersihkan dulu hati Anda dari air yang keruh itu? Jika Anda bersedia, saya berdoa semoga Anda termasuk orang-orang yang beruntung.
--------------------------------------------------------------

Jadi selesaikan dulu masalah air kotor dan air bersih yang dimaksudkan ya!!!!!
zodiark
Reply| 09 Feb 2014 12:55:05
pertanyaan di jawab pertanyaan. Jawabnya hanya Tuhan yang tahu hahaha.

Air di gelas tidak akan pernah menjadi jernih selama sumber airnya keruh.
sederhana
Reply| 09 Feb 2014 10:42:22
tidak pernah ada orang yang membersihkan hati mendapatkan tempat untuk Muhammad sebagai orang yang baik" the good man" bagaimana mungkin anda mengatakan Muhammad dan ajarannya baik, seandainya benar anda adalah wanita apakah dengan merujuk ajaran Muhammad anda menerima anda berbeda dengan pria tentang hak anda, anda boleh dipoligami, anda mendapatkan hak setengah warisan, anda diciptkan bkan untuk jadi pemimpin ingat semua itu tertulis dalam Islam dalam alquran.....dan bagaimana mungkin anda tidak berpikir secara rasional dan kemudian mengambil suatu kesimpulan tentang hati, anda mungkin melihat Indonesia masih baik Islamnya karna fondamen negara kita buka akidah Islam, seandainya akidah Islam yang digunakan maka wanita akan seperti afganistan, pakistan, mali, oman, arabsaudi dll yang sangat miris dihadapi oleh peraturan Islam sendiri.....

wahai kaum wanita dimanakah baiknya Muhammad dan Islam bagi anda tunjukkan saja" apakah surga wanita pada kaum prianya?"

coba tunjukkan jangan klaim , justifikasi hati hati manusia justru Islam adalah artinya tunduk bukan hati.....kalau hati itu bukan ajaran Islam hati ajaran kristen dari hatilah kita mengetahui kebenaran Muhammad dan Islam bukan kebenaran tapi satanic dan evil terbukti itu aja lihat quran ditujukan bukan hanya pada manusia tapi juga setan, jin dan iblis
Fetching more Comments...
↑ Back to Top