Muhammad Menghina Orang Buta

Dan seraya menanggapi, Yesus berkata kepadanya,"Engkau menghendaki Aku melakukan apa bagimu?" Dan orang buta itu berkata kepadaNya, "Rabuni, supaya aku dapat melihat." Dan Yesus berkata kepadanya,"Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga ia melihat lagi, dan mengikuti Yesus sepanjang jalan itu

yesus mencelikkan orang buta

Dalam Sura Abasa 80:1-10 kita membaca:

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya”.   

 عَبَسَ وَتَوَلَّى

أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى

 وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى

 أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى

 أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى

 فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى

 وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى

 وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى

 وَهُوَ يَخْشَى

 فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى

 

Diriwayatkan bahwa Ibn Umm Maktum menemui Muhammad ketika nabi sedang berbincang dengan para bangsawan kaum Quraish, lalu berkata kepadanya,

“Bacakanlah untukku dan ajarilah aku apa yang diajarkan Tuhan kepadamu”.

Namun demikian, Muhammad tidak memperhatikannya dan berpaling darinya, dan berkata kepada dirinya sendiri,

“Orang-orang perkasa mengatakan bahwa hanya anak-anak lelaki, para budak, dan sampah masyarakat yang mengikutinya”. Lalu Muhammad cemberut dan berpaling darinya dengan penghinaan, dan terus berbincang dengan orang-orang terhormat itu.

Kami bertanya:

Mengapa Muhammad hanya memerhatikan orang-orang yang berpengaruh, tetapi menolak orang yang miskin dan berkekurangan, dan dalam kasus ini ia menolak seorang yang buta? Betapa berbedanya ia dari Kristus, yang bersikap penuh belas kasih dan lembut ketika seorang buta mendatangi-Nya – Ia memulihkan penglihatan orang buta yang datang kepadanya!

"Dan mereka tiba di Yerikho. Dan ketika Dia dan para muridNya dan kerumunan orang yang cukup banyak sedang keluar dari Yerikho, Bartimeus yang buta, anak Timeus, duduk di pinggir jalan sambil meminta-minta.

Dan ketika mendengar, bahwa Dialah Yesus orang Nazareth, ia mulai berteriak dan berkata,"Yesus anak Daud, berilah aku kemurahan!" Dan sambil berdiri, Yesus berkata agar ia dipanggil. Dan mereka memanggil orang buta itu dengan berkata kepadanya,"Tenanglah, bangunlah, Dia memanggil engkau!"

Dan sambil melemparkan jubahnya, dengan berdiri dia datang kepada Yesus. Dan seraya menanggapi, Yesus berkata kepadanya,"Engkau menghendaki Aku melakukan apa bagimu?" Dan orang buta itu berkata kepadaNya, "Rabuni, supaya aku dapat melihat."

Dan Yesus berkata kepadanya,"Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga ia melihat lagi, dan mengikuti Yesus sepanjang jalan itu. (Markus 10:46-52)

 


57 comments Add a Comment
duma
Reply| 08 Mar 2014 11:56:01
@Hakullah
Anda dapat info dari mana bahwa orang kaya di gereja dapat kursi depan sementara yang miskin hanya boleh kursi belakang? Dari ustadz sampeyan?
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 23 Feb 2014 10:35:17
@ Bajaj GT

Puji Syukur aku panjatkan kepada Tuhan Yesus, karena kakak ipar anda (istri kakak anda) telah bertobat sebagai muslimah dan mengenal serta mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhannya.
Haleluyah amin.

GBU always
ERIYSMAN
Reply| 22 Feb 2014 17:19:16
Penjelasanmu tidak berdasarkan theologis.. kesimpulan yang kamu ambil sendiri.. berbeda dengan ALKITAB.. selalu ada penjelasan theologis. Jangan asal cuap-cuap aja bro.. jawabanmu banyak x hipotesa nya..
BAJAJ GT
Reply| 22 Feb 2014 05:52:20
@ Mr. Pus Psychopath Islami,

Saya setuju Mas Pus si Muhammad itu baru jadi nabi aje lagunya tengil banget padahal dari dulu tidak ada nabi-nabi yang belagu kayak si Muhammad yang sok suci padahal perilaku sehari-hari mirip preman pasar tapi yang saya heran banyak yang ngefans sama dia contohnya istri kakak saya itu dulunya Muslimah sebelum kawin sama kakak saya dan dia dulunya rajin sembahyang pernah belajar ngaji, suka puji-puji Muhammad tapi kemudian setelah mengenal Tuhan Yesus istri kakak saya itu berubah total 90 derajat yang tadinya ngefans berat sama si Muhammad akhirnya jadi muak sama perilaku si Muhammad, orang-orang seperti istri kakak saya ini banyak sekali di Indonesia mereka itu umumnya mendengar cerita-cerita Muhammad dari ceramah-ceramah ustad-ustad di masjid, karena itulah sayangnya tidak semua orang di Indonesia itu punya akses Internet jadi hanya sedikit yang tahu. saya prihatin sama orang-orang Indonesia semoga saja dimasa mendatang banyak muslim yang mau belajar secara logika karena Tuhan menciptakan manusia itu untuk berpikir dengan otak kita sendiri bukan dengerin ceramah-ceramah ustad.

Salam
Bajaj GT
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 23:31:20
@ Hakkkkulllllullllah

Sorry bro, just joke ...
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 23:26:42
@ Hakkkkulllllullllah

Hakmullullah
Psychopath Islami
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 20:53:30
@ Caleg Malaikat

Bro, Hakullah mah cuma asbun, asal bunyi... Ha ... ha ... ha...
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 20:38:07
Lagi-lagi ampas bro, OOT
hakkullah
Reply| 19 Feb 2014 18:33:49
@Mr.Paus
Wah respon anda ini bro, merefleksikan sikap sok tahu, dan isinya kebanyakan bohongnya dan penuh ampas toh. MEMALUKAN TAHU!

---------------
bukan sok tahu..saya baca berbagai tafsir dan juga dikaitkan dengan peristiwa...dan juga berbagai penilaian tersendiri...kalau seandainya beliau saw salah, tentu saja. ayat itu diturunkan pada saat itu juga...masalahnya: peristiwa ini dikaitkan dengan pemuka bsar quraisy..setelah para pemuka melihat kejadian ini, mereka semakin sombong dan merasa dirinya memiliki kedudukan tinggi..maka itu, turunlah ayat berkenaan, dengan seorang buta di mana, ternyata kemulian bukan hanya kepada kedudukan yang tinggi..penilaian Allah itu bukan dilihat dari fisik, tetapi hati...sebagaimana beliau saw bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat (tidak perdulikan) fisik kalian tetapi Allah melihat (memperdulikan) hati kalian"..Allah swt berfirman: "Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian"..

JADI, JELAS!!!...TIDAK ADA SATUPUN PERISTIWA INI MENYINGGUNG SI ORANG BUTA ITU...TETAPI MELAINKAN ALLAH MEMBELANYA SI BUTA ITU DARIPADA PEMUKA QURAISY SEPERTI ABU JAHAL.,MAKA ITU, RASULULLAH SAW MEMUJI SI BUTA ITU, DENGAN KEMULIAN YANG DIBERIKAN OLEH ALLAH, KALAU KAMU MAU MELANJUTKAN CERITANYA..

SILAHKAN ANDA KOREK-KOREK SEJARAHNYA...KURANG CUKUP PENJELASANNYA...
MASIH BAANYAAK CERITANYA!!!, SEPERTI BILAL BIN RABAH, DIA JUGA SEORANG BUDAK HITAM TAK BERGUNA MENURUT ORANG-ORANG KAFIR, TETAPI BELIAU SAW TIDAK MEMANDANG ITU, JUSTRU BILAL DIAMANAHKAN OLEH RASULULLAH SAW UNTUK AZAN...

KAMU GAK TAHU, PENGIKUT NABI MUHAMMAD SAW ADALAH ORANG-ORANG BAWAHAN..SEMENTARA WAKTU ITU, MENDAKWAHI KE PEMUKA QURAISY AGAR MEMPERKUAT ISLAM DAN BAWAHANNYA AKAN MUDAH MENGIKUTINYA...WALISONGO JUGA BEGITU, KALAU ATASANNYA MASUK ISLAM, BAWAHANNYA AKAN MUDAH DIAJAK MASUK ISLAM...OTAK LOE KE MANA AJA?....ITULAH SEBABNYA RASULULLAH SAW MELAKUKAN ITU...
WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH
Caleg Malaikat
Reply| 19 Feb 2014 14:55:49
1. Abasa terjemahkan ke bahasa Indonesia artinya mengerut, mengkerut, bermuka masam, tidak suka dan tidak setuju. Emang kamu bisa berbahasa arab? Wualah, paling cuma bisa baca tulisan arabnya dan mengerti sepotong-potong. Penjelasan kamu ngalor ngidul sana sini, tidak membenarkan apa-apa kelakuan Muhammad yang bermuka masam dan memalingkan muka dari umm maktum. Pembelaan kamu terhadap kelakuan Muhammad adalah riwayat sesudah turun ayat abasa ini, alasan Muhammad sangat jelas dari surat abasa 1, riwayat-riwayat haditz yang kamu paparkan dan tafsir kamu sendiri.

Penjelasan kamu yang panjang-panjang tidak membenarkan apa-apa hakullah. Akui sajalah, Muhammad memang menganggap remeh, menghina dan melecehkan orang buta.
Ini simak terjemahan abasa dalam ayat itu

“Dia (Muhammad) mengerutkan wajah, bermuka masam, tidak suka, tidak setuju dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya."
Sudah jelas?

2. Memang kamu tahu apa yang dibilang umm maktum waktu itu, ayo? Coba riwayatkan percakapan mereka, harus dengan riwayat haditz yah. Kalo gak kamu ngarang. Selanjutnya, kalaupun memang umm maktum memotong cerita Muhammad pasti ayat abasa 1 akan berbeda,
"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta memotong pembicaraanya secara sembrono." Yah ini artinya lain, sungguh enggak sopan....
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 13:19:07
@ Hakkkulllah

Wah respon anda ini bro, merefleksikan sikap sok tahu, dan isinya kebanyakan bohongnya dan penuh ampas toh. MEMALUKAN TAHU!

Perhatikan baik-baik:
Namun demikian, Muhammad tidak memperhatikannya dan berpaling darinya, dan berkata kepada dirinya sendiri,

“Orang-orang perkasa mengatakan bahwa hanya anak-anak lelaki, para budak, dan sampah masyarakat yang mengikutinya”. Lalu Muhammad cemberut dan berpaling darinya dengan penghinaan, dan terus berbincang dengan orang-orang terhormat itu.

Apakah kata-kata ini bukan penghinaan Muhammad pada orang buta tersebut:
... hanya anak-anak lelaki, para budak, dan sampah masyarakat yang mengikutinya...

Apakah sikap ini bukan sikap yang merendahkan & menghina orang buta itu:
... Lalu Muhammad cemberut dan berpaling darinya dengan penghinaan, ...

Apakah sikap ini bukan sikap sombong & melecehkan orang lemah:
... dan terus berbincang dengan orang-orang terhormat itu.

Hakkullah sebaiknya anda ambil cermin yang bening dan bersegeralah bercermin berualng-ulang!
Jangan kejaannya cuma bisa OMDO doang dan gak dipikir kalau bicara! Menjemukan tahu! Seperti kataku ibarat makanan, aku lepe-in! Idihh ... jijik deh ... !
Maaf ya, itulah faktanya!
hakkullah
Reply| 19 Feb 2014 11:09:25
@CALEG
1. Semua dari tahu Adam sampe tahun dajjal akan sudah, masih dan akan tahu bermuka masam adalah bentuk reaksi negatif dari sikap sesorang terhadap orang lain atau suatu keadaan. Muka masam bisa merupakan bentuk manifestasi dari tidak suka, penolakan mentah-mentah, penolakan terpaksa, meremehkan terselubung karena kalau dengan kata-kata akan melukai hati orang, menghina secara diam-diam. Kalau memang Muhammad tidak punya sikap negatif terhadap si umm maktum, kenapa auloh musti menurunkan ayat untuk membelanya? Kalau hal ini benar, kenapa auloh musti repot memikirkan tindakan Muhammad? Pertanyaan kritis ini saja sudah membuat artinya berbeda. Bagi saya tafsirnya jelas, Muhammad memandang muka dan menghina orang buta.
--------------
kan, tadi sudah kubilang...itu bahasa Indonesia, tetapi beda dengan abasa...millah dengan din, tentu beda sekali...
buktinya si Ibnu Makhtum tidak tersinggung sama sekali....
makanya, anda menafsirkan sesuai dengan terjemahan bahasa Indonesia. lain dengan bahasa arab..begitu juga, "Kami"..karena kita merujuk ke bahasa aslinya..
- "Nahnu atau Kami", tidak selalu terkaitkan dengan kata jamak..kalau anda melihat cara berfikirnya anda dengan bahasa Indonesia, maka anda akan mengatakan " dari dulu sejak nabi adam sampai kapanpun, maka tetap "Kami" itu jamak..itulah sebabnya, alquran diturunkan dalam berbahasa Arab, karena semua bahasa tidak ada yang cocok...coba, anda berfikri: "Kami" selalu jamak dalam berbagai bahasa kecuali bahasa Arab.
- Maaf,ya...kalau seandainya Alquran itu diturunkan berbahasa Indonesia, tentu anda akan memprotesnya..
- jadi, tidak ada peristiwa, bahwa nabi Muhammad saw telh menghina si buta...bahasa Allah swt lebih hebat daripada manusia..

2. Hakullah, umm maktum memag buta tapi tidak budek alias tuli. Dia juga bisa mendengar Muhammad ngomong. Meskipun dia buta, dia masih bisa menunggu sampai Muhammad selesai bicara, saya rasa itu yang dilakukannya. Tapi memang dasar Muhammad suka pandang muka dan pandang bulu makanya yah ada ayat abasa itu. Hakullah, 2 kata dalam ayat itu sudah cukup menjelaskan artinya. A bermuka masam dan B memalingkan muka. Kamu enggak tahu memalingkan muka ada dalam ayat itu juga.
-------------------
iya, karena beliau saw memberikan isyarat dengan tidak sepatah katapun. apakah dia menegur kata "maaf"?..seperti, Sebelumnya saya minta,..saya mau ngomong dengan engkau, wahai rasulullah...ternyata tidak ada pendahuluan sekata apapun, tetapi si Ibnu Ummi Makhtum langsung berbicara, tanpa memikirkan adabnya..

dari Peristiwa itu,kan jelas sekali..tidak bisa anda katakan bahwa "bermuka masam" itu adalah tidak suka, ...kalau kita melihat dari peristiwa dan konteks bahasa, tentu sangat dipahami..
banyak, mas bahasa seperti itu..misalkan "shalawat"..atau
anda masih ingat, gak...penjelasan dari orang-orang kafir; malaikat takut dengan anjing. konteks bahasanya jelas..tetapi bukan itu maksudnya: tetapi yang dimaksud di sini adalah malaikat rahmat..adanya anjing atau tidak, tidak ada hubungan dengan malaikat maut, atau pencatat dua malaikat..kenapa?..
makanya, kalau mau menafsirkan alquran, harus bisa menguasai alquran dan hadits, kalau tidak. maka tidak akan bisa menafsirkannya dengan baik..

CONTOH LAIN: ALQURAN MENJELASKAN BAHWA MALAIKAT DICIPTAKAN DARI NUR (CAHAYA). TETAPI ALQURAN MENJELASKAN PERBANDINGAN ANTARA MANUSIA DENGAN MALAIKAT MENUJU ALLAH...
MANUSIA = 50 TAHUN
MALAIKAT = 1 HARI
SEBAB, MALAIKAT DICIPTAKAN DARI CAHAYA..LALU DIJELASKAN OLEH ORANG-ORANG KAFIR. WAH, TAMBAH SALAH LAGI...

RANGKAIAN AYAT ALQURAN DENGAN YANG LAIN, TIDAK TERPUTUS. SEMUA BISA DISELESAIKAN DENGAN BAIK..

BEDA DENGAN KRISTEN..GAK JELAS...YESUS ITU TUHAN ATAU UTUSAN SAJA?....GAK JELAS GAK JELAS GAK JELAS......

WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH
hakkullah
Reply| 19 Feb 2014 10:20:58
@Mr.paus
nah, ketahuan,kan..sikap anda itu seperti sikap yang tidak menceerminkan akhlak yang tidak baik...
sombong itu adalah:
1. Menolak kebenaran
2. merendahkan orang lain


nah, beliau saw tidak merendahkan si buta itu, cuma beliau saw cemberut kepada si buta, karena dia telah memutuskan pembicaraannya..

mas, di mana-mana, kalau orang sedang berbicara, kalau diputusin tentu sangat tidak sopan..

Dialognya seperti ini
Rasulullah saw : (Rasulullah saw sedang mendakwahi para pemuka Quraisy tersebut dan beliau saw berbicara)
Si buta : (si buta ini, tiba-tiba datang dan memutuskan pembicaraan rasulullah saw). wahai rasulullah: ajarkanlah kami tentang islam

Rasulullah saw : (Rasulullah saw memandangnya dan memberikan suatu isyarat, seolah-olah, si buta harus menunggu dulu sampai selesai pembicaraannya), makanya, beliau saw berpaling (bukan karena fisiknya gak sempurna)

Si buta : (si buta ini dapat diketahui niatnya oleh Allah swt), ya rasulullah: ajarkanlah kami tentang islam
Rasulullah saw : (setelah selesai berbicara, baru beliau saw pulang)

Allah swt : (karena Allah Maha Mengetahui niatnya si buta itu, Allah belanya dan memuliakannya), kemudian turunlah surat abasa untuk memuliakan si buta itu...

Jadi, gak ada keterangan, bahwa beliau saw membencinya begitu juga si buta...
karena sesama muslim adalah ikhwah (bersaudara)..
sekali lagi, tidak ada penghinaan sedikitpun tentang si buta itu...
Allah swt berfirman: "Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian)...

ketika saat jamaah ke masjid, maka tidak ada perbedaan di antara mereka, apakah memiliki jabatan, presidien, menteri, kaya, ulama, miskin, pakir ataupun orang rendahan sekalipun. semua dipandang sama, tidak membedakan hal itu..beda dengan geraja, semua itu dibedakan..yang kaya harus di depan, yang miskin tetap di belakang....

inilah cara pembenaran orang-orang misionaris...sudah dikasih berulang-ulang, orang-orang kristen sendiri tidak tahu isi alkitabnya...isinya, cinta kasih sayang cinta kasih sayang cinta kasih sayang...tapi, tidak tahu, siapa tuhan yang sebenarnya..mase tuhan mengorbankan diri untuk manusia. bukankah ini adalah sifat yang sangat lemah...ada lagi, kata "tuhan berfikir"...aneh sekali....

baca lagi dech alkitab anda.....sampai di sini saja, yaa...semoga anda mau berfikir lagi...ini masa depan loe...loe gak tahu,kan kalau isi alkitaabnya tidak bisa menjelaskannya...bagi ummat islam sich, gampang aja jawabnya, kan orang-orang misionaris gak bisa bahasa arabnya...ulama Islam, semua merujuk ke bahasa aslinya..beda dengan alkitab, yang menafsirkan sesuai bahasa masing-masing...Kalau alkitabnya tertulis bahasa Indonesia, ya juga menafsirkan sesuai tertulis dalam bahasa Indonesia...
mas, bahasa Arab dengan bahasa Indonesia itu beda....bahasa Arab memiliki makna yang sangat luas, sedangkan bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak kaya bahasa alias bahasanya terbatas..

CUKUP SAMPAI DI SINI AJA,YAAAAAAA...WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH
Mr. Pus V. Psychopath Islami, Empu Embat Sarat Aib, ???? ??? ?? ????
Reply| 19 Feb 2014 00:55:15
@ BAJAJ GT

Sikap seorang Nabi yang benar terhadap seorang buta yang membutuhkan pertolongannya adalah bersikap peduli dengan memberikan uluran tangan yang tulus ikhlas.

Jadi beliau itu disamping belagu amat, juga sombong, tidak tahu diri dan tak tahu malu.

Disebut:
- Sombong: hal ini tercermin dari beraut masam dan bersikap berpaling.
- Tidak Tahu Diri: bersikap kejam dan tak berhati nurani, tetapi mengaku dan mengklaim diri sebagai Nabi Suci. Perihal Hati Nurani, Etika dan Rasa Keadilan sudah saya uraikan dalam kedua postinganku berikut ini:
http://bacabacaquran.com/2014/02/12/muhammad-menghina-orang-buta/comment-page-1/#comment-18075
http://bacabacaquran.com/2014/02/12/muhammad-menghina-orang-buta/comment-page-1/#comment-18114
- Tidak Tahu Malu: gak ngaca gitu loh, kelakuan seperti setan kok barani-beraninya mengaku sebagai Nabi, pakai embel-embel Suci lagi. Dari mana logikanya? Itu namanya Nabi yang Tak Tahu Malu.

Salam
BAJAJ GT
Reply| 18 Feb 2014 22:19:57
seorang nabi kok belagu amat.
BAJAJ GT
Reply| 18 Feb 2014 22:15:17
Setuju sama mas Andre, seorang Nabi utusan TUHAN itu tidak boleh menghina dan merendahkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
Caleg Malaikat
Reply| 18 Feb 2014 19:33:47
Hakullah,
1. Semua dari tahun Adam sampe tahun dajjal akan sudah, masih dan akan tahu bermuka masam adalah bentuk reaksi negatif dari sikap sesorang terhadap orang lain atau suatu keadaan. Muka masam bisa merupakan bentuk manifestasi dari tidak suka, penolakan mentah-mentah, penolakan terpaksa, meremehkan terselubung karena kalau dengan kata-kata akan melukai hati orang, menghina secara diam-diam. Kalau memang Muhammad tidak punya sikap negatif terhadap si umm maktum, kenapa auloh musti menurunkan ayat untuk membelanya? Kalau hal ini benar, kenapa auloh musti repot memikirkan tindakan Muhammad? Pertanyaan kritis ini saja sudah membuat artinya berbeda. Bagi saya tafsirnya jelas, Muhammad memandang muka dan menghina orang buta.

2. Hakullah, umm maktum memag buta tapi tidak budek alias tuli. Dia juga bisa mendengar Muhammad ngomong. Meskipun dia buta, dia masih bisa menunggu sampai Muhammad selesai bicara, saya rasa itu yang dilakukannya. Tapi memang dasar Muhammad suka pandang muka dan pandang bulu makanya yah ada ayat abasa itu. Hakullah, 2 kata dalam ayat itu sudah cukup menjelaskan artinya. A bermuka masam dan B memalingkan muka. Kamu enggak tahu memalingkan muka ada dalam ayat itu juga.

Selanjutnya, bedakan yang namanya menghina dan mengkritisi. Sikap saya benar, karena saya mengkritisi dan cara menulis sayapun benar karena dengan menyertakan referensi. Dan pernyataan sayapun tegas dan jelas. Tidak OOT.

Toh yang rugi kamu bukan saya, terima kasih.
hakkullah
Reply| 18 Feb 2014 10:42:37
@CALEG
1. bagaimana mungkin kamu bilang ibn umm maktub salah dan berdosa, tapi tidak bisa dipersalahkan karena buta. Itu bukan excuse untuk muhammad dengan seenaknya bermuka masam dan memalingkan muka, loh.

-----------
iya...karena adab...kalau kita melihat dari peristiwa itu, tentu saja Ibnu Ummi Maktum telah berbuat salah.. kita kembali kepada bahasa aslinya: abasa..makna abasa ini bermakna: bermuka masam bukan diartikan berpaling karena dia buta. jadi, maknanya, tidak selalu dikaitkan dalam artian penghinaan..
contoh: seorang khatib berkhutbah di masjid, tiba-tiba seseorang memutuskan pembicaraannya, lalu si khatib menunjukkan sikap kepada orang itu; hmm (seolah-olah si khatib itu memberikan isyarat kepadanya; maknanya: tidak boleh berbicara). masalahnya, si Ibnu Ummi Maktum adalah buta, makanya dia gak melihat beliau saw cemberut..
dalam tingkah laku beliau saw, jelas dia memandang Ibnu itu telah tidak sopan dan tidak punya adab sama sekali...maka Ibnu Ummi Maktum berulang-ulang mengatakan: ya rasulullah, ajarkanlah kami islam..ketika saat beliau saw belum selesai pembicaraannya, beliau selalu memandangnya lalu berpaling..bukan bemuka masam itu artinya benci, dan juga bukan menghinanya karena dia buta, tetapi sikap yang tidak sopan, itulah membuat beliau saw bermuka masam dan berpaling..sekali lagi, bukan Rasullah saw berpaling itu karena dia buta..dan itulah sebabnya, dalam selang waktu, baru diturunkan ayatnya..seharusnya, anda berfikir, kenapa Allah tidak turunkan pada saat itu juga?
..


2. memang perbuatannya tidak menghina, tapi melecehkan. Kata-katamu sendiri yang mengatakannya, jangan heran. muhammad tahu bahwa maktum buta dan tidak bisa melihat apa yg dia lakukan, apa artinya ini kalau bukan penghinaan dan pelecehan secara fisik, memandang rendah orang karena ketidakmampuan fisiknya.

---------------
aduh, anda tidak mengerti..memang ibnu Ummi Maktum, tidak tahu apa yang dilakukan Rasulullah saw..seperti cemberutnya beliau saw..kenyataannya, Ibnu Ummi Maktum tidak merasa malu ataupun tersinggung..kalau seandainya, dia tidak buta, tentu saja dia ra menunggu sampai beliau saw selesai berbicara....dan ketika dia ra datang ke tempat beliau saw, dia dimuliakan dan dipersilahkan duduk dan si Ibnu Ummi Maktum merasa malu kepada beliau saw.

bahasa Allah swt itu singkat dan memiliki makna yang sangat dalam..kenapa Allah tidak menggunakan kata bahasa lain selain abasa wa tawalla?..kalau anda menganggap bahwa beliau saw telah menghina si buta, seharusnya, ayat itu tidak menggunakan kata "abasa", seharusnya dengan makna yang sangat tegas.
Skenario Allah jelas...

anda menghina agama lain, apakah sikap anda juga benar?. atau anda menafsirkan tanpa ilmu, apakah ini bisa dibenarkan?...

saya tidak memaksakan anda untuk beriman atau membenarkan perlakuan rasulullah saw?...ini adalah hak pilih...

waallahu a'lam..terima kasih
mhd6160lo
Reply| 18 Feb 2014 09:35:10
hakullah dodol....dodol
terus kewajiban allohmu sama ciptaannya apa dong....
Caleg Malaikat
Reply| 17 Feb 2014 21:36:28
Hakullah, ayo kita bahas poin per poin tanggapan kamu
1. bagaimana mungkin kamu bilang ibn umm maktub salah dan berdosa, tapi tidak bisa dipersalahkan karena buta. Itu bukan excuse untuk Muhammad dengan seenaknya bermuka masam dan memalingkan muka, loh.
2. memang perbuatannya tidak menghina, tapi melecehkan. Kata-katamu sendiri yang mengatakannya, jangan heran. Muhammad tahu bahwa maktum buta dan tidak bisa melihat apa yang dia lakukan, apa artinya ini kalau bukan penghinaan dan pelecehan secara fisik, memandang rendah orang karena ketidakmampuan fisiknya.
sayang sekali, kamu pake sejarah apapun tetap tidak membenarkan kelakuannya itu.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top