Waspadai Tanda Kurung (Paranthesis) Dalam Qur’an

“Kenapa kita menambahkan sebuah teks dalam kurung bagi ayat-ayat Allah dalam Quran? Apakah Allah membutuhkan manusia untuk menambahkan kata-kata atas FirmanNya demi menjelaskan apa yang Dia maksudkan?”

mustafa 

MUSTAFA AKYOL

[email protected]

PENANG

 

Saya tengah berada di negara Malaysia yang indah, yang adalah sebuah tujuan populer bagi para turis mancanegara, untuk melakukan sesuatu yang hanya sedikit terkait dengan aktifitas turisme, yaitu untuk mendiskusikan apakah kebebasan adalah sebuah nilai Islami. Pertemuan itu diadakan oleh Institut Penang, sebuah lembaga think thank dengan pandangan-pandangan progresif, dan saya diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada para akademisi dan orang-orang awam dari beragam ras yang ada di Malaysia: Muslim Melayu, Cina, Hindu, Kristen dan lainnya.

Pidato pembukaan yang disampaikan oleh seorang politisi lokal yang sukses sangat menyenangkan untuk didengar, karena isi pidatonya juga memberi penekanan bahwa kebebasan individual adalah sebuah nilai yang harus dipegang oleh orang-orang Muslim. Ia juga tak lupa mengutip sebuah ayat Quran yang berbunyi:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama.” (Quran Sura al-Baqarah 2:256)

Namun saat saya mendengar terjemahan ayat Quran ini, yang tampaknya selalu diucapkan oleh orang-orang Muslim baik di Malaysia maupun di negara lain, saya menjadi terkesima. Ayat ini hanya semata-mata menyatakan,”tak ada paksaan untuk agama”, dan tidak ada kata dengan tanda kurung yaitu kata “memasuki” pada ayat tersebut.

Tapi mengapa? Apa perbedaan antara “tak ada paksaan dalam agama” dengan “tak ada paksaan untuk menerima/memasuki agama”?

Ada perbedaan yang luar biasa besar, karena sementara ayat aslinya mengimplikasikan bahwa seharusnya tak ada paksaan dalam Islam, tapi versi yang diedit melalui ‘tanda kurung’ membatasi bahwa satu-satunya yang diterima adalah agama Islam. Implikasinya adalah bahwa ketika anda telah menjadi seorang Muslim, anda tak lagi punya kebebasan untuk memilih.

“Pengeditan” yang dilakukan pada ayat tersebut tampaknya penting untuk membatasi proklamasi Quran mengenai kebebasan berdasarkan petunjuk pihak berwenang dalam yurisprudensi Quran, yaitu Syariah. Sebab Syariah sebagai contoh menyatakan bahwa mereka yang murtad dari Islam harus dieksekusi, disamping adanya politisasi agama yang dilakukan oleh orang-orang Muslim. Sebagaimana yang saya jelaskan dalam buku saya: “Islam without Extremes: A Muslim Case for Liberty,” tak satupun isi dari buku saya ini memiliki dasar Quran. Namun meskipun demikian, fakta ini membuat beberapa orang Muslim tidak mempertanyakan pendapat pihak yang berotoritas, melainkan mereka lebih suka “mengedit” arti Quran dengan cara menambahkan tanda kurung.

Masih ada banyak kasus-kasus ‘pengeditan’ lainnya dalam terjemahan kitab suci Islam berdasarkan post-Quranik, dan seringkali terlihat sangat janggal. Misalnya, perhatikan terjemahan berikut dalam yang terdapat dalam “The Noble Qur’an,” (bisa dilihat secara online di www.noblequran.com), dari ayat terakhir pembukaan pasal Sura Fatiha:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (sebagaimana orang-orang Yahudi), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (seperti orang-orang Kristen).” (Quran Sura al-Fatiha 1:6,7)

Inilah doa seorang Muslim kepada Tuhan agar mereka tidak berada di tengah-tengah “mereka yang dimurkai, dan mereka yang telah sesat.” Ayat ini jelas tidak berbicara mengenai orang Yahudi dan orang Kristen, tetapi penerjemahnya tampaknya ingin memastikan agar orang-orang Muslim tidak menyukai para penganut ajaran monoteisme yang lain, dan karena itu ia menggunakan pengeditan dengan teknik menambahkan tanda kurung.

Dengan contoh-contoh di atas, saya tidak sedang berargumen bahwa Quran seharusnya tidak diintepretasikan, diberi catatan kaki atau bahkan diberi tanda kurung. Para pembaca yang kurang terdidik tentu saja membutuhkan bantuan seperti itu agar mereka dapat memahami konteks dari teks-teks ilahi. Tetapi, menambahkan arti ekstra ke dalam ayat-ayat sama sekali tak bisa ditolerir. Hal itu bahkan lebih tak dapat ditolerir lagi ketika dilakukan dengan mengorbankan kebebasan dan pluralisme yang dipegang oleh Quran, dan demi otoritarianisme dan kefanatikan yang dimiliki oleh orang-orang Muslim tertentu.

Catatan Admin:

Dalam Quran terjemahan bahasa Indonesia, kondisinya lebih parah, karena bukan hanya memasukkan kata “memasuki” dalam tanda kurung, tapi juga menambahkan kata “Islam” juga dalam tanda kurung, sbb:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) ...” (Quran Sura al-Baqara 2:256)

 

Sumber: hurriyetdailynews.com


33 comments Add a Comment
The Camel Speaks Out
Reply| 26 Oct 2015 02:58:05
Saya secara pribadi mendapatkan bahwa tambahan-tambahan kalimat di dalam kurung pada terjemahan-terjemahan Kuran menghasilkan pengertian yang sama sekali berbeda dengan kontek pembacaan Kuran.
Penambahan kalimat pada terjemahan Kuran akibat dari motifasi yang buruk adalah bertujuan tidak hanya untuk membohongi kelompok bukan-Muslim, tetapi juga untuk membohongi umat Muslim sendiri.
Contoh permasalahan: Apakah yang sesungguhnya Kuran Al Imran (surah 3) ayat 85 katakan? Bacalah artikel ini: https://thecamelspeaksout.wordpress.com/2015/09/24/kepada-siapakah-orang-beriman-harus-berserah-menurut-kuran-yahweh-atau-allah/
Umatallah
Reply| 09 Feb 2015 11:50:57
AWAS: menambahkan arti ekstra ke dalam ayat-ayat sama sekali tak bisa ditolerir ALLAH .

QURAN TEKS ASLI:“Tidak ada paksaan untuk agama ...”

QURAN PLUS TEKS ULAMA:
“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam ...”
(Quran Sura al-Baqara 2:256)
Mimie
Reply| 10 Mar 2014 02:25:43
JANGAN GITU AH on March 9, 2014 at 8:34 am said:
Tuhan negeri Mekah (Arab yang dimaksud sebagai bangsa-bangsa lain) yang disembah Muhammad adalah tuhannya para PENYEMBAH BERHALA. Dan berhala tersebut berjumlah 360 termasuk batu hitam Hajar Aswad yang dihormati Muhammad dengan sikap takjim, serta diciuminya dengan penuh kecintaan. Sudah sejak keluarga Muhammad mengenal Allah, yaitu Dewa Hubal yang bertempat di atas bangunan Kabah, sebagai dewa tertinggi di Arab. Itu sebabnya nama bapak Muhammad adalah Abdullah, berasal dari penggabungan dua kata Abd = pengabdi/penyembah dan Allah = Dewa bulan Hubal.
---------------------------------------------------
Hari ini aku tanpa sengaja menemukan pemikiran brilliant di sebuah situs.
Mirip yang saudara katakan di atas.
Biar aku copas di sini,............

Balik ke Islam sekarang, dalam artikel saya, saya percayai adalah agama penyembah sang Iblis. Dengan demikian, Islam mengakui bahwa roh mereka adalah milik Malaikat Maut. Dan Islam juga adalah agama satu-satunya yang saya ketahui melarang kiblat ke arah langit. Sebagai bentuk perlawanan Iblis yang sudah diusir dari langit.

Aku pribadi berfikir, tujuan kiblat ke Makah juga ada maksud, dalan quran melulu disebutkan 2 oknum yang tak terpisahkan, rasul dan allah.
taat, hormat pada keduanya. Jadi kiblat ke Makah adalah menyembah kedua-duanya. Alam kubur Muhammad dan batu hitam berhala.
Bukankah setiap sholat kita wajib shalawati Muhammad.?????????
CROSSWAY
Reply| 09 Mar 2014 18:11:21
@ hakkulah menulis :

Allah memberi sesuatu gambaran bahwa yang dimurkai oleh Allah swt adalah dari golongan orang-orang yahudi yang selalu menentang ajaran nabi-Nya dan selalu mengubah isi Alkitabnya (taurat dan injil)
=====================================
Tidak ada bukti orang-orang Yahudi mengubah isi Torah dan Haverit Hakadasha, tapi banyak bukti Muslim menambah-nambahkan ayat-ayat Alquran yang sebetulnya sama sekali tidak pernah ada.
Kalau anda punya bukti bahwa Yahudi telah merubah isi Torah dan Haverit Hakadasha silahkan anda memberi bukti tetapi kalau anda tidak bisa memberi buktinya berarti anda telah berdosa besar karena telah memfitnah dan berkata bohong.
====================================
@ hakkulah menulis :

maka wajarlah, dua agama inilah yang menyesatkan manusia, seperti anda ingin mengubah makna Al-quran sesuai dengan selera anda.
====================================
Lho ?? yang mengubah makna Al-quran bukankah umat muslim sendiri ??
Allah swt menurunkan wahyu kepada Jibril kemudian Jibril mewahyukan kepada Muhammad saw sebagai berikut :

"Tunjukkilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai, dan bukan pula mereka yang sesat".
Lalu untuk apa lagi kalian muslim menambahkan kata-kata yang sebetulnya tidak perlu dicantumkan ?
JANGAN GITU AH
Reply| 09 Mar 2014 16:34:29
APAKAH TUHAN KAUM YAHUDI/kRISTEN SETUJU DIKLAIM MUSLIM SAMA DENGAN ALLAH SWT???

Jawabnya, TIDAK!!!

Allah swt adalah BERHALA dan muslim yang menyembah kepadanya adalah pemuja berhala, berhala Arab

Perhatikan tuhan negeri mana yang disembah oleh Muhammad lewat ayat karangannya di,

QS An-Naml : 91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

sudah lihat? TUHAN NEGERI INI (MEKAH)

Apa kata Tuhan NEGERI ISRAEL???

Mazmur 96 : 5
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

Tawarikh 16 :
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

Oleh sebab itu kaum Yahudi diingatkan,

Ulangan 6 : 14
Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu.

Tuhan negeri Mekah (Arab yang dimaksud sebagai bangsa-bangsa lain) yang disembah Muhammad adalah tuhannya para PENYEMBAH BERHALA. Dan berhala tersebut berjumlah 360 termasuk batu hitam Hajar Aswad yang dihormati Muhammad dengan sikap takjim, serta diciuminya dengan penuh kecintaan. Sudah sejak keluarga Muhammad mengenal Allah, yaitu Dewa Hubal yang bertempat di atas bangunan Kabah, sebagai dewa tertinggi di Arab. Itu sebabnya nama bapak Muhammad adalah Abdullah, berasal dari penggabungan dua kata Abd = pengabdi/penyembah dan Allah = Dewa bulan Hubal.

Dan berhala ini pula yang dicomot Muhammad namanya menjadi Allah swt dan dijadikan sembahan muslim hingga hari ini.

Dan apakah Allah swt itu Tuhan yang sebenarnya Tuhan menurut Tuhan kaum Yahudi? Tidak! Sebab Tuhan kaum Yahudi telah mencap segala sembahan bangsa lain sebagai BERHALA!

Kalau begitu sia-sia dong klaim-klaim muslim yang dengan paksa sembahannya si SWT dipandang sama?? Ya, tentu sangat sia-sia.

Muslim boleh ngeklaim apa saja, bahkan sampai mengakui semua nabi adalah muslim karena hal itu tertolak sama sekali !!

Semoga menjadi renungan para onta muslim yang doyan ngeklaim SWT = YHVH
hakkullah
Reply| 09 Mar 2014 13:14:50
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (sebagaimana orang-orang Yahudi), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (seperti orang-orang Kristen).” (Quran Sura al-Fatiha 1:6,7)

Inilah doa seorang Muslim kepada Tuhan agar mereka tidak berada di tengah-tengah “mereka yang dimurkai, dan mereka yang telah sesat.” Ayat ini jelas tidak berbicara mengenai orang Yahudi dan orang Kristen, tetapi penerjemahnya tampaknya ingin memastikan agar orang-orang Muslim tidak menyukai para penganut ajaran monoteisme yang lain, dan karena itu ia menggunakan pengeditan dengan teknik menambahkan tanda kurung.

------------------
anda masih kurang memahami makna yang terkandung di dalamnya, apakah Allah akan menyebutkan sesuatu yang harus dinamai, seperti Yahudi atau nashara?..ternyata, rupanya tidak..akan tetapi Allah swt memberikan sesuatu gambaran kepada ummat islam, bahwa "yang dimurkai" oleh Allah swt adlah dari golongan orang-orang yahudi, yang selalu menentang ajaran nabi-Nya dan selalu mengubah isi alkitabnya (taurat dan injil) dan "yang tersesat" dari golongan orang-orang nashara yang mudah ditololin oleh yahudi itu sndiri, Artinya, kedua-duanya bukan hidayah, gak yahudi gak kristen....

maka wajarlah, dua agama inilah yang sangat menyesatkan manusia, seperti anda ingin berusaha mengubah makna alquran sesuai dengan selera anda..alhamdulillah, untunglah di bumi ini banyak orang-orang shaleh yang takut kepada Allah swt..

SIAPAKAH YANG BISA MENJAMIN KEASLIAN ALKITAB YANG SEKARANG INI?
RUPANYA TIDAK ADA SAMA SEKALI...PUSATNYA SAJA SESAT APALAGI CABANG-CABANGNYA LEBIH SESAT LAGI..

ALQURAN DAN HADITS SHAHIH YANG SEKARANG YANG KITA PEGANG INI ADALAH PUSAT KEBENARAN ISLAM..JIKA ADA CABANG-CABANG YANG SESAT, MAKA KEMBALINYA ADALAH KE PUSATNYA, YAITU ALQURAN DAN HADITS SERTA PEMAHAMAN PARA SHAHABAT DAN ULAMA YANG SANGAT TAKUT KEPADA ALLAH SWT..
PADA MASA 14 ABAD YANG LALU, RASULULLAH SAW SUDAH MEMBERITAHUKAN KEPADA KITA:
"AKU TINGGALKAN 2 PUSAKA YAITU ALQURAN DAN ASSUNNAH KEPADA KALIAN, DI MANA JIKA KALIAN MEMEGANG KEDUANYA, MAKA KALIAN TIDAK AKAN SESAT SELAMA-LAMANYA"..

CONTOH SALAH SATU BAHWA YAHUDI DAN NASHARA ITU ADALAH YANG MENYESATKAN DAN DISESATKAN (JANGAN SALAH PAHAM DULU ISTILAH ITU), YAITU CONTOH SEPERTI ARTIKEL DI ATAS TERSEBUT YANG DIBUAT OLEH ADMIN...JIKA MENERIMA ARTIKEL ITU, MAKA DIA TERMASUK ORANG YANG TERSESAT SEPERTI NASHARA, ATAU MENGAJAK ORANG LAIN MELAKUKAN PENYIMPANGAN MAKNA ALQURAN, MAKA DISEBUT SEBAGAI "YANG MENYESATKAN" ..INTI PERSOALANNYA ADALAH: BAHWA ORANG-ORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH ITU BUKAN ORANG-ORANG YAHUDI DAN JUGA BUKAN ORANG-ORANG KRISTEN..

JELASLAH, ALLAH SIFATI MEREKA ADALAH "MAGHDUB" ATAU "DHAALLIN"

WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH
OK, KAMI SHALAT DULU SUDAH AZAN...INSYA ALLAH, SAMAPAI KETEMU KEMBALI..
hakkullah
Reply| 09 Mar 2014 11:34:02
saya akan jelaskan kepada kalian, supaya tidak mengambang..
pada surat 3:54
?????? ???? ????
mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipuan mereka..

Allah menggunakan kata bahasa yang indah, daripada menggunakan kata wazan "????" bermakna "saling", anda tahu arti "saling"?..kita akan ambil sebuah contoh yang berwazan di atas tersebut:
???? ???? ???? (Ahmad dan dan Zain saling memukul), kalau dipisahkan katanya:
??? ???? ???? ??? (Ahmad memukul dan zain membalas pukulannya)

misalkan: anda dan saya saling memukul (kalau begitu, anda memukul saya, dan saya memukul anda; saya ini posisinya sebagai apa?, tentu saja, posisi saya membalas..kalau gak ada yang memukul gak ada yang dibalas)..
jadi, kesimpulannya: ??????(posisi mereka sebagai penyerang) ????????(posisi Allah sebagai Pembalas)
karena mereka membuat tipuan maka Allah Membalas dengan cara menggagalkan rencana mereka (maaf, jangan anda marah dulu, dikiraian kontradiksi)..mungkin anda akan bertanya, kok, keterangan yang kamu terangkan beda dengan keterangan ini. katanya, kan Nabi Isa as ingin dibunuh, kok yang ini keterangan "menggagalkan rencana", mana yang benar?

KALAU BEGITU, ANDA TIDAK MENGERTI YANG NAMANYA "KONTRADIKSI" YANG DIMAKSUDKAN...KONTRADIKSI SEPERTI APA SIH YANG DIMAKSUD?..

--------------

?? ???? ?? ????? (tidak ada paksaan dalam agama ini)..
anda mungkin tidak tahu isim makrifah, apa isim ma'rifah itu?
isim terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Isim Nakirah yaitu kata yang menunjukkan sesuatu bentuk benda tidak dapat diketahui atau tidak dpt ditentukan.
2. Isim Ma'rifah, yaitu kata benda yang dapat diketahui atau dikenal, seperti kata benda yang dimasukkin oleh ?? (contoh: ????? agama ini)

coba kalau misalkan ditambahkan katanya, pasti tidak ada keindahan bahasanya dan bahasanya jadi kacau, seperti alquran palsu yang pernah disebarkan..
contoh: ?? artinya: tidak
???? paksaan
?? di dalam
????? agama ini

tidak paksaan di dalam agama ini, anda ngerti maksud itu?, kacau gak?

?? ???? ?? ???? ????? ????????
gak cocok bahasanya, bagaimana bisa menandingi ahli syair pada saat itu?

jadi artinya: tidak ada paksaan dalam memasuki agama.."Fii", memang maknanya apa? artinya: di dalam..bisa memasuki, menerima dan sejenisnya...masuk logika gak?..
kalau cara pandang anda seperti anda jelaskan, wah gue rasa anda sangat kaku..ajaran islam tidak kaku..Ijtihad yang digali dari alquran dan hadits itu diperbolehkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan...dengan begitu, maka alquran terus menerus bisa berlangsung sepanjang masa..ketika ada masalah baru, maka orang mujtahid menggali dari alquran dan hadits untuk menentukan perkara yang baru tersebut, dan seterusnya sepanjang masa..

MANA ADA KITAB SUCI SEPERTI ALQURAN, MEREKA SEMUA GAK ADA BAHASA ASLINYA, BAGAIMANA BISA MENJAWAB PROBLEM PERMASALAHAN YANG BARU?...ITULAH ALQURAN YANG SANGAT COCOK DENGAN BAHASA ARAB, KARENA MAKNANYA LEBIH LUAS DAN BERVARIATIF (BERANEKA RAGAM MAKNA)..

PERHATIKAN AJA BAHASA ALQURAN, JANGAN MEMPERHATIKAN BAHASA INDONESIA, BOS. GAK LUAS BAHASANYA...SEPERTI ANDA TUDUHKAN SEGALAM MACAM CARA..BUKANKAH TERJEMAHAN ITU BUATAN MANUSIA?..
ALQURAN TIDAK PERNAH UPDATE, TETAPI TERJEMAHAN SELALU UPDATE, SEBAB SETIAP HARINYA SELALU MEMILIKI MASALAH YANG BARU..

ALQURAN = TIDAK UPDATE
TERJEMAHAN = UPDATE

BAGAIMANA GAK HEBAT ALQURAN?

TERJEMAHAN HANYA SEBAGAI DASAR ILMU PENGETAHUAN SAJA, KALAU MAU LEBIH TELITI DAN LEBIH SERIUS, BELAJAR LAGI YANG LEBIH TINGGI TINGKATANNYA..

WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH.


Allah swt berfirman:
Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum-hukum yang telah diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. (QS al-Maidah [5]: 49).




APAKAH ANDA BERTANYA, SESUATU YANG MENYEBABKAN ANDA KETAWA DENGAN KESOMBONGAN ANDA?..
ARTINYA: ANDA BANGGA KARENA TIDAK BISA DIJAWAB OLEH SEORANG MUSLIM..TUJUAN ANDA BUKANLAH MENCARI SESUATU YANG BENAR, TETAPI ANDA MENCARI TITIK KELEMAHAN SAJA..KENYATAANNYA TIDAK BISA DIREBOS..

TENTANG APA SAJA..

KAMI PUNYA ALQURAN DAN ANDA PUNYA ALKITAB...KAMI TIDAK PERLU BANYAK BERTANYA KEPADA ANDA..CUKUP HANYA TANYA, YESUS ITU TUHAN ATAU UTUSAN?. BRESS,KAN?!!
hakkullah
Reply| 08 Mar 2014 19:21:03
mas, mas ...Allah dan rasul-Nya boleh berijtihadi bagi yang mampu dan memiliki persyaratan yang cukup...saya sudah jelaskan hal itu...Allah swt telah mengizinkan menafsirkan alquran bagi ulama yang menguasai ilmu alquran dan hadits...Allah Maha Mengetahui semua bahasa...tentu saja, tambahan itu bisa diterima Allah swt...bukankah hal ini diizinkan?..makna ayat alquran bervariatif dan tidak mungkin seorang kafir bisa memahami ayat alquran, karena disebabkan hatinya kotor...

saya jelaskan kepada anda, pada surat QS:3:54. di sini Allah swt memberikan gambaran kepada kita, bahwa orang-orang kafir membuat makar atau berkeinginan untuk membunuh nabi Isa as secara diam-diam, tetapi rencana itu diketahui oleh Allah swt dan lalu Allah balas rencana mereka, dengan jalan diangkatnya ke langit dan yang mereka bunuh bukan Nabi Isa as, tetapi yang diserupakan..maka Allah katakan: Dia adalah sebaik-baik yang membalas tipu daya mereka...(ini singkat saja)..

kesimpulannya:
1. Mereka membuat makar kepada Nabi Isa as untuk dibunuh
2. Allah membalas tipuan mereka...

membuat dan membalas, apakah anda akan mengatakan itu salah?...tafsir itu dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya, kepada siapa?. kepada orang yang cukup memiliki ilmu alquran dan hadits..

saya kira, ini adalah keindahan bahasa arab dan memiliki makna yang sangat dalam..

kalau seandainya dijelaskan dan dirinci lagi dengan kata membalas, maka keindahan arab gak ada sama sekali...lihatlah keindahan alquran, kenapa Allah tidak mengatakan "kun pa kaana", tetapi dikatakan "kun payakun", mungkin bagi orang-orang gak paham, itu suatu kesalahan..

kalau mau lebih lanjut, bacalah buku-buku para ahli tafsir..waallahu a'lam..terima kasih
USTADZ MENJAWAB
Reply| 03 Mar 2014 22:33:23
MAAF, ADA KOREKSI PADA KOMEN SAYA, ATAS TEKS ASLI QS.3:54, SBB:

PADAHAL ASLINYA SEHARUSNYA:
“Orang-orang [kafir itu] membuat tipu daya, dan Allah [tanpa tambahan "membalas"] ber- tipu daya [tanpa tambahan "mereka itu"]. Dan Allah [tanpa tambahan "sebaik-baik pembalas"] ADALAH PENIPU-DAYA TERBESAR”.
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 03 Mar 2014 16:37:07
@ All

Tanda kurung digunakan untuk menyisipkan teks ke dalam teks lain, yaitu untuk mengapit keterangan atau penjelasan, bahkan bisa saja penjelasan yang bukan bagian integral dari pokok pembicaraan. Dengan demikian sangat rawan bagi penggubah/penata gubah untuk mengarahkan arti sesuai kehendak bebas hatinya, atau tafsir seenak-enak perutnya sendiri.

Menurutku keteranganku ini sudah sangat jelas dan tidak ada yang dapat disalahtafsirkan, namun demikian supaya tidak menjadi merepotkan dalam mana terjadinya salah tafsir, berikut ini saya sertakan tautan berikut ini sebagai penjelasan tentang ID-ku yang secara kebetulan sudah saya jelaskan pada postinganku sebelumnya, yaitu bagian akhir (bagian catatan). Silahkan baca:
http://bacabacaquran.com/2014/02/04/jin-muslim/comment-page-1/#comment-18491

Maaf bilamana postinganku sebelumnya dapat menimbulkan salah tafsir, saya harap postinganku kali ini dapat menjelaskan dengan baik akan kesalahtafsiran tersebut.

Demikian Penjelasanku, semoga berguna bagi yang berkepentingan

Terima Kasih
GBU
Sandy
Reply| 01 Mar 2014 02:58:38
WOW,,,alquran muat ulang taurat Yahudi. gk salah baca ane ?? sueer sangat bahlul ente. kitab hasil dengar-dengaran aja banyak dongeng doank.
islamquranhadist
Reply| 28 Feb 2014 13:04:27
??????????? ???????? ??????? ????????? ?????? ?????????????
wamakaruu wamakara allaahu waallaahu khayru almaakiriina

Kalau kitab sebelah, jelas-jelas itu adalah IBLIS!!!!! tanpa tanda kurung
Ikben
Reply| 28 Feb 2014 10:09:00
Saya juga lagi menduga-duga apakah ini Sandy yang ada di buktikan saksi. Bila demikian Roh Allah telah mencerahkan hati nuraninya. Gbu
mhd6160lo
Reply| 28 Feb 2014 09:49:47
Coba tuliskan isi hukum taurat yang ke 10 menurut quran, di surah mana dan di ayat berapa... biar boongnya jangan ketahuan
mhd6160lo
Reply| 28 Feb 2014 09:44:11
karena tidak ada paksaan untuk memasuki agama turunlah ayat abal-abal yang berbunyi: hanya agama Islam yang diridhoi alloh.
apa semua muslim, kalau ngasih postingan tidak mikir dulu apa ?
Mimie
Reply| 28 Feb 2014 00:43:03
USTADZ MENJAWAB on February 26, 2014 at 9:58 am said
Kini saya dapati Islam sebagaimana yang dikatakan dalam Alkitab:
SEBAB IBLISPUN MENYAMAR SEBAGAI MALAIKAT TERANG (2 KOR 11:14)
---------------------------------------------------
Alkitab yang aku pegang bunyinya begini....
2KOR 11;14
TAPI TEU ANEH IBLIS OGE BISAEUN NYAMUR JADI MALIKATNA CAANG.
tah, urang sunda punya alkitab......
Ini pasti palsu.
Salam Pak USTADZ.
ERIYSMAN
Reply| 28 Feb 2014 00:36:21
kitab PL dan PB ditulis ada sejarahnya, apa kamu ada? saya minta bukti juga dunk... bagaimana sebelum dijadikan kitab... kalo kami ada, kamu bisa searching di google.. hampir semua taurat orang Yahudi ditulis ulang di al quran.. eh situ alah benci pendahulunya... aneeeeh...
ERIYSMAN
Reply| 28 Feb 2014 00:32:01
Kalau tidak pakai tanda kurung sebagai penjelasan, bagaimana Al-Qur’an bisa berlaku di segala zaman.

Tanda Kurung menjadikan Al-Qur’an FLEKSIBEL bagi penggubah/penata gubah untuk mengarahkan arti sesuai kehendak bebas hatinya, atau tafsir seenak-enak perutnya sendiri.

Yang seperti inilah yang menjadi andalan dan kekuatan kelompok Hakkullah dengan segala teknik tipu daya taqiyyanya dan menutup dengan kata wallahu a’lam.. ----> anda bicara seperti ini malah menghancurkan agamamu sndr.. ISLAM sendiri yang bilang isi Al quran tidak pernah diganti-ganti dan ditambah-tambah...

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama.” (Quran Sura al-Baqarah 2:256) dubah menjadi “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam).” (Quran Sura al-Baqarah 2:256). apakah mengubah itu sudah benar-benar mengetahui maksud sura al baqarah? harus di tafsir dulu dari latar belakang sejarah, perikopnya, dll..
USTADZ MENJAWAB
Reply| 27 Feb 2014 23:36:13
LEBIH GAWAT LAGI PENYELEWENGAN QURAN, pada QS.3:54. Depag menulisnya:.
"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" TANPA TANDA KURUNG APAPUN!

PADAHAL ASLINYA SEHARUSNYA:
"Orang-orang [kafir itu] membuat tipu daya, dan Allah [tanpa tambahan "membalas"] ber- tipu daya [tanapa tambahan "mereka itu"]. Dan Allah [tanpa tambahan "sebaik-baik pembalas"] ber- tipu daya".

.
JANGAN GITU AH
Reply| 27 Feb 2014 23:15:24
@sandy
hei...kau yang di buktidansaksi tho?
dah murtad ya?
xixixi
Fetching more Comments...
↑ Back to Top