Zaynab Bint Jash - Kisah Asmara Mertua Dengan Menantu

“Jika al-Quran itu, kata demi kata diyakini sebagai tulisan ALLAH swt dan yang telah disimpan di sisiNya pada lempeng Lauhul Mahfuz sebelum akhirnya diturunkan sebagai wahyu kepada Muhammad dalam kurun waktu 23 tahun masa pelayanannya; maka kami pun bertanya:

“Benarkah nama Zaid dalam ayat Quran tersebut, serta ketentuan bahwa menikahi isteri anak angkat sebagai tindakan yang dihalalkan ... benar-benar merupakan tulisan ALLAH swt yang telah tersimpan di Lauhul Mahfuz?”

 

Ilustrasi: Nabi Natan menegur Raja Daud yang telah berdosa karena berzinah dengan Bathsyeba serta membuat rancangan jahat agar Uriah (suami Batsyeba) terbunuh

Dalam Quran Al-Ahzab 33:37 kita membaca:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Pernikahan ketiga Muhammad adalah sebuah tragedi moral terbesar, yang hanya berisi nafsu seks dan birahi belaka. Selagi Anda membaca, coba tanyakan pada diri Anda sendiri, “Dimanakah pertalian dan penguatan suku dalam sebuah perkawinan ini?” “Adakah hubungan antara pernikahan  ini dengan kenabian?”

Khadijah, istri pertama dari Muhammad, membeli seorang budak bernama Zayd Ibn Haritha yang kemudian diberikannya sebagai hadiah kepada suaminya, untuk menjadi pelayannya. Namun setelah Muhammad mendapat panggilan kenabian, dia membebaskan Zayd dan mengadopsinya sebagai anak di muka umum, dimana dia berkata, “Zayd adalah anakku, saya mewarisinya dan dia mewarisiku.” Setelah itu, dia kemudian dikenal dengan sebutan “Zayd, anak dari Muhammad.” Singkat cerita, akhirnya, Zainab menikahi Zayd atas desakan Muhammad. Namun yang terjadi kemudian sangatlah aneh, mengejutkan dan menjijikkan.

Suatu hari Muhammad pergi untuk mengunjungi anak angkatnya, Zayd. Ketika dia memasuki rumah Zayd, dia sedang tidak ada di rumah. Muhammad melihat Zainab setengah telanjang dibalik tirai ketika dia sedang berpakaian. Muhammad menginginkannya, namun dia takut untuk masuk. Sebelum dia pergi, dia berkata kepadanya., “Terpujilah Allah yang dapat merubah hati seseorang.” Zainab senang dan kemudian memberitahukan kunjungan tersebut dan pernyataan Muhammad pada suaminya. Zayd langsung menemui Muhammad dan bertanya: “Apakah engkau menginginkan aku menceraikannya untukmu?” Muhammad menjawab: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” Pada awalnya merupakan sikap yang masih mulia dari Muhammad. Namun, yang terisi dalam hati dan jiwa Muhammad sangat berbeda dengan apa yang dikatakan mulutnya, karena dia benar-benar menginginkannya sebagaimana yang dicatat oleh Al-Zamkhashri:

“Penampilan luar dari Muhammad berbeda dengan apa yang ada di dalamnya.”[1]

Singkatnya, di luar, terlihat bahwa Muhammad tidak ingin Zayd menceraikan Zainab, namun keinginannya berlawanan: karena Muhammad jatuh cinta kepada Zainab, ketika dia melihatnya setengah telanjang.[2]

Al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Muhammad jatuh cinta dan menginginkan Zainab menjadi istrinya. Tetapi dia ragu terhadap perkataan orang tentang dirinya, mengambil istri dari anak angkatnya. Namun Allahnya Muhammad mendatanginya untuk memarahinya atas keragu-raguannya. Anehnya, justru Allah yang menginginkan wanita itu untuk meninggalkan suaminya dan melanggar semua norma moralitas, agar Muhammad bisa mendapatkannya. Ini jelas terlihat dalam Al-Qur’an:

“Dan, ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zayd telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya, Kami kawinkan kamu dengan dia…”[3]

Waktu tidak berlangsung lama antara Surat 33:36 (ketika Allah lewat Muhammad meyakinkan Zayd sebagai laki-laki mukmin untuk tetap dalam pernikahan yang dia walikan) dan Surat 33:37, dimana Allah berbalik memerintahkan Zayd untuk meninggalkan Zainab sehingga sang nabi itu dapat menikahinya. Apa yang mengakibatkan Allahnya sang nabi itu untuk merubah pikirannya? Apakah tuhan itu sebuah mainan di tangan Muhammad, sehingga sebuat ayat baru akan turun untuk meniadakan ayat yang datang sebelumnya?

*[Sungguh aneh, bahwa tuhannya Muhammad tidak merekonsiliasikan dan tidak mampu menolong kelangsungan keluarga Zayd-Zainab. Dan Muhammad tidak tampak membantu mendoakan pemulihan keluarga ini lewat kuasa Tuhan. Sebaliknya, Allah yang satu ini – seperti manusia saja – hanya merasa perlu buru-buru menggantikan kehancuran rumah tangga tersebut (yang adalah keluarga dari anak angkatnya Rasul Allah) dengan menetapkan perkawinan yang baru untuk Muhammad?] Macam apakah tuhannya yang satu ini?

Dalam bukunya, The Life of Muhammad, Dr. Haykal menolak cerita tentang Zayd dan Zainab ini. Dia mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang memalukan dan dia menuduh kaum misionaris dan peneliti Barat mengada-adakannya untuk menjatuhkan Islam dan nabinya. Ketika saya masih seorang Muslim, saya berharap Dr. Haykal benar dan semua cerita merendahkan terhadap Muhammad memang kebohongan belaka. Namun, kita harus menatap fakta pahitnya dan membaca jawaban Dr. bint Al-Shati’, seorang ulama Muslim yang cukup terkenal, yang menyatakan kebenaran apa adanya:

“Cerita tentang Muhammad, sang Rasul, yang mengagumi Zainab … dan bagaimana dia meninggalkan rumah Zainab dengan berkata, “Terpujilah Allah yang merubah hati seseorang”, diceritakan kepada kita oleh pendahulu-pendahulu yang baik seperti Imam Al-Tabari dalam buku sejarahnya dan oleh Abu Ja’far Ibn Habib Al-Nabeh dan yang dikasihi Al-Tabari, dan tetangga Allah, Al-Zamkhashri. Orang-orang tersebut mengkisahkan cerita ini sebelum dunia mendengarkan Perang Salib, penginjilan, dan misionaris Barat. ... Mengapa kita harus menyangkal bahwa sang Rasul adalah manusia yang melihat Zainab dan mengaguminya... Muhammad tidak pernah menyatakan dirinya sempurna, tanpa nafsu manusia. Sebagaimana dia bergairah ketika melihat Aisyah daripada istri-istrinya yang lain, dia mengatakan, “Allah, jangan salahkan aku karena tidak memiliki apa yang engkau miliki (kemampuan menahan diri).”[4]

Semua kisah diatas adalah fakta, dibenarkan oleh para tokoh Muslim, bukan rekayasa misionaris Barat seperti dituduhkan oleh Haykal.

*[Bahkan pihak Muslim pulalah yang ingin menyembunyikannya atau – seperti halnya Ibn Kathir – menghapusnya dari khazanah Islam karena dianggap tidak sehat, “kami ingin menghapus beberapa halaman dari kisah tersebut, sebab tidak sehat, dan kami tidak akan sebut lagi”. (Ibn. Kathir, Tafsir, vol.3, p.491)]

Apakah seharusnya kita masing-masing memiliki tuhan dan “jibril” kita sendiri-sendiri agar kita dapat melakukan apa yang kita mau, dan menolak apa yang tidak kita inginkan, dengan berkedok bahwa tuhan yang memerintahkannya lewat “jibril” demi membenarkan tindakan kita?

Mari kita bandingan hal ini dengan kehidupan Raja Daud, “Nabi Daud” bagi kaum Muslim. Daud bernafsu atas istri orang lain. Namun betapapun dia disayangi oleh Tuhan, Tuhan tidak membiarkan perselingkuhan tersebut terjadi begitu saja hanya karena Daud adalah seorang nabi dan seorang raja. Sebaliknya, Tuhan menegur dan menghukumnya dengan keras. Ancaman Tuhan berkumandang di seluruh Israel (!) saat Dia berkata kepada Daud: “Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan menambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.” (2 Samuel 12:10).

Daud menjawab dengan ratapan:

“Kasihanilah aku, ya Tuhan, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku…. Jadikanlah hatiku tahir, ya Tuhan, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:3-5, 12)

Dengan kata lain, Tuhan adalah Tuhan yang suci dan murni yang tidak berkompromi dan berkonsesi dengan dosa. Kesuciannya untuk dosa siapapun, baik itu Daud maupun Muhammad. Tuhan yang Sejati menghukum dosa dan tidak malah memberinya hadiah! Sebaliknya Muhammad melakukan apa saja yang ia mau dan itu absah saja.

Zainab sendiri menjelaskan:

“Setelah bercerai, langsung dan lihatlah, Rasul Allah memasuki rumah saya saat saya sedang tidak berjilbab dan saya bertanya kepadanya, “Apakah akan seperti ini tanpa wali atau saksi?” Dia menjawab kepada saya, “Allah adalah walinya dan “jibril” adalah saksinya.”

Akibat dari pernyataannya, Zainab menyombongkan diri di depan istri-istri Muhammad lainnya dengan mengatakan: “Ayah-ayahmu yang memberikan kamu dalam pernikahan, namun untuk saya, surgalah yang memberikan saya dalam pernikahan dengan Rasul Allah.”[5]

Namun agar Muhammad bisa keluar dari issue sah tidaknya ia mengawini Zainab, kembali “jibril” siap sedia menurunkan ayat dari tuhannya, menyatakan bahwa dia tidak bukan mengadopsi Zayd seperti yang umum maksudkan. Sehingga, khusus menikahi Zainab sesungguhnya sah: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”[6]

Ulama terpandang mencatat dalam bukunya, Al-Sira Al-Halabia: “Jika Muhammad bernafsu atas wanita yang sudah menikah, menjadi keharusan bagi suaminya untuk menceraikannya untuk dia (Muhammad).[7]

[Sedangkan ada seorang Nabi lain yang justru mengatakan dalam otoritas dan kekudusanNya: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. (Mat.5:27-28)]

Jadi dimanakah alasan-alasan yang dilemparkan para ulama bahwa pernikahan Muhammad hanya semata untuk menguatkan hubungan Islam antar suku? Dimanakah aspek “demi kepentingan Islam”nya?


[1] Al-Kashaf oleh Al-Zamkhashri, Vol. III, hal. 54.

[2] The Wives of the Prophet oleh bint Al-Shati’, hal. 158 & 164.

[3] Surat Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu) 33:37

[4] The Wives of the Prophet by bint Al.-Shanti’, hal. 61 & 63.

[5] Untuk informasi selanjutnya, baca “Yurisprudensi dari Kehidupan Muhammad (Faqh Al-Sirah) oleh Sa’id ‘Ashur, hal. 126; dan Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba oleh Ibn Hajar Asqaliani, Vol. IV, hal. 307.

[6] Surat Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu) 33:40

[7] Al-Sira Al-Halabia oleh Al-Halabi, Vol. III, hal 377.


33 comments Add a Comment
Yogi
Reply| 20 Jun 2015 18:53:45
“Setelah bercerai, langsung dan lihatlah, Rasul Allah memasuki rumah saya saat saya sedang tidak berjilbab dan saya bertanya kepadanya, “Apakah akan seperti ini tanpa wali atau saksi?” Dia menjawab kepada saya, “Allah adalah walinya dan “jibril” adalah saksinya.”

Dari ayat ini saja langsung bisa kita ketahui bahwa Baginda Rasul sudah tidak bisa lagi menahan konaknya.
islami itu indah
Reply| 18 Jul 2014 21:30:33
@islamquranhadist
yang lebih ngaco itu injil,,,,,,,,,,,,,,
masa injil dirubah-rubah,,,,,emangnya koran bekas,,,
hahahhhaa nanti juga nte bakal lihat dan tahu mana kebenaran yang hakiki setelah nte mati ,,,,
islami itu indah
Reply| 18 Jul 2014 21:26:41
@perintah oloh
hey jangan menilai org sesuka hatimu,,,,,
apa anda tidak lihat kaum agama kalian yang berlogo kemunafikan,,,,dan tipu muslihat juga kebiadaban,,,
yang memakai kedok malaikat akan tetapi bermuka iblis
islami itu indah
Reply| 18 Jul 2014 21:23:46
@Admin
maaf admin, semua artikel diblog sungguh menghina agama islam
bukan dari bagian kan tetapi seluruh artikel ini jauh dari nilai-nilai islam
tolong memang ad ayang mengirim artikel seperti ini kenapa tidak ditolak ,,, apa mungkin anda sengaja membuat blog ini untuk menjelek-jelekan islam,,,,
coba ralat kembali kata-kata anda dan berpikir lebih logis
islami itu indah
Reply| 18 Jul 2014 21:16:33
@islamquranhadist
sebelum anda mengomentari agama kami perbaiki dlu pengetahuan mu...
artikel yang anda tulis sangat berlebihan dan jauh dari fakta...
sebelum anda berkata macam-macam tentang islam bagaimana hukum pernikahan dalam islam...
ernah anda berpikir para pendeta-pendeta atau pastur yang mengharamkan dirinya sendiri untuk menikah... tapi ko berjinah dengan para biarawati..buktinya banyak sekali sering ditemukan kuburan janin di pekarangan gereja....
jikalau yesus yang kalian anggap tuhan yang lahir tgl 25 desember,,
terus siapa yang menciptakan alam dan dunia serta menjaga keseimbangan dunia ini ada tgl 24 desember dan tgl2 sebelumnya ...
sungguh mengherankan agama nasrani itu mentuhankan manusia jadi seorang tuhan,,,, klo bgtu knpa gx sekalian aja kalian salib aja saudara kalian sendiri supaya jadi tuhan semuanya...
apakah ada kitab suci yang sangat diagungkan ,,,, dibuat oleh banyak orang seperti injil yang telah kalian rubah,, ada inzil matius ,injil markus,injil yohanes sekalian aja injil butet hahahhaha
jika loe emang percaya sama agama loe,,,, janganlah menghina agamaku dan gama lain,,, jika loe menghina begini sama aja menanmpakan bahwa agama yang loe percaya itu jauh dari kebenaran
Ex-Mualaf
Reply| 14 Jul 2014 10:04:42
Al-Sira Al-Halabia: “Jika Muhammad bernafsu atas wanita yang sudah menikah, menjadi keharusan bagi suaminya untuk menceraikannya untuk dia (Muhammad).[7]

Maka saya murtad lagi, setelah tahu kebenaran2 yg dahsyat begini!
Mimie
Reply| 08 Jul 2014 08:41:04
Puji syukur , bacabaca quran.com kembali hadir..
Selamat atas perjuangan Admin dan rekan2 pencinta situs kesayangan ini.
kresten
Reply| 23 Jun 2014 15:02:24
@moslem

xixixixi
moslem
Reply| 06 May 2014 09:43:37
xixixi ga bisa jawab
moslem
Reply| 06 May 2014 09:40:31
Otak dimana??
moslem
Reply| 06 May 2014 05:54:43
gila kalian!
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 11 Mar 2014 22:07:27
Jawabannya OOT, bro!

Pakai otaknya!
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 11 Mar 2014 22:05:11
dari mana Al-Zamkhashri tahu isi hati seseorang karena katanya dia yang mencatat? apakah dari curhat?
------------------------------------

Ya sekarang mikir dulu ya?

Nanti kalau benar-benar kamu tidak mampu pikir. Aku akan uraikan untuk anda.
Kasihan nih slimer satu ini!
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 11 Mar 2014 22:00:12
Kalau ingin tahu yang menulis artikel adalah mantan muslim atau bukan, kok bisanya nanya mlulu? Emang disitu gak bisa mikir apa? Disitu kan punya otak, buat apa kalau bukan untuk digunakan berfikir? Mau dijadikan barang pajangan! Buat dimesiumkan gitu?
Pelajari dong! Pikir gitu! Bukannya nanya mlulu! Mau ambil gampangnya aja!

ANALOGINYA BEGINI:
- Kalau ingin naik klas. Ya belajar! Bukannya nyontek mlulu!
- Kalau ingin makan. Ya beli makanan! Bukannya Minta mlulu!
- Kalau ingin uang atau barang-barang berharga. Ya kerja keras/usaha! Bukannya nodong/peres orang mlulu!

M I K I R !
SEKALI LAGI MIKIR!
PUNYA OTAK DIPUTAR! BUKANNYA DIBUAT TIDUR MLULU! TAPI MAU TAHU URUSAN!
DASAR SLIMER! EMANG LOL!
perintah oloh
Reply| 11 Mar 2014 20:41:36
nirwan anda bukan muslim yang taat? sudah tertulis dikitab karangan Muhammad dan sahabat-sahabatnya, apa yang terjadi jika seorang murtad????? bandingkan sekali lagi dengan orang yang sudah menjadi mulaf???? Itulah yang dimaksud menyelamatkan nyawa orang murtad dari sisi ajaran iblis, ga usah bahas terlalu jauh apa logo-logo Islam ga jauh dari pedang dan perang????
hakkullah
Reply| 11 Mar 2014 20:30:50
@ISLAMQURANHADITS
BACA AJA, SAYA AMBIL DARI SITUS ITU, SILAHKAN ANDA KLIK SITUSNYA...SAYA KATAKAN DIA, KAMI, KALIAN ADALAH MANUSIA BIASA, BUKAN TUHAN DAN BUKAN RASUL..MANUSIA PASTI TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN..BUKANKAH BEGITU?..APAKAH ANDA AKAN MENYALAHKAN SAYA?..WAKTUKU TERBATAS, JADI KAMI HANYA COPY PASTE, KALAU ADA WAKTU BANYAK, SAYA AKAN MENULIS SENDIRI...WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH
hakkullah
Reply| 11 Mar 2014 20:27:07
ganti aja bibi..sama seperti alkitab..alkitab adalah buatan manusia..buatan manusia pasti ada kekeliruan dan tidak lepas dari kesalahan..
coba anda katakan: Yesus itu tuhan atau utusan?..kalau Yesus tuhan, adakah bahwa Yesus itu mengakui dirinya tuhan?...silahkan anda jawab..

saya ini manusia, bukan tuhan dan bukan rasul...kalau saya cek anda juga punya kesalahan yang sangat sangat banyak,,sebab yang menyampaikan adalah manusia dan manusia tidak lepas dari kesalahan...silahkan anda baca lagi, kisah kami. adakah kesalahan lagi?..waallahu a'lam..terima kasih

JANGAN TAKUT, BACA AJA...LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN..
islamquranhadist
Reply| 11 Mar 2014 19:51:22
Zaynab Bint Jash – Kisah Asmara Mertua Dengan Menantu

CARA KAWIN MAWIN ALA ISLAM

Artikel sudah menjelaskan secara gamblang bagaimana prilaku seorang yang BERBUDI AGUNG dan BERAHKLAK MULIA yang dijadikan suri teladan sempurna bagi MUSLIM (termasuk IBLIS yang beragama ISLAM).

Kemarin saya menonton BBC knowledge tentang Orca, paus pembunuh dimana anak Orca jantan tetap dalam kelompoknya, tetapi ketika dewasa, dia akan mencari betina lain untuk dikawini, bukan betina di dalam kelompoknya walaupun tidak seibu dengannya.

Dalam habitat binatang yang hidup berkelompok, ada aturan main/sistem yang terbentuk untuk menghindari kawin mawin dalam satu kelompok.

Rasanya peradaban binatang jauh lebih maju dari peradaban islam yang dicontohkan oleh suri teladan para muslim yang diwarisi kemudian oleh pengikut pengikutnya:

Tahukah anda WARISAN KAWIN MAWIN CARA ISLAM?

http://bacabacaquran.com/2013/04/22/7-alasan-kenapa-muhammad-adalah-nabi-palsu-dia-gagal-menjadi-model-teladan-ahlak-manusia/comment-page-4/#comments

Si Cabul mengawini anak Umar bernama Hafsah —> Umar = Mertua si cabul
Si Cabul mengawinkan anaknya Fatima kepada Ali –> Hafsah = Ibu Fatima –> Umar = Kakeknya Fatima
Anak Fatima bernama Umi Kulthum dikawini Umar –> Hafsah = Nenek Umi Kulthum –> Umar = Kakek Buyut Umi Kulthum = suaminya –> Hafsah = Anak mantu –> si cabul = anak mantu = kakeknya sendiri!!!!! —> si cabul cucu mantu Fatima = bapaknya sendiri!!!!!!

Kalau ada yang bilang ISLAM ITU WARAS…. ngga tahu mau bilang apa lagi!!!!!!!!!
------------------------------------------------

Bisa jadi Hakkullah dan sobat sobatnya yang SUPER JENIUS ALA ISLAM berpikir bahwa BABI HARAM hukumnya karena tidak mengawini anak mantunya yang juga sama sama BABI!!!!!!

Yang pasti ANJING JANTAN TUA tidak mengawini anak anjing yang belum mens, tidak seperti si cabul BUTA HURUF SAW yang mengawini anak anak belum mens yang mewariskan cara kawin mawin ala ISLAM.....

Muhammad : Mertuaku mengawini cucuku
Hafsah : Bapakku mengawini cucuku
Ali : Kakekku mengawini anakku
Fatima : Kakekku mengawini anakku

Muhammad : Cucuku jadi mertuaku
Hafsah : Cucuku jadi ibuku
Ali : Anakku jadi nenekku
Fatima : Anakku jadi nenekku

Muhammad : Anakku jadi nenekku
Hafsah : Anakku jadi nenekku
Ali : Mertuaku jadi cucuku
Fatima : Bapakku jadi cucuku

Umi Khultum : Kakekku jadi anak mantuku
Umar : Mantuku jadi kakekku

Silahkan lanjutkan warisan KAWIN MAWIN ALA ISLAM....
nirwan
Reply| 11 Mar 2014 18:55:58
nilai-nilai luhur perkawinan universal yang seperti apa yang anda maksud?
nilai-nilai perkawinan masyarakat arab seperti apa yang anda maksud?
yang menurut anda sudah benar
apakah orang yang diceraikan lalu orang tersebut menikah lagi apakah termasuk cinta terlarang menurut anda?

nilai-nilai jahiliyah yang lebik baik apa saja yang menurut anda lebih baik dari nilai-nilai Islam?
nilai-nilai kristiani apa saja yang menurut anda bisa dibandingkan seperti keledai dan kuda?
mhd6160lo
Reply| 11 Mar 2014 17:55:19
@ badut hakulloh....
kata badut hakulloh....
Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: “Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah”.
=======================================
perhatikan ulasan si hakullah dodol : NAMUN BELIAU BERSABDA : PERTAHANKANLAH ISTRIMU DAN BERTAQWALAH PADA ALLAH

SUNGGUH IRONIS SABDA RASUL HAKULLAH DODOL
SABDA RASUL KALI INI NGGAK MEMPAN DAN MENTAL SAMA SI ZAID, BAHKAN SI ZAID MEMILIH SESAT SESUAI DENGAN KUTIPANMU :
Maka turunlah firman Allah (artinya): “Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan-urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab:36).

WAKTU ALLOH MENIKAHKAN MUHAMMAD DENGAN ZAINAB PAKAI MAS KAWIN NGGAK HAKULLOH DODOL.

AYO HAKKULLAH...PERTAHANKAN KEBADUTANMU, KARENA KALAU NGGAK ADA BADUT BLOG INI KURANG RAMAI BADUT
Fetching more Comments...
↑ Back to Top