Ayat-Ayat Setan di Mulut Sang Nabi

Sikap mendiamkan dan boikot ekonomi mengakibatkan banyak kesusahan pada kaum Muslim sehingga Muhammad memerintahkan mereka pindah ke Abyssinia. Akhirnya, untuk menyenangkan hati masyarakat Mekah, Muhammad terpaksa berkompromi. Ibn Sa’d menulis: “Suatu hari sang Nabi berada di kumpulan orang di Ka’bah dan membacakan bagi mereka Sura an-Najm (Sura 53). Ketika sampai di ayat 19-20 yang tertulis, “Apakah kau telah mempertimbangkan Lat dan Uzza, dan Manat, yang ketiga, yang paling akhir? Setan menaruh kedua ayat itu di mulut sang Nabi. “Mereka cantik, dan ada harapan dalam ibadahnya.” (Tabaqat Volume I, hal.191)

 

Suatu hari, ketika Muhammad berusia 40 tahun, dan setelah menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah gua seorang diri, Muhammad mengalami pengalaman yang aneh. Dia mulai mengalami kontraksi otot, sakit perut, dan merasa seperti dihimpit kuat-kuat, kejang-kejang otot, kepala dan bibir bergerak-gerak di luar kontrol, berkeringat, dan jantung berdebar-debar. Dalam keadaan ini, dia mendengar suara-suara dan mengaku melihat hantu. Dia lari ke rumah ketakutan, gemetar dan berkeringat.

“Tutupi aku, tutupi aku,” pintanya kepada istrinya. “O Khadijah, ada apa dengan diriku?”

Dia menceritakan semua yang terjadi dan berkata, “Aku takut sesuatu telah terjadi padaku.”

Dia mengira kerasukan setan lagi. Khadijah menenangkannya dan mengatakan padanya untuk tidak merasa takut, karena dia sebenarnya didatangi seorang malaikat dan dipilih sebagai nabi.

Setelah pertemuannya dengan makhluk halus yang disebut istrinya sebagai malaikat Jibril, Muhammad yakin akan status nabinya. Kedudukan nabi menyenangkan hatinya dan memenuhi angan-angannya untuk merasa bermegah diri. Maka dia pun mulai berkhotbah. Lalu apakah isi pesan khotbahnya? Tidak ada pesan apapun. Yang dia tahu adalah dia telah menjadi seorang rasul. Karena itu, pesan utama hanyalah menyampaikan berita kerasulannya kepada siapapun dan membuat orang percaya bahwa dia adalah seorang rasul. Sebagai hasilnya, orang harus menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut terhadap dirinya.

Setelah berkhotbah selama 23 tahun, inti pesan Muhammad tetaplah sama. Pesan utama Islam adalah Muhammad adalah seorang rasul dan orang harus taat padanya. Siapapun diharapkan untuk menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut padanya. Selain dari itu, tiada pesan apapun. Yang tidak mau taat akan dihukum, baik di dunia fana maupun baka. Keesaan Tuhan yang menjadi dasar agama Islam, awalnya bukan merupakan bagian pesan Muhammad. Setelah membuat jengkel masyarakat Mekah selama bertahun-tahun dengan mengejek agama dan dewa-dewa mereka, maka masyarakat Mekah akhirnya tidak mau berhubungan dengan dia dan pengikutnya lagi, termasuk hubungan dagang.

Sikap mendiamkan dan boikot ekonomi mengakibatkan banyak kesusahan pada kaum Muslim sehingga Muhammad memerintahkan mereka pindah ke Abyssinia. Akhirnya, untuk menyenangkan hati masyarakat Mekah, Muhammad terpaksa berkompromi.

Ibn Sa’d menulis:

“Suatu hari sang Nabi berada di kumpulan orang di Ka’bah dan membacakan bagi mereka Sura an-Najm (Sura 53). Ketika sampai di ayat 19-20 yang tertulis, “Apakah kau telah mempertimbangkan Lat dan Uzza, dan Manat, yang ketiga, yang paling akhir? Setan menaruh kedua ayat itu di mulut sang Nabi. “Mereka cantik, dan ada harapan dalam ibadahnya.”[1]

أَفَرَأَيْتُمُاللاتَوَالْعُزَّى

وَمَنَاةَالثَّالِثَةَالأخْرَى

 

Kata-kata ini menyenangkan hati masyarakat Quraish dan mereka menghentikan boikot ekonomi dan permusuhan. Kabar ini terdengar oleh para Muslim di Abyssinia yang lalu dengan senang balik kembali ke Mekah.

 

Prasasti ALLAH/Hubaal, Sang Dewa Bulan dengan ke-3 putri-putrinya: Lat, Uzza dan Manat

Tak lama kemudian, Muhammad sadar bahwa mengakui putri-putri Allâh sebagai dewi-dewi telah merusak kedudukannya sendiri sebagai satu-satunya perantara bagi Allâh dan manusia, dan membuat agamanya tidak beda dengan agama pagan, dan karena itu agamanya jadi tak berguna. Maka dia menarik kembali kedua ayat yang mengakui putri-putri Allâh dan menyebutnya sebagai ayat-ayat setan. Setelah itu dia mengeditnya dengan:

“Apa! Anak-anak laki bagimu dan bagiNya anak-anak perempuan! Ini jelas pembagian yang tidak adil!”[2]

تِلْكَإِذًاقِسْمَةٌضِيزَى

Artinya, betapa beraninya kamu menyebut Tuhan punya anak perempuan, sedangkan kau sendiri bangga punya anak laki-laki? Kaum wanita dianggap bodoh dan karenanya tidak pantas bagi Allâh untuk punya anak perempuan. Memang ini benar-benar tidak adil. Beberapa pengikut Muhammad meninggalkannya karena kejadian ini. Untuk mensahkan pergantian ayat dan mendapatkan kembali kepercayaan pengikutnya, dia mengaku semua nabi juga kadangkala ditipu setan, yang memberi gagasan secara licik agar mereka mengucapkan ayat-ayat setan dan sepertinya itu datang dari Tuhan.

Qur’an Al-Hajj (22) ayat 52-53 (52)

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (53) agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya.

وَمَاأَرْسَلْنَامِنْقَبْلِكَمِنْرَسُولٍوَلانَبِيٍّإِلاإِذَاتَمَنَّىأَلْقَىالشَّيْطَانُفِيأُمْنِيَّتِهِفَيَنْسَخُاللَّهُمَايُلْقِيالشَّيْطَانُثُمَّيُحْكِمُاللَّهُآيَاتِهِوَاللَّهُعَلِيمٌحَكِيمٌ

لِيَجْعَلَمَايُلْقِيالشَّيْطَانُفِتْنَةًلِلَّذِينَفِيقُلُوبِهِمْمَرَضٌوَالْقَاسِيَةِقُلُوبُهُمْوَإِنَّالظَّالِمِينَلَفِيشِقَاقٍبَعِيدٍ

 

Muhammad menulis ayat-ayat di atas karena beberapa pengikutnya sadar dia mengarang Qur’an sesuai situasi dan kondisi, sehingga mereka lalu meninggalkannya. Untuk jelasnya, apa yang dikatakan sura 22:52-53 sebenarnya adalah: Jika aku, Muhammad, ngawur dan tertangkap basah olehmu, maka itu adalah salahmu sendiri karena hatimu rusak.

Tiga belas tahun telah berlalu dan Muhammad hanya punya sekitar 70 sampai 80 orang pengikut. Istrinya yang tidak hanya menafkahinya, tapi juga mengaguminya, memujanya, memujinya, dan dia adalah pengikut Muhammad yang pertama. Posisi sosialnya yang terhormat meyakinkan orang lain seperti Abu Bakar, Othman (Usman) dan Omar untuk bergabung jadi pengikut Muhammad pula. Selain dari mereka, pengikut Muhammad yang lain adalah budak-budak milik orang-orang kaya Quraish, dan beberapa pemuda yang tak punya pengaruh. 

[1] Tabaqat Volume I, hal.191

[2] Qur’an, 53:19-22


5 comments Add a Comment
Margono
Reply| 04 Aug 2014 01:00:11
@muslim
Dalam tulisanmu dibawah ini ada pernyataanmu yg mengatakan, kalian (muslim) adalah manusia yang merdeka.

Pertanyaan saya, apakah kamu bebas menentukan arah sholatmu? sementara agama lain bebas berdoa arah kemana saja. Apakah kamu tidak terikat dengan waktu sholat?, sementara agama lain bebas jam berapa saja mereka mau berdoa ke Tuhannya.

Apakah kamu dapat sholat tanpa menggunakan bahasa Arab, sementara agama lain bebas menggunakan bahasa apa saja dalam berdoa. Apakah kamu dapat sholat sebelum berwudhu, sementara agama lain dapat berdoa kepada Tuhannya saat tubuhnya penuh debu dan keringat, yang penting hati dan pikirannya bersih dari dendam dan amarah.

Masih banyak keterikatan dalam islam, dalam sholat juga kamu terikat aturan, salah melafaskan bahasa Arab saja dalam bersholat, si aulloh langsung ngambeg. Apakah mungkin Tuhan gede ambeg dan cengeng?, itu tidak mungkin, tetapi Muhammad yang salah dan gagal memberi gambaran Tuhan yang sejati kepada muslim.

Muhammad menciptakan tuhan-tuhanan dalam hayalannya, digunakan menakut-nakuti para penakut, membodoh-bodohi orang bodoh, dirancang untuk tidak bisa diprotes, kagak boleh banyak bertanya tentang agamanya, di islam tidak ada kebebasan bernalar tentang ajaran islam, percaya buta dan selalu ditakut-takuti dengan neraka. Islam bukan agama orang merdeka, tapi agama para pecundang.

Maaf bung muslim, kalau kata2 saya kurang berkenan dihatimu, saya hanya menyampaikan apa yang ada dalam benak saya yang bebas berpikir tanpa ada beban ketakutan agar berbuah kebenaran.
muslim
Reply| 03 Aug 2014 13:13:20
assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakatuh.
Perkenalkan, Kami ini Muslim.
Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah
“selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi
bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda
tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang
diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh
manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami
ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari
semalam.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari
desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu
berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah
kami.
Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk
pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk
pada godaan kesenangan badani belaka. Kami
merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah.
Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan
tidak berani sekedar untuk menambah satu kata
atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani
untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami
sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan
menyelesaikan segala urusan kami.
Kami berani di hadapan manusia dan takut di
hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan
menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan
bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada
kedudukannya yang benar.
muslim
Reply| 03 Aug 2014 13:11:12
assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakatuh.
Perkenalkan, Kami ini Muslim.
Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah
“selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi
bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda
tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang
diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh
manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami
ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari
semalam.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari
desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu
berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah
kami.
Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk
pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk
pada godaan kesenangan badani belaka. Kami
merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah.
Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan
tidak berani sekedar untuk menambah satu kata
atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani
untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami
sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan
menyelesaikan segala urusan kami.
Kami berani di hadapan manusia dan takut di
hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan
menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan
bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada
kedudukannya yang benar.
Mhd61l4
Reply| 26 Jul 2014 14:47:01
Pada dasarnya memang ISLAM adalah ajaran SETAN, ajaran IBLIS. Muhammad adalah dukun/kahin yang menggunakan jampi jampi sesuai dengan apa yang berkenan dengan IBLIS.
Setiap ayat al quran dapat digunakan untuk mencelakai orang lain, dari mulai melet, perewangan, santet dan semuanya dimulai dengan asma allow swt sebagai dedengdot IBLIS.
Setiap yang beragama islam sembhyang atau sholat atau baca al quran, bagi yang mempuanyai karunia bisa lihat hantu/setan/jin/iblis.... maka pasukan allow yang seuhkuwah islamiah berkumpul bersama sama.
Makin tebal keimanan seorang dalam islam, makin keluar sifat sifat iblisnya.
Silahkan kyai kyai untuk masuk memberikan komentar, kalau cuma cecurut cecurut keledai dungu yang pintar luar biasa hanya karena bisa baca tulis dan main internetan, ngga bakalan ngerti cara menggunakan ayat ayat setan/al quran.
Si momad69Aisha
Reply| 24 Jul 2014 14:41:07
Kasus ayat-ayat setan ini adalah cara Muhammad untuk berkompromi secara politik dengan masyarakat Quraish. Dengan cara kompromi seperti ini terbukti memungkinkan para Muslim di Abyssinia dapat balik kembali ke Mekah, karena cara ini terbukti sangat efektif menghentikan boikot ekonomi dan permusuhan masyarakat Quraish terhadap kelompok Muhammad (muslim).

Orang-orang muslim zaman ini, seharusnya belajar dari kasus ini dan membuka matanya lebar-lebar dan "jangan lagi" mau dibodohi oleh ajaran Islam.

Muhammad jelas sekali lebih bersifat kepada seorang pemimpin politik daripada agama. Islam (menurutnya agama dari awloh swt) diciptakannya sebagai alatnya untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya.

Kalau di dalam Al-quran ada ayat-ayat setan seperti ini (cukup satu saja) berarti seluruh isi Al-quran tidak mungkin berasal dari "TUHAN PENCIPTA YANG BENAR".
Fetching more Comments...
↑ Back to Top