Mengapa Islam Hanya Mengijinkan 4 Orang Isteri?

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا

Wa-in khiftum all[a] tuqsi[t]oo fee alyat[a]m[a] fa(i)nki[h]oo m[a] [ta]ba lakum mina a(l)nnis[a]-i mathn[a] wathul[a]tha warub[a]AAa fa-in khiftum all[a] taAAdiloo faw[ah]idatan aw m[a] malakat aym[a]nukum [tha]lika adn[a] all[a] taAAooloo

Dalam sebuah program berbahasa Arab baru-baru ini, yang dibuat untuk melihat bagaimana agama-agama memandang pernikahan, para ulama Islam dipersilahkan untuk menjawab pertanyaan dari pembawa acara, sbb: “Mengapa Islam mengijinkan pria Muslim untuk memiliki sebanyaknya 4 orang isteri, dan bukan hanya satu atau lebih dari 4 orang isteri?

Salah seorang dari ulama ini menjawab dengan merespon dengan mengatakan bahwa, sebelum Islam ada, tak ada batasan berapa banyak isteri yang dapat dimiliki oleh seorang pria. Tetapi ketika Qur’an An Nisa 4:3 muncul, memberitahukan agar pria Muslim “Menikahi wanita-wanita yang engkau senangi, 2 atau 3 atau 4 orang,”; maka seorang pria mendatangi Nabi Islam Muhammad dengan pertanyaan, “Saya punya 19 orang isteri, apa yang harus saya lakukan?” Maka Muhammad berkata kepadanya, “Pertahankan 4 orang isterimu dan ceraikan selebihnya!”

Ulama itu kemudian mengatakan bahwa dalam hadis lainnya, Muhammad berkata bahwa seorang wanita boleh dinikahi dengan salah satu dari ke-4 alasan dibawah ini:

1. Kecantikannya

2. Garis keturunannya

3. Kekayaannya

4. Kesalehannya

Namun demikian, ulama itu mengatakan bahwa mustahil menemukan ke-4 hal tersebut dalam diri seorang wanita. Itulah sebabnya mengapa seorang pria Muslim, yang berhak menerima yang terbaik yang bisa diberikan oleh seorang wanita, diijinkan untuk memiliki 4 orang isteri – sebab idealnya, seorang dari ke-4 isterinya itu merepresentasikan salah satu dari ke-4 hal yang menjadi alasan mengapa seorang pria menikahi seorang wanita.


4 comments Add a Comment
Margono
Reply| 01 Aug 2014 21:53:25
Poligami adalah kelakukan laki2 sejak zaman ribuan tahun silam. Raja2 romawi sebelum masehi yang sudah mengenal hukum juga melakukan poligami, orang2 kaya, tokoh msayarakat zaman dahulu juga melakukan.

Sejak zaman dahulu juga kelakukan laki2 seperti ini sudah dianggap kurang berakhlak. Kemudian dunia berkembang, pola pikir manusia semakin maju. Manusia diberi akal untuk belajar dari kesalahan.

Seperti penjelasan netter Momad, seadil apapun seorang suami terhadap istri-istrinya selalu ada dampak negatif, betul sekali, karena masalahnya bukan adil tidak adil, tetapi timbul cemburu karena adanya pengkhianatan atas kasih sayang. Mungkin akan muncul dendam sesama istri yang kemudian diwariskan kepada anak2nya, akhirnya keturunannya akan saling dendam.

Manusia modern mempelajari ini, manusia berakal meneliti dampak negatifnya sehingga manusia pada saat ini berpendapat bahwa poligami adalah kelakukan laki2 yang tidak bermoral. Poligami adalah kelakukan laki2 berpikiran primitif. Banyak perempuan modern jijik melihat laki2 yang berpoligami.

Anak2 yang ayahnya berpoligami umumnya akan minder, marah kepada keadaan, walaupun sang ayah mungkin orang mampu kaya raya namun tak mampu menguasai syahwat. Yang paling kuat mengalami goncangan jiwa umumnya anak putri. Umumnya idola seorang anak putri adalah ayahnya. Apabila ayahnya melakukan poligami, maka si putri kehilangan laki2 idola hidupnya.

Ajaran islam memperbolehkan seorang laki2 beristri sampai 4 wanita. Ajaran islam membuka peluang merusak bathin anak2 manusia, ajaran islam membuka peluang kepada putri2 untuk kehilangan idola hidupnya, ajaran islam membuka peluang terjadinya dendam antara turunan, cemburu dan dendam antar sesama wanita.

Saya kira kagak perlu direnungkan berlama-lama, pakai sedikit saja daya nalar, poligami adalah kelakukan laki2 yang mengutamakan peduli syahwat dari pada peduli anak2nya.
Si momad69Aisha
Reply| 01 Aug 2014 00:08:06
Poligami adalah fakta, dan pasti dapat terjadi dalam keluarga Muslim. Karena Al-Quran mengajarkan, “....maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat” (Qs 4:3). Artinya ketika pria Muslim berpoligami, ia sedang melakukan ajaran kitabnya!

Banyak pria Muslim menganggap selama mereka dapat berlaku adil poligami itu baik.

Kalaupun seorang suami itu memiliki banyak harta, namun pernikahan tidak hanya menuntut keadilan materi. Tapi juga waktu, perhatian, cinta dan kasih sayang. Sehingga sulit dipercaya, seorang pria yang mempunyai dua, tiga, bahkan empat istri, dapat memimpin keluarganya secara adil.
"Realitas kehidupan perempuan yang dipoligami cenderung lebih banyak mengalami kekerasan daripada kebahagiaan." Tak dapat luput anak-anak hasil perkawinan poligami menjadi korbannya dan turut menanggung penderitaan.

Melihat-dampak-negatif-yang-ditimbulkannya, baik-terhadap-isteri-terutama-bagi-anak. Maka poligami bukan jalan keluar terbaik dari masalah keluarga. Dampak negatif tersebut akan muncul, walau seadil-apapun suami terhadap istri-istrinya.

Ini-mudah-saja-apakah-anda-pria-dan-wanita-pernah-mengalami-patah hati/sakit-hati-pada-saat-mengetahui "pacar" anda-berselingkuh-(baca: berkhianat)? Kalau-anda-bisa-sakit-hati-karena "pacar" anda-selingkuh-artinya-mudah-dipahami-rasa-sakit-akan-lebih-menyakitkan-lagi-bilamana-perselingkuhan-ini-disaat-anda-sudah-bersuami/istri. Dari-hal-ini-saja-membawa-bencana-dari-ayat-ayat-yang-hasil-karang-mengarang-nabi-anda.

Sedangkan Alkitab justru menghindari poligami dan mengajarkan:

Pernikahan-pertama-di awal-sejarah-manusia-yang-diciptakan-Tuhan, yaitu-pernikahan-monogami.
Kejadian 2:22; 24
“Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”

Ketika-seorang-pria-dan-seorang-wanita-berdiri-di hadapan-Tuhan-dan-mengucapkan-janji-suci-pernikahan. Maka-Tuhan-menyatukan-satu-pria dengan-satu-wanita-tersebut-dalam-pernikahan-untuk-selamanya:
Markus 10:8
“Sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu”
Matius 19:6
...Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia"

Dan-di dalam-pernikahan-tersebut-suami-harus-mengasihi-istri-dan-tidak-boleh-ada-kekerasan:
Kolose 3:19
"Hai suami-suami kasihilah isterimu, dan janganlah berlaku kasar terhadap dia"

Kolose 3:15
Firman Allah berkata, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”

Kekristenan-adalah-jalan-hidup-yang-membawa-seseorang-kepada-Tuhan, untuk-dapat-menikmati-kekekalan.
Jalan-itu-adalah Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:6
Tuhan Yesus bersabda "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku"
Siti Khadijah
Reply| 28 Jul 2014 22:52:30
Muhammad berkata kepada muslimyang punya belasan istri,
“Pertahankan 4 orang isterimu dan ceraikan selebihnya!”

AKU PROTES MUHAMMAD DG BERTANYA KERAS:
" EMPAT YANG MANA?"
YANG MISKIN?
YANG TUA-AN?
YANG JELEK MUKANYA?
YANG KURANG SEXI, DIRANJANG?
YANG SERING MENGINGATKAN DIA AGAR JANGAN POLIGAMI SESUKANYA? DUSTA & BUAL SESUKANYA? MERAMPOK? MEMBENCI DAN MEMBUNUH?
ustadzmenjawab
Reply| 28 Jul 2014 22:46:02
MUHAMMAD & ULAMA TSB ADALAH PENYESAT.
KRITERIA CARI ISTRI TENTU TIDAK TERBATAS PADA 4. TAPI BISA 10. KAMI TIDAK INCAR CALON ISTRI YANG KAYA HARTANYA SEPERTI MUHAMMAD, tapi kasih, bisa bergaul, pintar, luas wawasan, penuh hikmat, periang, pembawa sukacita, dll dll.
Lalu apa harus / boleh kawin sampai 10 istri?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top