Penghalalan Quran Atas Perbudakan & Budak Seks

Jadi, berdasarkan perintah Allah sebagaimana yang dinyatakanNya dalam Quran, Muslim diijinkan untuk menyimpan budak-budak. Mereka boleh mendapatkan budak melalui melancarkan peperangan, berhubungan seks dengan budak-budak wanita, dan tentu saja ... ‘memakainya’ kapanpun mereka menghendakinya. Perbudakan tampaknya menjadi salah satu keistimewaan dari Allah yang paling didambakan dalam Islam. Hal ini terjadi karena ini adalah ketetapan Allah yang dinyatakanNya dalam banyak ayat-ayat ‘suci’ Quran. 

Oleh: Ex Muslim M.A. Khan

 

Mari Baca-Baca Quran…

Institusi perbudakan dalam Islam diformalkan lewat ayat Quran berikut, dimana Allah membedakan antara manusia merdeka atau para tuan yang melakukan keadilan dan kebenaran, dari orang-orang yang bodoh, tak berguna dan hanya menjadi beban, yaitu para budak:

Quran Sura an Nahl 16:76

Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?

 

Allah memberi peringatan kepada orang beriman yang mengambil budak untuk diangkat menjadi partner dengan status yang setara serta membagikan harta mereka dengan para budak itu. Dalam ayat Quran ini, Allah menghendaki agar para budak itu takut kepada orang beriman sebagaimana orang lain takut kepada mereka:

Quran SuraAr Ruum 30:28

Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

 

Allah mengakui beberapa orang, yang disebut para tuan, sebagai orang-orang yang mendapatkan lebih banyak berkat dari Allah daripada berkat yang diperoleh para budak, dan ini adalah bagian dari rencana Allah. Allah memperingatkan Muslim supaya mereka tidak berharap agar Allah memberikan berkat yang sama besarnya dengan yang diberikan kepada para budak. Allah juga memperingatkan Muslim bahwa jika mereka menganggap para budak itu setara dengan diri mereka, itu sama saja mereka telah menyangkali Allah:

Quran Sura an Nahl 16:71

Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?

 

Allah tidak hanya menyetujui lembaga perbudakan, ia juga memberikan berkat ilahiah kepada para tuan (pria Muslim sebagai satu-satunya pihak yang dapat memiliki budak-budak), untuk berhubungan seks dengan budak-budak perempuan:

Quran sura Al Ma´aarij70:29–30

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

 
Quran sura Al Mu'minuun23:5–6

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

 

Karena itu, jika ada kaum wanita diantara para tawanan atau budak-budak, maka kaum Muslim diijinkan Allah untuk berhubungan seks dengan mereka sebagaimana mereka berhubungan seks dengan isteri-isteri mereka. Ketetapan Allah ini menjadi dasar dari institusi perbudakan seks atau selir-budak dalam Islam, yang telah menyebar luas pada masa dunia Muslim pra-kolonial dan terus berlangsung hingga abad ke-21. Dalam kaitan dengan berapa jumlah isteri yang boleh dimiliki seorang pria Muslim, maka Allah menentukan seorang pria Muslim hanya boleh memiliki sebanyaknya 4 orang isteri (Quran sura 4:3); tetapi batasan ini tidak berlaku untuk jumlah budak seks yang boleh dimiliki seorang pria Muslim.

Allah juga memberikan persetujuan ilahi kepada orang Muslim untuk memperoleh budak-budak seks, dengan cara melancarkan peperangan terhadap orang-orang kafir:

Quran sura Al Ahzab 33:50

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu ...

 

Pria Muslim juga dapat melakukan hubungan seks dengan tawanan wanita yang telah menjadi budak, meskipun wanita itu telah menikah. Tetapi ketentuan Allah ini tidak berlaku bagi wanita Muslim merdeka yang telah menikah:

Quran an Nisaa 4:24

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.

 

Masih ada ayat-ayat lainnya dalam Quran yang berbicara mengenai persetujuan Allah akan perbudakan atas para wanita yang ditangkap dalam peperangan. Jadi, berdasarkan perintah Allah sebagaimana yang dinyatakanNya dalam Quran, Muslim diijinkan untuk menyimpan budak-budak. Mereka boleh mendapatkan budak melalui melancarkan peperangan, berhubungan seks dengan budak-budak wanita, dan tentu saja ... ‘memakainya’ kapanpun mereka menghendakinya. Perbudakan tampaknya menjadi salah satu keistimewaan dari Allah yang paling didambakan dalam Islam. Hal ini terjadi karena ini adalah ketetapan Allah yang dinyatakanNya dalam banyak ayat-ayat ‘suci’ Quran.

http://www.islam-watch.org/authors/65-khan/809-islamic-slavery-part-1.html

Dibawah ini adalah sebuah pernyataan dari satu kelompok murtadin Bangladesh yang tinggal di Inggris, yang menjelaskan mengapa mereka akhirnya menolak Islam:

“Seseorang yang mengklaim sebagai utusan Tuhan, maka kita mengharapkannya untuk menjalani hidup yang suci. Ia tak boleh dipenuhi dengan hawa nafsu, ia tak boleh melakukan hal-hal yang cabul, dan ia juga tak boleh melakukan perkosaan. Seorang utusan Tuhan seharusnya bukan seorang perampok, seorang penjahat perang, seorang pembunuh massal atau seorang pembunuh bayaran. Seorang yang mengklaim dirinya sebagai Utusan Tuhan harus memiliki karakter yang superior. Utusan Tuhan haruslah menentang keburukan dari masyarakat yang hidup pada zamannya. Tetapi ternyata kehidupan Muhammad sama seperti kehidupan dari seorang kepala mafia.

Ia merampoki karavan para pedagang, menjarah orang-orang tak bersalah, membantai semua kaum pria (bani Qurayza) dan memperbudak perempuan dan anak-anak. Muhammad juga memperkosa para wanita yang menjadi tawanan perang setelah membunuh suami mereka (Safiyah, Juwairiyah, Rihanna dsb.), dan mengatakan kepada para pengikutnya bahwa mereka diperbolehkan berhubungan seks dengan para tawanan (Quran sura 33:50). Ia membunuh mereka yang mengkritiknya dan mengeksekusi mereka ketika ia menjadi penguasa dan menjadi de fakto despot Arabia. Muhammad bukanlah manusia yang memiliki belas kasihan. Ia adalah seorang pria yang terobsesi dengan mimpi-mimpinya bahwa ia adalah seorang yang agung, dan ia tak dapat mengampuni mereka yang berdiri menentangnya.

 

Kelanjutan dari pernyataan ini,

Muhammad adalah seorang narsis, sama halnya seperti Hitler, Saddam atau Stalin. Ia adalah seorang yang licik dan tahu bagaimana cara memanipulasi orang lain, tetapi inteligensia emosionalnya hanya seperti seorang anak kecil berusia 6 tahun. Ia tak sanggup merasakan penderitaan orang lain. Muhammad secara brutal membantai ribuan orang yang tidak bersalah dan merampas harta benda mereka. Ambisinya besar dan sebagai seorang yang narsis, ia meyakini bahwa ia punya hak untuk melakukan apapun yang ia inginkan dan membenarkan semua perbuatan-perbuatan jahat yang ia lakukan.

 


7 comments Add a Comment
murtadin
Reply| 06 Oct 2014 02:45:49
YHWH TUHAN kaum yahudi dan nashronni BERFIRMAN kepada raja daud, hambaNYA : hei daud sejak kapan AKU, TUHAN mengijinkan kowe boleh berzinah tidur dengan istri Uria orang Het itu ? sekalipun kowe sholat sampai nungging seminggu penuh DIHADAPANKU tetap sholatmu itu tidak SAH dan HARAM NAJIS DIMATAKU KARENA kowe sudah berlaku najis dan kurangajar terhadap perintahKU yang ketujuh dan kesepuluh : JANGAN BERZINAH dan JANGAN MENGINGINI istri sesamamu manusia ataupun hartabendanya, hamba-hambanya laki maupun perempuan ataupun mengingini ternak-ternaknya. sekalipun yang kau tiduri itu adalah istrinya orang yang tidak mengenal AKU sama sekali tidak menyembah AKU sebagai sesembahannya namun HUKUM HUKUM-KU ADALAH KUDUS DAN BERLAKU UNIVERSAL terhadap semua manusia baik ia PERCAYA AKU ataupun sama sekali tidak percaya KEPADAKU. oleh karena kowe sudah menghina HUKUM2KU YANG KUDUS maka pedang (kekerasan) akan selalu ada dalam keluargamu (bangsamu) karena perbuatan kowe bertakiyah-ria untuk mendapatkan batsyeba istri uria dengan membunuh suaminya dengan cara licik dan halus adalah sangat jahat DIMATAKU.

allah swt azza wa jalla wa tabaraka bicara kepada muhammad budak allah : oh muhammad budakku kowe bebas mengambil istri istri para kafir manapun karena mereka tidak mau sujud menyembah aku allah batu hitam hajarul aswad ini sing penting kowe tetap ingat kewajibanmu sholat dan nungging-nungging 5 kali sehari setiap hari kepadaku sampai kowe mati dan bersaksi bahwa tiada ilah (berhala) selain aku allah batu hitam hajarul aswad ini yang layak disembah maka semua dosa-dosamu baik hari ini kemarin maupun akan datang akan aku ampuni dan cuci bersih dengan darah kambing.
kowe dan pengikut-pengikutmu yang goblok dan malas bekerja itu bebas merampok membunuh memperkosa memperbudak mereka yang tidak mau menyembah aku allah swt azza wa jalla wa tabaraka sing penting kowe-kowe tetap sholat dan nungging nungging kepadaku sampai matek maka semua dosa kowe akan aku ampuni
Margono
Reply| 22 Sep 2014 00:34:57
@muslim sejati,
Kamu sedang bermonolog, kamu seperti tak percaya dengan hadist dan sirah nabi tentang Safiyah yg dikawini dihari yg sama Muhammad menghabisi seluruh keluarganya, Muhammad manusia sadis, kamu bisa bayangkan kalau itu terjadi pada dirimu?. Tingkatkan membaca hadist dan sirah nabi, cari tau Muhammad dan sepak terjangnya semasa hidup.

Masa iddah berlaku hanya untuk muslim lain, Muhammad bebas, dia kan kekasih aulloh jadi ada hak istimewa baginya. Misalnya seorang pria muslim hanya boleh beristri 4, Muhammad istrinya 21 orang, kamu ini berlagak bego padahal memang guoblok.
muslim sejati
Reply| 19 Sep 2014 14:52:19
apakah ini benar-benar ada dalam hadits dan sirah nabi ? apakah tidak keliru diterjemahkan dari bahasa aslinya bahasa arab sana ke bahasa inggris terus ke bahasa indonesia ? saya terus terang tidak bisa bayangkan kalau dalam waktu satu hari saja (setengah hari saja), ayah ibu suami, saudara dan kerabat seluruh kaumnya safiyah binti huayy dibunuh semuanya lantas malamnya harus kawin dengan pembunuh suaminya pembunuh ayah ibunya pembunuh saudara saudaranya pembunuh kaumnya. padahal menurut hukum islam wanita yang sudah cerai / pisah dari suaminya karena dicerai suaminya atau suaminya meninggal dunia harus menunggu masa iddah 3 bulan dulu baru boleh kawin dengan suami baru. ya auwloh biadab sekali dia yang memperkosa safiyah. apakah ini benar-benar karakter nabiku junjunganku manusia dengan akhlak termulia diantara semua ummah manusia yang membawa rahmatan lil al'amin bagi seisi dunia ? ataukah ini hanya sekadar fitnah kalian tanpa bukti yang jelas untuk menjelek-jelekkan nabi muhammad junjungan kami ? apakah benar hadits dan sirah benar benar menceritakan fakta kenyataan tersebut ?
nabi sange
Reply| 01 Sep 2014 17:15:12
saya tidak tahu apa yang ada di otak muslim setelah kedok islam tersingkap. islam adalah ajaran yang benar-benar tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia yang beradab. perbudakan dan perbudakan sex merupakan perintah dan ajaran suci ilahiah a la islami. sangat aneh jika kebiadaban yang diajarkan oleh islam disebut sebagai rahmatan lil alamin.
USTADZ MENJAWAB
Reply| 23 Aug 2014 17:12:35
Sangat jahil Allahnya bhw dlm Hukum Islam, Muslim dpt ambil budak2 sex :

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalal-kan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya (milk al-yamin) yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu”. (QS.33:50, hak mana diteruskan kpd Muslim dalam QS. 4:3, 4:24).

Maka Sheikh Abu-Ishaq al-Huwayni, May 2011, berkata:
“Dalam era jihad Muslim dapat mengambil budak-budak”
Mhd61l4
Reply| 22 Aug 2014 11:30:48
Inti dari Al Quran adalah Allow swt dan Muhammad.
Allow SWT sendiri, bila ditelusuri dari sifat dan pekerjaannya adalah IBLIS
IBLIS lah yang membisikkan wahyu wahyu Quran sebagai karangan Muhamad.
Maka semua ajaran islam berpondasi pada Muhammad.

MUHAMMAD berbudi agung, berahklak mulia dan suri teladan sempurna.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 306-309
Diantara saya ringkaskan:
Abu Ayyub menjawab, 'Wahai Rasulullah, aku khawatir wanita ini (Shafiyah) mencelakakanmu, karena kita telah membunuh ayah, suami, dan kaumnya. Ia baru saja masuk Islam, jadi, aku khawatir ia mencelakakanmu.'

Siapapun yang masih memiliki nurani sebagai manusia dan bisa berpikir sederhana, maka akan mengerti, bertapa Muhammad adalah MANUSIA BARBAR, BIADA dan BANGSAT yang dijamin 100% bekerja buat IBLIS.

Masih banyak lagi contoh contoh nyata kaitan IBLIS dalam ISLAM.
Si momad69Aisha
Reply| 17 Aug 2014 22:22:16
Dari manakah Muhammad mendapatkan nafkah hidup?
Jawab:
Dari membunuh dan menjarah harta benda korban, yang tidak lain dari ekspedisi perampokan (100% tindakan kriminal murni dan bukan misi agama).

Dengan cara apakah memungkinkan Muhammad merampok?
Jawab: Membentuk gang muslim atau ekspedisi/rombongan para jihadist yang diambil dari sekumpulan orang-orang miskin papa yang kotor dan bau, yang tidak memiliki kemampuan (kualifikasi) bekerja mencari nafkah sebagai manusia-manusia normal.

Klaim Muhammad sebagai nabi sesungguhnya adalah suatu upaya "MELEGITIMASI" segala bentuk tindak tanduk kriminalnya, termasuk di dalamnya melanggengkan hobbi utamanya yaitu untuk MEMPERKOSA budak hasil pampasan perang dan berzinah.

Segala legitimasi tindak-tanduknya "MENDURHAKAI" terhadap peradaban umat manusia secara keseluruhan, apalagi terhadap Keutuhan Kesucian Tuhan Yang Maha Besar.

Segala legitimasi tindak-tanduknya "MENCERMINKAN" manusia yang bermartabat rendahan.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top