Sebuah Kesalahpahaman Mengenai Konsep Trinitas

Ayat-ayat Quran dengan sangat jelas memperlihatkan pada kita bahwa Muhammad mendengar dari beberapa bidat Kristen kalau ada 3 tuhan yaitu: Tuhan, Maria dan Yesus. Sebagai konsekuensinya, Muhammad coba menjawab ajaran dari bidat Kristen ini, dan berkali-kali mengulangi dalam Qurannya bahwa Tuhan itu adalah satu.

 

Dalam Quran Sura al-Maidah 5:116 dikatakan:

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."

 

Kita juga membaca di Quran Sura an-Nisa 4:171 sbb:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

 

Dalam Quran Sura al-Maidah 5:73 dikatakan:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

 

Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas memperlihatkan pada kita bahwa Muhammad mendengar dari beberapa bidat Kristen kalau ada 3 tuhan yaitu: Tuhan, Maria dan Yesus. Sebagai konsekuensinya, Muhammad coba menjawab ajaran dari bidat Kristen ini, dan berkali-kali mengulangi dalam Qurannya bahwa Tuhan itu adalah satu.

Siapa pun yang berpegang pada ajaran Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengetahui bahwa Keberadaan Tuhan yang Esa adalah pondasi iman Kristen. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menyatakan: “YAHWEH adalah Elohim kita, YAHWEH itu Esa!” (Ulangan 6:4; Markus 12:29). Dengan semua penghormatan yang diberikan kepada perawan Maria, tak ada satu pun orang Kristen sejati yang menyembah Maria dan menempatkan bunda yang melahirkan YESUS ini sebagai Tuhan. Namun orang Kristen menyembah BAPA, ANAK dan ROH KUDUS, atau TUHAN, FIRMAN-NYA dan ROH-NYA, berdasarkan yang dinyatakan oleh Quran. Ketiga Oknum Trinitas ini pada hakekatnya adalah satu.

Quran setuju dengan Alkitab ketika Quran menyebut Tuhan dalam bentuk kata ganti plural (‘Kami” atau “Kita”). Namun baik dalam Quran maupun Alkitab, tak pernah disebutkan dimana Tuhan berbicara mengenai diriNya sendiri dalam bentuk plural, dan ini membuktikan bahwa Tuhan itu memiliki satu hakekat Ketuhanan.

Sebagai contoh bisa kita baca dalam Quran Sura al-Baqarah 2:23 “…yang Kami wahyukan kepada hamba Kami…”.

Sura al-Araf 7:196 yang mengatakan “Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab…”,

Sura al-Maidah 5:46, 110 yang mengatakan “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat…” “"Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus….”

 

Pada ayat-ayat itu, kita bisa melihat bagaimana Tuhan disebut dalam bentuk kata ganti benda bentuk plural, berdampingan dengan kata ganti benda bentuk singular. Bentuk pertama dari kata ganti benda ada di ayat 46, yang mengindikasikan pluralitas dari hipostasi (kata dalam bahasa Yunani yang mengandung pengertian ‘pribadi yang memiliki hakekat yang sama). Sementara bentuk kedua mengindikasikan keesaan Tuhan.

Diantara ke-99 nama indah Tuhan dalam Quran, ada satu nama yang perlu diperhatikan . Dalam Quran sura al-Buruj 85:14 dikatakan, “Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” Gelar-gelar Tuhan ini berbicara mengenai atribut Tuhan. Karena atribut ini harusnya bersifat kekal, maka pastilah Tuhan telah mengasihi sejak kekekalan, dan ini hanya mungkin jika kita memandang Tuhan sebagai tiga hipostasi, yang saling mengasihi satu sama lain. Tuhan adalah Pencipta alam semesta tetapi Ia sama sekali tidak memerlukan ciptaanNYA untuk dapat disebut sebagai Tuhan yang mengasihi dan meyayangi. Ia juga tidak membutuhkan manusia bahkan para malaikat sekalipun untuk dapat disebut sebagai maha pengasih dan maha penyayang, sebab jika memerlukan manusia dan malaikat, berarti Ia adalah Tuhan yang tidak cukup dengan diriNya sendiri.  

Jika Tuhan itu adalah tauhid berdasarkan konsep Islam (bukan BAPA-ANAK dan ROH KUDUS), pertanyaannya adalah: Siapa yang Ia kasihi dan sayangi sejak kekekalan? Karena itu jika mengacu pada konsep tauhid Islami, adalah mustahil Tuhan disebut sebagai Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanya dengan mengenalNYA sebagai BAPA-ANAK dan ROH KUDUS lah, maka sifat-sifatNya sebagai Maha Pengasih dan Penyayang dapat melekat pada diriNYA.

Bagaimana kita dapat mempercayai sifat Tuhan yang kekal, seperti mendengar dan berbicara, tanpa mempercayai ke-3 hipostasi dalam Tuhan yang Esa? Kita tak dapat menjembatani jurang yang lebar antara Tuhan dan manusia, tanpa melalui sebuah relasi denganNYA yang didasarkan pada Ke-BAPA-anNYA, keberadaan kita sebagai anak-anakNYA dan hidup persekutuan denganNYA yang dinyatakan dalam doktrin Trinitas.

Mempercayai kesatuan abstrak Tuhan tanpa hubungan spiritual denganNYA, itu sama saja dengan kita mempercayai roh-roh jahat, karena dalam Yakobus 2:19 dikatakan, “Engkau pun percaya bahwa Elohim adalah Esa, engkau melakukannya dengan baik, setan-setan pun percaya dan mereka gemetar.”

Trinitas dapat didemonstrasikan dengan contoh-contoh misalnya: kecerdasan, pikiran dan perkataan; dimana ketiganya dapat dibedakan namun merupakan aspek-aspek yang tak dapat dipisahkan sebagai satu kesatuan. Api, terang dan panas pun adalah tiga hal yang dapat dibedakan, tetapi tak bisa dipisahkan sebagai satu kesatuan. Jika dalam realitas fisik saja kita dapat memahaminya dengan begitu jelas, mengapa kita tak bisa memahaminya dalam kaitan dengan realitas spiritual?

Wahyu Alkitab mengenai Tuhan yang dapat dibedakan namun dalam pribadi-pribadi yang tak bisa dipisahkan sebagai Tuhan yang esa, sesungguhnya merupakan konsep yang tak lagi dapat disangkali.

 


3 comments Add a Comment
USTADZ MENJAWAB
Reply| 12 Sep 2014 18:41:09
@ all muslim
Anda Menulis disana dan disini, sbb:
Jika esa, kenapa masih butuh trinitas?

USTADZ MENJAWAB:
Tuhan Alkitab adalah Esa dalam tri-uni: Elohim-Roh-Firman (karena Tuhan itu hidup bersama ROH dan berfirman dengan Firman).

Muslim sering tidak sadar bhw dalam Quran, Tri-uni ini telah
juga dicerminkan dalam Quran sbg TRINITAS ISLAMIK, yaitu berupa:
"ALLAH" selalu memperkuat "ISA ALMASIH" dengan ROHULQUDUS"
(lihat QS.2:87, 253, dan 5:110).

Muslim terlebih tidak sadar tentang TRINITAS FIRMAN ALLAH SWT yang dipersekutukan dibelakang layar dengan JIBRIL dan MUHAMMAD.

Tolong jawab: Quran itu kata2 siapa?
Dan kita bisa menjawabnya sbg
1.kata2 Muhammad (100% de-fakto)
2.kata2 Jibril (klaim Muhammad, bhw wahyu diturunkan lewat Jibril)
3.kata2 Allah (menurut iman muslim, walau Allah tidak pernah berbicara langsung dengan orang arab manapun! ALLAH MALAH TIDAK PERNAH KEDENGARAN BERBAHASA ARAB APAPUN!).

Maka itulah Trinitas Firman Allahswt yang telah terlebur jadi satu diantara 3 oknum: Allah- Jibril- Muhammad!
M TipuM
Reply| 11 Sep 2014 21:56:27
What??
Betulkah bhw Muhammad menyangka bhw TUHAN TRITUNGGALNYA orang Nasrani adalah "Allah" (kawin mawin dengan)- "Maryam" (sebagai istri, lalu melahirkan) - "Isa al-Masih" sebagai Anak?

KETERLALUAN WAHYUNYA YANG MEMBUAL!
Sitikhadijah
Reply| 10 Sep 2014 13:39:10
Ketika Muhammad menuduh bhw Tuhan Nasrani itu tiga, ia mendapat wahyu yg salah kaprah. TIGA YANG MANA?
"Allah kawin dg Maryam dapat Anak (Yesus)?"
"Bagaimana Allah mempunyai anak, padahal Ia tidak mempunyai istri?" (QS.6:101)

Dan kini Muslim pada sangat malu dg ayat tsb.
Wahyu yang salah kaprah! Kontradiksi dg kenyataan bhw Maryam bisa punya Anak tanpa ngesex dg Allah, tanpa usah menjadi istrinya Allah!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top