Bintang Digunakan untuk Merajam Setan

 

Bintang Digunakan untuk Merajam Setan

 

Kita baca-baca  dalam Surah Al Mulk 67:5:

 

“Dan sungguh Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan pelita-pelita (bintang-bintang) dan Kami menjadikannya sebagai pelempar terhadap setan, dan Kami sediakan untuk mereka azab neraka.”

 

 

Al-Baidawi menjelaskan ayat ini:

 

      “Dan sungguh Kami telah menghiasi langit yang dekat” berarti yang lebih dekat dengan surga. “Dengan pelita-pelita” mengacu pada bintang-bintang yang berkilauan yang menerangi malam laksana lampu. Hal ini tidak berlawanan dengan fakta bahwa beberapa bintang terletak pada surga yang lebih tinggi, karena menghiasi langit yang dekat berarti bintang dibuat untuk berada disana. “Dan menjadikannya sebagai pelempar terhadap setan” berarti bintang juga dibuat untuk alasan lain, yaitu sebagai pelempar bagi musuh. Rujum (“benda untuk melempar”) adalah bentuk plural dari rajam, yaitu apapun yang digunakan untuk melempar yang memiliki nyala api.

Pendapat lain berkata, “Kami menjadikannya sebagai medium bagi para ahli tenung dan ilmu nujum (yang adalah definisi lain dari akar kata kerja rajam) karena setan berada diantara manusia yang bekerja sebagai tukang tenung.”

 

            Kita baca dalam Surah Ash Shaafaat 37:6-10:

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang dekat) ini dengan hiasan bintang-bintang, dan menjaga(nya) dari tiap-tiap setan yang sangat durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mendengar kepada golongan yang tinggi (malaikat) dan mereka dilempari dari segala penjuru. (Mereka) dalam keadaan terusir dan bagi mereka yang azab yang kekal, kecuali siapa yang menyadap sadapan (pembicaraan), maka ia diikuti (dikejar) oleh suluh api (meteor) yang bersinar.”

 

 

            Kita baca dalam Surah Al Hijr 15:16-18:

“Dan sungguh Kami menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya, dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk, kecuali yang mencuri pendengaran, maka ia diikuti oleh nyala api yang terang.”

 

 

            Al-Baidawi menjelaskan ayat ini sebagai berikut: “’Dan menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk’ berarti bahwa seseorang tak dapat naik ke surga, mencobai penghuni surga, menyadari letak sebenarnya, atau menaklukkannya. ‘kecuali yang mencuri pendengaran’ menunjuk pada pada setiap iblis. ‘Mencuri pendengaran’ berarti mencuri dengar atau mendengar dengan diam-diam. Perbuatan ini dibandingkan dengan merenggut bagian-bagian dari para penghuni surga yang memiliki kesamaan zat, atau pengurangan posisi dan gerakan bintang-bintang.”

 

Ibnu Abbas melaporkan bahwa:

      Mereka (malaikat yang jatuh) belum dibuang dari surga. Namun saat Yesus lahir, mereka dibuang selama tiga tahun, dan saat Mohammad lahir mereka dibuang dalam nyala api (meteor). Hal ini tidak menolak fakta bahwa meteor terbentuk sebelum kelahiran para malaikat, karena mungkin inilah tujuan bagi penciptaan mereka.

Pendapat lain adalah bahwa pengecualian tersebut disembunyikan, artinya siapapun yang mencuri dengar akan dikejar oleh api yang dapat mereka lihat. Shihab (“nyala api”) adalah jenis api yang berkobar. Dapat juga memiliki arti sebagai bintang (meteor) atau anak panah berapi yang bersinar terang.

 

Kita bertanya: Bagaimana cara kita membayangkan seorang malaikat yang berukuran seperti manusia memegang bintang-bintang seperti sepotong batu untuk melempari setan, agar mereka tidak mencuri dengar suara penduduk surga? Apakah tubuh surgawi ini diciptakan untuk menjadi amunisi alat perang sebagai perajam setan?

 

Pada kenyataannya, bintang itu laksana galaksi raksasa, dan jagad raya ini ternyata berisi jutaan galaksi besar yang mengapung-apung pada jarak yang luar biasa luas dan tak terbatas.

 

Juga bagaimana mungkin malaikat melemparkan bintang-bintang tanpa menyebabkan kekacauan jagad raya, karena tindakan seperti itu dapat memutar balikkan keseimbangan?

 


Kontalasi bintang Virgo

Kumpulan bintang dari gugusan Messier 56

 


2 comments Add a Comment
Fatimah Benci Poligami
Reply| 26 Jul 2015 22:48:45
Selain buta huruf, Muhammad dan Alloh SWT juga buta astronomi. Jadi, wajar jika beliau asal ngomong.
Kosaki
Reply| 09 Jan 2015 10:14:40
Matahari juga merupakan salah satu bintang. Perbedaan dimensi ukurannya dengan bumi sangatlah jauh, jadi jika benar demikian bintang sebagai amunisi untuk merajam setan, sepertinya terlalu berlebihan atau setan sangat amat kuat sehingga untuk menghukumnya memerlukan beberapa bintang. Mungkin yang membuat ayat mengira kalau bintang itu kecil seperti kerikil sehingga disimulasikan dalam tradisi melempar jumrah.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top