“HAI MARYAM, HAI SAUDARA PEREMPUAN HARUN”

“HAI MARYAM, HAI SAUDARA PEREMPUAN HARUN”

 

Itulah seruan dari mulut Muhammad yang mewakili ulang wahyu Allah dalam Quran Surat Maryam 19:27,28, yang berbunyi:

"Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina".

Seluruh Ahli Kitab terkejut mendengar seruan yang dilontarkan oleh Muhammad ini bagi seorang Maryam, yang hidup diabad ke-1 Masehi, namun dikaitkan dengan saudaranya yang Imam, bernama Harun diabad ke-14 Sebelum Masehi! Bagaimana mungkin? Adat dan idiom Ibrani tidak mengenal seruan ‘SAUDARA PEREMPUAN’ yang dikaitkan dengan adik atau kakak PEREMPUAN diluar keluarga inti! Apalagi kalau perempuan ini dari GENERASI dan BANI yang berbeda!

Kita tahu bahwa Maryam adalah dari bani Yehuda, keturunan Daud. Sedangkan Harun dari bani Lewi, yang selalu dikhususkan memangku jabatan Imam. Jadi mustahil seruan/panggilan kepada Maryam itu bisa dibenarkan, bahkan dengan plintiran tafsir yang bagaimanapun!  Telah terjadi suatu “ kesalahan wahyu” yang kasat mata dan sangat memalukan!

Dalam benak Muhammad, ia dikacaukan dengan nama MIRYAM (bukan Maryam) yang memang betul saudara perempuan Musa dan Harun: “Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana ditangannya…” (Keluaran 15:20).

Lain soalnya jikalau saja tadinya Muhammad berseru dengan kaitan ANAK, misalnya: “Hai Maryam, Hai anak Daud”, atau anak Abraham, atau anak Harun, itu masih termasuk sapaan tradisi Ibrani yang correct, sekalipun untuk ‘anak Harun’ tetap masih tidak begitu umum ketimbang ‘anak Musa’ (dalam arti pengikut Musa)!

Para ahli Islam kesulitan besar untuk menutupi fakta wahyu yang keliru ini. Pelbagai plintiran dilemparkan demi mencoba “make sense”. Depag misalnya dalam catatan kaki Quran terjemahannya berargumen:

Footnote [902]. Maryam dipanggil saudara perempuan Harun, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.

Lain lagi Footnote  Quran Terjemahan Disbintalad:
adalah menggambarkan bahwa Maryam dari keturunan orang yang saleh karena Nabi Harun adalah saudara Nabi Musa a.s.

Lain lagi argument Muhammad sendiri ketika beliau juga sempat ditanyai oleh Mughira b. Shu'ba tentang seruan Muhammad di Quran "O sister of Harun". Muhammad menjawabnya:

The (people of the old age) used to give names (to their persons) after the names  of Apostles and pious persons who had gone before them.  
(Muslim, Buku  
25, Hadith no. 5326).

Terjemahannya: “Orang orang jaman dulu biasa memberi nama-nama (mereka) sesudah nama-nama para Rasul dan orang-orang saleh yang telah pergi mendahului mereka”.

 

PERTANYAAN:
Apakah orang yang punya otak bisa menerima dan puas dengan plintiran yang tidak didukung oleh fakta apapun juga, kecuali asal-bunyi demi tidak kehilangan muka? Ingat, kita sedang berbicara tentang wahyu Quran yang datang dari Allah yang sempurna dengan bahasa yang terang, tak ada keraguan dan tidak pernah salah! (2:2:32:2, 27:75dll).


5 comments Add a Comment
gigi
Reply| 26 Feb 2015 12:16:08
Mengapa web ini tidak bisa dibaca atau di blokir di Indonesia karena, itu akan membahayakan agama Islam mayoritas Indonesia, Muslim menginginkan kebenaran untuk ditutupi, mereka memblokir yg merugikan Islam tetapi yg mengkritisi selain agama Islam tidak diblokir. Terdengar so munafik gitu loh. Kenyataannya agama Islam terlalubanyak mitos didalamnya itu kenapa, muslim dilarang untuk baca kitab orang Kristen, sebenarnya ini untuk memagari muslim dari sikapkritis terhadap Muhammad dan Quran.
reikis
Reply| 23 Feb 2015 01:31:34
@tom
kalau kamu sudah buta, minta kepada Yesus sembuhkan, jangan malah bangga kebutaanmu, nanti jatuh ke lobang, paham !
Ex-Mualaf
Reply| 17 Jan 2015 22:07:53
@tom

Hebat anda berkelit memakai tradisi Arab (?) atau Indonesia (??) demi membenarkan panggilan : Hai Maryam saudara perempuan harun?
SAYANG TRADISI IBRANI TIDAK MENGENAL YG DEMIKIAN. KASIAN (dan sekaligus menhujatkan) MARYAM YANG DISESATKAN KEPADA MIRYAM KAKAKNYA MUSA!
tom
Reply| 12 Jan 2015 14:51:08
Justru Quran membuktikan kebenarannya. Bukankah ayat itu tidak berbicara tentang silsilah Maryam tetapi berbicara tentang kecaman kaum Maryam terhadap kelahiran Isa yang tidak ada bapaknya. Ungkapan kaumnya sebagai ejekan terhadap nama Maryam yang merupakan saudara perempuan Nabi Harun. Saya pernah punya pengalaman pribadi guru saya di sekolah Katolik yang menegur teman saya yang nakal yang namanya Muhammad, dengan teguran : "Muhammad, nabi besar kok kelakuan kayak gini". Tentu saja teman saya bukan nabi besar, penyebutan nabi besar sebagai sindiran atas kelakuannya yang tidak sesuai dengan nama nabi yang disandangnya. Kesalahan Al Quran dicari2 tetapi tidak terdapat kesalahan dalam kitab ini. Tidak seperti injil yang berbicara silsilah tapi berbeda-beda antar Injil.
Sitikhadijah
Reply| 10 Jan 2015 15:48:53
Kalau Muhammad menjawab dg argumennya demikian, kenapa ia yang mengklaim paling dekat dg ISA, tidak sekalipun memanggil salah satu ISTRINYA (Apalagi istri yg Yahudi/ Nasrani) dengan panggilan:

HAI Siti khadijah, HAI SAUDARA PEREMPUAN ISA ALMASIH....
kemarilah engkau kedalam pelukanku, Sayang..."
Fetching more Comments...
↑ Back to Top