Pertanyaan-pertanyaan untuk Ditanyakan Kepada Seorang Muslim (Bagian 5)

Oleh Kalangi

41. Mengapa wanita yang sedang datang bulan tidak boleh menyentuh Quran? [98] Dan seorang wanita tidak boleh berdoa kepada Penciptanya untuk sementara waktu karena ia “kotor”? [98] Tidak boleh shalat dan puasa selama haid (Bukhari 1 no.301). Artinya ia disempitkan Allah dari kesempatan untuk beribadah dan berpahala ketimbang laki-laki, sedikitnya terkuras 3-4 hari haid, atau 10% peluang berpahala setiap bulan. Bagaimana perasaan anda mengenai hal itu?

42.Wanita tidak diperbolehkan untuk mempraktikkan poligami, tapi pria boleh.[87] Wanita tidak diijinkan melakukan hubungan seks sebelum nikah atau di luar nikah dengan para budak dan tawanan perang,[99] tetapi pria boleh melakukannya. Wanita tidak diijinkan memukul pasangannya, pria boleh.[100] Hak waris pria dua kali lebih banyak daripada wanita [101] Dan kesaksian seorang wanita di pengadilan hanya bernilai separuh dari kesaksian pria.[102] Dengan memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan Quran ini saja (belum yang lain-lain), bagaimana anda dapat mengklaim bahwa Islam menjunjung kesetaraan jender?

43.Apakah menurut anda, Muhammad berperilaku mulia ketika ia (memerintahkan) memenggal leher seluruh suku (banu qurayza)[103] seakan-akan mereka semua adalah criminal, penjahat yang tak terampuni?

44.Menurut anda, tak adakah seorangpun dari semua Yahudi bani Qurayza tersebut yang layak selamat? Padahal Muhammad telah terlanjur mengumandangkan satu ayat teramat mulia bagi kemanusiaan, bahwa “barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (5:32)?

45.Mengapa ada sejumlah Muslim yang mengutuk orang lain yang melakukan pedophilia, tetapi ketika Nabi mereka yang melakukannya,[106] mereka justru mencari-cari alasan bahkan membela (excuses and even defend) tindakan-tindakannya?

46.Mengapa Quran banyak menekankan ayat-ayat berulang yang mengatakan "Muhammad tidak gila"?[107][108][109] Mengapa ada banyak orang yang menuduh Muhammad gila dan hal itu sampai harus berulang-ulang diladeni Muhammad? Sebagai seorang Nabi agung tidak cukupkah bila ia membantahi mereka (para penuduh) satu kali saja, dan selesai?

47. Terlebih-lebih, kenapa Muhammad selalu merasa tersakiti hatinya ketika ada orang-orang meminta tanda kenabiannya? Tidakkah permintaan itu hal yang sah, mengingat setiap Rasul Allah memang harus membuktikan kenabian dirinya? [Yesus juga ditanyai: “Tanda apakah yang Engkau perbuat supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepadaMu?” (Yohanes 6:30). Yesus tidak tersinggung dan Ia selalu siap untuk memperlihatkan tanda kuasa Tuhan yang menyertainya!]. Kenapa Muhammad tidak berdaya dan selalu menghindar ketika ditanyai oleh orang kafir mengapa ia tidak sekalipun bisa bermukjizat seperti para nabi lainnya? (13:7, 29:50, 17:90-92 dll). DUSTA GO ROUND(BERDUSTA-RIA)

48. Ketika ditantang lagi untuk menunjukkan tanda kenabian, Muhammad disuruh Allah untuk menjawab: “katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itukepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu” (10:20). Kenapa Muhammad harus berbelit-belit menyuruh orang agar bersama-sama dengan dia menunggu mukjizat Allah yang akan datang kepadanya, padahal itu tak pernah datang-datang? Apakah itu bukan fakta keras bahwa Muhammad (dan Allah yang diatas-nama-kannya) terbukti BERDUSTA?

49. Siapakah yang BERDUSTA, Muhammad atau para kafir, ketika mereka menantang Muhammad dengan berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu (Muhammad) hingga ... kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagai-mana (yang) kamu katakan…” (17:90-92). Nabi memang sering sesumbar dengan ancaman menimpakan pecahan-pecahan langit kepada orang kafir (34:9). Namun kapan pernah terwujudnya laknat langit yang diancamkan Muhammad? Jadi siapa yang BERDUSTA jikalau mereka menolak percaya bahwa Muhammad itu nabi Allah?

50. Dan DUSTA Muhammad yang kasat mata ini (tentang mukjizatnya) kenapa akhirnya malah dibalikkan menjadi dustanya para orang kafir dalam (17:59): “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah DIDUSTA-KAN oleh orang-orang dahulu[858]”.Apakah batin anda tidak muak menyaksikan bahwa Allah (dibuat oleh NabiNya) mencari “kambing hitam” atas ketidak-mampuan Muhammad untuk bermukjizat? [Dalam catatan kaki Quran [858],ditafsirkan bahwaAllah akhirnya tidak mau memberikan tanda mukjizat lewat Muhammad agar tidak didustakan lagi seperti yang sudah-sudah terjadi dizaman sebelumnya].

51. Muhammad memang tidak pernah melakukan mukjizat dalam Quran. Tetapi kenapa dalam Hadis-hadis paling shahih (setelah hampir 200 tahun Nabi meninggal) masih nekad DIDUSTAKAN periwayatan Muhammad sebagai pelaku mukjizat dahsyat (yang berbau meniru Isa Al-Masih), seperti menggandakan jumlah makanan menjadi berlimpah bagi seluruh pejuang (Bukhari 7,65,No.293); dan memancarkan air dari bawah jari-jari Muhammad sampai pot kosong menjadi cukup berisi air bagi semua keperluan air wudhu. (Bukhari 1,4,No.170), dll. dll. mukjizat?

52. Jadi, ditengah-tengah DUSTA-ria yang telah kacau dan saling berkontradiksi ini , kebenaran manakah yang harus dipercayai Muslim tentang keberadaan mukjizat Muhammad: Quran atau Hadis Shahih Nabi?

53. Sementara Muslim mati-matian mengakui shahihnya Hadis Bukhari, dan percaya bahwa Muhammad memang bermukjizat sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahihnya, sang Nabi namun juga menambahkan dengan berkata, ”Tiada nabi diantara para nabi yang tidak diberi mukjizat, agar orang-orang jadi yakin dan percaya, tetapi apa yang diberikan kepadaku adalah Wahyu Illahi yang Allah nyatakan padaku.” (Bukhari  Vol.9, Buku 92, No.379). Jadi, apa dan siapa diantara Muhammad, Quran, dan Hadis Shahih Nabi yang tidak BERDUSTA?

54. Akhirnya, Muslim terpaksa mengakui bahwa Muhammad itu sesungguhnya memang tidak bermukjizat, kecuali Quran itulah mukjizatnya. Pengakuan ini tidak memadai disini. Ingat Quran menyatakan dirinya berada dalam induk Alkitab (43:4), membenarkan Taurat dan Injil, dan tidak membeda-bedakan seorangpun dari nabi-nabi-nya (2:136, 3:3 dst). Tetapi dalam kenyataannya Quran dan nabinya berbeda dalam segala dimensinya dengan Taurat dan Injil dan para nabinya! Muslim harus bertanya dalam dirinya: “Kenapa Taurat dan Injil DIDUSTAKAN oleh Muhammad (dan Quran) dengan tidak pernah myebutkan wahyu-wahyu itu sebagai mukjizatnya Musa dan Isa, selain Quran sendiri yang dianggap sebagai mukjizat dahsyat Muhammad? [Para nabi Alkitab justru membedakan wahyu (pesan dan hukum Tuhan) dengan tanda mukjizat, kuasa Roh Tuhan yang ditampakkan oleh nabiNya untuk mendukung wahyu-Nya].

55. Banyak anggota keluarga penting Muhammad sendiri yang tidak percaya kepadanya[110] (termasuk kakek dan pamannya yang membesarkannya, dan mengawinkannya, dan yang sangat mencintainya). Bahkan sampai titik ujung ajalnya, Abu Talib tetap menolak untuk percaya kepada Muhammad, walau sudah berkali-kali ia membujuk pamannya untuk menyembah Allahnya Muhammad. Jadi, mengapa anda dan saya harus percaya kepada nabi dan Allahnya yang BERDUSTA TERBESAR (Khairul Maakiriin, 3:54)?


19 comments Add a Comment
kosaki
Reply| 18 Dec 2013 00:53:50
"Seorang pria diijinkan poligami asal adil. Apa Muhammad junjungan anda adil? Demi “anak kecil”, istri lain ditelantarkan.'
Jangankan anak kecil..la mantunya sendiri aja diembat!!!
kosaki
Reply| 18 Dec 2013 00:52:24
@dssc7:
Jadi kalau demikian Muhammad saw pernah berzinah juga kan?
kosaki
Reply| 18 Dec 2013 00:50:43
@dssc7:
"Bibel itu banyak kisah incest yang aneh-aneh'
Tanggapan Memangnya kalau ada cerita tentang incest itu aneh? Secara logika Quran juga mengandung cerita incest...ngakunya akademisi tapi masalah incest saja dianggap aneh...atau anda mengimani bahwa Tuhan menciptakan manusia selain Adam dan Hawa?
Aing
Reply| 17 Dec 2013 22:37:34
Apa Daud nabi Daud yang istrinya 99 dan dilaknat allah... allah maha pengasih ketika Salomo mempersunting istri orang karena birahi allah menegur dengan diturunkannya 2 malaikat yang berselisih hingga Salomo tobat dan menyesal.... istri 456 ga masalah asal jangan memperistri 1 ditingggal kumpul kebo dsb... manusia emang hina udah bannyak aturan dalam kitab masing-masing masih aja membanggakan... lalu lintas aja aturannya pake helem nanti ditilang langsung ngarti.. setan
atheist
Reply| 12 Dec 2013 01:30:59
halah banyak aturan. mau ngentot ngentot aja. sok beriman..
padahal teman2 kalian banyak yang ngentot dijalan. jadi pelacur.. bunuh orang.. sok beriman.. berlaku kasih..
bohong.. forum ini membuktikan agam kalian tolol.. orang2nya aja banyak yang gak patuh sama aturan.. coba debat pendapat gue kalo kalian cerdas.. gue kasih k****l gue kalo.kalian menang.. kalo gak bisa berarti kalian memang pemuja setan. didalam hati pikiran dan jasmani.kalian ada setan.. yang berubah bentuk jadi yesus kutrus dan mamed. jadi bapa dan roh budug.
ngapain pake aturan.. satanisme gak ada aturan ribet gitu. tolol!
Zodiark
Reply| 24 Nov 2013 10:41:12
@dssc7

Incest Lot dengan ke dua putrinya apakah itu perintah Tuhan atau keinginan putri putrinya? Abraham menikahi Sarah sesudah mengenal Tuhan atau belum?
Poligami dalam bible dicantumkan agar orang yang membaca dapat melihat bagaimana mereka jatuh dalam dosa. Tidak ada perintah Tuhan yang menyuruh manusia untuk berpoligami. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" Kejadian 2:24. Dari awal sudah ditetapkan 1 pria + 1 wanita = 1 keluarga. Tidak ada perintah untuk poligami, karena Tuhan tahu manusia tidak mampu berlaku adil. Contoh Daud dan Salomo, dari sekian banyak istri hanya 1 yang mendapat perhatian lebih. Begitu juga Muhammad.
Bible memang berisi tulisan vulgar, incest dll karena itulah kitab kebijaksanaan. Memuat hal yang baik dan yang jahat. Jika anda mendukung program poligami yang diajarkan Muhammad berarti anda menolak program Tuhan.

Jadilah bijak bu dosen.
dssc7
Reply| 24 Nov 2013 00:20:25
Bibel itu banyak kisah incest yang aneh-aneh dan belum tentu nyata. Bukankah menurut Bibel Sarah itu saudara tiri Abraham beda ibu, dan kedua putri Lut menjebak ayahnya untuk menidurinya hingga hamil. Ada yang lebih aneh lagi berapa jumlah istri Daud dan Solomon, berapa istri Jacob (Israel)? Apakah itu bukan poligami?
Mhd6il4
Reply| 21 Nov 2013 11:58:07
Kecuali si CABUL SWT yang menyodok anak mantunya dengan saksi ALLOW SWT dan JIBRIL ya????!!!!!
Zodiark
Reply| 21 Nov 2013 11:22:12
@dssc7

Dari awal bible mencatat 1 untuk 1. Tidak ada hukum dalam bible 1 untuk 2 + 3 + 4. Seorang istri harus setia kepada suaminya begitu juga sebaliknya agar mereka tetap 1 iman untuk berbakti kepada 1 Tuhan. Bible mencatat yang beristri banyak bukan untuk ditiru, tapi untuk dipelajari bagaimana mereka jatuh kedalam dosa dan menjauh dari Tuhan. Hukum mana dalam bible yang menyatakan boleh poligami?

Saya heran kenapa anda getol membela poligami. Orang yang pacaran aja tidak mau pacarnya punya pacar lain. Catatan bible Abrahamlah yang pertama berpoligami dan itu bukan keinginan Abraham, tapi saran istrinya. Hmm jangan-jangan anda juga dipoligami.

Seorang pria diijinkan poligami asal adil. Apa muhammad junjungan anda adil? Demi "anak kecil", istri lain ditelantarkan.
Zodiark
Reply| 21 Nov 2013 11:19:21
@dssc7

Dari awal bible mencatat 1 untuk 1. Tidak ada hukum dalam bible 1 untuk 2 + 3 + 4. Seorang istri harus setia kepada suaminya begitu juga sebaliknya agar mereka tetap 1 iman untuk berbakti kepada 1 Tuhan. Bible mencatat yang beristri banyak bukan untuk ditiru, tapi untuk dipelajari bagaimana mereka jatuh kedalam dosa dan menjauh dari Tuhan. Hukum mana dalam bible yang menyatakan boleh poligami?

Saya heran kenapa anda getol membela poligami. Orang yang pacaran aja tidak mau pacarnya punya pacar lain. Catatan bible Abrahamlah yang pertama berpoligami dan itu bukan keinginan Abraham, tapi saran istrinya. Hmm jangan-jangan anda juga dipoligami.

Seorang pria diijinkan poligami asal adil. Apa muhammad junjungan anda adil? Demi "anak kecil", istri lain ditelantarkan.
dssc7
Reply| 21 Nov 2013 08:13:50
Maaf salah ketik, maksud saya bukan Waqi`ah ayat 59 tetapi ayat 79.
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 21:33:15
Bandingkan dengan perbudakan terhadap bangsa yahudi berikut ini.
Selama beratus tahun, sejarah Eropa bergelimang dengan kisah penindasan dan pembantaian Yahudi. Sejumlah Paus di Vatikan dikenal sangat anti-Yahudi. Pada tanggal 17 Juli 1555, hanya dua bulan setelah pengangkatannya, Paus Paulus IV, mengeluarkan dokumen (Papal Bull) bernama “Cum nimis absurdum”. Paus menekankan, bahwa para pembunuh Kristus, yaitu kaum Yahudi, pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’, yang hanya memiliki satu pintu masuk. Yahudi dipaksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen dari harga yang seharusnya. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. Di Roma, tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. Di Campagna, 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Saat menjadi kardinal, Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi, termasuk Talmud. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad.
Sikap tokoh-tokoh Gereja semacam itu terbukti sangat berpengaruh terhadap nasib Yahudi di wilayah Kristen Eropa. Di Spanyol, misalnya, Yahudi sudah ada di wilayah ini, sekitar tahun 300 M. Raja Aleric II (485-507), diilhami oleh Code of Theodosius, memberikan batasan ketat terhadap Yahudi. Nasib Yahudi Spanyol semakin terjepit, menyusul konversi Raja Recarred I (586-601) menjadi Katolik. Sang Raja melakukan konversi itu pada The Third Council of Toledo (589), dan kemudian menjadikan Katolik sebagai agama negara. The Council of Toledo itu sendiri membuat sejumlah keputusan: (1) larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2) keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa, (3) budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi (4) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik, (5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian.
Dalam periode 612-620, banyak kasus tejadi dimana Yahudi dibaptis secara paksa. Ribuan Yahudi melarikan diri ke Perancis dan Afrika. Pada 621-631, di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan Yahudi agak lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan paksa. Pada masa pemerintahan Chintila (636-640), dibuatlah keputusan dalam The Six Council of Toledo (638), bahwa selain orang Katolik dilarang tingal di wilayahnya. Euric (680-687) membuat keputusan: seluruh Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan di bawa pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Raja Egica (687-701) membuat keputusan: semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka disita, dan mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga mereka tersebar ke berbagai profinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang keras. Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa dari orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen.
Di Perancis, Louis IX (1226-1270), memerintahkan pengusiran semua orang Yahudi dari kerajaannya, sesaat setelah Louis berangkat menuju medan Perang Salib. Perintah itu memang tidak dijalankan dengan sempurna. Banyak orang Yahudi yang meninggalkan Perancis kemudian kembali lagi. Tetapi, Philip the Fair (1285-1314) kemudian memerintahkan semua Yahudi Perancis untuk ditangkap. Kemudian, Raja Charles IV, kembali mengusir Yahudi Perancis pada tahun 1322. Josephine Bacon mencatat pengusiran dan pembantaian orang-orang Yahudi di Perancis dalam kurun tahun 800-1500. Tahun 1420, komunitas Yahudi dimusnahkan dari Toulouse. Pada tahun yang sama, Yahudi juga diusir dari Kota Lyon. Tahun 1321, 160 Yahudi dikubur dalam satu lobang di Kota Chinon. Tahun 1394, seluruh Yahudi diusir dari Kota Sens. Pada tahun 1495, orang-orang Yahudi diusir dari Lithuania. Padahal di negara ini, orang-orang Yahudi itu mengungsi dari persekusi kaum Kristen Barat, karena mereka tidak menerima agama Kristen. Di Rusia, sebagai akibat dari kebencian yang disebarkan oleh gereja Kristen Ortodoks Rusia, kaum Yahudi dikucilkan dan diusir dari Rusia dalam kurun waktu mulai abad ke-15 sampai dengan tahun 1722. Ketika itu, secara umum, bisa dikatakan, tanah Kristen Eropa bukanlah tempat yang aman bagi kaum Yahudi.
Abad ke-15 menyaksikan pembantaian besar-besaran kaum Yahudi dan Muslim di Spanyol dan Portugal. Pada tahun 1483 saja, dilaporkan 13.000 orang Yahudi dieksekusi atas perintah Komandan Inqusisi di Spanyol, Fray Thomas de Torquemada. Selama puluhan tahun berikutnya, ribuan Yahudi mengalami penyiksaan dan pembunuhan. Jatuhnya Granada, pemerintahan Muslim terakhir di Spanyol, pada 20 Januari 1492, telah mengakhiri pemerintahan Muslim selama 781 tahun di Spanyol. Kejatuhan Granada ke tangan Kristen ini dirayakan dengan upacara keagamaan di seluruh Eropa. Kemudian, Paus mengundang seluruh bangsa Kristen untuk mengirimkan delegasi ke Roma, guna mendiskusikan rencana ‘crusade’ terhadap Turki Uthmani. Tahun 1494, pasangan Ferdinand dan Isabella diberi gelar ‘the Catholic Kings’ oleh Paus Alexander VI. Pasangan itu sebenarnya telah banyak melakukan pembantaian terhadap Yahudi dan Muslim sejak dibentuknya Inquisisi di Castile dengan keputusan Paus tahun 1478. Puncaknya adalah tahun 1492, saat mereka memberikan pilihan kepada Yahudi: pergi dari Spanyol atau dibaptis. Setelah jatuh ke tangan Kristen, kaum Muslim Granada (yang oleh diberi sebutan Moors oleh kaum Kristen Spanyol) masih diberi kebebasan menjalankan beberapa ritual dan tradisi agama mereka. Archbishop yang diangkat di Granada juga seorang yang memiliki interes terhadap kebudayaan Arab. Ia diharapkan melakukan konversi kaum Muslim ke Kristen secara gradual. Tapi, Isabella tidak sabar, dan memaksakan dilakukannya pembaptisan massal. Akhirnya, kaum Muslim melakukan perlawanan pada tahun 1499, tetapi berhasil ditumpas pasukan Kristen. Setelah itu, sebagaimana kaum Yahudi, mereka juga diberi pilihan: meninggalkan Spanyol atau dibaptis. Jika menolak, kematian sudah menunggu.
Jatuhnya Granada, juga sekaligus merupakan bencana bagi kaum Yahudi di Spanyol. Hanya dalam beberapa bulan saja, antara akhir April sampai 2 Agustus 1492, sekitar 150.000 kaum Yahudi diusir dari Spanyol. Sebagian besar mereka kemudian mengungsi ke wilayah Turki Uthmani yang menyediakan tempat yang aman bagi Yahudi. Ada yang mencatat jumlah Yahudi yang terusir dari Spanyol tahun 1492, sebanyak 160.000. Dari jumlah itu, 90.000 mengungsi ke Turki/Uthmani, 25.000 ke Belanda, 20.000 ke Maroko, 10.000 ke Perancis, 10.000 ke Itali, dan 5.000 ke Amerika. Yang mati dalam perjalanan diperkirakan 20.000 orang. Sedangkan yang dibaptis dan tetap di Spanyol sebanyak 50.000. Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada para penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil menguasai seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai budak. Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah jalan dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga disembunyikan dalam perut kaum yang terusir itu. Masa kekuasaan Ferdinand dan Isabella dicatat sebagai puncak persekusi kaum Yahudi di Spanyol. Keduanya dikenal sebagai “the Catholic Kings”, yang dipuji sebagai pemersatu Spanyol.
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 21:26:07
Sebelum membahas masalah mengawini budak dan tawanan perang baiklah kita bahas mengenai pandangan Islam dalam perbudakan berikut ini.
Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri hafizhohullah berkata, “Perbudakan sudah dikenal manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu, dan telah dijumpai di kalangan bangsa-bangsa kuno seperti Mesir, Cina, India, Yunani dan Romawi, dan juga disebutkan dalam kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil.” [Minhajul Muslim hal. 443, Darul Bayan, Beirut, cet. I, 1427 H]

Oleh karena itu, kita umat Islam diperintahkan agar mempelajari agama Islam secara sempurna, sehingga kita bisa merasakan kenikmatan beragama, ketenangan hidup dan kebahagiaan. Jika sekedar mempelajari setengah-setengah apalagi Islam KTP, maka ia tidak akan merasakan kebahagiaan. Ia akan mencari kebahagiaan dengan Ilmu filsafat Yunani dan filsafat Cina, mencari kebahagiaan dengan harta, mencari kebahagiaan dengan berbagai hobi didunia yang melalaikan. Atau bahkan mencari kebahagian dengan kerusakan, seperti menjadi waria, merampok, mencuri, mabuk dan memakai narkoba. Allah Ta’ala berfirman,

??? ???????? ????????? ???????? ?????????? ??? ????????? ???????? ????? ???????????? ????????? ???????????? ??????? ?????? ??????? ????????

“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah kalian mengikuti jejak langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuhmu yang nyata.”(QS. Al Baqarah: 208).
Jawaban Tuduhan

Berikut penjabaran bahwa ternyata apa yang dituduhkan tidak benar dan dalam sistem perbudakan yang diajarkan oleh Islam banyak mengandung hikmah bagi kemaslahatan manusia. Poin-poin penjabarannya:

Sebab menjadi budak hanya satu: orang kafir yang menjadi tawanan perang
Perintah bersikap baik terhadap budak dan celaan jika sebaliknya
Islam mengangkat derajat budak
Pahala besar bagi budak
Anjuran membebaskan budak
Tebusan kesalahan/pelanggaran [kafarah] seorang muslim dengan membebaskan budak
Budak Bisa minta bebas dengan membayar dirinya/mukatabah
Banyak jalan lainnya agar budak bisa merdeka
Budak dibantu jika ingin merdeka

Berikut rinciannya:
Sebab menjadi budak hanya satu: Orang kafir yang menjadi tawanan perang

Jika kita melihat sejarah dunia, maka jalan menjadi budak bermacam-macam bahkan ada dengan cara yang keji dan lebih tidak manusiawi, ini berlaku disemua peradaban dunia.

Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Ali Bassam rahimahullah berkata, “Bahkan perbudakan menurut mereka memiliki banyak sebab untuk memperbudak seseorang seperti adanya perang, tawanan, penculikan atau pencurian. Tidak hanya itu, mereka pun menjual anak-anak yang menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak, bahkan sebagian mereka menganggap para petani sebagai budak belian.” [Taisir Allam Syarh Umdatul Ahkam hal. 562, cet. II, Darul Kutubil ‘Ilmiyyah].

Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza-iri hafizhohullah menjelaskan, “Adapun asal-usul terjadinya perbudakan [dahulunya] adalah karena sebab-sebab berikut ini :

Perang [?????]
Jika sekelompok manusia memerangi kelompok manusia lainnya dan berhasil mengalahkannya, maka mereka menjadikan para wanita dan anak-anak kelompok yang berhasil dikalahkannya sebagai budak.
Kefakiran [?????]
Tidak jarang kefakiran mendorong manusia menjual anak-anak mereka untuk dijadikan sebagai budak bagi manusia lainnya.
Perampokan dan pembajakan [???????? ??????? ? ??????]
Pada masa lalu rombongan besar bangsa-bangsa Eropa singgah di Afrika dan menangkap orang-orang Negro, kemudian menjual mereka di pasar-pasar budak Eropa. Di samping itu para pembajak laut dari Eropa membajak kapal-kapal yang melintas di lautan dan menyerang para penumpangnya, dan jika mereka berhasil mengalahkannya, maka mereka menjual para penumpangnya di pasar-pasar budak Eropa dan mereka memakan hasil penjualannya.” [Minhajul Muslim hal. 443, Darul Bayan, Beirut, cet. I, 1427 H]

Dan dalam Islam sebab perbudakan hanya satu, yaitu orang kafir yang menjadi tawanan perang. Dan sangat wajar jika seorang tawanan perang dijadikan budak. Karena mereka sebelumnya musuh dan harus diberikan strata sosial yang rendah.

Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Ali Bassam rahimahullah berkata, “Islam menyatakan bahwa seluruh manusia adalah merdeka dan tidak bisa menjadi budak kecuali dengan satu sebab saja, yaitu orang kafir yang menjadi tawanan dalam pertempuran. Dan Panglima perang memiliki kewajiban memberikan perlakuan yang tepat terhadap para tawanan, bisa dijadikan budak, meminta tebusan atau melepaskan mereka tanpa tebusan. Itu semua dipilih dengan tetap melihat kemaslahatan umum.

Inilah satu-satunya sebab perbudakan di dalam Islam berdasarkan dalil naqli yang shahih yang sesuai dengan dalil aqli yang shahih. Karena sesungguhnya orang yang berdiri menghalangi aqidah dan jalan dakwah, ingin mengikat dan membatasi kemerdekaan serta ingin memerangi maka balasan yang tepat adalah ia harus ditahan dan dijadikan budak supaya memperluas jalannya da’wah.
Inilah satu-satunya sebab perbudakan didalam Islam, bukan dengan cara perampasan manusia, ataupun menjual orang merdeka dan memperbudak mereka sebagaimana umat-umat yang lain.” [Taisir Allam Syarh Umdatul Ahkam hal. 562, cet. II, Darul Kutubil ‘Ilmiyyah]

Perhatikan juga keterangan di atas, bahwa menjadi tawanan perang tidak langsung otomatis menjadi budak tetapi ada pilihan lainnya, yaitu:
[1] menjadi budak
[2] bebas dengan tebusan bahkan bisa bebas tanpa syarat
[3] dibunuh, khusus laki-laki dewasa saja
Pilihan dipilih oleh penglima perang mana yang terbaik untuk kemaslahatan Islam dan manusia. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

??????? ????????? ????????? ???????? ???????? ?????????? ??????? ????? ???????????????? ????????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ????????? ????????????

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka [1] pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh [2] membebaskan mereka atau [3]menerima tebusan sampai perang berhenti” [QS.Muhammad: 4]
Perintah bersikap baik terhadap budak dan celaan jika sebaliknya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

?????????????? ??????? ??????????? ?????????????

“Bertaqwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki.” [Shahihul Jami’ no. 106, Al-Irwa’ no. 2178]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????????????? ????????? ???????????? ????? ????????? ???? ????????? ?????? ??? ???????

“Budak memiliki hak makan/lauk dan makanan pokok, dan tidak boleh dibebani pekerjaan di luar kemampuannya.” [HR. Muslim, Ahmad dan Al-Baihaqi]

Dan Islam melarang bersikap buruk terhadap budak, menghinakan dan melecehkannya sebagai budak.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????? ?????? ?????????? ??????? ?? ??????? ?????????? ??????? ??????????

“Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan: Hai hamba laki-lakiku, hai hamba perempuanku, akan tetapi katakanlah : Hai pemudaku (laki-laki), hai pemudiku (perempuan).” [HR. Bukhari No. 2552 dan Muslim No. 2449]
Islam mengangkat derajat Budak

Jika dibandingkan bangsa lainnya, budak dilecehkan dan dihinakan tidak ada harganya. Akan tetapi dalam Islam, budak diangkat derajatnya bahkan dianjurkan agar diperlakukan selayaknya saudara.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????? ????????????? ?????????? ?????????? ??????? ?????? ??????????? ?????? ????? ??????? ?????? ?????? ?????????????? ?????? ???????? ?????????????? ?????? ???????? ????? ?????????????? ??? ???????????? ?????? ???????????????? ??? ???????????? ??????????????

”Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barang siapa yang memiliki saudara yang ada dibawah kekuasaannya, hendaklah dia memberikan kepada saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang berat, hendaklah kamu membantu mereka.” [HR. Bukhari I/16, II/123-124]

Bahkan teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan budaknya, Zaid bin Haritsah sebagai anaknya [sebelum anak angkat dilarang dalam Islam].

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata

????? ?????? ???? ????????? ??????? ???????? ????? ??? ?????? ?????????? ?????? ?????? ???? ????????? ?????? ?????? ?????????? ??????????? ???????????

“Zaid bin Haritsah maula Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, (Ibnu Umar berkata), “Dulu kami tidak memanggil Zaid kecuali dengna panggilan Zaid bin Muhammad, sehingga turunlah ayat; (panggillah anak-anak angkatmu dengan (menasabkan kepada) nama bapak-bapak mereka, karena itulah yang lebih adil di sisi Allah.” [HR. Bukhari no. 4782, dan Muslim no.2425]

Dan yang mengagumkan lagi, ketika ayah Zaid bin Haritsah datang untuk menebus Zaid dan hendak membawanya pulang ke keluarganya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi pilihan kepada Zaid bin haritsah antara memilih ikut ayahnya atau tetap bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Zaid bin haritsah lebih memilih tetap bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini bukti bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlakukan budaknya sebagaimana anaknya.
Pahala besar bagi budak

Jika seorang budak ikhlas dalam melakasanakan tugasnya sebagai budak dan berbakti kepada tuannya maka ia mendapat pahala yang besar, dua kali lipat.

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????????? ?????????? ?????????? ???????????: ?????? ???? ?????? ?????????? ????? ??????????? ?????????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ???? ???????????? ??????????? ?????? ?????????? ???????? ????????? ?????? ????? ????? ??????? ????????? ?????? ?????????? ???????? ??????? ???? ?????? ??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ????????????? ????? ??????????? ?????????????? ?????? ?????????.

“Tiga kelompok yang akan diberikan pahala mereka dua kali: (1) Laki-laki ahli Kitab yang beriman kepada Nabinya lalu berjumpa dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia beriman kepada beliau, mengikutinya dan membenarkannya, maka ia memperoleh dua pahala. (2) Seorang budak yang melaksanakan hak Allah dan hak tuannya, maka ia memperoleh dua pahala. Dan (3) seorang laki-laki yang mempunyai budak wanita, lalu ia memberi makanan, pendidikan, dan pelajaran yang baik, kemudian ia membebaskan dan menikahinya, maka ia memperoleh dua pahala.” [HR. Bukhari no. 2518. Muslim no. 1509 ]

Bahkan sahabat Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berangan-angan ingin menjadi budak, karena besarnya pahala, beliau berkata,

????? ??????? ????? ????? ???? ???? ???? ?????? ?? ???? ???? ????? ??? ??? ?????? ?? ???? ???? ?????

“Bagi hamba sahaya mendapat dua pahala. Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, kalaulah bukan karena jihad di jalan Allah, haji dan bakti kepada ibuku, sungguh aku menginginkan mati dalam keadaan menjadi budak” [HR. Muslim, Idraj/sisipan dari Abu hurairah]
Anjuran membebaskan budak

Allah Ta’ala berfirman,

????? ????????? ??????????? ????? ????????? ??? ??????????? ????? ????????

“Tetapi ia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.” [QS. Al-Balad: 11-13]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ???????? ???????? ?????????? ???????? ????? ??????? ?????? ?????? ??????? ???? ???????? ?????? ???????? ???????? ??????????

“Barang siapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah akan membebaskan setiap anggota badannya dengan sebab anggota badan budak tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya. “ [HR. Bukhari, Fathul Bari V/146 dan Muslim No. 1509]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???????? ??????? ???????? ???????? ??????? ????????? ????? ????????? ???? ????????

“Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari api neraka. “ [ HR. Tirmidzi, Imam al-Mundziri berkata: “Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini Hasan Shahih (No. 1547)]
Tebusan kesalahan/pelanggaran [kafarah] seorang muslim dengan membebaskan budak

Banyak kita temukan dalam ajaran Islam berbagai kafarah/tebusan dalam suatu kesalahan/pelanggaran dengan membebaskan budak, misalnya kafarah berhubungan badan di siang hari bulan ramadhan, kafarah sumpah dan lain-lain, begitu juga jika melukai budak tersebut. Sehingga peluang para budak untuk merdeka semakin besar.

Barang siapa melukai tubuh budaknya maka ia wajib membebaskan budaknya tersebut. Dalam sebuah hadits yang mengisahkan adanya seorang tuan yang memotong hidung budaknya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada budak itu.

??????? ???????? ????? ??????? ??? ??????? ????? ????????? ???? ????? ? ????? : ??????? ????? ?? ??????????

“Pergilah engkau karena sekarang engkau orang yang merdeka, maka budak itu berkata: “Ya Rasulullah saya ini maula (budak) siapa”, Beliau menjawab : “Maula Allah dan RasulNya.” [Hasan, HR. Ahmad II/182, Abu Daud No. 4519, Ibnu Majah No. 2680, Ahmad II/225]
Budak bisa minta bebas dengan membayar dirinya/mukatabah

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, “Mukatabah adalah seseorang budak menebus.membayar dirinya kepada tuannya dengan uang cicilan, dua cicilan atau lebih” [Manhajus Salikin Wa Taudihil Fiqh Fid Din hal. 189, cet.I, Darul Wathan]

Bahkan wajib bagi tuannya mengabulkan permintaan budaknya yang ingin merdeka dengan mukatabah.
Syaikh Abdullah Al-Jibrin Rahimahullahu berkata, “Jika seseorang budak meminta [mukatabah] dari tuannya, maka wajib baginya mengabulkannya, Allah Ta’ala berfirman, “…Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka…” ; An-Nuur: 33 [Ibhajul Mu’minin Syarh Manhajus Salikin jilid II hal 192, cet. I, Darul Wathan]
Banyak jalan lainnya agar budak bisa merdeka

Misalnya:

Seorang budak dimiliki oleh beberapa orang kemudian salah seorang pemilik membebaskan bagiannya, maka pemilik tadi harus membebaskan bagian sekutunya secara paksa. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
???? ???????? ??????? ???? ??? ????????? ?????? ???????? ???? ???????? ???????
“Barangsiapa membebaskan bagiannya dari seorang budak, maka ia wajib membebaskan seluruhnya.” [HR. Bukhari No. 2503.]
Barang siapa memiliki budak yang ternyata masih kerabat dekatnya (mahramnya) maka wajib atas pemiliknya untuk membebaskan secara terpaksa. Berdasarkan hadits,
???? ?????? ??? ?????? ???????? ?????? ?????
“Barang siapa memiliki budak yang termasuk kerabatnya bahkan mahromnya maka budak itu merdeka.“ [HR. Abu Daud No. 3949, Irwa’ul Ghalil no. 1746, Shahih Sunan Abu Daud No. 3342]
Dengan “at-tadbir”/ budak mudabbar
Syaikh Abdul Adzim Badawi hafizhohullah menjelaskan, “Tadbir adalah pembebasan seorang budak yang disandarkan pada kematian tuannya. Seperti perkataan pemilik budak kepada budaknya, “Jika aku meninggal, maka engkau bebas sepeninggalku.” Jika sang tuan meninggal, maka ia bebas apabila budak itu tidak lebih dari sepertiga harta tuan.” [Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil Aziz hal. 398, cet. III, Dar Ibnu Rajab]
Ummu walad, budak wanita yang merdeka setelah melahirkan anak tuannya dan tuannya meninggal.
Dari Ibnu Abbas secara marfu’,
???? ??? ???? ?? ????? ??? ??? ??? ????
“Budak wanita mana pun yang melahirkan anak tuannya maka ia bebas setelah kematian tuannya.” [HR. Ibnu majah, dishahihkan oleh Al-Hakim dan didhaifkan oleh Al-Albani]

Budak dibantu jika ingin merdeka

Salah satunya dengan zakat, sebagaimana yang tercantum dalam ayat,

???????? ???????????? ???????????? ??????????????? ??????????????? ????????? ???????????????? ??????????? ????? ?????????? ??????????????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ????? ?????? ???????? ??????? ???????

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

Syaikh Abdul Adzim Badawi hafizhohullah berkata, “Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri, Muqatil bin Hayyan, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, Sa’id bin Jubair, an-Nakha’i, az-Zuhri dan Ibnu Zaid mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan budak adalah al-Mukatab (budak yang telah mengadakan perjanjian dengan tuannya untuk membayar sejumlah uang sebagai tebusan atas dirinya). Hal ini juga diriwayatkan dari Abu Musa al-‘Asyari. Dan ini adalah pendapat Imam asy-Syafi’i juga al-Laitsi. Berkata Ibnu ‘Abbas dan al-Hasan, “Tidak mengapa harta zakat tersebut dijadikan sebagai tebusan untuk memerdekakan budak.” Dan ini adalah madzhab Ahmad, Malik dan Ishaq. Maksudnya bahwa memberikan zakat kepada budak sifatnya lebih umum dari sekedar memerdekakan al-Mukatab atau membeli budak, kemudian memerdekakannya. “ [Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil Aziz hal. 227, cet. III, Dar Ibnu Rajab]
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 21:06:54
Baik wanita maupun pria tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum nikah atau di luar nikah, jika dilakukan berarti telah melakukan perzinaan.
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 21:01:51
Pria diperbolehkan poligami jika dia dapat berlaku adil. Wanita jika diizinkan poliandri atau mempunyai banyak suami, tentu sangat merepotkan dia sendiri. Anak yang lahir perlu dites DNAnya, untuk mengetahui suami yang mana yang telah menghamilinya, dan tentu merepotkan dalam pembagian warisan. Di dalam Bibel banyak sekali contoh poligami, bshkan jumlah istrinya banyak sekali, dan Al Quran membatasinya matsna, wa tsulaatsa, waruba`. 2+3+4= 9, dengan syarat harus adil.
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 20:53:25
Doa yang diambil dari Al Quran, dan dzikir tidak dilarang, walaupun sedang menstruasi; yang dilarang itu shalat dan puasa. Melakukan hubungan suami istri juga tidak boleh. Ini pun demi kesehatan dan kemaslahatan wanita itu sendiri. Mengenai pahala, peluang wanita itu banyak, menghidangkan makanan bagi keluarga, merawat anak dengan penuh kasih sayang, menjaga dan merawat rumah dan isinya, berbakti pada suami dan orang tua, menjalin hubungan baik dengan tetangga juga dapat mendatangkan pahala jika dijalankan dengan hati yang tulus dan ikhlas karena Allah.
dssc7
Reply| 20 Nov 2013 20:43:47
Laa yamassuhu illal muthahharuun. Begitulah bunyi surat Waqi`ah ayat 59 yang artinya Tidak menyentuh Al Quran kecuali orang yang disucikan. Pendapat yang tidak membolehkan menyentuh Al Quran bagi wanita yang sedang menstruasi memandang ayat tersebut mengandung makna bahwa untuk memegang kitab suci Al Quran harus suci dari hadas kecil dan besar, sehingga mereka harus wudlu dulu jika mau memegang Al Quran, dan harus mandi besar dulu jika menstruasinya sudah selesai. Saya sendiri tidak sependapat dengan itu, karena yang dimaksud disini bukan suci dari hadas besar dan kecil, tetapi person yang telah disucian Allah seperti Malaikat, dan Al Quran disini bukan mushaf atau kitab yang dicetak oleh pencetak Al Quran, tetapi firman Allah itu. Syetan dan iblis karena tidak disucikan, dia tidak bisa menyentuh firman Allah, artinya dia ingkar dan berusaha mempengaruhi manusia termasuk anda yang mengingkari kebenaran Alquran, walau dia pakai nama samaran islamquranhadits. Itu dulu ya, yang saya jawab.
mhd_61l4
Reply| 17 Sep 2012 12:28:16
Di artikel lainnya tentang mukzijat, banyak Muslim menuliskan ratusan mukzijat Muhammad.

Menurut saya, Muhammadlah mukzijat itu.

Seorang cabul, pembunuh, perampok, pendusta, keji, bejad moral dan hina, tapi bisa membodohi begitu banyak orang yang mau menumpulkan otak dan pikirannya dan mematikan rasa kemanusiaan sebagai manusia.

Muhammad adalah MUKZIJAT nyata dari IBLIS, tentunya 180 derajat bertentangan dengan mukzijat dari Tuhan yang sesungguhnya.
Nabil
Reply| 06 Jul 2012 12:32:23
Artikel terbuka ttg DUSTA GO ROUND dari Muhammad ini semoga direnungkan oleh teman2 Muslim yang tampaknya sudah mati-rasa thd tipu-daya Nabinya.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top