Pertanyaan-pertanyaan untuk Ditanyakan Kepada Seorang Muslim (Bagian 7)

Oleh Kalangi

ALKITAB MEN-TEST ALQURAN (DAN MUHAMMAD)

66.Qur'an mengklaim secara naïf bahwa Injil adalah Kitab yang diturunkan/ diberikan kepada Isa Al-Masih (Qur'an 3:3, 5:46). Selesai, dan tak ada keterangan lanjutan! Namun dalam kenyataannya, Injil tidak pernah diberikan ataupun diturunkan oleh siapapun kepada Isa Al-Masih selama 3 tahun pelayanannya. Tidak ada Jibril atau Allah yang setiap kali harus membisikkan atau mendiktekan wahyuNya kepada Isa, dan Isa Juga tidak pernah menulis atau menyuruh orang lain untuk menuliskan wahyu yang diucapkan dari mulutnya. Jadi kenapa Allah, Quran, dan Muhammad gagal menjelaskan apa/siapa yang menjadi sumber transmisi wahyu bagi Isa dan bagaimana terjadinya Kitab Injil? Bagaimana isyu sepenting ini tidak dijelaskan, namun Quran tetap memerintahkan Muslim untuk beriman kepada Injil?

67.Qur'an tidak pernah mengatakan (atau menubuatkan) bahwa wujud teks-fisik wahyu-wahyu terdahulu mengalami kerusakan, pemalsuan, dan hilang tak tercari, melainkan selalu dinyatakan exist [“yang ada padamu”, “ambillah Taurat dan bacalah”, “disisi mereka ada Taurat”, 2:41,89,91; 3:93; 5:43,44, 46-47]. Jadi mengapa Muslim menuduh hal-hal yang tidak dituduhkan oleh Quran?

68.Mengapa Allah tidak mampu (seperti yang diklaim banyak orang Muslim) melindungi Taurat Musa dan Injil Yesus dari pemalsuan dan penghilangan? Jika Allah tidak dapat menjaganya dengan benar pada dua kali kesempatan terdahulu, mengapa Quran Muhammad bisa dijaga-Nya?

69. Terdapat peneguhan Allah dan Muhammad yang amat pasti bahwa Taurat dan Injil itu dibenarkan berulang-ulang hingga belasan kali, dan harus diimani! (2:41,89,91101,136; 3:3; 4:136; 5:43,44,46,47,48,68; 6:92; 10:73,94; 29:46; 32:23; 35:31; 43:4; 46:39 dll). Jadi kenapa Muslim mati-matian menolak peneguhan Allah dan Muhammad terhadap Taurat dan Injil yang dikatakannya korup dan palsu?

70. Allah berkali-kali memerintahkan Muhammad (dan tentu juga Muslim) untuk berkonsultasi kepada para Ahli Kitab (orang-orang yang membaca Kitab sebelumnya) tatkala beliau bingung akan apa yang diturunkan Allah kepadanya. (10:94). Jadi, Alkitab telah dijadikan rujukan kebenaran yang pasti. Namun, adakah Muhammad dan Muslim pernah datang kepada Ahli-Kitab dan melakukan perintah Allah ini dengan segala rendah hati? Taatkah itu? Muslimkah mereka?

70. Para ulama Muslim tak jera-jeranya memastikan adanya Taurat, Zabur, dan Injil yang asli Islami yang dikatakan mereka sudah hilang, walau tanpa bukti. Bagaimana bila orang kafir berkata sebaliknya, bahwa Quran yang sejati dari Jibril telah hilang karena sudah dibakar oleh Utsman (Bukhari 61/510)? Apakah ada manusia dan jin yang telah pernah membaca Taurat Islami dan Zabur Islami dan Injil Islami? Musa, Daud, Yesus dan bahkan Muhammad jelas tidak mengenal Kitab-kitab tersebut. Hanya ulama Islam modern-lah yang menslogankannya demikian bagi umatnya yang naïf!

71. Tahukah Muslim apa yang Muhammad maksudkan dengan “Kitab Taurat”? Ia telah keliru mengartikan Taurat sebagai keseluruhan perintah wahyu yang “Kami (Allah) tuliskan untuk Musa, “pada luh-luh (Taurat) mengenai segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu…” (7:145). Disini Muhammad salah mencampur-adukkan DUA jenis/set perintah Allah yang berbeda, yaitu (a) “Sepuluh Perintah Tuhan” yang ditulis diatas 2 luh batu, dan (b) SEMUA pelajaran dan penjelasan (messages) yang Tuhan ilhamkan kepada Musa seperti yang dituangkan dalam 5 Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), termasuk 10-Perintah Tuhan didalamnya! Itulah keseluruhan Taurat-asli sejak zaman Musa, Daud, Yesaya, hingga Yesus; sebelum dikacaukan Muhammad yang tidak memahami apa itu Taurat!

72. Kenapa Muhammad melagak (bluffing) seolah dia tahu benar isi Taurat lalu membenar-benarkan Taurat dan menyuruh orang untuk mengimaninya (berpuluh kali!) padahal dia tidak tahu apa yang dibenarkan dan apa yang harus diimani dari Taurat itu? Tahukah Muslim bahwa “10 Perintah Tuhan” yang Tuhan sendiri tuliskan di luh-alwah itu juga menyangkut hal-hal yang justru Muhammad sendiri langgar, seperti (a) Mengganti secara sembarangan nama diri Tuhan, dari aslinya YAHWEH, menjadi ALLAH. (b) Tidak mengkuduskan Hari Sabat, melainkan menggantinya menjadi hari Jumat (c) Hukum “jangan membunuh” diganti dengan hukum yang  saling kontradiktif: “jangan membunuh…tetapi bunuhlah mereka yang murtad dan kafir” (4:89;9:111;5:33;9:5 dst)?

73. Tahukah Muslim bahwa Muhammad sebenarnya bahkan tidak tahu apa-apa tentang kitab-kitab apa yang terdapat dalam Alkitab? Ia berspekulasi tentang adanya 3 Kitab saja sebelum Quran, yaitu utamanya Taurat, Zabur dan Injil, padahal masih ada 60-an Kitab-kitab Nabi/ Rasul lain yang tidak pernah diketahui-nya. Muhammad sempat menyebutkan 25 nama-nama nabi Allah, yang seyogia-nya membawakan Kitabullah-nya masing-masing. Namun cuma nama nabinya yang disebut, tidak dengan Kitabnya. Padahal Kitab mereka sudah lengkap tercatat di Alkitab dan merupakan Kitab kanonik yang terkenal sejak seribuan tahun sebelum Muhammad. Bukankah kini Muslim dapat menyaksikan Kitab-kitab otentik dari nabi Yesaya/ Ilyas, Kitab Ayub, Kitab Yunus, dan Kitab Amsal/ Sulaiman, yang justru dikosongkan oleh Muhammad karena ketidak-tahuannya?

74. Sebaliknya, Muhammad nekad bluffing (melagak tahu), dengan mengatas namakan wahyu Allah menyebut Kitab-kitab yang justru tidak diturunkan oleh Allah! Kitab tersebut fiktif, tak pernah ada, “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa” (87:18-19. Juga 2:136, 3:84, dll). Jelas Kitab Ibrahim hanya buah spekulasi Muhammad pribadi (bukan wahyu), yang disejajarkannya dengan Kitab Musa. Sebab adakah Muslim yang percaya bahwa Allah menurunkan Kitab-Nya dizaman Ibrahim baheula yang belum kenal abjad dan huruf?

75. Jadi Muhammad meniupkan wahyu yang salah berkali-kali tentang ujud Taurat (dan kita belum lagi membeberkan kesalahan isi Kitab Taurat versi Muhammad). Yaitu bahwa (1) Kitab Taurat itu bukan 10-Perintah Tuhan. (2) Seluruh Taurat tidak termuat dalam luh-luh batu yang ditulis Tuhan. (3) Luh-luh batu hanya berisi 10-Perintah Tuhan saja. (4) Kitab Ibrahim itu tidak exist. (5) Periwayatan tentang Ibrahim itu ada dalam Taurat sub Kitab Kejadian, dan bukan terpisah sebagai Kitab Ibrahim yang berdampingan dengan kitab Taurat. Bagaimana perasaan Muslim memahami ulah dan bualan ini yang disebutnya wahyu?

76. Setelah Taurat, Muhammad juga mengkelirukan Kitab Injil. Ulama yang kritis dan jeli mendapati sendiri bahwa Muhammad memang bermasalah menghadapi Kitab-kitab Israel. Itu terlihat dari usaha mereka untuk menutupi kesalahan Muhammad dengan memelintir istilah asli “kitab Maryam” (the Book Mary) menjadi Al Quran, “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur…”   “Relate in the Book (the story of) Mary, when she withdrew from her family to a place in the East” (Yusuf Ali). “And mention in the Book Mary when she withdrew from her people to an eastern place” (A.J.Arberry). Ulama sekarang tahu bahwa “Kitab Maryam” tentu tidak pernah ada, tetapi lalu kitab apakah itu? Kalau Muhammad memaksudkannya sebagai Kitab Injil, tentu ia sudah mengatakannya secara lurus. Tetapi ini pasti akan menyebabkan Muslim ramai-ramai membaca Injil, dan lalu menemukan bahwa Injil tidak pernah mengisahkan kekonyolan tersebut (sebab untuk apa Maryam minggat sendirian dari keluarganya ketempat timur, dikalamana ia toh belum hamil yang bisa memalukan keluarganya?). Dalam benak Muhammad, memang ia memaksudkannya sebagai Kitab Maryam yang Allah turunkan kepadanya mengingat dia nabiah yang tersuci. Muhammad mustahil memaksudkannya sebagai Al-Quran, sebab bukankah ia sendiri yang SEDANG diperintah Allah untuk menceritakan minggatnya Maryam, yang kisahnya memang BELUM ada dicatat di Quran bagian manapun? Namun para ulama Islam nekad harus “mengkoreksi” wahyu Allah yang satu ini kepada Muhammad. Tidakkah itu suatu penyelewengan yang absurd?

77. Dan Muhammad terlihat makin ngawur ketika ia mendongengkan “wahyu-wahyu” tentang perjalanan Ibrahim ke Mekkah (yang sama sekali non-exist itu) untuk mendirikan tempat beribadat yang pertama  didunia, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (3:96). Ayat ini walau terasa mustahil namun belum segera ketahuan palsunya! Tetapi akhirnya Muhammad kepergok sangat berbual tentang “Bait Allah” tsb. sehingga palsulah pula segala wahyu tentang Baitullah (!): Periwayatan Abu Dhar: “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata, “Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun” (Shahih Bukhari 5/585). Tahukah Muslim bahwa rentang waktu antara kedua “masjid” itu (yang satu dimasa Ibrahim dan lainnya dimasa Sulaiman (yang membangun Bait Tuhan Yerusalem) adalah seribu tahunan, dan bukan 40 tahun versi Muhammad?! Dan ketika Muhammad berbual bahwa “Baitullah dibangun Ibrahim di Mekah”, tahukan Muslim apa artinya? Artinya, Ibrahim --dengan Ismail remaja yang ikut bantu bangun Baitullah-- sudah berlalu 25 tahun (!) sejak keluarga ini tinggal ditanah Haran-Kanaan dan sekitarnya! Pertanyaan: apakah selama 25 tahun berkiprah diwilayah baru itu, Ibrahim yang sehari-harinya begitu dekat dengan Tuhannya, tidak mendirikan sebuah tempat untuk beribadat kudus kepada Tuhannya? (Alkitab menyebutnya mezbah, dari Ibrani  mizbeah). Apakah Ibrahim harus menunggu 25 tahun baru bisa mendirikan sebuah mezbah, dan di Mekah? Kini, semua dongeng Muhammad tentang perjalanan Ibrahim dan Ismail ke Mekah, dan pembangunan Baitullah pertama harus dilihat sebagai bual penyesatan yang sistematis dari Muhammad demi merealisasikan mimpinya untuk memindahkan setting Israel ke Arabia (ingat pemindahan arah kiblat, ritual Haji di Mekah dst). NOTE. Kata “mezbah” sudah disebut sampai 400 kali di Alkitab, dan ternyata Muhammad tidak tahu-menahu apa itu mezbah. Padahal Abraham dalam sejarah perjalanannya yang panjang dari Ur Kasdim hingga Haran dan Kanaan, tercatat telah mendirikan sejumlah mezbah bagi Tuhan, khususnya ditempat-tempat perjumpaannya atau pengalaman spiritualnya dengan Tuhannya. Misalnya  di More dekat Sikhem dimana Tuhan menampakkan diri kepadanya. Juga mezbah didirikan diantara Betel dan Ai, dan di dekat Hebron (Kejadian, ps 22,23), dan bahkan juga ditanah Moria dimana Tuhan sendiri yang menentukan letaknya untuk dibangun sebuah mezbah pengorbanan anaknya! (Kejadian 22:2,9). Muhammad dalam Quran-nya, sengaja menghindari sebutan waktu, tempat dan lokasi agar terhindar dari penyidikan. Ia ragu-ragu (10:94) dan sering mencampur-adukkan sesuatu yang tak ada dalam imajinasinya (Bukhari, buku 4,vol.53, no.400). Padahal bila itu betul-betul wahyu dari Allah Yang Mahatahu, justru Dia akan mantap meirinci fakta-fakta yang diperlukan demi keotentikan yang sahih, bukan malah menghindar dengan membiarkan kisah-kisah penting digelapkan dalam ruang dan waktu yang kosong: Seperti: dimana  dan siapa anak Ibrahim yang dikurbankan? Mengapa dan kemana Maryam larikan dirinya kearah timur sebelum hamil? Orang Yahudikah Isa? Dan dimana Isa dilahirkan, berkarya dan mati? Bagaimana dengan nabi Yahya? Bagimana duet dua nabi besar ini dalam satu masa yang sama? Siapa simalang yang disalibkan pengganti Isa al-Masih? Dimana itu masjid Al-Aqsa/ Yang Terjauh (jangan-jangan Muhammad maksudkan masjid yang di Yemen atau Medina)? Tak ada satu kata Yerusalem pun terdapat dalam Quran… Ya, Alkitab perlu men-test Quran dengan fakta, bukti dan saksi. Dan Alkitab memang mendapat otoritas tersebut dari Quran sendiri (10:94). C.S Lewis mengingatkan kita: “Untuk memahami segala sesuatu kita harus menolak fakta-fakta yang cocok dengan selera kita, dan lebih memilih fakta-fakta sebagaimana apa adanya dia”.


35 comments Add a Comment
islamquranhadist
Reply| 05 Jan 2014 00:11:08
Quran memang sulit untuk diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa bahasa lainnya, karena bahasa yang digunakan quran adalah bahasa arab klasik jaman dulu, yang bahkan orang arab (Kebanyakan) sendiripun sudah tidak paham bahasa arab klasik.

Perkembangan budaya menyebabkan perubahan bahasa yang berproses selama ribuan tahun sementara quran statis (dianggab bahasa allow) sehingga quran harus di tafsirkan lebih dahulu untuk dapat dimengerti.

Disitulah peran dan rencana IBLIS yang luar biasa untuk menyesatkan manusia, karena terjemahan quran sendiri, seperti contoh yang dilakukan Depag; menurut kalangan islam lainnya memiliki ribuan kesalahan.

Pada artikel lain di situs ini, KHAIRUL MAKARIN misalnya, menjadi bahan debat yang luar biasa, karena banyak SLIMOT yang berpatokan terjemahan bahasa Indonesia yang artinya "sebaik baiknya pembalas tipu daya" padahal makna kata tersebut adalah "Maha tipu daya" sebagai raja segala raja penipu, penyesat atau Alisina menerjemahkannya sebagai penipu ulung.

Diluar itu semua, sebenarnya sangat gampang untuk memahami bahwa quran adalah ajaran iblis dengan memahami karakter dan pekerjaan iblis itu sendiri. Bahkan secara terang benderang, quran mengatakan bahwa ISLAM adalah AGAMA IBLIS.

Iblis adalah golongan jin sebagaimana Adam adalah golongan manusia.
Turunan iblis (jin) ada yang memeluk islam, demikian juga turunan Adam (manusia) ada yang memeluk islam.

Turunan Iblis maupun turunan adam (Jin dan manusia) yang memeluk agama islam disebut MUSLIM.

Jadi jelaslah bahwa Quran adalah kitab iblis, muhammad nabi iblis dan MUSLIM saudara seukhuwah IBLIS.

Kalaupun quran diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tetap saja tidak menarik untuk membacanya, karena isi quran berantakan, banyak pengulangan pengulangan yang tidak jelas, tidak runut dan tidak memiliki kronologis, ceritanya satu arah dan sangat membosankan, saling bertabrakan dan ada beberapa hal yang kontradiksi mati.

Saya sudah banyak mempostingkan kutipan kutipan ayat quran, tetapi muslim sendiri tidak bisa membantah pernyataan saya bahwa memang quran adalah wahyu iblis berdasarkan quran itu sendiri.

Pernyataan SLIMOT untuk membela diri paling banter mengatakan kutipan sepotong sepotong dan harus melihat sebab timbulnya ayat.

Kalau dilanjutkan, justru quran bertentangan dengan pernyataan bahwa quran sudah tertulis di lauh mahfuzh sehingga setiap kejadian dalam hadis seharusnya merujuk pada quran, pada kenyataannya ayat ayat quran diturunkan merujuk kejadian. (KONTRADIKSI MATI yang melampaui spekulasi akal sehat manusia).
kosaki
Reply| 04 Jan 2014 23:12:35
Bukannya Quran juga turunnya sepotong-sepotong??
wina
Reply| 04 Jan 2014 10:36:41
kl mau mengutip ayat Qur’an hati-hati bro.. jangan sepotong sepotong kl mau tau jawabannya.... di Qur'an sudah ada semua jawabnya.. semoga Allah memberikan hidayahNYA pada anda.. dan semoga anda merupakan orang-orang yang beruntung nantinya... LAKUM DINUKUM WALIYADIN
duma
Reply| 29 Oct 2013 22:34:13
Mengapa umat Kristen menolak Islam penyempurna Kristen.....
Bagaimana bisa yang menyempurnakan tidak lebih sempurna...
Lagi pula bila anda mengenal sosok Yesus dalam Injil maka anda akan tau bahwa Muhamad tidak sejalan dengan Yesus....
Bila anda membaca kisah Yesus (dalam Injil)anda akan tau bahwa Muhammad tidak lebih baik dari ahli-ahli taurat pada jaman Yesus yang ia kritik "munafik"
Malah Muhammad lebih buruk....adalah langkah mundur bila umat nasrani mengimanai Muhammad
priambodo
Reply| 06 Sep 2013 02:50:17
Baca Injil Barnabas bab 39
islamquranhadist
Reply| 27 Jul 2013 12:39:13
@vincent

islamquranhadist = Mhd61l4

Cuma kemarin kayanya ada yang pake ID Mhd61l4 (palsu), bikin postingan ngawur.

GBU
vincent
Reply| 26 Jul 2013 21:19:40
@ islamquranhadist

Terimakasih bnyak om..tulisan om sangat lugas, relevan & sangat mencerahkan sekaligus menggugah hati & cara berfikir saya selama ini

GBU om
islamquranhadist
Reply| 26 Jul 2013 19:30:27
@Ryan

Kamu menghayal yang bukan bukan!!!!

http://bacabacaquran.com/2013/05/08/properti-yang-dicuri-islam-dan-klaim-pembenaran/
islamquranhadist
Reply| 26 Jul 2013 19:28:01
Saya kutipkan postingan saya yang cocok untuk menjawab apa yang kamu sampaikan:
http://bacabacaquran.com/2013/03/23/kesaksian-ahmad-qoni-rizqi/
Banyak kesaksian dari mantan Muslim seperti di atas, bukan berarti Quran petunjuk jalan yang lurus, tetapi semata mata Quran selalu mempunyai 2 sisi yang bertolak belakang yang merupakan kelicikan iblis sang penipu daya untuk mempermainkan manusia.

Iblis, sebagai raja dari segala dusta memasukkan unsur unsur yang “seolah olah, tetapi bukan”; pasti tetapi ragu, jelas tetapi kabur, detail tetapi mengambang, baik tetapi jahat, setia tetapi berhianat, dan semua karakter yang lebih dikenal sebagai serigala berbulu domba.

Lihat cerita tentang isa almasih seolah olah benar tetapi iblis merangkainya dengan kepalsuan. Ada hal hal dimana iblis tidak berkuasa untuk mendustakannya, misalnya Allah adalah maha kuasa, iblis tahu hal tersebut, tetapi Allah yang maha kuasa tidak mungkin seorang PENIPU ULUNG dan iblis mengatakan seolah olah kemahakuasaan Allah termasuk didalamnya menipu.

Menguji sesuatu adalah benar atau dusta dengan melihat kekonsistenan dari apa yang disampaikan. Pendusta mempunyai 1000 satu macam alasan untuk meyakinkan dustanya, tetapi diantara alasan alasan dusta yang dibuat, pasti terdapat banyak hal yang tidak konsisten.

Mencari jalan lurus dengan membaca quran lebih banyak menyebabkan kesesatan daripada menemukan jalan lurus yang dimaksudkan. Quran yang diklaim sebagai penyempurna kitab kitab sebelumnya menjejalkan ketidak logisan kesempurnaan yang hendak disempurnakan.

Hukum Taurat yang dikenal dengan 10 perintahnya sudah digenapi dengan 2 hukum kasih, tetapi quran memutarbalikkan dan menjejalkan penjabaran “MENYEMPURNAKAN” 10 hukum taurat dan hukum kasih dengan tipuan, keraguan, kabur, mengambang, kejahatan, pengkhianatan dan pemutar balikan fakta yang hanya mungkin dilakukan oleh IBLIS sebagai PENIPU ULUNG.

Siapapun ahli islam yang mengklaim quran sebagai penyempuran kitab kitab sebelumnya tidak mampu menjelaskan apa yang disempurnakan dari 10 hukum Taurat dan 2 hukum kasih, kecuali dengan cara pembenaran berdasarkan Quran adalah benar menyempurnakan yang sudah sempurna menjadi rusak parah.

10 Hukum taurat:

1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di
atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah
bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku,
TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa
kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari
orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada
beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada
perintah-perintah-Ku.
3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan
memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan
bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari
Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau
anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau
hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala
isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati
hari Sabat dan menguduskannya.
5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan
TUHAN, Allahmu, kepadamu.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzinah.
8. Jangan mencuri.
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau
hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya,
atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Digenapi dengan hukum kasih:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (golden rule)

Lalu apa yang disempurnakan Quran dari hal diatas kalau seorang perampok, pembunuh, penzinah, penipu dan perilaku kejahatan lainnya dianggap sebagai contoh perilaku dari ahklak yang sempurna dan berbudi agung?

Adakah Allah yang sama yang melarang mencuri malah mengklaim bahwa harta rampokan adalah miliknya? Adakah Allah yang sama yang melarang bersaksi dusta justru mengaku sebagai penyesat penipu ulung (khairul makarin)? Adakah Allah yang sama yang melarang berzinah malah merestui perzinahan? Adakah Allah yang sama yang melarang untuk menginginkan kepunyaan orang lain malah memerintahkan untuk menguasai milik orang lain?

Hukum Taurat sudah digenapi oleh Hukum Kasih, dan iblis tahu hal tersebut, maka iblis menjejalkan 1000 satu macam tipuan untuk MENYEMPURNAKAN tipuannya agar manusia teperdaya.

Artikel di atas menjelaskan apa apa yang iblis tidak berkuasa mendustainya bahwa Allah maha kuasa dan Yesus adalah Putra Allah dan iblis berusaha merusak hal yang sesungguhnya dengan kesempurnaan quran memutar balikkan cerita dan fakta.
islamquranhadist
Reply| 26 Jul 2013 19:17:27
@Yulian

Yoi...... muhammad adalah:penyempurna dari sekalian nabi

Dibaiat sebagai nabi dengan baiat SELANGKANGAN Khadijah
Menjalankan kenabian dengan menggilir berbagai jenis SELANGKANGAN wanita.
Janji kenabian dengan tujuan sorga yang dipenuhi SELANGKANGAN pelacur sorga.
Sembahan kenabian tuhan negeri mekah yang berumah di kahbah dengan wujud SELANGKANAN wanita.
Akhir kenabian sedan dalam urusan SELANGKANGAN AISAH
Tragedi kenabian mati dengan TITIT ngaceng karena SELANGKANGAN!!!!

(penjelasan rangkuman kenabian)
islamquranhadist
Reply| 26 Jul 2013 19:12:28
@Islam

Anda mengatakan:
Saya tanya buat umat kristiani, mengapa anda percaya kalau Injil adalah penyempurna Taurat....?

Tanggapan:
Umat Kristiani yang mana yang mengatakan seperti yang kamu katakan?

Setahu saya TIDAK SATUPUN pengikut KRISTUS yang mengatakan demikian!!!!

Kamu seperti si CABUL MUHAMMAD EUY..... bilang Alexander yang agung alias Dzulkarnaen adalah nabi, padahal TAPIR!!!!!
Bilang Salomo/Sulaiman adalah nabi, padahal RAJA!!!!

Tahu ngga apa yang dibilang Yahudi tentang Salomo?
"Salomo/Sulaiman nabi???!!!!! Dia cuma tukang sihir!!!!"

Jangan asal klaim euy........!!!!!

TAURAT itu sempurna
DIGENAPI oleh HUKUM KASIH yaitu inti dari TAURAT ITU SENDIRI.

Contoh:
Taurat mengatakan, jangan mencuri, jangan berzinah!
Disempurnakan islam, pencuri dan penzinah pasti masuk surga!!!!

Taurat bilang, jangan menginginkan harta sesamamu!
Disempurnakan islam, harta rampokan milik allow swt dan rasulnya!!!!
Yulian
Reply| 26 Jul 2013 17:59:09
Yang pasti,Muhammad adalah:penyempurna dari sekalian nabi yang dipercayakan oleh tuhan nya.bukankah setelah itu tidak ada lagi nabi?(rangkuman).
burung kacer
Reply| 10 Feb 2013 17:58:52
itu namanya muhamad ngawur, bodoh tapi sok pintar. Orang buta huruf mana mungkin dipilih Allah untuk menurunkan wahyu, dasar umat muslim aja yang bodoh mau saja dikadalin sama muhamad..
Kaka
Reply| 28 Dec 2012 04:27:09
assalamualaikum...
saya hanya ingin mengatakan
Kepada seluruh saudara saya umat muslim
sebaik-baiknya kita sebagai hamba Allah janganlah kita mengomentari apa yang orang-orang kafir tanyakan sebelum kita faham benar:D...jujur saya ingin komen tapi kalo saya asal komen yang ada malah saya menjatuhkan diri sendiri. bacalah Al qur'an,al hadits serta riwayat fadhilah amal dan fahami dulu agar kita senantiasa di berikan ilham oleh Allah swt untuk menjawab pertanyaan orang-orang kafir. Niscaya kita senantiasa mendapat pahala dari apa yang kita katakan dan ingat!! Islam tidak pernah memaksa dan kita sebagai khalifah bertugas untuk mengingatkan lewat dakwah dan ahlak:D. ketika kita berdebat dengan orang yang tidak faham maka kita tidak akan mendapatkan ilmu:D wassalam
buren
Reply| 06 Dec 2012 14:42:46
Dalam keimanan Islam mempercayai tuhan yg Esa adalah kewajiban. dalam keimanan Islam Allah tdk pernah menampakkan Wujud/Fisiknnya kepada nabi apapun. Dlm Alquran diceritakan nabi Adam pernah menghadap Allah dg hijab/batas tp tdk bs melihatnya, nabi Musa Menghadap Allah dengan hijab/batas tdk bisa melihatnya, Nabi muhammad menghadap Allah dlm Isra' Miraj jg tdk bs melihatnya, cb dibaca kisah nabi Musa yang ingin menghadap Allah ingin melihat Wujud Allah tetapi tidak bisa melihatnya, apalagi ke manusia2 kyk kite2. Dalam keimanan Islam Tuhan tidak sama dan tdk setara dgn makluknya. Dlm keimanan Islam tuhan belum pernah memperlihatkan wujudnya kepada org2 seperti keimanan kristen kpd tuhan yesus yg memperlihatkan dirinya. Mempercayai Allah merupakan rukun Iman pertama.
buren
Reply| 06 Dec 2012 14:01:50
Terima kasih, muda2an penulis blok ini dapat hidayah
steven
Reply| 04 Dec 2012 14:39:24
”Lakum dii-nukum waliyadiin” (bagimu agamamu, bagiku agamaku)." « Ayat ini menurut saya lucu. Di ayat lain ada lagi yg menyebutkan agama lain adalah kafir. Yg bener yg mana nih? kalau ga mau urusi agama lain atau sendiri2 jangan bilang agama lain Kafir donk, samapai ada ayat yg membunuh atau menumpahkan darahnya itu tidak dosa. Punya istri lebih dari empat nyuruh orang hanya boleh kawin 4 kali. Bingung deh.. Terkadang memang orang gila tidak sadar kalau dirinya gila, mereka merasa normal dan benar sendiri.
Islam
Reply| 02 Dec 2012 14:32:34
Saya tanya buat umat kristiani, mengapa anda percaya kalau Injil adalah penyempurna Taurat tapi tidak percaya kalau Al-Qur'an sebagai penyempurna Injil? Kami umat Islam percaya SEPERTI ketika umat kristiani PERCAYA jika Injil adalah penyempurna Taurat. Dalam setiap Kitab Suci penyempurna pasti diterangkan KETIDAKPERCAYAAN dan PENENTANGAN oleh kaum atau pengikut Kitab Suci sebelumnya. Bagi anda yang kristiani juga meyakini adanya penjelasan seperti itu di Alkitab (Injil) ketika menjadi penyempurna hukum Taurat. So, make up your choice!! ''Lakum dii-nukum waliyadiin" (bagimu agamamu, bagiku agamaku).. Setiap orang tidak akan percaya pada agama Islam, jika dia tidak mendapat petunjuk dan rahmat dari Allah SWT. Wassalam..
adrianto
Reply| 23 Oct 2012 08:45:27
pak kalangi, anda bisa menanyakan itu kepada Tim FAKTA di
timfakta.blogspot.com/

terus komentar2 anda di atas itu lucu sekali. banyak sekali tuduhannya. sementara anda bilang umat islam menuduh umat lain, sementara anda sendiri yg sibuk menuduh umat Islam di atas.

cobalah baca situs2 ini dan temukan jawabannya. al-kitabiah.blogspot.com dan kristenisasi.wordpress.com
UNEDO
Reply| 08 Oct 2012 11:43:38
NABI boleh banyak, bahkan sampai sangat terkenal dan banyak pengikutnya.

AGAMA boleh beraneka ragam demikian juga kepercayaan yang diajarkannya untuk bisa masuk sorga kelek.

TETAPI, untuk bisa bisa masuk sorga harus tau apa SOP yang ditetapkan oleh yang punya Sorga.

DEBAT, saling ejek dan saling hina, adalah menambah gembok dan palang untuk menutup pintu sorga kepada para pelaku debat.

MASUK SORGA, mati dululah baru tau pasti pintu mana yang terbuka untuk anda semua.

Kalau saya sih, sudah ada kunci diberikan yang punya sorga kepada saya. tinggal tunggu npanggilanNYA saja.
Mau tau SOP nya, Bukan amal, Bukan Ibadah. itu baik.

Kebaikan dan Amal Ibadah TIDAK mampu menebus kuncinya. Hanya Iman Percaya, serta selalu dan selalu mengandalkanNYa.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top