Matahari Terbenam dalam Sebuah Mata Air

Apakah Quran Tidak Mempunyai Kesalahan? (Bagian 1) Oleh: ‘Abdallah ‘Abd al-Fahdi    
Pertanyaan 1: Kita membaca dalam Sura al-Kahf 18:83-86: “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat”.

 

 

 

 

 

 

Al-Baidawi dalam komentarinya yang berjudul Anwar al-tanzil wa Asrar al-Ta’wil mengemukakan penghormatan terhadap ayat-ayat tersebut di atas sebagai berikut: “Orang Yahudi bertanya kepada Muhammad mengenai Zulkarnain (Aleksander Agung), dan ia mengatakan kepada mereka bahwa Allah telah menetapkannya di suatu negeri dimana ia dapat mencapai tempat terbenamnya matahari. Ia mendapati bahwa matahari terbenam di lautan lumpur, dan di sekelliling lautan lumpur itu terdapat para penyembah berhala! Ia juga berjalan ke tempat matahari terbit dan menemukan bahwa orang-orang yang tinggal disana berjalan kesana kemari tanpa busana, dan tidak mempunyai rumah untuk berteduh dari sinar matahari. Setelah itu ia berjalan ke tempat yang terletak di utara, di antara tempat matahari terbit dan terbenam, yang didapatinya terletak di antara dua gunung. Kepada dua gunung ini ia menuangkan campuran besi dan tembaga cair, sehingga terbentuklah penghalang yang tidak dapat dilewati dan hanya Tuhan yang dapat mencapai Hari Kebangkitan”. Al-Baidawi menambahkan bahwa “Ibn ‘Abbas mendengar Mu’awiya membaca ‘aynin hamiya [‘mata air panas’], sehingga ia mengatakan padanya bahwa itu adalah hami’a [‘berlumpur’]. Oleh karena itu Mu’awiya mengirim kabar ke Ka’b al-Ahbar, dan bertanya, ‘Menurutmu dimanakah matahari terbenam?’ Ia mengatakan kepadanya, ‘Di air dan di lumpur’”. Kami bertanya: Mengingat ukuran matahari jauh lebih besar daripada bumi, lalu bagaimana Zulkarnain dapat melihatnya matahari dalam sebuah mata air yang dipenuhi air dan lumpur, dan dikelilingi orang-orang?


3 comments Add a Comment
Si momad69Aisha
Reply| 15 Jan 2014 14:56:41
Karena anda memulai kalimat anda dalam postingan anda dengan kata JIKA, maka bisa saya katakan cerita anda tersebut adalah sebuah fiksi, untuk itu maka saya tentu saja, akan memulai kalimat respons saya, dengan kata kalau.

Kalau memang benar ada seseorang terpeleset pada mulut sumur itu, seperti yang anda ceritakan, tentu di mulut sumur itu ada tanda-tanda jejak seseorang yang terpeleset dong?

OK NANTI DULU, jangan terburu buru, SAMPAI STEP INI, giliran saya bertanya dan anda yang sekarang harus menjawab!

1. Adakah tanda jejak orang terpeleset di mulut sumur dalam & gelap di cerita fiksi anda itu?

2. Sudah mulai terstimulasikah otak anda dengan pertanyaan 1 itu?

Saya tunggu jawaban anda, untuk saya tanggapi lebih lanjut!
Joko tingkir
Reply| 15 Jan 2014 08:20:48
Jika ada orang bilang bahwa dia melihat seseorang tenggelam atau jatuh ke dalam sebuah sumur yang dalam dan gelap. Apakah hal itu salah juga ? Hanya dikarenakan saksi mata hanya melihat orang itu kepleset kemudian menghilang, dan tepat di depan lokasi si orang tersebut hilang itu ada sumur yang menganga? Dan kalau kita coba melongok ke dalam sumur, tentu saja kita tidak bisa melihat apa-apa karena dalam & gelap? Itu logika anda?
Kosaki
Reply| 04 Nov 2013 13:40:06
Jika ditarik kesimpulan maka Allah SWT menyatakan secara eksplisik bahwa bumi itu datar....
Fetching more Comments...
↑ Back to Top