Tujuh Langit dan Tujuh Bumi

Apakah Quran Tidak Memiliki Kesalahan? (Bagian 4)

Oleh: ‘Abdallah ‘Abd al-Fahdi    

Pertanyaan 4: Kita membaca ayat-ayat ini di dalam Quran “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi” (Sura 65:12) 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Sura 2:29).

 

 

 

 

 

 

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Sura 41:12). 

 

 

 

 

 

 

“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya” (Sura 21:32). 

 

 

 

“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia” (Sura 22:65). 

 

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Sura 50:6).

Al-Baidawi mengatakan “atap yang terpelihara” dalam Sura 21 dijaga agar tidak jatuh oleh perintah Allah. Ia juga menjelaskan “retakan” dalam Sura 50 sebagai pecahan, dan mengatakan bahwa Allah menciptakan langit dengan mulus dan sangat cocok/pas, satu di atas yang lainnya. berdasarkan tafsiran Baidawi jelas bahwa Allah menciptakan langit sebagai atap yang luas dan licin di atas kita, dengan 6 langit lainnya yang juga sebagai atap, satu di atas yang lainnya. Ia juga menciptakan bumi kita bersama-sama dengan enam bumi lainnya seperti bumi kita ini. Jadi keseluruhan jumlah total langit dan bumi adalah 14. Kami bertanya: Bagaimana bisa ruang angkasa di atas kita yang tidak terbatas ini adalah atap licin sebagai tempat berteduh, atau ada tujuh atap sejenis ini? Bagaimana bisa jutaan bintang yang mengambang di ruang angkasa yang tidak terbatas ini adalah lampu-lampu yang ditempatkan di atap imajiner? Bagaimana klaim ini dapat dibenarkan, yaitu bahwa ada 7 bumi seperti bumi kita, yang unik di antara jutaan planet, bulan dan matahari?


0 comments Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top