Menggugat Kalimat Syahadat: Siapa itu Allah yang Meniadakan Tuhan Selainnya? (Bagian 1)

Menggugat Kalimat Syahadat: Siapa itu Allah yang Meniadakan Tuhan Selainnya? (Bagian 1)

Oleh: Ram Kampas

Setiap non-Muslim yang simpati kepada Islam dan siap-siap menjadi Mualaf akan mendapatkan sambutan yang  luar biasa hangat dari Muslim, khususnya dari Imam atau Ustad dan kalangannya yang dipercayakan untuk membina calon mualaf tsb. Entah kenapa, sambutan biasanya akan tambah meriah bilamana sicalon adalah orang Kristen, tidak perduli bahwa sicalon itu belum mencapai umur dewasa untuk memutuskan pemilihan agama bagi dirinya. Yang penting, kepadanya telah ditanyakan apakah ada pihak yang memaksa dirinya untuk masuk Islam. Untuk kedengaran lebih manis maka sang Imam atau Ustad akan mendahului pertanyaan tadi dengan berkata: "Saya tidak ingin kamu menjadi Muslim kecuali kamu benar-benar yakin dengan agama Islam. Jadi, jawablah dihadapan saksi, adakah pihak-pihak tertentu yang memaksa engkau untuk memeluk Islam?" Dan bilamana jawabnya “Tidak ada”, maka itu sudah memenuhi syarat dasar Quran 2:256, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama”, untuk meneruskan ritual pentahbisan sicalon menjadi Muslim.

Peralihan kepada iman Islam sangatlah mudah, cukup ditandai dengan mengucapkan dua Kalimat Syahadat: Laa Ilaaha illallah , Muhammad Rasulullah! Dan jadilah dia seorang Muslim absah, pengikut Nabi Muhammad seumur hidupnya! Semudah itulah Anda menjadi Muslim. Lihat video berikut, pertobatan seorang anak kecil umur 13 tahun:

Seorang remaja Inggris usia 13 tahun - saat akan menjadi mualaf dengan mengucapkan kalimat Syahadat

KEMUDAHAN YANG BISA MENJEBAK

Semudah itukah? Ya, bahkan bisa lebih mudah lagi dari itu seperti yang kita sering saksikan di mass media. Dalam keadaan tertekan diantara para jihadis, sikafir langsung dimualafkan tanpa usah mempedulikan pesan Quran: “Tidak ada paksaan untuk agama”! Betapa sering kita mendengar orang kafir dipaksa untuk memilih masuk Islam atau kehilangan nyawa! Dan ini sudah membantah ucapan retorik Ustad diatas bahwa menjadi Muslim harus didahului dengan benar-benar yakin akan agama Islam yang dipeluknya. Tetapi petobat manakah yang sudah memahami Hakekat Islam menjelang ia mengucapkan Kalimat Syahadat sehingga tidak kaget atas banyak syariat aneh-aneh yang baru diketahuinya setelah terlanjur menjadi Muslim? Mari kita melihat beberapa aspek yang sering mengagetkan seorang mualaf dibelakangan hari.

Pertama-tama, banyak mualaf bahkan tidak menyadari apa itu makna ISLAM.Kepada mereka biasanya dikatakan bahwa itu artinya DAMAI. Padahal arti sebenarnya adalah ‘tunduk’ (submission), menyerah (surrender), takluk (subjugation), tunduk, dan menyerah dan takluk dalam makna menyerahkan segala kebebasan kita dibawah perintah Allah. Arti explisitnya, Anda kini menjadi hamba (budak) Allah. Tidak ada kehidupan untuk dirinya sendiri kecuali Allah. Arti  implisit-nya, Anda sekarang Muslim telah kehilangan semua hak-hak pribadimu – tanpa syarat-- selain Hak-Hak Allah dalam keseluruhan syariah-Nya! Dan Anda serentak harus melakukan “kerja-wajib” dalam segudang pernik-pernik dan lautan aturan Syariah yang belum Anda ketahui samasekali tatkala menjadi mualf pada hari pertama!

Kedua, banyak mualaf juga tidak menyadari bahwa Islam itu ibarat BUBU (penangkap ikan tradisionil dari bamboo), bisa masuk tidak bisa keluar! Maka sudahkah mualaf kecil ini memahami Islam dan hakekatnya, dalam akidah-akidah prinsip dan syariat yang berdampak bagi seluruh kehidupan masa depannya?

Diatas telah disinggung sedikit, bahwa seterusnya mualaf ini akan menjadi pengikut Muhammad seumur hidupnya. Artinya, sekali ia masuk Islam, dia tidak diperkenankan keluar dari Islam hidup-hidup, dengan alasan apapun! Ayat manis Quran 2:256 dipublikasikan luas seolah-olah berarti bahwa orang bisa bebas pindah agama kapan saja dalam Islam. MENYESATKAN! Islam itu bubu, one way traffic. Sekali masuk Islam, ia dipaksa harus tetap Muslim seumur hidupnya! Ancaman hukuman mati dari Muhammad justru digelapkan, atau sering tidak cukup dijelaskan. Sabda Nabi tidak diteruskan bersamaan dengan ayat manis diatas, “Bila seorang Muslim murtad dari agamanya, bunuhlah dia” (Shahih Bukhari 4:260). Padahal syariah-baku yang satu ini berlaku shahih untuk semua Islam, apapun mazhabnya.

Jadi apakah hal “bubu” itu sudah diterangkan dengan sejelas-jelasnya kepada CALON mualaf,  berikut segala konsekwensinya? Ustad yang membinanya seharusnya bertanggung jawab lahir batin dunia akhirat, bahwa pilihan masuk Islam bagi seseorang tidak berunsurkan “memilih kucing dalam karung”. Tetapi apakah itu dijelaskan disaat awal dengan memberi waktu dan suasana santai dan netral beberapa hari kepadanya untuk berpikir, ataukah hanya ditanyakan disaat akhir untuk dijawab secara instan tatkala tekanan waktu dan keadaan yang hiruk-pikuk tidak mungkin netral lagi bagi calon mualaf untuk menunda “pentahbisan mualaf”? Bagaimana kalau sicalon mualaf itu adalah “tawanan” dibawah ancaman kelompok jihadis? Bukankah kita banyak menyaksikan kasus-kasus menjijikan seperti itu dewasa ini?

MENGGUGAT SYAHADAT: SIAPA ITU ALLAH? YANG MENIADAKAN TUHAN SELAINNYA?

Calon Mualaf diminta untuk mengucapkan syahadat: Laa Ilaaha illallah , “Tiada Tuhan selain Allah”.

Akan tetapi sudahkah kepadanya diterangkan sebenar-benarnya siapa itu ALLAH? Ustad tentu menjawab: Apa engkau waras? Yang paling pertama, tentu saja sudah diterangkan siapa yang menjadi Sesembahan Muslim”.

Nanti dulu, pak Ustad. Kami dulu sempat Muslim. Kami sudah menanyakan kepada diri sendiri dan juga kepada teman-teman Muslim lainnya pertanyaan sederhana yang dianggap tidak waras itu. Tapi nyatanya tak ada Muslim yang kenal – apalagi yakin-- siapa itu Allahnya, sekalipun setiap hari mereka menyerukannya berulang kali. Sebab pada-Nya, tidak ada yang bisa ditamsilkan, dan keberadaan-Nya tidak bisa dirasakan secara personal, sekalipun Allah berkata bahwa Ia lebih dekat daripada urat leher manusia (50:16). [Ini berlainan dengan figure “BAPA” orang Kristiani yang bisa dirasakan secara personal, yang diserukan oleh Yesus dan para pengikutnya lebih dari 164 kali dalam Injil].

Sebagian Muslim menggoblok-goblokkan orang yang bertanya tentang Allah, dan berkata bahwa Allah itu adalah “Allahu Akbar”! Sebagian yang lain merasa cukup menerangkan dengan berkata, “Tiada Tuhan selain Allah, padanya ada 99 nama-nama terbaik yang melekat pada sifat-sifat diri-Nya. Itulah Allah”.

Tetapi, gugatan dibawah ini memperlihatkan bahwa tidak senaif begitu Anda Muslim menggoblokkan seseorang. Para ex-mualaf sungguh mau bertanya yang paling mendasar dari Syahadat, baik soal Sosok Allah maupun Nama Allah sendiri yang di “Laa Ilaaha illallah” kan.

Siapa yang memperkenalkan nama pribadi ALLAH kepada umat Arab?

Tentu tak ada manusia yang tahu nama pribadi Allah bilamana Allah sendiri tidak memperkenalkannya, bukan? Tetapi sepanjang Kitab-kitab Suci yang ada, hanya nama YAHWEH sajalah yang diperkenalkan Tuhan sendiri bagi umat-Nya, khususnya dikonfirmasikan kepada Musa (Kel.3: 14 ff).

“Akulah YAHWEH… (Keluaran 6:6, 31:13 dst).

“Akulah YAHWEH, Allahmu…” (Keluaran 20:2, Ulangan 5:6, Allah hanya nama sebutan God).

YAHWEH telah disebut hampir 4000 kali di Kitab Taurat/ Perjanjian Lama, tetapi amat aneh bahwa tidak sekalipun Ia disebutkan oleh Muhammad dalam Quran. Tidakkah perkara sepenting itu terkorup?

Quran tidak memperkenalkan nama Allah-Nya kepada Muhammad dan umat Islam!

Banyak Muslim tidak sadar bahwa Muhammad melakukan dua hal secara diam-diam: (1). Menghilangkan nama YAHWEH dan diubah menjadi ALLAH bagi umat Arab. Ini dilakukan dengan memanfaatkan/ memlintiran kisah Taurat Musa bagi bani Israel secara licin, sbb.

Taurat: “Akulah YAHWEH, Allahmu…” (Keluaran 20:2)

Quran: ““Sesungguhnya Aku ini adalah ALLAH” (20:14).

(2). Seterusnya, Muhammad menggulirkan nama Allah ini secara diam-diam kedalam seluruh Quran tanpa berani diperkenalkan secara formal dan terbuka! Akibatnya -- dan buktinya sekaligus -- tidak ada seorang Muslimpun yang tahu mana ayat yang pertama-tama dari Quran yang menyebutkan nama pribadi Allah. Ayat penting itu tidak terlacak! Jadi siapakah ALLAH itu? Dari mana datangnya nama tersebut? Dari bumi atau Surga? Dapatkah nama ALLAH diketahui manusia tanpa diperkenalkan oleh Dia sendiri secara langsung?

Asal kata Allah, kristalisasi dari pelbagai konsep ilah-ilah Arab

Kata “Allah” sesungguhnya hadir sebelum Islam. Nama ayah Muhammad yang pagan, Abdullah - Abdi Allah, turut merujukkan hal tersebut! Setiap suku Arab mempunyai ilah-ilahnya sendiri, yang laki dan perempuan. Tetapi suku-suku tertentu  juga memproklamirkan keberadaan sosok “ilah/ allah-yang tidak dikenal” yang mereka sebutkan sebagai al-ilah, yang secara literal berarti “ilah itu” (the god). Ia dianggap sebagai tuhan yang tidak tampak, tuhan tertinggi, sekalipun mereka masing-masing tidak mempunyai konsep yang seragam tentang siapa dia “ilah-itu” (Georges Houssney, Allah: The god of Islam). Dan Allah menjadi “sebuah universalitas dari ilahnya suku-suku yang sering dirujukkan sebagai al-ilah. Ketika suku yang satu berhubungan dengan suku lainnya yang sama-sama mempunyai al-ilah, mereka merasa bahwa mereka merujuk kepada sosok ilah yang sama. Dan dengan demikian gagasan universal tentang Allah tumbuh diantara orang-orang Arab.” (Nazir Ali, p. 26).  Oleh karena itu kita mengenal bahwa suku Quraisy maupun suku-suku lain percaya kepada ALLAH, sebuah kristalisasi dari universalitas ilah-ilah yang dirujukkan sebagai Tuhan atas Ka’bah...

Nama pribadi Tuhan selalu YAHWEH, tidak pernah diganti jadi ALLAH

Tetapi nabi-nabi terdahulu, termasuk Abraham dan Musa hanya mengenal nama pribadi Elohim (God) sebagai YAHWEH. Maka ketika Muhammad dalam Quran-nya mengisahkan perjumpaan nabi-nabi ini dengan ALLAH dan bukan YAHWEH, maka jelaslah Muhammad telah mengkorupkan “Nama Diatas Segala Nama” tersebut. Karena penukaran nama itu mustahil diwahyukan oleh YAHWEH, “Elohim Abrahim, Ishak dan Yakub” kepada Muhammad! Klaim Muhammad sebagai pengikut agama Ibrahim yang lurus (2:135, 3:95, 61:6) sungguh kehilangan otentisitasnya. Adakah Allah pernah memperkenalkan dan mengkoreksi nama baru-Nya kepada Muhammad (dan orang-orang Arab): “Akulah ALLAH, Tuhan semesta, bukan lagi YAHWEH”? Inilah kesembarangan yang luar biasa dari Muhammad yang terang-terangan memperkosa “10-Perintah Tuhan” dalam Taurat, padahal beliau pula orangnya yang selalu membenarkannya! Ternyata Taurat hanya ditegakkan Muhammad berkenaan dengan butir favoritnya, yaitu ke-Esaan Tuhan, tetapi pada waktu yang sama ia dengan berani melenyapkanbutir yang berkenaan dengan nama-Nya:

“Jangan menyebut nama YAHWEH, Allahmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Keluaran 20:7).

Padahal tidak ada alasan bagi Muhammad untuk mengubahnya, karena ia sendiri sedang kesulitan besar mencari-cari apa nama Tuhannya yang persis pada awal-awal pewahyuan yang terputus-putus. Itu sebabnya Muhammad awalnya hanya berani menyebutnya dengan RABB, dan sesekali Ar-Rahman (Allah orang Yeman) dan bukan Allah, dalam hampir 30 unit wahyu awal (!) a.l. 5 ayat awal Surat Al-Alaq dan Al-Muddatstsir, Surat 54, 55, 56, 68, 75, 78, 83, 89, 92, 93, 94, 99, 100, 105, 106, 108, 113, 114 dst. semuanya kosong dari nama Allah!

Siapa the Lord of Ka’bah, Allah atau Hubal?

Dilain pihak, Ka’bah selalu dianggap sebagai Rumah Allah yang suci yang didirikan Ibrahim di Mekah. Tetapi Ka’bah juga Rumahnya 360 ilah-ilah yang disembah oleh para pagan (Shahih Bukhari 5:583), termasuk Istri dan Puteri Allah (al-Alat, al-Uzza, dan Manat) yang dipercaya sebagai dewi-dewi Perantara Allah yang responsive.  ALLAH yang Mahatinggi ini dikenal sebagai Tuhan atas Ka’bah yang didirikan oleh Ibrahim (sebuah dongeng/ klaim yang berlawanan dengan Alkitab, fiktif tidak terbuktikan) dan tidak direpresentasikan oleh patung. Tetapi Hubal, justru tercatat dalam sejarah pra-Islam sebagai dewa sesembahan orang Arab yang paling besar dalam Ka’bah, dan patungnya ada disana yang merepresentasikan Dewa Bulan. Tidak mungkin ada dua sosok yang sama-sama The Lord of Ka’bah kecuali “Allah” yang transcendental itu telah direpresentasikan oleh patung Hubal dalam penyembahan pra-Islam. Haekal berkata: “Semua patung itu, baik yang ada didalam Ka’bah atau yang ada disekelilingnya… dianggap sebagai Perantara antara penganutnya dengan Dewa Besar” (Sejarah Hidup Muhammad p.20). Asumsi ini didukung lebih jauh oleh kisah penebusan dari Abdul Muttalib (kakek Muhammad) yang bersumpah kepada Allah untuk mengurbankan salah satu anaknya sembari berdiri disisi patung Hubal (Sirat Rasul Allah, terjm. Guillame, pp.66-68. Juga ulasan Timothy Dunkin, dalam: Ba’al, Hubal, and Allah, dll). Tetapi tentu saja Muslim mencoba membedakan kedua sosok tersebut, walau tak berdaya menjawab kenapa ada dua sosok tinggal rukun sebagai The Lord of the Ka’bah pada waktu yang begitu panjang, serta banyak isyu-isyu lain yang muncul akibat dari pembedaan tsb.

Muhammad tidak berani membersihkan Batu-Hitam yang disembah pagan

Kelak ketika Muhammad memasuki Mekah tahun 630 M beliau membersihkan semua patung-penyembahan berhala, termasuk Hubal dan Putri-putri Allah. Namun sungguh aneh bahwa ia tidak berani membersihkan satu batu hitam yang dia tahu persis selalu disembah oleh pagan Arab. Sebaliknya dia malah memujanya dengan cara menciumnya! Sebagian komentator berpendapat bahwa hal itu disebabkan oleh nostalgia Muhammad yang terlanjur begitu dalam terhadap batu yang telah berjasa “mengangkat derajatnya” menjadi Al-Amin ketika ia berhasil mendamaikan pihak-pihak kabilah yang siap berperang sesamanya karena berselisih cara untuk perpindahan batu tersebut. Tetapi tampaknya yang lebih mungkin adalah bahwa Muhammad memang merasa perlu untuk mengadopsikan batu Hajar Aswad sebagai symbol baru bagi keberadaan Allah (yang dirasakan lebih “kontekstual”) dengan tradisi Arab pagan yang bagaimanapun tetap butuh simbolisasi bagi Allah yang sekarang kehilangan Hubal dan putrid-putriNya! Untuk itu beliau cukup mendemonstrasikan penciuman batu tersebut dan ber-talbiyah dihadapan para Sahabatnya tanpa usah menjelaskan kenapa batu itu harus dipanggil “Allah” dan sekalian dicium! Hadis Sahih Muslim 1150, “Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan: "Labbaik allahuma labbaik" yang berarti : "Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu."

Tangisan dan protes Umar atas kehadiran Batu berhala itu

Kerancuan posisi dan hubungan antara Allah dan Batu yang berbau syirik ini sungguh tidak bisa dimengerti Muslim, karena tidak dijelaskan oleh Muhammad. Kegalauan hati mereka bahkan sudah timbul sejak Umar ibn Khattab, seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari 26/ 667:

“Umar mendekati batu hitam itu dan menciuminya dan berkata, ’Saya tahu pasti bahwa engkau hanyalah sebuah batu, dan tidak memberi manfaat maupun mudharat bagi siapapun. Andaikata saya tidak melihat Rasul Allah mencium-mu, saya pasti tidak akan mencium engkau pula.”

Ini adalah sebentuk tangisan Muslim awal yang tidak terucapkan dari kalbunya yang terdalam.

Sungguh tak bisa dimengerti kenapa semua Sahabat Nabi hanya bungkam dan tidak berani bertanya kepada Nabinya kenapa beliau tidak membersihkan batu yang tak bermanfaat itu, malahan menciumnya? Mereka tahu pasti bahwa itu hanya sebuah batu-mati, melainkan juga sebuah sesembahan. Sayangnya mereka tidak berani memprotes kehadapan nabinya, yang belakangan malah lebih jauh berani lagi menegaskan kesyirikannya dengan bersabda: إِنَّ مَسْحَهُمَا يَحُطَّانِ الْخَطِيئَةَ  

"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) akan menghapus dosa". (Hadits shahih riwayat an Nasaa-i. Dishahihkan oleh al Albani. Lihat Shahih Sunan an Nasaa-i, no. 2919).

Muhammad meninggalkan sebuah Islamic legacy yang fanatic tentang tauhid, namun melekatkan cacat-shirik yang tak terjelaskan bagi pengikutnya. Sebuah mix-emosi antara “jijik dan harus” turut muncul dihati Muslim yang terpaksa “mengilahkan” ex- batu berhala para pagan itu dengan cara memanggilnya dan menciuminya!

Allah mati suri dalam Rumah-Nya sebelum dibangunkan Muhammad

Jurus akal-akalan apapun yang Muhammad lakukan, namun memang ia tidak bisa memecahkan isyu peka bagaimana Allah Yang MahaKudus ini bisa hadir bersama ilah- ilah najis di dalam Ka’bah untuk sekian ribu tahun sejak didirikan oleh Ibrahim! Dan jikalau sedemikian lama Allah sendiri nyaman dan mati-suri dalam kedamaian “Kabah Rumah-Nya”, kenapa dalam penaklukan Mekah itu Muhammad perlu-perlu-nya mengobrak-abrik Rumah-Nya? Dan setelah dibersihkan, kenapa satu ilah-batu masih ditinggalkannya? Dan jikalau memang Ka’bah harus bersih dari kenajisan ilah-ilah, maka kenapakah Muhammad sudah keburu memerintahkan orang-orang bershalat untuk pindah arah kiblatnya ke Ka’bah SEBELUM Ka’bah itu dibersihkan? Yaitu ditahun 624 M atau enam tahun (!) sebelum Ka’bah disucikan?! Tidakkah perintah shalat dengan mengubah kiblat kepada Ka’bah yang masih berhala itu adalah suatu “kekeliruan timing” dari Allah, atau ketidak-sabaran Muhammad (?), ketimbang tetap berkiblat ke Baitul Magdis yang suci di Yerusalem?

Muhammad membuktikan sendiri bahwa kisah Baitullah yang Ibrahim dirikan di Mekah itu, adalah kisah dusta belaka

Muhammad mendapat visi palsu ketika berkata: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (3:96). rang segera dapat memergoki palsunya ayat Muhammad tentang “Bait Allah” ini ketika mengkontraskannya dengan kelanjutan bualan Muhammad sbb, “Diriwayatkan Abu Dhar: “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata, “Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun” (Shahih Bukhari 5/585). Wah, Muslim manakah yang belum tahu bahwa rentang waktu antara kedua “masjid” itu (yang satu dimasa Ibrahim dan lainnya dimasa Sulaiman (yang membangun Bait Tuhan Yerusalem) adalah seribu tahunan, dan bukan 40 tahun versi Muhammad? Ibrahim hidup di era 2000 tahun SM, dan Nabi Sulaiman yang membangun Bait Tuhan Yerusalemadalah disekitar 958-951 SM. Alangkah kacaunya wahyu Allah yang terproses lebih kacau lagi diotak Nabi-Nya!

Terlepas dari teori Tauhid, konsep keilahian Allah tetap berunsur pagan

Alhasil, hanya ada satu penjelasan yang masuk akal, yaitu bahwa ALLAH itu bukanlah YAHWEH Abraham, Ishak dan Yakub, Yang Hidup, melainkan berhala Arab tertinggi yang masih tetap dipertahankan Muhammad dalam posisi baru TWO IN ONE. Yang satu disiasati sebagai RUH “Tauhid” (Allah harus satu karena Terakbar) dan lainnya adalah BATU “Hajar Aswad” (yang harus ditampilkan agar terasa hadir, tidak kosong). Itu sebabnya Islam tidak berdaya menjelaskan kenapa ritual Haji dan symbol-simbol Islamik harus meniru ritual pagan Arab yang sungguh dinajiskan oleh nabi-nabi Taurat dan Injil: Bait Allah yang dipakai sama. Nama Ilah sama, Batu pujaan yang sama, tanda bulan-bintang, dan sederetan ritual yang sama, Thawaf, Sa’I, lempar jumrah dll!  Singkatnya, sumpah dan dekrit Islamik boleh Tauhid, tetapi konsep keilahian Allah tetaplah pagan! Awas, istilah Tauhid bukan dari mulut Allah di Quran. (BERSAMBUNG).


27 comments Add a Comment
Caleg Malaikat
Reply| 23 Dec 2013 10:47:23
Pembahasan ini sangat masuk akal.
Dapat diterima secara logis dan sebenarnya sangat mencerahkan.
Setelah dipikir2 terjadi banyak pengaburan makna dan pemutarbalikkan firman.
Sayang banyak M menutup mata dengan berita berita begini.
Semoga saja banyak Slimers yg tercerahkan, terlepas dari banyak diantara mereka yg terus menerus menampik semua fakta2 benar ini, seperti komentator2 slimers yg terus menerus bolak balik dengan argumen argumen yang itu itu saja mengenai tauhid yg jelas tapi jelas-jelas tidak jelas.
Saya seman mengerti bahwa sesembahan Slimers dan Kristiani itu berbeda, alih2 oleh para slimers dibilang sama. KRISTIAN dan YAHUDI menyembah YHWH yang terang-terangan dan secara sopan memperkenalkan diri kepada Moses dan memperkenalkan diri juga dalam Yesus Kristus. Sedang Slimers menyembah ALLAH.
dssc7
Reply| 23 Dec 2013 02:20:34
Sibolisnaburju. Alhamdulillah sudah aku baca. Kamu baca juga donk, biar kamu paham ada banyak kesamaan antara ajaran Yesus dan Nabi Muhammad saw, dan memang kami diwajibkan beriman kepada `Isa putra Maryam, yang kelahirannya istimewa, yang dua hari lagi dirayakan banyak orang, insyaAllah.
Mari kita bersama-sama memperingati hari kelahirannya dengan membaca Firman-firman Allah berikut ini
http://quran.com/3/45-62
Sibolisnaburju
Reply| 28 Aug 2013 20:54:00
Anda baca ini dehhh... buat nambah wawasan.

Kesaksian seorang tokoh Islam yang fanatik.

http://www.answering-islam.org/indonesian/kesaksian/hamran-ambrie.html
Romansa Dota
Reply| 28 Aug 2013 09:52:40
om buren, itu gag jelas, apakah benar-bener ex muslim atau sekedar seorang misionari .... biarlah Allah yang membalas sesuai perbuatannya. Amiin
Romansa Dota
Reply| 28 Aug 2013 09:50:12
Gw ga butuh duit lo! 1 juta mah apaan !!! penghasilan gw 20JT per bulan! 1 trilyun kek ! lo mau ketemu Allah ??? buktikan sama diri lo sendiri! caranya?!! lo terjun coba dari gedung tertinggi atau lakukan apapun sampe lo mati... bru lo tau!!! klo Allah itu ada!!

Alternatif lain coba deh lo beli buku "A History of God" penulisnya Karen Amrstrong. Bagus banget buku itu buat penambahan wawasan spiritual tentang Tuhan, tapi cuman bisa dicerna oleh orang-orang yg IQ nya baik, IQ jongkok akan sulit memakai akal sehat mereka..
Nyok
Reply| 21 Jul 2013 11:12:02
Kalau RUH kamu Aja tidak tidak bisa kamu lihat wujud nya... Apalagi ALLAH. ...jadi kenali diri Anda Baru Anda bisa mengenal Allah .....
Pakai Akalmu
Reply| 11 Jan 2013 16:51:03
@AYUN,

KOMENTAR YANG SE-TEPAT2NYA ADALAH:
ISLAM AGAMA KEBODOHAN & PEMBODOHAN!
Akibodo
Reply| 11 Jan 2013 11:05:33
@ AYUN, anda berkata:

"Jadi Rasulullah SAW jauh lebih tahu
urusan hajar aswad ketimbang kita,
yang hanya dengar-dengar saja lalu
mengatakannya sebagai meteorit".

Kau ini bo banget, buta lagi.
Muhammad tahu apa ttg Hajar Aswad?
Tolong kami non-muslim, "Apa yg pernah Muhammad jelaskan mengenai batu itu?"

Dia tahunya NOL! NOL! NOL! Dan ilmu kita2 ini justru lebih tahu, tapi Pemerintah Arab Saudi justru melarang ilmuwan utk periksa, sehingga tetaplah ia misterius dan mampu membohongi dunia muslim! Kacian banget kalian!
'ayun
Reply| 11 Jan 2013 09:44:49
Kalau dikatakan bahwa hajar aswad
itu meteorit, sebenarnya agak
kurang tepat juga. Sebab yang
namanya meteorit itu pecahan
benda-benda angkasa yang tertarik
oleh gravitasi bumi. Padahal dalam
riwayat resmi versi Allah SWT, batu
hitam itu didatangkan dari surga.
Dan surga bukan angkasa di sekitar
bumi. Juga bukan nyasar dan
terpengaruh gravitasi bumi,
sebagaimana batu meteorit lainnya.
Dalam salah satu sabdanya,
Rasulullah SAW bersabda, "Hajar
Aswad itu diturunkan dari surga,
warnanya lebih putih daripada susu,
dan dosa-dosa anak cucu Adamlah
yang menjadikannya hitam. (Jami al-
Tirmidzi al-Hajj (877), derajat hadis
Hasan Shahih).
Jadi Rasulullah SAW jauh lebih tahu
urusan hajar aswad ketimbang kita,
yang hanya dengar-dengar saja lalu
mengatakannya sebagai meteorit.
Bukan, hajar aswad bukan sekedar
meteorit melainkan batu yang
asalnya dari surga nun jauh di sana.
Kenapa Kita Mencium Hajar Aswad
Para orientalis kafir yang sejak awal
memang dengki kepada umat Islam,
selalu menuduh umat Islam ambigu.
Kata mereka, umat Islam di satu sisi
tidak mau menyembah berhala, tapi
disisi lain malah menyembah hajar
aswad dan ka'bah.
Ini bukti bahwa ilmu para orientalis
itu sangat dangkal dan sama sekali
tidak tahu sejarah Arab. Padahal
sejarah sudah sangat jelas
menunjukkan bahwa orang Arab
sejak dahulu tidak pernah
menyembah hajar aswad, apalagi
ka'bah. Tidak pernah ada satu pun
literatur yang menyebutkan bahwa
bangsa arab pernah melakukannya.
Bangsa Arab di masa paganismenya
menyembah 360 berhala yang
diletakkan di dalam dan di sekeliling
ka'bah. Tapi tidak pernah
menyembah ka'bah. Demikian juga,
mereka tidak pernah menyembah
batu hitam (hajar aswad). Yang
mereka sembah itu patung yang
diukir dan dibuat membentuk dewa-
dewa. Tapi mereka tidak pernah
menyembah batu sebagai bahan
dasar pembuatan patung.
Makanya tanpa harus diajari lagi,
orang Arab yang kemudian masuk
Islam pun sudah tahu posisi mereka
terhadap hajar aswab. Mereka tidak
menyembahnya. Bahkan Umar bin
Al-Khattab kita kenal dengan
ungkapannya yang abadi:
"Sesungguhnya aku tahu bahwa
engkau adalah batu yang tidak
membahayakan, dan tidak pula
dapat memberi manfaat. Seandainya
aku tidak melihat Rasulullaah s.a.w.
menciummu, maka sekali-kali aku
tidak akan menciummu." (H.R.
Bukhari).
Rasulullah SAW mencium hajar
aswad karena batu itu mulia dan
berasal dari surga. TApi bukan
karena kita diajarkan untuk
menyembah batu itu.
Dari Ibn Abbas bahwa Nabi
Muhammad s.a.w. tidak
melambaikan tangan (menyalami)
kecuali kepada Hajar Aswad dan
Rukun Yamani.

Copas
buren
Reply| 10 Dec 2012 21:23:32
itukan kata anda dan pastur2 dan biarawati yg dilarang kawin itu, sdgkan mereka makan makanan yg berpreotein tinggi, apakah tdk dosa kl mereka membuangnya dg cara onani. sy yakin jika para pastur diizinkan menikah pasti pikiran akan rileks shg komentarnya akan terhormat.

Mungkin anda pernah melihat Entok/itik yg dipelihara tersendiri dan tdk pernah merasakan sentuhan2 dari Entok yg lain maka Entok tsb akan ngaur dia akn menggigit siapa saja bahkan dia secara td sadar akan menggigit dirinya.
buren
Reply| 10 Dec 2012 19:24:08
masih ada yg ngaku2 ex muslim ada tuhan bapa dan anak di surga, sebaiknya anda tingkatkan kemampuan anda sedikit,
apakah anda tdk tau kalau Bos2 anda sdh mulai malu2 kl berdialog dg org2 Islam kl nyebut2 nama Bapa di surga merupakan aib dan tdk logis. kamu kok bisa percaya sih kl tuhan yg kamu yakini itu nyata2 tlh terbukti di lahirkan dari seorang wanita, kemudian dirawat sampai gede kayak kamu juga, kemudian dia digantung ditiang dipaku disilet2 merintih2 manggil2 bapanya di surga dan ngaku2 untuk nebus dosa kalian. ini benar2 ajaran bodo bukan? coba kamu baca sejarah agama2 samawi pernahkah tuhan turun ke muka bumi nyamar kayak manusia apalagi berambut gondrong begitu ngaku2 anak bapa di surga untuk nebus manusia dg alasan apapun? Pernah kamu berfikir kenapa tuhanmu tdk meloloskan diri saja kl dia bisa atau dia ampuni saja dosa kalian kl dia maha kasih ataupun Bapa nya ng usah report2 begitu kan tinggal bilang aja kuampuni dosa kalian, Kamu tau ngk kl org2 Yahudi menertawakan tuhan yang berambut gondrong begitu yg kalian namakan Yesus, apakah kalian tdk tahu kl Yesus itu bukan bahasa Ibrani, akan tetapi Yesus itu diambil dari nama bahasa latin/Yunani. Tahukah kamu siapa yg telah memberi nama Yesus? tahukah kamu siapakah yg telah menyesatkan kalian? tahukah kamu kl mengenai ketuhanan kalian telah diselewengkan oleh oknum yg tdk bertanggung jawab?
Isi Alkitab benar sdh tdk orisinil masalah keesaan tuhan saja sdh ngawur gmn yg lainnya.
buren
Reply| 10 Dec 2012 18:49:11
internet adalah sebuah teknologi yg cukup bermamfaat, internet adalah seperti sebuah pisau tergantung dari pemakainya apakah digunakan untuk memotong ikan atau sayur2an atau menggores orang, bahkan pisau bisa digunkan untuk membunuh orang.

Saya kira mengenai sejarah sdh ada versi tiap2 agama msg2. yang menjadi masalah ketika sejarah itu dibuat oleh musuh2 agama itu akan menjadi masalah bukan?
buren
Reply| 10 Dec 2012 18:33:38
Dalam sejarah agama2 samawi mulai dari nabi Adam sampai nabi Musa belum pernah melihat tuhan apalagi tuhan yg berambut gondrong begitu.

Kamu jd murtad karena kamu miskin turunan bukan?
sungguh mau kamu tukar iman? dasar kamu bodoh berani ngaku ex muslim dijadiin kafir hanya gara2 satu dus indomie doang, dmn hrg diri kamu?
GUNTUR
Reply| 16 Oct 2012 22:59:22
@ovenxw

Kamu masih menganggap Muhamad itu rasulallah?
Apakah mungkin seorang rasul hidup dari merampok?
Apakah rasul membenarkan perbuatannya meniduri budak isterinya?
Apakah rasul dibenarkan dengan menikahi anak 6 tahun?
ovenxw
Reply| 16 Oct 2012 00:26:56
sesungguh nya allah maha tau dan maha benar,cobalah anda cari tahu d alqur'an bukan di internet supaya anda benar2 tahu nan paham apa isi alqur'an minta penjelasan kepada ahlinya bukan hanya bermain mulut di belakang karna sesungguhnya kamulah yang munafik yang disesatkan iblis.dalam qur'an semua itu adalah firman allah
allah itu maha satu maha esa tidak beranak dan tidak di peranakan yang beranak itu diperanakan adalah makhluk nya ciptaan nya.allah itu tiada lawan seperti laki2-perempuan, hidup-mati, ada-tiada, lemah-kuwat, beranak-diperanakan tetapi allah maha 1 allah sang pencipta alam semesta dan muhammad adalah rasul nya juga isya/yesus atau adam dan rasul2 lain nya
GUNTUR
Reply| 15 Oct 2012 23:41:24
Muslim merasa benar karena belum mengerti arti kebenaran itu.
Muslim ragu dengan kebenaran Allah nya (Allah kok suka menyesatkan manusia)
Muslim ragu dengan Allah nya yang nyata (karena tdk pernah terungkap namanya/jati dirinya di quran)
Muslim ragu dengan kenabian Muhammad (nabi kok suka ngerampok, memperkosa, membunuh, menipu)
Kucabut nyawamu
Reply| 15 Oct 2012 19:19:30
ya itu lah mereka hanya dapat berkata,,dan menganggap mereka lah yg paling benar
ncuz
Reply| 23 Aug 2012 14:50:14
hahahah pengen ketawa baca situs ini, ini orang ilmunya dangkal. pernahkah anda melihat RUH anda sendiri? pernahkah anda ditampar bagaimana rasanya, sakit kan? trus wujud dan warna rasa sakit itu gimana?

"Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam," padahal Almasih sendir berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim." (Q.S. 5 al-Maidah 72).


"Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata, "Bahwasanya Allah salah satu dari tiga," padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakana itu, sungguh orang-orang yang kafir di antara mereka yang ditimpa azab yang pedih." (Q.S. 5 al Maidah 73).

"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil." (Qs 43 Az Zuhkruf 59).


"Hai sekalian manusia, telah dijadikan suatu perumpamaan, maka dengarlah perumpamaan itu. Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali-kali dapat membuat lalat walaupun mereka hanya berhimpun untuk itu. Dan jika lalat itu merampas semua dari mereka, niscaya mereka tidak sanggup merebutnya dair lalat itu. (Inilah) kelemahan yang menuntut (si penyembah) dan yang dituntut (benda yang disembah)." (Qs 22 Al Hajj 73).


"Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashrani atau Yahudi kemudian bila ia mati tidak masuk Islam, niscaya ia ahli neraka," (HR. Muslim).


Yesus itu bukan Tuhan, tetapi dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul Allah yang diutus untuk kaumnya yaitu Bani Israil. Pada keempat Injil semuanya Yesus katakana bahwa dia hanyalah seorang Nabi, dan bukan Tuhan. Perhatikan ucapan Yesus pada empat Injil :


“Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Matius 13:57).

“Dan katanya lagi : “AKu berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Lukas 4:24).

“Sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.” (Yohanes 4:44).

Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus juga tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi hanyalah seorang nabi.

“Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di galilea.” (Matius 21:11).


Dalam Al Qur’an, Nabi Isa as memberi kesaksian bahwa dia tidak pernah mengatakan dan tidak mengajarkan bahwa dia adalah Tuhan.

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa putera Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia, “Jadikanlah aku dan ibuku menjadi dua Tuhan selain Allah? Isa menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib; (Qs 5 Al Maaidah 116).


Dari keterangan Alkitab dan Al Qur’an sama-sama mengatakan bahwa :


YESUS (ISA AS) HANYALAH SEORANG NABI, BUKAN TUHAN !!!


“kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?” (Yesaya 46:5).


“Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!” (Yesaya 45:21)

Dalam hubungan ini lihat surat An Nisa ayat 48. :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. 4 An Nisa : 48)
Manusa biasa
Reply| 22 Aug 2012 00:27:09
"Kenalilah dirimu, sebelum engkau mengenal tuhanmu."
Logika (sebatas akal pikiran) penulis yang menjadi dasar dibuatnya situs ini.
Tanyakan pada dirimu sebanyak2nya pertanyaan tentang dirimu(jasadmu), saya yakin kamu tidak cukup pintar untuk menjawab itu semua...
Saya kasih contoh:
Punya mata kan? Tanya:"Bagaimana bentuknya, fungsinya, warnanya, siapa yang buat matamu?"
Jika penulis merasa amat bodoh untuk menjawab!!! Disitulah bukti akalmu ada batasannya.
Keyakinan tidak serta merta diterima akal, jikalau ilmunya saja tidak memiliki.
Cari di semua kitab yang kamu ketahui dan yang belum kamu ketahui, mana jawaban yang paling memuaskan untuk dirimu dari pertanyaan "kenalilah diri"
Semoga ini menjadi titik awal kembalinya manusia untuk saling mengasihi.
Rid
Reply| 01 Aug 2012 16:09:23
yg hebat dari islam itu... keontetikannya.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top