CACAT RUKUN ISLAM: Hukum Tuhan Yang Tidak Bisa Berdimensi Universal

CACAT RUKUN ISLAM:  Hukum Tuhan Yang Tidak Bisa Berdimensi Universal   Bagaimana menjalankan puasa jika anda tinggal di wilayah dimana matahari-nya "tidak pernah terbit ataupun tenggelam"? Bagaimana hukum mengenai berpuasa seharusnya diberlakukan di wilayah seperti ini?

 

Menjalankan Ramadan Dimana Matahari Tidak Muncul Bagaimana anda menjalankan puasa selama bulan ‘suci’ Ramadan di wilayah dimana mataharinya tidak terbit maupun terbenam? Ini adalah sebuah pertanyaan kecil yang harus dihadapi oleh sejumlah kecil orang-orang Muslim,  yang tinggal di wilayah Artik. (24 Juli)

Lokasi Artik

Sumber: Yahoo


14 comments Add a Comment
mhbd
Reply| 15 Mar 2013 01:43:56
ISLAM MEMANG "MELELAHKAN", TAPI KALAU DIDIAMIN MAKIN KURANG AJAR..!!!!!!
mhbd
Reply| 15 Mar 2013 01:37:43
@islamist
Rasulullah adalah lambang kesempurnaan nubuwah
Baca MUHAMMAD IN THE BIBLE

TAQIYA TERBESAR ABAD 21.......!!!!!!
Stef
Reply| 25 Jan 2013 21:31:44
@penonton yg tak mampu menjawab mencoba mengalihkan arah pembahasan dgn kata 'kira-kira' jam nya alkitab demi membela ajaran Quran mulia bawaan nabi cabulnya. ga ada hubungannya puasa Muslim sm jam 'kira-kira' alkitab.

saya bertanya mengenai Al-Quran yg konon katanya super lengkap, universal dan turun dari syurga : "saya mengharapakan ada ayat2 Quran yg menerangkan ttg aturan puasa atau sholat di wliayah Arctic"

akhirnya Muslim yg tdk bisa menjawab itu hanya bisa menjawab,

@penonton menulis :
'kl skrg gampang jam banyak bro 24jam:2=12 jam puasa.
wallahu’alam bissawab'

tanpa bs menyertakan ayat2 Quran-nya yg katanya lengkap dan sempurna itu.
penonton
Reply| 25 Jan 2013 16:47:20
Bagaimana menjalankan puasa jika anda tinggal di wilayah dimana matahari-nya “tidak pernah terbit ataupun tenggelam”? Bagaimana hukum mengenai berpuasa seharusnya diberlakukan di wilayah seperti ini?

ane cb jaweb: pada masa nabi untuk orang kutub waktu tu blm sampe ajaran Islam jadi hadis untuk orang kutub blm diperlukan bro, tp tunggu dulu Bro walaupun demikian misalkan dahulu kala jk ada yg puase disono unt org kutub kl kgek ade jam ade matahari ya pakek ijma ulama ahli ilmu falak bro sudut matahari bs ditentukan, kl skrg gampang jam banyak bro 24jam:2=12 jam puasa.
wallahu'alam bissawab.

kl di alkitab kalian dimasa yesus sdh ada jam buatan paulus, liat di alkitab banyak ayat yg berbunyi:

Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan "kira-kira".

Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48 ),

Matius 27:46
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Matius 14:25
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

Yohanes1:39
Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
stef
Reply| 25 Jan 2013 10:23:20
setelah membaca panjang lebar komentar2 Muslim saya mengharapakan ada ayat2 Quran yg menerangkan ttg aturan puasa atau sholat di wliayah Arctic, ternyata yg saya dapatkan hanya mencak2 dari Muslim dan ngalor ngidul sana-sini.

bertobatlah wahai Muslim pengikut Muhammad!
islamist
Reply| 22 Aug 2012 18:00:33
Rasulullah adalah lambang kesempurnaan nubuwah
Baca MUHAMMAD IN THE BIBLE
asep
Reply| 20 Aug 2012 00:45:17
Tetap saja Alquran kurang menjelaskan bagaimana pengucian dosa hanya mungkin oleh darah?
Masa hanya dengan pahala?
bagaimana mungkin nabi dari jalur keturunan Ismail mengklaim kenabian dari jalur lainnya?
Bukankah Tuhan berkata yang akan disebut keturunanmu adalah dari Ishak?
Muhammad menyempurnakan apa?
Buat apa berdoa agar Muhammad dapat tempat disisiNya?
Orang kristen kiblat ke Yesuralem,bukan kaabah kalian.
Yesus juga digambarkan sebagai melkisedek oleh paulus.
Bukan apa yang dimakan yang menajiskan tapi yang ada dipikiran orang yang menajiskan.
Mu'alaf
Reply| 12 Aug 2012 12:12:44
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqarah :120)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai” (QS. At Taubah 31-32).

"mereka benci dan iri terhadapa Islam hahaha, udahlah ente pelajari Agama ente sendiri gak usah ikut2 an debat agama Islam, lagian ilmu ente masih minim, bisanya cuma mencari celah dan celah"
ahli kristiani
Reply| 11 Aug 2012 22:42:51
ISLAM JESUS ??VERSION

Personal Jesus in Islam and Christianity are very contradictory, and conflict often creates heated debate. According to Islam, Jesus was only human that the holy book revealed to him the Gospel to be taught in the nation of Israel at that time. Meanwhile, according to Christian teaching, Jesus was a man who diperanakan by God through the Virgin Mary.

As a Muslim I would like to show to other Muslim brothers the nature of Jesus according to Islamic teachings. However, the nature of Jesus was taken based on the Bible, Old Testament and New Testament. Because, it turns out in the Bible there is a dualism of the nature of Jesus, that as a messenger of God and as children of God.

Here is the essence of Jesus according to Islam who was taken on the Bible:

A. Jesus taught the oneness of Allah

Matthew 4:10: "Then Jesus said to him: 'Get behind me, Satan! For it is written: 'Worship the Lord your God and him only shalt thou serve' "

Explanation: If Jesus was God, he would say: "Get thee hence Satan: for it is written," Only be thou worship me! "

Explanation: There is no doubt that Jesus was not God who must be worshiped. Jesus said to worship the Lord. All Muslims wherever they are, to worship only the Lord who is worshiped by Jesus, the God Almighty.

2. Jesus claimed to prophets and apostles

Matthew 13:57: Then they are disappointed and rejected Him. Then Jesus said to them: "A prophet is honored everywhere except in his own native place and at home." (Mat 21:11, Mar 6:4, Luke 4:24, Luke 3:33, John 4:44 )

John 5:30: "I can not do nothing of myself; I judge according to what I hear, and my judgment is just, because I did not follow my own, but the will of Him who sent Me." ( Apostle = messenger)

Explanation: Jesus claimed to be honest, that he was a prophet. All Muslims wherever they are made of Jesus as a prophet and apostles. Muslims make Jesus as a messenger of God or the acknowledgment of God as an apostle of Jesus of the Bible.

3. Jesus taught syahadatain (Islamic creed)

John 17:3: "And this is life eternal, that they might know thee the only true God and Jesus Christ whom thou hast sent."

Explanation: Jesus claimed to be honest and innocent, that the only true god is Allah., And he was only a messenger of God. This means that Jesus taught two sentences creed (syahadatin), that if the language arabkan "ANLA ASYHADU ilaaha illallahu, ASYHADU wa anna Isa the prophet." (I bear witness that there is no god but Allah and testify that Jesus is the Messenger of Allah).

After the death of Jesus, the prophet Muhammad. also teaches two sentences creed (syahadatin) is: "ASYHADU ANLA ilaaha illallahu, wa anna ASYHADU Muhammadar Apostle of Allah." (I bear witness that there is no god but Allah and testify that Jesus is the Messenger of Allah).

4. Jesus was circumcised (circumcised)

Luke 2:21: "And when eight days and he even had to be circumcised, he was named Jesus, the name called by the angel before He was conceived his mother."

Explanation: Jesus was circumcised because it follows God's commands in Genesis: 17 through the Prophet Ibrahim (Abraham). All those who claim Muhammad and the Muslim people, must be circumcised because it follows the Sunnah of Prophet Ibrahim. and the Prophet 'Isa.

5. Jesus said Insha Allah (If Allah wills)

Yakobus 4:13-17: (13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. What is your life? Your life is like a vapor that looks a little while and then disappeared. (15) Sebenarnya kamu harus berkata “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu dan semua kemegahan yang demikian adalah salah (17) Jadi, jika seorang tahu bagaimana harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Penjelasan: Alkitab mengajarkan, bahwa jika mengatakan sesuat yang belum tentu atau belum pasti terjadi, hendaklah katakan Insya Allah (jika Tuhan menghendaki).

6. Yesus dikafani ketika meninggal dunia

Markus 15:46: Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintui kubur itu.

Penjelasan: Menurut ayat Alkitab di atas, ketikaa wafat Yesus dikafani menggunakan kain lenan bukannya diberi pakaian seperti orang yang mau menikah. Ia juga dikuburkan tidak menggunakan peti mati. Bahkan, kuburan Yesus tidak dibeton tapi hanya diletakkan sebuah batu di atasnya sebagai tanda.

Umat Islam bila mati, disunnahkan mayatnya harus disegerakan menguburkannya, dikafani, dan tidak pakai peti.

7. Yesus menyuruh umatnya yang perempuan memakai jilbab

1Korintus 11:5-6, 10,13: (5)Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung menghina kepala, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. (6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi, jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. (10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. (13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak bertudung?

Penjelasan: Alkitab mengajarkan, wanita harus berjilbab, artinya harus menutupi kepalanya. Bahkan sangsinya jika tidak menutupi kepalanya, rambutnya harus digunting alias dibotakin. Dalam semua lukisan gambar bunda Maria ibunya Yesus, tampak dia memakai jilbab. Juga semua biarawati walaupun kurang sempurna, mereka memakai penutup kepala sejenis jilbab. Ini membuktikan orang yang menutup kepala menggunakan jilbab.

8. Yesus beribadah menghadap ke kiblat (arah Ka'bah)

Mazmur 5:8: “Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau”.

Penjelasan: Alkitab mengajarkan, bahwa jika sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat dengan cara berlutut dan bersujud ke arah bait Allah untuk menyembah kepada-Nya. Bait Allah = Beth El = Baitullah = Ka'abah. Semua umat Islam di manapun mereka berada, jika mau mengerjakan sholat wajib maupun sholat sunnah pasti bersujud menghadap kiblat.

9. Yesus tidak makan daging babi

Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005:

Imamat 11:7-8: Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

Ulangan 14:8: Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.

Alkitab cetakan lama 1991:

Imamat11:7-8: Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.

Alkitab cetakan lama tahun 1941:

Imamat 11:7-8: Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamoe.

Penjelasan: Menurut Alkitab babi haram, jangankan memakannya, menyentuh tubuhnya saja dilarang dalam Alkitab. Semua umat Islam mengharamkan babi.

10. Yesus tidak minum anggur maupun minuman keras lainnya

Lukas 1:15: “Sebelum ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.”

ALASAN YANG TERBANTAHKAN

Ada seorang Kristen ketika ditanya alasannya menyembah Yesus adalah karena hal-hal sebagai berikut:

A. Yesus adalah anak Allah

2. Yesus lahir tanpa percampuran dengan laki-laki

3. Yesus mengetahui hal-hal gaib

4. Yesus bersatu dengan Allah

5. Yesus suci dari dosa

6. Yesus penuh dengan Roh Kudus

Sebenarnya pendapat-pendapat di atas bisa dipatahkan hanya dengan bukti-bukti yang ada di Alkitab. Berikut ini adalah ayat-ayat Alkitab yang menolak pendapat-pendapat di atas:

Yesus Adalah Anak Allah

Ada banyak ayat yang menerangkan, bahwa Yesus bukanlah anak Allah. Bukti-bukti tersebut antara lain:

1) “Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.” Matius 1:6 (Yang diperanakkan pasti bukan Tuhan)

2) “Maka engkau harus berkata kepada Fir'aun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-ku yang sulung.” Keluaran 4:22 (Arti anak Allah hanyalah sebuah kiasan belaka untuk orang yang dikasihi-Nya)

3) “Akulah Bapak bagi Israel, dan Afraim itulah anak yang sulung.” Yeremia 31:9 (Menurut Alkitab, Allah memiliki banyak anak)

Yesus Lahir Tanpa Percampuran dengan Laki-laki

Berikut ini adalah bukti, bahwa bukan Yesus saja yang dilahirkan tanpa percampuran dengan laki-laki.

1) “Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dan mengalahkan raja-raja dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem , yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. I Ibrani 7:1,2,3 (Melkisedek lebih hebat daripada Yesus).

2) Nabi Adam dilahirkan tanpa percampuran antara laki-laki dan perempuan (Yesus memiliki seorang ibu yaitu Maria).

Yesus Mengetahui Hal-hal yang Gaib

Menurut ajaran Kristen Yesus merupakan anak Allah dan mengetahui hal-hal gaib. Tetapi, ternyata ayat di bawah ini menolak anggapan tersebut.

1) “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi, tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” Markus 13:31,32 (Menurut ayat ini Yesus tidak mengetahui datangnya hari kiamat yang merupakan hal gaib)

Yesus Bersatu dengan Allah

1) “Kira-kira jam tiga, berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?', Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Matius 27:46 (Ketika akan disalib, ternyata Allah berpisah [meninggalkan] dengan Yesus)

Yesus Suci dari Dosa

Semua orang Kristen percaya, bahwa Yesus adalah pribadi yang bebas dari dosa. Akan tetapi ayat-ayat di bawah ini menunjukkan, bahwa Yesus pernah melakukan perbuatan dosa:

1) “Demikianlah Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: 'Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu'.” (Markus 1:4). (Orang yang tidak berdosa tidak mungkin diperintah untuk bertobat).

2) “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain.” (Yohanes 2:8).

Padahal dikatakan tentang minuman keras; “Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir.” (Hosea, 4:11).

3) Menurut Alkitab, Yesus juga berkata dusta, karena pada Id Khayam dia menjawab kepada saudara-saudaranya: “Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap”. Demikianlah kata-Nya kepada mereka, dan Ia pun tinggal di Galilea. Tetapi, sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.” (Yohanes 7:8-10).

Yesus penuh dengan Roh Kudus

Menurut Alkitab, Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus. Tetapi, ternyata tidak hanya Yesus saja yang dipenuhi oleh Roh Kudus, bahkan manusia biasa pun dipenuhi oleh Roh Kudus:

1) “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seseorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” (Kisah Para Rasul 6:5)

2) “Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh denga Roh Kudus.”

3) “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.” (Kisah Para Rasul 5:12) (Semua orang yang taat kepada Allah akan dipenuhi Roh Kudus)

Yesus memiliki mukjizat dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan dan penyakit kusta

Yesus dianggap Tuhan karena ia mempunyai roh ketuhanan, terbukti dengan pangkat ketuhannnya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus. Tetapi lagi-lagi hal tersebut tidak mutlak hanya Yesus saja yang memiliki kemampuan tersebut. Sayangnya, orang-orang yang memiliki kemampuan tersebut tidak dianggap tuhan. Berikut ini adalah orang-orang yang memiliki kemampuan seperti Yesus:

Menurut Alkitab, Elisa dapat melakukan mukjizat seperti yang Yesus lakukan, seperti: menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit buta dan kusta, dan lain-lain. Inilah buktinya:

A. Elisa dapat mengidupkan orang mati.

“Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan mereka mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.” (II Raja-Raja pasal 13:21).

2. Elisa dapat menyembuhkan orang buta

“Lalu berdoalah Elisa: 'Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya supaya ia bisa melihat.' Maka TUHAN membukan mata bujang itu, sehingga ia melihat…..” (II Raja-Raja 6:17)

3. Elisa dapat menyembuhkan penyakit kusta/lepra

“Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: 'Aku sangka, bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!'”

JADI ISLAM LEBIH MENGENAL ALMASI ISA PUTRA MARYAM DI BANDING ANDA
ISLAM MELAKUKAN APA YANG ISA LAKUKAN

THANK
ahli nasrani
Reply| 11 Aug 2012 21:00:21
pemahaman secara tekstualis lg hehehe
puasa itu ada pengertian sendiri dan hakekatnya
yg tau yg mendalami aqidah dan syareat
sedangkan yg diblog ini kebanyakan pemahaman secara tekstualis tanpa ada pengalaman spiritual yg tingkat tinggi
yg tdk bs dipelajari oleh panca indera kita
tapi oleh hati
syareat itu ilmu secara teks
sedangkan di islam ada toreqot , makrifat, hakekat
untuk mencapai hakekat hidup dg hati bukan dg buku dan akal
hehehehe pemikiran yg dangkal
apakah akal bs mencapai dalamnya matahari hanya perkiraan saja bagaimana dg diluar galaksi kita
padahal dunia ini terbagi berlapis dimensi yg tdk bs diterima akal hehehehe silahkan gabungkan akal dan hati baru bs menembus alam lain
rival
Reply| 04 Aug 2012 17:45:10
Baru tau ya kalo TUHAN punya hari ulang tahun...
Apa bdanya ma qt sbg manusia?
Tuhan ko TERANIAYA..
Dmana maha perkasanya?
Dmana maha penguasanya?
Dmana maha kethanan nya?
Masa TUHAN KALAH MA CIPTAAN NYA..
Ckck
rival
Reply| 04 Aug 2012 17:41:32
makanya klo mw posting sesuatu apalagi berkaitan dgn perhatian umat,harus tahu dan paham apa yg akan d bicarakan,jgn asal koar2,
Mengemukakan sesuatu tuh harus bertanggung jwb,dsertai bukti ilmiah maupun bukti sejarah ,
Jgn cm bermodal kedengkian dan niat buat mecah belah umat ,
Pake otak,pake pngetahuan,pake bukti,
Bkan pke ke tololan dan kedengkian
Gk tau apa apa ko sok tau
Gmana sh lu..
Miring ya otaknya?
Mending lo lurusn dlu dh otak lu.. Jgn berkoar2 dlu,apalg tentang agama
Dasar kafir..
Ckck :-D
Muslim
Reply| 31 Jul 2012 09:47:52
http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/07/28/20029/jawaban-untuk-kristen-3-puasa-ramadhan-menjiplak-ritual-berhala/

Jawaban untuk Kristen (3): Puasa Ramadhan Menjiplak Ritual Berhala?

Para misionaris iri hati terhadap semangat umat Islam dalam menjalankan ibadah shaum (puasa) Ramadhan. Selama sebulan penuh, semarak keagamaan umat Islam meningkat drastis, mulai dari ibadah shalat jamaah, shalat tarawih di malam hari, sedekah, dan berbagai kegiatan di masjid yang memperkuat akidah dan persaudaraan Islam.

Untuk melampiaskan kedengkiannya terhadap keagungan puasa Ramadhan, dua orang misionaris, Curt Fletemier Yusuf dan Tanti menuduh puasa Ramadhan yang dilakukan umat Islam sebagai ritual yang menjiplak ritual penyembah berhala. Tuduhan itu dituangkan dalam buku Christianity and Islam: The Son and The Moon, berikut kutipannya:

“Puasa pada Bulan Ramadhan. Bulan puasa kaum Sabean dimulai pada saat bulan sabit dan tidak akan berakhir sampai bulan lenyap, lalu kembali bulan sabit muncul (sama seperti Ramadhan bagi Islam pada masa ini). Muhammad hanya meneruskan praktik keagamaan yang dipakai oleh para penyembah berhala, Abd. Allah bin Abbas melaporkan bahwa Muhammad, menyatakan: "Jangan mulai berpuasa sampai kamu telah melihat bulan sabit dan jangan berhenti berpuasa sampai kamu melihatnya kembali, dan jika itu berawan, sempurnakanlah menjadi 30 hari.”

Memang pada masa Muhammad, orang Yahudi juga memiliki kebiasaan berpuasa sesuai dengan penanggalan Yahudi, dan penanggalan Yahudi yang dipakai juga berdasarkan hitungan bulan. Orang Yahudi juga memiliki perayaan Bulan Baru, tetapi dalam Imamat 23 dijelaskan bahwa perayaan Bulan Baru itu tidak dimulai dari TUHAN. Sampai saat ini orang Kristen juga tetap melakukan puasa. Beberapa di antaranya bahkan melakukan secara rutin. Tetapi sebagian besar orang Kristen (termasuk penulis) berpuasa ketika ada sesuatu yang sedang didoakan sungguh-sungguh. Itu adalah cara untuk memusatkan pikiran kita pada Tuhan.

Bagi kita, puasa bukanlah suatu kewajiban keagamaan. Satu-satunya "kewajiban keagamaan" yang kita miliki adalah untuk percaya pada Kristus yang membawa kita ke surga, seraya menyadari bahwa sebenarnya kita tidak layak untuk menerima kasih-Nya, dan mengkuti-Nya dengan segala ucapan syukur untuk apa yang telah Dia kerjakan bagi kita” (edisi Indonesia: Sang Putera dan Sang Bulan, penerbit Sonrise Enterprise, hlm 148-149).



Tudingan itu tidak ilmiah dan sangat tidak cerdas. Hanya karena umat Islam memakai penanggalan qamariah (berdasarkan peredaran bulan), maka umat Islam dituding mengamalkan peribadatan kaum penyembah berhala. Lantas bagaimana dengan orang yang memakai penanggalan syamsiyah (bersasarkan peredaran matahari), apakah mereka juga dituding sebagai kaum penyembah dewa matahari?

Jika ibadah puasa yang dilakukan umat Islam memiliki persamaan dengan puasa kaum terdahulu, bukan karena latah mengikuti tradisi kaum penyembah berhala. Melainkan karena ibadah puasa yang diwajibkan kepada umat Islam itu, sudah pernah diwajibkan kepada kaum dan para nabi sebelumnya. Allah SWT menegaskan, shaum adalah amal ibadah tertua yang sudah disyariatkan umat terdahulu, jauh sebelum diwajibkan kepada umat Muhammad SAW: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs. Al-Baqarah 183).

Firman Allah “kama kutiba ‘alal-ladzina min qablikum” (sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu) pada ayat ini menunjukkan bahwa ibadah puasa telah dilakukan oleh orang-orang beriman sebelum Nabi Muhammad SAW. Hal ini terbukti dalam sejarah para nabi, jauh sebelumnya Nabi Adam telah diperintahkan untuk berpuasa tidak memakan buah khuldi (Qs. Al-Baqarah 35). Maryam bunda Nabi Isa pun berpuasa dengan tidak bicara kepada siapapun (Qs. Maryam 26). Nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Nabi Daud berpuasa selang-seling (sehari berpuasa dan sehari berikutnya berbuka). Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain. Berbagai kaifiyat (tatacara) puasa para nabi tersebut berbeda-beda sesuai dengan zaman yang berlaku, namun esensinya sama, untuk mencapai derajat taqwa (la’allakum tattaquun).

Alkitab (Bibel) pun mencatat syariat puasa para nabi terdahulu. Puasa pada masa Samuel sebagai amal pertaubatan kepada Tuhan (I Samuel 7:6) dan berkabung (I Samuel 31:13; II Samuel 1:12). Nabi Daud berpuasa sampai badannya kurus kehabisan lemak (Mazmur 109:24); Nehemia berpuasa ketika berkabung (Nehemia 1:4), Daniel juga berpuasa (Daniel 9:3), Yoel berpuasa bersama penduduk negerinya (Yoel 1:14), Yunus berpuasa (Yunus 3:5), Zakharia diperintah Tuhan untuk berpuasa (Zakharia 7:5), warga Yerusalem berpuasa pada bulan kesembilan (Yeremia 36:9), Hana, seorang nabi perempuan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa dalam rangka bertaqarrub kepada Tuhan (Lukas 2:36-37), dll.

Nabi Musa dan Yesus sama-sama berpuasa jasmani dan rohani, tidak makan dan tidak minum selama 40 hari. Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam pada saat menerima Sepuluh Firman/dasatitah/The Ten Commandments (Keluaran 34:28). Sementara Yesus berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun (Matius 4:2). Yesus juga mewajibkan para muridnya untuk berdoa dan berpuasa untuk mengusir setan yang merasuki manusia (Matius 17:21). Orang Farisi pada masa Yesus berpuasa Senin-Kamis setiap pekan (Lukas 18:12).

Jelaslah bahwa ibadah puasa dalam Islam sama sekali tidak menjiplak ritual kaum penyembah berhala. Otomatis, salah alamat jika Curt Fletemier dan Yusuf Lifire menuding ibadah Islam melestarikan ritual kaum penyembah berhala.

Justru agama Kristenlah yang sering mengadopsi ritual kaum pagan (kafir) penyembah berhala. Contohnya adalah perayaan Natal memperingati kelahiran Yesus tiap tanggal 25 Desember. Perayaan ini tidak ada perintahnya sama sekali dalam Bibel.

Kenyataan bahwa Natal kristiani mengadopsi tradisi pagan, diakui secara jujur oleh mendiang Herbert W Armstrong, seorang Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat. Dalam The Plain Truth about Christmas, Armstrong membuktikan secara ilmiah bahwa Natal diwarisi Gereja dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, berdasarkan literatur Kristen sendiri, antara lain penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, dengan judul "Christmas" sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas." (Natal bukanlah di antara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus).

Dalam judul "Natal Day," dijelaskan lebih lanjut: "In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world."

Maksudnya: di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini).

Ternyata, agama penjiplak ritual pagan itu bukan Islam, tapi agama yang dianut misionaris Curt Fletemier Yusuf dan Tanti. [A. Ahmad Hizbullah MAG]
Nabil
Reply| 28 Jul 2012 10:33:58
Maklum Puasa itu made by Muhammad dg berplagiat (NYONTEK) dari puasa nya Ashura Yahudi.
Puasa asyura dll puasa para nabi tidak pernah terkait bulan sabit, tetapi puasa ala Muhammad dikaitkan dg itu, sehingga CACAT lah ia sebagai rukun yang datang dari surga.

Kepergok-lah sang nabi membohongi arab abad ke-7! Jadi, Muslim jaman kini perlu kritis dan sadar.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top