Ulama Muslim Mesir: “Islam memerintahkan seorang pria untuk memukuli isterinya sebagai usaha terakhir sebelum menceraikannya, supaya isterinya menyadari kesalahannya, kemudian memperlakukan suaminya dengan baik dan hormat, dan menyadari bahwa status suaminya lebih tinggi dibanding dirinya.”

Ketika Aisyah berpikir dan yakin bahwa Nabi Muhammad tidak akan memperlakukannya sama seperti isteri-isterinya yang lain, dan ketika ia (Rasullullah) meninggalkan kamar Aisyah, kemudian ia  pergi menemui isterinya yang lain. Aisyah mengikutinya dan memata-matainya. “Aisyah berkata bahwa ketika Nabi mengetahui hal ini,”Ia memberikanku sebuah pukulan yang sangat menyakitkan.”

 

Baru-baru ini saya berdebat dengan seorang apologet Muslim di Chichago. Dalam perdebatan itu, saya berulangkali mengutip ayat-ayat yang sama dari Qur’an dan sumber-sumber Muslim sebagaimana yang berulangkali diucapkan oleh Ulama Islam di sini, dengan tujuan supaya pengunjung Muslim yang menyaksikan perdebatan itu merasa jijik sehingga “sikap masa bodoh mereka” jadi terguncang. Tetapi saya ragu bahwa mereka akan memperhatikan isu yang diangkat oleh Abd Al-Rahman Mansour.

“Ulama Mesir Abd Al-Rahman Mansour memberikan arahan bagaimana sesungguhnya aturan memukuli isteri dalam Islam,” dari MEMRI,

Ini adalah sebuah kuliah yang disampaikan oleh ulama Mesir Abd Al-Rahman Mansour, yang disiarkan oleh Al-Nas TV pada tanggal 17-18 Agustus 2012

Islam memerintahkan seorang pria untuk memukuli isterinya sebagai usaha terakhir sebelum menceraikannya, supaya isterinya itu menyadari kesalahannya, kemudian memperlakukan suaminya secara baik dan hormat, dan sadar bahwa suaminya itu punya status yang lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya.”

Saya katakan ini kepada setiap suami: Jangan terburu-buru untuk memukulinya ketika timbul masalah. Oh hamba Allah, Allah bersabda: “Tegurlah mereka yang engkau khawatir telah berperilaku tidak taat, pisahkan mereka di tempat tidur mereka, dan pukuli mereka.” Tapi jangan memukulinya karena marah.

Inilah yang dikatakan oleh Qur’an 4:34

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar.”

Ini yang harus anda ketahui: Jika sang isteri menyerukan nama Allah, maka pemukulan itu harus dihentikan.

[...]

Ketika Aisyah berpikir dan yakin bahwa Nabi Muhammad tidak akan memperlakukannya sama seperti isteri-isterinya yang lain, dan ketika ia (Rasullullah) meninggalkan kamar Aisyah, kemudian ia pergi menemui isterinya yang lain. Aisyah mengikutinya dan memata-matainya. “Aisyah berkata bahwa ketika Nabi mengetahui hal ini,”Ia memberikanku sebuah pukulan yang sangat menyakitkan.”

Hal ini dilakukan oleh Nabi untuk mendisiplinkannya, bukan karena Nabi senang memukul atau melukainya. Nabi melakukan hal ini untuk mendisiplinkan wanita ini.

[...]

Seorang wanita yang baik, bahkan ketika ia dipukuli oleh suaminya, menaruh tangannya di tangan suaminya dan berkata: “Aku tidak akan merasa tenang hingga engkau tidak lagi marah kepadaku. Inilah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad bagaimana seharusnya sikap dari isteri-isterinya.

Diposkan oleh Robert pada tanggal 4 September, 2012

 

Sumber: Jihadwatch.org


7 comments Add a Comment
Ari
Reply| 27 Dec 2012 16:41:35
Ya, saya sudah pelajari Quran, banyak kejanggalan disitu. Salah satunya non-muslim tidak boleh jadi pemimpin. Banyak Ajaran yang aneh...!!! Yang lebih ekstrim lagi: Prilaku nabinya, nabi koq berperang?! Koq nggak berdamai?!
Al muslim
Reply| 21 Oct 2012 21:21:27
Pelajari Al Quran dgn sebaik-2nya.. Isi dan hakekatnya.. walaupun Sy tahu anda non muslim tp perlu anda ketahui, apa yg anda bicarakan tidak sesuai dgn hati anda menolak utk membicarakan itu.. Al Quran diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia dimuka bumi ini.. Injil kitab yg belum sempurna, karena Nabi Isa Allihis Salam diangkat oleh Allah SWT pada usia 39 tahun.. Dan beliau tidak disalibkan dan tidak disiksa. Karena beliau seorang Nabiyullah.. Bertanyalah pada hatimu? Siapa Tuhan mu?
mhd_61l4
Reply| 19 Sep 2012 14:35:00
Sempurnyanya percabulan diperkuat dengan surga ala islam.
72 pelacur bagi muslimin, dan 36 ekor keledai jantan bagi muslimah.

Tanya tuh sama ahli islam.
mhd_61l4
Reply| 16 Sep 2012 12:54:50
@all
Islam didirikan pada pondasi bahwa Muhammad adalah benar dan segala hal yang diucapkan, dilakukan, dimimpikan, didongengkan atau apa saja yang berkaitan dengan Muhammad pastilah benar.

Tanyalah, meskipun Muhammad melakukan kebiadapan?

Jawabannya pasti "Ya" Muhammad benar untuk melakukan kebiadapan dan Allah Islam meresponnya dengan gelar Muhammad berakhlak mulia.

Tanyalah, meskipun Muhammad melakukan percabulan?

Jawabannya pasti "Ya" Muhammad benar untuk melakukan percabulan dan Allah Islam meresponnya dengan gelar Muhammad berakhlak mulia.
---------------------
Apa saja yang dilakukan oleh Muhammad yang bertentangan dengan nilai nilai MORAL dan KEMANUSIAAN dilegalkan oleh Allah Islam dan Muslim harus membelanya.

Suatu hari Muhammad sudah pengen banget menggauli Maryah budah Hafsah istinya, maka Muhammad menipu Hafsah dengan mengatakan Hafsa dipanggil bapaknya. Muhammad mencabuli Maryah di ranjang Hafsah istrinya sendiri.

Seorang suami MENIPU istri sendiri untuk berbuat CABUL, tapi Allah Islam membenarkannya dan Muslim harus membelanya.

Ada banyak kisah di hadis sahih yang menceritakan kelakuan Muhammad yang mungkin pada jaman dulu di Arab dianggab hebat, memperkosa, membunuh, mencuri, merampok, menipu dan kebiadaban lainnya yang semuanya adalah pekerjaan Iblis.

Tapi Muslim dengan yakinnya mengimani Islam adalah agama yang menyempurnakan dan mengklaim kebenarannya di pondasi yang pantas dipertanyakan oleh orang orang yang berpikiran waras sekarang ini dan dimasa datang.

Siapakah yang mau meniru prilaku seorang yang menipu istrinya untuk berbuat cabul dengan orang lain di ranjang istrinya?

Jawabnya pasti, ----TIDAK SEORANG MANUSIAPUN---- kecuali yang sudah mati otak dan mati rasa karena dikuasai IBLIS.
EX-MUSLIM
Reply| 06 Sep 2012 12:23:51
QUIZ NO.4, NAMA2 SIAPA YG HARUS MASUK KEDALAM
ATAU HARUS DIKELUARKAN DARI QURAN?

Berlainan dg Alkitab, Quran dipercaya sbg kata2 Allah yang tertulis disurga sejak kekal ke kekal.
Nama2 sosok yg tercantum di Kitab Surga ini adalah nama2 pilihan surgawi yang teramat signifikan bagi Allah utk disampaikan kepada umatNya didunia.

Tetapi aneh, bhw banyak nama2 signifikan yang seharusnya dicantumkan, namun dikosongkan Allah dari Quran. Sebaliknya, nama embel2 yg absurd dan tidak punya nilai apa2, malah ditampilkan oleh Allah. Tidak heran orang bercuriga bhw Quran hanyalah kata2 fabrikasi Muhammad yg sesungguhnya tidak pernah ada disurga!

NAMA2 MANAKAH YANG DIMAKSUD? YG HARUS ADA,
DAN YG HARUS KELUAR DARI SEBUAH KITAB SURGA?
SharingMuslim
Reply| 05 Sep 2012 23:02:49
Banyak sekali pasal2 Islam yang menista wanita, tetapi itu dicari2 rasionalisasi yg di-plintir2 supaya tampak sebagai hal yang "normal atau layak".
Bahkan hal yg tak masuk akalpun, dicoba utk "dinetralkan" dengan istilah MUKJIZAT ALLAH.

Islam membodohi Muslim, dan Muslim adalah korbannya!
Wedus Gembel
Reply| 05 Sep 2012 13:40:00
Kitab Allah mengatakan bahwa para wanita lebih rendah dibandingkan pria dan suami-suami mereka mempunyai hak untuk memukuli mereka (Q.4:34); para wanita akan pergi ke neraka jika mereka tidak taat pada suami-suami mereka (Q.66:10); bahwa para pria adalah lebih superior dibandingkan wanita (Q.2:228), dan wanita tidak mempunyai hak warisan yang sama (Q.4:11-12).

Berdasarkan Quran, para wanita adalah orang bodoh (pandir), yang jika mereka sendirian bersaksi di pengadilan, maka kesaksian mereka itu tidak bisa diterima (Q.2:282). Seorang wanita yang diperkosa, tidak boleh menuduh pemerkosanya kecuali ia bisa memberikan kesaksian dari seorang saksi pria. Ini tentu saja sebuah lelucon. Para pemerkosa tidak melakukan perkosaan di depan para saksi.

Tetapi ayat yang paling mengejutkan adalah ketika Allah mengijinkan orang-orang Muslim untuk memperkosa wanita-wanita yang menjadi tawanan perang, bahkan meskipun mereka itu sudah menikah (Q.4:24 dan 4:3).
Fetching more Comments...
↑ Back to Top