Ritual Haji - Contekan Mentah-Mentah Ritual Penyembahan Berhala Pagan Pra-Islam

Islam mencontek banyak takhyul paganisme Arab, terutama dalam hal tatacara dan ritual ibadah haji ke Mekah (lihat surah 2.150; 22.26- 28; 5.1-4; 22.34). Kita juga bisa melihat jejak-jejak paganisme dalam nama-nama para dewa/tuhan kunonya (surah 53.19-20; 71.23); lalu takhyul yang berhubungan dengan jin, dan dongeng-dongeng tua mengenai Ad dan Thamud.

Oleh: Ibnu Warraq

Bisa dipastikan bahwa dalam banyak ayat Quran “Islam hanya menutup tipis dasar-dasar kaum berhala.”[5] sebagai contoh dalam surah 113: “Dengan menyebut nama Auwloh Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan perempuan- perempuan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki"

Islam mencontek banyak takhyul paganisme Arab, terutama dalam hal tatacara dan ritual ibadah haji ke Mekah (lihat surah 2.150; 22.26- 28; 5.1-4; 22.34). Kita juga bisa melihat jejak-jejak paganisme dalam nama-nama para dewa/tuhan kunonya (surah 53.19-20; 71.23); lalu takhyul yang berhubungan dengan jin, dan dongeng-dongeng tua mengenai Ad dan Thamud.

IBADAH HAJI

Orang-orang datang dari ujung-ujung dunia, untuk melemparkan batu kerikil (kepada Satan) dan untuk mencium (batu hitam). Betapa anehnya hal-hal yang mereka katakan! Apakah semua manusia telah menjadi buta akan kebenaran? [6]

Hai orang-orang bodoh, sadarlah! Ritual-ritual yang kamu kuduskan hanyalah sebuah tipuan orang-orang kuno yang bernafsu akan kekayaan dan mencapai nafsu mereka dan mati dalam kehinaan – dan hukum-hukum mereka hanyalah debu – Al-Ma’ari.

Aku mencari sebuah jalan, tetapi bukan jalan yang menuju ke Ka’ba dan kuil dimana aku melihat leluhur pasukan pemuja berhala dan di dalam kelompok para pemuja diri sendiri… -Jalal Uddin Rumi.[7]

Bahkan aku belum pernah melihat Nabi menciummu, aku juga tidak akan menciummu. -Caliph Umar, menunjuk pada batu hitam di Ka’bah.[8]

Dari sudut pandang etika, ritual naik haji ke Mekah dimana di dalamnya terdapat takhayul dan ritual kekanak-kanakan, merupakan suatu noda pada ajaran monotheis-nya Muhammad. -S. Zwemer.[9]

Seluruh tata cara ibadah haji tanpa malu dicontek mentah-mentah dari praktek ritual pagan pra-Islam: “fragmen-fragmen yang tak dimengerti dari budaya kaum berhala diambil begitu saja kedalam Islam.” [10] Ibadah haji ke Mekah dilakukan dibulan Djulhijah, bulan ke-12 kalender Muslim. Ibadah haji adalah rukun/pilar Islam kelima, sebuah kewajiban religius yang didasarkan pada perintah dalam Quran. Setiap Muslim yang berbadan sehat dan harta cukup harus melakukan ibadah haji sekali dalam hidupnya.

Tujuh hari pertama terdiri dari (bisa dikatakan) Umrah, ritual yang juga bisa dilakukan diwaktu-waktu lain kecuali hari ke-8, 9 dan 10 bulan Djulhijah tersebut. Ketiga hari tersebut khusus untuk Haji, yang dimulai pada hari kedelapan.

Lima Hari pertama

Jemaah haji tengah melakukan thawaf – mengelilingi Ka’ba dan mencium batu hitam

Ketika para peziarah datang dari luar Mekah, mereka menyiapkan diri agar berada dalam keadaan suci. Setelah memakai pakaian khusus (ihram) dan melakukan wudhu serta sholat yang diperintahkan, mereka memasuki Mekah, dimana disana mereka lalu membuat kurban (membunuh) hewan, memotong rambut, dan boleh melakukan persetubuhan. Lalu sholat lagi di Masjid al-Haram, Mekah, melakukan Thawaf (mengelilingi kabah tujuh putaran) sambil setiap kali satu putaran jika bisa, mencium hajar Aswad (Batu Hitam), jika tidak bisa memberi salam dari jauh pada batu tersebut (ketika sejajar) sambil berteriak Auwlohu Akbar. Thawaf dilakukan 4 kali dengan berjalan dan tiga kali dengan berlari-lari kecil, dengan pundak kiri yang tertutup ihram ada di sebelah Kabah, pundak kanan terbuka. Lalu para peziarah menuju Makam Ibrahim, disini juga konon tempat Ibrahim sholat menghadap Kabah. Dikatakan bahwa Ibrahim setelah melakukan sholat lalu ia menuju Hajar Aswad dan menciumnya. Didekatnya ada sumur air Zam-zam, yang menurut Muslim, air tempat Hagar dan Ismail minum. Mereka, jika memungkinkan sholat dua roka’at di belakang makam ini, jika tidak memungkinkan boleh sholat dimana saja di Masjidil Haram.

Hari keenam sampai kesepuluh

Lalu mereka keluar dari masjidil haram melalui salah satu dari 24 pintu (kecuali ketika masuk mereka harus melalui satu pintu yang disebut Hijr Ismail). Keluar mereka harus mendaki bukit Safa, sambil terus baca-baca ayat Quran, di atas Safa mereka menghadap kabah mengangkat kedua tangan bertakbir serta bertahmid dan mengucapkan dzikir tiga kali. Lalu turun dan menuju (berjalan jika bisa mulai berlari pada tempat yang sudah ditandai) ke bukit Marwa, sampai di atas bukit Marwa kembali menghadap kabah mengangkat kedua tangan bertakbir serta bertahmid dan mengucapkan dzikir tiga kali. Selesai satu putaran Safa-Marwa, dan ini harus dilakukan sebanyak tujuh kali. Ritual absurd ini menandai pencarian air oleh Hagar dulu ketika diusir oleh Ibrahim.

Hari keenam bermalam di Mekah. Hari ketujuh mendengarkan khotbah dari Masjidil Haram dan lalu hari kedelapan berangkat ke Mina, dimana di sana melakukan ritual lain dan bermalam. Hari kesembilan setelah matahari terbit berangkat menuju Padang Arafah dimana mereka melakukan wuquf dan jika memungkinkan tinggal di masjid Namirah, jika tidak langsung menuju kawasan arafah dan singgah disana. Menurut hadis Muslim, Adam dan Hawa bertemu disini ketika mereka terpisah waktu dijatuhkan dari surga.

Paginya berangkat menuju Mina, berdesak-desakan melempar Jumrah disana, tujuh lemparan dengan tujuh biji batu kerikil kecil, setiap lontaran dibarengi takbir, batu itu dipegang antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan, dilempar dengan jarak tidak kurang dari 15 kaki. Setelah itu melakukan qurban, kambing atau domba. Setelah itu mereka mencukur/memotong rambut mereka. Terakhir jika memungkinkan mereka bermalam di Mina tanggal 11, 12 dan 13, karena ada firman auwloh SWT: [2.203] “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Auwloh dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Auwloh, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”

Para Muslim merasionalisasi takhyul ini dengan melambangkan penolakan Ibrahim terhadap setan yang mencoba mencegah Ibrahim untuk mengorbankan anak yang dia sayangi, Ismail. Kurban hewan mengingatkan digantinya Ismail oleh Auwloh dengan hewan kurban.

Bagaimana bisa Muhammad, seorang penganut monoteisme mutlak, seorang penentang pemujaan berhala sampai menerapkan ketakhyulan pagan ke dalam jantung Islam itu sendiri? Banyak sejarawan setuju kalau saja para Yahudi dan Kristen menolak Musa dan Yesus dan menerima Muhammad sebagai nabi yang mengaku mengajarkan agamanya Abraham di Mekah ketika Muhammad masih menganggap Jerusalem sebagai kiblatnya, maka Jerusalem-lah, bukannya Mekah, yang akan menjadi kota Suci, dan Ancient Rock-lah bukannya Kabah yang akan menjadi objek takhyulnya.

Frustasi terhadap kerasnya pendirian kaum Yahudi dan sadar bahwa sedikit sekali kemungkinan mereka mau menerima dia sebagai nabi baru, Muhammad dengan enaknya menerima perintah dari Tuhan untuk mengubah arah Kiblat (Surah 2.142-144) dari Jerusalem ke Kabah di Mekah. Dia tahu bahwa dia pada akhirnya nanti akan bisa mengambil Mekah dengan semua hubungan sejarahnya.

Ditahun 6 Hijriah, Muhammad mencoba masuk ke Mekah bersama para pengikutnya tapi gagal. Orang Mekah dan Medinah bertemu di Hudaibiyah. Setelah negosiasi dan diputuskan untuk membuat perjanjian yang disetujui para muslim, lalu mereka kembali ke Medina dan boleh melakukan ritual haji ke Mekah tahun berikutnya. Muhammad, dengan banyak pengikutnya datang ke Mekah tahun 7H dan melakukan thawaf keliling Kabah, mencium Batu Hitam (hajar aswad) dan lain-lain sebagai bagian dari ritualnya.

Mekah diduduki oleh Muhammad ditahun berikutnya, 8H. Awalnya banyak orang Muslim yang menyelinap bergabung ikut kelompok- kelompok orang Arab non muslim lainnya dengan pura-pura ikut ibadah haji, tapi sang nabi tidak ikut. Segera setelah banyak anak buahnya berada disana, sebuah wahyu dari Tuhan turun mengumumkan bahwa semua perjanjian antara para Muslim dan kafir harus dicabut, dan setelah itu tak seorangpun yang bukan Muslim boleh mendekati Mekah dan/atau melakukan ibadah haji (Surah 9.1-4 dan 2).

Akhirnya, meminjam pernyataan Zwemer;

Di tahun 10 Hijriah, Muhammad melakukan ibadah haji ke Mekah, ke altar sembahan nenek moyangnya, dan semua ritual yang sebelumnya milik kaum berhala sekarang menjadi norma-norma ritual Islam.

Seperti Wellhausen katakan, “Sekarang kita punya ritual mirip dengan ritual di Calvary (Ketika penyaliban Yesus) tapi minus sejarah the Passion-nya.” Praktek-praktek kaum pagan dimasukkan kedalam Islam dengan pembenaran lewat legenda-legenda muslim yang dikarang dan ditempelkan pada karakter-karakter yang ada pada Alkitab, dan keseluruhan legenda (karangan Islam) itu hanya fiksi campur aduk belaka.[11]

Islam adalah ciptaan bangsa Arab bagian Tengah dan Barat. Sayangnya, pengetahuan kita tentang agama kaum berhala Arab di daerah ini sedikit sekali. Sedikitnya bukti-bukti prasasti sejarah, membuat para scholar hanya mengandalkan pada catatan Ibn al-Kalbi (m.819M), penulis The Book of Idols, mengenai nama-nama para dewa/tuhan, nama yang menjelaskan pengikutnya sebagai hamba atau tentang pahala, kemurahan, dan lain-lain dari dewa anu atau dewi anu; berbagai penggalan puisi pra-Islam; dan kiasan-kiasan polemik tertentu yang ada dalam Quran. Dengan mengutip Noldeke,

Kita harus pertimbangkan fakta bahwa Muhammad memasukkan sejumlah praktek-praktek dan kepercayaan-kepercayaan kaum berhala ke dalam agamanya, kadang dimodifikasi tapi kebanyakan dijiplak mentah-mentah, dan juga beberapa benda peninggalan kaum berhala, yang sebenarnya aneh bagi para Islam ortodoks, dipertahankan sampai saat ini oleh orang Arab. Diadopsinya sebuah agama baru tidaklah sepenuhnya mengubah kepercayaan yang populer saat itu, tidak pula mengubah konsep-konsep lama yang menyamar dengan nama berbeda, dengan atau tanpa sanksi dari otoritas agama tersebut, pengubahan itu cuma masalah perbedaan pengamatan dan sudut pandang belaka.[12]

Orang mungkin menambahkan bahwa Muhammad dengan lihainya memasukkan beberapa ritual yang sebelumnya dilakukan untuk altar berhala atau altar-altar lokal lain ke dalam acara ibadah haji.

Masyarakat pra-Islam di Arab tengah terorganisir secara kesukuan, dan tiap suku punya dewa/tuhan masing-masing, yang disembah dalam altar tertentu, bahkan oleh kaum nomad yang berpindah-pindah.

Dewa-dewi itu bertempat tinggal dalam batu dan batu itu tidak harus berbentuk manusia. Kadang berupa patung atau kadang hanya berupa batu kotak biasa atau menyerupai manusia. Kaum berhala Arab menganggap bahwa batu-batu yang berfungsi sebagai jimat itu dimasuki oleh kekuatan hebat dan otomatis punya pengaruh hebat pula.

Nama dari dua bukit As-Safa dan al-Marwa adalah nama batu yang disembah sebagai berhala oleh orang Arab kala itu. Kaum pagan berlari diantara kedua bukit itu untuk menyentuh dan mencium (batu) Isaf dan (batu) Naila, berhala tersebut yang disimpan disana agar memberi keberuntungan dan nasib baik.

Batu Hitam Keramat dan Hubal

Kita punya bukti bahwa Batu Hitam (Hajar Aswad) itu dipuja di banyak dunia Arab; contohnya, Clement dari Alexandria, yang menulis tahun 190M menyebutkan bahwa “Orang Arab menyembah batu”, mereka percaya pada batu hitam Dusares di Petra. Maximus Tyrius menulis pada abad ke-2, “Aku tidak tahu orang-orang Arab menyembah Tuhan apa, tuhan yang mereka lambangkan dengan batu kotak segi empat”; dia menyinggung Kabah yang ada Batu Hitamnya. Ke-antik-an batu ini juga terbukti dengan adanya fakta bahwa orang Persia kuno mengklaim Mahabad dan penerusnya meninggalkan/menyimpan batu Hitam di Kabah, bersamaan dengan patung-patung dan gambar-gambar lainnya, dan bahwa batu itu adalah tanda dari Saturnus.

Di sekitar Mekah terdapat batu-batu keramat lain yang dijadikan sesembahan/jimat, “tapi mendapatkan takhyul dari Muhammad dengan menghubungkannya pada orang-orang suci tertentu jaman dulu.” [13]

Batu Hitam itu sendiri sebenarnya hanya sebuah meteorit dan niscaya batu itu mendapatkan reputasi sebagai batu yang jatuh dari ‘surga’ juga dari situ. Sangat ironis para Muslim memuliakan batu ini sebagai batu yang diberikan pada Ismail oleh Malaikat Jibril untuk membangun Kabah, seperti kata Margoliouth, “keasliannya diragukan karena batu hitam pernah diambil oleh orang Qarmatian pada abad ke-4, dan dikembalikan mereka setelah bertahun-tahun kemudian; bisa jadi batu yang mereka kembalikan bukanlah batu yang sama.” [14]

Patung Hubal/Allah Sang Dewa Bulan – Perhatikan Tanda Bulan Sabit di Dadanya

Hubal juga disembah di Mekah, dan patungnya berupa mata warna merah dipasang didalam Kabah di atas sumur kering dimana para peziarah mengucapkan sumpah atau memenuhi nazarnya. Sangat mungkin patung Hubal ini pernah berbentuk manusia. Posisi Hubal yang ditempatkan di sebelah Batu Hitam menyiratkan bahwa ada hubungan antara keduanya. Wellhausen berpikir Hubal aslinya adalah nama Batu Hitam karena nama itu lebih tua dari pada patungnya sendiri. Wellhausen juga menunjukkan tuhan dipanggil sebagai ‘Raja Penghuni Kabah’, dan ‘Raja Mekah’ dalam Quran. Muhammad menentang persembahan di Kabah yang ditujukan pada al-Lat, Manat dan al-Uzza, yang oleh kaum berhala Arab disebut sebagai anak-anak perempuan Auwloh, tapi Muhammad tidak menyerang pengkultusan Hubal. Dari sini Wellhausen menyimpulkan Hubal adalah Auwloh itu sendiri, Raja/tuhan/dewa orang Mekah. Ketika orang Mekah mengalahkan sang Nabi dekat Medina, pemimpinnya berteriak, “Hooray untuk Hubal.”

Allah (Sang Dewa Bulan) Bersama Ke-3 Puteri Allah (Al Lat-Uzza dan Manat)

Mengelilingi altar sembah adalah ritual yang biasa dipraktekkan masyarakat lokal sana. Peziarah ketika berkeliling juga mencium dan membelai patung-patung mereka. Sir William Muir berpikir bahwa mengelilingi Kabah tujuh kali “mungkin menandakan perputaran benda langit.” [15] Sementara Zwemer menyimpulkan tujuh putaran itu (tiga kali lari, empat kali jalan) adalah “meniru planet luar dan dalam.” [16]

Tak pelak lagi orang-orang Arab “periode itu menyembah matahari dan benda-benda langit lainnya.”[17] Konstelasi dari Pleiades, yang katanya bisa menurunkan hujan, dianggap dewa. Ada pengkultusan planet Venus yang dianggap dewi paling hebat dengan nama Al-Uzza.

Kita tahu dari seringnya nama-nama dewa dipakai bahwa matahari (Shams) juga disembah. Shams adalah dewi dari beberapa suku yang dihormati dan dibuatkan altar serta patungnya tersendiri. Snouck Hurgronje [18] melihat indikasi ada ritual ‘matahari’ dalam ritual ‘wuquf’ Muslim (lihat halaman sebelumnya).

Dewi Al-Lat juga kadang disebut dewi matahari. Dewa Dharrih mungkin adalah dewa matahari terbit. Ritual-ritual Muslim yang berlari antara Arafah dan Muzdalifah, Muzdalifah dan Mina, harus dilakukan setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit. Ini perubahan sengaja yang dikenalkan oleh Muhammad untuk menutupi hubungan ritual ini dengan ritual matahari kaum berhala, kepentingan tentang ini akan kita telaah nanti. Penyembahan bulan juga ditunjukkan dengan nama-nama seperti Hilal, Qamaz, dan lain-lain.

Mengamati Hillal – Penyembahan Kepada Dewa Bulan

Houtsma [19] menyimpulkan pelemparan batu di Mina aslinya ditujukan pada iblis matahari. Kesimpulan ini masuk akal jika melihat fakta ritual ibadah haji kaum berhala aslinya bertepatan dengan waktu dimulainya musim semi. Iblis matahari diusir, dan kuasanya berakhir dengan berakhirnya musim panas, yang lalu diikuti dengan penyembahan di Muzdalifah, dimana disini Dewa Petir memberikan kesuburan.

Muzdalifah dulunya adalah tempat penyembahan Api. Sejarawan Muslim menyebut bukit ini sebagai bukit Api Suci. Dewa di Muzdalifah bernama Quzah, Dewa Petir. Wensinck menyatakan: “Api dinyalakan di bukit keramat yang dinamakan Quzah. Disini mereka berhenti, dan wukuf yang dilakukan disini dahulu kala punya kemiripan banyak sekali dengan yang dilakukan di Sinai, dimana Dewa Petir sama-sama dilambangkan dengan api. Juga ada kebiasaan tradisionil untuk membuat kebisingan dan suara-suara sekeras mungkin, ini panggilan untuk mendatangkan petir.”[20]

Frazer dalam karyanya The Golden Bough punya penjelasan lain mengenai upacara lempar batu:

Kadang motif pelemparan batu ini untuk mengusir roh jahat; kadang untuk mengusir setan, kadang untuk mendatangkan kebaikan. Tapi jika kita telusuri kembali ke asalnya ke dalam benak orang-orang primitif, kita temukan bahwa semuanya sama-sama punya prinsip untuk menjauhkan kejahatan…. mungkin menjelaskan ritual pelemparan batu. Ide orisinilnya mungkin adalah membersihkan diri dengan mentransfer kekotoran (dosa) pada batu-batu yang mereka lemparkan itu.[21]

Menurut Juynboll, ibadah Haji aslinya punya ciri magis:

Tujuannya jaman dulu adalah untuk mendapatkan tahun baik yang banyak hujan dan matahari, kemakmuran dan suburnya ternak serta ladang. Api yang menyala besar di Afatah dan Muzdalifah maksudnya untuk mengundang matahari agar bersinar ditahun yang baru. Air disiramkan ke tanah perlambang melawan kekeringan. Melempar batu ditempat-tempat tertentu di Mina, yang merupakan ritual primitif kaum berhala, aslinya perlambang melemparkan segala dosa-dosa tahun lalu dan semacam jimat untuk melawan kesialan dan hukuman.[22]

Ritual berlari-lari kecil (Islam fanatik akan mengatakan bahwa lari-lari kecil ini adalah bukti bahwa Islam sudah peduli terhadap kesehatan jasmani umatnya melalui ritual joging. Hahahaaa… –adm) antara Arafah dan Muzdalifah dan Muzdalifah ke Mina juga punya kepentingan magis. Pesta/Makan-makan pada akhir ritual perlambang kemakmuran yang mereka harapkan datang ditahun baru. Kewajiban-kewajiban yang banyak harus dilakukan para peziarah adalah agar menimbulkan kondisi mental yang magis pada para peziarah.

Kabah

Patung-patung biasanya ditempatkan dalam lokasi khusus yang dibatasi oleh batu-batuan. Lokasi keramat ini adalah daerah suaka bagi semua makhluk hidup. Biasanya selalu ada sumur dilokasi tersebut. Tidak diketahui kapan pastinya Kabah dibangun pertama kali tapi pemilihan lokasinya pastilah karena adanya sumur zam-zam disana, sumur yang menyediakan air (yang di gurun dianggap sangat berharga) bagi para karavan yang lewat melalui Mekah menuju Yaman dan Siria.

Para peziarah memberi penghormatan dengan persembahan dan kurban. Di dalam Kabah ada sumur kering dimana persembahan dan kurban itu ditempatkan. Para peziarah yang datang untuk menyembah patung-patung itu sering mencukur rambut mereka didalam lokasi keramat tersebut. Kita lihat ritual mirip seperti ini juga ada dalam bentuk lainnya ketika Muslim melakukan ibadah haji.

Menurut para penulis muslim, Kabah pertama kali dibangun di surga (ngayal aja mereka.. –Adm), dimana sampai sekarang modelnya masih ada disana, dua ribu tahun sebelum penciptaan jagat raya. Adam mendirikan Kabah di bumi tapi hancur oleh Air Bah. Abraham diperintahkan untuk membangunnya kembali; Abraham dibantu oleh Ismail. Ketika mencari batu untuk dipakai sebagai batu penjuru, Ismail bertemu malaikat Jibril yang lalu memberinya Batu Hitam, ketika itu Batu Hitam ini masih berwarna putih seperti susu; belakangan menjadi hitam karena dosa orang-orang yang menyentuhnya. Kisah ini tentu saja merupakan contekan dari legenda dalam tradisi Yahudi mengenai surga dunianya Yerusalem.

Sementara Muir dan Torrey yakin bahwa asal muasal Kabah Abraham ini merupakan kepercayaan yang telah lama ada di sana sebelum Muhammad, Snouck Hurgronje dan Aloys Sprenger sepakat bahwa dihubungkannya Abraham dengan Kabah adalah karangan Muhammad sendiri, dan ini berfungsi sebagai alat untuk melepaskan Islam dari Yudaisme. Kesimpulan Sprenger lebih keras lagi: “Dengan kebohongan ini, Muhammad memberi Islam semua yang diperlukan dan yang membedakan agama dari filosofi: secara nasional, ritual, ingatan sejarah, misteri, kepastian masuk surga, sambil sekaligus menipu hati nuraninya dan para pengikutnya.” [23]

Artikel Disadur dari buku: “Why I Am Not A Muslim” karangan Ibnu Warraq

Catatan Kaki

[5] Dikutip oleh Jeffery, Arthur. The Foreign Vocabulary of the Koran. Baroda, 1938.Hal.1

[6] Dikutip oleh Dashti, hal.94

[7] Dikutip oleh Dashti, hal.1

[8] Dikutip oleh “Animistic Elements in Moslem Prayer” in Muslim World, vol.8.Hal.150

[9] Zwemer, S. “Animistic Elements in Moslem Prayer” in Muslim World, vol.8, Hal.148 [10] Ibid. hal.150

[11] Ibid., hal.157

[12] Noldeke, T. “Arabs (Ancient).” dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics, hal 659-72 dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics vol.1, hal.659

[13] Noldeke, T. “Arabs (Ancient).” dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics, hal 659-72 dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics vol.1, hal.665

[14] Margoliouth, D.S. “Ideas and Ideals of Modern Islam”. London, 1905. Dalam “Muslim World” vol.20, hal.241

[15] Muir, Sir W. The Life of Muhammad. Edinburgh, 1923. hal.xci.

[16] Zwemer, S. The Influence of Animism on Islam. London, 1920. hal. 158

[17] Noldeke, T. “Arabs (Ancient).” dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics, vol1, hal 660

[18] Zwemer, S. The Influence of Animism on Islam. London, 1920, hal.159 [19] Ibid. hal.160

[20] Ibid., hal.159

[21] Ibid., hal.161

[22] Artikel Juynboll ‘Pilgrimage’ dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics, vol1.

[23] Dikutip oleh Bousquet dalam prakata untuk Hurgronje, Snouck, C. “La Legende qoranique d’Abraham et la politique religieuse du prophete Mohammad.” Dalam Revue Africaine, vol.95 (1951). 273-88, terjemahan Bousquet.

 


27 comments Add a Comment
EQ
Reply| 20 Sep 2013 01:58:19
------------------------------------------------------------------------
kata "mungkin" melambangkan kedangkalan pengetahuan..

Mengelilingi altar sembah adalah ritual yang biasa dipraktekkan masyarakat lokal sana. Peziarah ketika berkeliling juga mencium dan membelai patung-patung mereka. Sir William Muir berpikir bahwa mengelilingi Kabah tujuh kali “mungkin menandakan perputaran benda langit.” [15] Sementara Zwemer menyimpulkan tujuh putaran itu (tiga kali lari, empat kali jalan) adalah “meniru planet luar dan dalam.” [16]

Kadang motif pelemparan batu ini untuk mengusir roh jahat; kadang untuk mengusir setan, kadang untuk mendatangkan kebaikan. Tapi jika kita telusuri kembali ke asalnya ke dalam benak orang-orang primitif, kita temukan bahwa semuanya sama-sama punya prinsip untuk menjauhkan kejahatan…. mungkin menjelaskan ritual pelemparan batu. Ide orisinilnya mungkin adalah membersihkan diri dengan mentransfer kekotoran (dosa) pada batu-batu yang mereka lemparkan itu.[21]

Dewi Al-Lat juga kadang disebut dewi matahari. Dewa Dharrih mungkin adalah dewa matahari terbit. Ritual-ritual Muslim yang berlari antara Arafah dan Muzdalifah, Muzdalifah dan Mina, harus dilakukan setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit. Ini perubahan sengaja yang dikenalkan oleh Muhammad untuk menutupi hubungan ritual ini dengan ritual matahari kaum berhala, kepentingan tentang ini akan kita telaah nanti. Penyembahan bulan juga ditunjukkan dengan nama-nama seperti Hilal(ini mah untuk menentukan tanggal bukan ritual hadeuh), Qamaz, dan lain-lain
-------------------------------------------------------------------------
kata "indikasi" kedangakalan berfikir karena kecurigaan

Kita tahu dari seringnya nama-nama dewa dipakai bahwa matahari (Shams) juga disembah. Shams adalah dewi dari beberapa suku yang dihormati dan dibuatkan altar serta patungnya tersendiri. Snouck Hurgronje [18] melihat indikasi ada ritual ‘matahari’ dalam ritual ‘wuquf’ Muslim (lihat halaman sebelumnya).
--------------------------------------------------------------------------
kata "menurut" merupakan lambang pemifikiran pribadi, orang gila juga bisa menulis "menurut" mereka !

Menurut Juynboll(menurut ya..???), ibadah Haji aslinya punya ciri magis:

Tujuannya jaman dulu adalah untuk mendapatkan tahun baik yang banyak hujan dan matahari, kemakmuran dan suburnya ternak serta ladang. Api yang menyala besar di Afatah dan Muzdalifah maksudnya untuk mengundang matahari agar bersinar ditahun yang baru. Air disiramkan ke tanah perlambang melawan kekeringan. Melempar batu ditempat-tempat tertentu di Mina, yang merupakan ritual primitif kaum berhala, aslinya perlambang melemparkan segala
dosa-dosa tahun lalu dan semacam jimat untuk melawan kesialan dan hukuman.[22]

Menurut para penulis muslim(ini yang mana ya??), Kabah pertama kali dibangun di surga (ngayal aja mereka.. –Adm), dimana sampai sekarang modelnya masih ada disana, dua ribu tahun sebelum penciptaan jagat raya. Adam mendirikan Kabah di bumi tapi hancur oleh Air Bah. Abraham diperintahkan untuk membangunnya kembali; Abraham dibantu oleh Ismail. Ketika mencari batu untuk dipakai sebagai batu penjuru, Ismail bertemu malaikat Jibril yang lalu memberinya Batu Hitam, ketika itu Batu Hitam ini masih berwarna putih seperti susu; belakangan menjadi hitam karena dosa orang-orang yang menyentuhnya. Kisah ini tentu saja merupakan contekan dari legenda dalam tradisi Yahudi mengenai surga dunianya Yerusalem.

Sementara Muir dan Torrey(menurut mereka juga) yakin bahwa asal muasal Kabah Abraham ini merupakan kepercayaan yang telah lama ada di sana sebelum Muhammad, Snouck Hurgronje dan Aloys Sprenger(menurut mereka juga) sepakat bahwa dihubungkannya Abraham dengan Kabah adalah karangan Muhammad sendiri, dan ini berfungsi sebagai alat untuk melepaskan Islam dari Yudaisme. Kesimpulan Sprenger(menurut lagi) lebih keras lagi: “Dengan kebohongan ini, Muhammad memberi Islam semua yang diperlukan dan yang membedakan agama dari filosofi: secara nasional, ritual, ingatan sejarah, misteri, kepastian masuk surga, sambil sekaligus menipu hati nuraninya dan para pengikutnya.” [23]

Frazer(ini juga menurut lagi) dalam karyanya The Golden Bough punya penjelasan lain mengenai upacara lempar batu:

Kadang motif pelemparan batu ini untuk mengusir roh jahat; kadang untuk mengusir setan, kadang untuk mendatangkan kebaikan. Tapi jika kita telusuri kembali ke asalnya ke dalam benak orang-orang primitif, kita temukan bahwa semuanya sama-sama punya prinsip untuk menjauhkan kejahatan…. mungkin menjelaskan ritual pelemparan batu. Ide orisinilnya mungkin adalah membersihkan diri dengan mentransfer kekotoran (dosa) pada batu-batu yang mereka lemparkan itu.[21]

Houtsma [19](ini juga menurut lagi) menyimpulkan pelemparan batu di Mina aslinya ditujukan pada iblis matahari. Kesimpulan ini masuk akal jika melihat fakta ritual ibadah haji kaum berhala aslinya bertepatan dengan waktu dimulainya musim semi. Iblis matahari diusir, dan kuasanya berakhir dengan berakhirnya musim panas, yang lalu diikuti dengan penyembahan di Muzdalifah, dimana disini Dewa Petir memberikan kesuburan.

-- anda belajarnya kapan kalau kebanyakan "menurut"
-------------------------------------------------------------------------
Hubal juga disembah di Mekah, dan patungnya berupa mata warna merah dipasang didalam Kabah di atas sumur kering dimana para peziarah mengucapkan sumpah atau memenuhi nazarnya(nabi Muhammad SAW sudah melarang nazar cuma orang islam yang kurang "ngeh" islam aja yang masih mengunakan nazar)... Sangat mungkin patung Hubal ini pernah berbentuk manusia. Posisi Hubal yang ditempatkan di sebelah Batu Hitam menyiratkan bahwa ada hubungan antara keduanya. Wellhausen berpikir(ini juga "berfikir" menandakan pemikiran pribadi) Hubal aslinya adalah nama Batu Hitam karena nama itu lebih tua dari pada patungnya sendiri. Wellhausen juga menunjukkan tuhan dipanggil sebagai ‘Raja Penghuni Kabah’, dan ‘Raja Mekah’ dalam Quran. Muhammad menentang persembahan di Kabah yang ditujukan pada al-Lat, Manat dan al-Uzza, yang oleh kaum berhala Arab disebut sebagai anak-anak perempuan Auwloh, tapi Muhammad tidak menyerang pengkultusan Hubal. Dari sini Wellhausen menyimpulkan Hubal adalah Auwloh itu sendiri, Raja/tuhan/dewa orang Mekah. Ketika orang Mekah mengalahkan sang Nabi dekat Medina, pemimpinnya berteriak, “Hooray untuk Hubal.”(sejak kapan orang arab ngomong "horay")

Allah (Sang Dewa Bulan) Bersama Ke-3 Puteri Allah (Al Lat-Uzza dan Manat)(ini lagi sudah sudah disingkirkan jauh-jauh semasa nabi muhammad SAW)

note:patung hubal sudah gak ada sudah di singkirkan sejak zaman nabi Muhammad SAW... :D
--------------------------------------------------------------------------
sarah
Reply| 02 Aug 2013 04:14:28
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (6) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [1] dan penglihatan mereka ditutup [2]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (7) Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian" [3], padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (8) Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (9) Dalam hati mereka ada penyakit [4], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (10) Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [5], mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (11)
Ahlak
Reply| 16 Jun 2013 23:01:53
BUREN, BUREN,

TOLONG TAMPILKAN REFERENSI SHAHIH TENTANG APA YANG ANDA DONGENGKAN:
"Dalam Ibadah haji mengelilingi Kabah salah satu syarat sah dalam prosesi ibadah haji, hal ini merupakan perintah dalam Alquran seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim beserta putranya Ismael"

JANGAN MAU MENIPU ATAU KENA TIPU ISLAMIK!
DI DUNIA INI, Selain Taurat Musa tak ada referensi lain tentang 'PERJALANAN ABRAHAM" yang tidak dirujukkan kepada Taurat-Pentateukh yang menihilkan kehadiran Ibrahim ke Mekah!...
Dongeng-dongeng semisal yang dikisahkan muslim, semuanya hanya muncul di ERA MUHAMMAD, ABAD KE-7 !
memed
Reply| 16 Jun 2013 18:53:58
Coba dijawab pertanyaan saya,,, apakah Muhammad itu nabi? Dan siapa mengangkatnya menjadi Rasul? cox tidak ada satu kitab sucipun yang berbicara tentang Nabi Muhamad beda dengan nabi-nabi yang terdahulu mulai dari Adam Sampe Nabi Isa As,,
maya
Reply| 17 Apr 2013 12:45:16
emank manusia aneh-aneh banget ya, nulis info kok setengah-setengah
yellowshinfirefly
Reply| 17 Apr 2013 12:43:08
kalau membalas tipu daya itu sebagai kelemahan, bagaimana dengan Tuhan kalian ? kenapa menciptakan manusia yang tidak mampu diatur olehNya ? bagaimana bisa sang pencipta dibunuh ciptaannya sendiri ?
yudhi kuswara
Reply| 15 Apr 2013 13:35:55
hahaha.. Keliatan sekali yang posting gak berilmu. Atau dangkal ilmunya.. Belajar lagi yah.. Gak level kalo dibantah juga.

<em>(Kalau memang anda berilmu, silahkan bantah posting di blog ini, bila tidak silahkan diam dan baca saja daripada berkomentar yang memperlihatkan isi kepala anda. Admin)</em>
buren
Reply| 06 Dec 2012 13:09:35
Sejarah membutikan bahwa nabi Ismael putra nabi Ibrahim lahir di mekkah dan berketurunan di Mekkah pula, setelah nabi Ismael wafat dalam proses waktu yang panjang penduduk Mekkah terjadi demoralisasi dan paganisasi atau dalam Islam sering disebut masa Jahiliah atau masa biadab. Setelah Islam datang hal ini semua diluruskan dan disempurnakan. Dalam Ibadah haji mengelilingi Kabah salah satu syarat sah dalam prosesi ibadah haji, hal ini merupakan perintah dalam Alquran seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim beserta putranya Ismael. Soal Paganisasi di Mekah, Kejawenisasi di jawa itu merupakan hal lain. Hal ini juga pernah dialami oleh Umat nabi Musa pernah terjadi Paganisasi ketika Nabi Musa meninggalkan umatnya bertapa baru/cuma 40 hari umatnya langsung menyembah Pagan Sapi Emas. Dan yang lebih parah lagi sungguh menyesakkan dada dan memalukan hal ini terjadi pada Umat Kristen Ketika Nabi Isa/Yesus tiada. Pada Konsili +- tahun350 Masehi, para Paulus beserta dewan gereja memutuskan bahwa Nabi Isa/Yesus anak Allah putra Bapa di surga, penyembahan Isa/yesus terjadi sampai detik ini, ini benar-benar paganisasi gila bodoh dan menyesatkan melebihi Jahiliah Pagan Arab. Nabi Isa/Yesus jelas-jelas membuktikan bahwa dia lahir dari kemaluan wanita sebagai putranya Maria, ketika besar berambut gondrong ketika dikejar-kejar dan disilet-silet sama Yahudi minta tolong ke bapa di surga kemudian ketika wafat disembah-sembah Yesus-Yesus Tuhanku-Tuhanku... ini benar-benar Pagan Gila, lebih Gila dari Pagan dan Jahiliah Arab.
Andrea Steven
Reply| 02 Dec 2012 16:44:56
islam scout@ maaf! Saya mau tahu! Sejarawan yang anda bilang modern itu siapa namanya? dari mana negaranya? Supaya tidak kelihatan tendensius! jadi penilaian di sini supaya mendapat hasil yang obyektif. Terma kasih!
Omben
Reply| 17 Nov 2012 14:17:43
Muhammad menganggap angka 7 sebagai angka keramat, makanya dikatakannya surga terdiri dari 7 level, jemaah haji juga diperintahkan mengelilingi Ka'bah 7 kali....!!!!
islam scout
Reply| 02 Nov 2012 21:51:29
Ikan dan Salib
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa simbol pertama dari agama Kristen adalah ikan. Pada sacramental cups, seals, and lamps Roh Kudus disimbolisasikan dengan seekor
burung merpati dan Kristus oleh seekor ikan (barangkali karena pada waktu itu, ikan adalah satu dari elemen-elemen dari hidangan suci) atau oleh seorang penggembala yang
memikul seekor domba di bahunya (lihat Lukas 15:3-7). Salib itu tidak diadopsi hingga jauh setelah kepergian Yesus. Satu dari alasan-alasan utama untuk ini adalah fakta bahwa ia yang mati disalib adalah dianggap dikutuk oleh Tuhan (Galatia 3:13). Sejarawan modern mengetahui fakta bahwa salib telah ada dan dipakai jauh sebelum kedatangan Yesus.
Salib dipuja di India sebagai simbol Dewa Agni, yang dijuluki “Cahaya Dunia”. Salib ditempatkan di tangan Dewa Siva, Brahma, Vishnu, Krishna, Tvashtri, dan Jama. Salib juga
dikenal oleh penganut agama Buddha dari zaman kuno dan para pengikut Lama dari Timbet.
Orang-orang Mesir juga mengadopsi salib sebagai simbol agama pagan mereka. Tak terhitung banyaknya bahwa orang-orang Mesir menggambar lukisan mereka sendiri
sambil memegang salib di tangan mereka. Juru Selamat orang-orang Mesir, Horus, dilukiskan sedang memegang sebuah salib di tangannya. Horus “Kristus” ini juga dilukiskan
sebagai anak kecil (an infant) yang duduk di lutut ibunya dengan sebuah salib. Salib dalam tradisi agama pagan Mesir dikenal sebagai Crux Ansata, yang kemudian diadopsi oleh
bapak-bapak Gereja Kristen. Horus “Kristus”, juru selamat Mesir dan Dewa kematian dan alam bawah dunia, kadang-kadang direpresentasikan sedang memegang salibnya, jika dihubungkan dengan konsep kematian. Salib juga dikenal di Irlandia. Salib juga dikenal pula oleh orang-orang Persia sebagai objek sesembahan untuk Dewa Matahari “Mithra” yang memikul sebuah salib. Orang-orang Yunani dan Romawi juga mengadopsi salib sebagai simbol agama mereka selama berabad-abad jauh sebelum kelahiran Yesus. Ada satu inkripsi kuno di Tessaly disertai oleh sebuah salib Calvary. Banyak salib-salib lainnya juga dapat ditemukan untuk memperindah kuburan Raja Midas di Phrygia.
une...DO
Reply| 19 Oct 2012 21:02:22
ini dari QS, i i bohong atau kebenaran

tipu daya, dan ALLAH MEMBALAS TIPU daya mereka itu. Dan ALLAH sebaik-baik ??????????? ???????? ?????? ???????? ?????? ????????????? (Qs Al-i ‘Imran 3:54) Orang-orang kafir itu membuat PEMBALAS TIPU daya. (copy paste)
une...DO
Reply| 19 Oct 2012 20:40:58
bung rian,

anda sepakat , kalau saya katakan, SEMUA manusia yang punya agama, melakukan pelanggaran atas perintah, dan hukum tuhannya. dan pelanggaran itulah yang mengakibatkan dosa.

ada yang melakukannya pelanggaran dengan sengaja, ada yang tidak sengaja, ada yang melakukannya sesaat ada yang melakukan terus menurus.

Kalau manusia itu bertobat, dia melakukan penebusan/penghapusn dosaNya itu menurut cara yang di tentukan tuhannya melalui hamba / nabinya.

yang menjadi masaalah adalah, SOP penghapusan dosa vers tuhan itu, sama tidak dengan yang diajaroleh kan hamba/ nabi yang dipercayai manusia itu,

Allah itu sempurna, 0.000000001% saja ketinggalan dosa manusia dihadapan tuhannya tetap dosa. &gt;&gt; upahnya MAUT.

saya belum pernah dengar / baca para hamba tuhan / nabi rapat duduk bersama dengan tuhannya untuk menyamakan / menyetujui, dan sepakat SOP, penghapusan / pengampunan dosa itu itu.

kalau nabi yang ngomong dan janji emangnya dia yang punya sorga ?!. paham kan.
une...DO
Reply| 19 Oct 2012 19:11:02
bung rian,
saya penganut kristen turunan ke 4. saya tidak pernah diajar oleh Kakek, bapa saya untuk menyembah patung. karena demikian tertulis untuk ditaati di kitab suci saya.

mau tau ayatnya.

Keluaran 20: 4-5
4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Kalau ada orang kristen melakukan pelanggaran seperti itu, dosa namanya &gt;&gt; maut upahnya.

Kalau gambar manusia Gondrong berjenggot itu sih karya seni, kalau anda ke Afrika bentuknya orang negro, bukan gondrong tapi kribo.

Mau tau nubuatan wajah Yesus itu. ni ayatnya.


Yesaya 53: 2-3.
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia TIDAK TAMPAN dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia TIDAK MASUK HITUNGAN.

Jadi foto-foto itu, hanya karya seni saja. wajah Yesus hanya Nabi Yesaya yang pernah menubuatkan di Alkitab PL.

Tidak tampan dan tidak masuk hitungan.
une...DO
Reply| 19 Oct 2012 18:56:42
bung rian.

saya tidak setuju bangat allah muslim sama dengan allah kafir versi al quran, ni ayatnya.

109. Al Kaafiruun
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (copy paste)
JurTul
Reply| 19 Oct 2012 17:42:26
bung rian.
1. Cara Orang non muslim menyembah AllahNya, adalah dalam : Roh dan Kebenaran ayatnya ada di atas, TIDAK Perlu harus menghadap ke satu arah, dan pake Jongkok dan nungging-nungging.

2. Salib, patung, dan lukisan laki-laki gondrong (itu karya seni davinci asalnya) , semua itu TIDAK pernah disembah, HANYA diadain. Yaaa.

Mau Tau Nubuat Wajah Yesus.

Yesaya 53:2. (PL) (+/- 700 thn sebelum Yesus Lahir)
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia TIDAK TAMPAN dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan RUPAPUN TIDAK , sehingga kita menginginkannya.
JurTul
Reply| 19 Oct 2012 17:42:26
bung rian.
1. Cara Orang non muslim menyembah AllahNya, adalah dalam : Roh dan Kebenaran ayatnya ada di atas, TIDAK perlu harus menghadap ke satu arah, dan pake Jongkok dan nungging-nungging.

2. Salib, patung, dan lukisan laki-laki gondrong (itu karya seni davinci asalnya) , semua itu TIDAK pernah disembah, HANYA diadain. Yaaa.

Mau Tau Nubuat Wajah Yesus.

Yesaya 53:2. (PL) (+/- 700 thn sebelum Yesus Lahir)
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia TIDAK TAMPAN dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan RUPAPUN TIDAK , sehingga kita menginginkannya.
JurTul
Reply| 19 Oct 2012 17:27:45
JurTul = Juru Tulis nimbrung.

Bung Rian. Saya sebagai umat NON Muslim, sangat TIDAK setuju tulisan anda yang mengatakan, Allah non Muslim sama dengan yang disembah Muslim. ni Ayatnya.

109. Al Kaafiruun
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah

Saya cuma Ingatin.

Kalau Allah rang NON muslim ini ayatnya.
Yohanes 4:24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

yang beritain Yohanes (yahya ?), Murid Yesus.

Kalau Allah Muslim (maaf kalau salah)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: ???????????????????????? ?????????????? ????????? Dengan nama ALLAH yang maha PENGASIH dan penyayang.

??????????? ???????? ?????? ???????? ?????? ????????????? (Qs Al-i ‘Imran 3:54) Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan ALLAH MEMBALAS TIPU daya mereka itu. Dan ALLAH sebaik-baik PEMBALAS TIPU daya. (copy paste)

Suka main tipu-tipuan sama Yudas Iskariot.

Jadi bung Rian jangan ngarang.
ryan
Reply| 30 Sep 2012 22:04:17
orang kristen penyembah berhala.salib.patung.dan lukisan laki laki gondrong dan berjanggut seperti teroris.

ini fakta.referensinya lihat digereja gerja pasti ada berhala berhala tsb.

agama pagan modern
GUNTUR
Reply| 23 Sep 2012 21:30:39
@melki

Dimana bohongnya?
Kasih tau dong
Intinya :
1. Islam menyembah dewa bulan
2. Kabbah bekas kuil Hindu
3. Ritual haji kelanjutan dari ritual kaum Quraish yang bergama hindu

Jangan cuma bilang bohong doang, nenek-nenek juga bisa
Fetching more Comments...
↑ Back to Top