Salah Satu Adegan Dalam Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – Membatalkan Adopsi Karena Hasrat Menikahi Menantu

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; ……  Dia tidak menjadikan isteri-isterimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). …..  Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan….. (Qur’an Surah 33:4,5)

 

Oleh: Ibnu Waraq (Mantan Muslim, Penulis Buku: Why I Am Not A Moslem)

 

Zainab Affair (Skandal Sang Nabi Dengan Menantu)

Satu hari sang nabi mengunjungi anak angkatnya Zaid. Zaid adalah salah seorang mualaf awal – mualaf ketiga tepatnya – dan dia sangat setia pada ayah angkatnya ini, hingga Muhammad sangat memperhatikan Zaid dan menilainya lebih tinggi dari yang lain. Zaid sudah menikah dengan Zaynab bint Jahsh, keponakan sang Nabi sendiri. Dan tambahan lagi – ini sangat penting dalam kisah ini – Zainab sangatlah cantik mempesona.

Hari itu, Zaid sedang tidak ada di rumah, tapi Zainab yang sedang memakai pakaian sembarangan (sexy) dan menampakkan keindahan tubuhnya membukakan pintu bagi sang nabi, dan memintanya masuk. Ketika Zainab membereskan pakaiannya, Muhammad tersentak oleh kecantikan dan keindahan tubuhnya “Allah yang mulia! Allah di surga! Betapa kau membalikkan hati para lelaki!” teriak sang Nabi. Dia menolak untuk masuk dan malah pergi sambil kebingungan. Tapi, Zainab telah mendengar perkataannya dan lalu menceritakannya pada Zaid ketika dia pulang. Zaid langsung pergi menemui sang Nabi dan dengan patuh menawarkan untuk menceraikan istrinya demi sang nabi. Muhammad menolak, sambil menambahkan “Pertahankan istrimu dan takutlah pada Auwloh.” Zainab sekarang seperti terpengaruh dengan ide menikahi sang nabi, dan Zaid, melihat bahwa Muhammad masih birahi (horny) pada istrinya, menceraikan juga Zainab. Tapi rasa takut pada opini masyarakat membuat Muhammad ragu: lagipula, anak angkat saat itu dianggap sama dengan anak kandung; jadi, pernikahan demikian akan berarti incestbagi orang Arab saat itu. Seperti biasa, sebuah wahyu turun baginya tepat waktu, mengijinkannya untuk “membuang segala keberatannya bersama dengan angin.” Ketika Muhammad duduk disamping istrinya Aisha, mendadak dia terpelanting kerasukan. Ketika sadar dia bilang, “Siapa yang mau pergi dan memberi selamat pada Zainab dan bilang bahwa Allah telah menyatukan dia denganku dalam perkawinan?” Dengan  itu  kita mendapatkan surah 33.4-5, 33.36-40:

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; ……  Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). …..  Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Auwloh, Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan….. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Auwloh akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi…. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki- laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi- nabi.

 

Reaksi yang seketika dan paling alami mengenai kejadian ini pastilah datang dari istri muda Muhammad itu sendiri, Aisha, yang mengatakan keheranannya akan keanehan kejadian ini, “Sungguh, Allahmu kelihatannya sangat gesit untuk memenuhi segala keinginanmu.”

Bagaimana para apologis Islam membela hal yang mustahil dibela ini? Watt dan yang lainnya mencoba berkata bahwa perkawinan ini dilakukan untuk alasan politis; tidak ada yang tidak patut secara seksual mengenai tingkah laku Muhammad ini.  Mereka menunjuk pada fakta bahwa Zainab waktu itu sudah berumur 35 tahun dan dengan demikian tidaklah mungkin sedemikian membangkitkan birahi. Tapi ini omong kosong belaka. Sumber-sumber Muslim sendiri menuliskannya secara seksual: Kecantikan Zainab, keadaan pakaiannya yang berantakan, keindahan tubuhnya yang tersingkap karena angin meniup pakaiannya, komentar Muhammad dan kebingungannya ketika pergi. Sudah jelas pula dari reaksi pengikut Muhammad yang terdiam mendengar wahyu ini, tapi yang membuat kaget mereka bukanlah birahi sang Muhammad. “Yang membuat mereka kaget dan merasa aneh adalah aturan itu (yang ada dalam wahyu tersebut) begitu penuh perhitungan sehingga selain memuaskan keinginan dan birahi si Muhammad tapi juga sekaligus menutup peluang akan konflik tabu dan sosial.” Lanjut Rodinson.

Pemikiran dari apologis Muslim paling terpelajar Muhammad Hamidullah mengenai seruan Muhammad ketika melihat kecantikan Zainab adalah: melulu menimbulkan keheranannya, Zaid pastilah tidak bisa mengurus perempuan secantik ini sambil menjalankan tugas- tugasnya, ini tidak masuk akal karena menjadi bertentangan dengan arti sebenarnya seruan tersebut. Bahkan ayat-ayat Quran sekalipun, meski singkat menyatakan bahwa sang nabi juga sebenarnya ingin melakukan apa yang wahyu itu tidak perintahkan untuk dilakukan sampai saatnya tiba, dan bahwa rasa takut pada opini masyarakat sajalah yang mencegah dia untuk melakukannya. Teori dari Hamidullah hanya menunjukkan sekali lagi kepelikan yang berlebihan yang bisa muncul dari hasrat untuk membuktikan teori-teori yang sebenarnya telah dinyatakan dengan jelas dalam dogma itu sendiri.[23]

 

[23] Rodinson, Maxime. Muhammad. New  York,  1980., hal.207-208 [24] Muir,  Sir W. The Life of Muhammad. Edinburgh, 1923, hal  414


47 comments Add a Comment
rahasia
Reply| 20 Dec 2013 17:48:08
buat yang ngeributin dan membela nabi-2nya, Tuhan "Yang Maha Kuasa" tidak butuh nabi dan tidak butuh agama ciptaanya dibela oleh mahluk yang lebih/sangat lemah (manusia, domba, onta), Tuhan "Yang Maha Pengasih" tidak menghancurkan umat tertentu (iblis saja dibiarkan hidup), jadi kenapa kita harus ribut membela sejarah yang tidak jelas, tidakkah cukup bagi kita pecaya kepada Sang Pencipta tanpa embel2 aturan2 atas nama agama dan lebih memilih menyebarkan sifat "Yang Maha Pengasih" (cinta yang kekal) seperti bumi dengan hujan-nya yang membagikan air, seperti matahari yang membagikan panas tanpa memandang jenis golongan ataupun tingkat kejahatan suatu mahluk hidup.
Karena agama apabila sudah dicampur dengan kepentingan(politik) maka putih jadi hitam dan begitu pula sebaliknya
KlaimMuslim
Reply| 26 Jan 2013 14:40:54
Film yg satu ini bukan hanya berdasarkan fiction, melainkan fakta2 sejarah Muhammad sendiri. Bukankah diberikan referensinya berupa SIRAT RASULULLAH by Ibn Ishaq?
Kenapa tidak anda check sendiri?

Misalnya kenabian Muhammad hanyalah dibuktikan oleh PAHA KHADIJAH, dan bukan oleh Wahyu Allah!
Tak ada ayat yg berkata: MUHAMAD, KAU ADALAH UTUSANKU"
KlaimMuslim
Reply| 26 Jan 2013 12:17:05
@ PEDULI, ANDA KONYOL yg berkata "(QS An-Nisa 4 :3)

"Kata itu ditujukan kepada pengikut nabi Muhammad. Jadi batasan jumlah 4 istri itu berlaku bagi pengikut nabi bukan termasuk nabi. Mengapa?. Karena nabi adalah orang teradil sepanjang sejarah hidup manusia..."

NABI MU SECARA TERBUKA TIDAK ADIL MEMPERLAKUKAN PARA ISTRINYA.
AISYAH adalah istri favoritnya, sehingga dicemburui yg lain.
Dan yg paling dijauhi Muhammad, adalah justru istri KEDUA, shg hampir diceraikannya. Tapi berakhir dg tak jadi cerai karena permohonan khusus dari istri tsb dg imbalan: HARI GILIRANNYA (utk sex Nabi) DIBERIKAN KPD AISYAH!

Carilah nama sang istri tsb. dan mari kita berdebat. Tapi Bacalah seluruh sejarah nabimu dari sumber yg paling tua. Dan engkau akan ter-kaget2.
rusniarti
Reply| 25 Jan 2013 16:15:11
itulah orang2 yang tidak memahami alquran merasa sudah pinter dengan mengandalkan logika dan hawa nafsunya padahal ia sedang berada dalam kebodohan dan kesesatan yang nyata lebih banyak belajar dan intrispeksi diri lagi bung biar pinter ya
peduli
Reply| 13 Dec 2012 17:21:19
norma2 bangsa arab jahiliah jaman dulu tdk sesuai dg Ajaran Islam.

jk anda ingin mengatakan versi anda bahwa org2 Islam menganut jahiliah arab melalui versi anda stau oknum di agama anda itu jg terserah anda.

norma2 bangsa lain itu urusan bangsa lain, bangsa2 lain tdk perlu memaksakan normanya ke org Islam.
peduli
Reply| 13 Dec 2012 16:42:17
Dari cara penyampaiannya dan penyajiannya aja ketahuan bohongnya org2 kristen dlm menonton film itu terlalu berharap dan memaksakan diri ingin film itu benar2 terjadi.

logika:seandainya perilaku nabi seperti cerita film itu tentunya Islam akan lenyap bukan?

faktanya kenyataanya org2 kristen beserta tentara romawi yg menguasai timur tengah kalah telak dari pasukan nabi Muhammad, terbukti sampai ke komplek nazaret Yarussalem dikuasai Islam, kl kalian benar kenapa Yesus kagak nolong kalian kemana Dia kok ng keluar kok bs kalah sama pasukan Nabi Muhammad kemana yesus ngumpet?
peduli
Reply| 13 Dec 2012 13:53:20
itu kan cerita di blok kalian dan pastur cs, buktinya blok ini kalian yg buat kalian yg mengembang cerita, kl kamu sejati knapa ngk kamu bahas aja agama kamu diblok kamu knp harus Islam yg kamu bahas?

Gimana komentar anda jk ada yg membuat film cerita Paulus lg ngesek kemaluan ke biarawati, atau dibuat cerita tentang Pastur lg ngesek sm biarawati di gereja tua dan membunuh bayi malang dan mengubur di bawah gereja tua.

Sdr yg mengaku Ali sina, siapakah yg membuat blok ini?

kl anda mau menyiarkan pencerahan tentang agama anda knp
bukan pelajaran agama kristen yg anda gelar ?

knap mesti agama Islam yg anda Gelar?

apa maksud anda?

bukankah ini pelecehan?

kl mau menyebarkan agama Kristen kenapa harus licik model begini?

knp anda tdk menggelar dialog/debat seperti di amerika?

Apakah krn anda gagal mengganti keimanan org Islam dg
motif bantuan2 ke org2 miskin lalu anda coba cari model baru seperti ini?

Apakah kalian tdk malu menunjukkan karakter licik syiar agama kristen demikian?

siapakah sponsor ali sina?

Adakah keterlibatan PGI atau anggotanya?
peduli
Reply| 13 Dec 2012 13:30:05
''Hari itu, Zaid sedang tidak ada di rumah, tapi Zainab yang sedang memakai pakaian sembarangan (sexy) dan menampakkan keindahan tubuhnya membukakan pintu bagi sang nabi, dan memintanya masuk. Ketika Zainab membereskan pakaiannya, Muhammad tersentak oleh kecantikan dan keindahan tubuhnya “Allah yang mulia! Allah di surga! Betapa kau membalikkan hati para lelaki!” teriak sang Nabi. Dia menolak untuk masuk dan malah pergi sambil kebingungan'''

dari sepenggal cerita di atas terlalu dongeng untuk ditanggapi seperti cerita titanic dan hary potter.

kami punya versi sendiri tentang poligami yg hrs kami contoh.
peduli
Reply| 13 Dec 2012 13:10:50
Sebuah film bs dibuat dibumbui sedemikan rupa agar menarik tergantung dari niat/maksud si pembuat itu sendiri bahkan film yg tdk ada ceritanyapun bs dibuat lbh dg cerita2 yg menarik. Begitu jg cerita2 poligami nabi opininya bs dibentuk tergantung niat dari penulisnya kemana arahnya. Islam sdh punya versi tersendiri dlm sejarah poligami.
peduli
Reply| 13 Dec 2012 12:59:35
POLIGAMI ALA NABI
John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad saw. adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).
Dalam sejarah hidup nabi Muhammad, nabi baru melakukan poligami setelah istri pertama beliau yaitu Khadijah wafat. Selama Khadijah hidup nabi selalu setia menemaninya. Kematian Khadijah merupakan pukulan berat bagi perjuangan dakwah nabi. Setelah kematian Khadijah barulah nabi Muhammad melakukan poligami dengan berbagai alasan dari politik sampai ekonomi yang intinya melakukan perlindungan bagi sang istri juga kerabatnya.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa jumlah istri yang dipoligami nabi lebih dari 4 (total sekitar 11)?. Padahal dalam surat An-Nisa 4 :3 dikatakan maksimal 4.Untuk meluruskan persepsi ini alangkah baiknya jika kita melihat lagi ayat An-Nisa 4 : tersebut dibawah ini:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS An-Nisa 4 :3).

Jika kita perhatikan dengan teliti ayat diatas sebenarnya sudah jelas sekali penjelasannya. Jika anda membaca, maka anda akan menemukan kata “Jika kamu takut tidak akan berlaku adil”. Nah, kepada siapakah kata-kata itu ditujukan?. Kata itu ditujukan kepada pengikut nabi Muhammad. Jadi batasan jumlah 4 istri itu berlaku bagi pengikut nabi bukan termasuk nabi. Mengapa?. Karena nabi adalah orang teradil sepanjang sejarah hidup manusia.. Itulah mengapa Allah mengangkat Nabi saat usia 40 tahun. Dan itulah mengapa banyak para nabi Allah seperti Daud, Ibrahim dll, berpoligami dan ada yang lebih dari 4. Itu karena mereka benar-benar orang yang adil. Poligami Nabi Muhammad memiliki pengertian sbb:

1. soal menikahi janda…banyak manusia gak mau karena alasan ini itu, dan nabi udah mengajari ribuan tahun lalu agar tidak ada keberatan bagi kita untuk menikahi janda
2. Nabi menikahi istri pertama (Khadijah) yang usianya hampir 2 kali usia nabi,…supaya tak ada keberatan bagi kita untuk menikahi wanita yang lebih tua.
3.Nabi menikahi Aisyah yang masih muda,…agar para gadis tak ada keberatan jika dilamar oleh duda (pemuda) yang sudah berumur!.
4.Nabi menikahi bekas budak..biar tak ada keberatan bagi kita untuk menikahi hamba sahaya
5. dll

Semuanya adalah istri2 nabi yang dinikahi dalam nuansa poligami. Dan perlu dipraktekkan oleh nabi sebagai teladan dan biar tidak dibilang teori saja. Jadi jika nabi berpoligami untuk alasan seks, 11 aja tidak cukup,…ada ribuan wanita bahkan ratusan ribu yang mengantri disana jika nabi mau, bukankah nabi itu raja yg punya kekuasaan luas?


Jaman sekarang memang ada pergeseran paradigma poligami agaknya, yaitu jika nabi berpoligami dengan beberapa wanita dengan status yang beda agar tak ada keberatan bagi pengikutnya untuk menikahi mereka (mencontohi), maka pengikutnya memandang poligami untuk untuk membantu menghidupi beberapa wanita yang kurang beruntung (kalo mampu dan dengan cara menikah tidak apa2) dan ini lah poligami yang dianjurkan buat pengikutnya, dan celakanya lagi ada yang berpoligami karena banyak uang dan tergiur sama kecantikan wanita, meski selama dilakukan dengan pernikahan tidak dilarang. cuma poligami itu berat, buktinya istri2 nabi tetep cemburu sebagai manusia. Tentu nabi sadar beratnya poligami, dan tentu nabi melakukan itu dengan praktek karena nabi adalah teladan.

Kalo nabi mengatakan kepada pengikutnya untuk menikahi janda tua atau bekas hamba sahaya tetapi tanpa praktek dari nabi sendiri, bisa saja para pengikutnya mengecap nabi cuma banyak bicara.

Nabi-nabi di (Perjanjian Lama atau Alkitab Injil) juga melakukan poligami dengan alasan yang mungkin berbeda-beda. Antara lain :

Nabi Yakub berpoligami dengan empat istri yaitu Lea, Rahel, Bilha, dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Nah dari poligami nabi yacob tsb menghasilkan 12 keturunan bangsa yahudi/Israel.

Nabi Ibrahim menikahi dua istri yakni Sara (Kejadian 11:29-31) dan Hagar (Kejadian 16), serta memiliki seorang gundik (Kejadian Kentura, Kejadian 12:1). Nabi Musa juga memiliki dua istri, salah satunya bernama Zipora (Keluaran 18:2 dan Bilangan 12:1). Bahkan, Simson menikah beberapa kali (Hakim-hakim 14:10, 16:1-4).

Nabi Sulaiman alias Salomo menikah dengan 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja 11:1-3), yang diikuti anak kandungnya, Rehabeam dengan memoligami 18 istri dan 60 gundik (2 Tawarikh 11:21).

Nabi Daud menikahi banyak perempuan (I Samuel 25:43-44, 27:3, 30:5, II Samuel 3:1-5). Di antaranya adalah Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba (II Samuel 16:22).

KESIMPULAN :
Pada dasarnya poligami yang dilakukan para nabi, terutama nabi Muhammad adalah contoh buat 1 atau 4 contoh. Ada banyak alasan yang harus dipraktekkan nabi dalam poligami. Dan pengikutnya boleh melakukan jika ada alasan-alasan yang dipraktekkan nabi. Jadi jika pengikutnya cuma menemukan 1 alasan, maka mana bisa mengambil 4 alasan yang mana 3 lainnya cuma diada-adakan . Maksudnya jika pengikutnya cuma menemukan 1 alasan untuk menikah dengan 1 wanita, maka mana bisa menambah 3 wanita tanpa alasan yang dicontohkan nabi. Ya misalnya mentang-mentang kaya lalu poligami.

Pada dasarnya lelaki dan wanita memang berkecenderungan untuk menikah. Nah terkadang banyak dari kita tidak menemukan alasan yang sebenarnya mengapa kita harus menikah. Terkadang alasannya , misalnya :

- takut terjerumus perzinaan
- mencari harta warisan
- alasan cinta
- alasan kesepian
- alasan mencari gadis cantik
- dan alasan tidak berkualitas lainnya

Nah umumnya manusia sekarang akan memilih 1 alasan dulu yang menguntungkan, lalu kalau bisa akan memilih alasan lainnya yang juga menguntungkan untuk menambah 1 lagi istri tanpa mempedulikan letak nilai ibadahnya. Kalo menikah untuk tujuan ibadah maka alasannya harus membuat diri kita menikah untuk lebih dekat kepada Allah. Nah bagaimana cara kita membuat pernikahan sebagai sarana ibadah?. Tidak sekedar sarana penyalur nafsu dan alasan tak berkualitas lainnya?. Ini yang harus kita lakukan.
1. Bagi para nabi boleh menikahi wanita lebih dari 4
2. Bagi pengikut nabi yang bisa berlaku adil boleh menikahi wanita maksimal 4
3. Bagi pengikut nabi yang takut tidak bisa berlaku adil maka cukup menikahi 1 wanita saja.
sulaiman
Reply| 17 Nov 2012 23:09:48
kalau sebuah kepercayaan membuat seseorang lebih jahat dari yang sbelumnya, lebih baik orang itu tidak mempercayai keperyaan itu.
sulaiman
Reply| 17 Nov 2012 23:05:27
jangan membiasakan diri mengkafirkan orang, apalagi mengutuk hal itu tidak baik
sulaiman
Reply| 17 Nov 2012 22:57:37
siapa yang munafik dan siapa yang kafir
Reply| 17 Nov 2012 22:48:38
jangan emosi dulu telaah artikel ini dengan baik, baru beri komentar yang sewajarnya
jojo the moslem
Reply| 12 Nov 2012 03:30:48
Semoga ALLAH SWT mengampuni kalian para munafiqien dan kafir...
Ari
Reply| 07 Nov 2012 14:00:59
Betul, mari kita berdamai...Selama masih ada ajaran yang menganjurkan teroris, mamaksakan jilbab melalui perda, bawa-bawa parang, membunuh, merusak ibadah, KEDAMAIAN TIDAK AKAN PERNAH ADA!!!!
rusly12
Reply| 29 Oct 2012 02:46:41
Berdamailah wahai manusia,
karena permusuhan dan pertengkaran adalah sumber dari malapetaka
yusef
Reply| 13 Oct 2012 17:57:22
Percaya, Dia bisa bikin manusia dari tanah, bisa bikin manusia dari pejuh, dan
bisa jadi manusia karena firman
Kun faya kun...lahir dari PERAWAN MARIA
GUNTUR
Reply| 13 Oct 2012 01:13:23
@versace
Setuju , memang gk ada orang benar, yang ada yaitu orang yang dibenarkan
Kalo anda ingin ke sorga, anda harus dibenarkan (bebas dari dosa).
Siapakah yang bisa membenarkan anda kalo bukan Allah sendiri.
Apakah anda percaya Yesus itu Allah yang menjadi manusia?
versace
Reply| 12 Oct 2012 12:02:40
di muka bumi ini tiada yang benar satu orang pun tidak
Fetching more Comments...
↑ Back to Top