Tuhan Orang Kristen dan Muslim: Apanya yang Tidak Sama?

Saat kita menelusuri tema keselamatan dari PL dan PB, Anda juga telah dikejutkan karena mengetahui beberapa Muslim mengakui bahwa nama Yesus dipilih oleh TUHAN secara bijaksana – dan namaNya mempunyai arti ‘YAHWEH adalah keselamatan’. Dan bukan hanya itu, makna nama tersebut tercermin dalam kepribadian Kristus dan pencapaianNya!

Roland Clarke

Satu generasi yang lalu, banyak masyarakat di negara Barat (termasuk juga orang-orang Kristen) berasumsi bahwa pengikut kepercayaan lain juga menyembah Tuhan yang disembah orang Kristen. Asumsi ini muncul karena melihat banyaknya agama yang ada di muka bumi. Namun, zaman sekarang, orang-orang Kristen justru mendengar pernyataan ini langsung dari mulut tetangga atau teman sekerja Muslim mereka – yang baru saja bermigrasi ke negara Barat dalam jumlah besar dan sekarang merupakan kelompok non-Kristen terbesar. Sudah bukan hal yang aneh lagi bila mendengar seorang teman Muslim yang ramah berkata kepada tetangga Kristennya, “Anda tidak terlalu berbeda dari kami…kami menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Anda.” Di era yang didominasi oleh pluralisme religius dan toleransi terhadap kebudayaan bangsa lain, orang-orang Kristen semakin dibingungkan oleh pertanyaan, Apakah Muslim menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan orang Kristen?

Jika seseorang hanya berfokus pada kesamaan tertentu, mungkin akan mudah untuk menyetujuinya, terutama jika Anda menganggap bahwa Muslim percaya – sebagaimana orang Kristen – pada Tuhan yang Esa, Sang pencipta alam semesta. Bukan itu saja. “Tuhan”, dalam Alkitab berbahasa Arab diterjemahkan sebagai “Allah” – kata yang sama yang digunakan oleh Muslim. Jadi pertanyaan mengenai apakah orang Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama akan terus dikumandangkan, dan semakin sering terdengar, seiring dengan pertambahan masyarakat Muslim, bukan saja di negara-negara Barat, tapi di seluruh dunia.

Ijinkan saya untuk mengklarifikasi bahwa tujuan kami bukan untuk memperdebatkan antara penggunaan kata Tuhan atau Allah, seakan-akan kita harus menggunakan terjemahan baru bagi Alkitab berbahasa Arab. Tujuan kami hanyalah ingin mendiskusikan kualitas karakter inti dari TUHAN. Sebab sekalipun ‘Ke-Esa-an’ merupakan atribut utama dari Tuhan, tetapi bukankah ada karakter kunci lain yang membedakan karakter TUHAN dari dewa-dewa yang lain – ciri-ciri yang membuktikan bahwa DIA lebih besar? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kami bahas.

Sekarang, setelah kita memahami pertanyaan tersebut dengan jelas, pembaca tentunya ingin tahu, “Bagaimana saya, sebagai seorang Kristen, menanggapi tetangga saya?” Haruskah saya langsung mengungkapkan aspek-aspek Islam yang salah? Haruskah saya memulai dengan menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua iman kepercayaan? Sebagai contoh, Qur’an – dengan tegas – menolak Tuhan sebagai Bapa. Muslim dengan tegas menolak Tuhan Yesus sebagai Anak Allah dan mereka dengan tegas pula tidak mengakui kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya – yang merupakan makna inti dari Injil.

Bisa jadi kita akan memancing pertengkaran jika kita memulai pembicaraan dengan topik-topik seperti itu. Sebagai alternatif lain adalah dengan memulai pembicaraan tentang kepercayaan umum, seperti ke-Esa-an TUHAN. Ini akan menjadi pendekatan yang lebih bijaksana. Bukan saja topik ini konsisten dengan contoh mengenai kasih yang kita lihat dalam kehidupan Yesus (terutama dengan orang-orang biasa), topik ini juga sejalan dengan pengajaran para rasul. (Yohanes 4; 1 Korintus 9:19-22; 1 Petrus 3:15-16; 2 Timotius 2:22-26)

Jika tujuan kita adalah bicara tentang kebenaran dengan kasih – sebagaimana diinstruksikan Alkitab – sudah semestinyalah kita menggunakan pendekatan yang lembut. Kita dapat dengan ramah menanggapi komentar teman Muslim kita menyangkut Muslim dan orang Kristen menyembah Tuhan yang sama. Boleh dikatakan kita membebaskan mereka dari segala prasangka. Dapat dipastikan bahwa teman kita akan menemukan – lewat pembahasan yang lebih mendalam – bahwa bukti-bukti akan menunjuk ke arah jawaban yang berbeda.

Kita dapat berkata, “Saya percaya kepada TUHAN yang Esa, sebagaimana tertulis dalam perintah yang pertama, ‘Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu’ ” (Keluaran 20:3). Dengan mengambil pendekatan ini kita dapat menenangkan teman Muslim kita karena kepercayaan ini adalah landasan bagi imannya. Bahkan, sebagian besar Muslim menyadari bahwa perintah ini adalah perintah pertama (dari 10 perintah) yang Allah nyatakan lewat nabi Musa.

Adalah penting untuk tidak hanya memberitahu teman kita versi pendek dari perintah ini. Kita harus bacakan keseluruhan pernyataan seperti yang tercatat dalam Keluaran 20:2-3, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.” Cerita dalam kitab Keluaran, sebagaimana yang diceritakan dalam Quran – dalam sejumlah hal bersesuaian dengan cerita Alkitab – walaupun versi Islam telah menghilangkan cerita tentang tulah ke-10 dan anak domba Paskah. Pada kenyataannya, Muslim tahu benar akan garis besar cerita penyelamatan ini, termasuk klimaks penyelamatan saat Tuhan membelah Laut Merah. Oleh karenanya, Muslim cenderung setuju dengan perintah pertama yang tertulis di Keluaran 20:2-3.

Kelihatannya – di permukaan – umat Islam mengenal Allah yang menggunakan kuasa penyelamatan yang dahsyat demi umat Israel yang tak berdaya menghadapi tentara Mesir yang luar biasa jumlahnya! Sayangnya, bagi sebagian besar Muslim, aksi penyelamatan yang sangat mengagumkan ini tidak mereka hargai. Benar, mereka setuju bahwa Allah ‘berkuasa untuk menyelamatkan’, tetapi mereka mengabaikan arti sesungguhnya karena mereka tidak memasuk-kan nama Juruselamat ke dalam daftar 99 nama Allah mereka yang terkemuka (tidak disebutkan juga dengan istilah lain yang artinya mendekati, seperti Sang Penebus atau Sang Pembebas).

Sebaliknya, Alkitab berulang-ulang menekankan kuasa penyelamatan Tuhan, untuk menunjukkan bagaimana kuasa tersebut berfungsi sebagai standar kriteria yang membedakan TUHAN yang sesungguhnya dengan dewa-dewa yang lain. Hal ini jelas terlihat dari laporan Musa kepada Yitro, mertuanya, seorang pendeta Midian. Inilah yang dilaporkan Musa kepadanya,

 

segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel. Dia juga menceritakan tentang semua kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan umatNya dari segala kesulitan. Yitro bersukacita ketika ia mendengar tentang semua kebaikan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel saat Ia menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. Yitro berkata, “Terpujilah TUHAN, yang  telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun…Sekarang aku tahu bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah.” (Keluaran 18:8-11, penekanan oleh penerjemah)

 

Apa tanggapan Muslim saat mereka mendengar cerita yang luar biasa ini? Mereka percaya bahwa Tuhannya Musa lebih besar dari tuhan yang lain. Logikanya cukup sederhana dan langsung. Tetapi kita tidak boleh menganggap bahwa satu cerita ini saja sudah cukup. Kebenaran bahwa TUHAN ‘berkuasa untuk menyelamatkan’ perlu dipertegas dengan membacakan kisah-kisah para nabi lainnya.

Salah satu contoh yang bagus adalah nabi Hosea yang datang ratusan tahun setelah Musa. Orang-orang Israel sangat pelupa sehingga para nabi harus selalu mengingatkan mereka agar hanya menyembah TUHAN saja. Kita membaca di Hosea 13:4, “Tetapi aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir, engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.” (huruf tebal ditambahkan untuk penekanan)

Sebagian besar Muslim setuju bahwa Hosea 13:4 menggemakan perintah (hukum) yang pertama, tetapi bagian akhir yang menyatakan “tidak ada juruselamat selain dari Aku” terdengar asing di telinga mereka. Ada beberapa Muslim yang tidak mengakui sebutan ini valid bagi zaman sekarang, dan sebagian lagi menolak keras penggunaan sebutan juruselamat tersebut. Seorang Kristen yang paham akan hal ini akan bersikap toleran dan sabar. Karena dia memahami hikmat untuk berangsur-angsur “menyingkap firman-firman-Mu [sehingga memberi penerangan dan] pengertian pada orang-orang sederhana.” (Mazmur 119:130, lihat juga 2 Timotius 2:24-26)

Ruang tidak mengijinkan kita untuk menjelaskan mengapa Muslim memberikan respon berbeda terhadap sebutan ilahi Sang Juruselamat (bahkan menunjukkan sikap yang menentang). Namun demikian, menarik sekali karena reaksi ini mengingatkan kita akan pertanyaan yang memicu pembahasan ini: “Apakah Muslim dan Kristiani menyembah Tuhan yang sama?”

Tentu saja ada beberapa Muslim yang mengantisipasi kemana arah topik ini dan akan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan memutuskan lebih dulu jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun, marilah kita berasumsi bahwa ini menunjukkan bahwa teman Muslim yang kita ajak bicara ini masih terus memberikan lampu hijau pada kita. Dialog diteruskan dalam suasana kedua pihak menunjukkan sikap saling menghormati dan bersedia menerima pengajaran.

Yunus adalah seorang nabi yang dikenal umat Islam sebagai orang yang diselamatkan Tuhan dari pengalaman mendekati kematian. Seiring dengan berjalannya cerita, para nelayan menjadi orang-orang pertama yang selamat dari ancaman tenggelam. Anda ingat bagaimana mereka berdoa mati-matian pada berhala-berhala mereka sementara badai mengamuk di sekeliling mereka. Tetapi berhala mereka tidak mampu menyelamatkan mereka. Namun, akhirnya mereka melakukan instruksi Yunus dan laut yang mengamuk tiba-tiba reda. Nyawa mereka diselamatkan, “mereka terpesona oleh kuasa TUHAN yang besar dan mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN dan bernazar akan melayani Dia.” (Yunus 1:16)

Yunus nyaris tidak selamat dari amukan badai, dan kemudian dia mengalami kejadian yang sangat dekat dengan kematian – ditelan oleh seekor monster laut raksasa. Namun, secara ajaib ia diselamatkan oleh Tuhan. Dari dalam perut ikan tersebut, Yunus berdoa, “Namun Engkau, Ya TUHAN Allahku, menarikku dari liang kubur! … Mereka yang menyembah berhala kesia-siaan meninggalkan Dia yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku akan mempersembahkan korban bagiMu dengan pujian-pujian … Karena keselamatanku berasal dari TUHAN.” (Yunus 2:6-9)

Ada sebuah kisah yang tidak pernah diceritakan dalam Quran tetapi merupakan bacaan yang menarik bagi Muslim – kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka melawan perintah raja, yakni perintah untuk menyembah berhala. Setiap Muslim pasti setuju bahwa ini merupakan tindakan yang berani dan mulia. Mereka menghadapi ancaman hukuman dari raja Nebukadnezar karena melawan perintahnya. Hukuman mati berupa dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka bersedia mati daripada harus menyangkali TUHAN – suatu tindakan yang sangat mengagumkan dan heroik (teristimewa dalam pandangan Muslim). TUHAN menyelamatkan mereka secara ajaib sehingga membuat kagum Nebukadnezar, dan ia memerintahkan semua orang dalam kerajaannya, “Aku mengeluarkan perintah,’bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal… Tidak ada allah lain yang dapat menyelamatkan seperti ini.” (Daniel 3:29)

Kesemua kisah ini memperlihatkan bahwa TUHAN ‘berkuasa untuk menyelamatkan’. Bukan hanya itu, di dalam tiap kisah, para penyembah berhala dihadapkan pada TUHAN yang sesungguhnya, TUHAN yang patut disembah. Masing-masing cerita memperkuat apa yang kita pelajari dari Yitro – bahwa kuasa penyelamatan TUHAN mencirikan Dia sebagai TUHAN yang benar-benar unik (dan lebih besar) dibandingkan dewa-dewa berhala lainnya. Sembari membahas kisah-kisah ini dengan teman-teman kita, kita harus banyak berdoa agar Roh TUHAN membangkitkan rasa lapar yang mendalam di dalam diri mereka agar mereka tertarik untuk membaca Alkitab.

Sekarang marilah kita refleksikan sekali lagi cerita Keluaran. Namun, kali ini kita akan memberikan perhatian khusus pada implikasinya terhadap seluruh dunia. Perhatikan bagaimana TUHAN berkata pada Firaun, “akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi” (Keluaran 9:16). Firaun tetap mengeraskan hatinya sementara serangkaian konfrontasi terjadi antara dirinya dan Musa. Firaun tetap mengeraskan hatinya dan tulah yang menyerang semakin parah. Akhirnya TUHAN menyerang Firaun dan rakyatnya dengan tulah yang lebih buruk dari segala bencana yang pernah dialami bangsa Mesir atau yang akan mereka alami di masa yang akan datang! (Keluaran 11:6) Gelombang bencana tersebut demikian besarnya hingga bergema ke seluruh dunia dan dampaknya masih dirasakan sampai hari ini. Epik cerita Keluaran telah menggema selama berabad-abad, apalagi setelah dipopulerkan 60 tahun yang lalu melalui film block buster: “The Ten Commandments”.

Lama setelah sebagian besar film telah dilupakan, film ini masih terus terjual; bahkan, beberapa tahun yang lalu film ini telah diformat dalam bentuk digital. Dan, tentu saja, saat ini kisah Keluaran bahkan makin terkenal luas sejak Steven Spielberg memproduksi film animasinya, “The Prince of Egypt”. Seperti The Ten Commandments, film ini beredar di seluruh dunia, bahkan telah di-dubbing ke dalam 17 bahasa! Pikirkanlah, dan Anda akan menyadari bahwa kisah epik ini tidak hanya menarik bagi umat Islam tetapi juga pemeluk kepercayaan lain, seperti Sikh, Jain, New Agers dan bahkan Hindu! Terbentang kemungkinan yang tak terbatas untuk membagikan kisah Keluaran ini dengan pemeluk agama-agama yang lain.

Penting artinya bahwa film ini telah membantu menyebarkan kemasyhuran Tuhan Israel – TUHAN yang telah memberikan 10 perintah melalui Musa. Walaupun banyak Muslim setuju bahwa TUHAN memperoleh kemasyhuran di seluruh dunia dan kehormatan dengan menaklukkan Firaun dan dewa berhalanya, sebagian mungkin lebih memilih untuk mengatakan bahwa titel Juruselamat memiliki relevansi khusus hanya bagi orang Yahudi saja. Bukankah yang diselamatkan itu adalah bangsa Israel, jadi sudah sepatutnya mereka menghormati Dia sebagai Juruselamat. Apakah bangsa-bangsa lain mau mengakui Dia sebagai Juruselamat atau tidak, itu adalah urusan lain.

Jika saja Muslim bersedia membaca kisah para nabi, mereka akan menyadari bahwa TUHAN dengan jelas memerintahkan seluruh dunia untuk menghormati DIA justru dengan menggunakan titel khusus ini. Sebagaimana tertulis, “Tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Biarlah seluruh bumi berpaling kepadaKu untuk diselamatkan! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah; … dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa.” (Yesaya 45:21-23)

 

Bagaimana Tuhan Juruselamat (bangsa Yahudi) Membawa Keselamatan Bagi Seluruh Dunia?

Kita telah melihat bagaimana para nabi di PL (Perjanjian Lama) memuji Tuhan yang telah menyelesaikan usaha pembebasan yang besar. Tetapi ada hal lain yang disorot para nabi, yang hampir identik dengan kuasa penyelamatan, yaitu keselamatan. Para nabi menubuatkan bahwa utusan TUHAN akan datang – yaitu Sang Mesias. TUHAN menjelaskan misi Sang Mesias dengan mengatakan, “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yesaya 49:6)

Tujuh ratus tahun kemudian kita kini membaca dalam Injil bagaimana nubuat nabi Yesaya dipenuhi saat Yesus Kristus (Al Masihu Isa) dilahirkan. Perhatikan bagaimana cerita kelahiran Kristus ini – di Alkitab dan di Quran – memberitakan tentang nama khusus yang dinyatakan lewat malaikat (Surah 3:45; Matius 1:21). Kepercayaan umum ini cocok untuk didiskusikan dalam suasana bersahabat di antara Muslim dan umat Kristiani. Lebih jauh lagi, jika kita renungkan tanda ajaib Allah ini (lihat Surah 30:21; 21:91), diskusi kita bisa jadi semakin menarik, seakan “dibumbui dengan garam” (Kolose 4:6). Harapan kita adalah bahwa teman Muslim kita akan termotivasi untuk mencari tahu secara khusus bagaimana Sang Mesias membawa keselamatan.

Bicara soal pemberian nama anak, menarik sekali melihat bagaimana Muslim cenderung memilih nama yang mengandung makna bagi anak-anak mereka. Jika kita terapkan hal ini terhadap cara TUHAN memilih nama bagi Mesias yang baru lahir, kita akan menemukan wawasan yang luar biasa. Saya sudah bertanya kepada banyak Muslim, “Menurut kamu, apakah TUHAN memilih nama Yesus/Isa secara acak seperti memilih undian lucky draw atau DIA dengan terencana memilih nama tersebut secara bijaksana?” Menurut Anda, bagaimana jawaban mereka? Mereka secara konsisten akan mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin sekedar memilih nama “hoki”. DIA dengan sengaja memilih nama tersebut sesuai dengan apa yang DIA ketahui tentang masa depan. Seperti yang dikatakan salah satu penulis Muslim, nama mencerminkan kepribadian seseorang atau pencapaiannya. Sebagai orang Kristen, tidak ada yang lebih kita setujui lagi daripada ini, apalagi berkenaan dengan nama ‘Yesus’!

Sebagian orang Kristen heran mendapati bahwa teman-teman Muslim kita setuju pada hal ini – yaitu, Allah memilih nama yang cocok. Lantas, kemana pembahasan ini akan membawa kita? Apa potongan teka-teki selanjutnya?

Apakah Anda ingat akan nubuat Yesaya yang kita baca barusan? (Yesaya 49:6) Pemilihan nama yang strategis terencana ini memberikan petunjuk bagi mereka yang bersedia “merenungkan” tanda Allah ini. (cf. Surah 30:21) Nama Yesus, yang artinya ‘Tuhan adalah keselamatan’ dengan pas merangkum isi Yesaya 49:6.

Anda tentu ingat bagaimana PL (Perjanjian Lama) melukiskan kuasa penyelamatan TUHAN yang menyelamatkan orang-orang dalam keadaan bahaya. Dengan cara yang sama, dalam PB (Perjanjian Baru) Mesias digambarkan turut campur tangan dan menyelamatkan orang-orang yang berada dalam situasi yang mengancam jiwa mereka. Menyelamatkan orang-orang dalam situasi terancam seperti ini menegaskan makna namaNya.

  1. Yesus menyembuhkan orang sakit, bukan hanya mereka yang sakit ringan saja, tetapi juga mereka yang sakit parah. (Matius 11:5; cf. Surah 5:113)
  2. Yesus menyelamatkan murid-muridNya dari ancaman badai yang mengamuk.
  3. Bahkan Yesus menyelamatkan orang yang telah melewati ambang kematian, masuk ke liang kubur. (Yohanes 11; Surah 5:113)
  4. Yesus menyelamatkan manusia dari dosa (Lukas 19:1-10). Seperti yang telah kita baca dari kisah-kisah PL, kita tahu bahwa TUHAN turut campur tangan dan menyelamatkan hamba-hambaNya yang berada dalam situasi berbahaya. Sebagian besar kisah-kisah tersebut berfokus pada penyelamatan fisik, tetapi pada tingkatan yang lebih mendalam, kisah-kisah ini menyiratkan bahwa TUHAN menyelamatkan manusia dengan mengampuni dosa mereka. Hal yang sama berlaku juga dalam PB. Yesus bukan hanya menyelamatkan manusia secara fisik, Dia justru menyelamatkan secara spirituil pula. Keduanya mengandung makna penting. TUHAN bekerja melalui Yesus untuk menyelamatkan manusia dari maut (pembebasan fisik) DAN dari dosa (pembebasan spirituil).

 

Barangkali Anda telah mendapati wawasan-wawasan ini membuka mata Anda. Anda telah belajar bagaimana Muslim mengakui TUHAN yang sesungguhnya mampu membuktikan diriNya lebih besar dari berhala-berhala yang tak berdaya, sehingga IA ‘berkuasa untuk menyelamatkan’ [Dengan perkataan lain, sifat Tuhan yang paling berkepentingan dan meyakinkan bagi manusia adalah “kuasa penyelamatannya” melebihi sifat-sifat allah selainnya]. Anda juga telah dibuat terkejut melihat Muslim – dalam dialognya dengan orang Kristen – bersedia mengakui nubuat tentang Mesias yang membawa keselamatan TUHAN hingga ke ujung bumi. (Kalaupun mereka tidak setuju, setidaknya mereka bisa merenungkannya!)

Saat kita menelusuri tema keselamatan dari PL dan PB, Anda juga telah dikejutkan karena mengetahui beberapa Muslim mengakui bahwa nama Yesus dipilih oleh TUHAN secara bijaksana – dan namaNya mempunyai arti ‘YAHWEH adalah keselamatan’. Dan bukan hanya itu, makna nama tersebut tercermin dalam kepribadian Kristus dan pencapaianNya!

Orang-orang Kristen mungkin akan bertanya pada diri sendiri, “Kenapa orang-orang Islam mengakui demikian banyak persamaan dalam kepercayaan kita, namun sangat sulit bagi mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat?” Kenyataannya adalah jelas bahwa mereka dapat merasakan dan menghubungkan benang merah tersebut. Tidak diperlukan seorang ilmuwan roket untuk mengetahui kemana arah pembahasan ini. Jika kita membaca Lukas 19:1-10 di mana Yesus menyelamatkan / mengampuni seorang pendosa seperti Zakheus, dia mungkin menghubungkan benang merah hingga ke akhir kehidupan Kristus – yaitu tindak-klimaks penebusanNya (penyelamatan) di kayu salib ketika mana DIA menghapus dosa dunia (Yohanes1:29). Ada tiga dari alasan paling umum kenapa Muslim sulit menerima Mesias sebagai Juruselamat adalah:

  1. Islam dengan tegas menyangkal bahwa Mesias mati di kayu salib.
  2. Muslim menyangkali keilahian Kristus (sebenarnya, ini adalah dosa yang tak terampuni dalam kekristenan).
  3. Menjadi seorang Kristen sama saja artinya dengan menjadi seorang yang murtad – sebuah kejahatan yang diancam dengan hukuman mati dalam Islam.

 

Apa arti semua ini sehubungan dengan pembahasan kita di atas, yakni dalam hal Tuhan Yang Mahakuasa itu ‘berkuasa untuk menyelamatkan’? Sebagai kesimpulannya, adalah pertanyaan yang merangkum pembahasan kita: “Apakah Tuhan Juruselamat bangsa Yahudi sama dengan Allah Islam?”

Pada titik ini dalam perjalanan dialog kita, kita mungkin akan mendapati beberapa Muslim justru meninggalkan kita. Menyedihkan buat kita disaat yang paling menentukan ini seseorang berpaling dari kasih TUHAN yang diberikan melalui satu Safi Mediator – kurban Anak Domba Elohim, Yesus Kristus.

Saya percaya bahwa Anda, para pembaca, akan menghargai bagaimana sulitnya menjelaskan tentang keselamatan hanya dengan beberapa halaman saja. Harapan saya, pembahasan singkat ini akan membantu orang-orang Kristen dan Islam agar dapat membahas kebenaran yang penting ini dengan cara yang penuh kasih dan saling menghormati. Mari kita ingat bagaimana Yesus berkata pada si perempuan Samaria, ‘Allah Bapa mencari orang-orang dari semua suku bangsa untuk menyembahNya dalam roh dan kebenaran.’ Para umat Kristiani, marilah kita berdoa agar Roh TUHAN membuka hati dari teman-teman Muslim kita agar mereka dapat mengerti arti keselamatan yang dari TUHAN. Biarlah kita senantiasa waspada terhadap kesempatan-kesempatan untuk melakukan koneksi, ngobrol selayaknya teman sejati (seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan kita dalam dialogNya dengan perempuan Samaria di Injil Yohanes pasal 4). Sebagai penutup, marilah kita lihat secara singkat iman monoteistik yang lain, yang dalam banyak hal, sama dengan Islam : agama Samaritanisme.

 

Apakah Tuhan Orang Samaria (Elohim) Sama Dengan Tuhan Orang Yahudi? (yang juga disebut Elohim)

Barangkali Anda dapat melihat kemiripan antara pertanyaan ini dengan pertanyaan yang kita tanyakan sebelumnya: “Apakah Tuhan dalam Quran (Allah) sama dengan Allah yang disembah oleh umat Kristiani Arab?” Jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut, pada awalnya, terlihat sepertinya adalah: “Ya”. Tapi mari kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri kita, “Bagaimana Yesus menjawab pertanyaan seperti ini?” Pembacaan yang cermat dari Yohanes 4 menunjukkan bahwa Yesus tidak menjawab secara langsung. Ia berkata terus terang kepada perempuan Samaria itu, “Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi … penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:21-23)

Yesus tidak secara langsung menjelaskan pada perempuan tersebut bahwa pengertiannya (perempuan Samaria) tentang Elohim – nama yang digunakan kedua bangsa bagi Tuhan Mahakuasa – adalah tidak benar. Dia melainkan berkata kepadanya, “Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal.” Apa yang dikatakan Yesus selanjutnya sangatlah penting. Ia menunjukkan kunci kekurangan pada agama perempuan itu – yaitu “keselamatan datang dari bangsa Yahudi!” Samaritanisme, seperti Islam, membanggakan diri sebagai monotheistik. Selama bertahun-tahun mereka menjauhkan diri dari sepupu Yahudi mereka, sehingga mereka semakin terputus dari (dan tidak menyadari) tema keselamatan seperti yang diajarkan para nabi. Tema ini hanya dapat dipahami bila seseorang membaca sendiri nubuat tentang Mesias. Nubuat-nubuat khusus ini tercatat dalam kitab suci yang dicap merusak dan tidak patut dibaca oleh pemimpin agama orang Samaria, yakni semua nubuatan yang ditulis setelah Pentateuch.

Istri saya menggunakan sebuah analogi untuk menjelaskan pertanyaan yang membingungkan tentang identitas sebenarnya dari Dia yang disebut Tuhan oleh para pengikut aliran monotheisme yang berbeda-beda. Apakah Dia Allah SWT atau Elohim? Anggaplah biografi Nelson Mandela ditulis oleh seorang penulis yang jujur dan objektif. Kemudian seorang penulis yang tidak jujur juga menulis sebuah biografi yang memberikan potret yang menyimpang mengenai Mandela. Sekalipun kedua biografi tersebut memang menggunakan nama yang benar (secara tampak luarnya), tetapi satu dari kedua biografi tersebut memang tidak menceritakan Mandela yang asli.

Analogi ini juga menjelaskan tentang tingkat kepalsuan atau pemalsuan yang lebih baik. Sebuah biografi palsu yang jelas-jelas berbeda dari apa yang diketahui semua orang mengenai Mandela, pasti tidak akan laku terjual. Biografi tersebut harus ditulis sedemikian rupa sehingga mendekati kebenaran agar terkesan masuk akal. Dalam kasus kejahatan pemalsuan uang, semakin mirip uang palsu tersebut dengan uang aslinya, semakin mudah seseorang tertipu. Di bagian awal, kita melihat bagaimana pertanyaan ini semakin sering diajukan: “Apakah orang Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama?”. Sekarang, saat kita menutup pem-bicaraan ini, saya percaya Anda kini menyadari betapa pentingnya pertanyaan ini.

Maka inilah kesimpulan dari rangkuman keseluruhan pembahasan kita: Tanda atribut TUHAN yang selalu dipakai dan yang paling menonjol, yang membedakan DIA sebagai TUHAN yang sesungguhnya, adalah DIA ‘berkuasa untuk menyelamatkan’. DIA adalah satu-satunya Juruselamat. Tepatnya kriteria inilah yang dipakai Yesus pada orang Samaria ketika Dia berkata, “Kamu, orang Samaria, menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi …” (Yohanes 4:22; huruf tebal ditambahkan untuk penekanan).

 


103 comments Add a Comment
islamquranhadist
Reply| 22 Feb 2014 19:39:07
islam scout on December 3, 2012 at 1:52 pm said:
Tuhannya Muhammad sama dengan Tuhannya Yesus(Isa al masih), sama-sama melarang (mengharamkan ) Babi
---------------------------------------------

Kamu sendiri setuju bahwa tuhan negeri Mekah beda dengan tuhan Israel kan?

anda semua mengatakan tuhan negeri ini (Makkah) lalu kenapa kalian juga nyembah tuhan Israel
di taurat di jelaskan Musa menyembah Tuhan Yisrael (Tuhan Israel)
---------------------------------------------

KAMU SUPER JENIUS, abis suri teladanmu kan cuma si cabul BUTA HURUF, kamu dah bisa baca tulis dan main internetan, dah hebat dan luar biasa dalam ISLAM !!!!!
shacidiva
Reply| 22 Feb 2014 18:44:29
Saya bersumber dari quran itu sendiri yang tak pernah mengatakan bahwa Muhamad sudah disunat berarti Muhamad tidak disunat. Muhamad nerima wahyu tanpa ada saksi jadi cuma katanya doang, yang berfirman malah si jibril yang ngajarin supaya kawin semaunya
shacidiva
Reply| 22 Feb 2014 18:38:05
Setan takut sama Yesus, tapi si jibril setan Islam malah menghasut umatnya untuk membunuh
maropan
Reply| 26 Nov 2013 20:35:33
@ sri dosomuko

Anda penganut kaharingan? Kejawen? Tidakkah anda bertanya-tanya kenapa banyak penganut keyakinan tersebut tidak mencantumkannya dalam KTP mereka? Malah ngakunya Islam...kenapa? Mereka percaya Tuhan yang esa juga bukan?

Seorang rasul Yesus pernah bilang, setanpun percaya kalau Tuhan itu esa. Dan para setan itu gemetar.

Percaya Tuhan itu esa bukan jaminan mendapatkan kehidupan kekal setelah kematian kita dari dunia yang fana ini.
Tenda peleton
Reply| 26 Nov 2013 07:47:48
Perdebetan ini sepertinya akan panjang, ga tau sampai kapan.
sri dosomuko
Reply| 17 Sep 2013 03:08:18
sudahlah,
gak usah pada ribut,
yahudi, kristen, islam asalnya kan dari segitiga yerusalem (timur tengah)...
klo mau debat dan cari yg benar pelajari sono di negeri asalnya...
kalaupun ajarannya benar, ya kita dalami dan jalani sesuai agama masing2... jk ajarannya salah, ya kalian pade di bohongi orang timur tengah secara berjamaah...
di negeri perantauan harusnya kalian rukun jangan buat ribut n onar, malu ah sama agama lokal (kaharingan, kejawen).

regard,
sri dosomuko
kasian
Reply| 17 May 2013 03:03:23
Kasihan kalian orang "beriman" pada berantem, malu sama orang atheist :D ngakak deh mereka
Jami
Reply| 06 Feb 2013 23:58:27
Bedannya sedikit antara tuhan kristen dan tuhannya islam, hanya tuhan kristen pakai nama sedangkan tuhan islam tanpa ditulis namanya.

Kristen: Tuhan Yesus Kristus
Islam : Tanpa nama dan tersamar dalam penulisannya.

Coba kita lihat ayat Alquran di surat AL A'RAAF : 207. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan ............. .

Kalau memang: "tidak ada Tuhan selain Allah?"
Jadi makna ayat terdebut (surat 7 : 206) dapat menimbulkan sebuah pertanyaan: Tuhan siapa lagi yang punya pasukan malaikiat? Dimana malaikat-malaikat dari Tuhanmu tersebut menyembah Allah juga.

Jadi siapa Tuhan siapa Allah?

Jangan binun! Baca aja: http://hubungantersembunyi.blogspot.com/
yosua
Reply| 06 Feb 2013 18:56:52
ternyata di dunia ini msh ada sebuah agama yg tdk di akui ditmpat lahirnya agama itu, konsep tuhannya sgt pagan krn agama tsb sgguh tdk waras bertuhankan menjelma/ brsiluman/hoax manusia mati 3hari.
Echa
Reply| 01 Jan 2013 18:23:57
Wahai umat muslim yang ada di blog ini,sebaiknya tdk usahlah kita ladeni org2 yg menghina Allah dan nabi Muhammad di blog ini karena kita hanya membuang wktu saja,akan lbh bjaksna bila kita prgunakan wktu kita untk hal2 yg lbh berguna, slain itu,brdebat sprti ini hny akan membuat hati kita panas,bgaimanapun mrka tdk akan mnrima apapun yg kita smpaikan karna hati mrka tlh d penuhi oleh setan2 penghuni neraka,untuk umat kristen sebaiknya anda kenali dulu islam dengan baik lalu silahkan berikan argumen anda dengan cara yang lebih sopan dan tidak menyakiti hati siapapun karena hal itulah yg biasanya diajarkan oleh guru di sklh, itupun kalau benar anda adalah orang yang berpendidikan....
hidry
Reply| 21 Dec 2012 20:53:11
@GUNTUR
anda menulis nama Allah aja belom benar
bagaimana mau tau tentang ISLAM
anymous
Reply| 18 Dec 2012 20:31:37
afwan, jangan sok tau. baru bisa baca al-qur'an saja bangga. Padahal maknax anda tidak tau. Setidakx kami tidak menyembah manusia tanpa pakaian. Anda iri sama Islam? "Iri tanda tak mampu"
peduli
Reply| 13 Dec 2012 12:46:25
NAMA TUHANNYA AJA DISELEWENGKAN SAMA PAULUS APALAGI YG LAIN2 GMN KITA MAU DEBAT..?

Nama "Yesus" atau "Jesus" adalah transliterasi dari aksara Yunani ?????? - IÊSOUS dalam bahasa Ibrani "Yosua" ( ?????? - YEHÕSYÛA') pada awalnya berasal dari kata "Hosea" (Bilangan 13:8, 16 : ???? - HOSYEA', Alkitab versi King James menyebutnya "Oshea"), Kemudian nama "Hosea" "Yosua" ( ?????? - YEHÕSYÛA') (Bilangan 13:16; 1 Tawarikh 7:27). Setelah Pembuangan ke Babel, menjadi dalam bentuk Yunani, ?????? - IÊSOUS.
buren
Reply| 12 Dec 2012 17:03:29
sdr guntur:
"Muhammad tidak menyembah apa yang kafir (Nasrani dan Jahudi) sembah. Lalu pertanyaannya siapa yang disembah Muhammad? "

jawaban:

Definisi qur’aniyyah dari kata ‘orang kafir’, bisa kita temukan di surat Al-Kahfi ayat 100 dan 101.

Q.S. 18:100, “dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir (Al-Kafiriin) dengan jelas.”

Q.S. 18:101, “yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari ‘zikri’ (diterjemahkan di terjemahan qur’an bahasa Indonesia dengan kata ‘memperhatikan’) terhadap tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.”

Dari definisi Qur’an di atas yang disebut ‘kafir’ bukanlah orang yang berbeda agama saja. Yang disebut kafir adalah mereka yang mata dan telinga qalbunya tidak berfungsi. Asal kata ‘kafir’ dan ‘kufur’ adalah ‘kafara’ yang artinya ‘tertutup’ (kata ini juga ada kesamaan pengertian dalam bahasa Inggris ‘cover’ artinya penutup). ‘Kafir’ adalah mereka masih yang tertutup dari Al-Haqq (kebenaran mutlak).

-Org2 nasrani yg beriman dan tdk menuhankan Isa/Trinitas tdk termasuk kafir
-org2 nasrani yg beriman mengakui Alquran Dan nabi Muhammad tdk termasuk kafir.

-org2 yg disebut kafir adalah org2 yg tertutup Qalbunya dari kebenaran ayat2 suci Alquran.
nana
Reply| 12 Dec 2012 12:07:54
Banyak hal tentang maksud dari "hati yang telah terkunci", saya kopikan link nya #salah satunya: (agak panjang, moga ga bosen bacanya ;) )


“ didalam diri manusia terdapat segumpal daging, yang apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluurh tubuhnya. Jika segumpal daging itu buruk maka buruk pula seluruh tubuhnya. “

Hati Yang Terkunci Mati
Firman Allah (s.w.t)
?????? ?????? ????? ?????????? ??????? ?????????? ??????? ????????????? ????????? ???????? ??????? ??????

“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.(Al-Baqarah: 7).

Mengenai firman-Nya, Khatam allahu ( ?????? ?????? ), As-Suddi mengatakan, artinya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengunci mati.

Masih berkaitan dengan ayat ini, Qatadah mengatakan, “Setan telah menguasai mereka karena mereka telah mentaatinya. Maka, Allah mengunci mati hati dan pendengaran serta pandangan mereka ditutup, sehingga mereka tidak dapat melihat petunjuk, tidak dapat mendengarkan, memahami, dan berpikir.”

Ibnu Juraij menceritakan, Mujahid mengatakan, Allah mengunci mati hati mereka. Dia berkata ath-thab’u artinya melekatnya dosa di hati, maka dosa-dosa itu senantiasa mengelilinginya dari segala arah sehingga berhasil menemui hati tersebut. Pertemuan dosa dengan hati tersebut merupakan kunci mati.

Lebih lanjut Ibnu Juraij mengatakan, kunci mati dilakukan terhadap hati dan pandangan mereka.

Ibnu Juraij juga menceritakan, Abdullah bin Katsir memberitahukan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Mujahid mengatakan, arraan (penghalangan) lebih ringan daripada ath-thob’u (penutupan dan pengecapan), dan ath-thob’u lebih ringan daripada al-iqfaal (penguncian).

Al-A’masy mengatakan, Mujahid memperlihatkan kepada kami melalui tangannya, lalu ia menuturkan, mereka mengetahui bahwa hati itu seperti ini, yaitu telapak tangan. Jika seseorang berbuat dosa, maka dosa itu menutupinya sambil membongkokkan jari kelingkingnya, ia (Mujahid) mengatakan, “seperti ini,” Jika ia berbuat dosa lagi, maka dosa itu menutupinya, Mujahid membongkokkan jarinya yang lain ke telapak tangannya. Demikian selanjutnya hingga seluruh jari-jarinya menutup telapak tangannya. Setelah itu Mujahid mengatakan, “Hati mereka itu terkunci mati.” Mujahid mengatakan, mereka memandang bahwa hal itu adalahar-raiin (kotoran, dosa).

Hal yang sama juga diriwayatkan Ibnu jarir, dari Abu Kuraib, dari Waki’, dari Al-A’masy, dari Mujahid.

Al-Qurthubi mengatakan, umat ini telah sepakat bahwa Allah SWT telah menyifati diri-Nya dengan menutup dan mengunci mati hati orang-orang kafir sebagai balasan atas kekufuran mereka itu, sebagaimana yang difirmankan-Nya, “Sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya.” (An-Nisaa’: 155).

Al-Qurthubi juga menyebutkan hadis Hudzaifah yang terdapat di dalam kitab As-Shahih, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Fitnah-fitnah itu menimpa pada hati bagaikan tikar dianyam sehelai demi sehelai. Hati mana yang menyerapnya, maka digoreskan titik hitam padanya. Dan hati mana yang menolaknya, maka digoreskan padanya titik putih. Sehingga, hati manusia itu terbagi pada dua macam: hati yang putih seperti air jernih, dan ia tidak akan dicelakai oleh fitnah selama masih ada langit dan bumi. Dan yang satu lagi berwarna hitam kelam, seperti tempat minum yang terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak pula mengingkari kemungkaran.”

Ibnu Jarir mengatakan, yang sahih menurutku dalam hal ini adalah apa yang bisa dijadikan perbandingan, yaitu hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah r.a., ia menceritakan,

Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya seorang mukmin, jika ia mengerjakan suatu perbuatan dosa, maka akan timbul noda hitam dalam hatinya. Jika ia bertaubat, menarik diri dari dosa itu, dan mencari redha Allah, maka hatinya menjadi jernih. Jika dosanya bertambah, maka bertambah pula nodanya sehingga memenuhi hatinya. Itulah yang disebut ar-ran (penutup), yang disebut oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya, ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang telah mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Hadis di atas diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Nasa’i dari Qutaibah, Al-Laits bin Sa’ad. Serta Ibnu Ibnu Majah, dari Hisyam bin Ammar, dari Hatim bin Ismail dan Al-Walid bin Muslim. Ketiganya dari Muhammad bin Ajlan. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini bersetatus hasan sahih.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, Rasulullah saw. memberitahukan dalam sabdanya bahwa dosa itu jika sudah bertumpuk-tumpuk di hati, maka ia akan menutupnya, dan jika sudah menutupnya, maka didatangkan padanya kunci mati dari sisi Allah Ta’ala, sehingga tidak ada lagi jalan bagi iman untuk menuju ke dalamnya, dan tidak ada jalan keluar bagi kekufuran untuk lepas darinya. Itulah kunci mati yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya, “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka.”

Perbandingan kunci mati terhadap apa yang masih dapat dijangkau oleh kasad mata, tidak dapat dibuka dan diambil isinya kecuali dengan memecahkan dan membongkar kunci mati itu dari barang itu. Demikian halnya dengan iman, ia tidak akan sampai ke dalam hati orang (oleh Allah SWT) telah terkunci mati hati dan pendengarannya, kecuali dengan membongkar dan melepas kunci mati tersebut dari hatinya.

As-Suddi dalam tafsirnya, dari Ibnu Mas’ud, dari beberapa orang sahabat Rasulullah saw. mengenai firman-Nya, “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka,” ia mengatakan, ‘Sehingga dengan demikian itu mereka (orang-orang kafir) tidak dapat berpikir dan mendengar. Dan dijadikan penutup pada pandangan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”

Setelah menyifati orang-orang mukmin pada empat ayat pertama surah Al-Baqarah, lalu memberitahukan keadaan orang-orang kafir dengan kedua ayat di atas, kemudian Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang munafik, yaitu mereka yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran.

Ketika keberadaan mereka semakin samar di tengah-tengah umat manusia, Allah SWT semakin gencar menyebutkan berbagai sifat kemunafikan mereka, sebagaimana Allah telah menurunkan surah Bara’ah dan Munafiqun tentang mereka serta menyebutkan mereka di dalam surah An-Nur dan surah-surah lainnya guna menjelaskan keadan mereka agar orang-orang menghindarinya dan juga menghindari dari terjerumus kepadnya.

link: http://hamidassyifa.wordpress.com/2011/02/24/hati-yang-terkunci-mati/
islam scout
Reply| 11 Dec 2012 20:30:02
sodara KEY, lihat lah sejenak alquran baca lembar demi lembar, atau bacalah kitab anda selembar demi selembar Allah sudah memberi jalan pada manusia d jalan lurus, agama yang lurus pula, sekiranya sudah di baca lihatlah manusia mana yang selalu di beri jalan lurus selalu membelot jawabnya adalah kaum yahudi,
lalu ada sekiranya orang orang yang memutar balikan dan menambahkan ayat ayat yang mereka kira dari sisi tuhanya tapi sebanarnya bukan
kalau di atas adalah menggugat ayat ayat injil yg sekarang

jalan Allah adalah agama Allah,, agama yang di ridhoi Allah, agama yang sempurna,

ompung@ hindu?? kiranya anda akan di tertawakan oleh orang orang majusi ini dan bahkan oleh orang orang yahudi
hindu tanyakan dari ujung dunia hingga kembali ke ujung itu lagi tidak ada dewa hindu bernama Allah
yahudi tuhan israel adalah el/elohim (hebrew/ibrani) elah (aram) Allah / (arab),, tiga bahasa ini berasal dari bahasa sesmitik (bahasa ibu abraham/ibrahim/avraham) atau baca komen saya di atas sana anda akan tau
Key
Reply| 10 Dec 2012 22:17:33
Di kunci mati oleh Allah..? Maksudnya apa..? Jahat benerrr donk Allah kalian.. Kenapa..? Karena kita orang kafir atau apa..?
Tuhan yg saya kenal justru akan melakukan 1001 macam cara agar manusia sadar.. Meskipun manusia seringkali bebal, tapi Tuhan yg saya kenal akan terus setia menunggu.. Bukannya dengan sengaja mengunci mata, telinga dan hati.. Berarti Allah ga sanggup mengubah manusia donk,, tapi malah justru menyesatkan..!!
Semuanya memang tergantung dr diri sendiri..
Pengikut Kristus sudah menemukan kebenaran kok.. Ga perlu di cari" lg.. Banyak yg kalian ga tau dan ga bsa alami karena kalian ga mau tau.. Yg pasti pengikut Kristus yg sungguh" percaya dan mengasihiNya selama ini menyembah dan bergaul karib dengan Allah yg hidup.. He's REAL..!! Sampai benar" bsa mengenal pribadiNya dengan baik.. Terlalu bnyk kesaksian dan pengalaman rohani denganNya yg sdh kami alami (bkn mistik) Dan buat yg ga percaya pasti itu hanya HOAX tapi buat kita itu udah biasa..
Ga perlu teori dan debat kusir kayak gini.. Cukup terbuka dan mau menerimaNya dengan hati yang tulus, maka kalian pasti akan bisa percaya dengan sendirinya.. Karena Dia adalah Allah yg maha pendengar dan Dia sangat mengasihi kalian semua..
Gbu..
buren
Reply| 10 Dec 2012 16:37:48
unt Sdr Ompung Tantular:
di Al-Quran sdh jls tentang sejarah nabi musa yaitu Harun adalah saudara sekandung Musa, kl memang ada nama harun di masa bunda maria hidup itu jelas Harun yg berbeda. sy kira masalah sejarah keturunan mulai dari Abraham-Ismael-Ishak-Yacob-Yusuf-Daud-Musa sampai Isa versi Islam dan kristen sy kira banyak kesamaan kok.

mengenai Syurga dlm Islam merupakan Rahmat dari Allah SWT. Allah menyuruh manusia beramal saleh berbuat Amar Makruf nahi Mungkar (berbuat kebajikan dan mencegah perbuatan yg keji dan mungkar) dan selalu bejalan di jalan yag lurus di jl Allah SWT. Bagi yang berbuat demikian atas rahmat Allah akan menjanjikan syurga yg di dalam mengalir sungai2 yang indah dan bidadari-bidari yang suci yg tdk pernah disentuh oleh manusia yg lain.
Kenikmatan di syurga jauh lebih nikmat dan jauh lebih kekal.
Bagi org2 Mukmin yg beramal Saleh yg selalu menjalankan perintah Allah, yg selalu berada di jln yg lurus adalah dunia ini hanya sesaat, alam akhirat/syurga jauh lebih kekal.
buren
Reply| 10 Dec 2012 16:12:00
penggunaan nama Allah sdh tdk asing lagi baik org2 yahudi di arab termasuk di alkitab anda, banyak anda gunakan kata2 Allah, bukan?

yang menjadi masalah bagi orang2 Yahudi dan Orang2 Islam adalah, dari Isa/Esau bahasa Ibranikok kok bisa diutak ataik dirubah jd bahasa org eropa yunani bernama Yesus.
Pertanyaannya, siapakah oknum yg telah merubah nama dg mengganti nama Yesus?
buren
Reply| 10 Dec 2012 16:02:23
Sdr. Ompung tantular,
Sy tdk mengarang mengenai nabi2 tsb, kl anda krg yakin dg saya, coba deh anda baca lagi di alkitab atau anda tanyakan lagi ke pastur/pendeta anda?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top